<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Universitas Trunojoyo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/universitas-trunojoyo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Aug 2022 14:49:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Universitas Trunojoyo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Putus Mata Rantai Korupsi, KPK Ajak Civitas Trunojoyo Sumenep Jadi Insan Berintegritas</title>
		<link>https://memontum.com/putus-mata-rantai-korupsi-kpk-ajak-civitas-trunojoyo-sumenep-jadi-insan-berintegritas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2022 14:49:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Trunojoyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=173063</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Madura &#8211; Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron, mengajak civitas akademika Universitas Trunojoyo Madura menjadi insan berintegritas dan antikorupsi. Sebab, korupsi tidak bisa diberantas hanya oleh aparat penegak hukum. Namun, harus melibatkan para generasi muda yang akan memimpin bangsa Indonesia pada masa mendatang. Hal tersebut, disampaikannya dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Madura</strong> &#8211; Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron, mengajak civitas akademika Universitas Trunojoyo Madura menjadi insan berintegritas dan antikorupsi. Sebab, korupsi tidak bisa diberantas hanya oleh aparat penegak hukum. Namun, harus melibatkan para generasi muda yang akan memimpin bangsa Indonesia pada masa mendatang.</p>



<p>Hal tersebut, disampaikannya dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trunojoyo-Sumenep, Selasa (02/08/2022) tadi. &#8220;Korupsi tidak bisa diberantas hanya oleh KPK, kepolisian atau kejaksaan saja. Kita harus bergandengan, agar semua harus menjadi insan antikorupsi. Karena, generasi muda sekarang adalah pemilik masa depan,” kata Ghufron.</p>



<p>Ghufron menyebut, sebagai mahasiswa ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjadi insan antikorupsi. Mulai dari menjalani pendidikan dan penelitian di bangku kuliah secara jujur.</p>



<p>“Jika mahasiswa untuk mendapat nilai A, prosesnya tidak mau belajar, malah mencontek atau memberi bingkisan kepada dosen, maka kalau sudah tidak jujur sejak masa pendidikan seperti itu, saat bekerja dan menjabat pun pasti tidak jujur,” ujar Ghufron.</p>



<p>Ghufron juga meminta agar para mahasiswa selama menjalani pendidikan memiliki 3 tujuan. Yaitu untuk meningkatkan ilmu, meningkatkan keterampilan dan kemanfaatan pada orang lain. Sebab, jika orientasinya untuk bermanfaat bagi orang lain, pasti akan jujur, amanah dan bertanggung jawab.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Selain itu, menurutnya, penanaman nilai antikorupsi sejak usia dini adalah hal yang penting dalam pemberantasan korupsi. Sebab, sekalipun sudah ada 3 lembaga penegak hukum yang memberantas korupsi, praktik itu masih saja terus terjadi.</p>



<p>“Sampai saat ini, dalam memberantas korupsi Indonesia memiliki 3 lembaga penegak hukum. Yaitu Kepolisian, Kejaksaan dan KPK. Tapi, masalah korupsi masih saja terjadi. Oleh sebab itu, selain penindakan, salah satu strategi KPK memberantas korupsi ialah pendidikan antikorupsi sejak usia dini,” ujar Ghufron.</p>



<p>Upaya pendidikan antikorupsi dilakukan karena korupsi terjadi dari niat pelaku melakukan kejahatan dan sistem yang korup. “Kenapa pendidikan antikorupsi ini dilakukan? karena salah satu sebab munculnya kejahatan korupsi dari niat orang berbuat jahat. Sehingga niatan dan orientasi korupsi itu yang berusaha kita hindari,” ujar Ghufron.</p>



<p>Ghufron menjelaskan, bahwa praktik korupsi mengakibatkan kerugian negara. Sehingga, perwujudan tujuan negara menjadi tidak tercapai. “Negara dibuat oleh pendiri bangsa untuk adil dan makmur. Namun, karena praktik korupsi menggagalkan tercapainya tujuan negara,” ujar Ghufron.</p>



