<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>UM &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/um/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Feb 2021 13:21:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>UM &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ketua MA Turut serta dalam memberikan kuliah umum secara virtual</title>
		<link>https://memontum.com/ketua-ma-turut-serta-dalam-memberikan-kuliah-umum-secara-virtual</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2021 03:32:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135269</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta – Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. Syarifuddin, S.H., M.H memberikan kuliah umum, dengan topik “Era Baru Dunia Peradilan Peluang Dan Tantangannya  Bagi Dunia Pendidikan Hukum”. Kerjasama Pusat Studi Syari’ah dan Konstitusi dan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta,  berlangsung secara virtual di ruang kerja Ketua Mahkamah Agung RI, lantai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> – Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. Syarifuddin, S.H., M.H memberikan kuliah umum, dengan topik “Era Baru Dunia Peradilan Peluang Dan Tantangannya  Bagi Dunia Pendidikan Hukum”. Kerjasama Pusat Studi Syari’ah dan Konstitusi dan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta,  berlangsung secara virtual di ruang kerja Ketua Mahkamah Agung RI, lantai 13 pada Selasa (23/02).</p>



<p>Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. Syarifuddin, S.H., M.H, dalam sambutannya menyampaikan sebagai lembaga peradilan tertinggi di Indonesia, Mahkamah Agung telah merespons pandemi ini melalui berbagai kebijakan dan terobosan yang membantu pencari keadilan dan berusaha mengatasi segala hambatan dan rintangan untuk dapat tercapainya peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan, dengan tetap berpijak pada asas “<em>salus populi suprema lex esto</em>” (keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi). Tidak hanya itu, momentum pandemi juga dimanfaatkan oleh Mahkamah Agung sebagai waktu yang tepat untuk mengakselerasi pemanfaatan teknologi informasi untuk diabdikan bagi penyelenggaraan peradilan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/02/IMG_0628.jpg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-135271" width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG_0628.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG_0628.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG_0628.jpg?resize=400%2C267&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p>Pemanfaatan media dan ruang digital untuk penyelenggaraan peradilan ini, sepenuhnya telah mengubah wajah peradilan Indonesia secara signifikan, menuju peradilan modern berbasis teknologi informasi. &#8220;Dalam konteks ini, terjadi perubahan paradigma yang besar tentang hakikat “pengadilan” yang tidak lagi dipandang sebagai sebuah gedung “bangunan”, tapi lebih pada “layanan” yang prima dan berkualitas untuk mencapai keadilan,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan, sebagai produsen Sarjana Hukum, keberhasilan pendidikan tinggi hukum di masa depan, tidak lagi diukur dengan parameter kemampuan menghafal teori-teori hukum saja, tapi juga pada ketrampilan berhukum dengan segala perkembangannya,&nbsp; termasuk&nbsp; integrasi&nbsp; teknologi digital ke dalam proses penegakan hukum.</p>



<p>Pria kelahiran Baturaja ini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap civitas akademica Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, meski di tengah suasana keprihatinan akibat pandemi Covid-19 yang hingga saat ini mengancam kesehatan umat manusia, namun tidak melumpuhkan semangat untuk terus belajar dan mengasah intelektualitas di berbagai disiplin keilmuan, termasuk di bidang hukum sebagaimana yang dilaksanakan pada kegiatan ini, dan mengajak agar disiplin mematuhi protokol kesehatan, minimal dengan menerapkan pola 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) sebagai bentuk ikhtiar bersama memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 yang mematikan ini.</p>



<p>Di akhir sambutannya Syarifuddin mengucapkan selamat kepada segenap civitas akademica UIN Sunan Kalijaga, yang telah menggagas studium generale ini. “Sebagai salah satu organ pendidikan hukum, saya mengapresiasi kampus ini karena telah begitu banyak melahirkan alumni yang berkiprah di dunia hukum dan peradilan, serta saya sendiri pernah menjadi karyawan pada perpustakaan kampus ini pada tahun 1980, yang saat itu masih bernama “IAIN Sunan Kalijaga. Saya berharap bersama-sama berkontribusi secara maksimal melalui peran yang di emban baik di dunia akademik maupun praktis dalam rangka membangun dan memajukan Negara Hukum Indonesia,” ujarnya. </p>



