<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tucano &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tucano/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Nov 2023 10:40:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tucano &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Empat Orang Awak Gugur dalam Musibah Jatuhnya Dua Pesawat Tucano, Gubernur Jatim Sampaikan Duka</title>
		<link>https://memontum.com/empat-orang-awak-gugur-dalam-musibah-jatuhnya-dua-pesawat-tucano-gubernur-jatim-sampaikan-duka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Nov 2023 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[jatuhnya]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[tucano]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201814</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sampaikan duka yang mendalam atas gugurnya empat awak pesawat dari musibah jatuhnya dua Pesawat Super Tucano dari Skadron Udara 21 Abdulrachman Saleh Pakis-Malang, Kamis (16/11/2023) lalu. Ditemui seusai menghadiri pengukuhan di salah satu universitas yang ada di Kota Malang, perempuan yang kerap disapa Khofifah, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sampaikan duka yang mendalam atas gugurnya empat awak pesawat dari musibah jatuhnya dua Pesawat Super Tucano dari Skadron Udara 21 Abdulrachman Saleh Pakis-Malang, Kamis (16/11/2023) lalu. Ditemui seusai menghadiri pengukuhan di salah satu universitas yang ada di Kota Malang, perempuan yang kerap disapa Khofifah, mengatakan bahwa pihaknya terus mendoakan kepada empat korban tersebut di sela-sela kegiatan.</p>



<p>“Saya sendiri sudah melakukan takziah di hari pertama malam. Saya juga sudah menyampaikan bela sungkawa kepada empat anggota keluarganya. Saya kemarin itu ada di forum bersama santri yang memenangkan musabaqoh qiroatil dan saya membacakan doa kepada ke empat almarhum. Lalu, tadi malam saat Raimuna di Trenggalek, saya juga mengajak peserta Raimuna menyampaikan duka cita dan kita berdoa untuk empat almarhum,” kata Gubernur Khofifah, Sabtu (18/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, pihaknya juga telah menemui para istri dan keluarga korban yang gugur dalam menjalankan tugas tersebut. &#8220;Jadi mudah-mudahan beliau yang gugur dalam tugas, semua amal ibadahnya diterima oleh Allah dan khilafnya diampuni oleh allah dan semua anggota keluarganya diberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Khofifah juga menyampaikan jika untuk melakukan identifikasi jatuhnya pesawat tersebut, masih menunggu dari tim TNI Angkatan Udara (AU). Menurutnya saat ini, masih dilakukan proses asesmen. Untuk detail nya Khofifah juga masih menunggu penjelasan dari tim Asesmen TNI AU.</p>



<p>“Saya rasa masing-masing kan sudah terkonfirmasi, saya relatif mengikuti bahwa dari Kadispen AU juga sudah menyampaikan pesawat yang sama. Mungkin akan dilakukan proses asesmen, tapi detailnya langsung saja menunggu penjelasan dari tim Asesmen TNI AU,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201814</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Urai Jatuhnya Pesawat Super Tucano, Tim Investigasi Fokus Pencarian FDR</title>
		<link>https://memontum.com/urai-jatuhnya-pesawat-super-tucano-tim-investigasi-fokus-pencarian-fdr</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[investigasi]]></category>
		<category><![CDATA[jatuhnya]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[tucano]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201754</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hingga saat ini tim investigasi musibah jatuhnya dua pesawat tempur EMB 314 Super Tucano dari Skadron 21 Lanud Abdulrachman Saleh dengan tail number TT-3103 dan TT-3111 telah sampai di lokasi kejadian, yaitu di sekitar Kawasan Bromo atau Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan. Kadispen TNI AU Marsekal Pertama, R [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hingga saat ini tim investigasi musibah jatuhnya dua pesawat tempur EMB 314 Super Tucano dari Skadron 21 Lanud Abdulrachman Saleh dengan tail number TT-3103 dan TT-3111 telah sampai di lokasi kejadian, yaitu di sekitar Kawasan Bromo atau Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan.</p>



<p>Kadispen TNI AU Marsekal Pertama, R Agung Sasongkojati, menyampaikan jika tim investigasi tersebut sedang mengumpulkan data terkait kecelakaan ke dua pesawat itu. Selain itu, juga mengamankan barang-barang yang merupakan alat investigasi serta akan mengamankan Flight Data Recorder (FDR) dari pesawat.</p>



