<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Ubaya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ubaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Apr 2020 11:44:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Ubaya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkot Surabaya Terima Bantuan Bilik Sterlisasi dan APD dari Ubaya</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-surabaya-terima-bantuan-bilik-sterlisasi-dan-apd-dari-ubaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2020 11:44:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Bilik Sterlisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ubaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110782</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Pemkot Surabaya menerima sumbangan alat bilik aseptik atau bilik sterilisasi serta sejumlah APD dari Universitas Surabaya (Ubaya), Kamis (02/04/2020). Sumbangan diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya. Penyerahan secara simbolik dilakukan Rektor Ubaya Ir Benny Lianto MMBAT kepada Wali Kota Risma. Ir Benny Lianto MMBAT mengatakan, hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Pemkot Surabaya menerima sumbangan alat bilik aseptik atau bilik sterilisasi serta sejumlah APD dari Universitas Surabaya (Ubaya), Kamis (02/04/2020). Sumbangan diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya. Penyerahan secara simbolik dilakukan Rektor Ubaya Ir Benny Lianto MMBAT kepada Wali Kota Risma.</p>
<p>Ir Benny Lianto MMBAT mengatakan, hal itu merupakan bentuk kepedulian pihaknya dalam upaya menghadapi pandemi Covid-19. “Ini kepedulian Ubaya, sebagai perguruan tinggi yang menanamkan nilai caring community,&#8221; katanya di Balai Kota Surabaya.</p>
<p>Menurut Rektor, bilik aseptik itu sudah aman digunakan. Terlebih bilik sterilisasi itu nantinya dapat menghilangkan bakteri maupun virus yang menempel di badan seseorang. Sumbangan yang diberikan itu, di antaranya merupakan produk dari mahasiswa dan dosen Ubaya. Selain bilik aseptik, bantuan APD yang diberikan, di antaranya berupa puluhan box masker, Hazmat Suit, kacamata pelindung, face shield mask, cairan disinfektan serta cairan antisepti&#8221;Diserahkan yang memang dibutuhkan oleh tenaga medis,&#8221; terangnya.</p>
<p>Menurutnya, ini baru tahap awal sumbangan yang digelontorkan pihaknya, sebab ke depan sumbangan serupa dalam upaya membantu penanganan covid-19 ini bakal terus dilakukan. &#8220;Nanti kita salurkan lagi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyambut baik sumbangan dari Ubaya itu. Sebab, penanganan hingga saat ini terus digencarkan di Surabaya.</p>
<p>Untuk bilik misalnya, menurut Risma, banyak negara yang sudah mengembangkan hal itu, dan cairan yang digunakan telah diatur sesuai standar. Sehingga, alat semacam itu dapat menghilangkan bakteri maupun virus yang menempel. &#8220;Terimakasih sumbangannya, sekarang banyak yang pakai kayak gini (bilik sterilisasi),&#8221; pungkasnya. <strong>(ace/ono)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110782</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seminggu Mahasiswa FBE Ubaya Raih 4 Juara Nasional</title>
		<link>https://memontum.com/seminggu-mahasiswa-fbe-ubaya-raih-4-juara-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2019 23:12:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ubaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/26123-buruknya-efektifitas-dan-efisiensi-keuangan-pemkot-batu-dapat-nilai-c-dari-kemenpan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (FBE Ubaya) kembali menuai prestasi dengan meraih empat juara nasional di dua kompetisi dalam waktu seminggu. Tim Akuntansi Ubaya memborong juara satu dan harapan satu pada kompetisi Accounting Olympiad yang diselenggarakan pada 19 – 22 Maret 2019 oleh Universitas Pelita Harapan, Jakarta. Juara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (FBE Ubaya) kembali menuai prestasi dengan meraih empat juara nasional di dua kompetisi dalam waktu seminggu. Tim Akuntansi Ubaya memborong juara satu dan harapan satu pada kompetisi Accounting Olympiad yang diselenggarakan pada 19 – 22 Maret 2019 oleh Universitas Pelita Harapan, Jakarta. Juara satu dan dua juga telah diukir dalam kompetisi COMPAC (Competition Accounting) IX 2019 yang diselenggarakan pada 23 – 24 Maret 2019 oleh STIE Perbanas, Surabaya.</p>
