<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>udara &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/udara/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Aug 2023 10:41:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>udara &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Atasi Kualitas Udara, Wali Kota Malang Imbau Kurangi Penggunaan Kendaraan Bermotor</title>
		<link>https://memontum.com/atasi-kualitas-udara-wali-kota-malang-imbau-kurangi-penggunaan-kendaraan-bermotor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bermotor]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196413</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, menghimbau masyarakat Kota Malang untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Hal itu dilakukan, guna untuk mengatasi isu kualitas udara yang saat ini tengah merisaukan. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, menyampaikan jika imbauan tersebut juga sejalan dengan arahan dari Pemerintah pusat, terutama di wilayah perkotaan. Sehingga, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, menghimbau masyarakat Kota Malang untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Hal itu dilakukan, guna untuk mengatasi isu kualitas udara yang saat ini tengah merisaukan.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, menyampaikan jika imbauan tersebut juga sejalan dengan arahan dari Pemerintah pusat, terutama di wilayah perkotaan. Sehingga, diharapkan transportasi massal yang ada terus dikuatkan.</p>



<p>“Kalau di perkotaan, kita utamakan untuk mengurangi kendaraan bermotor. Harapannya, transportasi massal ini bisa terus kita kuatkan,” kata Wali Kota Sutiaji, Selasa (22/08/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan Sutiaji jika kualitas udara di Kota Malang, saat ini dikatakan baik dan tidak mengkhawatirkan. Sehingga, dapat diterima oleh manusia, hewan dan tumbuhan yang ada.</p>



<p>“Kondisi udara di Kota Malang ini sedang, baik, sehingga kita tidak perlu risau dan tidak perlu menerapkan kerja dari rumah (WFH) bagi ASN atau siapa saja,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Pemkot Malang juga selalu melakukan pemantauan secara rutin, melalui website satu data dari Kementerian Pusat. Dimana pada website tersebut, selalu memperbarui dan membagikan kualitas udara di Kota Malang setiap satu jam sekali.</p>



<p>“Kita selalu melakukan pemantauan, karena juga bisa kita lihat melalui website yang ada dari kementerian. Kita bekerja juga tidak perlu gembar-gembor,” imbuh Sutiaji.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan jika dibutuhkan tindakan kolektif dalam menjaga kualitas udara. Seperti memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan uji emisi dan melakukan pemantauan secara periodik terhadap tekanan udara serta kualitas udara secara keseluruhan.</p>



<p>“Tentu kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas udara. Terutama dalam menghadapi fenomena perubahan iklim dan El Nino. Kemudian, dengan pemantauan yang lebih cermat juga dapat merespon indeks udara dengan lebih efektif,” tambah Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196413</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Indeks Kualitas Udara di Kota Malang Masih Baik, DLH Tekankan Pengawasan dan Penjagaan</title>
		<link>https://memontum.com/indeks-kualitas-udara-di-kota-malang-masih-baik-dlh-tekankan-pengawasan-dan-penjagaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2023 13:10:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[baik,]]></category>
		<category><![CDATA[indeks]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masih]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[penjagaan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194239</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Tri Santoso, mengungkap bahwa kualitas udara di Kota Malang saat ini terbilang baik. Hal tersebut, diukur berdasarkan indeks kualitas udara yang saat ini berada di angka 80. Pria yang kerap disapa Trisan, itu menjelaskan jika untuk mengukur kualitas udara dibutuhkan dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Tri Santoso, mengungkap bahwa kualitas udara di Kota Malang saat ini terbilang baik. Hal tersebut, diukur berdasarkan indeks kualitas udara yang saat ini berada di angka 80.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Trisan, itu menjelaskan jika untuk mengukur kualitas udara dibutuhkan dua metode. Pertama, metode pasif dengan menggunakan alat detektor yang dipasang di beberapa titik selama 14 hari. Kedua, pengujian secara aktif yang dilakukan langsung di pinggir jalan yang rawan kemacetan, kawasan permukiman, kawasan perdagangan dan jasa, serta kawasan perkantoran di 27 titik pantau.</p>



<p>“Hasil yang kami dapatkan di Kota Malang, berdasarkan indeks kualitas udaranya itu masih di kisaran 80. Kalau indeks di atas angka 70 itu dikatakan baik, kemudian kalau 90-100 itu sangat baik. Jadi ada lima kategori. Alhamdulillah, kita ada di level baik,” jelas Trisan saat ditemui di Simpang Balapan Jalan Besar Ijen Kota Malang, Selasa (25/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meskipun kualitas udara saat ini di Kota Malang telah dianggap baik, namun DLH Kota Malang mengimbau agar masyarakat tidak terlena. Sebab, kualitas udara tersebut perlu dijaga dengan melakukan monitoring secara terus-menerus dan menjalankan langkah-langkah pengendalian. Seperti, menjaga ruang terbuka hijau (RTH), memperhatikan jenis pohon yang ditanam serta menghindari pembakaran sampah.</p>



<p>“Karena kalau tidak dijaga, maka nantinya akan turun kualitas udara di Kota Malang. Sehingga, harus dilakukan monitoring dan tetap menjaga,” katanya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan bahwa indeks 80 tersebut, dihitung dalam durasi satu tahunan dan kualitas udara Kota Malang dalam beberapa tahun terakhir tergolong stabil. Namun, stabilitas tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti mobilitas tinggi yang dapat mempengaruhi kondisi kualitas udara.</p>