<p>“Kita semua akan mengikuti perkembangan mengenai kejadian ini. Kami belum dapat informasi mengenai FDR, karena di lokasi tidak ada sinyal telpon. Tapi dari foto yang dikirim tadi pagi, itu sudah sampai di tempat dan mestinya kalau file data recorder itu pesawatnya masih utuh, maka mestinya masih ada. Namun saya belum bisa mengklarifikasi, apakah sudah diambil atau belum,” jelas Agung, Jumat (17/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Tentunya, pencarian FDR tersebut menjadi fokus dalam pencarian. Sebab nantinya, dapat diketahui mengenai ketinggian pesawat, kecepatan pesawat, orientasi penerbangan elevasi hingga kekuatan mesin. Sehingga, diharapkan dapat memberikan gambaran terkait kejadian yang terjadi.</p>



<p>“FDR menjadi fokus kami dan bukti-bukti pendukung lain. Seperti contohnya, jarak jatuh berapa, puingnya dimana, itu akan bisa memberikan gambaran apa yang terjadi. Namun yang penting, apa yang terjadi sehingga kita bisa perbaiki prosedur penerbangan berikutnya. Sehingga tidak terjadi hal semacam ini,” tambahnya.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga menyampaikan jika bangkai pesawat saat ini masih belum bisa dipastikan, itu karena medan kejadian terlalu sulit. Sehingga, untuk proses evakuasi perlu dilakukan pemotongan pesawat dan mengangkutnya dengan menggunakan helikopter.</p>



<p>“Kemungkinan kita bisa mengangkutnya dengan menggunakan helikopter dan itu harus dipotong supaya tidak terlalu berat. Tujuannya, agar tidak terlalu sulit untuk diangkat. Itu juga akan kita diambil seluruhnya, karena tidak akan kita biarkan itu tergeletak karena merupakan bukti dan kita harus pelajari,” paparnya.</p>



<p>Ditambahkannya, jika nantinya potongan pesawat tersebut akan dibawa ke pangkalan udara Abdulrachman Saleh. Untuk batas waktu pencarian tersebut, menurutnya tergantung situasi dan kondisi.</p>



<p>“Karena dalam membaca FDR itu saya belum tahu apa kita bisa baca sendiri atau harus dikirim ke tempat, atau harus mendatangkan pesawat atau gimana itu yang harus kita pastikan. Biasanya untuk membaca FDR itu juga perlu peralatan khusus dan saya belum tahu apakah kita memiliki atau tidak tapi saya akan tanyakan lagi nanti,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201754</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sosok Almarhum Subhan, Satu dari Empat Korban Jatuhnya Super Tucano di Mata Orang Terdekat</title>
		<link>https://memontum.com/mengenal-sosok-almarhum-subhan-satu-dari-empat-korban-jatuhnya-super-tucano-di-mata-orang-terdekat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2023 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[almarhum]]></category>
		<category><![CDATA[jatuhnya]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[mengenal]]></category>
		<category><![CDATA[subhan,]]></category>
		<category><![CDATA[terdekat]]></category>
		<category><![CDATA[tucano]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201743</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjadi salah satu korban dari musibah jatuhnya dua Pesawat Super Tucano di kawasan Bromo, yaitu almarhum Marsekal Pertama TNI Anumerta Subhan, dikenal sebagai sosok yang baik. Apalagi, sekitar satu atau dua pekan lalu, pihaknya juga telah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Palestina di Bandara Sinai, atau dekat dengan Gaza. Kepala Dinas Penerangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjadi salah satu korban dari musibah jatuhnya dua Pesawat Super Tucano di kawasan Bromo, yaitu almarhum Marsekal Pertama TNI Anumerta Subhan, dikenal sebagai sosok yang baik. Apalagi, sekitar satu atau dua pekan lalu, pihaknya juga telah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Palestina di Bandara Sinai, atau dekat dengan Gaza.</p>



<p>Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsekal Pertama, R Agung Sasongkojati, menyampaikan jika almarhum Subhan itu sebelumnya juga sempat menjadi siswanya saat duduk di institusi pendidikan yang ditempuh. “Saya mengenal dengan baik, karena kebetulan beberapa tahun saya sempat di institusi pendidikan dan beliau itu siswa saya. Dia siswa yang sangat cemerlang, sangat smart dan itu sebenarnya calon pimpinan kita di masa depan,” ujar Agung, dengan mata berkaca-kaca, seusai mengikuti upacara pemakaman, Jumat (17/11/2023) tadi.</p>



