<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Umat Hindu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/umat-hindu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Mar 2023 13:04:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Umat Hindu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ratusan Umat Hindu Malang Raya Lakukan Upacara Ngembak Geni di Candi Badut</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-umat-hindu-malang-raya-lakukan-upacara-ngembak-geni-di-candi-badut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Mar 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185537</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Warga Umat Hindu Malang Raya, usai melakukan perayaan Hari Raya Nyepi, pada Rabu (22/03/2023) kemarin, kini berlanjut dengan menggelar upacara Ngembak Geni di area Candi Badut, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (23/03/2023) siang. Dalam upacara tersebut, turut hadir Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, Ketua Parisada Hindu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Warga Umat Hindu Malang Raya, usai melakukan perayaan Hari Raya Nyepi, pada Rabu (22/03/2023) kemarin, kini berlanjut dengan menggelar upacara Ngembak Geni di area Candi Badut, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (23/03/2023) siang.</p>



<p>Dalam upacara tersebut, turut hadir Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, Putu Moda dan ratusan para umat Hindu Malang Raya.</p>



<p>Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, mengatakan bahwa Upacara Ngembak Geni dilakukan sebagai wujud syukur, karena sudah melalui Hari Raya Nyepi dengan Catur Bhrata penyepian. &#8220;Kami berkumpul melakukan Upacara Ngembak Geni ini untuk mengucapkan puji syukur kehadirat Sang Hyang Widi Wase, Tuhan Yang Maha Esa. Setelah itu, kita akan melakukan silaturahmi, maaf-maafan di antara sesama Umat Hindu,” ucap Made.</p>



<p>Kemudian, pihaknya berharap saat memasuki tahun Baru Saka 1945 ini, khususnya umat Hindu yang ada di Kota Malang, Malang Raya, maupun Indonesia, jauh akan lebih baik dari pada sebelumnya. Terlebih, menurutnya dalam menyambut pesta demokrasi.</p>



<p>“Semoga ke depan akan jauh lebih baik, apalagi sebentar lagi kita akan masuk dalam pesta demokrasi. Semua akan berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah dicanangkan dan kita bisa melalui itu semua dengan kebersamaan. Marilah semua bergandeng tangan dan saling silih mewangi, saling merangkul semua untuk menguatkan kita di hajat besar kita kedepan,” katanya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sumur-bor-hasil-tmmd-di-dusun-templek-kediri-akhirnya-keluarkan-air-bersih">Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-mudik-lebaran-mas-dhito-minta-dpupr-gerak-cepat-penanganan-jalan-berlubang">Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta DPUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hari-kedua-pencarian-jenazah-bocah-hanyut-di-sungai-kasin-berhasil-ditemukan">Hari Kedua Pencarian, Jenazah Bocah Hanyut di Sungai Kasin Berhasil Ditemukan</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, Putu Moda, mengatakan jika makna dari nyepi sendiri yaitu kontemplasi (renungan). Dimana, dalam kondisi keheningan, digunakan untuk mengintropeksi perjalanan seorang diri.</p>



<p>“Sehingga ini akan menjadi renungan untuk melihat baik secara individu, hubungan manusia dengan tuhannya, manusia dengan alam semesta, dan manusia dengan manusia. Itu disebut hening di dalam filsafat tri hita karana. Kita melihat tiga hubungan itu,” tutur Putu.</p>



<p>Sehingga menurutnya, pesan yang diambil melalui prosesi renungan tersebut yakni harus mencintai perbedaan, harus bersatu dalam perbedaan. Karena, dengan adanya rasa cinta itu menimbulkan kontrol satu sama lain.</p>



<p>“Tuhan sudah memberikan ke kita, seperti seorang laki-laki yang mencintai perempuan. Tidak mungkin laki-laki itu mencintai laki-laki, karena akan menimbulkan ketidakseimbangan alam. Kemudian, yang lebih beruntung mencintai yang kurang beruntung, yang punya jabatan harus mencintai yang tidak punya jabatan dan sebaliknya. Jadi kita mencintai perbedaan dengan rasa cinta,” imbuhnya.</p>