<p>Di akhir sambutannya Syarifuddin mengucapkan selamat kepada segenap civitas akademica UIN Sunan Kalijaga, yang telah menggagas studium generale ini. “Sebagai salah satu organ pendidikan hukum, saya mengapresiasi kampus ini karena telah begitu banyak melahirkan alumni yang berkiprah di dunia hukum dan peradilan, serta saya sendiri pernah menjadi karyawan pada perpustakaan kampus ini pada tahun 1980, yang saat itu masih bernama “IAIN Sunan Kalijaga. Saya berharap bersama-sama berkontribusi secara maksimal melalui peran yang di emban baik di dunia akademik maupun praktis dalam rangka membangun dan memajukan Negara Hukum Indonesia,” ujarnya. <strong>(enk/photo: pn)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135269</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Proses 14 Tahun, Lahirkan Buku Tentang Budaya Topeng Malang</title>
		<link>https://memontum.com/proses-14-tahun-lahirkan-buku-tentang-budaya-topeng-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2021 05:50:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[ISI]]></category>
		<category><![CDATA[Topeng Malang]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132195</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejarah dan budaya menjadi warisan yang sarat akan nilai. Di Kota Malang sendiri juga memiliki banyak kesenian yang membuat kota ini menjadi gudangnya seni. Salah satu diantaranya adalah Wayang Topeng Malang yang perkembangannya sangat dinamis. Hal tersebut membuat Koordinator Prodi Pascasarjana Keguruan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejarah dan budaya menjadi warisan yang sarat akan nilai. Di Kota Malang sendiri juga memiliki banyak kesenian yang membuat kota ini menjadi gudangnya seni. Salah satu diantaranya adalah Wayang Topeng Malang yang perkembangannya sangat dinamis.</p>



<p>Hal tersebut membuat Koordinator Prodi Pascasarjana Keguruan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM), Dr Robby Hidajat M Sn, tergugah untuk lakukan penelitian. Dirinya aktif menerbitkan buku yang mengangkat seni topeng Malangan.</p>



<p>Sejauh ini, sudah lima buku yang berhasil ditulis Robby. Terbaru, dirinya menulis &#8216;Dari Panggung ke Panggung Perkembangan Wayang Topeng Malang&#8217;.</p>



<p>Diakuinya, proses penulisan buku yang dilaunching terbatas pada November 2020 ini adalah yang terlama. &#8220;Saya mulai menulis buku ini sejak 2004, prosesnya paling lama dibanding ke 5 buku lainnya yang pernah saya tulis. Saya nambah lagi, revisi, lalu tulis ulang,&#8221; cerita Robby saat ditemui wartawan.</p>



<p>Lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) ini menjelaskan bahwa fungsi primer wayang topeng adalah sebagai sarana ritual tradisional. Pagelaran dilakukan di latar-latar punden pada saat kegiatan bersih desa, ruwatan, atau nadhar.</p>



<p>Namun, seiring dengan perkembangan dinamika masyarakat, perkumpulan wayang topeng yang semula dibina oleh desa, saat ini menjadi milik perseorangan.</p>



<p>&#8220;Masyarakat memfungsikan sebagai usaha jasa hiburan. Mereka menggelar pertunjukan di panggung-panggung untuk menghibur penonton,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Bahkan, menurut penuturan pria berkaca mata itu, beberapa perkumpulan topeng malangan tampil di panggung, televisi, festival-festival budaya, dan berbagai acara yang diselenggarakan untuk memeriahkan sebuah kegiatan.</p>



<p>Baginya, &#8216;Dari Panggung ke Panggung Perkembangan Wayang Topeng Malang&#8217; adalah realitas perkembangan sosial masyarakat seni pertunjukan tradisional di Malang.</p>



