<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tumpak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tumpak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Dec 2025 03:45:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tumpak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tumpak Sewu Terdampak Semeru, Komisi B DPRD Lumajang Beri Masukan Penting</title>
		<link>https://memontum.com/tumpak-sewu-terdampak-semeru-komisi-b-dprd-lumajang-beri-masukan-penting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[masukan]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228516</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang – Kawasan wisata Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo, menjadi salah satu kawasan yang terjadi akibat awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Merespon realita itu, Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang melakukan kunjungan kerja ke destinasi tersebut, Selasa (03/12/2025) tadi. Dalam pertemuan itu, Komisi B menerima laporan mengenai penurunan aktivitas wisatawan serta berbagai kerugian yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> – Kawasan wisata Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo, menjadi salah satu kawasan yang terjadi akibat awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Merespon realita itu, Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang melakukan kunjungan kerja ke destinasi tersebut, Selasa (03/12/2025) tadi.</p>



<p>Dalam pertemuan itu, Komisi B menerima laporan mengenai penurunan aktivitas wisatawan serta berbagai kerugian yang dialami pihak pengelola, karena dampak Semeru. &#8220;Menyikapi hal ini, kita akan mendorong Pokdarwis untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan wisata, termasuk melalui pengembangan kompetensi pemandu wisata dengan pelatihan dan sosialisasi international guide standard,&#8221; kata Ketua Komisi B DPRD Lumajang, Deddy Firmansyah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, penguatan kapasitas para pemandu wisata dinilai penting, untuk menghadirkan pelayanan yang lebih profesional, aman dan nyaman bagi para pengunjung atau wisatawan. &#8220;Selain itu, kita juga menekankan perlunya optimalisasi fasilitas penunjang dan perawatan kawasan agar Tumpak Sewu semakin siap menjadi destinasi unggulan Kabupaten Lumajang,&#8221; jelasnya</p>



<p>Dengan sinergi yang kuat antara pengelola, Pokdarwis dan pemerintah daerah, diharapkan Tumpak Sewu, bisa bangkit lebih cepat dan kembali menjadi ikon pariwisata kebanggaan Kabupaten Lumajang. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228516</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wamen Sebut Pengelolaan Tumpak Sewu Lumajang Layak Jadi Percontohan Pengembangan Wisata Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/wamen-sebut-pengelolaan-tumpak-sewu-lumajang-layak-jadi-percontohan-pengembangan-wisata-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Percontohan]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223492</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lumajang, komunitas lokal dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam pengelolaan Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang. Pihaknya menegaskan, bahwa pengelolaan Air Terjun Tumpak Sewu layak menjadi contoh nasional pengembangan wisata berbasis masyarakat. Hal ini, disampaikannya saat kunjungan kerja dan meninjau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lumajang, komunitas lokal dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam pengelolaan Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang. Pihaknya menegaskan, bahwa pengelolaan Air Terjun Tumpak Sewu layak menjadi contoh nasional pengembangan wisata berbasis masyarakat.</p>



<p>Hal ini, disampaikannya saat kunjungan kerja dan meninjau langsung fasilitas UMKM, toilet umum dan Pokdarwis yang dikelola warga setempat di Air Terjun Tumpak Sewu, Minggu (29/06/2025) tadi. “Ini praktik nyata bagaimana pariwisata bisa langsung menggerakkan ekonomi rakyat. Warga aktif, UMKM tumbuh dan wisatawan pun nyaman. Inilah model wisata sehat yang kami dorong secara nasional,” kata Wamen Ni Luh Puspa.</p>