<p>Dalam upacara Ngembak Geni tersebut, para umat Hindu melakukan ritual doa dengan khusyu. Usai melakukan doa bersama, mereka juga melakukan salam-salaman antar umat, untuk saling mengucap permohonan maaf.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga telah diberikan penghargaan pada 10 perwakilan Ogoh-Ogoh, yang telah tampil pada Upacara Tawur Agung Kesanga, pada Selasa (21/03/2023) lalu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185537</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Pawai Ogoh-ogoh Umat Hindu Suku Tengger, Wabup Jatim Dinobatkan Jadi Warga Kehormatan</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-pawai-ogoh-ogoh-umat-hindu-suku-tengger-wabup-jatim-dinobatkan-jadi-warga-kehormatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Mar 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Emil Dardak]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai Ogoh-ogoh]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Wagub]]></category>
		<category><![CDATA[wagub jatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185558</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Ada yang menarik dalam Pawai Ogoh-ogoh Umat Hindu Suku Tengger di Kecamatan Tosari, Selasa (21/03/2023) sore. Yakni, kehadiran Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak, yang turut menghadiri perayaan Umat Hindu, sekaligus dinobatkan menjadi warga kehormatan Suku Tengger. Dalam prosesi penobatan sebagai warga kehormatan tersebut, ditandai dengan pemasangan udeng khas Tengger ke kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Ada yang menarik dalam Pawai Ogoh-ogoh Umat Hindu Suku Tengger di Kecamatan Tosari, Selasa (21/03/2023) sore. Yakni, kehadiran Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak, yang turut menghadiri perayaan Umat Hindu, sekaligus dinobatkan menjadi warga kehormatan Suku Tengger.</p>



<p>Dalam prosesi penobatan sebagai warga kehormatan tersebut, ditandai dengan pemasangan udeng khas Tengger ke kepala Wabup Emil. &#8220;Saya bangga sekali hadir sore ini dan matur suwon, karena telah dinobatkan sebagai warga kehormatan Suku Tengger,&#8221; kata Wabup Emil.</p>



<p>Dirinya juga menyebutkan, Pemerintah Jawa Timur mengapresiasi kegiatan yang dihadiri setidaknya oleh ribuan masyarakat ini. Dirinya pun menyebut, Pawai Ogoh-ogoh di Kecamatan Tosari ini adalah kebersamaan dan kreatifitas warga.</p>



<p>&#8220;Mewakili pemerintah Jawa Timur, saya merasa bahagia karena warga bisa memperingati kembali setelah sebelumnya terjadi Covid-19,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sumur-bor-hasil-tmmd-di-dusun-templek-kediri-akhirnya-keluarkan-air-bersih">Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-mudik-lebaran-mas-dhito-minta-dpupr-gerak-cepat-penanganan-jalan-berlubang">Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta DPUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hari-kedua-pencarian-jenazah-bocah-hanyut-di-sungai-kasin-berhasil-ditemukan">Hari Kedua Pencarian, Jenazah Bocah Hanyut di Sungai Kasin Berhasil Ditemukan</a></li>
</ul>


<p>Ditambahkannya, Pawai Ogoh-ogoh ini adalah aset yang sangat luar biasa. Gerakan-gerakan Ogoh-ogoh yang ditampilkan oleh anak-anak muda adalah kreatifitas luar biasa. &#8220;Ini bisa jadi aset festival, budayanya dan juga alamnya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Mantan Bupati Trenggalek ini juga merasa takjub dan kagum, atas keberagaman budaya dan kerukunan umat beragama yang ada Tosari. Karenanya, hal ini harus tetap dijaga dan tidak heran dengan apa yang dilakukan warga Tosari, dianugerahi sebagai Kecamatan Bhinneka Tunggal Ika.</p>



<p>&#8220;Luar biasa damainya di sini. Sangat ramah dan hangat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua PHDI Kecamatan Tosari, Suparji, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini adalah rangkaian hari Raya Nyepi yang dilakukan oleh Umat Hindu. Ogoh-ogoh sendiri adalah simbol, dari pada sifat-sifat negatif, yang nantinya setelah diupacarai akan dibawa ke desa-desa untuk dibakar.</p>



