<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Umsida &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/umsida/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Apr 2020 03:09:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Umsida &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tim Kemitraan Umsida Gembleng Ibu Rumah Tangga Jadi Pengusaha Rumahan</title>
		<link>https://memontum.com/tim-kemitraan-umsida-gembleng-ibu-rumah-tangga-jadi-pengusaha-rumahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2020 03:09:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Umsida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/112670-tim-kemitraan-umsida-gembleng-ibu-rumah-tangga-jadi-pengusaha-rumahan</guid>

					<description><![CDATA[Memomtum Sidoarjo &#8211; Tim Kemitraan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus bergerak melaksanakan berbagai pelatihan. Kali ini, tim bergerak menggembleng puluhan ibu rumah tangga asal Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Para ibu rumah tangga itu digembleng agar menjadi pengusaha rumahan. Tidak hanya itu, mereka juga diajarkan agar mampu membuat pengemasan (packing) produk hasil olahan sekaligus cara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memomtum Sidoarjo</strong> &#8211; Tim Kemitraan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus bergerak melaksanakan berbagai pelatihan. Kali ini, tim bergerak menggembleng puluhan ibu rumah tangga asal Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.</p>
<p>Para ibu rumah tangga itu digembleng agar menjadi pengusaha rumahan. Tidak hanya itu, mereka juga diajarkan agar mampu membuat pengemasan (packing) produk hasil olahan sekaligus cara memasarkannya. Bahkan juga diajarkan untuk meraih label halal dalam perspektif Islam.</p>
<div id="attachment_112671" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-112671" decoding="async" class="size-full wp-image-112671" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200421-WA0082-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="SERAHKAN - Tim Kemitraan Umsida menyerahkan dua modul Inovasi dan Strategi Pemasaran Produk Rumahan dan Produk Halal dalam Perspektif Islam di Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (21/04/2020)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200421-WA0082-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200421-WA0082-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200421-WA0082-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200421-WA0082-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-112671" class="wp-caption-text">SERAHKAN &#8211; Tim Kemitraan Umsida menyerahkan dua modul Inovasi dan Strategi Pemasaran Produk Rumahan dan Produk Halal dalam Perspektif Islam di Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (21/04/2020)</p></div>
<p>Tim Kemitraan Umsida ini dikomandoi sejumlah dosen. Diantaranya, Puspita Handayani, Nihlatul Qudus Sukma Nirwana, dan Yanik Purwanti. Selain itu, para dosen ini juga dibantu dua mahasiswa Prodi Manajemen konsentrasi Pemasaran yakni Metha Karina dan Lucky Diyanti.</p>
<p>&#8220;Kami mendampingi ibu-ibu itu agar mereka mampu berinovasi dan memiliki strategi dalam memasarkan produk halal mereka. Targetnya para ibu rumah tangga, khususnya Aisyiyah mampu menjadi pengusaha rumahan,&#8221; kata salah satu koordinator Tim Kemitraan Umsida, Puspita Handayani, Selasa (21/4/2020).</p>
<p>Lebih jauh, Puspita yang juga dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Umsida ini menguraikan dalam pelatihan itu, ada dua produk unggulan ibu-ibu. Yakni jajan tradisinal dengan ukuran besar (jumbo) dan produk ikan olahan berupa otak-otak, presto dan ikan asap. Jika selama ini pemahaman peserta produk mereka hanya cukup untuk menghidupi kebutuhan rumah tangga saja.</p>
<p>&#8220;Padahal, kalau dikembangkan bisa lebih besar. Karena kue yang mereka hasilkan memiliki ciri khas yang tidak dimiliki pembuat kue lain. Selain ukurannya cukup besar, rasanya juga sangat enak. Begitu juga dengan produk ikan olahan seperti otak-otak bandeng, presto dan jaher asap. Selama ini, yang dihasilkan belum ada inovasi agar produk mereka lebih berkembang dan dikenal masyarakat luas,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Karena itu, kata Puspita dalam pendampingan itu, tim kemitraan memberi pembekalan soal inovasi dan strategi pemasaran produk rumahan itu. Pertama dengan mempercantik packaging, bentuk (model) produk, keanekaragaman produk serta inovasi model pemasaran kekinian.</p>
<p>&#8220;Termasuk sesuai dengan background Ketua Tim bidang Al-Islam, maka ibu-ibu Aisyiyah itu juga dibekali dengan konsep produk halal dalam perspektif Islam,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara di akhir kegiatan ini, Tim Kemitraan Umsida menyerahkan dua modul tentang Inovasi dan Strategi Pemasaran Produk Rumahan berisi kiat-kiat pemasaran dalam kondisi Pandemi Covid 19. Selain itu, Produk Halal dalam Perspektif Islam berisi materi dan informasi produk-produk pengolahan makanan dan minuman halal.</p>
