<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Universitas Jember &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/universitas-jember/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 May 2021 15:07:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Universitas Jember &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dosen Cabul Universitas Jember Ditahan Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/dosen-cabul-universitas-jember-ditahan-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 May 2021 15:07:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Ditahan Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen Cabul Unej]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=142123</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Polisi Resort Jember resmi menahan RH pelaku pencabulan yang berprofesi sebagai dosen. Polisi menetapkan RH karena cukup alat bukti. Hal itu diungkapkan Wakapolres Jember, Kompol Kadek Ary Mahardika, saat rilis pada media di Mapolres Jember, Kamis (06/05) siang. Baca Juga: Dosen di Universitas Jember (Unej) itu resmi mendekam di jeruji besi. Proses [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Polisi Resort Jember resmi menahan RH pelaku pencabulan yang berprofesi sebagai dosen. Polisi menetapkan RH karena cukup alat bukti.</p>



<p>Hal itu diungkapkan Wakapolres Jember, Kompol Kadek Ary Mahardika, saat rilis pada media di Mapolres Jember, Kamis (06/05) siang.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/perkuat-jaring-pengaman-sosial-bupati-jember-minta-camat-kawal-ketersediaan-pangan-jelang-idul-fitri">Perkuat Jaring Pengaman Sosial, Bupati Jember Minta Camat Kawal Ketersediaan Pangan Jelang Idul Fitri</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-jember-instruksikan-penindakan-tegas-untuk-praktik-penyelewengan-bbm-bersubsidi">Bupati Jember Instruksikan Penindakan Tegas untuk Praktik Penyelewengan BBM Bersubsidi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/akselerasi-penanggulangan-kemiskinan-dan-masalah-sosial-pemkab-jember-gandeng-kalangan-pesantren">Akselerasi Penanggulangan Kemiskinan dan Masalah Sosial, Pemkab Jember Gandeng Kalangan Pesantren</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/spbu-tegal-besar-diduga-lakukan-ilegal-ini-respon-wakil-ketua-komisi-xii-dpr-ri">SPBU Tegal Besar Diduga Lakukan Ilegal? Ini Respon Wakil Ketua Komisi XII DPR RI</a></li>
</ul>


<p>Dosen di Universitas Jember (Unej) itu resmi mendekam di jeruji besi. Proses hukum akan berlanjut untuk melengkapi berkas dan dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.</p>



<p>&#8220;Korban adalah gadis berumur 16 tahun, yang tempat kejadian perkaranya dilakukan tersangka di rumahnya sendiri. Sementara Korban adalah keponakannya sendiri. Sejak kemarin sudah kami tahan. Berkasnya sudah kami lengkapi, dan kami kirimkan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) ke Kejaksaan Negeri Jember, &#8221; kata Kadek saat menyampaikan rilisnya.</p>



<p>Di depan penyidik tersangka mengakui berpura-pura akan melakukan pengobatan padahal hanya untuk memuaskan nafsu bejatnya.&#8221;Yakni dengan berpura-pura melakukan pengobatan terhadap korban,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk mendukung pembuktian, polisi mengamankan baju tidur bergambar Doraemon milik korban, dan ponsel berisi rekaman suara percakapan antara korban dengan tersangka.</p>



<p>&#8220;Dari bukti-bukti tersebut, oknum dosen di salah satu perguruan tinggi di Jember itu akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani proses hukum berikutnya,&#8221; kata mantan Kasatlantas Polresta Banyuwangi itu.</p>



<p>Kadek menyebutkan RH, mengaku mencabuli ponakannya sendiri sebanyak dua kali.</p>



<p>&#8220;Yang keduanya sama-sama dilakukan di rumah tersangka sendiri. Kemudian untuk bukti rekaman percakapan, didapatkan dari aksi pencabulan kedua, yakni korban menaruh HPnya (ponsel) yang disembunyikan di bawah bantal. Dari bukti tersebut menguatkan perbuatan tindak pencabulan tersangka,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 82 ayat (2) Jo Pasal 76E. Pelaku yang kandidat profesor ini terpaksa harus menghadapi ancaman hukuman 15 tahun penjara ditambah 1/3 dari ancaman.</p>



<p>&#8220;Dengan ancaman hukuman minimal 5 Tahun penjara dan maksimal 15 Tahun penjara. Ancaman hukuman terhadap RH ini ditambah 1/3 dari ancaman (hukum yang ditetapkan), karena korban merupakan anak asuhnya sendiri,&#8221; terang Wakapolres Jember, Kompol Kadek Ary Mahardika. <strong>(rio/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142123</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Transformasi Pascasarjana Unej Hadapi Perkembangan Zaman</title>