<p>Setiap tahun Jurusan Akuntansi Ubaya memiliki program dalam membimbing mahasiswa yang akan menghadapi kompetisi. Program dibuka per angkatan untuk mencari mahasiswa yang memiliki potensi dalam bidang Akuntansi dan nantinya bergabung dalam Accounting Warrior. Mahasiswa yang mengikuti dua kompetisi kali ini merupakan dua belas anggota yang tergabung dalam Accounting Warrior angkatan 2016.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-81806" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/image-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/image-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/image-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/image-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/image-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Permata Ayu Widyasari, S.A., MBA. selaku dosen pembimbing Jurusan Akuntansi Ubaya menuturkan bahwa tim Akuntansi Ubaya yang bernama Accounting Warrior angkatan 2016 ini, telah meraih penghargaan sebanyak delapan kali dengan mengikuti berbagai kompetisi akuntansi baik skala regional maupun nasional. Persiapan dilakukan dengan memproyeksikan kegiatan dan kompetisi apa saja yang akan diikuti selama satu tahun kedepan.</p>
<p>“Persiapan kami lakukan kurang lebih selama satu tahun sejak anggota dibentuk dengan memberikan latihan soal mulai dari mata kuliah akuntansi keuangan, audit, dan perpajakan. Sebelum mengikuti kompetisi mahasiswa ditempa dengan latihan yang sama ketika menghadapi kompetisi, sebagai contoh tes individu dan grup, jawab cepat tepat dan presentasi kasus,” papar wanita kelahiran Surabaya ini, Selasa (26/3).</p>
<p>Akuntansi Ubaya mengirimkan dua tim pada kompetisi Accounting Olympiad UPH “Action! 9x AGAPE” yang mengusung temaArtificial Intelligence in Financial Industry. Tim juara satu terdiri dari Angelina Gresela Sapulete, Daniel Wiranata Dayan, dan Shannon Aurelia Hartono. Sedangkan tim juara harapan satu beranggotakan Flouren, Sally Kurniawan, dan Angela Soewondo.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">26123</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Politeknik Ubaya Resmikan Laboratorium Selling Berbasis E-Commerce</title>
		<link>https://memontum.com/politeknik-ubaya-resmikan-laboratorium-selling-berbasis-e-commerce</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2019 13:24:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[peresmian]]></category>
		<category><![CDATA[Politeknik Ubaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ubaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/80916-politeknik-ubaya-resmikan-laboratorium-selling-berbasis-e-commerce</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Tingkatkan kualitas mahasiswa dibidang pemasaran, Politeknik Ubaya resmikan laboratorium penjualan (selling) berbasis e-commerce. Peresmian di Ruang Selasar, Gedung D, Lt.1 Kampus Ubaya Ngagel Jl. Ngagel Jaya Selatan No.169, Selasa (12/3/2019). “Peresmian laboratorium selling merupakan salah satu bentuk inovasi pembelajaran di bidang pemasaran, hasil kerjasama Politeknik Ubaya dengan PT. Widaya Inti Plasma. Laboratorium [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Tingkatkan kualitas mahasiswa dibidang pemasaran, Politeknik Ubaya resmikan laboratorium penjualan (selling) berbasis e-commerce.</p>