<p>&#8220;Kami pun memberikan materi bagaimana Islam mengajarkan tentang konsep halal terhadap umatnya,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112670</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Monitor PLTS Jarak Jauh Umsida, Ringankan Biaya Tagihan Listrik Warga Terpencil di Sidoarjo</title>
		<link>https://memontum.com/monitor-plts-jarak-jauh-umsida-ringankan-biaya-tagihan-listrik-warga-terpencil-di-sidoarjo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2020 12:33:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[PLTS]]></category>
		<category><![CDATA[Umsida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/112410-monitor-plts-jarak-jauh-umsida-ringankan-biaya-tagihan-listrik-warga-terpencil-di-sidoarjo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Warga Dusun Pucukan, Desa Gebang, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo mulai bernafas lega. Ini menyusul adanya bantuan monitor Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bantuan dari salah seorang Dosen Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Kendati demikian, bantuan teknologi baru menggunakan android (gadget) itu baru dimanfaatkan untuk meringankan beban biaya tagihan listrik untuk salah satu masjid [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Warga Dusun Pucukan, Desa Gebang, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo mulai bernafas lega. Ini menyusul adanya bantuan monitor Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bantuan dari salah seorang Dosen Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).</p>
<p>Kendati demikian, bantuan teknologi baru menggunakan android (gadget) itu baru dimanfaatkan untuk meringankan beban biaya tagihan listrik untuk salah satu masjid di kampung terpencil yang ada di ujung timur Sidoarjo itu. Bahkan untuk menjangkau kampung yang berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Delta ini, harus menggunakan perahu melalui Dermaga Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Sidoarjo.</p>
<div id="attachment_112412" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-112412" decoding="async" class="size-full wp-image-112412" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0233-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="PLTS - Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bantuan dosen Teknik Elektro, Umsida dirasakan para pengurus Masjid Dusun Pucukan, Desa Gebang, Kecamatan/Sidoarjo karena meringankan beban biaya bulanan, Minggu (19/4/2020)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0233-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0233-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0233-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0233-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-112412" class="wp-caption-text">PLTS &#8211; Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bantuan dosen Teknik Elektro, Umsida dirasakan para pengurus Masjid Dusun Pucukan, Desa Gebang, Kecamatan/Sidoarjo karena meringankan beban biaya bulanan, Minggu (19/4/2020)</p></div>
<p>Jalan lainnya yang bisa ditempuh adalah menggunakan kendaraan roda dua. Namun jalan yang harus dilalui cukup berat lantaran harus melalui jalan setapak yang kanan kirinya ada tambak ikan itu.</p>
<p>&#8220;Di Dusun Pucukan ini terdapat sebuah masjid yang menjadi tempat ibadah warga. Untuk pengoperasionalan masjid membutuhkan tenaga listrik. Sekarang terpasang 1.300 Volt Ampere (VA),&#8221; terang Dosen Teknik Elektro Umsida, Jaamaludin, Minggu (19/4/2020).</p>
<p>Doktor yang juga mantan Kaprodi Teknik Umsida ini memaparkan dengan daya itu, biaya per bulan untuk pembayaran listrik rata-rata menghabiskan biaya sebesar Rp 150.000. Karena itu, banyak warga termasuk pengurus masjid yang keberatan. Apalagi, biaya pembayaran listrik itu berasal dari uang patungan warga lantaran biayanya harus ditanggung warga agar aliran listrik tetap beroperasi.</p>
<p>&#8220;Sementara beberapa tahun lalu ada Solar Cell yang terpasang di atas atap Masjid itu untuk meringankan biaya listrik. Namun, sayangnya kini sudah tidak berfungsi lagi alias rusak,&#8221; imbuhnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-112411" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0256-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0256-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0256-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0256-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0256-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Karena itu, kata Jamaaludin dalam rangka Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Umsida dirinya menangkap permasalahan ini untuk diselesaikan. Yakni dengan melakukan pembenahan dan pemasangan unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbaru. PLTS ini dilengkapi dengan sistem monitoring jarak jauh yaitu dengan menggunakan sistem Android. Sekarang sistem PLTS jarak jauh itu sudah dipasang di Masjid Baitul Muttaqin Pucukan itu.</p>