		<link>https://memontum.com/transformasi-pascasarjana-unej-hadapi-perkembangan-zaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Dec 2019 11:51:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pascasarjana]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102274-transformasi-pascasarjana-unej-hadapi-perkembangan-zaman</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Pesatnya perkembangan zaman menuntut pendidikan tinggi untuk lebih kreatif dan inovatif. Seperti Universitas Jember (Unej) yang telah berkembang memiliki 22 Program Studi (Prodi) magister (S2) dan 6 Prodi doktor (S3) terakreditasi, itu ditekankan pada aspek pengelolaan inovasi dan teknologi terkini. Direktur Pascasarjana Unej, Prof Rudi Wibowo mengatakan, sebagai lembaga pendidikan tinggi, Unej [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum </strong>&#8211; Pesatnya perkembangan zaman menuntut pendidikan tinggi untuk lebih kreatif dan inovatif. Seperti Universitas Jember (Unej) yang telah berkembang memiliki 22 Program Studi (Prodi) magister (S2) dan 6 Prodi doktor (S3) terakreditasi, itu ditekankan pada aspek pengelolaan inovasi dan teknologi terkini.</p>
<p>Direktur Pascasarjana Unej, Prof Rudi Wibowo mengatakan, sebagai lembaga pendidikan tinggi, Unej ingin terus maju mengikuti derap kemajuan teknologi dan industri yang membuka bidang-bidang baru.</p>
<p>&#8220;Unej secara khusus Pascasarjana dituntut untuk inovatif, bagaimana kita meningkatkan kreativitas para dosen dan mahasiswa, kurikulum harus terus berinovasi juga harus mencakup 3 karakater yang dapat mewujudkan toleransi, empati dan bekerjasama,&#8221; katanya, Selasa (17/12/2019) siang.</p>
<p>Dia menuturkan, mengingat adanya tuntutan wawasan yang memadai, maka jenjang program-program studi S2 dan S3 dipandang tepat untuk menempuh pendidikan. Hal ini dilakukan Unej untuk memperluas kesempatan generasi muda dalam mengecap pendidikan tinggi dengan gelar mentereng.</p>
<p>&#8220;Dengan adanya program-program pada jenjang S2 dan S3 ini, Unej ingin memberikan kesempatan lebih luas bagi generasi muda dan lulusan baru untuk memperdalam ilmu sesuai dengan minat dan bidangnya seiring dengan perkembangan zaman,” jelas Rudi.</p>
<p>Pada kesempatan sama, Wakil Rektor I, Dzulfikar, Ph.D mengungkapkan, ada prodi yang memiliki jaringan yang kuat sekali karena memiliki S1, S2 dan S3 dan ini bisa menjadi contoh pengembangan dalam kurikulum berkelanjutan sehingga bisa mencapai target yang telah ditentukan.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu, adanya Pascasarjana diharapkan menjadi Gugus Penjamin Mutu pada Prodi S2 dan S3 dalam proses pembelajaran yang bermutu tinggi, yang pada akhirnya diharapkan berkontribusi dalam menghasilkan keunggulan, berupa lulusan program studi sebagai intellectual capital yang dapat meningkatkan daya saing bangsa,&#8221; pungkasnya. <strong>(Kj1/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102274</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KSR PMI Unej Sabet Berbagai Penghargaan Volunteer Week 7</title>
		<link>https://memontum.com/ksr-pmi-unej-sabet-berbagai-penghargaan-volunteer-week-7</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Dec 2019 11:48:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[KSR PMI]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102272-ksr-pmi-unej-sabet-berbagai-penghargaan-volunteer-week-7</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korp Sukarelawan (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Universitas Jember menyabet penghargaan berbagai bidang dalam Volunteer Week and Youth Competition di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada 12-15 Desember 2019. Volunteer Week and Youth Competition diadakan dalam skala nasional dan melibatkan KSR dari berbagai universitas, sejumlah 600 peserta dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korp Sukarelawan (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Universitas Jember menyabet penghargaan berbagai bidang dalam Volunteer Week and Youth Competition di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada 12-15 Desember 2019.</p>
<p>Volunteer Week and Youth Competition diadakan dalam skala nasional dan melibatkan KSR dari berbagai universitas, sejumlah 600 peserta dari 52 kontingen, PMR Wira dan 18 kontingen KSR mengikuti kompetisi ini.</p>
