<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Unitomo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/unitomo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Sep 2019 15:00:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Unitomo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Raih IPK 3,74, Penyandang Autis Terima Beasiswa S2 Unitomo, Gun-Gun Berharap Jadi Guru</title>
		<link>https://memontum.com/raih-ipk-374-penyandang-autis-terima-beasiswa-s2-unitomo-gun-gun-berharap-jadi-guru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2019 00:49:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Autis]]></category>
		<category><![CDATA[Unitomo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/82646-raih-ipk-374-penyandang-autis-terima-beasiswa-s2-unitomo-gun-gun-berharap-jadi-guru</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Gunadi Putra berhasil mendobrak asumsi minor mayoritas orang yang menyebut penyandang autis sulit dan tidak perlu sekolah tinggi. Gunadi yang akrab disapa Gun-Gun itu dinyatakan lulus sebagai sarjana S1 Sastra Inggris dalam Yudisium Fakultas Sastra (FS) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Rabu (13/2/2019) lalu. Dan Minggu (7/4/2019) lalu, dia menjadi salah satu wisudawan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Gunadi Putra berhasil mendobrak asumsi minor mayoritas orang yang menyebut penyandang autis sulit dan tidak perlu sekolah tinggi. Gunadi yang akrab disapa Gun-Gun itu dinyatakan lulus sebagai sarjana S1 Sastra Inggris dalam Yudisium Fakultas Sastra (FS) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Rabu (13/2/2019) lalu.</p>
<p>Dan Minggu (7/4/2019) lalu, dia menjadi salah satu wisudawan yang digelar di Dyandra Convention Center. Suadi Winata dan Tjindra Halim, pasangan suami istri (Pasutri) yang merupakan orangtua Gun-Gun pastinya bangga.</p>
<p>Terlebih anak bungsunya yang tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2015 itu, dinyatakan lulus setelah menyelesaikan skripsi berjudul The Mastery of English Vocabulary on Food and Drink by the 4 th Grade Students of Bunga Elementary School Sidoarjo.</p>
<p>Gun-Gun yang tinggal di Delta Asih Pertiwi Kabupaten Sidoarjo ini bahkan sukses meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,74 sehingga berhak menyandang predikat Cum Laude. Ini yang membuat Unitomo memberikan beasiswa studi lanjut jenjang S2 Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) untuk Gun-Gun.</p>
<p>Dilihat sepintas sosok Gun-Gun memang berbeda dengan mahasiswa normal. Tidak mudah untuk mengajaknya berkomunikasi. Kalau pun bisa, perlu upaya ekstra untuk itu. Gesture atau gerak anggota tubuhnya sulit dimengerti. Ia juga cenderung menghindari kontak mata. Bahkan tidak jarang ia berlari kesana kemari, hingga akhirnya berhenti sendiri karena kecapekan.</p>
<p>Semua itu tak lepas dari masa kecilnya, saat berusia 2 tahun dan didiagnosa mengalami autisme, yaitu terjadinya gangguan neurobehavioral (syaraf dan perilaku) yang menyebabkan ia sulit berkomunikasi dan melakukan interaksi sosial dengan orang di sekitarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">82646</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Asyiknya Bikin Film dengan Handphone</title>
		<link>https://memontum.com/asyiknya-bikin-film-dengan-handphone-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2019 06:20:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Unitomo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/82207-asyiknya-bikin-film-dengan-handphone-2</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Pada era yang serba canggih, memproduksi film tidak lagi repot. Ini yang terlihat ketika generasi millennial kreatif yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Entertaiment Production Image Creative (UKM EPIC) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo (Fikom Unitomo) mengikuti workshop membuat film hanya dalam 11 jam dan cukup menggunakan smartphone. Workshop dilaksanakan Jum’at [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Pada era yang serba canggih, memproduksi film tidak lagi repot. Ini yang terlihat ketika generasi millennial kreatif yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Entertaiment Production Image Creative (UKM EPIC) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo (Fikom Unitomo) mengikuti workshop membuat film hanya dalam 11 jam dan cukup menggunakan smartphone.</p>