<p>Peresmian di Ruang Selasar, Gedung D, Lt.1 Kampus Ubaya Ngagel Jl. Ngagel Jaya Selatan No.169, Selasa (12/3/2019).</p>
<p>“Peresmian laboratorium selling merupakan salah satu bentuk inovasi pembelajaran di bidang pemasaran, hasil kerjasama Politeknik Ubaya dengan PT. Widaya Inti Plasma. Laboratorium selling bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa dalam praktek mata kuliah marketing,” ungkap Drs. Agus Wijaya, S.Pd., S.Ag., M.M. selaku Ketua Program Studi Manajemen Pemasaran Politeknik Ubaya.</p>
<p>Bentuk kerjasama yang terjalin berupa pemberian fasilitas sarana dan prasarana laboratorium, diantaranya 100 pasang sepatu Trekkers yang berada pada displayproducts untuk membantu mahasiswa memperkenalkan produk secara langsung kepada konsumen. Melalui hal itu, mahasiswa dapat merasakan pengalaman terjun langsung dalam dunia kerja.</p>
<p>Peresmian ini merupakan salah satu wujud komitmen Politeknik Ubaya dalam meningkatkan kualitas mahasiswa, khususnya mengenai sistem e-commercedi dunia marketing. “Mahasiswa diperkenalkan mengenai transaksi jual beli secara online atau e-commerce dalam penjualan.</p>
<p>Prosesnya lebih cepat, awalnya mahasiswa mempromosikan suatu produk dan kemudian konsumen akan berbelanja secara online. Nantinya pesanan konsumen akan dikirim ke alamat tujuan,” ujar Agus yang juga selaku ketua panitiaperesmian.</p>
<p>Laboratorium selling menjadi wadah bagi mahasiswa berproses menjadi seorang marketing yang professional. “Saya berharap dengan hadirnya laboratorium penjualan ini, mahasiswa bisa memanfaatkan fasilitas yang ada secara maksimal dan dapat memberikan kontribusi yang baik dalam dunia pekerjaan,” pesan Agus.</p>
<p>Peresmian juga dihadiri oleh sembilan pimpinan perusahaan hasil kerjasama Program Beasiswa dan Penempatan Kerja Pemerintah Kota Surabaya dengan Politeknik Ubaya. Salah satu perusahaan tersebut adalah PT. Widaya Inti Plasma. <strong>(sur/ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">80916</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Green Biotechnology untuk Menguak Sistem Komunikasi Tanaman</title>
		<link>https://memontum.com/green-biotechnology-untuk-menguak-sistem-komunikasi-tanaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2019 12:47:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Green Biotechnology]]></category>
		<category><![CDATA[Ubaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/80803-green-biotechnology-untuk-menguak-sistem-komunikasi-tanaman</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Dalam rangka Dies Natalis ke-54 Universitas Surabaya (Ubaya), Johan Sukweenadhi, Ph.D. memaparkan pidato ilmiah berjudul “Sistem Komunikasi Tanaman: Tantangan Memahami Tanaman dan Kebutuhannya”, pada Rapat Terbuka Senat Universitas Surabaya, di Ruang SerbagunaGedung Perpustakaan Lt. 5, Kampus Ubaya Tenggilis Jalan Raya Kali Rungkut Surabaya, Senin (11/3/2019). “Tanaman dianggap sebagai makhluk hidup yang tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Dalam rangka Dies Natalis ke-54 Universitas Surabaya (Ubaya), Johan Sukweenadhi, Ph.D. memaparkan pidato ilmiah berjudul “Sistem Komunikasi Tanaman: Tantangan Memahami Tanaman dan Kebutuhannya”, pada Rapat Terbuka Senat Universitas Surabaya, di Ruang SerbagunaGedung Perpustakaan Lt. 5, Kampus Ubaya Tenggilis Jalan Raya Kali Rungkut Surabaya, Senin (11/3/2019).</p>
<p>“Tanaman dianggap sebagai makhluk hidup yang tidak bisa menerima, mengirim, dan menyampaikan pesan atau respon layaknya manusia. Hal ini membuat manusia menjadi sulit untuk mengetahui posisi dan kebutuhan tanaman. Melalui uji eksperimen yang telah saya lakukan, tanaman terbukti memiliki sistem komunikasi khusus untuk mengetahui kondisi atau keadaan lingkungan yang dapat menguntungkan atau sebaliknya menimbulkan stres dan mengancam kehidupan mereka,” jelas Johan selaku dosen Fakultas Teknobiologi.</p>
