<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Universitas Muhammadiyah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/universitas-muhammadiyah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2021 10:43:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Universitas Muhammadiyah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dosen UMM Bersama 14 Akademisi Beri Pembekalan Mahasiswa Soal Kesadaran pada Produk Tembakau</title>
		<link>https://memontum.com/dosen-umm-bersama-14-akademisi-beri-pembekalan-mahasiswa-soal-kesadaran-pada-produk-tembakau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2021 10:42:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Insentif Guru]]></category>
		<category><![CDATA[kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136650</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pengendalian tembakau atau pengendalian produk tembakau telah menjadi concern berbagai pihak. Tidak hanya karena dampaknya pada kesehatan dan lingkungan, namun juga dampak sosial ekonomi. Hal tersebut mendorong Institut Komunikasi dan Bisnis (IKB) London School of Public Relations (LSPR) mengundang 15 akademisi Ilmu Komunikasi dari 15 kampus di seluruh Indonesia berkolaborasi untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pengendalian tembakau atau pengendalian produk tembakau telah menjadi concern berbagai pihak. Tidak hanya karena dampaknya pada kesehatan dan lingkungan, namun juga dampak sosial ekonomi. Hal tersebut mendorong Institut Komunikasi dan Bisnis (IKB) London School of Public Relations (LSPR) mengundang 15 akademisi Ilmu Komunikasi dari 15 kampus di seluruh Indonesia berkolaborasi untuk bergerak bersama dalam program Pengabdian Masyarakat Akademisi Ilmu Komunikasi Lintas Kampus.</p>



<p>Para dosen dari 15 kampus yang dipilih itu kemudian dibentuk dalam tiga kelompok dengan penyebaran merata ke seluruh wilayah Indonesia untuk melakukan penyadaran dikalangan mahasiswa.</p>



<p>Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sekaligus ketua kelompok 2, Dr. Frida Kusumastuti MSi, turut menjadi pembicara dalam program yang berlangsung secara virtual, Kamis (11/03) ini.</p>



<p>“Kami kelompok 2 yang hari ini memulai kegiatan pembekalan kepada mahasiswa berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Islam Muhammad Arsyad AlBanjari Banjarmasin, Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, dan Universitas Islam Indonesia Yogjakarta,&#8221; ungkap Frida memperkenalkan anggotanya.</p>



<p>Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku kritis mahasiswa yang menurutnya menjadi sasaran empuk pemasaran produk tembakau.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/136627-insentif-guru-sps-paud-malang-naik-menjadi-rp-600-ribu#ixzz6onZiC5Pf" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Insentif Guru SPS PAUD Malang Naik Menjadi Rp 600 Ribu</a></strong></p>



<p>“Tujuan dari pembekalan ini adalah meningkatkan kesadaran kritis para mahasiswa. Bahwa mereka dan generasi muda merupakan sasaran utama produk tembakau yang akan menjadi perokok potensial berkelanjutan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dosen Ilmu Komunikasi itu berharap, para mahasiswa setelah mendapat pembekalan dari program ini mampu mengkampanyekan dampak buruk dari produk tembakau.</p>



<p>&#8220;Saya harap setelah mendapat pembekalan hari ini, para peserta memiliki ide membuat konten-konten digital diberbagai platform. Dimana itu berisikan fakta tentang produk tembakau dan dampaknya bagi kesehatan, sosial, dan ekonomi di Indonesia,&#8221; tandasnya.</p>



<p>Tak hanya itu, dirinya juga menginginkan keberlanjutan dari program ini atas dukungan Southeast Asia Tobacco Controll Aliance (SEATCA) yang telah dirintis oleh IKB LSPR.</p>



<p>&#8220;Sehingga peran akademisi komunikasi bisa ditingkatkan. Tidak hanya soal pengendalian melalui iklan dan penyiaran,” tegasnya.</p>



