<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tularkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tularkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Feb 2026 12:18:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tularkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Digitalisasi Bansos Bakal Diperluas di 41 Lokasi, Bupati Banyuwangi Diminta Tularkan Kiat Sukses</title>
		<link>https://memontum.com/digitalisasi-bansos-bakal-diperluas-di-41-lokasi-bupati-banyuwangi-diminta-tularkan-kiat-sukses</link>
					<comments>https://memontum.com/digitalisasi-bansos-bakal-diperluas-di-41-lokasi-bupati-banyuwangi-diminta-tularkan-kiat-sukses#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bansos]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[diminta]]></category>
		<category><![CDATA[diperluas]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<category><![CDATA[tularkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229942</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang menjadi piloting perdana Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos), diminta untuk berbagi kiat sukses di hadapan para kepala daerah, Selasa (03/02/2026) tadi. Hal ini dilakukan, setelah pemerintah pusat berencana memperluas program ini di 41 kabupaten dan kota se-Indonesia. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam momen itu secara langsung diminta untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang menjadi piloting perdana Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos), diminta untuk berbagi kiat sukses di hadapan para kepala daerah, Selasa (03/02/2026) tadi. Hal ini dilakukan, setelah pemerintah pusat berencana memperluas program ini di 41 kabupaten dan kota se-Indonesia.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam momen itu secara langsung diminta untuk menceritakan succes story Pemkab Banyuwangi, dalam mengawal pelaksanaan piloting Digitalisasi Bansos di Kementerian Dalam Negeri RI, Jakarta. Di hadapan sejumlah kepala daerah, baik dari provinsi maupun kabupaten dan kota, Bupati Ipuk mengupas tentang kendala, tantangan hingga solusi yang dilakukan.</p>



<p>Disampaikan Bupati Ipuk, proses pendataan membutuhkan perangkat digital untuk melakukan autentifikasi data. Hal ini, mengandalkan adanya perangkat dan sinyal seluler yang memadai.</p>



<p>“Sedangkan di Banyuwangi, tidak semua daerah terjangkau sinyal. Di kawasan perkebunan tak ada sinyal. Bahkan, penerima bantuan juga tidak semuanya punya handphone,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Mengatasi kendala demikian, Bupati Ipuk mengerahkan berbagai elemen untuk turun menjadi pendamping dalam pendataan. Mereka jemput bola untuk mendata setiap warga yang menjadi sasaran bantuan sosial. Adapun mereka, terdiri dari ASN, staf desa dan kelurahan, Kader Dasawisma, Pilar Sosial hingga tokoh agama. Bahkan, lebih dari 4 ribu orang yang terlibat.</p>



<p>“Tidak ada anggaran khusus yang dialokasikan. Semuanya bergerak secara sukarela. Tentu saja, awalnya kami memberikan pemahaman yang utuh tentang pentingnya Digitalisasi Bansos ini,” imbuh Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di tempat yang sulit sinyal, tambahnya, warga diminta untuk datang ke kantor desa. Di sana, warga dibantu untuk melakukan pendataan.</p>



<p>“Kami jadwalkan antar desa. Sehingga, sinyal bisa dibagikan dengan teratur. Tidak berebut sinyal, biar tidak lemot,” tutur Bupati Ipuk.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, hadir sejumlah kepala daerah. Diantaranya, seperti Wakil Gubernur Jawa Timur, Emilistianto Dardak, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan sejumlah kepala daerah lain.</p>



<p>Sebelumnya, mereka juga mendapatkan pemaparan tentang Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital dari sejumlah pejabat tinggi. Diantaranya, dari Kepala Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Kepala Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, Menteri PAN RB, Rini Widyantini dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk.</p>



<p>Selain itu, juga turut memberikan paparan Kepala Bappenas, Prof Rachmat Pambudy, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi.</p>



<p>Sementara itu, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan program ini akan diterapkan di seluruh Indonesia. “Setelah sukses piloting di Banyuwangi, sekarang ini tahapannya sudah lebih efisien. Satu dua bulan sudah rampung. Targetnya Oktober nanti, bertepatan dengan 2 tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, akan diterapkan di seluruh Indonesia,” ujar Luhut Binsar Panjaitan. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/digitalisasi-bansos-bakal-diperluas-di-41-lokasi-bupati-banyuwangi-diminta-tularkan-kiat-sukses/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229942</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bersama Bangun Banyuwangi, Bupati Ipuk Minta Pensiunan PNS Tularkan Best Practice Pengalaman Hidup</title>
		<link>https://memontum.com/bersama-bangun-banyuwangi-bupati-ipuk-minta-pensiunan-pns-tularkan-best-practice-pengalaman-hidup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[pensiunan]]></category>
		<category><![CDATA[practice]]></category>
		<category><![CDATA[tularkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225949</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meminta para pensiunan Pegawai Sipil Negara (PNS) untuk menularkan best practice pengalaman hidupnya kepada para junior. Hal ini disampaikan Bupati Ipuk, saat menghadiri peringatan HUT ke-63 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Banyuwangi di Gedung Pertemuan Universitas Banyuwangi (Uniba), Sabtu (13/09/2025) tadi. Diuraikan Bupati Ipuk, bahwa dirinya mengumpamakan PWRI, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meminta para pensiunan Pegawai Sipil Negara (PNS) untuk menularkan best practice pengalaman hidupnya kepada para junior. Hal ini disampaikan Bupati Ipuk, saat menghadiri peringatan HUT ke-63 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Banyuwangi di Gedung Pertemuan Universitas Banyuwangi (Uniba), Sabtu (13/09/2025) tadi.</p>