<p>Green Biotechnology digunakan sebagai sarana untuk menguak sistem komunikasi tanaman. Walau terdengar asing dan termasuk bidang baru untuk dipelajari, namun ilmu ini bermanfaat bagi petani di Indonesia dalam merekayasa produk pertanian agar mudah mengendalikanpertumbuhan tanaman, mengarahkanproduksi tanaman, memunculkan sifat unggul tanaman, serta membuat tanaman mampu menghadapi serangan abiotik (stres garam, kekeringan, banjir, logam berat) maupun biotik (serangga, herbivora, bakteri, jamur).</p>
<p>Sistem komunikasi tanaman menjadi wawasan dan terobosan baru denganmemanfaatkan bioteknologi, agar sumber alam hayati Indonesia terutama tanaman bisa digunakan semaksimal mungkin. Baik dibidang komoditi tanaman pangan, tanaman hias, atau tanaman obat. Komunikasi terjadi antara sesama tanaman atau dengan organisme lain seperti mikroba, serangga, herbivora, atau burung.</p>
<p>Johan memaparkan jika komunikasi terjadi tidak secara lisan, namun melalui respon senyawa kimia. Sebagai contoh ketika serangga mengunyah daun, tanaman akan merespon dengan melepaskan senyawa volatil organik atau Volatile Organic Compounds (VOCs). Tanaman lain dapat mendeteksi sinyal yang terbawa udara dan meningkatkan produksi senyawa kimia sebagai mekanisme pertahanan dan ini adalah respon tanaman untuk bertahan hidup.</p>
<p>Jalur komunikasi antara tanaman dengan bakteri yang satu dengan yang lain memiliki jalur komunikasi berbeda. Tanaman dengan bakteri A memiliki jalur komunikasi yang cocok, menunjukkan bahwa adanya hubungan saling menguntungkan.</p>
<p>Sedangkan tanaman dengan bakteri B memiliki jalur komunikasi yang tidak cocok menimbulkan kerugian. “Dengan mengetahui jalur komunikasi tanaman, kita terbantu untuk memahami apa yang dibutuhkan tanaman, bakteri apa yang merugikan dan menguntungkan. Sehingga tanaman bisa tumbuh lebih cepat, berbuah lebih banyak, dan tahan terhadap stres,” kata Johan.</p>
<p>Saat ini, sebut Johan, Ubaya sedang memulai pengembangan kultur jaringan tanaman obat asli Indonesia. Keberadaan Kalbe Ubaya Hanbang-bio Laboratory (KUH Lab) diharapkan berperan serta sebagai bentuk interdisiplin Fakultas Teknobiologi, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Kedokteran Ubaya dalam pengembangan penelitian pada sektor kesehatan berbasis sumber daya lokal asli Indonesia.</p>
<p>&#8220;Saya berharap dengan kita memahami sistem komunikasi tanaman yang ada, maka tujuan tersebut dapat dicapai dengan cepat,” ungkap Johan. <strong>(sur/ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">80803</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Ubaya Perdalam Ilmu di Global Leader Experiences</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-ubaya-perdalam-ilmu-di-global-leader-experiences</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2019 13:27:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Global Leader Experiences]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Ubaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/79583-mahasiswa-ubaya-perdalam-ilmu-di-global-leader-experiences</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Delapan mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) dari beragam fakultas mengikuti kegiatan Global Leader Experiences (GLE) yang diselenggarakan oleh Common Purpose dan FWD Life Insurance. Kegiatan ini berlangsung mulai 25 – 28 Februari 2019 di Universitas Binus Jakarta. Pelatihan GLE adalah program student mobility yang diikuti oleh mahasiswa Ubaya yang tergabung dalam NUNI (Nationwide [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Delapan mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) dari beragam fakultas mengikuti kegiatan Global Leader Experiences (GLE) yang diselenggarakan oleh Common Purpose dan FWD Life Insurance. Kegiatan ini berlangsung mulai 25 – 28 Februari 2019 di Universitas Binus Jakarta.</p>