<p>&#8220;Nantinya Ogoh-ogoh akan dibawa ke desa masing-masing untuk dibakar. Adalah untuk membakar sifat-sifat negatif itu,&#8221; kata Parji. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185558</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usai Nyepi, Umat Hindu Kota Malang Rayakan Ngembak Geni</title>
		<link>https://memontum.com/usai-nyepi-umat-hindu-kota-malang-rayakan-ngembak-geni</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2022 07:57:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Hindu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=164915</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hari Raya Nyepi telah berlangsung Kamis (03/03/2022) kemarin. Selepas merayakan upacara Nyepi selama 24 jam penuh, Umat Hindu di Kota Malang laksanakan Ngembak Geni, Jumat (04/03/2022) hari ini. Diketahui, Ngembak Geni diselenggarakan pada Pinanggal ping Kalih Sasih Kadasa atau hari kedua, yang mana hal ini sekaligus mengakhiri proses catur brata penyepian. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hari Raya Nyepi telah berlangsung Kamis (03/03/2022) kemarin. Selepas merayakan upacara Nyepi selama 24 jam penuh, Umat Hindu di Kota Malang laksanakan Ngembak Geni, Jumat (04/03/2022) hari ini. Diketahui, Ngembak Geni diselenggarakan pada Pinanggal ping Kalih Sasih Kadasa atau hari kedua, yang mana hal ini sekaligus mengakhiri proses catur brata penyepian.</p>



<p>Sekretaris Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Prof Dr I Made Wartana, menjelaskan Ngembak Geni memiliki makna bebas menyalakan api atau beraktivitas kembali seperti sedia kala. &#8220;Catur Brata penyepian ini ada empat. Amati geni, jadi kita tidak boleh menyalakan api dan yang kita padamkan paling penting itu api rohani kita, dari kebencian, kemarahan. Tetapi secara kenyataan, memang api dan listrik harus di matikan. Jadi kalau di Bali, sudah seperti pulau mati,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (04/03/2022).</p>



<p>Pada ritual tersebut, Umat Hindu berucap syukur dan terima kasih pada Sang Hyang Widhi karena sudah memberikan limpahan berkah yang begitu luar biasa, selepas melaksanakan prosesi Catur Brata Penyepian. Pada kesempatan itu juga, umat Hindu berdoa agar memperoleh kedamaian, keteguhan serta kesucian hati selama setahun ke depan.</p>



<p>“Ritual ini untuk menyapu apa yang buruk, apa yang sudah kita perbuat di setahun yang lalu, agar tidak kita ulang diberikutnya. Jadi, di nolkan kembali termasuk dunia semesta, diistirahatkan sesaat,” tambahnya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sumur-bor-hasil-tmmd-di-dusun-templek-kediri-akhirnya-keluarkan-air-bersih">Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-mudik-lebaran-mas-dhito-minta-dpupr-gerak-cepat-penanganan-jalan-berlubang">Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta DPUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hari-kedua-pencarian-jenazah-bocah-hanyut-di-sungai-kasin-berhasil-ditemukan">Hari Kedua Pencarian, Jenazah Bocah Hanyut di Sungai Kasin Berhasil Ditemukan</a></li>
</ul>


<p>Prosesi selanjutnya, yakni silaturahim dengan mengunjungi kerabat, teman kerja, teman dekat dan lain sebagainya untuk saling memberikan maaf atas berbagai kesalahan. Sehingga, bisa terwujud harmoni.</p>



<p>“Karena perayaan Nyepi ini didasarkan pada ajaran wedha, walaupun spesifik dilaksanakan di Bali, kita akan tetap jalankan, kita lestarikan nilai spiritualnya yang tinggi,” katanya.</p>