<p>Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan fasilitas pendukung wisata bukan hanya menciptakan kemandirian ekonomi, tetapi juga memperkuat daya saing destinasi. &#8220;Kami mengapresiasi sinergi antara Pemkab Lumajang, komunitas lokal dan Pokdarwis yang berhasil menjaga kawasan tetap bersih, aman dan ramah pengunjung,&#8221; imbuhnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kunjungan tersebut, Wamen Ni Luh Puspa juga menjadwalkan peninjauan langsung ke dasar air terjun, yang merupakan spot favorit para wisatawan. Dirinya menyampaikan kesan mendalam terhadap keindahan alam Tumpak Sewu dan menyebutnya sebagai permata wisata Indonesia yang harus dijaga bersama.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang turut mendampingi Wamen Ni Luh Puspa, mengatakan bahwa Air Terjun Tumpak Sewu yang dikenal sebagai &#8216;Niagaranya Indonesia&#8217; kini tak hanya mempesona secara visual, tetapi juga menunjukkan dampak ekonomi yang nyata. &#8220;Sentra UMKM di sekitar lokasi semakin ramai, lapangan kerja terbuka dan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara terus meningkat. Bukan hanya indah, Tumpak Sewu juga produktif. Banyak turis mancanegara datang, membeli produk lokal dan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mengembangkan sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, dengan masyarakat sebagai subjek utama, bukan sekadar objek pembangunan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223492</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang dan Malang Sepakat Tak Ada Tiket Tambahan di Dasar Air Terjun Tumpak Sewu</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-dan-malang-sepakat-tak-ada-tiket-tambahan-di-dasar-air-terjun-tumpak-sewu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 10:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[sepakat]]></category>
		<category><![CDATA[tambahan]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222349</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang sepakat tidak adanya pungutan tiket di area dasar Air Terjun Tumpak Sewu. Kesepakatan ini tercapai, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Objek Wisata Tumpak Sewu, yang digelar antara Bupati Lumajang dan Forkopimda Lumajang bersama Bupati Malang dan Forkopimda, di Ruang Anusopati Kantor Pemkab Malang, Kamis (22/05/2025) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang sepakat tidak adanya pungutan tiket di area dasar Air Terjun Tumpak Sewu. Kesepakatan ini tercapai, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Objek Wisata Tumpak Sewu, yang digelar antara Bupati Lumajang dan Forkopimda Lumajang bersama Bupati Malang dan Forkopimda, di Ruang Anusopati Kantor Pemkab Malang, Kamis (22/05/2025) tadi.</p>



<p>Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang didampingi Wakil Bupati Lumajang, menegaskan akan pentingnya keselarasan pengelolaan wisata yang menjunjung aturan dan kenyamanan pengunjung. “Penarikan tiket di dasar Tumpak Sewu tidak dibenarkan, karena wilayah tersebut berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU Sumber Daya Air,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p>Kesepakatan ini, disambut positif oleh berbagai pihak. Termasuk, wisatawan yang selama ini menyuarakan aspirasi atas adanya pungutan ganda. Dengan keputusan ini, diharapkan pengalaman wisata di Tumpak Sewu akan semakin nyaman dan membahagiakan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Jika tidak dikelola bersama secara bijak, maka potensi wisata ini justru tidak akan optimal. Padahal, Tumpak Sewu telah dikenal luas, bahkan hingga mancanegara. Kita perlu menjaga citra baiknya,” tambahnya.</p>



<p>Senada dengan kesepakatan itu, Bupati Malang, Sanusi, menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam mengeluarkan izin pengelolaan kawasan wisata yang bersinggungan dengan wilayah antar kabupaten. “Kami mendorong Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk melakukan kajian mendalam, terutama terhadap lokasi-lokasi seperti Kali Glidik dan sempadannya, yang bukan termasuk wilayah administratif Kabupaten Malang,” ujarnya.</p>



<p>Langkah sinergis ini, merupakan contoh nyata semangat empowering dan enlightening, di mana pemerintah daerah hadir untuk memberdayakan masyarakat serta menciptakan ekosistem wisata yang adil, tertib dan berkelanjutan. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222349</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wisata Alam Tumpak Selo Lumajang Hadirkan Konsep Malam yang Apik</title>
		<link>https://memontum.com/wisata-alam-tumpak-selo-lumajang-hadirkan-konsep-malam-yang-apik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220556</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wisata alam Tumpak Selo di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, ini tidak lagi sekadar menyuguhkan keseruan mini tubing di siang hari. Namun, juga menghadirkan pesona baru lewat konsep Tumpak Selo Ing Wengi. Terobosan ini, digagas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tirto Bening, untuk mempertahankan eksistensi Tumpak Selo sebagai destinasi wisata yang terus berkembang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wisata alam Tumpak Selo di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, ini tidak lagi sekadar menyuguhkan keseruan mini tubing di siang hari. Namun, juga menghadirkan pesona baru lewat konsep Tumpak Selo Ing Wengi.</p>



