<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tuberkolosis &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tuberkolosis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Sep 2024 11:01:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tuberkolosis &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>USAID bersama Dinkes Kabupaten Malang Tekan Resiko Tuberkolosis</title>
		<link>https://memontum.com/usaid-bersama-dinkes-kabupaten-malang-tekan-resiko-tuberkolosis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jul 2024 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[tuberkolosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213738</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Tekan resiko tuberkolosis di wilayah Kabupaten Malang, United States Agency for International Development (USAID) atau Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan antisipasi dan penanganan pengobatan kepada penderita Tuberkulosis. Salah satunya, seperti yang dilakukan kepada warga di Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Tekan resiko tuberkolosis di wilayah Kabupaten Malang, United States Agency for International Development (USAID) atau Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan antisipasi dan penanganan pengobatan kepada penderita Tuberkulosis. Salah satunya, seperti yang dilakukan kepada warga di Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.</p>



<p>Melalui langkah skrining, diharapkan dapat memastikan resiko paparan Tuberkulosis (TBC). Sementara dalam skrining kesehatan itu, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan. Termasuk, dilakukan pemeriksaan paru-paru melalui layanan laboratorium X-Ray Mobile. Setelah itu, peserta skrining juga diambil dahak untuk selanjutnya diperiksa dalam laboratorium faskes.</p>



<p>Wakil Pimpinan USAID, Prima Setiawan, mengungkapkan bahwa digelarnya skrining X-Ray ini adalah untuk pemeriksaan dalam upaya meningkatkan penemuan kasus TBC. “Sasarannya tentu menemukan resiko pengidap dan juga bagi yang kontak erat dengan penderita TBC. Hal ini, sesuai dengan hasil penemuan kasus yang dilakukan,” kata Prima, Senin (01/07/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa kegiatan yang dilakukan ini untuk menurunkan dan bahkan diharapkan bisa menekan kasus TBC di Indonesia. Dimana, angka kasusnya sangat tinggi, termasuk di Jawa Timur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini sifatnya masih percontohan. Tetapi, kami gunakan pola berbeda, yaitu dengan berkolaborasi melalui multisektor. Jadi, tidak mulai dari nol. Karena, skrining ini diberikan pada sampel sasaran yang punya resiko tinggi terpapar TBC,” tambahnya.</p>



<p>Masih menurut Prima, bahwa melalui program USAID Bebas TBC, dirinya punya program dalam menangani pemberantasan kasus TBC hingga 2029 mendatang. “Skrining X-Ray untuk TBC ini akan kami lanjutkan ke empat wilayah kecamatan berbeda. Diantaranya, Kecamatan Kepanjen, Wagir, Pakis dan Kecamatan Kasembon. Sementara total sasarannya, yaitu untuk 7 ribu jiwa,” urainya.</p>



<p>Dalam program USAID Bebas TBC ini, lanjut Prima, setelah ditemukan kasus aktif pengidap TBC, maka akan dilakukan dengan pengobatan sesuai gejala penyakit. &#8220;Pola pengobatan ini juga diterapkan pada yang kontak erat. Seperti anggota keluarga atau lingkungan terdekat di tempat kerja,” ungkapnya.</p>



<p>Disampaikan Prima, bahwa rasio kontak erat yang harus ditangani untuk satu orang penderita TBC, jumlahnya bisa sampai delpan orang dekat. Jadi, pengobatan diberikan secepatnya untuk bisa memutus mata rantai penularan terutama pada yang kontak erat. Selain obat TBC, ada juga terapi pencegahan (TPT) yang bisa diberikan.</p>



<p>Dalam hal ini, ujarnya, juga diberikan edukasi tentang TBC kepada seluruh lapisan masyarakat. Tujuannya, agar punya kesadaran dan kepedulian bagaimana pencegahan penularan TBC. <strong>(sem/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213738</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Kabupaten Malang bersama Anggota Komisi IX DPR RI Sosialisasi dan Kampanye Bahaya Tuberkolosis</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-kabupaten-malang-bersama-anggota-komisi-ix-dpr-ri-sosialisasi-dan-kampanye-bahaya-tuberkolosis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Sep 2023 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[tuberkolosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198436</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang bekerjasama dengan Anggota Komisi IX DPR RI dan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, menggelar sosialisasi dan kampanye tuberkolosis (TBC), Sabtu (16/09/2023) tadi. Kegiatan yang berlangsung di Rest Area Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, itu dalam rangka Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) sekaligus mendukung percepatan eliminasi TBC di Indonesia pada tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang bekerjasama dengan Anggota Komisi IX DPR RI dan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, menggelar sosialisasi dan kampanye tuberkolosis (TBC), Sabtu (16/09/2023) tadi. Kegiatan yang berlangsung di Rest Area Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, itu dalam rangka Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) sekaligus mendukung percepatan eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030, serta mengakhiri epidemi Tuberkulosis di tahun 2050.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses dan kesadaran masyarakat terhadap layanan tuberkulosis. Melalui sosialisasi ini, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanggulangan tuberkulosis.</p>



<p>“Selain itu, ini untuk memperkuat manajemen program penanggulangan tuberkulosis secara responsif. Serta, meningkatkan kualitas pelayanan tuberkulosis yang berpusat kepada kebutuhan pasien,” kata Kadinkes.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, untuk kasus situasi TBC di Kabupaten Malang 2023, estimasi kasus mencapai 3.918 kasus. Itu ternotifikasi kasus TBC (Do Baru) mencapai 2.272 kasus, kasus TB anak mencapai 297 kasus dan angka kematian TBC mencapai 46 kasus.</p>



<p>Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan, Kris Dayanti, berharap dengan adanya sosialisasi dan kampanye TBC di Kabupaten Malang, warga masyarakat sadar untuk bersama bergerak melakukan suatu gerakan untuk hidup sehat. Karenanya, melalui sosialisasi ini akan muncul kesadaran bersama dalam melakukan antisipasi.</p>



<p>“Saya sangat mengapresiasi sosialisasi pelaksanaan yang dilakukan Dinas kesehatan Daerah Kabupaten Malang, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim sampai Kementrian Kesehatan atas program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Dengan langkah ini, maka semua akan bersama-sama untuk sadar dan melakukan antisipasi,” kata anggota DPR RI yang berangkat dari Dapil Malang Raya ini.</p>



<p>Lebih lanjut Kris Dayanti menyampaikan, jika kegiatan sosialisasi kali ini merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat, terutama kurangnya pemahaman masyarakat dan kurangnya informasi yang memadai tentang penyakit TBC.</p>



<p>“Kegiatan ini merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat, dalam rangka mewujudkan kepedulian dan kesadaran dalam mendeteksi gejala tuberkolosis,&#8221; imbuhnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198436</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