<p>Tidak hanya itu, sang mendiang adik kandung korban, Suprayitno, juga mengaku bahwa alrmarhum merupakan sosok yang sangat baik dengan siapa saja. Pihaknya juga mengatakan, bahwa almarhum tidak pernah marah ataupun bersuara keras. Sifat-sifat yang dimiliki juga jauh dari sosok militer.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Militer biasanya keras, galak atau tegasnya lebih tegas galak. Kalau Pak Subhan, tegasnya tegas halus. Bisa pendekatan persuasif. Sama keluarga ataupun dengan relasi di pekerjaannya,” ucap Suprayitno.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga menambahkan jika sosok almarhum Subhan saat mendapatkan tugas dapat menjalankan dengan baik, serius dan profesional. “Jadi dia ketika dapat tugas, itu ya dilaksanakan dengan profesional. Tetapi kalau untuk karier atau apa, pasti menunjukkan dedikasi dan pengabdian yang terbaik,” katanya.</p>



<p>Suprayitno juga mengaku, saat almarhum pulang dari Gaza beberapa pekan lalu, pihaknya juga masih sempat berkomunikasi. Walaupun, hanya melalui pesan WhatsApp. &#8220;Sayakan di Jakarta dan punya rumah juga di Jogja. Janjian di Jogja tanggal 27, karena putera pertamanya wisuda Akabri dan masuk di AAU. Tapi dia masih pendidikan semua Matra, Akmil. Rencananya mau bareng-bareng ke sana,” imbuhnya.</p>



<p>Namun, akibat dari kejadian musibah jatuhnya pesawat, rencana yang telah disusunpun batal untuk dilaksanakan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201743</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Duka Mendalam Selimuti Upacara Pemakaman Tiga Personel dari Musibah Jatuhnya Dua Pesawat Super Tucano</title>
		<link>https://memontum.com/duka-mendalam-selimuti-upacara-pemakaman-tiga-personel-dari-musibah-jatuhnya-dua-pesawat-super-tucano</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2023 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jatuhnya]]></category>
		<category><![CDATA[mendalam]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[pemakaman]]></category>
		<category><![CDATA[personel]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[selimuti]]></category>
		<category><![CDATA[tucano]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201733</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tiga dari empat korban meninggal dunia musibah jatuhnya dua pesawat Super Tucano di kawasan Bromo atau TNBTS (Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru), dilakukan prosesi pemakaman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Untung Suropati, Kota Malang, Jumat (17/11/2023) tadi. Pelaksanaan itu, berlangsung dengan suasana penuh duka dan isak tangis dari keluarga dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tiga dari empat korban meninggal dunia musibah jatuhnya dua pesawat Super Tucano di kawasan Bromo atau TNBTS (Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru), dilakukan prosesi pemakaman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Untung Suropati, Kota Malang, Jumat (17/11/2023) tadi. Pelaksanaan itu, berlangsung dengan suasana penuh duka dan isak tangis dari keluarga dan rekan almarhum, saat menghantarkan ke peristirahatan terakhir.</p>



<p>Tiga personel yang menjadi korban musibah dan dimakamkan itu, yakni Kolonel Adm Widiono Hadiwijaya, Letkol Pnb Sandhra Gunawan dan Kolonel Pnb Subhan. Sementara, satu korban lain atas nama Mayor Pnb Yuda A Seta, dimakamkan di TMP Madiun.</p>



<p>“Mayor Pnb Yuda A Seta dimakamkan keluarga di TMP Madiun. Rombongan tadi sudah diberangkatkan dengan menggunakan Pesawat Hercules dari Hanggar Abdulrachman Saleh-Malang,” kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsekal Pertama R. Agung Sasongkojati.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sebagai penghargaan dari negara atas Dharma Bhaktinya kepada Nusa dan Bangsa, ke empat korban mendapatkan kenaikan pangkat kehormatan atau anumerta satu tingkat dari sebelumnya. &#8220;Kenaikan pangkatnya naik satu tingkat. Dengan segala fasilitas yang diberikan, kepada personel yang gugur dalam tugas. Yang semula adalah kolonel menjadi marsekal pertama TNI, kemudian yang semula letnal kolonel menjadi kolonel penerbangan anumerta dan dari mayor menjadi letnal penerbang kolonel anumerta,” jelasnya.</p>