<p>&#8220;Nah, setelah diujicobakan, masyarakat setempat dapat menikmatinya dengan baik. Mulai sekarang penerangan itu Masjid sudah murni menggunakan PLTS berikut 1 lampu jalan yang berada di depan masjid itu,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara fungsi monitoring PLTS jarak jauh, kata Jamaaludin yang juga peneliti senior Umsida ini bakal memberikan informasi kepada tim Abdimas Umsida. Terutama untuk mengetahui apakah sistem PLTS itu masih berjalan dengan baik atau mengalami kerusakan.</p>
<p>&#8220;Kalau pun ada kendala (kerusakan), maka seketika itu juga dapat diatasi dengan lebih cepat. Karena langsung terdeteksi dalam laporan di Android itu,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112410</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sinergi Akademisi dan Pemkab Sidoarjo Bahas Revitalisasi Lumpur dan Skema KPBU</title>
		<link>https://memontum.com/sinergi-akademisi-dan-pemkab-sidoarjo-bahas-revitalisasi-lumpur-dan-skema-kpbu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2020 11:37:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumpur Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Umsida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103166-sinergi-akademisi-dan-pemkab-sidoarjo-bahas-revitalisasi-lumpur-dan-skema-kpbu</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sinergitas antara Pemkab Sidoarjo dan para akademisi di berbagai perguruan tinggi di Sidoarjo dalam menata pembangunan harus terus dijalankan. Hal ini agar dalam setiap pembangunan kalangan akademisi dan kampus ikut ambil bagian dalam setiap kajian pembangunan. &#8220;Pemkab Sidoarjo harus mengajak para akademisi dalam menjalankan setiap program pembangunan,&#8221; terang Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Sinergitas antara Pemkab Sidoarjo dan para akademisi di berbagai perguruan tinggi di Sidoarjo dalam menata pembangunan harus terus dijalankan. Hal ini agar dalam setiap pembangunan kalangan akademisi dan kampus ikut ambil bagian dalam setiap kajian pembangunan.</p>
<p>&#8220;Pemkab Sidoarjo harus mengajak para akademisi dalam menjalankan setiap program pembangunan,&#8221; terang Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Hidayatulloh, Senin (30/12/2019).</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103168" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20191231-WA0014-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20191231-WA0014-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20191231-WA0014-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20191231-WA0014-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20191231-WA0014-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20191231-WA0014-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20191231-WA0014-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dalam setiap pembangunan, lanjut Hidayatulloh Pemkab Sidoarjo harus berkomunikasi dengan perguruan tinggi dalam berbagai program pembangunan. Upaya ini dijalankan sebagai cara untuk mensejahterahkan masyarakat Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Kajian itu, tentunya tidak hanya berhenti di forum seminar seperti ini. Tapi, harus ditindaklanjuti dengan penelitian dari hasil diskusi itu,&#8221; imbuh Hadayatulloh, saat acara Seminar Kebijakan Publik di Auditorium KH Ahmad Dahlan Umsida.</p>
<p>Bagi Hidayatulloh, forum diskusi yang digelar ini bisa menjadi wadah untuk mengkomunikasikan berbagai program pembangunan. Sekaligus membahas soal berbagai permasalahan yang timbul untuk mendapatkan solusi melalui kajian ilmiah.</p>
<p>&#8220;Sinergitas pemerintah dan perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk memecahkan berbagai persoalan,&#8221; tegasnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103167" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20191231-WA0015-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20191231-WA0015-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20191231-WA0015-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20191231-WA0015-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20191231-WA0015-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20191231-WA0015-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20191231-WA0015-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara Seminar Kebijakan Publik bertajuk Eksistensi Mahasiswa dalam Membangun Sidoarjo dengan sub tema Kondisi Geologi dan Upaya Revitalisasi Kawasan Strategi Porong Pasca Bencana Luapan Lumpur dan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ini, menghadirkan Kepala DPMPTSP Pemkab Sidoarjo, Ari Suryono dan Ketua Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Jawa Timur, Handoko Teguh Wibowo sebagai pemateri.</p>
<p>Sedangkan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah sebagai Key Note Speaker. Acara ini dihadiri mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Sidoarjo dan Organisasi Kepemudaan Sidoarjo.</p>
<p>Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah memaparkan, para generasi muda harus diberikan pencerahan dan pemahaman terhadap berbagai permasalahan yang ada di Sidoarjo. Diantaranya luapan lumpur dan alternatif pembiayaan pembangunan dengan sistem KPBU yang akhir-akhir ini sempat mengemuka.</p>