<p>Pelatihan GLE adalah program student mobility yang diikuti oleh mahasiswa Ubaya yang tergabung dalam NUNI (Nationwide University Network In Indonesia) dan universitas lain di Indonesia.</p>
<p>Peserta yang mengikuti kegiatan GLE dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi pelatihan berupa seminar dari pakar profesional. Pelatihan GLE merupakan salah satu program pengembangan kepemimpinan tingkat global yang dapat menginspirasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di dunia.</p>
<p>Topik GLE yang diangkat kali ini yaitu “How can different generations work together to ensure cities maximise the benefits of AI?”. Melalui kegiatan ini mahasiswa Ubaya dan peserta yang lain akan dilatih kemampuan kepemimpinan, bagaimana cara beradaptasi dengan lingkungan baru, hingga membangun relasi lintas universitas di Indonesia.</p>
<p>Selama empat hari mahasiswa akan diberi tantangan untuk memahami dan memberikan solusi terhadap isu yang sedang berkembang di kalangan masyarakat. Sebelum mengikuti pelatihan, mahasiswa Ubaya membekali diri dengan mencari berbagai literatur dan artikel mengenai teknologi AI (Artificial Intelligence).</p>
<p>Tidak hanya itu, mahasiswa Ubaya secara aktif mencari informasi dan pendapat masyarakat terkait penggunaan teknologi AI yang mampu mengambil alih beberapa porsi pekerjaan manusia pada masa mendatang.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">79583</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UBAYA Raih Juara 1 Kompetisi Debat Asian English Olympics 2019</title>
		<link>https://memontum.com/ubaya-raih-juara-1-kompetisi-debat-asian-english-olympics-2019</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2019 20:59:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ubaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/78944-ubaya-raih-juara-1-kompetisi-debat-asian-english-olympics-2019</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Prestasi membanggakan skala Internasional telah diukir oleh mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) dalam ajang kompetisi debat se-Asia. Bobby Ongkojoyo mahasiswa Fakultas Bisnis Ekonomika dan Daud Hernoud Christhen Loudoe mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Ubaya meraih penghargaan juara 1 Asian English Olympics (AEO) kategori Debate Competition yang dilaksanakan pada tanggal 11 – 15 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Prestasi membanggakan skala Internasional telah diukir oleh mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) dalam ajang kompetisi debat se-Asia. Bobby Ongkojoyo mahasiswa Fakultas Bisnis Ekonomika dan Daud Hernoud Christhen Loudoe mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Ubaya meraih penghargaan juara 1 Asian English Olympics (AEO) kategori Debate Competition yang dilaksanakan pada tanggal 11 – 15 Februari 2019 oleh Binus English Club di Jakarta .</p>
<p>Kedua mahasiswa Ubaya ini berhasil mengalahkan lebih dari 667 peserta yang datang dari 40 institusi di 8 negara di Asia yaitu Indonesia, Filipina, Vietnam, Malaysia, Korea Selatan, Bangladesh, Kirgiztan, dan Makau.</p>
<p>“Sebenarnya ini kali kedua ikut lomba, namun yang pertama hanya sampai semifinal. Senang rasanya tahun ini bisa menang, skor poin yang didapat saat kompetisi juga stabil. Tidak seperti tahun lalu yang naik-turun,” ungkap Bobby yang telah meraih predikat Best Speaker AEO 2019, Selasa (19/2/2019).</p>
<p>Bobby Ongkojoyo menuturkan sebanyak 80 peserta yang mengikuti kompetisi tahun2019 ini. Meraih peringkat pertama dan menjadi pemenang tidaklah mudah, Bobby dan Daud harus mendapatkan poin pada masing-masing tahap perlombaan hingga menuju grand final. Rangkaian kompetisi yang dilaksanakan selama 5 hari di Jakarta. Mulai dari technical meeting pada hari pertama.</p>
