<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>unitri &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/unitri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Sep 2022 11:22:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>unitri &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Penerimaan Mahasiswa Baru Unitri, Pemkot Malang bersama Forkopimda Jalin Kerja Sama Penguatan Sinergitas Wawasan Kebangsaan</title>
		<link>https://memontum.com/penerimaan-mahasiswa-baru-unitri-pemkot-malang-bersama-forkopimda-jalin-kerja-sama-penguatan-sinergitas-wawasan-kebangsaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2022 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[unitri]]></category>
		<category><![CDATA[Unitri Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175334</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka Penguatan Sinergitas Wawasan Kebangsaan, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, saat Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (UPMB), Kamis (15/09/2022) tadi. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Rinawati dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka Penguatan Sinergitas Wawasan Kebangsaan, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, saat Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (UPMB), Kamis (15/09/2022) tadi.</p>



<p>Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Rinawati dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Muhammad Nur Widianto. Tidak ketinggalan, jajaran Forkopimda Kota Malang, mulai Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto dan Dandim 0833/Kota Malang, Letkol Kav Heru Wibowo Sofa, pun turut hadir di UPMB Unitri Malang.</p>



<p>Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut dilakukan agar para mahasiswa baru yang berada di Kota Malang, nantinya memiliki penguatan-penguatan sinergitas dan wawasan kebangsaan. Sehingga, bisa melaksanakan pendidikan dengan baik dan memiliki bekal untuk ke depannya.</p>



<p>&#8220;Mahasiswa baru sebagai calon penerus generasi bangsa, calon pemimpin, begitu mereka mengejar pendidikan di Kota Malang, kami beri penguatan-penguatan ini. Tujuannya, supaya mereka punya bekal untuk ke depan,” jelas Bung Edi-sapaan akrabnya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Tentu, tambahnya, hal itu dilakukan dengan harapan nantinya bisa mewujudkan mahasiswa yang mempunyai intelektual bagus, kekuatan spiritual yang bagus, serta mempunyai jiwa tanah ai dan wawasan kebangsaan yang konkrit. &#8220;Sehingga harapannya nanti, mereka sebagai generasi penerus, betul-betul mampu menjadi penerus bangsa, melalui muatan nilai-nilai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” lanjutnya.</p>



<p>Senada dengan itu, Kepala Bakesbangpol, Rinawati, mengatakan bahwa itu dilakukan agar ke depan para mahasiswa baru bisa meminimalisir potensi perbedaan-perbedaan yang ada. Karena sebagai generasi penerus bangsa, harus saling menjaga, memahami dan menghargai toleransi. &#8220;Tentu, ini dilakukan supaya ke depan bisa meminimalisir potensi-potensi perbedaan, agar tidak menjadikan masalah atau politik. Karena generasi muda, nanti akan menjadi penerus yang harus menjaga keutuhan NKRI,” ujar Rina.</p>



