<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tumpak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tumpak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jun 2026 15:57:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tumpak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pelajar 17 Tahun Asal Lumajang Presentasikan Wisata Tumpak Sewu di Tiongkok Selatan</title>
		<link>https://memontum.com/pelajar-17-tahun-asal-lumajang-presentasikan-wisata-tumpak-sewu-di-tiongkok-selatan</link>
					<comments>https://memontum.com/pelajar-17-tahun-asal-lumajang-presentasikan-wisata-tumpak-sewu-di-tiongkok-selatan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[presentasikan]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[tiongkok,]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233237</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Di sebuah kelas internasional di Guangxi, Nanning, Tiongkok Selatan, narasi tentang Indonesia hadir melalui suara seorang pelajar bernama Muhammad Afif Darell Ozora Toga /Li Zunfeng (17), asal Kabupaten Lumajang. Afif Darell berdiri bukan sebagai utusan formal, melainkan sebagai generasi muda yang membawa kampung halamannya ke ruang perjumpaan global. Di tengah keberagaman siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Di sebuah kelas internasional di Guangxi, Nanning, Tiongkok Selatan, narasi tentang Indonesia hadir melalui suara seorang pelajar bernama Muhammad Afif Darell Ozora Toga /Li Zunfeng (17), asal Kabupaten Lumajang. Afif Darell berdiri bukan sebagai utusan formal, melainkan sebagai generasi muda yang membawa kampung halamannya ke ruang perjumpaan global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah keberagaman siswa dari Thailand, Vietnam, Laos, Malaysia dan sejumlah negara Asia lain, Afif Darell menemukan bahwa identitas tidak selalu harus dijelaskan dengan teori, namun terkadang cukup diceritakan. Tugas presentasi lintas budaya yang diterimanya, tidak dijawab dengan paparan umum tentang Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, dirinya justru menghadirkan sesuatu yang lebih personal dan dekat dengan ingatannya, yaitu Air Terjun Tumpak Sewu, lanskap alam di Kabupaten Lumajang yang pernah dikunjunginya. Pilihan itu mengubah arah presentasi, dari sekadar tugas akademik, dibawanya menjadi jendela kecil yang terbuka menuju Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena saya pernah ke Tumpak Sewu dan turun langsung menikmati keindahannya, saya ingin teman-teman internasional juga merasakan pesona Lumajang. Saya ingin mereka datang dan melihat sendiri keindahan alam yang kita miliki,” ujar Afif Darell, dalam keterangan, Rabu (17/06/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya bukan hanya menampilkan gambar air yang jatuh dari tebing hijau di lereng Semeru, namun juga menghadirkan cara pandang bahwa sebuah lanskap bukan sekadar objek wisata, melainkan bagian dari identitas ruang yang membentuk cara seseorang memaknai kampung halamannya. Dalam ruang perjumpaan itu, Tumpak Sewu tidak lagi berdiri sebagai destinasi geografis semata. Namun, menjelma menjadi bahasa visual yang melampaui batas negara, bahasa yang dapat dipahami tanpa terjemahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percakapan kemudian meluas, dari alam menuju budaya, dari panorama menuju keseharian. Ketertarikan siswa lain tidak berhenti pada keindahan yang mereka lihat, tetapi bergerak pada hal-hal yang lebih dekat dengan kehidupan yaitu bagaimana masyarakatnya hidup, apa yang mereka makan dan bagaimana tradisi hadir dalam keseharian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik itu, Afif Darell memperkenalkan dua hal yang sederhana, namun sarat makna yaitu sayur kelor dan tempe. Dua hidangan yang lahir dari tradisi, tumbuh dari kebiasaan dan hadir dalam keseharian masyarakat Indonesia. Respon yang muncul tidak sekadar sopan, ada rasa ingin tahu yang tulus. Bahkan kekaguman yang tumbuh dari sesuatu yang sederhana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ketika saya cerita tentang sayur kelor dan tempe, mereka penasaran dan ingin mencobanya. Mereka bilang makanan tradisional seperti itu menarik dan berbeda,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak itu, percakapan berubah bentuk, tidak lagi sekadar presentasi, melainkan ruang pertemuan budaya yang cair, tempat identitas tidak dipertentangkan, melainkan diperkenalkan. Sebagian siswa bahkan menyampaikan ketertarikan untuk datang ke Indonesia, melihat langsung Lumajang dan memahami cerita yang sebelumnya hanya mereka dengar di ruang kelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Darell, pengalaman itu menjadi pengingat bahwa diplomasi tidak selalu membutuhkan panggung besar. Namun dapat lahir dari keberanian individu untuk