<p>Terobosan ini, digagas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tirto Bening, untuk mempertahankan eksistensi Tumpak Selo sebagai destinasi wisata yang terus berkembang. Dengan menghadirkan cafe di area wisata, pengunjung kini bisa menikmati kehangatan minuman di bawah langit malam, ditemani suara aliran sungai yang mengalir deras.</p>



<p>Direktur BUMDes Tirta Arum, Muhammad Navin, mengatakan bahwa pembangunan cafe ini merupakan bagian dari strategi untuk mendukung keberadaan glamping yang telah lebih dahulu tersedia. “Kami ingin memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Tidak hanya di siang hari, tetapi juga malam hari. Dengan adanya cafe ini, pengunjung bisa lebih menikmati suasana alam di Tumpak Selo,” katanya, Senin (24/03/2024) tadi.</p>



<p>Glamping di kawasan ini, ujarnya, terdiri dari enam unit yang sudah dibangun permanen. Setiap unit glamping, dilengkapi dengan dua tempat tidur dan dipatok dengan harga Rp 150 ribu permalam. Konsep ini, menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati malam dengan suasana lebih nyaman, tanpa harus membawa peralatan camping sendiri.</p>



<p>Bagi yang ingin merasakan sensasi lebih dekat dengan alam, pengelola juga menyediakan tenda dome. Tenda ini cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana berkemah yang lebih otentik.</p>



<p>“Tidak perlu khawatir soal cuaca malam yang dingin, karena kami juga menyediakan api unggun untuk menambah kehangatan,” tambah Navin.</p>



<p>Dengan luas hampir dua hektare, kawasan Tumpak Selo kini semakin lengkap dengan berbagai fasilitas wisata. Pengunjung yang sebelumnya hanya datang untuk menikmati mini tubing, kini memiliki lebih banyak pilihan aktivitas, termasuk menikmati suasana malam di bawah bintang-bintang.</p>



<p>Salah satu pengunjung, Rizky, 27 tahun, mengaku antusias dengan konsep baru ini. Dirinya mengatakan, bahwa sebelumnya hanya datang untuk bermain air dan tubing, tetapi kini tertarik untuk mencoba pengalaman menginap di glamping.</p>



<p>“Sensasi malam hari pasti beda. Apalagi kalau bisa ngopi di cafe sambil dengar suara sungai,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya menghadirkan suasana malam yang berbeda, pengelola juga menyiapkan berbagai kejutan bagi pengunjung. Mulai dari hiburan akustik, barbeque party, hingga pengalaman berburu kunang-kunang di sekitar kawasan wisata. Keindahan alam dan suasana yang masih alami membuat tempat ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin melepas penat.</p>



<p>Untuk menuju lokasi, pengunjung dapat menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari pusat Kota Lumajang. Akses menuju Tumpak Selo juga semakin mudah berkat dukungan masyarakat setempat yang terus menjaga jalur wisata agar tetap nyaman dilalui.</p>



<p>Kepala Desa Petahunan, Sutrisno, menyampaikan bahwa pengembangan wisata berbasis alam ini merupakan bagian dari upaya desa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. “Kami ingin wisata ini berkembang dan membawa manfaat bagi warga. Dengan semakin banyaknya pengunjung, diharapkan bisa membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar,” ujarnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, keberadaan Tumpak Selo juga menjadi bagian dari upaya konservasi alam. Pengelola wisata berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan, termasuk dengan mengelola limbah dan menjaga kebersihan sungai agar tetap alami.</p>



<p>Bagi yang ingin merasakan pengalaman Tumpak Selo Ing Wengi, pengelola menyarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu, terutama saat akhir pekan. Hal ini untuk memastikan ketersediaan glamping maupun tenda bagi pengunjung yang ingin menginap.</p>



<p>Menikmati wisata alam di malam hari memang memberikan sensasi tersendiri. Udara sejuk, suara alam yang menenangkan, serta suasana yang jauh dari hiruk-pikuk kota menjadi daya tarik utama yang membuat pengunjung ingin kembali lagi.</p>



