<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tulungrejo, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tulungrejo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Oct 2023 13:30:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tulungrejo, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Demi Angkat Potensi Lokal, Desa Tulungrejo Kota Batu Jadi Desa Tunggal Tanpa Toko Modern</title>
		<link>https://memontum.com/demi-angkat-potensi-lokal-desa-tulungrejo-kota-batu-jadi-desa-tunggal-tanpa-toko-modern</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2023 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[tulungrejo,]]></category>
		<category><![CDATA[tunggal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199450</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, menjadi satu-satunya desa dari total 19 desa di Kota Batu, yang tidak mengizinkan daerahnya didirikan toko modern. Larangan pemberlakuan keberadaan toko modern di desa tersebut, sudah berjalan sekitar delapan tahun hingga sekarang. Dari berbagai potensi yang dimiliki, Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono, mengatakan hal ini dilakukan untuk mengangkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, menjadi satu-satunya desa dari total 19 desa di Kota Batu, yang tidak mengizinkan daerahnya didirikan toko modern. Larangan pemberlakuan keberadaan toko modern di desa tersebut, sudah berjalan sekitar delapan tahun hingga sekarang.</p>



<p>Dari berbagai potensi yang dimiliki, Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono, mengatakan hal ini dilakukan untuk mengangkat segala potensi yang ada dari pertanian hingga pariwisata desa. Oleh karena itu, pemerintah desa tidak mengizinkan toko modern masuk.</p>



<p>&#8220;Iya, kami mengutamakan potensi yang dimiliki di wilayah kami. Dan, memang kami tidak menerima hadirnya toko modern,&#8221; terangnya, Minggu (08/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya, bahwa untuk memberlakukan ini, sebenarnya tidak mudah. Karena, selama perjalanan banyak dari pihak toko modern, yang berusaha mengajukan izin. Namun, karena warga dan pemerintah desa sepakat, sehingga hal ini bisa dilakukan.</p>



<p>Suliyono menambahkan, bahwa sebenarnya banyak yang berminat mengajukan perizinan toko modern. Itu karena, Desa Tulungrejo sudah sejak lama menjadi jujugan pariwisata.</p>



<p>&#8220;Jelas, di sini kalau toko modern berdiri, itu bisa mematikan pelaku usaha lokal. Apalagi, desa ini menjadi jujugan pariwisata di Kota Batu. Yang jelas, Perdes yang melarang berdirinya toko modern di Tulungrejo, sudah dibuat,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, potensi wisata di Desa Tulungrejo, ini antara lain Taman Rekreasi Selecta, Coban Talun, Wisata Religi Pura Giri Arjuna dan Petik Apel. Bahkan, hampir semua destinasi wisata itu sudah dikenal masyarakat luas. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199450</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Flashback Balai Desa Tulungrejo, dari Bangunan Villa Pengusaha Jerman Jadi Sekolah Rakyat dan Cagar Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/flashback-balai-desa-tulungrejo-dari-bangunan-villa-pengusaha-jerman-jadi-sekolah-rakyat-dan-cagar-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Aug 2023 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[flashback]]></category>
		<category><![CDATA[jerman]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[tulungrejo,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196814</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Keberadaan Kantor Balai Desa Tulungrejo di Kecamatan Bumiaji, ternyata menyimpan sejumlah historis. Bahkan, siapa sangka jika sebelum dialih fungsikan sebagai pusat layanan pemerintahan desa di tahun 1955, bangunan ini adalah bangunan villa milik seorang pengusaha es krim bernama Profos asal negara Jerman. Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, mengatakan bahwa keberadaan Balai Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Keberadaan Kantor Balai Desa Tulungrejo di Kecamatan Bumiaji, ternyata menyimpan sejumlah historis. Bahkan, siapa sangka jika sebelum dialih fungsikan sebagai pusat layanan pemerintahan desa di tahun 1955, bangunan ini adalah bangunan villa milik seorang pengusaha es krim bernama Profos asal negara Jerman.</p>



<p>Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, mengatakan bahwa keberadaan Balai Desa Tulungrejo dibangun sejak 1909. Bangunan yang masuk dalam cagar budaya ini adalah milik orang kaya yang dahulunya tinggal di Bondowoso.</p>



<p>&#8220;Jadi, bangunan Balai Desa Tulungrejo ini dalam sejarahnya sebuah villa milik pengusaha es krim yang bernama Profos. Di mana, Profos ini seorang warga negara Jerman yang tinggal di Bondowoso,&#8221; terangnya, saat di ruang kerja di Kantor Balai Desa Tulungrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (27/08/2023) tadi.</p>



<p>Sedangkan, tambahnya, di era kemerdekaan dahulu, siapa sangka bangunan ini sempat di bumi hanguskan. Sehingga, sempat terbengkalai dalam waktu yang lama dan saat itu pemilik villa, sudah tidak mengunjungi lagi. Baru sekitar tahun 1943, bangunan villa itu dimanfaatkan untuk sekolah rakyat di Desa Tulungrejo.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Selama berdirinya sekolah rakyat di Desa Tulungrejo dari tahun 1943, baru kemudian kembali beralih fungsi. Tahun 1955, dialihfungsikan menjadi Balai Desa Tulungrejo. Karena, sekolah rakyat sudah dibangunkan di tempat lain,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sejak villa itu dijadikan balai desa, jelas Suliono, bahwa dirinya merupakan kepala desa yang ke lima menjabat di desa itu. Ini dikarenakan, jabatan kepala desa sempat terhenti disebabkan kareteker yang terlalu lama saat pemberontakan PKI pada 1965.</p>



<p>Sementara, tambahnya, pada tahun 2016 lalu, ahli waris dari Profos pernah mengunjungi Balai Desa Tulungrejo untuk bernostalgia. Kemudian, menunjukkan bahwa ruang kerja kepala desa dahulunya adalah kamar tidur. Dan, resepsionis tempat pelayanan balai desa adalah merupakan ruang tempat makan.</p>



<p>&#8220;Sampai hari ini, kami belum pernah merubah bangunan sama sekali. Hanya memperbaiki plafon, karena Balai Desa Tulungrejo ini masuk dalam cagar budaya,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196814</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