membawa identitasnya ke ruang yang lebih luas, tanpa kehilangan kesederhanaannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya bangga Lumajang memiliki alam yang sangat mempesona. Itu menjadi motivasi saya untuk terus memperkenalkan Lumajang kepada teman-teman internasional,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perspektif yang lebih luas, peristiwa di ruang Kelas Nanning itu memperlihatkan wajah lain dari diplomasi yaitu people to people diplomacy. Sebuah jembatan yang tidak dibangun oleh institusi, melainkan oleh pengalaman personal yang dibagikan secara jujur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah arus globalisasi pendidikan, ruang kelas itu menjelma menjadi titik temu yang tak terduga. Identitas lokal bertemu dengan percakapan global dan diantara keduanya, seorang pelajar 17 tahun menjadi penghubungnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sana, Lumajang tidak hadir sebagai nama yang jauh di peta, melainkan sebagai pengalaman yang hidup dalam cerita, gambar dan kesan yang dibawa pulang oleh mereka yang mendengarnya. Fenomena ini sekaligus menandai pergeseran penting. Promosi daerah kini tidak hanya bergerak melalui jalur formal, tetapi juga melalui narasi personal yang lebih otentik, dekat dan dipercaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tumpak Sewu yang semula bagian dari perjalanan pribadi, menjelma representasi visual tentang Indonesia yang mampu berbicara di panggung global. Sementara tempe dan kelor, yang sederhana dalam keseharian, menjadi pintu masuk untuk memahami kekayaan budaya yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai, pengalaman seperti ini sebagai bagian dari kekuatan baru dalam membangun citra daerah. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa generasi muda kini menjadi salah satu aktor penting dalam memperkenalkan daerah ke dunia luar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ketika generasi muda membawa nama Lumajang ke ruang internasional, itu bukan hanya kebanggaan, tetapi juga bentuk promosi yang sangat efektif. Cerita dari pengalaman langsung memiliki daya pengaruh yang kuat,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bunda Indah-sapaannya menambahkan, pemerintah daerah terus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar potensi lokal semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. <strong>(kom/lmj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pelajar-17-tahun-asal-lumajang-presentasikan-wisata-tumpak-sewu-di-tiongkok-selatan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233237</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nama Destinasi Wisata Tumpak Sewu Lumajang Melambung di Mancanegara</title>
		<link>https://memontum.com/nama-destinasi-wisata-tumpak-sewu-lumajang-melambung-di-mancanegara</link>
					<comments>https://memontum.com/nama-destinasi-wisata-tumpak-sewu-lumajang-melambung-di-mancanegara#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[melambung,]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233234</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengapresiasi langkah Muhammad Afif Darell Ozora Toga /Li Zunfeng (17), pelajar asal Lumajang yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri, Guangxi, Nanning, Tiongkok Selatan. Bagaimana tidak, dengan rasa bangga, Afif Darell memperkenalkan Tumpak Sewu (air terjun, red) sebagai bagian dari presentasi budaya dan pengetahuan. Di layar presentasinya, terpampang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengapresiasi langkah Muhammad Afif Darell Ozora Toga /Li Zunfeng (17), pelajar asal Lumajang yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri, Guangxi, Nanning, Tiongkok Selatan. Bagaimana tidak, dengan rasa bangga, Afif Darell memperkenalkan Tumpak Sewu (air terjun, red) sebagai bagian dari presentasi budaya dan pengetahuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di layar presentasinya, terpampang keindahan air terjun berundak yang mengalir diantara tebing hijau Lumajang, yang menghadirkan kekaguman sekaligus rasa ingin tahu dari para siswa internasional. Lebih dari sekadar memperkenalkan destinasi wisata, momen itu menjadi ruang perjumpaan antara identitas lokal dan perspektif global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari ruang kelas sederhana, tersampaikan pesan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang tidak hanya indah, tetapi juga layak diperbincangkan di panggung dunia. Fenomena ini, menunjukkan bahwa promosi daerah kini tidak lagi terbatas pada ruang formal pemerintahan atau kampanye pariwisata, melainkan dapat tumbuh dari kesadaran individu yang membawa kebanggaan terhadap tanah kelahirannya ke mana pun mereka pergi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai jembatan pengenalan