<p>Di tengah perkembangan pariwisata yang semakin pesat, inovasi seperti ini menjadi bukti bahwa wisata berbasis alam tetap bisa menarik perhatian wisatawan dengan cara yang kreatif. Tumpak Selo tidak hanya sekadar destinasi, tetapi juga tempat bagi siapa saja yang ingin kembali menyatu dengan alam.</p>



<p>Dengan berbagai daya tariknya, Tumpak Selo Ing Wengi menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang mencari pengalaman unik dan berbeda. Saat senja mulai turun dan lampu-lampu cafe menyala, keindahan malam di Tumpak Selo pun semakin terasa magis.</p>



<p>Bagi Anda yang ingin menikmati wisata alam yang tak biasa, mungkin inilah saatnya menjadwalkan perjalanan ke Tumpak Selo. Rasakan sendiri sensasi malam di tengah alam, secangkir kopi hangat, dan gemericik air yang membawa ketenangan. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penyesuaian Tarif, Tiket Masuk Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Rp 20 Ribu</title>
		<link>https://memontum.com/penyesuaian-tarif-tiket-masuk-wisata-air-terjun-tumpak-sewu-rp-20-ribu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2025 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[penyesuaian]]></category>
		<category><![CDATA[Tarif]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220318</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan wisata, termasuk penyelarasan tarif Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Langkah ini diambil, sebagai solusi terbaik demi memberikan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan tertata bagi pengunjung. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menyampaikan bahwa tarif masuk bagi wisatawan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan wisata, termasuk penyelarasan tarif Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Langkah ini diambil, sebagai solusi terbaik demi memberikan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan tertata bagi pengunjung.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menyampaikan bahwa tarif masuk bagi wisatawan domestik kini telah disesuaikan menjadi Rp 20 ribu perorang. &#8220;Dari hasil rapat, kami memutuskan adanya penyesuaian tarif menjadi Rp 20 ribu untuk wisatawan lokal,&#8221; kata Yuli, Senin (17/03/2025) tadi.</p>



<p>Keputusan ini, ujarnya, merupakan tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya yang menetapkan tarif seragam sebesar Rp 100 ribu bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan revisi tarif ini, Pemkab Lumajang berharap masyarakat dapat menikmati keindahan Tumpak Sewu dengan harga yang lebih terjangkau. Sementara untuk wisatawan asing, tetap dikenakan tarif sesuai standar wisata internasional.</p>



<p>Selain itu, Pemkab Lumajang juga memastikan penyatuan nama destinasi wisata di kawasan aliran Sungai Glidik. Kini, baik wisata Air Terjun Tumpak Sewu maupun Grojogan Sewu, dilebur dalam satu nomenklatur, yaitu Wisata Tumpak Sewu. Hal ini, bertujuan untuk menghilangkan potensi kebingungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas wisata unggulan Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari segi operasional, Yuli menjelaskan bahwa wisatawan dapat masuk melalui dua gerbang utama yang tersedia dan tiket yang dibeli tetap berlaku di kedua akses tersebut. &#8220;Sekarang sudah tidak ada perbedaan nama. Semuanya satu menjadi Tumpak Sewu. Tiket yang dibeli bisa digunakan dari pintu masuk mana saja, tanpa ada penarikan tiket tambahan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Wisata Tumpak Sewu sendiri, lanjutnya, telah dibuka kembali sejak Jumat (14/03/2025) lalu, setelah sempat ditutup sementara akibat adanya insiden cek-cok antara pengelola dua destinasi sebelumnya. Dengan adanya penataan baru ini, Pemkab Lumajang berharap suasana wisata menjadi lebih kondusif, nyaman dan semakin menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.</p>



<p>Kehadiran wisatawan di Tumpak Sewu, tidak hanya memberikan manfaat bagi industri pariwisata, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Pemkab Lumajang berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan, termasuk peningkatan fasilitas, layanan, serta promosi wisata agar Lumajang semakin dikenal sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur.</p>