<p>Seperti diketahui, berdasarkan dokumen Riskesdas, prevalensi perokok Indonesia usia 15 tahun ke atas adalah 33,8 persen atau sebesar 65,7 juta jiwa. Sehingga menempatkan Indonesia sebagai pasar rokok tertinggi ketiga di dunia setelah China dan India. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136650</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komisi 7 DPR RI Ajak Akademisi UMM Bahas RUU EBT</title>
		<link>https://memontum.com/komisi-7-dpr-ri-ajak-akademisi-umm-bahas-ruu-ebt</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2021 09:09:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[EBT]]></category>
		<category><![CDATA[Energi terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133955</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi jujugan Komisi 7 DPR-RI, Kamis (04/02) tadi. Kedatangan wakil rakyat tersebut, untuk agendakan FGD (Forum Group Discussion) tentang dalam penyusunan RUU (Rancangan Undang-Undang) tentang EBT (Energi Baru dan Terbarukan). Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi 7 DPR-RI, Sugeng Suparwoto, merupakan serangkaian kegiatan ke kampus-kampus di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; <a href="https://memontum.com/125472-hebat-mahasiswa-umm-ciptakan-robot-pemroses-sampah">Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)</a> menjadi jujugan Komisi 7 DPR-RI, Kamis (04/02) tadi. Kedatangan wakil rakyat tersebut, untuk agendakan FGD (Forum Group Discussion) tentang dalam penyusunan RUU (Rancangan Undang-Undang) tentang EBT (Energi Baru dan Terbarukan).</p>
<p>Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi 7 DPR-RI, Sugeng Suparwoto, merupakan serangkaian kegiatan ke kampus-kampus di Indonesia, untuk diskusi tentang RUU EBT. Sementara pelaksanaan di UMM, berlangsung di Ruang Senat UMM.</p>
<p>&#8220;Sebagaimana saya sampaikan, RUU adalah salah satu dasar untuk menuju kepastian hukum. Undang-Undang yang lalu memang ada tetapi tidak menjadi satu kesatuan yang komprehensif jadi masih terpisah-pisah,&#8221; jelas Sugeng.</p>
<p>Diakui politisi dari Nasdem ini untuk menjadi RUU, DPR tidak bisa memutuskan sendiri. Namun perlu peran dari beberapa pemangku kepentingan, stake holder, maupun akademisi untuk berbagi saran dan masukan.</p>
<p>&#8220;DPR sebagai tugas legislasi mempunyai target Insyaallah Oktober tahun ini akan tuntas menjadi Undang-Undang EBT. Untuk hari ini sudah ada draft undang-undangnya yang terdiri dari 59 pasal 14 bab,&#8221; imbuhnya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/125472-hebat-mahasiswa-umm-ciptakan-robot-pemroses-sampah">Hebat, Mahasiswa UMM Ciptakan Robot Pemroses Sampah</a></strong></p>
<p>Menurut Sugeng, dimasa pandemi seperti ini pembangkitan ekonomi Indonesia bisa dimulai secara gemilang dan tepat dari investasi EBT.</p>
<p>&#8220;Dengan investasi di EBT itu bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi tiga kali lipat dibandingkan investasi di sektor lain,&#8221; paparnya.</p>
<p>Dirinya menekankan harus ada warisan energi handal ramah lingkungan yang diberikan pada anak cucu kelak.</p>
<p>Disamping itu Rektor UMM, Dr Fauzan MPd, mengatakan secara prinsip, Indonesia sudah siap dalam pengembangan EBT.</p>
<p>Namun banyak hal yang masih perlu dikaji ulang. &#8220;Pada prinsipnya kita sudah siap, hanya tinggal ekspansi dan eksekusi. Sehingga perlu ada kerjasama dengan stakeholder maupun organisasi sosial lain,&#8221; bebernya.</p>
<p>Pihaknya pun bertekad akan selalu lakukan komunikasi agar pengembangan EBT makin siginifikan. &#8220;Oleh karena itu saya sangat berterimakasih sekali kepada Komisi 7 DPR-RI atas kehadirannya. Ini sangat strategis bagi UMM, momen ini adalah momen yang sangat tepat. Tidak lain adalah untuk mendorong pembangunan di bidang EBT sehingga menghasilkan rumusan yang bisa dinikmati oleh seluruh anak bangsa,&#8221; terangnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133955</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