daerah dalam konteks global yang semakin terbuka. “Generasi muda adalah bagian penting dari wajah Lumajang di masa depan. Ketika mereka membawa nama daerahnya dengan penuh kebanggaan di ruang internasional, itu menjadi bentuk kontribusi nyata dalam membangun citra positif Indonesia,” kata Bunda Indah, Rabu (17/06/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menegaskan, bahwa kekuatan promosi daerah tidak hanya bertumpu pada keindahan destinasi, tetapi juga pada narasi yang dibawa oleh masyarakatnya sendiri. Dalam konteks ini, anak muda menjadi aktor penting yang mampu menghubungkan potensi lokal dengan perhatian dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di era keterhubungan global saat ini, ruang kelas di luar negeri pun dapat menjadi etalase kecil bagi Indonesia. Dari sana, cerita tentang Lumajang tidak berhenti sebagai pengetahuan geografis, tetapi berkembang menjadi pengalaman budaya yang hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bunda Indah juga menilai, semakin banyak generasi muda yang menempuh pendidikan di luar daerah maupun luar negeri, semakin besar pula peluang untuk memperluas jangkauan pengenalan potensi daerah secara organik dan berkelanjutan. “Ketika generasi muda mencintai daerahnya, mereka akan menjadi penyambung cerita tentang Lumajang dimana pun mereka berada,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tumpak Sewu tidak hanya hadir sebagai destinasi wisata alam yang mempesona, tetapi juga sebagai simbol bahwa daerah dapat dikenal dunia melalui cara-cara sederhana melalui cerita, kebanggaan dan kesadaran identitas yang dibawa oleh warganya sendiri. “Pemuda keren itu mencintai Lumajang dengan memberitakan yang baik tentang Lumajang,” tegas Bunda Indah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sebuah ruang kelas di China, Kabupaten Lumajang hadir dalam percakapan lintas bangsa. Sebuah pengingat bahwa dalam dunia yang semakin terhubung, identitas lokal tidak semakin kecil, justru dapat menjelma menjadi cerita global yang bermakna. <strong>(kom/lmj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/nama-destinasi-wisata-tumpak-sewu-lumajang-melambung-di-mancanegara/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233234</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tumpak Sewu Terdampak Semeru, Komisi B DPRD Lumajang Beri Masukan Penting</title>
		<link>https://memontum.com/tumpak-sewu-terdampak-semeru-komisi-b-dprd-lumajang-beri-masukan-penting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[masukan]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228516</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang – Kawasan wisata Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo, menjadi salah satu kawasan yang terjadi akibat awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Merespon realita itu, Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang melakukan kunjungan kerja ke destinasi tersebut, Selasa (03/12/2025) tadi. Dalam pertemuan itu, Komisi B menerima laporan mengenai penurunan aktivitas wisatawan serta berbagai kerugian yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> – Kawasan wisata Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo, menjadi salah satu kawasan yang terjadi akibat awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Merespon realita itu, Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang melakukan kunjungan kerja ke destinasi tersebut, Selasa (03/12/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pertemuan itu, Komisi B menerima laporan mengenai penurunan aktivitas wisatawan serta berbagai kerugian yang dialami pihak pengelola, karena dampak Semeru. &#8220;Menyikapi hal ini, kita akan mendorong Pokdarwis untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan wisata, termasuk melalui pengembangan kompetensi pemandu wisata dengan pelatihan dan sosialisasi international guide standard,&#8221; kata Ketua Komisi B DPRD Lumajang, Deddy Firmansyah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, penguatan kapasitas para pemandu wisata dinilai penting, untuk menghadirkan pelayanan yang lebih profesional, aman dan nyaman bagi para pengunjung atau wisatawan. &#8220;Selain itu, kita juga menekankan perlunya optimalisasi fasilitas penunjang dan perawatan kawasan agar Tumpak Sewu semakin siap menjadi destinasi unggulan Kabupaten Lumajang,&#8221; jelasnya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan sinergi yang kuat antara pengelola, Pokdarwis dan pemerintah daerah, diharapkan Tumpak Sewu, bisa bangkit lebih cepat dan kembali menjadi ikon pariwisata kebanggaan Kabupaten Lumajang. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228516</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wamen Sebut Pengelolaan Tumpak Sewu Lumajang Layak Jadi Percontohan Pengembangan Wisata Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/wamen-sebut-pengelolaan-tumpak-sewu-lumajang-layak-jadi-percontohan-pengembangan-wisata-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Percontohan]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223492</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lumajang, komunitas lokal dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam pengelolaan Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang. Pihaknya menegaskan, bahwa pengelolaan Air Terjun Tumpak Sewu layak menjadi contoh nasional pengembangan wisata berbasis masyarakat. Hal ini, disampaikannya saat kunjungan kerja dan meninjau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lumajang, komunitas lokal dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam pengelolaan Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang. Pihaknya menegaskan, bahwa pengelolaan Air Terjun Tumpak Sewu layak menjadi contoh nasional pengembangan wisata berbasis masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini, disampaikannya saat kunjungan kerja dan meninjau langsung fasilitas UMKM, toilet umum dan Pokdarwis yang dikelola warga setempat di Air Terjun Tumpak Sewu, Minggu (29/06/2025) tadi. “Ini praktik nyata bagaimana pariwisata bisa langsung menggerakkan ekonomi rakyat. Warga aktif, UMKM tumbuh dan wisatawan pun nyaman. Inilah model wisata sehat yang kami dorong secara nasional,” kata Wamen Ni Luh Puspa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan fasilitas pendukung wisata bukan hanya menciptakan kemandirian ekonomi, tetapi juga memperkuat daya saing destinasi. &#8220;Kami mengapresiasi sinergi antara Pemkab Lumajang, komunitas lokal dan Pokdarwis yang berhasil menjaga kawasan tetap bersih, aman dan ramah pengunjung,&#8221; imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dalam kunjungan tersebut, Wamen Ni Luh Puspa juga menjadwalkan peninjauan langsung ke dasar air terjun, yang merupakan spot favorit para wisatawan. Dirinya menyampaikan kesan mendalam terhadap keindahan alam Tumpak Sewu dan menyebutnya sebagai permata wisata Indonesia yang harus dijaga bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang turut mendampingi Wamen Ni Luh Puspa, mengatakan bahwa Air Terjun Tumpak Sewu yang dikenal sebagai &#8216;Niagaranya Indonesia&#8217; kini tak hanya mempesona secara visual, tetapi juga menunjukkan dampak ekonomi yang nyata. &#8220;Sentra UMKM di sekitar lokasi semakin ramai, lapangan kerja terbuka dan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara terus meningkat. Bukan hanya indah, Tumpak Sewu juga produktif. Banyak turis mancanegara datang, membeli produk lokal dan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Kabupaten Lumajang pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mengembangkan sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, dengan masyarakat sebagai subjek utama, bukan sekadar objek pembangunan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223492</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang dan Malang Sepakat Tak Ada Tiket Tambahan di Dasar Air Terjun Tumpak Sewu</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-dan-malang-sepakat-tak-ada-tiket-tambahan-di-dasar-air-terjun-tumpak-sewu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 10:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[sepakat]]></category>
		<category><![CDATA[tambahan]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222349</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang sepakat tidak adanya pungutan tiket di area dasar Air Terjun Tumpak Sewu. Kesepakatan ini tercapai, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Objek Wisata Tumpak Sewu, yang digelar antara Bupati Lumajang dan Forkopimda Lumajang bersama Bupati Malang dan Forkopimda, di Ruang Anusopati Kantor Pemkab Malang, Kamis (22/05/2025) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang sepakat tidak adanya pungutan tiket di area dasar Air Terjun Tumpak Sewu. Kesepakatan ini tercapai, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Objek Wisata Tumpak Sewu, yang digelar antara Bupati Lumajang dan Forkopimda Lumajang bersama Bupati Malang dan Forkopimda, di Ruang Anusopati Kantor Pemkab Malang, Kamis (22/05/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang didampingi Wakil Bupati Lumajang, menegaskan akan pentingnya keselarasan pengelolaan wisata yang menjunjung aturan dan kenyamanan pengunjung. “Penarikan tiket di dasar Tumpak Sewu tidak dibenarkan, karena wilayah tersebut berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU Sumber Daya Air,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesepakatan ini, disambut positif oleh berbagai pihak. Termasuk, wisatawan yang selama ini