<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tumpeng &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tumpeng/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 May 2025 16:19:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tumpeng &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Meriahkan Tumpeng Sewu Adat Kemiren, Ribuan Warga Duduk Lesehan di Kanan Kiri Jalan Lengkap Pecel Pitik</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-tumpeng-sewu-adat-kemiren-ribuan-warga-duduk-lesehan-di-kanan-kiri-jalan-lengkap-pecel-pitik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2025 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kemiren]]></category>
		<category><![CDATA[lengkap]]></category>
		<category><![CDATA[lesehan]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[tumpeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222562</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Ribuan warga turut meramaikan pelaksanaan Tumpeng Sewu, yang digelar di Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (29/05/2025) malam. Bukan hanya warga masyarakat sekitar, wisatawan juga turut datang menikmati sajian menu khas Suku Osing, etnis asli Banyuwangi. Warga dan pengunjung telah memadati kanan-kiri jalan raya sejak sebelum Magrib. Mereka duduk lesehan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Ribuan warga turut meramaikan pelaksanaan Tumpeng Sewu, yang digelar di Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (29/05/2025) malam. Bukan hanya warga masyarakat sekitar, wisatawan juga turut datang menikmati sajian menu khas Suku Osing, etnis asli Banyuwangi.</p>



<p>Warga dan pengunjung telah memadati kanan-kiri jalan raya sejak sebelum Magrib. Mereka duduk lesehan di pinggir jalan, dengan hidangan lengkap yang siap disantap.</p>



<p>Selepas Magrib, festival dimulai dengan pertunjukan Barong Kemiren. Diiringi lantunan musik khas dan pembawa obor, dua barong masing-masing berjalan dari ujung lokasi Festival menuju ke Kantor Desa, pusat arena pagelaran.</p>



<p>Di sela pertunjukan itu, para pembawa obor menyalakan tiap-tiap obor yang berjajar di kanan-kiri jalan. Usainya pertunjukan, menjadi pertanda bagi warga untuk mulai menyantap menu Tumpeng Sewu yang telah tersedia di lesehan masing-masing.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Warga Kemiren, Mastuki, mengatakan bahwa seluruh warga Kemiren menyiapkan makanan besar setiap pelaksanaan Tumpeng Sewu. Salah satu menu yang wajib ada dalam hidangan ada Pecel Pitik.</p>



<p>Pecel Pitik adalah lauk yang berbahan utama ayam kampung panggang yang dibumbui dengan kelapa parut dan beberapa jenis bahan dapur. Menu ini adalah salah satu makanan khas Suku Osing.</p>



<p>&#8220;Biasanya, satu keluarga tidak hanya menyiapkan satu tumpeng. Namun, bisa sampai tiga, empat atau lima. Karena saat Tumpeng Sewu, mereka biasanya akan mengundang kerabatnya yang berasal dari luar Kemiren,&#8221; kata Mastuki.</p>



<p>Ketua Lembaga Adat Osing Kemiren, Suhaimi, menjelaskan bahwa tradisi Tumpeng Sewu adalah budaya leluhur sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. &#8220;Dalam Tumpeng Sewu, ada beberapa tradisi yang juga digelar oleh warga, salah satunya Mepe Kasur (jemur kasus) yang dilakukan pada pagi hingga siang hari,&#8221; ujar Suhaimi.</p>



<p>Pada tengah malam, masyarakat melanjutkan kegiatan dengan Mocoan Lontar Yusup semalam suntuk. Lontar Yusup merupakan naskah kuno yang bercerita tentang kehidupan Nabi Yusuf. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222562</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenduren Wonosalam Jombang Hadirkan Tumpeng Berisi 2.025 Durian Gratis untuk Pengunjung</title>
		<link>https://memontum.com/kenduren-wonosalam-jombang-hadirkan-tumpeng-berisi-2-025-durian-gratis-untuk-pengunjung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Feb 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berisi]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kenduren]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[tumpeng]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219547</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, membuka gelaran Puncak Kenduren Wonosalam Jombang 2025 di Lapangan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (23/02/2025) tadi. Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata, ini menyuguhkan gunungan tumpeng yang berisikan 2.025 Buah Durian yang dibagikan secara gratis untuk warga. Hadir dalam pelaksanaan itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, membuka gelaran Puncak Kenduren Wonosalam Jombang 2025 di Lapangan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (23/02/2025) tadi. Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata, ini menyuguhkan gunungan tumpeng yang berisikan 2.025 Buah Durian yang dibagikan secara gratis untuk warga. Hadir dalam pelaksanaan itu, Forkopimda seperti Ketua DPRD Jombang, Hadi Admaji, Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, Kepala OPD, Muspika Wonosalam hingga Kades se-Kecamatan Wonosalam.</p>