<p>“Stabilnya Kota Malang itu masih di kisaran baik, ada juga kejadian menurun namun seluruhnya akan terpengaruh dengan kondisi yang dilakukan oleh masyarakat. Tetapi, Alhamdulillah Kota Malang masih hijau, masih bagus. Karena sebetulnya kondisi kualitas udara yang baik maka akan menjamin kondisi kesehatan seluruh warga,” tegas Trisan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194239</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan 2023, DLH Kota Malang Lakukan Pengecekan Gas Emisi Kendaraan</title>
		<link>https://memontum.com/evaluasi-kualitas-udara-perkotaan-2023-dlh-kota-malang-lakukan-pengecekan-gas-emisi-kendaraan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2023 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[emisi]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengecekan]]></category>
		<category><![CDATA[perkotaan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194165</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Langit Biru, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, melakukan kegiatan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) tahun 2023 di Simpang Balapan, Jalan Besar Ijen Kota Malang, Selasa (25/07/2023) pagi tadi. Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut untuk mengetahui kualitas udara dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Langit Biru, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, melakukan kegiatan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) tahun 2023 di Simpang Balapan, Jalan Besar Ijen Kota Malang, Selasa (25/07/2023) pagi tadi.</p>



<p>Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut untuk mengetahui kualitas udara dari sektor transportasi yang diakibatkan oleh kendaraan dan juya memberikan laporan mengenai kualitas udara di Kota Malang. &#8220;Ekup 2023 ini diselenggarakan dalam rangka memperingati langit biru, yang merupakan salah satu proram pencemaran udara yang dicanangkan oleh Kementerian Hidup dan Kehutanan. Melalui kegiatan ini juga untuk memberikan akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat tentang kualitas udara di perkotaan dan mendorong pemerintah kota dalam menerapkan kebijaksanaan transportasi yang berkelanjutan,” jelas Rahman.</p>



<p>Ditambahkan Rahman, jika dalam pelaksanaan tersebut nantinya akan dilakukan selama tiga hari hingga Kamis (25/07/2023) mendatang. Itu ditargetkan ada tiga ribu kendaraan yang dilakukan pengecekan.</p>



<p>“Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB, bertempat di jalan arteri sekunder, seperti di Simpang Balapan Jalan Besar Ijen Kota Malang, kemudian besok di Jalan Trunojoyo di depan stasiun, lalu di Jalan Mayjend Sungkono di depan Gor Ken Arok. Target kami spot cek adalah mengukur emisi gas buang kendaran roda empat atau lebih dengan berbahan bakar bensin atau solar,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan, Tri Santoso, mengatakan jika Ekup sendiri terdiri dari beberapa jenis kegiatan yaitu uji emisi, instrumen traffic counting (penghitungan volume kendaraan pada satu ruas jalan tertentu,red) dan uji kualitas bahan bakar.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Ini seluruh kendaraan kita arahkan ke satu titik di tempat pengujian, untuk dua jenis sumber bahan bakar, yakni bensin dan solar, nanti masing-masing alat ujinya juga berbeda. Kemudian yang diuji adalah kualitas gas buangnya. Nah berdasarkan peraturan, itu kualitas gas buangnya tentu dibedakan. Kalau sudah keluar hasil uji dari alatnya itu nanti akan kami berikan, sekaligus kalau dia memenuhi standar yang berarti lolos uji emisi, itu akan kami berikan stiker penanda bahwa lolos uji emisi tahun 2023,” tutur pria yang kerap disapa Trisan.</p>



<p>Kemudian, dikatakan jika dalam instrumen traffic counting atau penghitungan volume kendaraan pada satu ruas jalan, memiliki tujuan untuk melakukan penghitungan atau mengetahui kondisi layanan jalan. Apakah jalan tersebut memenuhi standar untuk bisa dilalui dengan tidak terjadi kemacetan.</p>



<p>Lebih lanjut, uji kualitas bahan bakar, diambil di beberapa sampling SPBU untuk diuji kualtasnya. Karena DLH, ingin mengetahui kondisi bahan bakar dan pengaruhnya terhadap kualitas gas buangnya.</p>



<p>“Sehingga dalam Ekup ini ada tiga kegiatan. Jadi secara total, kita akan mengetahui kondisi udara di Kota Malang ini dipengaruhi oleh gas BBM apakah masih baik atau tidak. Karena ini adalah sebagai bagian dari monitoring pemerintah untuk mengetahui kondisi perubahan iklim yang dipengaruhi oleh gas rumah kaca,” tambahnya.</p>



<p>Untuk mengetahui hasil Ekup sendiri, pihaknya menyampaikan bahwa itu tidak bisa langsung diketahui. Untuk hasil uji bahan bakar sendiri, akan menyesuaikan dengan hasil lab yang rata-rata selama 14 hari. Kemudian, untuk traffic counting bisa diketahui tiga hari ke depan.</p>



<p>“Untuk kendaraan yang tidak lolos, kami langsung sosialisasikan kepada pengendara bahwa kondisi kendaraannya tidak sehat. Sehingga pengendara harus melakukan perbaikan di bengkel, pengecekan ulang kondisi mesin, servis, karena ketika kondisi kendaraan itu tidak sehat maka salah satu dampak yang paling jelas adalah dia akan boros bahan bakar,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga menggandeng beberapa pihak terkait, diantaranya seperti pihak Dishub Kota Malang, kemudian beberapa dealer di Kota Malang, Pertamina dan beberapa pihak-pihak terkait. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194165</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