<p>&#8220;Melalui forum diskusi ilmiah yang digelar ini, para mahasiswa akan mendapatkan penjelasan sekaligus solusinya. Kami berharap mahasiswa akan paham dan selanjutnya akan menyampaikan ke masyarakat dari hasil kajian ilmiah yang dibahas,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sedangkan Kepala DPMPTSP Pemkab Sidoarjo, Ari Suryono menegaskan soal Pemkab Sidoarjo memilih pembangunan RSUD Barat (Krian) menggunakan skema KPBU. Baginya dalam membangun sebuah rumah sakit tidak hanya mendirikan fisik bangunan saja. Tetapi ada beberapa faktor lainnya harus juga dilakukan. Diantaranya peralatan kesehatan yang mendukung serta keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) harus dipenuhi.</p>
<p>&#8220;Karena butuh percepatan pembangunan, maka melalui skema KPBU ini semua sarana dan prasarana RSUD Barat akan terpenuhi. Sehingga rumah sakit bisa dengan cepat dibangun dan dioperasikan. Tujuannya layanan kesehatan ke masyarakat akan cepat terpenuhi,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103166</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Himmpas Umsida Gandeng Gus Muhdlor Gelar Workshop Ecobrick</title>
		<link>https://memontum.com/himmpas-umsida-gandeng-gus-muhdlor-gelar-workshop-ecobrick</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Dec 2019 08:44:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ecobrick]]></category>
		<category><![CDATA[HIMMPAS]]></category>
		<category><![CDATA[Umsida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100927-himmpas-umsida-gandeng-gus-muhdlor-gelar-workshop-ecobrick</guid>

					<description><![CDATA[Memontun Sidoarjo &#8211; Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam Sidoarjo (HIMMPAS) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggandeng CEO Sido Resik, Ahmad Muhdlor Ali menggelar Workshop Ecobrick, Sabtu (30/11/2019). Acara yang digelar di Kampus 2 Umsida ini disambut antusias hampir 100 peserta yang berlatar belakang mahasiswa pecinta alam (lingkungan). Acara diawali dengan diskusi kasus mengenai kondisi kesenjangan lingkungan di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontun Sidoarjo</strong> &#8211; Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam Sidoarjo (HIMMPAS) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggandeng CEO Sido Resik, Ahmad Muhdlor Ali menggelar Workshop Ecobrick, Sabtu (30/11/2019). Acara yang digelar di Kampus 2 Umsida ini disambut antusias hampir 100 peserta yang berlatar belakang mahasiswa pecinta alam (lingkungan).</p>
<p>Acara diawali dengan diskusi kasus mengenai kondisi kesenjangan lingkungan di Sidoarjo. Selain itu, membahas sejumlah kerja sama gerakan sosial peduli lingkungan. Kemudian dilanjutkan praktek secara langsung membuat Ecobrick yang dipandu langsung Akhmad Isa Nasrullah yang tak lain adalah Duta Pepelingasih (Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih) Sidoarjo.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100928" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0194-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0194-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0194-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0194-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0194-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Workshop Ecobrick ini berisi pelatihan mengenai solusi dalam mengatasi sampah dan botol plastik. Ecobrick merupakan salah satu metode baru dalam mengelola sampah plastik,&#8221; terang CEO Sido Resik, Ahmad Muhdlor Ali, Sabtu (30/11/2019).</p>
<p>Lebih jauh, generasi millenial NU yang akrab dipanggil Gus Muhdlor ini memaparkan Workshop Ecobrick ini salah satu langkah mewujudkan visi dan misi Sido Resik dalam menjadikan Sidoarjo resik (bersih) akan sampah. Caranya dengan komitmen bersama menggerakkan para pemuda untuk menggagas kegiatan memanfaatkan sampah plastik menjadi ecobrick.</p>
<p>&#8220;Para mahasiswa juga diberi pelatihan. Misalnya contoh mengolah sampah plastik menjadi ecobrick. Kemudian dirangkai untuk dibuat sejumlah barang bermanfaat dan berharga. Diantaranya, kursi, meja, pot bunga, aquarium dan lainnya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Bagi putra keenam KH Agoes Ali Masyhuri ini membuat ecobrick memiliki keunggulan tersendiri. Seperti modal rendah dan dampaknya tidak besar (low budget and high impact). Apalagi, bahannya mudah didapatkan.</p>
<p>&#8220;Setelah menjadi ecobrick dapat digunakan sebagai alat kebutuhan kehidupan sehari-hari. Itu sangat mendukung program Sidoarjo Resik,&#8221; tegas Alumnus Unair Surabaya ini.</p>
<p>Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Rendra Dani firmansyah menegaskan worshop ini bertujuan melatih keterampilan dan keratifitas mahasiswa dalam mengolah barang bekas dan sampah menjadi berkah dan ramah lingkungan .</p>
<p>&#8220;Selain itu, mewujudkan pemuda yang sadar dan peduli terhadap lingkungan.</p>
<p>Hasil ecobrick dapat dimanfaatkan menjadi berbagai perabotan rumah tangga, hiasan dinding dan bahkan rumah berdasarkan kreatifitas masing-masing,&#8221; paparnya.</p>