<p>Namun, karena kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda, Umat Hindu melakukan ritualnya dengan menaati aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Jadi, menurutnya antara sembahyang dan ibadah masih bisa dilakukan dengan seimbang. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164915</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Prosesi Perayaan Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Kota Malang Tanpa Disertai Pembakaran Ogoh-ogoh</title>
		<link>https://memontum.com/prosesi-perayaan-hari-raya-nyepi-umat-hindu-di-kota-malang-tanpa-disertai-pembakaran-ogoh-ogoh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2022 10:07:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Hindu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=164795</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menyambut Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Kota Malang lakukan Sembahyang Taur Kasanga di Pura Luhur Dwijawarsa, Rabu (02/03/2022) tadi. Ketua Panitia Perayaan Nyepi, I Wayan Mundra, menjelaskan bahwa sembahyangan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Itu karena, hanya dilakukan di Pura dan tidak ada pembakaran ogoh-ogoh yang menjadi tradisi tahunan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menyambut Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Kota Malang lakukan Sembahyang Taur Kasanga di Pura Luhur Dwijawarsa, Rabu (02/03/2022) tadi. Ketua Panitia Perayaan Nyepi, I Wayan Mundra, menjelaskan bahwa sembahyangan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Itu karena, hanya dilakukan di Pura dan tidak ada pembakaran ogoh-ogoh yang menjadi tradisi tahunan.</p>



<p>“Biasanya, pelaksanaan Taur Kasanga ini kami laksanakan di Lapangan Rampal dan dilanjutkan pembakaran Ogoh-ogoh. Tetapi kali ini, aktivitas peribadatan hanya di pura saja dan tidak ada pembakaran Ogoh-ogoh,&#8221; ujarnya, Rabu (02/03/2022).</p>



<p>Ditambahkannya, biasanya aktivitas Taur Kasanga, ini dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh umat Hindu Malang Raya, di satu tempat. Tetapi, karena adanya pandemi Covid-19, pelaksanaan ibadah jelang puncak Perayaan Nyepi, dilakukan sendiri-sendiri di tiap wilayah. Hal itu, untuk menghindari kerumunan dan potensi penyebaran virus Covid-19.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-agenda-penting-jadi-fokus-pembahasan-banmus-dprd-trenggalek">Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sumur-bor-hasil-tmmd-di-dusun-templek-kediri-akhirnya-keluarkan-air-bersih">Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-mudik-lebaran-mas-dhito-minta-dpupr-gerak-cepat-penanganan-jalan-berlubang">Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta DPUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hari-kedua-pencarian-jenazah-bocah-hanyut-di-sungai-kasin-berhasil-ditemukan">Hari Kedua Pencarian, Jenazah Bocah Hanyut di Sungai Kasin Berhasil Ditemukan</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Jadi kali ini, Taur Kasanga dilaksanakan sendiri-sendiri. Kota Batu melaksanakan sendiri, begitu juga dengan Kabupaten Malang,&#8221; katanya.</p>



<p>Usai melaksanakan Taur Kasanga, Umat Hindu bakal melanjutkan rangkaian perayaan dengan melakukan Catur Brata Penyepian yang akan dimulai pada hari Kamis (03/03/2022) pukul 06.00 hingga Jumat (04/03/2022) pukul 05.00. Dalam kurun waktu tersebut, Umat Hindu tidak melakukan aktivitas yang berkaitan dengan keduniaan.</p>