<p>Wakil Bupati Salmanudin Yazid dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kenduren Wonosalam merupakan tradisi turun menurun yang diwariskan oleh leluhur. Kenduren Wonosalam bukan sekedar perayaan, tetapi juga wujud rasa syukur kepada Tuhan YME atas limpahan hasil bumi yang telah diberikan.</p>



<p>“Puncak dari Kenduren Wonosalam adalah gunungan tumpeng besar yang berisi 2.025 buah durian, yang dibagikan secara gratis kepada para pengunjung,” katanya.</p>



<p>Wabup Salmanudin juga menambahkan, bahwa selain gunungan tumpeng besar juga terdapat kirab tumpeng yang berisi hasil bumi dari sembilan desa di Wonosalam. Termasuk, bazar durian, pameran UMKM serta beragam hiburan seni dan budaya.</p>



<p>“Berdasarkan data statistik, potensi durian di Kabupaten Jombang pada 2025 sangat luar biasa. Yaitu, tercatat ada 159.624 pohon durian. Di mana 89 persen atau sekitar 143.060 pohon durian, berada di Kecamatan Wonosalam. Jumlah tersebut, memberikan potensi panen durian di Kabupaten Jombang mencapai 80.994 pohon, dengan total produksi sekitar 54.377 kuintal pada 2025,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain sektor perkebunan, ujarnya, Wonosalam juga memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata. Menawarkan keindahan alam yang masih asri, wilayah ini memiliki berbagai destinasi wisata berbasis alam, perkebunan dan peternakan yang menjadi unggulan daerah Kabupaten Jombang, khususnya Kecamatan Wonosalam.</p>



<p>“Kami berharap, dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata dan pertanian di Kabupaten Jombang, akan semakin banyak investor dan wisatawan yang tertarik datang ke Wonosalam sehingga dapat berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Camat Wonosalam, Haris Aminuddin, menyampaikan Kenduren Wonosalam merupakan tradisi dari leluhur yang sudah ada sejak tahun 2012 silam. “Kenduren Wonosalam merupakan ungkapan rasa syukur dari masyarakat atas hasil bumi yang melimpah. Selain itu juga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Kecamatan Wonosalam,” jelasnya.</p>



<p>Haris mengungkapkan, panen durian pada awal tahun 2025 kali ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan hasil panen kali ini disebabkan oleh iklim cuaca yang cukup extreme.</p>



<p>“Kami berharap, Kenduren Wonosalam yang akan datang dapat berjalan dengan lancar dan lebih meriah lagi. Sehingga, dapat berdampak positif bagi masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Wonosalam,” tambahnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219547</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selamatan Desa Kronto Pasuruan dengan Hadirkan Tumpeng Durian Berisi 2025 Buah Durian Ludes</title>
		<link>https://memontum.com/selamatan-desa-kronto-pasuruan-dengan-hadirkan-tumpeng-durian-berisi-2025-buah-durian-ludes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berisi]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kronto]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[selamatan]]></category>
		<category><![CDATA[tumpeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218757</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pemerintah Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, sukses menggelar Selamatan Desa, Selasa (28/01/2025) tadi. Kesuksesan itu, tidak lain karena adanya pelaksanaan Tumpeng Durian yang dipasang di Simpang Empat Desa Kronto. Tumpeng tersebut, selain memiliki tinggi 15 meter, juga diisi dengan 2025 buah durian lokal. Sebelum dibagikan ke warga, Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pemerintah Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, sukses menggelar Selamatan Desa, Selasa (28/01/2025) tadi. Kesuksesan itu, tidak lain karena adanya pelaksanaan Tumpeng Durian yang dipasang di Simpang Empat Desa Kronto. Tumpeng tersebut, selain memiliki tinggi 15 meter, juga diisi dengan 2025 buah durian lokal.</p>