<p>Duta Pepelingasih Sidoarjo, Akhmad Isa Nasrullah menguraikan pelatihan pengelolaan sampah plastik dan ecobrick ini sangat penting. Pihaknya berharap pelatihan ini berkelanjutan secara terus menerus. Selain itu, menumbuhkan kesadaran pentingnya pengelolaan sampah bagi kelestarian lingkungan hidup.</p>
<p>&#8220;Ecobrick menjadi solusi penanganan sampah plastik secara permanen. Karena ecobrick menerapkan prinsip reuse, reduse, recycle (3R) untuk jangka panjang. Karena sampah plastik sangat sulit terurai,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100927</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rektor Umsida Tak Imbau Mahasiswa Turun Jalan Tolak RUU KPK</title>
		<link>https://memontum.com/rektor-umsida-tak-imbau-mahasiswa-turun-jalan-tolak-ruu-kpk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Sep 2019 12:43:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Demo]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan]]></category>
		<category><![CDATA[Revisi RUU]]></category>
		<category><![CDATA[Umsida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/93657-rektor-umsida-tak-imbau-mahasiswa-turun-jalan-tolak-ruu-kpk</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Marak beredarnya poster Kita Kuliah di Jalan 25 September 2019 dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) langsung diklarifikasi Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh. Alasannya, karena kampus tak menghimbau aksi turun jalan yang bakal digelar, Rabu (25/9/2019). &#8220;Saya tegaskan informasi yang beredar di media sosial terkait ajakan kuliah di jalan kepada seluruh mahasiswa Umsida [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Marak beredarnya poster Kita Kuliah di Jalan 25 September 2019 dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) langsung diklarifikasi Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh. Alasannya, karena kampus tak menghimbau aksi turun jalan yang bakal digelar, Rabu (25/9/2019).</p>
<p>&#8220;Saya tegaskan informasi yang beredar di media sosial terkait ajakan kuliah di jalan kepada seluruh mahasiswa Umsida tidak benar. Itu hoax,&#8221; tegas Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh, Selasa (24/9/2019).</p>
<p>Selama ini, lanjut Hidayatulloh tidak ada keputusan dari pihak kampus yang meliburkan kegiatan belajar mengajar Rabu (25/9/2019) itu. Bahkan kampus Umsida tidak membuat seruan akademik untuk mengosongkan bangku perkuliahan. Namun, pihaknya berpesan jika para mahasiswa Umsida, tetap ada yang turun ke jalan, diharap tidak perlu banyak orang. Yakni cukup perwakilannya saja.</p>
<p>&#8220;Yang terpenting aspirasinya dapat tersampaikan. Apalagi, Sidoarjo saat ini situasi Kamtibmasnya dalam keadaan aman dan damai. Jangan sampai ada aksi demo secara anarkis dan jangan mudah terprovokasi pihak ketiga yang menunggangi kegiatan mahasiswa. Sampaikan aspirasi dengan hati dingin dan santun serta jaga nama baik almamater,&#8221; pintahnya.</p>
<p>Rektor Umsida menitipkan pesan agar mahasiswa melakukan unjuk rasa agar tidak bentrokan dan aspirasinya bisa terjembatani dengan baik.</p>
<p>&#8220;Yang penting aspirasi tersampaikan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara secara terpisah Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menegaskan pihaknya mempersilahkan siapa pun menyampaikan pendapat di muka umum. Namun harus menyampaikan surat pemberitahuan kepada Polri sesuai aturan UU No 9 Tahun 1998. Pemberitahuan ini agar Polri dapat mengamankan kegiatan turun ke jalan itu. Pihaknya menghimbau patuhi aturan, tertib di jalan dan jaga situasi Kamtibmas serta jangan mengganggu kepentingan umum.</p>
<p>&#8220;Salurkan aspirasi kepada pihak yang benar. Kami juga mengutamakan pengamanan humanis dan persuasif kepada pengunjuk rasa dengan mengutamakan polwan. Meski personil pengamanan tidak dibekalisenjata api, tapi tidak segan-segan menindak tegas apabila massa berbuat anarkhis dan memicu korban,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93657</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KMD di Umsida Siap Cetak Calon Guru Mahir Pramuka</title>
		<link>https://memontum.com/kmd-di-umsida-siap-cetak-calon-guru-mahir-pramuka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Aug 2019 15:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[PGSD]]></category>
		<category><![CDATA[pramuka]]></category>
		<category><![CDATA[Umsida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/90809-kmd-di-umsida-siap-cetak-calon-guru-mahir-pramuka</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Untuk mencetak Pembina Pramuka tingkat dasar, Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar pelatihan Kursus Mahir tingkat Dasar (KMD) 2019. Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin selaku Ketua Kwarcab Sidoarjo di Aula Mas Mansyur lantai 7 Gedung Umsida, Senin (19/08/2019). Pembukaan acara ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Untuk mencetak Pembina Pramuka tingkat dasar, Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar pelatihan Kursus Mahir tingkat Dasar (KMD) 2019. Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin selaku Ketua Kwarcab Sidoarjo di Aula Mas Mansyur lantai 7 Gedung Umsida, Senin (19/08/2019).</p>