<p>Pada hari kedua dan ketiga babak penyisihan yang terdiri dari enam ronde dan sistem penilaian yang dilakukan dengan mengumpulkan poin. Sistem pengumpulan poin ini akan menentukan tim yang akan maju ke babak pre semifinals. Melalui sistem penilaian dan poin tertinggi dari Juri pada babak grandfinal menghantarkan Bobby dan Daud membawa pulang dua medali emas AEO 2019.</p>
<p>Persiapan kompetisi dilakukan Bobby dan Daud hanya dalam kurun waktu satu minggu. “Untuk persiapan hanya empat hari yang intensif mulai dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam. Ya harus pintar membagi waktu antara jam kuliah dan jam bimbingan. Tidur juga hanya 1 sampai 2 jam sehari,” jelas Daud yang juga menjabat sebagai ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Ubaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78944</post-id>	</item>
		<item>
		<title>3 Mahasiswi Ubaya Lolos Finalis Miss Indonesia 2019</title>
		<link>https://memontum.com/3-mahasiswi-ubaya-lolos-finalis-miss-indonesia-2019</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2019 11:39:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Miss Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ubaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/78551-3-mahasiswi-ubaya-lolos-finalis-miss-indonesia-2019</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Tiga mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) lolos jadi Finalis Miss Indonesia 2019 yang diselenggarakan oleh RCTI dan Yayasan Miss Indonesia. Mereka adalah Elizabeth Fortuna (Fakultas Hukum 2018), Jasica Novalia Devi (Fakultas Psikologi 2017) dan Stefania Christina (Fakultas Psikologi 2018). Setelah proses penyaringan ketat, ketiganya menjejakkan kaki di panggung Malam Puncak Miss Indonesia 2019, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Tiga mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) lolos jadi Finalis Miss Indonesia 2019 yang diselenggarakan oleh RCTI dan Yayasan Miss Indonesia. Mereka adalah Elizabeth Fortuna (Fakultas Hukum 2018), Jasica Novalia Devi (Fakultas Psikologi 2017) dan Stefania Christina (Fakultas Psikologi 2018). Setelah proses penyaringan ketat, ketiganya menjejakkan kaki di panggung Malam Puncak Miss Indonesia 2019, di MNC Studios, Kebon Jeruk Jakarta, Jumat (15/2/2019) malam.</p>
<p>Dalam akun Youtube Miss Indonesia, ketiga mahasiswa ini ungkapkan motivasinya untuk menjadi Miss Indonesia 2019. “Saya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk melestarikan seni budaya, terutama seni musik dan menghilangkan paradigma negatif masyarakat terhadap seniman wanita Indonesia untuk meningkatkan kualitas karya seni bangsa,” ungkap Jasica Novalia Devi yang merupakan perwakilan Provinsi Gorontalo yang tergabung dalam Ubaya Modeling School (UMS).</p>
<p>Sementara dengan menggunakan bahasa Inggris, Elizabeth Fortuna selaku perwakilan Provinsi Kalimantan Timur memiliki motivasi lain. “Sadarilah masyarakat Indonesia akan pentingnya peran wanita yang kuat dan berani untuk menjadi pelopor kualitas hidup, untuk memberikan perubahan yang hebat dalam skala besar, terutama di Indonesia,” ujar Elizabeth.</p>
<p>Selanjutnya, Stefania Christina yang merupakan perwakilan Provinsi Maluku Utara memiliki fokus kepada generasi muda. “Motivasi saya adalah ingin membantu membangun perilaku karakter anak muda, terutama wanita agar menjadi wanita yang smart, mandiri, percaya diri, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi,” cerita Stefania.</p>
<p>Dilansir dari www.missindonesia.co.id, ajang Miss Indonesia 2019 mencari wanita Indonesia yang senantiasa mengutamakan karakter beauty with a purpose, yakni wanita yang selain cantik dan cerdas juga dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat sekitarnya.</p>