<p>Diuraikan Bupati Ipuk, bahwa dirinya mengumpamakan PWRI, adalah sebagai laboratorium hidup yang di dalamnya tergabung banyak pensiunan dengan berbagai latar belakang dan pengalaman yang positif. “Inilah kekuatan PWRI. Dengan berbagai pengalaman para anggotanya, PWRI harus bisa menjadi ‘sekolah hidup’ bagi ASN yang masih aktif. Sehingga, ASN yang masih aktif bisa mendapatkan ilmu sosial dari bapak dan ibu,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Ilmu dimaksud, papar Bupati, tentunya dapat berupa banyak hal. Selain ide dan gagasan untuk meningkatkan kinerja, pengalaman hidup dari PWRI juga diharapkan bisa membantu para ASN bisa survive hingga masa pensiun.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita banyak menjumpai pegawai yang mengalami masalah ekonomi di masa pensiunnya. Hal ini, seharusnya tidak sampai terjadi jika mereka tidak salah menerapkan gaya hidup di masa muda. Atas dasar itu, kami minta agar PWRI bisa menularkan best practise bagaimana mengelola keuangan, menjaga kesehatan fisik dan mental, sehingga saat jadi pensiunan bisa tetap berdaya,” papar Bupati Ipuk.</p>



<p>HUT ke-63 PWRI sendiri, berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Ratusan pensiunan dari berbagai lembaga, seperti guru, karyawan Pemkab, hingga TNI/Polri, tampak akrab saling berbagi cerita. Selain menjadi ajang silaturahim, kegiatan ini juga jadi panggung bagi para purna tugas PWRI untuk unjuk kreativitas. Seperti memainkan alat musik gamelan hingga baca puisi.&nbsp;</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga mengajak PWRI Banyuwangi untuk terus berkolaborasi dengan Pemkab dalam membangun daerah. “Pensiun dari jabatan di pemerintahan bukan berarti sudah purna tugas untuk mengabdi. Pemerintah daerah masih sangat membutuhkan ide-ide dan saran dari bapak dan ibu untuk membangun Banyuwangi,” ujarnya.</p>



<p>Menurut Bupati Ipuk, keberhasilan Banyuwangi saat ini berkat kerja keras bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk para pensiunan. “Semoga kolaborasi yang sudah terjalin bisa terus ditingkatkan. Pemkab akan selalu mendukung organisasi PWRI Banyuwangi,” ungkap Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225949</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Audiensi bersama Pengrajin Batik Situbondo, Mas Rio Tularkan Ilmu dan Siap Bantu Pemasaran</title>
		<link>https://memontum.com/audiensi-bersama-pengrajin-batik-situbondo-mas-rio-tularkan-ilmu-dan-siap-bantu-pemasaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[audiensi]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pengrajin]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[tularkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221814</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelar audiensi bersama pengrajin batik se Kabupaten Situbondo, Selasa (06/05/2025) tadi. Pertemuan itu dilakukan, untuk mendengarkan aspirasi sekaligus membahas tantangan dan mencari solusi bersama tentang pemasaran batik lokal Situbondo. Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang menghadiri langsung dalam audiensi itu juga turut membagikan ilmu manajemen pemasaran kepada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelar audiensi bersama pengrajin batik se Kabupaten Situbondo, Selasa (06/05/2025) tadi. Pertemuan itu dilakukan, untuk mendengarkan aspirasi sekaligus membahas tantangan dan mencari solusi bersama tentang pemasaran batik lokal Situbondo.</p>



<p>Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang menghadiri langsung dalam audiensi itu juga turut membagikan ilmu manajemen pemasaran kepada para pengerajin batik. Termasuk, siap membantu dalam pemasaran batik lokal Situbondo.</p>



<p>&#8220;Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo siap untuk mempromosikan produk batik lokal Situbondo. Dalam waktu dekat ini, kita akan melaksanakan festival batik lokal Situbondo,” kata Mas Rio-sapaan akrab Bupati Situbondo.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan komitmennya, untuk terus mendorong kreasi dan inovasi para pengerajin Batik Situbondo. “Saya minta kepada para pengrajin batik untuk terus berkreasi dan mengembangkan motif-motif baru yang unik dan menarik. Serta, meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing di pasaran,” tambahnya.</p>



