<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tsunami, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tsunami/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Sep 2025 10:00:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tsunami, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gempa Berkekuatan Magnitudo 4,8 Guncang Malang, Tidak Berpotensi Tsunami</title>
		<link>https://memontum.com/gempa-berkekuatan-magnitudo-48-guncang-malang-tidak-berpotensi-tsunami</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[berpotensi]]></category>
		<category><![CDATA[guncang]]></category>
		<category><![CDATA[magnitudo]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225892</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wilayah Malang Raya diguncang gempa tektonik ber magnitudo 4,8, sekitar pukul 10.15 WIB, Kamis (11/09/2025) tadi. Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri, menjelaskan bahwa berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di laut pada koordinat 9,49° LS dan 112,80° BT, atau sekitar 152 kilometer tenggara Kabupaten Malang, dengan kedalaman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wilayah Malang Raya diguncang gempa tektonik ber magnitudo 4,8, sekitar pukul 10.15 WIB, Kamis (11/09/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri, menjelaskan bahwa berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di laut pada koordinat 9,49° LS dan 112,80° BT, atau sekitar 152 kilometer tenggara Kabupaten Malang, dengan kedalaman 63 kilometer. “Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas deformasi lempeng Indo-Australia. Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik,” jelas Ma’muri.</p>



<p>Getaran gempa, tambahnya, dirasakan nyata di beberapa wilayah. Di Kabupaten Malang tercatat skala intensitas III MMI, yang berarti getaran terasa di dalam rumah dan seakan-akan truk besar melintas. Sementara di Kota Malang, intensitas gempa berada di skala II-III MMI. Getaran juga dirasakan di Trenggalek, Tulungagung dan Blitar dengan skala II MMI.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>BMKG juga memastikan, bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. “Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tambahnya.</p>



<p>Hingga pukul 10.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. Namun, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.</p>



<p>&#8220;Periksa kondisi bangunan rumah sebelum kembali ke dalam, terutama jika ada retakan atau kerusakan akibat getaran gempa. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” imbuh Ma&#8217;muri. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225892</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apel Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Jember Lepas Peserta Susur Jalur Evakuasi Bencana Tsunami</title>
		<link>https://memontum.com/apel-kesiapsiagaan-bencana-bupati-jember-lepas-peserta-susur-jalur-evakuasi-bencana-tsunami</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 May 2024 10:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapsiagaan,]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209919</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto dan jajaran Forkopimda serta para pimpinan OPD, menghadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Jember di Lapangan Puger, Selasa (28/05/2024) tadi. Apel ini digelar, sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana. Bupati Hendy Siswanto menyampaikan, bahwa kegiatan Apel Kesiapsiagaan 2024 ini adalah amanah dari pemerintah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto dan jajaran Forkopimda serta para pimpinan OPD, menghadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Jember di Lapangan Puger, Selasa (28/05/2024) tadi. Apel ini digelar, sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.</p>



<p>Bupati Hendy Siswanto menyampaikan, bahwa kegiatan Apel Kesiapsiagaan 2024 ini adalah amanah dari pemerintah melalui undang-undang yang sudah ada sejak 2017. &#8220;Jadi, masyarakat harus mempunyai kemampuan serta membangun kembali kehidupan pasca bencana yang bertujuan untuk mengurangi dampak bencana yang diterima,&#8221; ujar Bupati Hendy.</p>



<p>Dirinya berharap, melalui kegiatan kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Jember, maka berikutnya rutin dilakukan. &#8220;Bukan hanya di tahun 2024 saja kegiatan kesiapsiagaan ini, tapi setiap saat kita harus siap. Karena di pesisir pantai kita ini potensi gempa dan tsunaminya sangat besar sekali,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kendati demikian, Bupati Hendy juga mengatakan kesiapsiagaan bencana bukan hanya tugas petugas. Tetapi juga tugas seluruh masyarakat. &#8220;Maka sudah selayaknya bencana ini adalah tanggung jawab kita bersama. Maka kita harus melakukan satu kegiatan yang namanya Pentahelix. Mulai dari masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, instansi terkait semua harus terlibat di dalamnya, dari anak-anak maupun dewasa,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ditambahkan, dalam kegiatan Apel Kesiapsiagaan Bencana ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember juga memberikan edukasi tentang kesiapsiagaan bencana. &#8220;Seperti pada pagi hari ini, teman-teman dari BPBD memberikan edukasi kepada masyarakat. Mereka diberi edukasi tentang bagaimana bersikap jika ada bencana. Kalau ada gempa, apa yang harus mereka lakukan. Jika ada tsunami, mereka harus lari ke tempat yang lebih tinggi dan tidak boleh panik. Hal-hal seperti itu, yang dilakukan,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Tidak hanya Apel Kesiapsiagaan, Bupati Jember juga melepas peserta susur jalur evakuasi bencana tsunami. Sebab, di sepanjang di pesisir pantai ini, potensi gempa dan tsunami sangat tinggi. Harapannya, Tagana lebih waspada dalam menanggulangi bencana.</p>