<p>Panitia lomba Volunteer Week 7, menggelar berbagai jenis kategori perlombaan, yakni desain filtrasi air, pemetaan pengurangan risiko bencana, Pertolongan Pertama Korban Banyak (PPKB), LKTI, dan infografis kepalang merahan serta profil PMR.</p>
<p>Pembina Unit KSR PMI Unit Unej N. Ari Subagio menyampaikan, perolehan dua kontingen yang dipersembahkan untuk Jember yakni Juara 1 Lomba Infografis Kepalang merahan atas nama Agung Nur Ro&#8217;uf Daffa, Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah atas nama Ana Miftahul Janah dan Sulistyorini.</p>
<p>Untuk Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah atas nama Khoirum Misbahul Ummah dan M. Najib Habibi, Juara Harapan 3 Lomba Desain Filtrasi Air atas nama Laili Rizki Wahyuni, Juara Umum Ketiga Untuk KSR PMI Unit UNEJ Kontingen A, Juara Umum Kelima Untuk KSR PMI Unit Unej Kontingen B</p>
<p>“Kompetisi ini menjadi salah satu media berproses dan penyaluran kreativitas anak-anak kami. Anak-anak pun sangat antusias dalam pelatihan, dengan perolehan penghargaan ini bisa lebih semangat untuk berlatih, ” tutur Ari Subagio, Selasa (17/12/2019) siang kepada Memontum.com.</p>
<p>Menurut Ari Subagiyo, penghargaan bukanlah tujuan utama kiprah mereka, tetapi keinginan untuk bisa menolong sesama adalah kepuasan batin yang tidak bisa dinilai dengan apapun, namun, dengan adanya penghargaan ini, lebih meningkatkan lagi kiprahnya dan semakin banyak lagi untuk menolong sesama.</p>
<p>&#8220;Penghargaan yang diterima ini, menjadi cambuk untuk terus berkiprah dan semakain banyak lagi bisa berbuat untuk menolong sesama, &#8221; kata Ari Subagio. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102272</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Harus Serius Rancang Program Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim</title>
		<link>https://memontum.com/pemerintah-harus-serius-rancang-program-adaptasi-dan-mitigasi-perubahan-iklim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Dec 2019 15:43:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102074-pemerintah-harus-serius-rancang-program-adaptasi-dan-mitigasi-perubahan-iklim</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Perubahan iklim merupakan isu global dan telah menjadi isu penting dunia. Namun, masih banyak kabupaten / kota di Indonesia yang belum memasukkan atau menempatkan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim sebagai program dengan perhatian yang sangat serius. Pakar Lingkungan dari Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia (UI), Dr Ir Mahawan Karuniasa mengatakan, pemerintah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum </strong>&#8211; Perubahan iklim merupakan isu global dan telah menjadi isu penting dunia. Namun, masih banyak kabupaten / kota di Indonesia yang belum memasukkan atau menempatkan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim sebagai program dengan perhatian yang sangat serius.</p>
<p>Pakar Lingkungan dari Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia (UI), Dr Ir Mahawan Karuniasa mengatakan, pemerintah harusnya memasukkan elemen-elemen mitigasi adaptasi perubahan iklim dalam rencana pembangunannya. Karena adaptasi ini tidak lepas dari program pengurangan risiko bencana.</p>
<p>“Mitigasi ini penting sekali dilakukan dalam mengurangi kerugian atau dampak akibat bencana. Terkait hal itu sebagai negara berkembang Indonesia dapat melakukan pendekatan interdisipliner dalam membangun kesiapan masyarakat terhadap resiko bencana yang dapat terjadi di sekitarnya,” katanya saat kuliah umum di Pascasarjana, Universitas Jember (Unej), Jumat (13/12/2019) siang.</p>
<p>Menurutnya, integrasi adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana menjadi sangat krusial, yang harus menjadi urusan bersama untuk membangun ketangguhan.</p>
<p>Di saat yang bersamaan juga penting untuk menjaga kualitas lingkungan, serta menjaga kualitas dan kapasitas sosial ekonomi. Sehingga program-program seperti adaptasi mitigasi harus mulai diprioritaskan.</p>
<p>“Beberapa efek misalnya saja bencana alam, pemanasan global, kekeringan. Selain juga, efek dari perubahan iklim adalah terganggunya fasilitas pertanian dalam jangka panjang yang nantinya akan berpengaruh terhadap ketersediaan pangan,” imbuhnya.</p>
<p>Mahwan menegaskan, dalam rencana pembangunan Indonesia ke depan perlu perhatian yang besar dan penekanan pentingnya pengarusutamaan program-program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.</p>