menyuarakan aspirasi atas adanya pungutan ganda. Dengan keputusan ini, diharapkan pengalaman wisata di Tumpak Sewu akan semakin nyaman dan membahagiakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Jika tidak dikelola bersama secara bijak, maka potensi wisata ini justru tidak akan optimal. Padahal, Tumpak Sewu telah dikenal luas, bahkan hingga mancanegara. Kita perlu menjaga citra baiknya,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Senada dengan kesepakatan itu, Bupati Malang, Sanusi, menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam mengeluarkan izin pengelolaan kawasan wisata yang bersinggungan dengan wilayah antar kabupaten. “Kami mendorong Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk melakukan kajian mendalam, terutama terhadap lokasi-lokasi seperti Kali Glidik dan sempadannya, yang bukan termasuk wilayah administratif Kabupaten Malang,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah sinergis ini, merupakan contoh nyata semangat empowering dan enlightening, di mana pemerintah daerah hadir untuk memberdayakan masyarakat serta menciptakan ekosistem wisata yang adil, tertib dan berkelanjutan. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222349</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wisata Alam Tumpak Selo Lumajang Hadirkan Konsep Malam yang Apik</title>
		<link>https://memontum.com/wisata-alam-tumpak-selo-lumajang-hadirkan-konsep-malam-yang-apik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220556</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wisata alam Tumpak Selo di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, ini tidak lagi sekadar menyuguhkan keseruan mini tubing di siang hari. Namun, juga menghadirkan pesona baru lewat konsep Tumpak Selo Ing Wengi. Terobosan ini, digagas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tirto Bening, untuk mempertahankan eksistensi Tumpak Selo sebagai destinasi wisata yang terus berkembang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wisata alam Tumpak Selo di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, ini tidak lagi sekadar menyuguhkan keseruan mini tubing di siang hari. Namun, juga menghadirkan pesona baru lewat konsep Tumpak Selo Ing Wengi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terobosan ini, digagas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tirto Bening, untuk mempertahankan eksistensi Tumpak Selo sebagai destinasi wisata yang terus berkembang. Dengan menghadirkan cafe di area wisata, pengunjung kini bisa menikmati kehangatan minuman di bawah langit malam, ditemani suara aliran sungai yang mengalir deras.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur BUMDes Tirta Arum, Muhammad Navin, mengatakan bahwa pembangunan cafe ini merupakan bagian dari strategi untuk mendukung keberadaan glamping yang telah lebih dahulu tersedia. “Kami ingin memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Tidak hanya di siang hari, tetapi juga malam hari. Dengan adanya cafe ini, pengunjung bisa lebih menikmati suasana alam di Tumpak Selo,” katanya, Senin (24/03/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Glamping di kawasan ini, ujarnya, terdiri dari enam unit yang sudah dibangun permanen. Setiap unit glamping, dilengkapi dengan dua tempat tidur dan dipatok dengan harga Rp 150 ribu permalam. Konsep ini, menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati malam dengan suasana lebih nyaman, tanpa harus membawa peralatan camping sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi yang ingin merasakan sensasi lebih dekat dengan alam, pengelola juga menyediakan tenda dome. Tenda ini cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana berkemah yang lebih otentik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tidak perlu khawatir soal cuaca malam yang dingin, karena kami juga menyediakan api unggun untuk menambah kehangatan,” tambah Navin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan luas hampir dua hektare, kawasan Tumpak Selo kini semakin lengkap dengan berbagai fasilitas wisata. Pengunjung yang sebelumnya hanya datang untuk menikmati mini tubing, kini memiliki lebih banyak pilihan aktivitas, termasuk menikmati suasana malam di bawah bintang-bintang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pengunjung, Rizky, 27 tahun, mengaku antusias dengan konsep baru ini. Dirinya mengatakan, bahwa sebelumnya hanya datang untuk bermain air dan tubing, tetapi kini tertarik untuk mencoba pengalaman menginap di glamping.