<p>Workshop dilaksanakan Jum’at (29/3/2019) di Auditorium Ki H. Moh. Saleh, lantai V Gedung F. Kegiatan ini mengangkat tema “Filmmu adalah Kamu”. Kegiatan yang diikuti siswa SMA se Surabaya ini mendatangkan sejumlah pembicara yang ahli dalam bidang perfilman. Di antaranya, alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) bakal mengisi acara ini. Yakni, Lilik Dwipu yang terkenal sebagai sutradara film pendek dokumenter. Selain Lilik, ada Animator dan Editor Film W. Dharmawan yang terkenal dengan sebutan &#8220;Cak Waw&#8221; yang membagi ilmunnya mengenai trik membuat film 11 jam, serta akademisi sekaligus penulis novel handal Redi Panuju yang membagi kisahnya menuliskan novel.</p>
<div id="attachment_82208" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-82208" decoding="async" class="size-full wp-image-82208" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/Lilik-Dwipu-sutradara-film-pendek-dokumenter-memberi-paparan-dalam-Workshop-HFN-di-Unitomo-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Lilik Dwipu, sutradara film pendek dokumenter memberi paparan dalam Workshop HFN di Unitomo " width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/Lilik-Dwipu-sutradara-film-pendek-dokumenter-memberi-paparan-dalam-Workshop-HFN-di-Unitomo-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/Lilik-Dwipu-sutradara-film-pendek-dokumenter-memberi-paparan-dalam-Workshop-HFN-di-Unitomo-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/Lilik-Dwipu-sutradara-film-pendek-dokumenter-memberi-paparan-dalam-Workshop-HFN-di-Unitomo-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/Lilik-Dwipu-sutradara-film-pendek-dokumenter-memberi-paparan-dalam-Workshop-HFN-di-Unitomo-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/Lilik-Dwipu-sutradara-film-pendek-dokumenter-memberi-paparan-dalam-Workshop-HFN-di-Unitomo-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-82208" class="wp-caption-text"><strong>Lilik Dwipu, sutradara film pendek dokumenter memberi paparan dalam Workshop HFN di Unitomo </strong></p></div>
<p>Dalam paparannya, Redi Panuju mengatakan mengolah kreatifitas tidak bisa lepas dari kebiasaan membaca. &#8220;Ide-ide kreatifitas kita akan lebih banyak mendapat refrensi jika kita rajin membaca, baik itu buku atau refrensi online masa kini,&#8221; ungkap Redi yang juga Dekan Fikom Unitomo.</p>
<p>Senada dengan Redi, Lilik Dwipu mengakui banyak ide membuat film yang muncul akibat sering membaca. &#8220;Jika ide sudah muncul, jangan sia-siakan dan segera tulis menjadi suatu naskah sebagai bahan kita dalam membuat alur film yang bagus&#8221;, papar sutradara film ini.</p>
<p>Sementara, Cak Waw mengatakan bukan hanya membuat naskah film yang membutuhkan ide kreatif, dalam mengedit film pun dibutuhkan ide ekstra kreatif dalam menyajikan tampilan film yang bagus. &#8220;Saya yakin, temen-temen millenial ini punya ide liar dalam membuat suatu karya. Terlebih soal editing, hanya menggunakan handphone pun zaman digital ini banyak menyajikan tampilan efek ciamik agar film yang dibuat lebih keren&#8221;, ujarnya.</p>
<p>Hibatullah Fajari, Humas EPIC mengatakan workshop dalam rangka memeringati Hari Film Nasional ini untuk memberi motivasi dan pembekalan pada penerus film maker Indonesia, agar mempunyai pengetahuan dasar serta mengasah keahlian yang dimilikinya.</p>
<p>&#8220;Seharusnya dapat menggunakan handphone dengan sebaik mungkin, karena pada dasarnya semua generasi millennial dapat melakukan suatu perubahan dengan sebuah gerakan yaitu sebuah karya dengan memanfaatkan teknologi,&#8221; kata mahasiswa semester IV ini.</p>
<p>Hibatullah menambahkan, dengan handphone generasi millenial dapat mengekspresikan ide, gagasan, dan diri dalam sebuah karya. “Entah karya itu dalam bentuk video maupun film, karena smartphone yang biasa digunakan juga dapat menjadi salah satu cara membangun citra diri yang positif untuk menunjang kreatifitas”, imbuhnya.</p>
<p>Di temui di sela acara, Ketua Pelaksana mengatakan workshop yang berlangsung hingga Sabtu (30/3) ini mengasah kreatifitas peserta melalui serangkaian kegiatan seperti lomba membuat film dan screening film.</p>
<p>“Selama dua hari, peserta mengikuti beberapa rangkaian yaitu workshop, lomba membuat film dan screening film. Lomba pembuatan film 11.3 dengan waktu selama 11 jam dan dengan durasi 3 menit,” pungkasnya. <strong>(est/ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">82207</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rayakan Musim Semi Sakura, Unitomo Gelar JFF ke-25</title>
