<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>UMS &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ums/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Feb 2019 13:45:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>UMS &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Mahasiswa UMS Edukasi Siswa Cara Deteksi Makanan Berbahaya</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-ums-edukasi-siswa-cara-deteksi-makanan-berbahaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2019 13:45:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[UMS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/25467-kpu-bondowoso-bersinergi-dengan-stake-holder-sukseskan-pilkada</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Banyaknya makanan dengan warna dan bentuk yang menggoda mata. Terlebih anak-anak yang mudah terpancing oleh jajanan di depan sekolah. Namun, di luar dari pengawasan orang tua, anak-anak tak banyak menyadari akan bahan-bahan dan kandungan yang ada dalam jajanan. Boraks, pewarna, formalin dan bahan-bahan berbahaya yang terkandung dalam makanan perlu adanya uji untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Banyaknya makanan dengan warna dan bentuk yang menggoda mata. Terlebih anak-anak yang mudah terpancing oleh jajanan di depan sekolah. Namun, di luar dari pengawasan orang tua, anak-anak tak banyak menyadari akan bahan-bahan dan kandungan yang ada dalam jajanan.</p>
<p>Boraks, pewarna, formalin dan bahan-bahan berbahaya yang terkandung dalam makanan perlu adanya uji untuk mengetahui kandungannya. Akan tetapi, dari hasil temuan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) mampu mengetahui kandungan boraks dan pewarna yang ada dalam makanan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-79405" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_8279-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_8279-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_8279-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_8279-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_8279-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_8279-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Yakni soda kue (mampu mendeteksi pewarna tekstil) dan air perasan kunyit (mendeteksi adanya boraks). Dari hasil penelitian dengan tingkat keakuratan 80% ini, dikenalkan dan dipraktikkan ke siswa SD Muhammadiyah 24 Kota Surabaya.</p>
<p>“Jadi adik-adik kita ajak belajar bersama, untuk mengetahui makanan mana saja yang mengandung boraks dan pewarna. Agar adik-adik juga bisa selektif lagi untuk membeli jajanannya dan kesehatannya,” kata Putri Widya Ningrum, salah satu mahasiswa UM Surabaya, Jumat (22/2/2019). Untuk pembuatannya pun, Putri mengatakan jika tidak sulit. Bahan-bahannya pun selalu ada di dapur rumah, dan caranya pun mudah untuk dipraktikkan.</p>
<p>“Kalau larutan kunyit sendiri kita hanya membutuhkan airnya saja, dengan cara diparut lalu diperas, kemudian diambil airnya. Untuk soda kuenya hanya dilarutkan dengan air hangat,” ujarnya.</p>
<p>Setelah bahan sudah diracik, untuk mengetahui makanan mengandung boraks atau pewarna. Anak-anak diberi arahan, kalau makanan yang mengandung boraks terkena air kunyit akan berubah warna menjadi kemerahan/kecokelatan. Dan hanya menunggu selama dua sampai tiga menit saja, sudah terlihat hasil dari reaksi.</p>
<p>“Dari penelitian kita, jika ada perubahan warna itu berarti terdeteksi adanya boraks. Keakuratannya 80%. Jadi di dalam kunyit itu ada curcumin yang bisa mendeteksi adanya boraks,” jelas Putri.</p>
<p>Dengan bahan-bahan sederhana dan mudah ditemukan, para siswa akan mudah mempraktikkan setelah pulang dari kegiatan edukasi yang diberikan mahasiswa UM Surabaya. Dan diharapkan, adik-adik siswa SD Muhammadiyah 24 dapat lebih selektif dalam memilah makanan yang mengandung boraks dan pewarna. Tak hanya memberi edukasi saja, tetapi para murid juga telah membawa jajanan kesukaan mereka untuk dibawa dan diuji secara langsung. Hal ini dilakukan, agar adik-adik dapat menguji dan mempraktikkan sendiri.</p>
<p>“Jadi yang dibawa adik-adik disini memang kebanyakan kesukaan mereka dan tadi banyak yang berubah warnanya. Berarti mereka tahu, bahwa makanan-makanan yang mereka konsumsi itu ada identifikasi ada boraks,” tambahnya. Sementara itu, Norma Setyaningrum sebagai Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 24 mengatakan, jika acara ini termasuk kegiatan pesantren karakter dan memperingati hari gizi nasional.</p>