<p>Dengan tarif yang lebih jelas dan sistem pengelolaan yang lebih baik, kini wisatawan dapat menikmati pesona Tumpak Sewu dengan pengalaman yang lebih menyenangkan dan tertata. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220318</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengelolaan Destinasi Wisata Tumpak Sewu Lumajang Bakal Ditata Ulang</title>
		<link>https://memontum.com/pengelolaan-destinasi-wisata-tumpak-sewu-lumajang-bakal-ditata-ulang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 15:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[ditata]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220117</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berencana menata kembali pengelolaan Wisata Tumpak Sewu, guna semakin meningkatkan daya tarik wisata dan memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat. Salah satu langkah yang akan diambil, adalah mengintegrasikan Wisata Grojokan Sewu dengan Tumpak Sewu. Hal ini dilakukan, karena Tumpak Sewu telah menjadi destinasi wisata yang dikenal luas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berencana menata kembali pengelolaan Wisata Tumpak Sewu, guna semakin meningkatkan daya tarik wisata dan memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat. Salah satu langkah yang akan diambil, adalah mengintegrasikan Wisata Grojokan Sewu dengan Tumpak Sewu.</p>



<p>Hal ini dilakukan, karena Tumpak Sewu telah menjadi destinasi wisata yang dikenal luas baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal tersebut, disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, seusai meninjau lokasi Grojokan Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (10/03/2025) tadi. Kunjungan ini dilakukan, menyusul adanya polemik yang berkembang di masyarakat terkait pengelolaan destinasi wisata tersebut.</p>



<p>Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah, ini mengatakan bahwa pemerintah daerah akan kembali membuka pengelolaan wisata setelah ada regulasi yang jelas mengenai tata kelola wisata di seluruh desa di Kabupaten Lumajang. &#8220;Ini bukan perkara mudah. Kami harus memahami betul penyebab polemik yang terjadi di masyarakat sebelum mengambil keputusan,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut Bunda Indah menegaskan, bahwa Pemkab Lumajang akan melakukan penataan ulang terhadap Destinasi Wisata Tumpak Sewu, agar pengelolaannya dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). &#8220;Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak boleh menyerahkan pengelolaan wisata ini kepada pihak lain, tanpa adanya investasi yang berdampak pada pembangunan desa,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Bupati Lumajang juga berharap, agar ke depan untuk kawasan Pronojiwo dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Lumajang. Untuk itu, dirinya menekankan pentingnya sinergi dalam pengelolaan wisata, termasuk menyatukan sistem tiket masuk agar wisatawan mengenal destinasi ini sebagai satu kesatuan, yakni Tumpak Sewu.</p>



<p>&#8220;Saya ingin ke depan tidak ada lagi konflik antara Grojokan Sewu dan Tumpak Sewu, karena objek wisatanya tetap satu dan yang dikenal wisatawan adalah Tumpak Sewu. Oleh karena itu, tiket masuknya juga akan kami jadikan satu,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dengan langkah ini, diharapkan pengelolaan wisata di Lumajang dapat lebih tertata dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Serta, semakin memperkuat posisi Tumpak Sewu sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat nasional maupun internasional. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220117</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Aturan Pengelolaan Tumpak Sewu, Dinas Pariwisata Lumajang dan Malang Rakor di PU SDA Provinsi</title>
		<link>https://memontum.com/perkuat-aturan-pengelolaan-tumpak-sewu-dinas-pariwisata-lumajang-dan-malang-rakor-di-pu-sda-provinsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Feb 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219707</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola destinasi wisata unggulan, seperti salah satunya kawasan Air Terjun Tumpak Sewu. Dimana, melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan berbagai pihak, seperti Pemkab Malang. Hal ini, ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola destinasi wisata unggulan, seperti salah satunya kawasan Air Terjun Tumpak Sewu. Dimana, melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan berbagai pihak, seperti Pemkab Malang.</p>



<p>Hal ini, ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur, Selasa (25/02/2025) lalu. Dalam rapat ini, membahas penertiban pungutan dan bangunan semi permanen di badan Sungai Glidik yang menjadi bagian dari ekosistem wisata Tumpak Sewu.</p>



<p>Air Terjun Tumpak Sewu, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, telah menjadi destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Bahkan wisata ini menarik perhatian wisatawan nasional hingga mancanegara.</p>