		<link>https://memontum.com/rayakan-musim-semi-sakura-unitomo-gelar-jff-ke-25</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Mar 2019 19:29:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Japan Fun Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Unitomo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/81232-rayakan-musim-semi-sakura-unitomo-gelar-jff-ke-25</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Musim semi Bunga Sakura di Jepang saat ini juga dirayakan Program Studi Sastra Jepang Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya. Melalui Japan Fun Festival (JFF) dan Bunkasai atau Festival Budaya Jepang, mahasiswa menampilkan pernak-pernik Jepang di kampus tersebut. ‘Harubiyori o Tanoshimou (Mari Menikmati Musim Semi)’ adalah tema yang diambil. Perayaan dimeriahkan dengan lomba [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Musim semi Bunga Sakura di Jepang saat ini juga dirayakan Program Studi Sastra Jepang Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya. Melalui Japan Fun Festival (JFF) dan Bunkasai atau Festival Budaya Jepang, mahasiswa menampilkan pernak-pernik Jepang di kampus tersebut.</p>
<p>‘Harubiyori o Tanoshimou (Mari Menikmati Musim Semi)’ adalah tema yang diambil. Perayaan dimeriahkan dengan lomba Shodou (menulis kaligrafi Jepang), Rodoku (membaca dengan jelas dan nyaring), Kakikikitori (mendengar dan menulis), cerdas cermat, Olimpiade Kanji (huruf Jepang) tingkat SMA/SMK/MA se-Jawa Timur.<br />
Peserta yang diutamakan adalah siswa yang berminat pada bahasa dan budaya Jepang.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-81234" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190317-WA0065-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190317-WA0065-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190317-WA0065-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190317-WA0065-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190317-WA0065-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190317-WA0065-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Peserta yang berasal dari pelajar SMA/SMK/MA se-Jatim. Animo mereka sangat tinggi. Terbukti dari 600 siswa yang mengikuti lomba berbasis bahasa dan budaya Jepang.</p>
<p>“Jumlah peserta lomba SMA maupun umum meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias untuk mengikuti Bunkasai di Unitomo,” kata Cicilia Tantri Sulistyawati, Dekan Fakultas Sastra Unitomo, Minggu (17/3).</p>
<p>Tak hanya dimeriahkan oleh lomba untuk peserta sekolah tingkat atas saja, tetapi juga untuk umum. Dengan kategori Seiyuu (mengisi suara suatu karakter dalam video), Fan Art (menggambar maskot bunkasai 2019), Karaoke, Dance cover, Cosplay walk (menggunakan kostum suatu karakter), serta desain karakter.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-81233" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190317-WA0066-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190317-WA0066-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190317-WA0066-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190317-WA0066-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190317-WA0066-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190317-WA0066-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Lomba umum diikuti semua usia. Lomba umum ada enam cabang. Ini juga boleh diikuti. Paling tua umur 30an dari mahasiswa sampai pekerja. Yang paling muda siswa SD usia 12 tahun dari Surabaya,” tambah Muhammad Afifudin selaku Ketua Pelaksana saat ditemui disela acara.</p>
<p>Dengan diadakannya kegiatan wajib bagi mahasiswa semester tiga ini, Afif&#8211;sapaan akrabnya&#8211;, berharap peserta dapat mempelajari bahasa maupun budaya Jepang secara mendalam.</p>
<p>“Kami sebagai mahasiswa sastra Jepang ingin menyebarkan ilmu budaya jepang terhadap masyarakat umum. Dan juga sebagai implementasi kuliah kami sastra Jepang,” harapnya.</p>
<p>Sekadar diketahui, JFF juga dimeriahjan workshop chanoyu, (upacara minum teh dengan budaya Jepang), berfoto menggunakan yukata (kimono kain tipis), dan memasuki wahana obake yashiki (rumah hantu ala Jepang). Dan, lomba yang paling menarik yaitu tabetaikai (lomba makan ramen) dengan mengisi Teka Teki Silanb (TTS). Dan dipuncak acara, ada penampilan dari guest stars, ada Akiba Street, Nekonoi Katsu, HT-One, dan Clarissa Punipun. <strong>(est/ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">81232</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PSGC Kuatkan Anak Jaman Now Cinta Lagu Daerah</title>
		<link>https://memontum.com/psgc-kuatkan-anak-jaman-now-cinta-lagu-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2019 14:05:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cendekia Choir Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Unitomo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/78734-psgc-kuatkan-anak-jaman-now-cinta-lagu-daerah</guid>