<p>Sebelum dibagikan ke warga, Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, bersama Wakil Bupati Pasuruan terpilih, Shobih Asrori, Sekda Yudha Triwidya Sasongko, Camat Lumbang hingga Kepala Desa Kronto, Sodin, memukul gong tepat di depan Tumpeng Durian. Begitu gong selesai ditabuh, ribuan pengunjung yang datang dari berbagai wilayah di Pasuruan, Probolinggo, Pasuruan dan Mojokerto, langsung menyerbu durian tersebut hingga habis dalam hitungan beberapa menit. Peserta atau warga, rela berdesak-desakan untuk dapat membawa pulang durian, meski beberapa orang mengalami luka di tangan.</p>



<p>&#8220;Karena durian sekarang masih cukup mahal. Jadi pas dibagikan, ya ikut berdesakan dengan warga lain. Seneng sih karena dapat dua buah,&#8221; ungkap Winarno (46), salah satu warga Kecamatan Rembang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kades Kronto, Sodin, mengaku lega lantaran pembagian Tumpeng Duren bisa berjalan lancar meski harus ada yang kesakitan karena menangkap durian tanpa memakai sarung tangan. &#8220;Namanya juga durian. Ada duri tajamnya. Kalau gak memakai sarung tangan bisa luka atau berdarah. Tapi Alhamdulillah secara keseluruhan semuanya berjalan lancar, sebentar saja durian langsung habis,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diakui Sodin, panen durian di Kronto pada tahun ini tak sebanyak tahun lalu. Salah satu faktor penyebabnya tak lain karena curah hujan yang begitu tinggi, terutama pada malam hari. &#8220;Hujannya sering malam hari jadi kata orang di sini jadi sumber penyakit yang merusak durian. Kalau dari luar tidak kelihatan, tapi begitu dibuka busuk buahnya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Di tempat yang sama, Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, berharap kepada warga Kronto untuk menjaga konsistensi kebun durian dengan tidak mengalih fungsikan dengan yang lain. &#8220;Karena Kronto ini surganya durian, jadi sayang sekali kalau tiba-tiba dalam beberapa tahun ke depan ada alih fungsi lahan. Jadi pertahankan kebun durian ini sebagai warisan yang akan diturunkan sampai ke generasi mendatang,&#8221; harapnya.</p>



<p>Tidak lupa, Nurkholis juga berharap kepada pemerintahan baru yang dinahkodai oleh Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan terpilih untuk dapat mempercantik akses jalan menuju Desa Kronto. &#8220;Mumpung di sini ada Gus Shobih, jadi langsung kami sampaikan untuk mempercantik kondisi ruas jalan menuju Desa Kronto ini. Eman-eman karena ini Desa Wisata,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218757</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Tahun Baru Islam, Lima Dusun di Desa Tumpeng Lumajang Gelar Pawai Tumpeng</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-tahun-baru-islam-lima-dusun-di-desa-tumpeng-lumajang-gelar-pawai-tumpeng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 03:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[tumpeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211737</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Memperingati Tahun Baru Islam 1446 Hijiriah, ribuan warga Lereng Gunung Semeru, tepatnya di Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, menggelar Kirab Tumpeng, Sabtu (13/07/2024) tadi. Kirab Tumpeng ini, dilakukan oleh warga dari lima dusun di Desa Tumpeng, yakni Dusun Besuk Selatan, Besuk Utara, Tumpeng Barat, Tumpeng Krajan dan Tumpeng Timur. Dalam prosesi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Memperingati Tahun Baru Islam 1446 Hijiriah, ribuan warga Lereng Gunung Semeru, tepatnya di Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, menggelar Kirab Tumpeng, Sabtu (13/07/2024) tadi. Kirab Tumpeng ini, dilakukan oleh warga dari lima dusun di Desa Tumpeng, yakni Dusun Besuk Selatan, Besuk Utara, Tumpeng Barat, Tumpeng Krajan dan Tumpeng Timur.</p>



