<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tumpukan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tumpukan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Nov 2023 16:11:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tumpukan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pedagang Pasar Induk Among Tani Kota Batu Keluhkan Bau Tumpukan Sampah</title>
		<link>https://memontum.com/pedagang-pasar-induk-among-tani-kota-batu-keluhkan-bau-tumpukan-sampah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2023 13:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[keluhkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tumpukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200938</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pedagang Pasar Induk Among Tani mengeluhkan bau sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara. Tumpukan sampah yang berada di area bagian belakang pasar, itu sebelumnya sudah ada kesepakatan antara Diskumdag dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu untuk mengolah sampah pasar dengan 30 tenaga kebersihan. Ketua Koordinator Zonasi Pasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Pedagang Pasar Induk Among Tani mengeluhkan bau sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara. Tumpukan sampah yang berada di area bagian belakang pasar, itu sebelumnya sudah ada kesepakatan antara Diskumdag dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu untuk mengolah sampah pasar dengan 30 tenaga kebersihan.</p>



<p>Ketua Koordinator Zonasi Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Didin Darianto, mengatakan bahwa pengolahan sampah di Pasar Induk Among Tani hingga saat ini, itu masih belum bisa diselesaikan dengan baik. Sementara selalu pengelolanya, adalah dari Diskumdag Kota Batu atau UPT Pasar dan sampai sekarang ini sampah milik pedagang masih tetap ditimbun di TPS sementara hingga menimbulkan bau tidak sedap.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Terus terang, kami para pedagang sangat risih dengan pemandangan tumpukan sampah yang ditimbun dan belum diatasi oleh dinas terkait. Baunya semakin lama menyengat. Apalagi, sudah masuk musim hujan,&#8221; kata Didin saat berada di Pasar Induk Among Tani, Jumat (03/11/2023) tadi.</p>



<p>Timbunan sampah tersebut, ujarnya, tidak hanya berimbas ke pedagang pasar. Namun, akibat bau tidak sedap itu, juga membuat perkampungan sekitar belakang area Pasar Induk Among Tani, terkena imbas hingga warga melayangkan protes.</p>



<p>“Saya mewakili pedagang pasar, berharap ke OPD terkait untuk mengelola sampah tersebut. Apalagi sudah ada surat kesepakatan antara Diskoperindag dan DLH, yang telah mengerahkan 30 tenaga kebersihan untuk mengelola sampah di Pasar Induk Among Tani. Karenanya, kami berharap timbunan sampah itu segera ditangani,&#8221; ujarnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200938</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Atasi Tumpukan Sampah di Aliran Sungai Bunulrejo, Warga dan Pemkot Malang Bakal Gelar Kerja Bakti</title>
		<link>https://memontum.com/atasi-tumpukan-sampah-di-aliran-sungai-bunulrejo-warga-dan-pemkot-malang-bakal-gelar-kerja-bakti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Sep 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aliran]]></category>
		<category><![CDATA[Bunulrejo]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tumpukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197844</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka mengatasi persoalan sampah yang menumpuk dan menghambat pada aliran sungai di Kelurahan Bunulrejo, tepatnya di perbatasan RW 12 dan RW 14, warga akan bahu-membahu bekerjasama untuk membersihkan. Bahkan juga akan menggandeng Pemerintah Kota Malang dan instasi terkait lainnya. Ketua RW 12 Kelurahan Bunulrejo, Angga Suwignyo, menyampaikan jika kerja bakti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka mengatasi persoalan sampah yang menumpuk dan menghambat pada aliran sungai di Kelurahan Bunulrejo, tepatnya di perbatasan RW 12 dan RW 14, warga akan bahu-membahu bekerjasama untuk membersihkan. Bahkan juga akan menggandeng Pemerintah Kota Malang dan instasi terkait lainnya.</p>



<p>Ketua RW 12 Kelurahan Bunulrejo, Angga Suwignyo, menyampaikan jika kerja bakti pembersihan sungai akan dilakukan Minggu (10/09/2023) besok. “Dari hasil koordinasi kita kemarin, itu ada kesepakatan yaitu RW 12 dan RW 14 nanti dibantu dengan DLH dan unsur lainnya ada kerja bakti bareng. Mulai jam 7 pagi, kita bersama-sama untuk mengangkat sampah di sungai tersebut,” kata Angga, Sabtu (09/09/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Angga, jika penumpukan sampah tersebut telah terjadi sekitar seminggu belakangan. Bahkan, sampah yang menumpuk juga lebih banyak, dibandingkan sebelumnya.</p>