<p>Berbagai terobosan diperlukan untuk meminimalisir dampak dari perubahan iklim. Misalnya saja, untuk Pulau Jawa perlu diperkuat pelaksanaan tata ruang yang optimal.</p>
<p>“Diskusi dan perjanjian internasional tidak akan banyak berarti tanpa adanya aksi nyata untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim yang sudah tidak dapat dihindari. Untuk itu, harus diberlakukan regulasi atau undang-undang yang mengatur tentang mitigasi perubahan iklim di Indonesia, &#8221; terangnya.</p>
<p>Mahwan menambahkan, jangan hanya dipahami mitigasi perubahan iklim ini sebatas menanam pohon dan lain sebagainya. Karena bila tidak segera dicegah, perubahan iklim hanya akan berujung pada kesengsaraan masal. <strong>(Kj1/Yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102074</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sahabat Difabel Unej Perjuangkan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas</title>
		<link>https://memontum.com/sahabat-difabel-unej-perjuangkan-pemenuhan-hak-penyandang-disabilitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Dec 2019 13:07:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[difabel]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Disabilitas Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/101736-sahabat-difabel-unej-perjuangkan-pemenuhan-hak-penyandang-disabilitas</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Komunitas sahabat difabel Universitas Jember (Unej) menggelar aksi damai memperingati hari disabilitas internasional, yang diperingati setiap 3 Desember. Dalam aksi yang diikuti lebih dari 60 orang mahasiswa Unej ini, mereka melakukan aksi jalan keliling 15 fakultas yang ada di Unej. &#8220;Kami keliling fakultas-fakultas untuk melakukan orasi mengenai pemenuhan hak-hak teman-teman kami yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Komunitas sahabat difabel Universitas Jember (Unej) menggelar aksi damai memperingati hari disabilitas internasional, yang diperingati setiap 3 Desember. Dalam aksi yang diikuti lebih dari 60 orang mahasiswa Unej ini, mereka melakukan aksi jalan keliling 15 fakultas yang ada di Unej.</p>
<p>&#8220;Kami keliling fakultas-fakultas untuk melakukan orasi mengenai pemenuhan hak-hak teman-teman kami yang difabel. Karena sesuai dengan undang-undang yang berlaku kebutuhan sarana dan prasarana difabel harus dipenuhi,&#8221; ujar Eris Restu Putra kordinator aksi, Selasa (10/12/2019) siang.</p>
<p><div id="attachment_101737" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-101737" decoding="async" class="size-full wp-image-101737" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191210-WA0144-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Berfoto bersama Rektor Moh Hasan. (kj1) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191210-WA0144-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191210-WA0144-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191210-WA0144-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191210-WA0144-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-101737" class="wp-caption-text">Berfoto bersama Rektor Moh Hasan. (kj1)</p></div></p>
<p>Eris bersyukur karena aksi damai yang mereka lakukan mendapatkan sambutan baik dari para pimpinan yang ada di fakultas. Mereka pun memberikan kenang-kenangan kepada dekan berupa buku panduan dalam pemenuhan sarana dan prasarana yang harus ada.</p>
<p>&#8220;Saya harap yang kami lakukan ini benar-benar direspon dengan baik. Kami tidak ingin apa yang telah kami perjuangkan hanya menguap begitu saja. Namun kami ingin komitmen dari para pimpinan terutama rektor untuk segera mewujudkan Unej sebagai kampus inklusi,&#8221; imbuh Eris, setelah melakukan orasi di depan kantor Rektorat Unej.</p>
<p>Sementara itu, Rektor Unej, Moh Hasan menyambut baik aksi damai yang dilakukan oleh sahabat difabel. Menurutnya, sebagai pelaksana layanan pendikan tinggi Unej harus betul-betul memperhatikan sarana dan prasarana yang ramah difabel.</p>
<p>&#8220;Untuk gedung baru, semua sudah kami upayakan agar ramah difabel, dan untuk gedung lama sedang kami upayakan termasuk gedung rektorat yang saat ini dalam proses pemasangan lift,&#8221; ujar rektor dihadapan para mahasiswa yang melakukan aksi.</p>
<p>Hasan berjanji akan terus mengupayakan agar semua anak bangsa termasuk mereka yang difabel dapat berkiprah dan berkarya di Unej. Bahkan menurutnya, saat ini di Unej juga memiliki beberapa karyawan difabel.</p>