<p>Dalam prosesi Kirab Tumpeng ini, tampak warga berjalan kaki dengan memanggul nasi tumpeng serta lauk pauknya menuju ke makam Mbah Tuan Sido Branti. Untuk memanggulnya, warga harus mengangkat atau memikulnya bersama empat orang untuk satu tumpengnya, karena ukurannya cukup besar. Sampai di lokasi, mereka menggelar doa bersama dan memperebutkan tumpeng tersebut untuk di makan bersama sama.</p>



<p>Kegiatan yang dilakukan tersebut, merupakan bentuk sedekah bumi pada Bulan Muharram. &#8220;Sedekah bumi ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Tuhan. Tentunya, dengan rezeki dari pertanian, yang diberikan kepada warga. Tumpeng ini akan kami bawa dari sini (balai desa, red) menuju ke makam Mbah Tuan Sido Branti, pada hari ini,&#8221; kata Kepala Desa Tumpeng, M Deni Purwadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kegiatan ini, lanjut Deni, masih dalam rangkaian Loemajang Biyen, yang digelar di Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro. Dirinya berharap, dengan di gelarnya tumpengan tersebut, maka desa yang akan dijauhkan dari segala musibah dan supaya hasil panen dari warga desa Tumpeng bisa melimpah ruah untuk memenuhi kebutuhan hidupn warga.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Rukun Tetangga (RT) 07, Dusun Tumpeng Barat, Supancas, berharap agar gelaran tumpengan seperti ini selalu diadakan di setiap tahunnya. Apalagi, warga sadar bahwa apa yang dilakukan adalah bentuk syukur dan kearifan lokal di masyarakat.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini memang sudah sesuai dengan nama desanya. Yaitu Desa Tumpeng, di mana ini menjadikan kami sebagai masyarakat sangat berharap agar syukuran seperti ini harus dilakukan di setiap tahunya,&#8221; paparnya.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa kegiatan Pawai Tumpeng tersebut hanya kali ini dilakukan di desanya. &#8220;Kalau warga di setiap tahunnya, itu sudah melakukan di RTnya masing masing. Seperti yang akan dilakukan warga di RT 07, yang akan mengadakan tumpengan (barik&#8217;an),&#8221; ujarnya. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211737</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Potong Tumpeng HUT Ke-78 PWI, Menkominfo Budi Arie Sampaikan PWI punya Misi Suci</title>
		<link>https://memontum.com/potong-tumpeng-hut-ke-78-pwi-menkominfo-budi-arie-sampaikan-pwi-punya-misi-suci</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Menkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[potong]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[tumpeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205952</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, menghadiri HUT ke-78 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kantor PWI Pusat di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (09/02/2024) tadi. Hadir dalam acara itu, Ketua PWI Pusat Hendry Ch Bangun, Sekjen PWI Sayid Iskandarsyah, wartawan senior, dan undangan lain yakni Karo Penmas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, menghadiri HUT ke-78 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kantor PWI Pusat di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (09/02/2024) tadi. Hadir dalam acara itu, Ketua PWI Pusat Hendry Ch Bangun, Sekjen PWI Sayid Iskandarsyah, wartawan senior, dan undangan lain yakni Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, utusan dari Malaysia dan perwakilan dari Astra Pusat. </p>



<p>Dalam peringatan yang berlangsung sederhana namun khidmat itu, peringatan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Menkominfo sebagai ungkapan rasa syukur pada HUT ke-78 PWI. &#8220;Dari sejak kelahiranya, PWI memilik misi suci untuk mencerdaskan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam rangka membawa Indonesia menjadi negara maju,&#8221; kata Menkominfo Budi Arie.</p>



<p>PWI, paparnya, adalah organisasi wartawan pertama di Indonesia yang lahir di Surakarta atau Solo pada tanggal 9 Februari 1946. Ketua PWI pertama adalah Mr Sumanang Surjowinoto yang terpilih pada kongres PWI pertama 9 hingga 10 Februari 1946.</p>