<p>Sementara itu, Rektor Unitri, Prof Dr Ir Eko Handayanto, mengatakan bahwa kerjasama tersebut dilakukan agar mahasiswa baru betul-betul bisa mendalami wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. &#8220;Karena di sini banyak mahasiswa yang berasal dari luar Jawa, seperti Sumbawa, Kalimantan dan sebagainya. Maka, ini kita lakukan agar mereka bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Karena cinta kebangsaan, itu bukan hanya secara nasional semata. Tetapi, juga di lingkungan sendiri,” imbuh Eko. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175334</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Unitri Ditemukan Tewas di Kamar Kontrakan</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-unitri-ditemukan-tewas-di-kamar-kontrakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2020 15:16:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kontrakan]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta lowokwaru]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[tewas]]></category>
		<category><![CDATA[unitri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127778</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; M Alimin (23) mahasiswa jurusan Agroteknologi, Fakuktas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Kota Malang, asal Merombok, Kelurahan Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (17/11/2020) sekitar pukul 14.00 WIB, ditemukan meninggal dunia. Dia ditemukan dalam kondisi yak bernyawa di kamar kontrakan Jl Joyo Mulyo, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; M Alimin (23) mahasiswa jurusan Agroteknologi, Fakuktas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Kota Malang, asal Merombok, Kelurahan Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (17/11/2020) sekitar pukul 14.00 WIB, ditemukan meninggal dunia.</p>
<p>Dia ditemukan dalam kondisi yak bernyawa di kamar kontrakan Jl Joyo Mulyo, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>
<p>Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Lowokwaru. Jenazahnya kemudian dievakuasi petugas PMI Kota Malang untuk dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>
<p>Kapolsek Lowokwaru Kompol Fathur Rohman saat dikonfirmasi Memontum.com membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya korban sejak seminggu ini mengalami sakit pada bagian gigi hingga menyebabkan pembengkakan.</p>
<p>&#8220;Sejak seminggu ini korban sakit pada bagian gigi hingga terjadi pembengkakan pada bagian gusi,&#8221; ujar Kompol Fathur.</p>
<p>Kondisi dua hari ini pembengkakan pada bagian rahang korban semakin parah. Sempat akan dibawa ke rumah sakit, namun informasinya korban menolak.</p>
<p>&#8220;Bengkak nya semakin parah hingga teman-temannya bergantian menjaga korban. Akibat sakit itu membuat tubuhnya sampai meriang dan panas,&#8221; ujar Kompol fatkhur.</p>
<p>Pada Selasa pukul 14.00, korban ditemukan oleh teman-temannya sudah dalam kondisi meninggal. &#8220;Tidak ada tanda kejerasan pada tubuh korban. Diduga korban meninggal akibat sakit,&#8221; ujar Kompol Fatkhur. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127778</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buntut Medsos Larangan Bercadar di Unitri, Belum Bertemu, Tapi Saling Lempar Statemen</title>
		<link>https://memontum.com/buntut-medsos-larangan-bercadar-di-unitri-belum-bertemu-tapi-saling-lempar-statemen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Nov 2017 15:02:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[unitri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/7561-buntut-medsos-larangan-bercadar-di-unitri-belum-bertemu-tapi-saling-lempar-statemen</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Buntut kesalahpahaman komunikasi antara 2 mahasiswi prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang yang dilarang menggunakan cadar di lingkungan kampus, dengan pihak akademik kampus, Selasa (14/11/2017), nampaknya belum berakhir. Lantaran 2 mahasiswi (Sari Wulandari dan Giah Dewi), Kepala Program Studi (KPS) Akuntansi Risna Ningsih, Wakil Rektor 3 Totok Sasongko, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8212; Buntut kesalahpahaman komunikasi antara 2 mahasiswi prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang yang dilarang menggunakan cadar di lingkungan kampus, dengan pihak akademik kampus, Selasa (14/11/2017), nampaknya belum berakhir. Lantaran 2 mahasiswi (Sari Wulandari dan Giah Dewi), Kepala Program Studi (KPS) Akuntansi Risna Ningsih, Wakil Rektor 3 Totok Sasongko, dan Rektor Unitri Prof Dr Ir Eko Handayanto belum pernah bertemu dalam satu forum, seperti yang pernah dikehendaki HMI komisariat Unitri melalui mediasi.</p>
<p>Meski awak media sempat diklarifikasi oleh WR 3 (Sabtu, 18/11/2017) dan Rektor Unitri (Senin, 20/11/2017), namun dalam pernyataannya mereka belum pernah duduk dalam 1 meja. &#8220;Saya baru saja tiba hari ini dari NTT dalam rangka kegiatan kampus di sana. Saya hanya komunikasi via WA melalui Wakil Rektor, dan beberapa civitas akademik. Saya sudah delegasikan ke WR 3, karena beliau juga Rektor di bidang kemahasiswaan. Dan memang saya belum bertemu dengan kedua mahasiswi tersebut. Saya kira ada kesalahpahaman komunikasi saja,&#8221; papar Rektor Unitri kepada awak media, Senin (20/11/2017).</p>
<p>Rektor Unitri menjelaskan bahwa tidak ada larangan mahasiswi mengenakan burqah atau cadar di Unitri. &#8220;Kalau pun ada dosen seperti itu tidak ada tendensi apapun. Mungkin agar komunikasinya lancar, ekspresi bicaranya jadi terlihat, tersenyum atau tidak, dan lainnya. Bebas berpakaian apapun, asal dalam kriteria sopan. Kami juga sering mengingatkan mahasiswa dan mahasiswi yang mengenakan celana robek-robek,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ketika disinggung bahwa dari keterangan kedua mahasiswi tersebut, mereka sempat diminta membuat surat pernyataan agar tidak menggunakan cadar atas perintah atasan, entah siapa yang dimaksud atasan dari keterangan tersebut, Rektor nampak ragu menjawab. Sebab informasi tersebut ternyata baru diketahuinya dari awak media. Rektor berjanji akan segera mempertemukan mereka yang terlibat dalam 1 forum dan menyelesaikan kesalahpahaman tersebut secepatnya secara internal. Nantinya, hasil pertemuan akan dikabarkan pada awak media.</p>
<p>Sementara itu, keterangan yang dihimpun awak media saat bertemu kedua mahasiswi dan perwakilan HMI komisariat Unitri, Sabtu (18/11/2017). Keduanya mengaku sudah menggunakan cadar sejak 1 bulan. &#8220;Saat itu ditanya alasan menggunakan cadar. Apakah saya masuk HTI atau tidak. Terus saya disuruh buat pernyataan dengan alasan khawatir yang lain mengikuti, sekaligus menghormati Rektor dan kampus nasionalis. KPS Akuntansi mengatakan hal itu atas instruksi atasan bidang kemahasiswaan,&#8221; jelas Wulan, sapaan Sari Wulandari, diamini rekannya Giah Dewi.</p>
<p>Jika tidak ada aturan pelarangan tersebut, mengapa kedua mahasiswi harus membuat pernyataan tidak memakai cadar di dalam kampus, termasuk dilarang menggunakan masker. Tentunya fenonema ini turut menghiasi isu SARA yang menerpa bangsa Indonesia. </p>
<p>Apapun itu, dari pernyataan masing-masing pihak kepada awak media, terlihat tak sinkron lantaran ada yang bicara jujur, alibi menutupi, dan mencari pembenaran sendiri dari pihak lainnya, serta gegabah memberikan statemen. Hingga viral di media sosial. Padahal, mereka belum pernah bertemu dalam 1 meja untuk tabayun (konfirmasi), namun saling lempar statement. Unik kan?<strong> (rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7561</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