<p>“Sebelumnya ya pernah menumpuk, tapi baru kali ini sampai padat begitu. Tapi sebenarnya, sampah itu juga banyak dari atas sana. Nah, kebetulan mampetnya (tersumbatnya) di situ, jadi menumpuknya di RW kami. Biasanya, pun kalau ada sampah, pas hujan lancar lagi dan sudah tidak ada sampah. Cuma sekarang kan masih kemarau,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagai informasi, sungai tersebut merupakan aliran irigasi yang membelah di kedua RW. Penumpukan sampah nya pun bukan hanya sampah rumah tangga saja, tetapi juga ada limbah kandang atau kotoran sapi bahkan juga ada bangkai hewan. Akibatnya, tumpukan sampah tersebur membuat bau menyengat dan cukup mengganggu warga sekitar.</p>



<p>Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan jika pihaknya juga telah melakukan koordinasi bersama dengan warga sekitar dan pihak terkait. Dari DLH Kota Malang, akan mengerahkan beberapa unit armada yang memungkinkan masuk menuju lokasi tersebut.</p>



<p>“Mengingat akses menuju lokasi memang agak sempit dan hanya kendaraan tertentu yang bisa masuk, kita siapkan satu unit armada Compactor, itu kapasitasnya bisa sampai lima ton. Selain itu kita siapkan beberapa unit armada lainnya untuk bergantian dengan yang lain. Personel kita juga akan membantu membersihkan di sana,&#8221; ungkap Rahman.</p>



<p>Kemudian, dikatakan jika aliran sungai dari Sungai Metro tersebut masih diidentifikasi penyebab utamanya. Apakah memang sampah tersebut dari Kota Malang atau limpahan dari Kabupaten Malang maupun Kota Batu. &#8220;Yang jelas, ini habit atau perilaku masyarakat kita yang hingga saat ini memang masih ada saja yang membuang sampah itu di aliran sungai. Kami tentu mengimbau agar masyarakat tidak lagi melakukan hal ini karena akan mengganggu selain ekosistem lingkungan juga mengganggu masyarakat,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197844</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Minimalisir Bau, 2.100 Meter Persegi Tumpukan Sampah di TPA Tlekung Ditutup Geomembran</title>
		<link>https://memontum.com/minimalisir-bau-2-100-meter-persegi-tumpukan-sampah-di-tpa-tlekung-ditutup-geomembran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Aug 2023 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Ditutup]]></category>
		<category><![CDATA[geomembran]]></category>
		<category><![CDATA[minimalisir]]></category>
		<category><![CDATA[persegi]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<category><![CDATA[tumpukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196694</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Seluas 2.100 meter persegi lahan tempat pembuangan sampah di TPA Tlekung, ditutup geomembran. Penutupan yang dilakukan ini, akan dilakukan secara bertahap, karena volume luas total lahan di TPA Tlekung, sebesar 9.000 meter persegi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aries Setiawan, mengatakan tujuan penutupan geomembran tersebut untuk mengurangi bau sampah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Seluas 2.100 meter persegi lahan tempat pembuangan sampah di TPA Tlekung, ditutup geomembran. Penutupan yang dilakukan ini, akan dilakukan secara bertahap, karena volume luas total lahan di TPA Tlekung, sebesar 9.000 meter persegi.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aries Setiawan, mengatakan tujuan penutupan geomembran tersebut untuk mengurangi bau sampah. &#8220;Hari ini kami mulai menutup tumpukan sampah dengan geomembran. Di sini lahan yang ditutup seluas 2.100 meter persegi,&#8221; terangnya di TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jumat (25/08/2023) siang.</p>



<p>Setelah ditutup geomembran, menurut Aries, lahan itu tidak lagi ditumpuk sampah. Dalam pengertian, sudah dimatikan sel sampahnya. Namun begitu, ke depan area lahan 9.000 meter persegi pembuangan sampah akan ditutup geomembran secara keseluruhan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Ini dilakukan penutupan secara bertahap. Karena sudah terlalu penuh di TPA Tlekung ini. Artinya, ya TPA Tlekung ini sudah tidak lagi menerima sampah dan mencari tempat yang baru,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kini, ujarnya, DLH sudah membidik tempat baru untuk dijadikan TPA. Bahkan, saat ini sedang melakukan kajian. &#8220;Yang jelas, di sini akan ditutup. Kita sudah melakukan kajian tempat yang baru. Dan, sebenarnya saat ini pengurangan sampah sudah signifikan. Dari 171 ton sampah perhari. Terhitung, 21 Agustus 2023 lalu sudah berkurang menjadi 117 ton. Ya, ini berkat kerjasama sama semua pihak untuk mengolah sampah,&#8221; tambahnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196694</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