<p>&#8220;Kami mendukung penuh segala kegiatan positif yg dilakukan mahasiswa. Ajang ini juga merupakan implementasi dari learning beyond the classroom,&#8221; ujar Hayuning Purnama Dewi, Humas Ubaya, Minggu (17/2/2019). Rangkaian audisi telah digelar di empat kota besar Indonesia, mulai September hingga Oktober 2018. Acara Malam Puncak Miss Indonesia 2019 akan dipandu oleh Daniel Mananta, Robby Purba dan Amanda Zevannya. <strong>(ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78551</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Ubaya Bikin Lonceng Natal Raksasa dari Jajanan Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-ubaya-bikin-lonceng-natal-raksasa-dari-jajanan-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2018 12:02:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[hari natal]]></category>
		<category><![CDATA[Jajanan Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Ubaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/69994-mahasiswa-ubaya-bikin-lonceng-natal-raksasa-dari-jajanan-tradisional</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Menyambut Hari Natal yang jatuh pada 25 Desember, mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya) membuat sebuah karya lonceng natal raksasa yang terbuat dari ratusan kue tradisional, yaitu kue Cenil, Lupis, Klepon, Ongol-ongol dan Gethuk. Lonceng natal yang didominasi oleh warna merah dan putih ini, bertemakan Nuansa Nusantara. Lonceng Natal raksasa yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Menyambut Hari Natal yang jatuh pada 25 Desember, mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya) membuat sebuah karya lonceng natal raksasa yang terbuat dari ratusan kue tradisional, yaitu kue Cenil, Lupis, Klepon, Ongol-ongol dan Gethuk. Lonceng natal yang didominasi oleh warna merah dan putih ini, bertemakan Nuansa Nusantara. </p>
<p>Lonceng Natal raksasa yang disusun oleh Florentina Tiffany sebagai Dosen Fakultas Industri Kreatif bersama tiga mahasiswa, yakni Fabiana Giovani (2015), Eunike Hermawan (2015) dan Refsi Fenny Utomo (2016) berkonsep terhadap budaya di Indonesia yang sudah sejak lama dimasukan ke mata kuliah. Dari cerita-cerita mengenai seringnya perayaan natal dengan kue tart atau cookis, padahal indonesia masih memiliki jajanan tradisional. </p>
<p>&#8220;Dari situ muncul ide buat lonceng besar, tapi disusun dari kue tradisional. Belinya juga di pasar tradisional dan penjual kue-kue tradisional di sekitar Ubaya,&#8221; kata Florentina di Gedung International Village Ubaya, Jumat (22/12). </p>
<p>Beragam kue tradisional sengaja dipilih guna menampilkan warna yang diinginkan. Cenil berwarna merah untuk bagian pita, lupis berwarna putih di bagian lonceng, klepon berwarna hijau untuk bagian daun, gethuk warna kuning pada bagian dalam lonceng dan ongol-ongol berwarna hitam sebagai outline mempertegas bentuk Lonceng Natal Raksasa.</p>
<p>Florentina juga mengatakan, jika lonceng yang biasanya berwarna merah dan kuning. Kini di ubah menjadi merah dan putih, tetap mendominasi karya unik berukuran 2,5m x 2,5m, yang disertai dengan tulisan ‘Semarak Nusantara, Rayakan Natal 2018’.</p>
<p>&#8220;Merayakannya dengan spirit nusantaranya yang kita bawa, supaya anak-anak muda juga tertarik akan kue-kue tradisional dengan banyak macam-macam,&#8221; ujarnya. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">69994</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ubaya Raih Penghargaan Terbaik II Perguruan Tinggi Non Vokasi</title>