<p>Dalam prosesi pemakaman, ketiganya dimakamkan secara bersamaan dan berdekatan. Kemudian, pada upacara penghormatan juga dilakukan tembakan salvo oleh prajurit.</p>



<p>Duka mendalam juga terlihat di wajah keluarga para korban. TNI AU siap untuk menjamin dan merawat kelangsungan hidup anak dan keluarga korban yang telah ditinggalkan.</p>



<p>&#8220;Namun yang penting sekarang, bagaimana kita membuat keluarga yang tentunya sangat bersedih, untuk selalu berada dalam bantuan kita dari AU,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, saat ini tim investigasi juga telah mengumpulkan data terkait dengan kecelakaan Pesawat Tucano, dengan mengamankan barang-barang yang merupakan alat investigasi serta akan mengamankan data flight recorder dari pesawat.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201733</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Terakhir dari Jatuhnya Dua Pesawat Super Tucano Berhasil Dievakuasi</title>
		<link>https://memontum.com/korban-terakhir-dari-jatuhnya-dua-pesawat-super-tucano-berhasil-dievakuasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2023 13:30:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[Dievakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[jatuhnya]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[tucano]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201722</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Satu persatu empat orang awak dari musibah kecelakaan jatuhnya dua pesawat tempur Super Tucano, berhasil ditemukan dan evakuasi. Jika sebelumnya, hanya tiga jenazah, yaitu masing-masing Kolonel Adm Widiono, Mayor Pnb Yuda A Seta dan Kolonel Pnb Subhan, yang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, giliran jenazah Letkol Pnb Sandhra Gunawan, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Satu persatu empat orang awak dari musibah kecelakaan jatuhnya dua pesawat tempur Super Tucano, berhasil ditemukan dan evakuasi. Jika sebelumnya, hanya tiga jenazah, yaitu masing-masing Kolonel Adm Widiono, Mayor Pnb Yuda A Seta dan Kolonel Pnb Subhan, yang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, giliran jenazah Letkol Pnb Sandhra Gunawan, yang berhasil ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB.</p>



<p>“Jam 7 malam, jenazahnya Letkol Pnb Sandhra Gunawan sudah ditemukan dan menyusul dibawa ke sini,” kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU, Marsekal Pertama Agung Sasongkojati, Kamis (16/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, ujarnya, dua jenazah atas nama Mayor Pnb Yuda A Seta dan Kolonel Pnb Subhan, sudah dibawa ke hanggar. Selanjutnya, jenazah akan dibawa untuk disemayamkan.</p>



<p>“Jadi menyusul yang akan tiba adalah Kolonel Widi dan Letkol Sandra. Sehingga, empat jenazah sudah ditemukan,” ujarnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201722</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelaskan Kronologis Jatuhnya Dua Pesawat Super Tucano, Kadispen Sebut Tiga Jenazah Sudah Ditemukan</title>
		<link>https://memontum.com/jelaskan-kronologis-jatuhnya-dua-pesawat-super-tucano-kadispen-sebut-tiga-jenazah-sudah-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2023 11:58:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[jatuhnya]]></category>
		<category><![CDATA[jelaskan]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[kadispen]]></category>
		<category><![CDATA[kronologis]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[tucano]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201713</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jatuhnya dua pesawat tempur jenis Super Tucano dari Skadron 21 Lanud Abdul Rachman Saleh-Malang di kawasan Gunung Bromo atau Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS), tepatnya di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo dan perbatasan antara Desa Bulukandang dan Desa Panditan di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, secara bertahap terus dilakukan evakuasi. Termasuk, terhadap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Jatuhnya dua pesawat tempur jenis Super Tucano dari Skadron 21 Lanud Abdul Rachman Saleh-Malang di kawasan Gunung Bromo atau Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS), tepatnya di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo dan perbatasan antara Desa Bulukandang dan Desa Panditan di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, secara bertahap terus dilakukan evakuasi. Termasuk, terhadap tiga dari empat orang awak yang berada di dua pesawat, terus dilakukan pencarian.</p>



<p>Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU, Marsekal Pertama Agung Sasongkojati, menyampaikan jika dua pesawat dengan tail number TT-3103 dan TT-3111 take off pada pukul 10.51 WIB dan dinyatakan lost contact pukul 11.18 WIB.</p>