<p>&#8220;Setelah itu, aktivitas dilanjutkan dengan ngembak geni yang biasanya dilaksanakan di Candi Badut,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Dirinya berpesan kepada masyarakat, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Terlebih, disaat kondisi pandemi Covid-19 kembali meninggi. Maka menurutnya, kepatuhan masyarakat menjadi kunci pencegahan penyebaran kasus virus Covid-19. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164795</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Danramil 0818/26 Singosari  Bersama Muspika Hadiri Upacara Umat Hindu Wilayah Singosari</title>
		<link>https://memontum.com/danramil-0818-26-singosari-bersama-muspika-hadiri-upacara-umat-hindu-wilayah-singosari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2018 13:07:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0818/26]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Hindu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/31939-danramil-0818-26-singosari-bersama-muspika-hadiri-upacara-umat-hindu-wilayah-singosari</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dalam rangka meningkatkan sinergitas antara tiga pilar dengan para tokoh lintas agama Danramil 0818/26 Singosari Kapten Arm Abdul Kodir bersama Muspika setempat hadir dalam upacara Mecaru, Hari Raya Nyepi Umat Hindu 1Saka 1940, Jumat (16/3/18). Upacara Mecaru Hari Raya Nyepi Umat Hindu 1 Saka 1940, digelar di Candi Singosari Kelurahan Candirenggo Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dalam rangka meningkatkan sinergitas antara tiga pilar dengan para tokoh lintas agama Danramil 0818/26  Singosari Kapten Arm Abdul Kodir bersama Muspika setempat hadir dalam upacara Mecaru, Hari Raya Nyepi Umat Hindu 1Saka 1940, Jumat (16/3/18).</p>
<p>Upacara Mecaru Hari Raya Nyepi Umat Hindu 1 Saka 1940, digelar  di Candi Singosari Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.</p>
<p><div id="attachment_6086" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-6086" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0056-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="AMAN:Upacara Mecaru Hari Raya Nyepi Umat Hindu 1Saka 1940, digelar  di Candi Singosari Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang berjalan aman dan tertib" width="500" height="300" class="size-full wp-image-31863" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-6086" class="wp-caption-text"><em><strong> AMAN:</strong> Upacara Mecaru Hari Raya Nyepi Umat Hindu 1Saka 1940, digelar  di Candi Singosari Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang berjalan aman dan tertib</em></p></div></p>
<p>Hadir dalam kegiatan tersebut, selain Danramil 26 Singosari Kapten Arm Abdul Kodir, Camat Singosari yg diwakili Sekcam Agus, Kapolsek Singosari Kompol Untung BR, termasuk  Lurah Candirenggo Maryati, SE, anggota Babinsa Kelurahan Candirenggo Sertu Rahmat B Koptu Sunyoto dan anggota Babinkantibmas Kelurahan Candirenggo Aiptu Saleha.</p>
<p>Kepada memontum.com Danramil Singosari 26 Kapten Arm Abdul Kodir mengatakan, dalam upacara Mecaru Hari Raya Nyepi Umat Hindu 1Saka 1940, digelar  di Candi Singosari Kelurahan Candirenggo diikuti kurang lebih 150 umat hindu yang tergabung dalam forum beda tapi mesra Kecamatan Singosari.</p>
<p>&#8220;Berbagai kegiatan ibadah dalam upacara ini telah dilaksanakan salah satunya arak arakan Ogoh ogoh yang berjalan aman dan tertib serta terkendali. Semua ini berkat kesiapan seluruh aparat keamanan dibantu masyarakat sekitar,&#8221; ujarnya. <strong>(fik/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">31939</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Raya Nyepi, Umat Hindu Malang Raya Arak Ogoh-ogoh</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-raya-nyepi-umat-hindu-malang-raya-arak-ogoh-ogoh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2018 13:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Hindu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/31934-peringati-hari-raya-nyepi-umat-hindu-malang-raya-arak-ogoh-ogoh</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Batu &#8212; Ratusan umat Hindu se-Malang Raya memadati Lapangan Junggo, Kota Batu, hari ini Jumat (16/3/2018) untuk memperingati perayaan Nyepi Saka Warsa 1940. Sebelum festival ogoh-ogoh dilangsungkan, umat Hindu sembahyang untuk mensucikan diri. Dengan berpakaian adat jawa, mereka berkumpul, duduk, dan berdoa secara khidmat. Setelah berdoa, mereka mengarak ogoh-ogoh yang disimbolkan dengan sosok buta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Batu</strong> &#8212; Ratusan umat Hindu se-Malang Raya memadati Lapangan Junggo, Kota Batu, hari ini Jumat (16/3/2018) untuk memperingati perayaan Nyepi Saka Warsa 1940. Sebelum festival ogoh-ogoh dilangsungkan, umat Hindu sembahyang untuk mensucikan diri. </p>