		<link>https://memontum.com/ubaya-raih-penghargaan-terbaik-ii-perguruan-tinggi-non-vokasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2018 12:58:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Ubaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/69382-ubaya-raih-penghargaan-terbaik-ii-perguruan-tinggi-non-vokasi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Wakil Rektor III Universitas Surabaya (Ubaya) Ir. Hudiyo Firmanto, M.Sc., Ph.D. menerima Penghargaan Terbaik II Perguruan Tinggi Non Vokasi Kategori Institusi Kemahasiswaan di Malam Anugerah Kemahasiswaan II 2018. Acara digelar oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Belmawa Kemenristekdikti) RI, 14 Desember 2018, di Auditorium Gedung D [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya </strong>&#8211; Wakil Rektor III Universitas Surabaya (Ubaya) Ir. Hudiyo Firmanto, M.Sc., Ph.D. menerima Penghargaan Terbaik II Perguruan Tinggi Non Vokasi Kategori Institusi Kemahasiswaan di Malam Anugerah Kemahasiswaan II 2018. Acara digelar oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Belmawa Kemenristekdikti) RI,  14 Desember 2018, di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta.</p>
<p>Didin Wahidin, selaku Direktur Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI memberikan penghargaan kepada para pemenang yang terdiri dari berbagai kategori di antaranya, Kategori Perguruan Tinggi Non Vokasi, Kategori Prestasi Non-lomba terbaik, Prestasi Mandiri Terbaik, Prestasi Pengelolaan Beasiswa Bidikmisi Terbaik dan Prestasi Pusat Karir Terbaik.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/WhatsApp-Image-2018-12-19-at-11.09.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-69383" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/WhatsApp-Image-2018-12-19-at-11.09.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/WhatsApp-Image-2018-12-19-at-11.09.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/WhatsApp-Image-2018-12-19-at-11.09.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Kami bangga karena Ubaya meraih penghargaan kedua terbaik se-Indonesia. Secara institusional, yang kami bangun di kemahasiswaan sudah berada di jalur yang benar. Walau memang harus ada penyempurnaan dari waktu ke waktu secara berkesinambungan,“ ujar Ir. Hudiyo Firmanto, M.Sc., Ph.D, Rabu (19/12).</p>
<p>Ubaya meraih penghargaan terbaik II, setelah Universitas Gadjah Mada yang berada di posisi I. Kegiatan Kemahasiswaan di Era Revolusi Industri 4.0 menjadi tema pada Malam Anugerah Kemahasiswaan II 2018. </p>
<p>“Hal ini sebagai upaya memunculkan kegiatan kemahasiswaan yang berlandaskan pada revolusi industri 4.0,” jelas Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Prof. Dr. Ismunandar saat memberikan sambutan.</p>
<p>Ismunandar menambahkan jika penghargaan diberikan kepada mereka yang selama ini berkontribusi terhadap kegiatan kemahasiswaan, baik yang berhubungan langsung dengan Kemristekdikti ataupun tidak. Menurutnya, terdapat satu poin penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa. </p>
<p>“Jika hidup di era ini, kita harus siapkan mahasiswa mengenai kreativitas,” pesan Ismunandar.</p>
<p>Terdapat sepuluh kriteria penilaian yaitu Kelembagaan Bidang Kemahasiswaan, Regulasi Pembinaan Mahasiswa, Alokasi Dana Kemahasiswaan, Beasiswa, Asuransi Kesehatan, Konseling, Sarana-Prasarana Kegiatan Kemahasiswaan, Pembinaan Mental Kebangsaan, Pembinaan Kewirausahaan hingga Pembinaan Pusat Karir, serta Tracer Study.</p>
<p>“Semoga kedepannya kami bisa meraih prestasi-prestasi berikutnya. Yang terpenting, kami ingin mengembangkan aktivitas kemahasiswaan untuk memperkuat karakter dan softskill mahasiswa, agar kemahasiswaan memberikan alternatif kegiatan di luar kampus yang bermanfaat,” tambah Hudiyo.</p>
<p>Pada akhir sambutannya, Ismunandar mengatakan jika acara Malam Anugerah Kemahasiswaan II 2018 digelar sebagaibentuk apresiasi terhadap peran besar yang diberikan oleh Institusi. Semua kerjasama yang dilakukan bertujuan untuk membuat Indonesia lebih baik, lebih cerah di masa depan. <strong>(ano/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">69382</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