<p>Di wilayah Lumajang, pengelolaan wisata ini dilakukan oleh Pemerintah Desa Sidomulyo melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Makmur dengan pendampingan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, guna memastikan tata kelola sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sementara rapat koordinasi sendiri, dipimpin Kepala Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, Baju Trihaksoro dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Avianasari, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, serta perwakilan dari Polda Jawa Timur, instansi terkait, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Kepala Dinas Pariwisata, Purwoto, Pemerintah Desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo, Pemerintah Desa Sidorenggo Kecamatan Ampelgading, BUMDes, serta para pengelola objek Wisata Tumpak Sewu, Coban Sewu, Goa Tetes dan Grojogan Sewu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adapun hasil rapat dituangkan dalam Berita Acara No BAPT.600.1.2.3/5520/104.5/2025, yang berisi sejumlah kesepakatan strategis. Pertama, pengelolaan wisata di kedua kabupaten harus memiliki izin resmi dari gubernur sesuai Undang-Undang Republik Indonesia No 17 tahun 2019. Kedua, setiap kabupaten wajib mengelola wilayah destinasi wisata melalui BUMDes masing-masing guna mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. Ketiga, tidak diperbolehkan mendirikan bangunan atau melakukan penarikan retribusi di badan Sungai Glidik, sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No 18 tahun 2016.</p>



<p>Kemudian kesepakatan Keempat, penarikan retribusi wisata hanya diperbolehkan dilakukan satu kali di pintu masuk masing-masing kabupaten, untuk menghindari duplikasi biaya bagi wisatawan. Kelima, Dinas PU SDA dan instansi terkait akan segera melakukan penertiban terhadap bangunan yang berdiri di badan Sungai Glidik. Keenam, seluruh bangunan pendukung sarana pariwisata di kawasan Sungai Glidik akan dievaluasi oleh masing-masing pemerintah kabupaten guna memastikan aspek keamanan dan mitigasi bencana.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menyambut baik hasil koordinasi ini dan menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menciptakan wisata yang lebih tertib, aman dan nyaman bagi pengunjung. “Kami mendukung penuh upaya penataan ini demi menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kenyamanan wisatawan. Dengan adanya pengelolaan yang lebih profesional dan berbasis regulasi, Wisata Tumpak Sewu akan semakin berkembang sebagai ikon pariwisata unggulan Kabupaten Lumajang,” katanya, Kamis (27/02/2025) tadi.</p>



<p>Pemkab Lumajang berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan wisata Tumpak Sewu dan sekitarnya dapat semakin maju tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat sekitar. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219707</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Lumajang Naik Signifikan Hampir 300 Persen, Tumpak Sewu Jadi Favorit</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-wisatawan-mancanegara-ke-lumajang-naik-signifikan-hampir-300-persen-tumpak-sewu-jadi-favorit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 14:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[favorit]]></category>
		<category><![CDATA[hampir]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[signifikan,]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218949</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sektor pariwisata Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus menunjukkan perkembangan pesat dengan lonjakan signifikan jumlah wisatawan mancanegara. Bahkan berdasarkan data dari portal Satu Data Kabupaten Lumajang, jumlah wisatawan asing yang berkunjung pada tahun 2024 mencapai 74.429 orang, atau mengalami peningkatan drastis dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 26.539 wisatawan, serta jauh melampaui tahun 2022 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sektor pariwisata Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus menunjukkan perkembangan pesat dengan lonjakan signifikan jumlah wisatawan mancanegara. Bahkan berdasarkan data dari portal Satu Data Kabupaten Lumajang, jumlah wisatawan asing yang berkunjung pada tahun 2024 mencapai 74.429 orang, atau mengalami peningkatan drastis dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 26.539 wisatawan, serta jauh melampaui tahun 2022 yang hanya 4.611 wisatawan.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati menyebut bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai strategi yang telah diterapkan. Termasuk, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata melalui pelatihan bagi pengelola wisata agar mampu memberikan pelayanan prima kepada wisatawan asing.</p>