<p>&#8220;Mereka secara simultan telah memasuki wilayah-wilayah jasa hiburan untuk kegiatan yang bersifat ekonomis. Ini perlu dilestarikan,&#8221; tandas Robby. <strong>(cw1/sit)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132195</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UM Torehkan Prestasi di KMI XI 2020 Kemendikbud RI</title>
		<link>https://memontum.com/um-torehkan-prestasi-di-kmi-xi-2020-kemendikbud-ri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2020 06:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[KMI]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=129398</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengukir prestasi di perhelatan Mahasiswa tingkat Nasional yang diadakan oleh Kemendikbud RI. Adalah Kontingen UM dalam Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) XI 2020, yang berhasil meraih prestasi di perlombaan daring yang diorganisir dan disiarkan langsung dari Podomoro University Jakarta, pada 4-5 Desember 2020. Dalam perlombaan Kegiatan Bisnis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengukir prestasi di perhelatan Mahasiswa tingkat Nasional yang diadakan oleh Kemendikbud RI. Adalah Kontingen UM dalam Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) XI 2020, yang berhasil meraih prestasi di perlombaan daring yang diorganisir dan disiarkan langsung dari Podomoro University Jakarta, pada 4-5 Desember 2020.</p>
<p>Dalam perlombaan Kegiatan Bisnis Manajemen Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2020 itu, UM berhasil mendapatkan 3 juara. Masing-masing, Juara I Bidang Teknologi dengan judul &#8216;Zenbox Smart Farming, Pertanian Berbasis Ubiquitous Smart Farming System&#8217;, Juara I Bidang Makanan dan Minuman dengan judul &#8216;Zilotus Imunostimulus, Minuman Infused Water Berbahan Dasar Plasmanutfah Sebagai Peningkat Daya Tahan Tubuh&#8217; dan Juara III Bidang Produksi dengan judul &#8216;CV Emdea Cipta Karya, Produsen Pakaian Berbasis Teknologi&#8217;.</p>
<p>Selain itu, dalam event ini Andreas Syah Pahlevi, S. Sn, M. Sn, juga mendapatkan penghargaan sebagai Pendampingan Wirausaha Mahasiswa Indonesia (PWMI) terbaik. Andreas mengungkapkan, bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras dari semua pihak. Diantaranya, dukungan penuh tim.</p>
<p>&#8220;Saya rasa ini bukan dari kerja saya seorang diri. Di tim pengembang kewirausahaan, ada bapak ibu dosen dan dibantu juga oleh tim solid dari kemahasiswaan UM yang cepat tanggap dalam menghandle penyiapan meskipun dengan keadaan sekarang harus serba online,” katanya.</p>
<p>Wakil Rektor III UM Bidang Kemahasiswaan, Dr. Mu’arifin, M. Pd, mengungkapkan bahwa kesiapan adaptasi di masa pandemi menjadi kunci. “Jadi prestasi prestasi perguruan tinggi di KMI tahun ini, tergantung kesigapan mereka menghadapi pandemi Covid-19. Dari yang biasanya luring, menjadi serba daring,&#8221; paparnya.</p>
<p>Ditambahkan Mu’arifin, dalam waktu dekat ini akan diadakan refleksi akhir tahun terhadap tim pengembang bidang-bidang kemahasiswaan. Mulai dari tim penalaran, tim teknologi, tim kewirausahaan, tim keagamaan atau kerohanian dan juga para pembimbing ORMAWA, akan kami ajak evaluasi bersama.</p>
<p>&#8220;Tujuannya, agar ke depan prestasi kemahasiswaan semakin meningkat dan organisasinya berfungsi optimal demi mengharumkan mana UM,” tegas Mu&#8217;arifin. <strong>(hms/cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">129398</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UB dan UM Gelar PKKMB Daring</title>
		<link>https://memontum.com/ub-dan-um-gelar-pkkmb-daring</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2020 10:19:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[daring]]></category>
		<category><![CDATA[maba]]></category>
		<category><![CDATA[PKKMB]]></category>
		<category><![CDATA[UB]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123988</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Akibat adanya pandemi yang tak kunjung usai, Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) melakukan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) secara daring. Saat ini, UB tengah menggelar PKKMB di Fakultas masing-masing. PKKMB Fakultas ini bakal digelar 21-22 September 2020. Sebelumnya, pelaksanaan serupa juga dilakukan PKKMB Universitas Brawijaya. Sementara kegiatannya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Akibat adanya pandemi yang tak kunjung usai, Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) melakukan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) secara daring.</p>