<p>“Pesawat ini sedang menjalankan latihan provisiensi formasi, dimana penerbang AU biasa menjalankan latihan formasi. Sudah dibuat rencananya yaitu rute jalur terbang railing ABD-Area-ABD (Alpha, Bravo, Charlie, Delta, Med-Low). Namun saat menjalankan manuver, dua pesawat hilang kontak dan hilang dari formasi,” jelas Agung, saat konferensi pers di Gedung Cakrawala, Lanud Abdulrachman Saleh.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari empat kru tersebut, tambahnya, tim pencarian telah berhasil menemukan tiga jenazah. Diantaranya, yakni Kolonel Adm Widiono (ditemukan pertama, red), Mayor Pnb Yuda A Seta dan Kolonel Pnb Subhan. Sementara, Letkol Pnb Sandhra Gunawan masih dalam proses pencarian intensif.</p>



<p>“Jenazah yang telah ditemukan telah dibawa ke Lanud Abdulrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang, untuk diserahkan kepada keluarga untuk prosesi pemakaman. Sementara untuk jenazah yang belum ditemukan, TNI AU mengerahkan semua alat dan personel untuk melakukan pencarian,” imbuhnya.</p>



<p>Di akhir, Agung juga mengimbau agar warga sekitar, apabila menemukan peralatan dari pesawat tersebut, untuk tidak dipindahtempatkan. Atau, sampai dibawa dan disimpan dengan alasan apapun. Sebab menurutnya, segala barang bukti yang ada di lapangan akan dijadikan alat untuk pendalaman dari tim penyelidik. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201713</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Pesawat Super Tucano Dilaporkan Jatuh di Kawasan Bromo, Satu Teridentifikasi Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/dua-pesawat-super-tucano-dilaporkan-jatuh-di-kawasan-bromo-satu-teridentifikasi-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2023 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[bromo]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[teridentifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[tucano]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201668</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dua pesawat tempur taktis jenis Super Tucano dari Skadron 21 Lanud Abdul Rachman Saleh-Malang, diinformasikan lost contact dan jatuh di Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS), tepatnya di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo dan perbatasan antara Desa Bulukandang dan Desa Panditan di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/11/2023) tadi. Bahkan, dari video yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dua pesawat tempur taktis jenis Super Tucano dari Skadron 21 Lanud Abdul Rachman Saleh-Malang, diinformasikan lost contact dan jatuh di Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS), tepatnya di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo dan perbatasan antara Desa Bulukandang dan Desa Panditan di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/11/2023) tadi. Bahkan, dari video yang beredar, kedua pesawat itu sudah ditemukan dalam kondisi hancur di dua lokasi berbeda.</p>



<p>Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, membenarkan insiden jatuhnya dua pesawat TNI AU tersebut. &#8220;Betul dan ada dua (pesawat tempur),&#8221; kata Marsekal Fadjar.</p>



<p>Dari video yang beredar, masyarakat juga menginformasi lokasi ditemukan pesawat yang jatuh. Bahkan, meminta petugas untuk segera melakukan evakuasi.</p>



<p>&#8220;Tolong, ini kondisinya di masyarakat Puspo-Pasuruan tidak berani menyentuh sedikitpun,&#8221; ujar seorang warga dalam video.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Dua Pesawat Super Tucano Dilaporkan Jatuh di Kawasan Bromo, Satu Teridentifikasi Meninggal" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/TSzCIRl30-0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dua pesawat TNI AU yang jatuh itu, diketahui masing-masing unit dengan nomor registrasi TT-3111 dan TT-3103. Kedua pesawat itu, masing-masing membawa dua awak. Yaitu, Letkol Pnb Sandhra Gunawan (Frontseater) (TT-3111), Kolonel Adm Widiono (Backseater) (TT-3111), Mayor Pnb Yuda A. Seta (Frontseater) (TT-3103) dan Kolonel Pnb Subhan (Backseater) (TT-3103).</p>



<p>Belum diketahui nasib empat orang personel yang mengawaki kedua pesawat naas tersebut. Hanya saja, dari laporan warga berhasil terekam dalam evakuasi satu orang korban yang telah meninggal dunia, yaitu Kolonel Adm Widiono yang mengawaki pesawat dengan nomor registrasi&nbsp;TT&nbsp;3111.&nbsp;<strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201668</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