<p>&#8220;Akan terus kami upayakan agar semuanya ramah difabel termasuk kamar mandi. Kami ingin agar mereka dapat berproses dengan baik dan nyaman saat berada di Unej, entah itu mahasiswa, karyawan maupun dosen,&#8221; pungkas Hasan. <strong>(Kj1/Yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101736</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Putri Lestari : Mahasiswa Penting Kenal dan Paham Politik</title>
		<link>https://memontum.com/hari-putri-lestari-mahasiswa-penting-kenal-dan-paham-politik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Dec 2019 11:16:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/101477-hari-puji-lestari-mahasiswa-penting-kenal-dan-paham-politik</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Sebanyak 406 Mahasiswa Universitas Jember (Unej) dari kelas Mata Kuliah Umum (MKU) dan Fakultas Hukum mengikuti Sarasehan Silatuhrohmi : Kebangsaan &#8211; Religius di gedung Soetardjo yang terletak di Kelurahan Tegal Boto, Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember, Sabtu (7/12/2019) siang. Sarasehan bertemakan,&#8221;Saya Indonesia, Saya Pancasila : Gebyar Bhineka Tunggal Ika dalam semangat Gotong royong,&#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Sebanyak 406 Mahasiswa Universitas Jember (Unej) dari kelas Mata Kuliah Umum (MKU) dan Fakultas Hukum mengikuti Sarasehan Silatuhrohmi : Kebangsaan &#8211; Religius di gedung Soetardjo yang terletak di Kelurahan Tegal Boto, Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember, Sabtu (7/12/2019) siang.</p>
<p>Sarasehan bertemakan,&#8221;Saya Indonesia, Saya Pancasila : Gebyar Bhineka Tunggal Ika dalam semangat Gotong royong,&#8221; tersebut, membahas banyak hal diantaranya tentang sadar wisata, hukum dan sadar berpolitik.</p>
<p><div id="attachment_101478" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-101478" decoding="async" class="size-full wp-image-101478" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191208-WA0043-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Eddy Mulyono SH, Mhum dosen Hukum tata negara FH Unej pencetus sarasehan Silaturahmi kebangsaan - Religius. (yud)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191208-WA0043-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191208-WA0043-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191208-WA0043-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191208-WA0043-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-101478" class="wp-caption-text">Eddy Mulyono SH, Mhum dosen Hukum tata negara FH Unej pencetus sarasehan Silaturahmi kebangsaan &#8211; Religius. (yud)</p></div></p>
<p>Hadir sebagai Narasumber, Hari Putri Lestari SH MH anggota DPRD Jatim Fraksi PDIP (2019 &#8211; 2024 ), Prof Dr Dominikus Rato, SH Msi, guru besar hukum adat FH Unej, Prof Dr Arief Amrullah SH Mhum, Guru Besar hukum Pidana FH Unej dan Wartono Salam Praktisi Kepariwisataan.</p>
<p>Pencetus kegiatan Sarasehan, Eddy Mulyono SH, Mhum dosen Hukum tata negara FH Unej mengaku awalnya, dia ragu untuk melakukan penggabungan tiga sampai empat kelas yakni MK, PCL dan PKN dalam satu forum temu ilmiah.</p>
<p>Namun setelah melakukan pengamatan dan evaluasi, ternyata penggabungan kelas MKU dan Fakultas Hukum, diperoleh data dan kesimpulan, bahwa perlu adanya akselerasi dan pengorganisasian yang semakin matang dan profesional.</p>
<p>Oleh karena itu pada semester Gasal Tahun Akademik 2019/2020, dirinya mengambil keputusan dan bertekad untuk tetap melaksanakan kegiatan forum ilmiah tersebut secara Ajeg dan Variatif.</p>
<p>&#8220;Ajeg, dalam arti tetap dilakukan penggabungan antara MKU dan FH, Variatif dimaksudkan bahwa model kegiatan tidak monoton seperti yang sudah dilaksanakan, sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan bernama: sarasehan-silaturahmi: kebangsaan-religius, &#8221; terangnya.</p>
<p>Eddy menerangkan, tujuan kegiatan ini untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa, kepada generasi muda, khususnya mahasiswa, sehingga tumbuh rasa memiliki negara &#8211; bangsa sebagai landasan untuk berkarya dan berinovasi untuk Indonesia maju.</p>
<p>&#8220;Selanjutnya, acara ini juga bisa memberi bekal melalui pengayaan berbagai materi yang saling bertautan antara bahan kuliah yang satu dengan lainnya, baik antar mata kuliah pada MKU dengan materi kuliah hukum,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu lanjut dosen yang akrab disapa Eddy ini, kegiatan sarasehan kali ini bisa sebagai forum untuk melakukan evaluasi terhadap penguasaan materi kuliah baik secara berkelompok maupun secara individu.</p>