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sensasi malam hari pasti beda. Apalagi kalau bisa ngopi di cafe sambil dengar suara sungai,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya menghadirkan suasana malam yang berbeda, pengelola juga menyiapkan berbagai kejutan bagi pengunjung. Mulai dari hiburan akustik, barbeque party, hingga pengalaman berburu kunang-kunang di sekitar kawasan wisata. Keindahan alam dan suasana yang masih alami membuat tempat ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin melepas penat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menuju lokasi, pengunjung dapat menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari pusat Kota Lumajang. Akses menuju Tumpak Selo juga semakin mudah berkat dukungan masyarakat setempat yang terus menjaga jalur wisata agar tetap nyaman dilalui.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Desa Petahunan, Sutrisno, menyampaikan bahwa pengembangan wisata berbasis alam ini merupakan bagian dari upaya desa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. “Kami ingin wisata ini berkembang dan membawa manfaat bagi warga. Dengan semakin banyaknya pengunjung, diharapkan bisa membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya itu, keberadaan Tumpak Selo juga menjadi bagian dari upaya konservasi alam. Pengelola wisata berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan, termasuk dengan mengelola limbah dan menjaga kebersihan sungai agar tetap alami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi yang ingin merasakan pengalaman Tumpak Selo Ing Wengi, pengelola menyarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu, terutama saat akhir pekan. Hal ini untuk memastikan ketersediaan glamping maupun tenda bagi pengunjung yang ingin menginap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menikmati wisata alam di malam hari memang memberikan sensasi tersendiri. Udara sejuk, suara alam yang menenangkan, serta suasana yang jauh dari hiruk-pikuk kota menjadi daya tarik utama yang membuat pengunjung ingin kembali lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah perkembangan pariwisata yang semakin pesat, inovasi seperti ini menjadi bukti bahwa wisata berbasis alam tetap bisa menarik perhatian wisatawan dengan cara yang kreatif. Tumpak Selo tidak hanya sekadar destinasi, tetapi juga tempat bagi siapa saja yang ingin kembali menyatu dengan alam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan berbagai daya tariknya, Tumpak Selo Ing Wengi menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang mencari pengalaman unik dan berbeda. Saat senja mulai turun dan lampu-lampu cafe menyala, keindahan malam di Tumpak Selo pun semakin terasa magis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Anda yang ingin menikmati wisata alam yang tak biasa, mungkin inilah saatnya menjadwalkan perjalanan ke Tumpak Selo. Rasakan sendiri sensasi malam di tengah alam, secangkir kopi hangat, dan gemericik air yang membawa ketenangan. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penyesuaian Tarif, Tiket Masuk Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Rp 20 Ribu</title>
		<link>https://memontum.com/penyesuaian-tarif-tiket-masuk-wisata-air-terjun-tumpak-sewu-rp-20-ribu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2025 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[penyesuaian]]></category>
		<category><![CDATA[Tarif]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220318</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan wisata, termasuk penyelarasan tarif Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Langkah ini diambil, sebagai solusi terbaik demi memberikan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan tertata bagi pengunjung. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menyampaikan bahwa tarif masuk bagi wisatawan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan wisata, termasuk penyelarasan tarif Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Langkah ini diambil, sebagai solusi terbaik demi memberikan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan tertata bagi pengunjung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menyampaikan bahwa tarif masuk bagi wisatawan domestik kini telah disesuaikan menjadi Rp 20 ribu perorang. &#8220;Dari hasil rapat, kami memutuskan adanya penyesuaian tarif menjadi Rp 20 ribu untuk wisatawan lokal,&#8221; kata Yuli, Senin (17/03/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan ini, ujarnya, merupakan tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya yang menetapkan tarif seragam sebesar Rp 100 ribu bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan revisi tarif ini, Pemkab Lumajang berharap masyarakat dapat menikmati keindahan Tumpak Sewu dengan harga yang lebih terjangkau. Sementara untuk wisatawan asing, tetap dikenakan tarif sesuai standar wisata internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Pemkab Lumajang juga memastikan penyatuan nama destinasi wisata di kawasan aliran Sungai Glidik. Kini, baik wisata Air Terjun Tumpak Sewu maupun Grojogan