<p>Pembukaan acara ini dihadiri Pembina Pusdiklat Pramuka Sidoarjo, Wakil Rektor I Umsida, Hana Catur Wahyuni, dan Jajaran Kwartir Cabang Pramuka Sidoarjo.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-90811" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190819-WA0141-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190819-WA0141-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190819-WA0141-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190819-WA0141-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190819-WA0141-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190819-WA0141-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Ketua Panitia Pelaksana, Fitria Wulandari mengatakan KMD digelar sejak tanggal 19 sampai 25 Agustus 2019. Acara ini diikuti 80 mahasiswa dan mahasiswi semester 6 program studi PGSD Umsida. Kegiatan ini bekerjasama dengan Kwartir Cabang Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Kami berbarap output kegiatan KMD ini nanti mahasiswa lulusan PGSD Umsida ketika sudah mengajar di sekolah, bisa menjadi Pembina Pramuka di tempat mengajarnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Wakil Rektor I Umsida, Hana Catur Wahyuni menilai kegiatan Pelatihan Pramuka termasuk bekal soft skill dalam meningkatkan kualitas akademik calon sarjana PGSD. Mereka dicetak sebagai guru professional di bidangnya dengan dibekali soft skill itu. Selain itu, diharapkan melalui pelatihan ini mahasiswa dapat meningkatkan keterampilan dan memiliki mental tangguh.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-90810" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190819-WA0145-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190819-WA0145-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190819-WA0145-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190819-WA0145-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190819-WA0145-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190819-WA0145-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Prodi PGSD berharap mahasiswa yang lulus dan menjadi guru, mereka sudah dibekali keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan. Selain itu dapat meningkatkan kemampuan untuk bersosialisasi dan memiliki moral serta karakter lebih teguh, kuat dan berjiwa Pancasila. Kami juga berharap kegiatan ini bisa digelar rutin setiap tahun,&#8221; pintahnya.</p>
<p>Sementara Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin yang juga Ketua Kwarcab Sidoarjo merasa senang dan bangga atas kerjasama Umsida dan Kwarcab Sidoarjo ini. Apalagi atas terselenggaranya KMD di Umsida. Baginya kegiatan ini sangat dibutuhkan bagi Prodi PGSD.</p>
<p>&#8220;Generasi muda saat ini perlu dibina, diarahkan dan didampingi. Ini dalam rangka menyiapkan generasi muda yang hebat dan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan. Mudah-mudahan setelah KMD dilanjutkan tahapan selanjutnya agar bisa mencetak pembina mahir,&#8221; tandas Kak Nur. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">90809</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KKN 852 Mahasiswa Umsida, Ditargetkan Berdayakan IT Desa</title>
		<link>https://memontum.com/kkn-852-mahasiswa-umsida-ditargetkan-berdayakan-it-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Aug 2019 01:39:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[IT Desa]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Umsida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/89521-kkn-852-mahasiswa-umsida-ditargetkan-berdayakan-it-desa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sedikitnya 852 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) diberangkatkan mengikuti program akhir Kuliah Kerja Nyata (KKN). Rencananya ratusan mahasiswa ini dibagi ke dalam sejumlah kelompok dan ditugaskan di puluhan desa yang ada di Kecamatan Buduran, Gedangan, Tanggulangin, dan Kecamatan Jabon. Ratusan mahasiswa ini diberangkatkan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dan Rektor Umsida, Dr Hidayatullah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Sedikitnya 852 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) diberangkatkan mengikuti program akhir Kuliah Kerja Nyata (KKN). Rencananya ratusan mahasiswa ini dibagi ke dalam sejumlah kelompok dan ditugaskan di puluhan desa yang ada di Kecamatan Buduran, Gedangan, Tanggulangin, dan Kecamatan Jabon.</p>
<p>Ratusan mahasiswa ini diberangkatkan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dan Rektor Umsida, Dr Hidayatullah. Pemberangkatan ratusan peserta KKN ini digelar di Aula KH Ahmad Dahlan, Umsida. Temanya Pengembangan Desa Delta Mandiri Berkemajuan dengan Pendekatan Sosiokultural dan Teknologi Berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Kami menempatkan 852 peserta KKN ini di 4 kecamatan di Sidoarjo. Karena sekitar 40 persen pesertanya sudah bekerja dan sudah memiliki usaha. Kami pilih di Sidoarjo agar tidak mengganggu kerja para mahasiswa. Selain itu, selama 2 bulan mereka akan fokus di desa tujuan khusus Sabtu dan Minggu,&#8221; terang Rektor Umsida, Dr Hidayatullah, Kamis (01/08/2019).</p>