<p>Dalam perkembangannya, lanjutnya, hari lahir PWI kemudian ditetapkan pemerintah sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional. Keppres tersebut ditandatangani oleh Presiden Soeharto tanggal 23 Januari 1985. Hingga kini, HPN diperingati setiap tahun. Untuk tahun 2024, perayaan puncak HPN akan diadakan di Ancol, Jakarta Utara 20 Februari mendatang.</p>



<p><strong>baca juga:</strong></p>





<p>Menkominfo Budi Arie Setiadi menambahkan, sebagai pilar ke-4 demokrasi, pers nasional punya peran sentral dalam sejarah Indonesia. Demikian pula dengan PWI yang sejak kelahirannya 78 tahun yang lalu telah membawa misi suci, yakni ikut mempertahankan kemerdekaan RI.</p>



<p>Saat ini, tambah Budi Arie, dengan semangat mudanya, pers nasional dihadapkan tantangan dan dituntut untuk segera menyesuaikan diri agar bisa menjawab tantangan disrupsi teknologi. Karenanya, pemerintah akan terus membantu keberlanjutan pers nasional dan meningkatkan profesionalisme wartawan dengan mengeluarkan regulasi yang diharapkan dapat membahagiakan insan pers.</p>



<p>&#8220;Dalam acara puncak HPN 2024 tanggal 20 Februari mendatang, mudah mudahan Presiden Jokowi akan membacakan Keppres tentang Publisher Right. Semoga dengan adanya regulasi tersebut, insan pers akan berbahagia,&#8221; ujar Budi Arie.</p>



<p>Menkominfo Budi Arie Setiadi optimistis, dengan adanya regulasi dapat membantu mewujudkan keberlanjutan karya jurnalistik dan kehidupan media yang berkualitas.</p>



<p>Sementara itu, acara HUT ke-78 PWI yang berlangsung sederhana itu, juga dihadiri wartawan-wartawan senior PWI serta Ketua PWI se-Indonesia yang mengikuti secara daring. Tampak hadir perwakilan konstituen Dewan Pers seperti dari AJI, PFI, SPS, PRRSNI, ATVSI, AMSI dan sebagainya.</p>



<p>Kepengurusan PWI Pusat saat ini, periode 2023-2028, yang diketuai oleh Hendry Ch Bangun, terpilih dalam Kongres PWI XXV di Bandung tanggal 27 September 2023 lalu. Itu artinya, HPN 2024 adalah HPN pertama bagi PWI di bawah kepemimpinan Hendry Ch Bangun.</p>



<p>Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, dalam sambutannya mengatakan bahwa acara HUT ke-78 PWI disiarkan langsung secara online ke 38 provinsi dan satu cabang khusus PWI, yakni Solo. Saat ini, jumlah anggota PWI mencapai sekitar 24.000 orang.</p>



<p>Hendry berharap,HUT ke-78 PWI ini insan pers semakin bergairah untuk menjaga demokrasi dan berkomitmen terhadap kemerdekaan pers. Hal tersebut, tercermin dari tema HPN 2024, yakni &#8216;Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Merawat Keutuhan Bangsa&#8217;.</p>



<p>&#8220;Bagi PWI, keutuhan bangsa nomor satu,&#8221; ujar Hendry Ch Bangun.</p>



<p>Menurut Hendry, untuk memberi kontribusi bagi kemajuan demokrasi, PWI dalam rangka menyongsong HUT ke-78 dan HPN 2024, telah mengundang tiga calon presiden (Capres), masing-masing Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Subianto. Dalam acara dialog dengan ketiga Capres, ketiganya menyampaikan komitmen untuk menjaga kemerdekaan pers sebagai kunci negara demokrasi.</p>



<p>Sementara itu, Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa pers adalah mitra Polri sehingga pihaknya siap untuk terus berkolaborasi dengan media. &#8220;Pers itu mitra strategis dan kedekatan emosional. Berkaitan dengan HUT PWI, Polri berharap pers bisa terus meningkatkan profesionalitasnya dalam rangka mencerdaskan bangsa termasuk kesejahteraannya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, dalam kesempatan sambutannya mengatakan bahwa dengan bertambahnya usia, PWI justru bertambah muda semangatnya. Sehingga, dituntut untuk terus memberikan kontribusi yang berdampak positif bagi profesional pers. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205952</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