					<description><![CDATA[Memomtum Surabaya &#8211; Paduan Suara Gita Cendekia (PSGC), Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Kota Surabaya kembali menggelar Cendekia Choir Festival (CCF) bagi para pelajar tingkat SMA/SMK/MA se-Jawa Timur. Kali ini, tema yang diusung PSGC ialah &#8216; Simfoni Millennials Untuk Negeri&#8217; dengan dua kategori lomba, yakni solo/duet dan paduan suara. Kompetisi lomba ini tak hanya mencari pemenang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memomtum Surabaya</strong> &#8211; Paduan Suara Gita Cendekia (PSGC), Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Kota Surabaya kembali menggelar Cendekia Choir Festival (CCF) bagi para pelajar tingkat SMA/SMK/MA se-Jawa Timur. Kali ini, tema yang diusung PSGC ialah &#8216; Simfoni Millennials Untuk Negeri&#8217; dengan dua kategori lomba, yakni solo/duet dan paduan suara.</p>
<p>Kompetisi lomba ini tak hanya mencari pemenang dengan kualitas suara saja, tetapi juga membangun dan kembali mengingatkan akan musik-musik dan lagu daerah. Salah satunya dengan menjadikan lagu daerah dan lagu bertema serupa sebagai lagu wajib yang harus mereka nyanyikan dalam ajang perlombaan ini.</p>
<p>&#8220;Kami ingin anak-anak jaman now yang suka budaya luar, lagu-lagu barat dan Korea dan jauh dari budaya Indonesia, terutama lagu kebangsaan dan adat. Dan acara ini digelar agar menumbuhkan minat anak-anak milenial agar cinta lagu daerah,&#8221; kata Mela Adi Prasiska selaku Ketua Pelaksana, Minggu (17/2/2019). Acara yang diikuti oleh 157 peserta dari 12 sekolah yang berbeda Se-Jatim ini terdiri dari 6 tim paduan suara dan 7 orang dari kategori solo dan duet.</p>
<p>Mela juga mengungkapkan, jika hampir tidak ada kendala maupun kesulitan untuk pendaftaran peserta dari se-Jatim. &#8220;Karena ada online atau bisa datang ke sekretariat UKM Paduan Suara Gita Cendikia,&#8221; ujarnya. Perlombaan yang telah disiapkan sejak bulan November 2018 lalu ini, berharap output dari acara. Selain dapat bernyanyi dengan penuh penghayatan, PSGC juga menginginkan generasi milenial agar lebih mencintai budaya bangsa dan melestarikannya.</p>
<p>&#8220;Harapan kami setelah perlombaan ini, semoga semakin membuat peserta dan semua masyarakat lebih cinta akan lagu-lagu Indonesia. Terutama lagu-lagu tradisional/daerah,&#8221; harapnya. Sementara itu, Mardiah Mutiara, siswi asal SMAN 18 Surabaya ekstrakurikuler Padus ini menjelaskan, juka persiapan yang dibutuhkannya dan timnya yang terdapat 26 orang ini yaitu, menjaga kualitas suara selama satu bulan.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78734</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unitomo Gelar Seminar Peran Pers Dalam Pemilu</title>
		<link>https://memontum.com/unitomo-gelar-seminar-peran-pers-dalam-pemilu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2019 05:42:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pers Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Unitomo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/76425-unitomo-gelar-seminar-peran-pers-dalam-pemilu</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) ikut memeriahkan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2019 yang secara nasional dipusatkan di Surabaya. Lembaga pendidikan tinggi bertagline Kampus Kerakyatan dan Kebangsaan itu menggelar seminar bertajuk ‘Peran Pers Dalam Mewujudkan Pemilu 2019 yang Aman dan Damai’. Seminar ini hasil kerjasama dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Badan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) ikut memeriahkan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2019 yang secara nasional dipusatkan di Surabaya. Lembaga pendidikan tinggi bertagline Kampus Kerakyatan dan Kebangsaan itu menggelar seminar bertajuk ‘Peran Pers Dalam Mewujudkan Pemilu 2019 yang Aman dan Damai’. Seminar ini hasil kerjasama dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara.</p>
<p>Menurut Akhmad Munir, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, peran pers dalam pemilu 2019 itu jangan menjadi partisan (tidak netral dan memihak). Dimana media yang seharusnya berusaha menempatkan sebagai media independen, serta mengabdi pada publik.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-76427" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9242-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9242-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9242-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9242-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9242-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9242-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Memang sedikit berat tapi itulah tantangan kita (pers atau media). Memberikan informasi yang mengedukasi masyarakat untuk memilih calon yang benar dan memiliki track record baik dan memiliki harapan-harapan lebih baik bagi masyarakatnya. Jangan malah memprovokasi atau mempropaganda hal-hal yang tidak baik,” kata Munir yang menjadi salah satu pembicara, Jumat (1/2/2019).</p>