<p>&#8220;Wisatawan asing cenderung tertarik dengan destinasi wisata alam dibandingkan tempat wisata buatan. Lumajang memiliki kekayaan alam yang sangat lengkap, mulai dari gunung, air terjun, lautan, hingga danau, yang menjadi daya tarik utama bagi mereka,&#8221; kata Yuli, Senin (03/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Salah satu destinasi unggulan yang paling diminati wisatawan asing, ujarnya, adalah Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Dikenal sebagai &#8216;Niagara dari Jawa Timur&#8217;, Tumpak Sewu semakin gencar dipromosikan di berbagai negara untuk menarik lebih banyak pengunjung.</p>



<p>&#8220;Bagi wisatawan asing yang datang ke Indonesia, rasanya belum lengkap jika belum mengunjungi Tumpak Sewu. Ini menjadi salah satu destinasi yang terus kami kembangkan agar semakin dikenal di kancah internasional,&#8221; paparnya.</p>



<p>Dengan terus meningkatnya jumlah wisatawan, lanjutnya, Pemkab Lumajang berkomitmen untuk memaksimalkan potensi wisata alam yang ada. Termasuk, memastikan kenyamanan pengunjung serta meningkatkan promosi ke mancanegara. Melalui upaya ini, diharapkan semakin memperkuat posisi Lumajang sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218949</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengelolaan Air Terjun Tumpak Sewu, Komisi B DPRD Lumajang Ingatkan Penyelesaian Bersama</title>
		<link>https://memontum.com/pengelolaan-air-terjun-tumpak-sewu-komisi-b-dprd-lumajang-ingatkan-penyelesaian-bersama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Nov 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[penyelesaian]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216671</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang, Deddy Firmansyah, berharap agar keluhan wisatawan terkait persoalan pemanfaatan wisata Air Terjun Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo, bisa terselesaikan dengan kerja sama yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Malang. Persoalan yang dimaksud, yaitu mengenai pembayaran retribusi yang harus dilakukan sebanyak dua kali oleh wisatawan. &#8220;Tumpak Sewu yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang, Deddy Firmansyah, berharap agar keluhan wisatawan terkait persoalan pemanfaatan wisata Air Terjun Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo, bisa terselesaikan dengan kerja sama yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Malang. Persoalan yang dimaksud, yaitu mengenai pembayaran retribusi yang harus dilakukan sebanyak dua kali oleh wisatawan.</p>



<p>&#8220;Tumpak Sewu yang dikeluhkan adalah terkait adanya dua penarikan karcis (retribusi, red). Saat di atas (sebelum masuk), itu ditarik oleh Lumajang dan di bawah ditarik lagi dari Kabupaten Malang. Hal inilah, yang nanti akan diselesaikan bersama,&#8221; katanya, Jumat (15/11/2024) tadi.</p>



<p>Dirinya mencontohkan, bahwa bentuk penyelesaian nantinya bisa dilakukan dengan mengadopsi pengelolaan seperti tempat Wisata Ijen. Karena Wisata Ijen, itu juga dikelola oleh tiga kabupaten.</p>



<p>&#8220;Ini yang harus kita pikirkan. Karena seperti kabupaten lain atau Ijen (wisata, red) itu bisa. Apalagi, kita pernah belajar ke sana dan Ijen secara pengelolaan melibatkan tiga kabupaten. Yakni, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi serta hanya memakai satu retribusi,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Deddy juga menambahkan, bahwa di Lumajang memang masih ada beberapa persoalan terkait pengembangan pariwisata. Di mana, beberapa tahun sebelumnya stagnan dan pihaknya akan terus berupaya agar persoalan yang ada bisa terselesaikan.</p>



<p>&#8220;Kita akan melaksanakan sesuai Tupoksi. Salah satunya, seperti hari ini isu yang sangat strategis adalah terkait pariwisata. Di mana masih ada beberapa problem wisata yang ada di Lumajang dan ke depan harusnya sudah bisa selesai dan berjalan maksimal,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Politisi Partai Gerindra itu juga berkeinginan, agar nanti ketika ada kegiatan-kegiatan dengan mitra, pun bisa dilakukan di tempat-tempat wisata. &#8220;Jadi tidak hanya di ruang-ruang rapat saja, tetapi kita rapatnya outdoor seperti di tempat wisata,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dengan semangat dan koordinasi yang tepat, Deddy optimis wisata Lumajang akan terus berkembang walaupun progresnya tidak bisa cepat. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216671</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