Sewu, dilebur dalam satu nomenklatur, yaitu Wisata Tumpak Sewu. Hal ini, bertujuan untuk menghilangkan potensi kebingungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas wisata unggulan Lumajang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dari segi operasional, Yuli menjelaskan bahwa wisatawan dapat masuk melalui dua gerbang utama yang tersedia dan tiket yang dibeli tetap berlaku di kedua akses tersebut. &#8220;Sekarang sudah tidak ada perbedaan nama. Semuanya satu menjadi Tumpak Sewu. Tiket yang dibeli bisa digunakan dari pintu masuk mana saja, tanpa ada penarikan tiket tambahan,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wisata Tumpak Sewu sendiri, lanjutnya, telah dibuka kembali sejak Jumat (14/03/2025) lalu, setelah sempat ditutup sementara akibat adanya insiden cek-cok antara pengelola dua destinasi sebelumnya. Dengan adanya penataan baru ini, Pemkab Lumajang berharap suasana wisata menjadi lebih kondusif, nyaman dan semakin menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran wisatawan di Tumpak Sewu, tidak hanya memberikan manfaat bagi industri pariwisata, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Pemkab Lumajang berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan, termasuk peningkatan fasilitas, layanan, serta promosi wisata agar Lumajang semakin dikenal sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan tarif yang lebih jelas dan sistem pengelolaan yang lebih baik, kini wisatawan dapat menikmati pesona Tumpak Sewu dengan pengalaman yang lebih menyenangkan dan tertata. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220318</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengelolaan Destinasi Wisata Tumpak Sewu Lumajang Bakal Ditata Ulang</title>
		<link>https://memontum.com/pengelolaan-destinasi-wisata-tumpak-sewu-lumajang-bakal-ditata-ulang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 15:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[ditata]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220117</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berencana menata kembali pengelolaan Wisata Tumpak Sewu, guna semakin meningkatkan daya tarik wisata dan memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat. Salah satu langkah yang akan diambil, adalah mengintegrasikan Wisata Grojokan Sewu dengan Tumpak Sewu. Hal ini dilakukan, karena Tumpak Sewu telah menjadi destinasi wisata yang dikenal luas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berencana menata kembali pengelolaan Wisata Tumpak Sewu, guna semakin meningkatkan daya tarik wisata dan memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat. Salah satu langkah yang akan diambil, adalah mengintegrasikan Wisata Grojokan Sewu dengan Tumpak Sewu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini dilakukan, karena Tumpak Sewu telah menjadi destinasi wisata yang dikenal luas baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal tersebut, disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, seusai meninjau lokasi Grojokan Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (10/03/2025) tadi. Kunjungan ini dilakukan, menyusul adanya polemik yang berkembang di masyarakat terkait pengelolaan destinasi wisata tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah, ini mengatakan bahwa pemerintah daerah akan kembali membuka pengelolaan wisata setelah ada regulasi yang jelas mengenai tata kelola wisata di seluruh desa di Kabupaten Lumajang. &#8220;Ini bukan perkara mudah. Kami harus memahami betul penyebab polemik yang terjadi di masyarakat sebelum mengambil keputusan,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Bunda Indah menegaskan, bahwa Pemkab Lumajang akan melakukan penataan ulang terhadap Destinasi Wisata Tumpak Sewu, agar pengelolaannya dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). &#8220;Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak boleh menyerahkan pengelolaan wisata ini kepada pihak lain, tanpa adanya investasi yang berdampak pada pembangunan desa,&#8221; tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Lumajang juga berharap, agar ke depan untuk kawasan Pronojiwo dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Lumajang. Untuk itu, dirinya menekankan pentingnya sinergi dalam pengelolaan wisata, termasuk menyatukan sistem tiket masuk agar wisatawan mengenal destinasi ini sebagai satu kesatuan, yakni Tumpak Sewu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya ingin ke depan tidak ada lagi konflik antara Grojokan Sewu dan Tumpak Sewu, karena objek wisatanya tetap satu dan yang dikenal wisatawan adalah Tumpak Sewu. Oleh karena itu, tiket masuknya juga akan kami jadikan satu,&#8221; tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan langkah ini, diharapkan pengelolaan wisata di Lumajang dapat lebih tertata dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Serta, semakin memperkuat posisi Tumpak Sewu sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat nasional maupun internasional. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220117</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Aturan Pengelolaan Tumpak Sewu, Dinas Pariwisata Lumajang dan Malang Rakor di PU SDA Provinsi</title>