<p>Misi KKN ini, kata Hidayatullah adalah memberikan pencerahan kepada masyarakat desa. Terutama di bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan dan bidang perekonomian desa. Termasuk soal penyusunan website (IT) desa harus dikuatkan. Hal ini selain mensupport program Smart City Pemkab Sidoarjo juga agar teknologi informasi terutama internet bisa dikembangkan untuk mempromosikan potensi masing-masing desa.</p>
<p>&#8220;Karena jangkauan smart city itu bukan hanya di kota tapi juga sampai pelosok desa. Apalagi sekarang di era industri 4.0. Pembuatan website desa penting agar potensi desa diketahui masyarakat lainnya. Targetnya terjadi interkoneksi hingga melahirkan keunggulan desa masing-masing agar dikenal secara nasional,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Hal ini, kata Hidayatullah agar ada sinergi antara masyarakat desa, Pemkab Sidoarjo, akademisi dan para mahasiswa yang hendak lulus. Karenanya semua memiliki tugas mengembangkan potensi Sidoarjo yang luar biasa itu. Caranya fokus memperbaiki dan mengembangkan potensi yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, lingkungan bersih dan perekonomian pedesaan terdongkrak.</p>
<p>&#8220;Pertumbuhan ekonomi yang diukur dari kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp 1,7 triliun harus membangkitkan pemberdayaan di segala bidang. Termasuk pemberdayaan masyarakat desa melalui program pendampingan pemerintah dan akademisi,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah berharap dengan adanya KKN ini, ratusan mahasiswa itu bisa menularkan ilmunya ke masyarakat desa lokasi KKN. Selain itu, juga menggali informasi di masing-masing desa yang masih bisa dikembangkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.</p>
<p>&#8220;Pesan saya dengan masyarakat mahasiswa harus menyatuh. Pengalaman di kampus harus diterapkan di desa maing-masing</p>
<p>disesuaikan fakta di lokasi KKN. Karena mahasiswa butuh masyarakat dan masyarakat butuh para mahasiswa agar KKN terpadu ini bisa saling membangun,&#8221; tandasnya. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">89521</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PKM Umsida Dorong Geliat Bisnis Sentra Kerajinan Tas Tanggulangin</title>
		<link>https://memontum.com/pkm-umsida-dorong-geliat-bisnis-sentra-kerajinan-tas-tanggulangin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2018 14:04:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajinan]]></category>
		<category><![CDATA[Program Kemitraan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Umsida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/57438-pkm-umsida-dorong-geliat-bisnis-sentra-kerajinan-tas-tanggulangin</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berusaha mendorong geliat produksi dan bisnis di Sentra Tas di Perumtas 2, Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Program pendampingan dalam rangka membangun keunggulan ekonomi ini, difokuskan mengenai inovasi produk, admisnistrasi keuangan serta pemasaran hasil produksi. Program kemitraan untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berusaha mendorong geliat produksi dan bisnis di Sentra Tas di Perumtas 2, Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Program pendampingan dalam rangka membangun keunggulan ekonomi ini, difokuskan mengenai inovasi produk, admisnistrasi keuangan serta pemasaran hasil produksi.</p>
<p>Program kemitraan untuk meningkatkan kreatifitas dan kemandirian kelompok perajin ini merupakan bantuan program Ristekdikti dalam skim PKM Tahun 2018. Realisasi program ini dikomandoi salah satu dosen, Dr Mashudi dengan beranggotakan Dr Luluk Fauziah dan Lailul Mursyidah.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/pendidikan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/4/2018/09/IMG-20180925-WA0089-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-3351" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Program kami fokuskan di sentra kerajinan kulit itu karena disana terkenal dengan sektor perajin tas, sepatu, dompet, jaket kulit dan sejenis yang berbahan kulit. Kani analisa permasalahan pokoknya untuk dikaji dan ditemukan permasalahan pokoknya,&#8221; terang Dr Mashudi kepada Memo X, Rabu (26/09/2018).</p>
<p>Mashudi menguraikan berdasarkan analisa di lapangan akses jalan menuju sentra kerajinan kulit itu cukup baik dan sangat lancar. Namun selama menjalankan PKM ini ditemukan  permasalahan yakni soal perajin tas dan penjual Tas. Dari kedua mitra pemdampingan ini terdapat 4 pokok permasalahan utama. Keempat permasalahan utama ini harus diselesaikan pokok permasalahannya.</p>