<p>Anggota DPRD Jawa timur, Fraksi PDI Perjuangan Hari Putri Lestari salah satu narasumber yang membahas tentang Sadar berpolitik menganggap, pentingnya mahasiswa mengenal bahkan memahami tentang pendidikan politik, karena mahasiswa adalah penerus secara estafet.</p>
<p>&#8220;Selanjutnya, karena mereka minim pemahaman tentang pentingnya politik sedangkan kampus adalah tempat pendidikan politik harusnya secara rutin dan itu harus berjalan,&#8221; katanya.</p>
<p>Hari Putri lestari berharap, melalui mahasiswa Unej Jember, tentunya akan bisa bersinergi, tentang pemikiran &#8211; pemikiran mereka, mereka bisa memberi masukan kepada Anggota dewan dan usulkan permasalahan &#8211; permasalahan yang mereka tangkap di masyarakat.</p>
<p>&#8220;Karena Penyampaian permasalahan &#8211; permasalahan dari masyarakat, Itu adalah bagian dari Partisipasi mahasiswa terhadap permasalahan yang ada di Kabupaten Jember ataupun Jawa timur, &#8221; ungkapnya. <strong>(yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101477</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unej Resmi Luncurkan 2 Varietas Padi Baru, Menyehatkan dan Kaya Vitamin</title>
		<link>https://memontum.com/unej-resmi-luncurkan-2-varietas-padi-baru-menyehatkan-dan-kaya-vitamin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Nov 2019 14:02:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[golden rice]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Varietas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100234-unej-resmi-luncurkan-2-varietas-padi-baru-menyehatkan-dan-kaya-vitamin</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Universitas Jember (Unej) mengenalkan 2 varietas padi baru yang cocok dan baik untuk kesehatan. Varietas-varietas padi baru itu diantaranya padi varietas golden rice dan varietas padi punel, Golden rice merupakan padi yang memiliki kandungan vitamin A. Sedangkan padi punel bisa ditanam di Indonesia. Kedua varietas padi baru itu hasil penelitian dari para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Universitas Jember (Unej) mengenalkan 2 varietas padi baru yang cocok dan baik untuk kesehatan. Varietas-varietas padi baru itu diantaranya padi varietas golden rice dan varietas padi punel, Golden rice merupakan padi yang memiliki kandungan vitamin A. Sedangkan padi punel bisa ditanam di Indonesia.</p>
<p>Kedua varietas padi baru itu hasil penelitian dari para peneliti Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi Bioteknologi Tanaman Industri (PUI Bio Tin) Unej yang diperkenalkan kepada umum saat upacara Dies Reader dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-55 Unej di Gedung Soetardjo, Kamis (21/112019) siang.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100235" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191121-WA0121-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191121-WA0121-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191121-WA0121-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191121-WA0121-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191121-WA0121-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Menurut Peneliti PUI Bio Tin Unej M. Ubaidillah, kedua varietas padi tersebut, varietas golden rice adalah padi yang diproyeksikan untuk kesehatan.</p>
<p>&#8220;Padi yang dimasak jadi nasi adalah makanan pokok bagi orang Indonesia, sehingga ada istilah belum makan jika belum makan nasi, jadi bisa dipastikan hampir setiap hari masyarakat selalu makan nasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Mengingat pentingnya posisi padi, lantas terpikirkan bagaimana jika padi dijadikan sebagai pembawa unsur penting bagi tubuh sehingga tidak hanya sekedar sumber karbohidrat saja, kemudian vitamin A dipilih mengingat Indonesia masih menghadapi kekurangan vitamin A, terutama pada anak balita.</p>
<p>&#8220;Untuk menciptakan padi Golden Rice, ditempuh metode rekayasa genetika dengan transfusi genetik. Gen vitamin A dari tanaman cabai dimasukkan ke tanaman padi, sehingga dalam setiap 1 gram padi Golden Rice mengandung 1,5 mikrogram vitamin A,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Meski padi golden rice yang dikembangkan Unej sudah mencapai turunan ke delapan (F8), tetapi untuk dilepas dan ditanam secara massal masih perlu melewati saringan tertentu mengingat tergolong Genetically Modified Organism (GMO).</p>