		<link>https://memontum.com/perkuat-aturan-pengelolaan-tumpak-sewu-dinas-pariwisata-lumajang-dan-malang-rakor-di-pu-sda-provinsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Feb 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219707</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola destinasi wisata unggulan, seperti salah satunya kawasan Air Terjun Tumpak Sewu. Dimana, melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan berbagai pihak, seperti Pemkab Malang. Hal ini, ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola destinasi wisata unggulan, seperti salah satunya kawasan Air Terjun Tumpak Sewu. Dimana, melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan berbagai pihak, seperti Pemkab Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini, ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur, Selasa (25/02/2025) lalu. Dalam rapat ini, membahas penertiban pungutan dan bangunan semi permanen di badan Sungai Glidik yang menjadi bagian dari ekosistem wisata Tumpak Sewu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Air Terjun Tumpak Sewu, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, telah menjadi destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Bahkan wisata ini menarik perhatian wisatawan nasional hingga mancanegara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di wilayah Lumajang, pengelolaan wisata ini dilakukan oleh Pemerintah Desa Sidomulyo melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Makmur dengan pendampingan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, guna memastikan tata kelola sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sementara rapat koordinasi sendiri, dipimpin Kepala Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, Baju Trihaksoro dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Avianasari, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, serta perwakilan dari Polda Jawa Timur, instansi terkait, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Kepala Dinas Pariwisata, Purwoto, Pemerintah Desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo, Pemerintah Desa Sidorenggo Kecamatan Ampelgading, BUMDes, serta para pengelola objek Wisata Tumpak Sewu, Coban Sewu, Goa Tetes dan Grojogan Sewu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Adapun hasil rapat dituangkan dalam Berita Acara No BAPT.600.1.2.3/5520/104.5/2025, yang berisi sejumlah kesepakatan strategis. Pertama, pengelolaan wisata di kedua kabupaten harus memiliki izin resmi dari gubernur sesuai Undang-Undang Republik Indonesia No 17 tahun 2019. Kedua, setiap kabupaten wajib mengelola wilayah destinasi wisata melalui BUMDes masing-masing guna mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. Ketiga, tidak diperbolehkan mendirikan bangunan atau melakukan penarikan retribusi di badan Sungai Glidik, sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No 18 tahun 2016.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian kesepakatan Keempat, penarikan retribusi wisata hanya diperbolehkan dilakukan satu kali di pintu masuk masing-masing kabupaten, untuk menghindari duplikasi biaya bagi wisatawan. Kelima, Dinas PU SDA dan instansi terkait akan segera melakukan penertiban terhadap bangunan yang berdiri di badan Sungai Glidik. Keenam, seluruh bangunan pendukung sarana pariwisata di kawasan Sungai Glidik akan dievaluasi oleh masing-masing pemerintah kabupaten guna memastikan aspek keamanan dan mitigasi bencana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menyambut baik hasil koordinasi ini dan menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menciptakan wisata yang lebih tertib, aman dan nyaman bagi pengunjung. “Kami mendukung penuh upaya penataan ini demi menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kenyamanan wisatawan. Dengan adanya pengelolaan yang lebih profesional dan berbasis regulasi, Wisata Tumpak Sewu akan semakin berkembang sebagai ikon pariwisata unggulan Kabupaten Lumajang,” katanya, Kamis (27/02/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemkab Lumajang berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan wisata Tumpak Sewu dan sekitarnya dapat semakin maju tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat sekitar. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219707</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