<p>Saat ini, UB tengah menggelar PKKMB di Fakultas masing-masing. PKKMB Fakultas ini bakal digelar 21-22 September 2020. Sebelumnya, pelaksanaan serupa juga dilakukan PKKMB Universitas Brawijaya. Sementara kegiatannya, pada Sabtu dan Minggu (19-20/09).</p>
<p>&#8220;Sistemnya memang dibangun seperti itu. Sehingga, mereka tidak bisa melakukan interaksi verbal langsung. Semua perintah dan pernyataan dilakukan secara chat,&#8221; kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UB, Prof Dr Drs Abdul Hakim MSi.</p>
<p>Abdul menambahkan, kampus yang berada di jalan veteran tersebut berkolaborasi dengan Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Teknologi Informasi dan Komunikasi miliknya dan juga berkolaborasi dengan UB TV, tim khusus dari Staf Ahli Wakil Rektor III, serta panitia RAJA Brawijaya dari unsur mahasiswa. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying secara verbal.</p>
<p>&#8220;Agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan terkontrol. Kami juga melibatkan 64 operator sesuai jumlah klaster mahasiswa baru tahun 2020,” tambah Abdul.</p>
<p>Kegiatan PKKMB merupakan Rangkaian Acara Jelajah Almamater Universitas Brawijaya (RAJA Brawijaya) Online 2020</p>
<p>Total diikuti oleh 14.492 Mahasiswa baru. Dimana dalam pelaksanaannya maba dibagi kedalam 64 klaster, dengan masing-masing klaster terdiri dari 250 maba. Setiap klaster dibimbing seorang operator ataupun panitia dari mahasiswa yang bertugas memastikan Maba dapat mengikuti seluruh rangkaian acara PKKMB dengan baik.  <strong>(mg1/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123988</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UM Bekali Wawasan Kebangsaan, Melengkapi Pendidikan Kompetensi</title>
		<link>https://memontum.com/um-bekali-wawasan-kebangsaan-melengkapi-pendidikan-kompetensi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2019 00:16:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan Kebangsaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/82625-um-bekali-wawasan-kebangsaan-melengkapi-pendidikan-kompetensi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wawasan kebangsaan harus menjadi ruh pendidikan baik dalam sekolah dan kampus saat ini. Tak lagi dogmatis, namun menjiwai kiprah pendidikan. Selain menguasai kompetensi pendidikan, diharapkan mahasiswa sebagai generasi muda milenial harus menguasai wawasan kebangsaan yang kokoh agar mampu menghadapi tantangan apapun. &#8220;Kami merasa bertanggungjawab atas Pancasila sebagai landasan etimologi di semua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Wawasan kebangsaan harus menjadi ruh pendidikan baik dalam sekolah dan kampus saat ini. Tak lagi dogmatis, namun menjiwai kiprah pendidikan. Selain menguasai kompetensi pendidikan, diharapkan mahasiswa sebagai generasi muda milenial harus menguasai wawasan kebangsaan yang kokoh agar mampu menghadapi tantangan apapun.</p>
<p>&#8220;Kami merasa bertanggungjawab atas Pancasila sebagai landasan etimologi di semua bidang, khususnya pendidikan sebagai landasan dasar. Hakikat pendidikan untuk hidup, harus berbasis pada kehidupan yaitu Pancasila. Pendidikan nasional harus sesuai visi misi kebangsaan yang tak lepas dari pendidikan karakter. Agar tidak terlalu mudah terpengaruh ideologi dari barat. Meski sebagian besar pakar ideologi dari barat,&#8221; ungkap Plt Kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd.</p>
<p><div id="attachment_82626" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-82626" decoding="async" class="size-full wp-image-82626" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_6111-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Rektor UM Prof. Dr. AH. Rofi'uddin, M.Pd., memberikan cinderamata kepada Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_6111-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_6111-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_6111-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_6111-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_6111-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-82626" class="wp-caption-text"><strong>Rektor UM Prof. Dr. AH. Rofi&#8217;uddin, M.Pd., memberikan cinderamata kepada Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. (rhd)</strong></p></div></p>
<p>Hariyono menyebut sejumlah pakar ideologi dunia, seperti penganut kapitalis, marxisme, konstruksi diri, dan lainnya. Namun, melalui ideologi Pancasila semakin jelas, dimana semakin tumbuh subur jika diedukasi dan dipupuk dalam mahasiswa. Sehingga Pancasila sebagai basis kehidupan berdasarkan nilai kearifan lokal.</p>
<p>&#8220;Sebagian milenial kurang wawasan kebangsaannya, karena lebih mudah terpengaruh barat. Sehingga pendidikan wawasan kebangsaan seperti ini sangat diperlukan, untuk menguatkan akar kebangsaan sebagai warisan sosial budaya dan politik,&#8221; tambah mantan Wakil Rektor I UM ini.</p>