<p>“Materi mendeteksi gizi pada makanan anak. Deteksi pentol dan sosis atau makanan yang biasanya dimakan anak-anak. Apakah mengandung pewarna dan lainnya,” ujarnya saat anak-anak didiknya mempraktikkan air kunyit dan larutan soda kue. Setelah adanya edukasi dari mahasiswa FIK UM Surabaya, Norma berharap setelah anak-anak sudah dapat mendeteksi dengan sendiri. Ke depannya tidak memakan makanan sembarangan. <strong>(est/ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25467</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UMS Beri Materi Literasi Matematika di Era Revolusi 4.0</title>
		<link>https://memontum.com/ums-beri-materi-literasi-matematika-di-era-revolusi-4-0</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2019 14:43:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi Industri]]></category>
		<category><![CDATA[UMS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/23380-mendikbud-resmikan-pembangkit-listrik-tenaga-surya-plts-dan-lab-pembelajaran-energi-surya-sman-8</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Revolusi industri 4.0 kini mensyaratkan seseorang untuk selalu melakukan inovasi, termasuk salam dunia pembelajaran. Melihat kemunculan e-learning, literasi, digital dan proses pembelajaram yang didesain secara menarik dan didukung dengan media kreatif, Universitas Muhammadiyah (UM Surabaya) menggelar kuliah umum. Kegiatan yang mengangkat tajuk &#8220;Implementasi Literasi Matematika di Era Revolusi Industri 4.0&#8221;, mahasiswa angkatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Revolusi industri 4.0 kini mensyaratkan seseorang untuk selalu melakukan inovasi, termasuk salam dunia pembelajaran. Melihat kemunculan e-learning, literasi, digital dan proses pembelajaram yang didesain secara menarik dan didukung dengan media kreatif, Universitas Muhammadiyah (UM Surabaya) menggelar kuliah umum. </p>
<p>Kegiatan yang mengangkat tajuk &#8220;Implementasi Literasi Matematika di Era Revolusi Industri 4.0&#8221;, mahasiswa angkatan 2015-2018 diberikan wawasan dan pengetahuan yang belum didapat dibangku perkuliahan. Juga terdapat skill utama yang harus disiapkan para penerus bangsa untuk menghadapi revolusi industri dan pembelajaran matematika. </p>
<p>“Pertama orang harus bisa beradaptasi di semua pekerjaan, kalau tidak bisa itu yang disebut dengan kemampuan kognitif fleksibitily, itu dilatih dalam matematika. Orang harus bisa bekerja di satu tempat ke tempat lain dalam kondisi yang tidak stress.  Problem solving (pemecah masalah), negosiasi, komunikasi, dan lainnya,” kata Baiduri sebagai dosen Universitas Muhammadiya Malang (UMM) dan juga pembicara, Senin (14/1/2019). </p>
<p>Baiduri juga menyampaikan, dalam gaya penulisan suatu penelitian, tulisan matematika berbeda dengan ilmu yang lainnya. Sebab, di ilmu pendidikan matatika menggunakan notasi dan simbol, seperti simbol ‘S’ dapat berbeda dengan simbol yang lainnya yang dianggapnya bukan menjadi persoalan. </p>
<p>“Sebenarnya revolusi 4.0 bukan persoalan dalam matematika, karena itu sudah dilatih semenjak dia belajar matematika,” ujarnya. </p>
<p>Namun yang masih menjadi persoalan di dunia pendidikan bagi Bairudin yaitu, mahasiswanya yang tidak belajar. Kemudian, ia mengartikan jika semua sudah tersedia di matematika (instrumennya) </p>
<p>“Orang minta bacanya tinggi tapi daya bacanya rendah, yang ditingkatkan itu daya baca. Kuncinya hanya satu bisa beradaptasi dengan berubah. Matematika sudah biasa menyuruh orang stres untuk belajar, karena sebenarnya itu dilatih beradaptasi dengan situasi yang baru,” jelasnya. </p>
<p>Sementara itu, Endang Supraktik Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UM Surabaya mengatakan, jika kegiatan yang mengambil implementasi literasi matematika di era revolusi. Sebab, hal ini dirasa Endang sudah berjalan revolusi 4.0, kalau berjalan bukan lagi menghadapi tapi bagaimana menjalaninyam </p>
<p>“Jadi mahasiswa perlu pengetahuan bagaimana mengimplementasikan literasi matematika ke dalam pendidikan matematika, terutama di era revolusi industri 4.0 ini,” ujarnya. </p>
<p>Dari dilenggarakannya acara kuliah umum ini, Endang yang juga penyelenggara acara mengharapkan mahasiswa digerakkan untuk mengembangkan beberapa media. </p>
<p>“Jadi ada semangat bagi mahasiswa untuk menghadapi era yang sekarang dengan teknologi digital,” harapnya. <strong>(est/ano/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">23380</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