<p>Selain itu, Mas Rio juga akan memberikan dukungan pelatihan kepada para pengrajin batik agar keterampilan dalam memotif batik semakin meningkat. “Dalam pemasaran saya akan berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Baik itu pemerintah, swasta maupun organisasi, untuk mendukung industri batik lokal Situbondo semakin berkembang,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan berbagai kegiatan, sambung Mas Rio, diharapkan industri batik Situbondo dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan para pengrajin. Selain itu, juga melestarikan warisan budaya membatik.</p>



<p>“Saya juga akan mengajari semua dalam pemasaran Batik Situbondo,” terang Mas Rio.</p>



<p>Dalam kesempatan ini, Mas Rio juga memesan 16 batik dengan motif Maronggi atau Kelor. “Bagi para pembatik yang bisa membuat motif Maronggi atau Kelor, saya pesan. Tapi, harus selesai kurang dari satu bulan,” kata Mas Rio.</p>



<p>Sementara itu, seorang pengrajin Maulana Batik, Yani, mengatakan dengan adanya diskusi langsung dengan Mas Rio, maka pengerajin Batik Situbondo harus maju bersama dengan cara sharing ilmu dan pengalaman. “Setelah Mas Rio berdiskusi dengan kami, maka harapannya kami para pengerajin Batik Situbondo, bisa maju bersama-sama. Siap naik kelas bareng Mas Rio,” kata Yani.</p>



<p>Dirinya bersama para pengerajin batik se Kabupaten Situbondo, juga meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, khususnya Mas Rio, untuk memberikan perhatian lebih kepada pembatik. “Kurang lebih 4 tahun, kami para pengerajin batik Situbondo tidak tersentuh oleh pemerintah. Untuk itu, kami meminta kepada Mas Rio, tidak hanya berjanji tapi harus direalisasikan mendorong semangat baru bagi para pengerajin Batik Situbondo,” imbuhnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221814</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disambangi Megawati Hangestri, Gus Fawait Minta Tularkan Ilmu Volly dan Pengalaman di Kancah Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/disambangi-megawati-hangestri-gus-fawait-minta-tularkan-ilmu-volly-dan-pengalaman-di-kancah-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2025 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[disambangi]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[hangestri,]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kancah]]></category>
		<category><![CDATA[megawati]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[tularkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221117</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyambut kedatangan Atlet Bola Volly Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, di Pendopo Wahyawibawagraha Kabupaten Jember, Selasa (15/04/2025) tadi. Dalam momen itu, Bupati Fawait dan BPJS Ketenagakerjaan, memberikan sebuah Piagam Penghargaan untuk mantan pemain Red Spark (Korea Selatan), yang juga warga Jember itu. Dengan besarnya nama Megawati &#8216;Megatron&#8217; ini, diharapkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyambut kedatangan Atlet Bola Volly Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, di Pendopo Wahyawibawagraha Kabupaten Jember, Selasa (15/04/2025) tadi. Dalam momen itu, Bupati Fawait dan BPJS Ketenagakerjaan, memberikan sebuah Piagam Penghargaan untuk mantan pemain Red Spark (Korea Selatan), yang juga warga Jember itu.</p>



<p>Dengan besarnya nama Megawati &#8216;Megatron&#8217; ini, diharapkan bisa memotivasi anak-anak Jember, untuk berprestasi. Baik itu di level nasional ataupun internasional di seluruh cabang olah raga yang ada.</p>



<p>&#8220;Sebuah kebanggaan bagi kami, warga Jember khususnya, karena memiliki atlet volly yang sudah internasional. Saya bangga dan apresiasi, karena telah lahir icon Jember dari generasi muda bukan hanya di level nasional tetapi juga di internasional,&#8221; kata Gus Fawait-sapaan Bupati Jember.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menyampaikan, bahwa juga akan membuat forum untuk anak-anak Jember, dari cabang olah raga apa saja agar bisa berproses bersama-sama dan nantinya bisa melahirkan atlet intenasional seperti Megawati Hangestri Pertiwi.</p>



<p>Dalam momen pertemuan di pendopo itu, juga ada hal yang spesial. Melalui Hand Phone Bupati Jember, Megatron menerima video call dari Wakil Ketua Komisi 7 DPR RI, Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo.</p>



<p>Di dalam komunikasi itu, Wakil Komisi 7 DPR RI mengapresiasi dan mendukung serta mengingatkan juga kepada Gus Bupati, agar Pemerintah Kabupaten Jember dapat mendukung atlet-atlet daerah seperti Megawati. &#8220;Semoga dengan kolaborasi dinas terkait, kita bisa menularkan ilmu dan pengalaman Mbak Mega lewat forum-forum yang akan segera dibentuk. Pemerintah juga akan memprioritaskan venue-venue olah raga yang ada di Kabupaten Jember,&#8221; papar Gus Fawait. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221117</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