<p>Seminar Nasional dengan tema &#8220;Pendidikan Berwawasan Kebangsaan pada Era Indusri 4.0: Tinjauan Kesejarahan, Kekinian, dan Masa Depan&#8221;, yang dihelat di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), Senin (8/4/2019), selain menghadirkan Plt Kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, juga menghadirkan Rektor UINSA, Prof. Masdar Hilmy, M.A.,Ph.D.</p>
<p>&#8220;Makna pendidikan tidak hanya di dalam kelas, namun supporting formal dan non formal. UM harus bisa menyiapkan lulusan menghadapi tantangan dalam ketidakpastian, khususnya revolusi industri 4.0. Karena sebagai milenial, mau tidak mau harus menghadapi. UM diamanati sebagai pusat inovasi pembelajaran. Sekaligus pembekalan wawasan kebangsaan yang harus dimiliki mahasiswa di era saat ini,&#8221; terang Rektor UM Prof. Dr. AH. Rofi&#8217;uddin, M.Pd.</p>
<p>Sementara itu, Dekan FIP, Prof. DR. Bambang Budi Wiyono, MPd, mengatakan seminar ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diikuti 1.700 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) jenjang S1-S3.</p>
<p>&#8220;Dimensi utamanya memiliki karakter yang baik, dan kompetensi yang komparatif. Bagaimana pendidikan kita dalam menghadapi revolusi industri 4.0? Harapannya dapat menambah wawasan untuk melengkapi kompetensi yang dimiliki mahasiswa,&#8221; tandas Bambang Budi. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">82625</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usai Tundukkan UIN, UM Melaju ke Nasional</title>
		<link>https://memontum.com/usai-tundukkan-uin-um-melaju-ke-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Sep 2018 13:02:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[LIMA Football]]></category>
		<category><![CDATA[McDonald’s East Java Conference]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Gelora Brantas]]></category>
		<category><![CDATA[UIN]]></category>
		<category><![CDATA[UM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=55830</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Stadion Gelora Brantas, Batu, kembali menjadi saksi kemenangan Universitas Negeri Malang (UM) dalam LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018. Pada laga terakhirnya di fase conference ini, UM sukses menundukkan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dengan skor akhir 3-1, Sabtu (15/9/2018). Di awal babak pertama, UIN [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Stadion Gelora Brantas, Batu, kembali menjadi saksi kemenangan Universitas Negeri Malang (UM) dalam LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018. Pada laga terakhirnya di fase conference ini, UM sukses menundukkan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dengan skor akhir 3-1, Sabtu (15/9/2018).</p>
<p>Di awal babak pertama, UIN Malang berinisiatif menekan UM. Namun, penguasaan bola tim asuhan Edy Bahwono tak bertahan lama. Justru UM langsung merebut kendali permainan. Pemain UM, Doni Dwi Janarko, mengambil inisiatif menembak di luar kotak penalti. Tembakan pemain bernomor punggung 22 di menit ke-33 itu sempat ditepis kiper UIN Malang, namun mental terlepas dan berhasil masuk ke gawang. Hingga peluit di babak pertama, UM unggul dengan skor 1-0.</p>
<p>Laga di babak kedua masih didominasi UM. Meski begitu, UIN Maliki tak menurunkan kualitas permainannya. Tim berkostum kuning itu sesekali menusuk pertahanan UM. Namun nasib berkata lain, justru UM mampu memanfaatkan serangan balik untuk mencetak gol kedua melalui pemain bernomor punggung 11,Vincentius Wiyang Guruh Wahyu. Dewi Fortuna sepertinya memayungi UM, kembali sepakan Vincentius pada menit ke-82 bersarang di gawang UIN Maliki. UM semakin unggul dengan skor 3-0 atas UIN Maliki. </p>
<p>Alih-alih mengejar ketertinggalan, memanfaatkan umpan tendangan bebas, Muhammad Kurniadai Bonesaputra (8), berhasil memecah kebuntuan UIN Maliki dengan 1 gol, satu menit sebelum laga berakhir. Skor 3-1 mengakhiri laga hari keenam kompetisi sepak bola antarmahasiswa itu.</p>
<p>Hasil ini mengunci satu tempat untuk UM di LIMA Football Nationals 2018. UM tercatat sebagai tim pertama yang lolos ke nasional. Fahrial mengaku bahwa ia tak akan memberikan porsi latihan yang berat kepada anak asuhnya. “Anak-anak sudah mulai menemukan kepercayaan diri dan ritme permainannya. Komunikasi antarpemain sudah mulai bagus dibandingkan dengan dua laga awal kami. Dengan persiapan ke nasional hanya dua hari, kami akan beristirahat, dan latihan ringan saja,” jelas Fahrial Amiq, pelatih UM. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55830</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