<p>&#8220;Saya harap ini tidak hanya dilakukan setahun sekali. Tetapi bisa rutin dilakukan. Ini adalah sikap kita dan bukan untuk berharap ada bencana. Tetapi ini adalah ikhtiar kita sebagai manusia dan jika bencana itu terjadi, kita sudah siap serta kita sudah tahu apa yang harus dilakukan. Kita juga tetap berdoa, semoga di Kabupaten Jember dan negeri kita ini tidak ada bencana lagi,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209919</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apel Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Hendy Peringatkan Gempa dan Tsunami di Sepanjang Pesisir Pantai Jember</title>
		<link>https://memontum.com/apel-kesiapsiagaan-bencana-bupati-hendy-peringatkan-gempa-dan-tsunami-di-sepanjang-pesisir-pantai-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 May 2024 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapsiagaan,]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[peringatkan]]></category>
		<category><![CDATA[pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210064</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, memimpin pelaksanaan apel kesiapsiagaan bencana, di Alun-alun Kecamatan Puger, Selasa (28/05/2024) tadi. Dalam serangkaian pelaksanaan itu, bupati memberikan peringatan bahaya gempa dan tsunami di sepanjang pesisir pantai yang ada di Kabupaten Jember. Disampaikan, bahwa Kabupaten Jember merupakan tempat bertemunya lempeng Asia dan Australia. Sedangkan di sisi selatan Jember, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, memimpin pelaksanaan apel kesiapsiagaan bencana, di Alun-alun Kecamatan Puger, Selasa (28/05/2024) tadi. Dalam serangkaian pelaksanaan itu, bupati memberikan peringatan bahaya gempa dan tsunami di sepanjang pesisir pantai yang ada di Kabupaten Jember.</p>



<p>Disampaikan, bahwa Kabupaten Jember merupakan tempat bertemunya lempeng Asia dan Australia. Sedangkan di sisi selatan Jember, terdapat titik atau lingkaran merah yang termasuk pusat gempa.</p>



<p>“Itulah yang menjadi faktor tingkat kerawanan gempa tinggi yang juga dapat menimbulkan tsunami,” kata Bupati Hendy.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa Kabupaten Jember pernah terdampak tsunami yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 1994. Saat itu, gempa berkekuatan 7,9 skala richter mengguncang Banyuwangi dan mengakibatkan tsunami setinggi 13,9 meter. Guncangan sendiri, terasa hingga ke Kabupaten Jember dan mengakibatkan 56 rumah warga hanyut dan tenggelam di Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Jember dan di Puger 57 perahu rusak.</p>



<p>“Kita mempunyai resiko tinggi di sepanjang garis pantai yang ada di Jember. Oleh karena itu, saya harap masyarakat pesisir untuk terus waspada,” terang Bupati Hendy.</p>



<p>Bupati Hendy juga menegaskan bahwa Pemkab Jember konsisten mensialisasikan kesiapsiagaan bencana dan melatih masyarakat tangguh bencana. Termasuk, mendorong masyarakat untuk memfungsikan Poskamling sebagai sarana kesiapsiagaan bencana serta membuat kentongan di setiap Poskamling.</p>



<p>“Adanya kentongan sebagai alat peringatan bencana, agar peringatan dapat tersampaikan ke seluruh warga baik di kota maupun di desa,” paparnya. <strong>(kom/rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210064</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tuban Jatim Diguncang Gempa 6,0 SR, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami</title>
		<link>https://memontum.com/tuban-jatim-diguncang-gempa-60-sr-bmkg-sebut-tak-berpotensi-tsunami</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berpotensi]]></category>
		<category><![CDATA[diguncang]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207614</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tuban &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 6 atau Skala Richter (SR), Jumat (22/03/2024) tadi sekitar pukul 11:22 WIB. Episentrum gempa tersebut terletak di koordinat 5.74 lintang selatan dan 112.32 bujur timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Sekitar 132 kilometer di sebelah timur laut Tuban. Kepala Stasiun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Tuban</strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 6 atau Skala Richter (SR), Jumat (22/03/2024) tadi sekitar pukul 11:22 WIB. Episentrum gempa tersebut terletak di koordinat 5.74 lintang selatan dan 112.32 bujur timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Sekitar 132 kilometer di sebelah timur laut Tuban.</p>