<p>Dengan berpakaian adat jawa, mereka berkumpul, duduk, dan berdoa secara khidmat.</p>
<p>Setelah berdoa, mereka mengarak ogoh-ogoh yang disimbolkan dengan sosok buta kala.</p>
<p>Setelah diarak, ogoh-ogoh itu dibakar.</p>
<p>Perayaan ini tidak hanya diikuti orang dewasa, anak-anak juga ikut kegiatan ini. Bahkan anak-anak juga ikut mengarak ogoh-ogoh.</p>
<p>Ketua Parasida Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Batu, Pariyanto mengatakan pemilihan tempat di Lapangan Junggo merupakan kesepakatan bersama.</p>
<p>“Kegiatan tahun lalu juga digelar di sini. Ini Kesepakatan bersama.Tujuannya adalah untuk merekatkan hubungan antar umat dari berbagai daerah,” kata Pariyanto. <strong>(lih/nay) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">31934</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Ribu Umat Hindu Malang Raya Upacara Jalanidhi Puja di Balekambang-Bantur</title>
		<link>https://memontum.com/puluhan-ribu-umat-hindu-malang-raya-upacara-jalanidhi-puja-di-balekambang-bantur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2018 12:59:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Balekambang]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Hindu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/31568-puluhan-ribu-umat-hindu-malang-raya-upacara-jalanidhi-puja-di-balekambang-bantur</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Tidak kurang dari 11 ribu Umat Hindu Malang Raya sejak Selasa (13/3/2018) memadati areal Pantai Balekambang Desa Srigonco Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Mereka hendak melaksanakan serangkaian upacara untuk menjelang Hari Raya Nyepi 1940, yang akan jatuh Sabtu (17/3/2018)mendatang. Salah satunya upacara yang dilaksanakan Rabu (14/3/2018)karen,adalah Jalanidhi Puja. Jalanidhi Puja ini merupakan salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8212; Tidak kurang dari 11 ribu Umat Hindu Malang Raya sejak Selasa (13/3/2018) memadati areal Pantai Balekambang Desa Srigonco Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Mereka hendak melaksanakan serangkaian upacara untuk menjelang Hari Raya Nyepi 1940, yang akan jatuh Sabtu (17/3/2018)mendatang. Salah satunya upacara yang dilaksanakan Rabu (14/3/2018)karen,adalah Jalanidhi Puja.</p>
<p> Jalanidhi Puja ini merupakan salah satu upacara sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada Sang Hyang Widhi Wasa atas keberkahan yang diberikan selama satu tahun. Setidaknya,ada 47 jolen atau tandu tempat hasil bumi dalam upacara Jalanidhi Puja. Jolen ini berisi aneka hasil bumi berupa sayuran dan buah-buahan. Jolen-jolen ini berasal dari setiap Pura yang ada di Kabupaten Malang. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/Puluhan-Ribu-Umat-Hindu-Malang-Raya-Upacara-Jalanidhi-Puja-di-Balekambang-Bantur.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="Puluhan Ribu Umat Hindu Malang Raya Upacara Jalanidhi Puja di Balekambang-Bantur" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-31570" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/Puluhan-Ribu-Umat-Hindu-Malang-Raya-Upacara-Jalanidhi-Puja-di-Balekambang-Bantur.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/Puluhan-Ribu-Umat-Hindu-Malang-Raya-Upacara-Jalanidhi-Puja-di-Balekambang-Bantur.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/Puluhan-Ribu-Umat-Hindu-Malang-Raya-Upacara-Jalanidhi-Puja-di-Balekambang-Bantur.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/Puluhan-Ribu-Umat-Hindu-Malang-Raya-Upacara-Jalanidhi-Puja-di-Balekambang-Bantur.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Seusai sembahyang, jolen ini dilarung ke tengah laut Balekambang. Pemuda dan laki-laki memandu jolen ini sambil memukulkan janur yang tinggi menjulang, ke pasir dan laut.  Jolen-jolen ini kemudian dilarung ke tengah laut, yang siang hari ini tampak jinak. Ombak bersahabat, sehingga pada pelarung mampu membawa hingga ke tengah, tanpa takut terseret.  </p>
<p>Sutomo Adiwijoyo, Ketua Majelis Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Malang, menjelaskan, setidaknya ada 11 ribu umat Hindu yang mengikuti upacara ini.  </p>
<p>&#8220;Berasal dari Kabupaten Malang dan sebagian Kota Malang dan Kota Batu,&#8221; ujarnya. </p>