<p>Varietas padi kedua yang diluncurkan adalah padi punel atau rendah kandungan amilosa yang sudah bisa ditanam di Indonesia dan umumnya padi punel seperti yang biasa dikonsumsi masyarakat Jepang dan Korea hanya bisa ditanam di negara dengan iklim sub tropis.</p>
<p>&#8220;Akibatnya kebutuhan padi punel ala Jepang untuk memenuhi restoran khas Jepang atau Korea di Indonesia harus diimpor karena padi punel khas Jepang berbeda dengan padi yang ditanam di Indonesia, sehingga salah satu keunggulan padi Jepang lebih pulen, namun tidak lengket seperti beras,&#8221; terangnya.</p>
<p>Pengembangan padi golden rice dan padi punel di Unej dimulai sejak tahun 2015, pengembangan padi tersebut bekerjasama dengan International Rice Research Institute, Kyungpook National University, Korea Selatan, selain kerja sama penelitian, Unej juga mengirimkan dosen, peneliti dan mahasiswa. <strong>(Kj1/Yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100234</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kualitas SDM Perlu Ditingkatkan Hadapi Era Society 5.0</title>
		<link>https://memontum.com/kualitas-sdm-perlu-ditingkatkan-hadapi-era-society-5-0</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2019 12:27:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[HIMAKES]]></category>
		<category><![CDATA[seminar nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100072-kualitas-sdm-perlu-ditingkatkan-hadapi-era-society-5-0</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (HIMAKES), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (Unej) menggelar seminar nasional bertempat di Aula Lantai II FISIP, Selasa (19/11/2019) siang. Seminar diikuti puluhan peserta pemakalah beserta ratusan partisipan yang berlatar belakang akademisi dan mahasiswa dari Unej tersendiri dan berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (HIMAKES), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (Unej) menggelar seminar nasional bertempat di Aula Lantai II FISIP, Selasa (19/11/2019) siang.</p>
<p>Seminar diikuti puluhan peserta pemakalah beserta ratusan partisipan yang berlatar belakang akademisi dan mahasiswa dari Unej tersendiri dan berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia.</p>
<p>Seminar ini menghadirkan beberapa narasumber utama dan kompeten dibidang mereka masing-masing. Mereka ialah Dr. Arif Dzulkifli, ST, MM dari pakar Lingkungan Hidup, Budhy Santoso, SSos, MSi, PhD dari tim ahli SDG’s Center Unej dan Dr Pairan, MSi dari Akademisi Ilmu Kesejahteraan Sosial Unej.</p>
<p>Rektor Unej, Moh. Hasan mengatakan, tema yang diambil pada seminar nasional itu &#8220;Penerapan SDG’s Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Sumber Manusia di Era Society 5.0”.</p>
<p>Selanjutnya, seminar sangat strategis dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan pengalaman di bidang penelitian.</p>
<p>Tak hanya itu, lanjut Hasan, pihaknya memberikan apresiasinya atas terselenggaranya Kegiatan Rutin Tahunan Ilmu Kesejahteraan Sosial (KERTAKASI) yang saat ini sudah memasuki tahun ke 5. Menurutnya, acara ini akan memberikan wawasan kepada para peserta mengenai apa itu Society 5.0.</p>
<p>“Karena era Society 5.0 saat ini sudah ditetapkan walaupun memang lebih dulu di Jepang. Bahkan pemerintahpun juga sangat mendukung dan memfasilitasi masyarakatnya terkait hal ini. Menurut saya era Society 5.0 ini sasarannya untuk menciptakan smart society,” ujar Hasan.</p>
<p>Lebih lanjut, Dr Arif Dzulkifli, ST, MM dari pakar Lingkungan Hidup menuturkan, dengan adanya kegiatan seminar nasional seperti itu juga dapat membuka mata semuanya untuk tetap bisa mengendalikan diri dalam pesatnya perkembangan zaman.</p>
<p>“Sebetulnya pada era Society 5.0 ini menghendaki masyarakat yang berpusat pada manusia yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dan teknologi dengan menyelesaikan masalah melalui sistem yang mengintegrasikan dunia maya dan ruang fisik atau disebut Super Smart Society. Karena era society 5.0 akan merubah dunia dengan adanya perkembangan teknologi secara signifikan dalam berbagai sendi kehidupan masayarakat,” jelas Arif.</p>
<p>Dia menambahkan, mengenai era society 5.0, isu utama yang saat ini tengah banyak diskusikan yaitu human versus technology. Teknologi harusnya tunduk dan menjadi alat bagi kebutuhan manusia dan bukan sebaliknya. Kegiatan seperti ini gunanya mendorong kesiapan masyarakat dalam menyongsong society era 5.0.</p>