<p>Kepala Stasiun Metreologi BMKG Tuban, Zem Irianto Padma, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi tersebut tidak berpotensi menimbulkan gelombang Tsunami. Sehingga, masyarakat tidak perlu sampai panik atau khawatir.</p>



<p>Sebaliknya, Zem menambahkan bahwa setelah gempa pertama, pihaknya mencatat terjadi dua kali gempa susulan pertama terjadi pada pukul 11.35.14 dengan kekuatan 4,4 skala richter di kedalaman 5 km dan disusul gempa kedua pada pukul 11.56.24 dengan kekuatan Magnitudo 3.3 di kedalaman 10 km. Titik episentrum hampir sama dengan gempa pertama.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kekuatan gempa susulan yang terjadi, tidak terlalu menimbulkan efek getaran yang dirasakan masyarakat seperti gempa pertama. Karena, biasanya kekuatan gempa susulan akan semakin mengecil,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Zem meminta kepada masyarakat, agar tetap waspada dan mengantisipasi kemungkinan terjadi gempa susulan masih memungkinkan terjadi. Diinformasikan pula, jika gempa pertama yang terjadi terasa hingga di beberapa wilayah Jatim dan Jateng hingga sisi Timur Pulau Jawa. Seperti Bawean, Jepara, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang dan Yogyakarta hingga luar pulau.</p>



<p>Zem menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di laut Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser.</p>



<p>Zem mengimbau kepada masyarakat tetap tenang dan menjauh dari bangunan yang rapuh apabila terasa getaran gempa. Selain itu, tetap memantau update informasi dari BMKG seputar gempa. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207614</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Desa Selok Anyar Terancam Tsunami, BPBD Lumajang Berharap Destana Beranjak dari Pratama</title>
		<link>https://memontum.com/desa-selok-anyar-terancam-tsunami-bpbd-lumajang-berharap-destana-beranjak-dari-pratama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anyar]]></category>
		<category><![CDATA[beranjak]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Destana]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[pratama]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[selok]]></category>
		<category><![CDATA[terancam]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191437</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, menjadi salah satu desa di wilayah Kabupaten Lumajang, yang terancam akan bencana Tsunami. Potensi bencana itu, imbas dari dampak bencana alam, karena posisi wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Laut Selatan. Untuk mengantisipasi dan memperkuat mitigasi bencana di Desa Selok Anyar, BPBD Kabupaten Lumajang, pun sejak tahun 2020 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, menjadi salah satu desa di wilayah Kabupaten Lumajang, yang terancam akan bencana Tsunami. Potensi bencana itu, imbas dari dampak bencana alam, karena posisi wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Laut Selatan.</p>



<p>Untuk mengantisipasi dan memperkuat mitigasi bencana di Desa Selok Anyar, BPBD Kabupaten Lumajang, pun sejak tahun 2020 lalu, telah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Sejumlah anggota Desatana yang terlibat, terdiri dari warga setempat, perangkat desa dan anggota relawan lain, yang sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan terkait penanganan bencana di tingkat desa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi mengatakan, mengatakan bahwa Destana dibentuk dengan tujuan agar masyarakat di desa lebih siap dan dapat menanggulangi bencana yang ada di desanya lebih awal, sebelum Tim BPBD menjangkau atau datang. &#8220;Anggotanya adalah warga masyarakat desa tersebut. Bisa dari Perangkat Desa, Karang Taruna, PKK dan siapapun warga desa yang peduli. Mereka dilatih membuat peta bencana, melakukan pertolongan awal saat dari kabupaten belum tiba di lokasi,&#8221; katanya dalam kegiatan Sapa Destana, Senin (19/06/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Wawan, saat ini Destana Selok Anyar sudah masuk dalam kategori Destana Pratama. Sehingga, diharapkan ada peningkatan kelas, sehingga Destana Selok Anyar bisa membantu masyarakat untuk lebih sadar dan tanggap terhadap bencana.</p>



<p>&#8220;Harapannya, tentu ada peningkatan dari peringkat Destana Pratama naik menjadi Destana Madya atau Destana Utama. Sehingga, nantinya juga ada Keluarga Tangguh Bencana,&#8221; paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191437</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