<p>&#8220;Hasilnya berdasarkan metode penyelesaian kemitraan itu yakni soal proses produksi, proses administrasi, dan proses pemasaran,&#8221; imbuhnya. Mashudi merinci ketiga permasalahan ini harus dicarikan solusinya untuk menumbuhkan geliat bisnis di sentra kerajinan kulit itu. Baginya, masalah proses produksi terkait peralatan untuk menambah kapasitas produksi permintaan (order) kerajinan tas dan inovasi desain produk. Kemudian disusul masalah administrasi. Yakni terkait dengan belum adanya administrasi usaha, terutama laporan keuangan yang baik dan benar sesuai paraturan dalam mengakses dana ke dunia perbankan. </p>
<p>&#8220;Terakhir, masalah pemasaran terkait dengan belum adanya sistem inovasi penjualan yang baik. Misalnya menggunakan Teknologi Informasi penjual lewat sistem online dan lainnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara untuk mengatasi sejumlah permasalahan itu, Mashudi dkk menawarkan sejumlah solusi dalam merealisasi PKM itu. Diantaranya, solusi untuk permasalahan proses produksi adalah melalui PKM disediakan alat penambah mesin jahit bagi perajin tas. Tujuannya agar kapasitas produksi bisa naik 50 persen dari sebelumnya. Selain itu, melatih keterampilan desain tas untuk menghasilkan desain tas unik serta menaikkan omzet pendapatan.</p>
<p>&#8220;Sedangkan untuk masalah administrasi digelar pelatihan manajemen keuangan. Tujuannya untuk melihat perkembangan usaha dan akses dana ke perbankan serta mendapat pinjaman modal. Sementara untuk masalah pemasaran melalui pembuatan website. Selain pelatihan internet marketing agar pangsa pasar lebih luas, tidak terbatas daerah Sidoarjo saja tetapi terjangkau hingga ke wilayah lainnya,&#8221; pungkasnya. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">57438</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Umsida dan PDM Sidoarjo Dukung Pembangunan Gedung Terpadu dan RSUD Barat</title>
		<link>https://memontum.com/umsida-dan-pdm-sidoarjo-dukung-pembangunan-gedung-terpadu-dan-rsud-barat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Sep 2018 13:31:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[PDM Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Umsida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/56844-umsida-dan-pdm-sidoarjo-dukung-pembangunan-gedung-terpadu-dan-rsud-barat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Kalangan akademisi dan organisasi masyarakat mulai mendukung rencana pembangunan Gedung Terpadu 17 lantai dan RSUD Barat. Alasannya, pembangunan itu bakal bermanfaat untuk peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan bagi masyarakat Sidoarjo. Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Hidayatulloh menilai jika pembangunan kedua gedung itu sudah direncanakan matang oleh Pemkab Sidoarjo. Pembangunan itu untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Kalangan akademisi dan organisasi masyarakat mulai mendukung rencana pembangunan Gedung Terpadu 17 lantai dan RSUD Barat. Alasannya, pembangunan itu bakal bermanfaat untuk peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan bagi masyarakat Sidoarjo.</p>
<p>Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Hidayatulloh menilai jika pembangunan kedua gedung itu sudah direncanakan matang oleh Pemkab Sidoarjo. Pembangunan itu untuk kebutuhan masyarakat Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Kami menilai layak direalisasikan pembangunannya. Kami yakin pembangunan kedua gedung itu sudah matang. Apalagi, fungsi dari gedung untuk memberikan pelayanan prima ke masyarakat. Kalau kebutuhan anggarannya besar kami yakin juga sudah pasti sudah direncanakan,&#8221; terangnya kepada Memo X, Minggu (23/09/2018).</p>
<div id="attachment_12299" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-12299" decoding="async" src="https://i0.wp.com/pemerintahan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/5/2018/09/20180923_150730-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo, Masyhud SM" width="650" height="333" class="size-full wp-image-12299" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-12299" class="wp-caption-text"><em><strong>Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo, Masyhud SM</strong></em></p></div>
<p>Lebih jauh pria yang juga mantan Kepala SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo ini menguraikan kebutuhan anggaran besar diharapkan tidak mengurangi kebutuhan anggaran untuk program penting lainnya di Sidoarjo. Misalnya, penanggulangan banjir, jalan rusak hingga pembangunan infrastruktur lainnya. </p>
<p>&#8220;Kalau semua sudah diperhitungkan kami menilai tidak ada masalah. Kenapa tidak segera dibangun gedung itu. Sama halnya dengan pembangunan RSUD Barat. Kini, tingkat populasi warga Sidoarjo sudah menyebar di berbagai daerah. Termasuk di kawasan  barat yang dipastikan membutuhkan pelayanan kesehatan yang prima berupa RSUD itu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Hidayat menilai, pembangunan RSUD Barat merupakan rencana program pembangunan penting. Hal ini terlepas dibangun menggunakan dana APBD maupun Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Akan tetapi, kebutuhan fasilitas kesehatan di wilayah barat sangat ditunggu masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56844</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