<p>Sosok yang akrab disapa Tomo ini menjelaskan, upacara Jalanidhi Puja ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan Nyepi.  Namun, khusus di Kabupaten Malang, mereka melaksanakan setiap tiga hari menjelang Nyepi. </p>
<p>&#8220;Sudah ada Bhisama Parisada, kalau di Islam seperti fatwa begitu ya, bahwa Jalanidhi Puja dilakukan tiga hari menjelang Nyepi,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sebelum dilarung, jolen itu telah didoai oleh pemangku agama. Kemudian tempat yang telah kosong ditandu dan diletakkan ke Pura Amarta Jati. Sementara,para umat Hindu yang mengenakan pakaian adat, lengkap dengan kebaya bagi perempuan dan udeng bagi laki-laki, mendapatkan percikan Tirta Suci.  &#8220;Jolen yang diletakkan di Pura itu sudah kosong, isinya dilarung ke laut,&#8221; kata salah seorang peserta. <strong>(sur/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">31568</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unik, Pembuatan Ogoh-ogoh di Desa Sukorno Libatkan Agama Lain</title>
		<link>https://memontum.com/unik-pembuatan-ogoh-ogoh-di-desa-sukorno-libatkan-agama-lain</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2018 13:45:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Ogoh-Ogoh]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Hindu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/30492-unik-pembuatan-ogoh-ogoh-di-desa-sukorno-libatkan-agama-lain</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8212; Desa sukoreno, Kecamatan Umbulsari Jember siap gelar acara hari raya nyepi tahun baru saka 1940 yang akan dilaksanakan pada Jumat (16/3/2018) malam. Dalam penyambutan jelang hari raya nyepi tersebut desa sukorno sendiri ada 5 buah ogoh ogoh yang dibuat dalam 2 pure yang berada di Dusun Krajan Kidul yaitu pure Perwitosari dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8212; Desa sukoreno, Kecamatan Umbulsari Jember siap gelar acara hari raya nyepi tahun baru saka 1940 yang akan dilaksanakan pada Jumat (16/3/2018) malam. Dalam penyambutan jelang hari raya nyepi tersebut desa sukorno sendiri ada 5 buah ogoh ogoh yang dibuat dalam 2 pure yang berada di Dusun Krajan Kidul yaitu pure Perwitosari dan Pure Swasti Darma yang berada di Dusun Kandangrejo, Desa Sukorno, Umbulsari. </p>
<p>Dalam gelaran tahun ini ada yang unik yaitu pembuatan ogoh ogoh di bantu oleh umat muslim dan hal tersebut sangat di sambut antusias oleh umat hindu yang akan menyambut hari raya nyepi. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180308-WA0119-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-30494" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180308-WA0119-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180308-WA0119-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180308-WA0119-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180308-WA0119-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Salah satunya umat muslim yaitu bernama Miko Effendi, (15) warga Dusun Krajan Kidul dirinya mengaku</p>
<p>&#8220;Saya membantu ini dikarenakan hal ini selain dilakukan bapak dan ibu kami dan semua umat muslim disini dan hal ini juga membantu bapak bapak yang jika siang hari bekerja,&#8221; ucap anak yang masih sekolah di salah satu SMP di Umbulsari tersebut. </p>
<p>Hal senada juga di katakan Tokoh Hindu Sukoreno bernama Suroto (75) dirinya menuturkan pada Rabu (8/3/2018) </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180308-WA0115-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-30493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180308-WA0115-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180308-WA0115-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180308-WA0115-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180308-WA0115-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Jika kerukunan antar umat beragama disini sudah tercipta lama dan tiap tahun pasti ada kebersamaan dalam membuat ogoh ogoh dengan cara sumbangsih berpatungan agar tercipta semarak ogoh ogoh berbagai wujud yang di kehendaki bersama. Dan untuk kali ini tema ogoh ogoh adalah perwujudan butakala, ucapnya. </p>
<p>Pihaknya berharap semoga hari raya nyepi tahun ini semua berjalan lancar dan tidak ada aral melintang dan pembuatan sudah 80 persen dan hari H semua bisa di arak keliling kampung bersama gamelan dan berbagai upakara keagamaan dengan jarak 6 KM tersebut, pungkas suroto. <strong>(Lum/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">30492</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Umat Hindu, Islam dan Komunitas Masyarakat bersama Aparat, Amankan Misa Natal</title>