<p>Selain itu, Munir juga menyampaikan, jika pers jangan sampai terjebak kepada isu-isu yang memanaskan situasi. Justru, seharusnya pers bisa menjadi penyejuk dalam situasi kontestasi persaingan legislatif yang semakin panas dan keras ini.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-76426" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9248-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9248-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9248-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9248-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9248-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_9248-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Harus menjadi panduan untuk masyaraka. Agar pers itu bisa menjadi arahan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilu. Agar tidak sedikit yang golput. Dan pers mengarahkan yang dipilih oleh rakyat adalah calon-calon yang terbaik menurut hati nurani,” ujarnya.</p>
<p>Munir juga mengira, untuk pers mainstream itu masih relatif bagus. Akan tetapi masyarakat terganggu oleh media sosial yang saling menghujat, menjelek-jelekkan, bahkan mengujar kebencian dan bohong (hoax). “Justru peran pers saat ini dituntut untuk menjadi pembersih dari informasi hoax, itulah tantangan terberat,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Rudi Setiawan, Kapolrestabes Surabaya yang juga menjadi salah satu pembicara menjelaskan, bahwa peran pers harus menyajikan sebuah fakta dalam berita. Terlebih jika berita tersebut bersifat menyertai opini.</p>
<p>“Jangan membuat berita yang sifatnya memotong fakta. Hal ini sebagai upaya memerangi hoax yang sudah menjadi kasus selama ini,” paparnya saat seminar.<strong> (est/ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76425</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kali Pertama Unitomo Gelar Produk Mahasiswa, Rektor: Cukup Kreatif dan Marketable</title>
		<link>https://memontum.com/kali-pertama-unitomo-gelar-produk-mahasiswa-rektor-cukup-kreatif-dan-marketable</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2018 13:57:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Produk Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Unitomo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/69177-kali-pertama-unitomo-gelar-produk-mahasiswa-rektor-cukup-kreatif-dan-marketable</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Untuk kali pertama Universitas Dr. Soetomo Unitomo (Unitomo) Surabaya menggelar produk mahasiswa. Ada kurang lebih 27 kelompok mahasiswa yang memajang produk kreatif bidang Informasi Teknologi (IT) serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Rektor Unitomo Dr. Bachrul Amiq, SH., MH,. mengatakan jika kampusnya sudah melakukan pendidikan kewirausahaan. Artinya, dalam kurikulum Unitomo sudah berjalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Untuk kali pertama Universitas Dr. Soetomo Unitomo (Unitomo) Surabaya menggelar produk mahasiswa. Ada kurang lebih 27 kelompok mahasiswa yang memajang produk kreatif bidang Informasi Teknologi (IT) serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).</p>
<p>Rektor Unitomo Dr. Bachrul Amiq, SH., MH,. mengatakan jika kampusnya sudah melakukan pendidikan kewirausahaan. Artinya, dalam kurikulum Unitomo sudah berjalan hampir lima tahun dan secara berkelanjutan. </p>
<p>“Saya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa. Saya percaya bahwa dari 27 kelompok ini suatu saat akan menjadi wirausaha yang besar di Indonesia,” tandas Bachrul Amiq bernada optimis, Selasa (18/12).</p>
<p>Ia berharap pengembangan kewiraushaan Unitomo tidak berhenti ketika mata kuliah berakhir. “Saya ingin semangat kewirausahaan mahasiswa itu terus berkobar dan didampingi sampai menjadi pengusaha yang mapan,” tuturnya kepada ratusan mahasiswa yang hadir.</p>
<p>Sebagai rektor, kata Bachrul Amiq, semakin semangat untuk mengembangakan bidang kewirausahaan mahasiswa. Bachrul mengaku, ternyata setelah kampus memberi kesempatan untuk menggelar produknya, diluar dugaan produk dan karya mahasiswanya cukup kreatif dan marketable.</p>
<p>Namun ia menekankan materi dan pendampingan diberikan pada para mahasiswa yang sebagian besar menginjak semester lima. Menghitung untung dan rugi harus ditekankan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">69177</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