<p>&#8220;Silahkan society poin berapa-pun, namun nilai budaya dan tentu nilai agama harus tetap menjadi akar pijakan kita sebagai masyarakat sehingga tidak hanyut dan tenggelam di arus perubahan zaman,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Gelaran Ketakasi ke V ini memiliki beberapa rangkaian acara yang diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif di seluruh Indonesia. Adapun kegiatan tersebut diantaranya; National Welfare Competition (NWC), Seminar Nasional, dan Welfare Camp dan presentasi oleh finalis National Welfare Competition IV yang tulisannya telah lolos seleksi dan akan diterbitkan dalam buku ber ISBN. <strong>(Kj1/Yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100072</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unej Lantik 68 Insinyur Baru</title>
		<link>https://memontum.com/unej-lantik-68-insinyur-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Nov 2019 11:57:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Insinyur]]></category>
		<category><![CDATA[pelantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99644-unej-lantik-68-insinyur-baru</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Universitas Jember (Unej) melantik 68 insinyur baru lulusan Program Studi Program Profesi Insinyur Universitas Jember periode II dan III tahun 2019 di Gedung Soetardjo Universitas Jember, Senin (11/11/2019) siang. Pelantikan ini dilakukan Wakil Rektor I Universitas Jember, Drs. Zulfikar, Ph.D. Pelantikan ini merupakan pelantikan program profesi insinyur periode kedua tahun 2019. Sehingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Universitas Jember (Unej) melantik 68 insinyur baru lulusan Program Studi Program Profesi Insinyur Universitas Jember periode II dan III tahun 2019 di Gedung Soetardjo Universitas Jember, Senin (11/11/2019) siang.</p>
<p>Pelantikan ini dilakukan Wakil Rektor I Universitas Jember, Drs. Zulfikar, Ph.D. Pelantikan ini merupakan pelantikan program profesi insinyur periode kedua tahun 2019. Sehingga jumlah insinyur yang telah diluluskan Unej sejumlah 82 orang.</p>
<p>“Saya harap para insinyur baru dapat mengisi kebutuhan profesi insinyur yang semakin meningkat di Indonesia. Karena berdasarkan data statistik kebutuhan insinyur di Indonesia sangat tinggi,” ujar Zulfikar dalam sambutan singkatnya.</p>
<p>Menurut Zulfikar setiap tahun sedikitnya ada 60 ribu orang lulusan sarjana teknik. Padahal seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang menyelenggarakan Program Profesi Insinyur hanya mampu menampung kurang lebih 4 ribu orang.</p>
<p>“Jadi setiap tahunnya ada 56 ribu orang yang mengantri untuk bisa melanjutnya pendidikan profesi insinyur. Tentu anda semua hari ini yang telah dilantik menjadi insinyur patut bersyukur karena sudah berhasil menyandang gelar insinyur,” imbuh Zulfikar.</p>
<p>Zulfikar meminta kepada para insinyur yang baru saja dilantik untuk terus mengembangkan kompetensi mereka. Karena menurutnya, di era revolusi industri 4.0 ini bukan hal yang mustahil peran seorang insinyur akan digantikan oleh mesin.</p>
<p>“Misalnya saja untuk berkonsultasi, bisa jadi masyarakat tidak perlu lagi datang langsung pada insinyur, namun mereka cukup dengan memainkan HP dan mencari kebutuhan keteknikan mereka melalui aplikasi-aplikasi penunjang,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu Ir Faizal Safa Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dalam kesempatan yang sama mengatakan, peran seorang insinyur di Indonesia sangatlah berat. Jauh lebih berat jika dibandingkan dengan tugas dan tanggung jawab insinyur di negara manapun.</p>
<p>“Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar. Garis katulistiwanya pun yang terpanjang. Jadi wajar jika para insinyur di Indonesia menghadapi tantangan yang begitu berat karena mereka harus menyatukan 17.500 lebih pulau-pulau di Indonesia,” ujar Faizal.</p>
<p>Namun walaupun demikian, tantangan tersebut mampu dijawab oleh para insinyur di Indonesia. Karena melalui beragam program pemerintah mereka telah mampu membangun sejumlah infrastruktur sehingga bisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional untuk membangun kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>“Melalui pembangunan sarana transportasi darat, laut maupun udara, para insinyur telah mampu menghubungkan ribuan pulau di nusantara, &#8221; urai Faizal.</p>
<p>&#8220;Demikian pula jaringan internet yang dibangun telah menghubungkan lebih dari 260 juta manusia dan mempersatukan ribuan suku bangsa di nusantara. Tentunya itu semua juga didukung dengan jaringan listrik yang baik dan merata” pungkas Faizal. <strong>(Kj1/Yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99644</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