		<link>https://memontum.com/umat-hindu-islam-dan-komunitas-masyarakat-bersama-aparat-amankan-misa-natal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Dec 2017 15:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Islam dan Komunitas Masyarakat bersama Aparat]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Hindu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=15101</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember&#8212;Unik dan bersahaja itulah yang terlihat di kecamatan Umbulsari, Jember. Menariknya pada perayaan misa natal yang jatuh pada hari Minggu (24/12/2017) dan dilaksanakan pada pukul 17.30 di gereja Santa Theresia di Dusun Krajan Kidul, Desa Sukoreno tersebut dijaga oleh umat agama lain ketika melaksanakan peribadatan. Dalam hal kerukunan antar umat beragama memang desa Sukoreno [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember&#8212;</strong>Unik dan bersahaja itulah yang terlihat di kecamatan Umbulsari, Jember. Menariknya pada perayaan misa natal yang jatuh pada hari Minggu (24/12/2017) dan dilaksanakan pada pukul 17.30 di gereja Santa Theresia di Dusun Krajan Kidul, Desa Sukoreno tersebut dijaga oleh umat agama lain ketika melaksanakan peribadatan.</p>
<p><div id="attachment_15106" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/15101-umat-hindu-islam-dan-komunitas-masyarakat-bersama-aparat-amankan-misa-natal/img-20171224-wa0177-copy" rel="attachment wp-att-15106"><img aria-describedby="caption-attachment-15106" decoding="async" class="size-full wp-image-15106" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171224-WA0177-copy.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1" alt="Kelompok masyarakat saat menjaga Misa Natal  Gereja Santa Theresia di Dusun Krajan Kidul, Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Jember. " width="500" height="375" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171224-WA0177-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171224-WA0177-copy.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171224-WA0177-copy.jpg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-15106" class="wp-caption-text">Kelompok masyarakat saat menjaga Misa Natal Gereja Santa Theresia di Dusun Krajan Kidul, Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Jember.</p></div></p>
<p>Dalam hal kerukunan antar umat beragama memang desa Sukoreno sendiri tidak bisa dipandang sebelah mata. Ibaratnya, Sukoreno adalah miniatur Indonesia di Jember. Ini nampak dari kerukunan warganya, ketika ada perayaan agama yang satu, maka umat agama lain turut serta memberikan rasa nyaman.</p>
<p>Pada Misa natal tahun ini, umat kristiani yang berasal dari berbagai daerah seperti Desa Tanggul, Kencong, Mojosari, Semboro dan jemaat dari Sukoreno, dipimpin Pastur dari Gereja Santa Theresia.</p>
<p>Romo FX Didik Bagiyo Winadi, Pr mengatakan kali ini mengambil tema, &#8220;Suka Cita yang Digambarkan Melalui Kado.&#8221;</p>
<p>Hal senada juga disampaikan salah seorang jemaat misa.</p>
<p>&#8220;Saya pribadi sangat bersyukur menjalankan ibadah dengan khusuk. Karena penjagaan dari umat agama lain. Selain itu ada pihak aparatur negara dan sebuah komunitas sosial media yang pada tahun ini, ikut serta mengamankan misa natal bagi kami umat kristiani,&#8221; ucap Philipus Setya Budi seorang jemaat asal Kecamatan Gumukmas.</p>
<p>Mbah Suroto (53) warga Desa Sukoreno dan juga sebagai tetua agama Hindu menuturkan, &#8220;Ini salah satu cara kami untuk menjaga kerukunan umat beragama di desa kami. Malam ini, kami menjaga misa Natal umat kristiani dan ini sudah kami lakukan turun temurun,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Pak Asmui (45) warga muslim yang juga menjaga misa natal mengungkapkan, &#8220;Kami kali ini juga sangat bersyukur. Lebih ramai yang menjaga selain dari umat muslim sendiri juga dibantu umat Hindu. Sebuah komunitas sosial media yang ada di kecamatan Kencong dan tak lupa aparat negara yang selalu hadir dalam pengamanan dan keamaan jemaat misa umat Kristiani.&#8221;</p>
<p>Hal senada juga disampaikan Kapolsek Umbulsari AKP Sunarto SH. &#8220;Saya selaku Kapolsek Umbulsari untuk pengamanan misa Natal ini, kami terjunkan beberapa personil. Juga dibantu TNI dan sebuah komunitas di Kencong. Alhamdulillah lancar dan desa Sukoreno sendiri adalah simbol dari kerukunan antar umat beragama dan bisa dibilang adalah representasi cermin Indonesia sesungguhnya,&#8221; ujarnya. (Lum/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15101</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