<p>Oleh karena itu, sambungnya, KPK mengajak seluruh kalangan hingga perguruan tinggi untuk sama-sama melakukan pencegahan korupsi. Kehadiran KPK di kampus bukanlah kali pertama, KPK rutin hadir memberikan edukasi antikorupsi di kalangan perguruan tinggi di berbagai wilayah.</p>



<p>&#8220;KPK selalu mengedepankan fungsi pencegahan, salah satunya melalui edukasi antikorupsi untuk memutus mata rantai korupsi di negeri Indonesia,” terang Ghufron. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">173063</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Universitas Trunojoyo Uji Coba Tanam Jagung Inovasi, Satu Hektar Sawah Mampu Produksi 7 Ton</title>
		<link>https://memontum.com/universitas-trunojoyo-uji-coba-tanam-jagung-inovasi-satu-hektar-sawah-mampu-produksi-7-ton</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2019 09:21:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Trunojoyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99216-universitas-trunojoyo-uji-coba-tanam-jagung-inovasi-satu-hektar-sawah-mampu-produksi-7-ton</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali berhasil melakukan inovasi baru dalam dunia pertanian khususnya produksi jagung. Di inovasi ketiganya ini, UTM mampu memproduksi jagung sebanyak 7 ton dalam satu kali panen dengan luas sawah satu hektare. Produktifitas jagung ini disebut juga lebih efisien, pasalnya tak membutuhkan banyak penggunaan air dan juga waktu panen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali berhasil melakukan inovasi baru dalam dunia pertanian khususnya produksi jagung. Di inovasi ketiganya ini, UTM mampu memproduksi jagung sebanyak 7 ton dalam satu kali panen dengan luas sawah satu hektare.</p>
<p>Produktifitas jagung ini disebut juga lebih efisien, pasalnya tak membutuhkan banyak penggunaan air dan juga waktu panen lebih singkat. Dibandingkan produk jagung biasa yang hanya bisa memproduksi 2 ton dalam satu hektar lahan dengan kurun waktu 90 hari masa panen, jagung inovasi ini bisa memproduksi dengan 3 kali lipat yakni 7 ton dalam satu hektare, itupun dengan jangka waktu 78 hari.</p>
<p>Diketahui, Bangkalan sendiri memiliki lahan yang cocok untuk penanaman jagung seluas 60.624 hektare. Lahan ini bisa sangat meningkatkan ketahanan pangan jika secara aktif ditanami jagung inovasi UTM tersebut.</p>
<p>&#8220;Namun kami masih sedikit terkendala kesadaran para petani untuk mau berpindah ke kualitas jagung super kami, padahal jika itu dimanfaatkan akan sangat membantu perekonomian masyarakat,&#8221; terang Rektor UTM, Muh Syarif.</p>
<p>Saat ini kebutuhan jagung di jawa timur 95 persen digunakan untuk pakan ternak, sedangkan 5 persen digunakan untuk konsumsi. Jika dilihat secara real, kebutuhan pakan ternak sebanyak 2,4 juta ton sedangkan untuk konsumsi sebanyak 122,7 ribu ton. Jawa timur sendiri tiap tahunnya memproduksi sebanyak 6,9 juta ton jagung dengan nilai surplus 4,3 juta ton.</p>
<p>Dengan angka ini, maka jawa timur mampu menyumbang 22 persen jagung untuk nasional. Dengan adanya produksi jagung inovasi ini jika diterapkan di seluruh Madura, maka pulau madura bisa menjadi sentra jagung nasional.</p>
<p>Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, selain produk yang unggul perlu adanya kerjasama berbagai pihak agar produksi jagung dapat dinikmati petani. Saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak agar saat masa panen tiba, petani tidak kewalahan akan menjual hasil panennya.</p>
<p>&#8220;Perlu adanya kerjasama berbagai pihak, terlebih pada saat jagung telah dipanen maka masyarakat perlu wadah untuk penjualannya. Itu yang saat ini masih kami cari solusinya,&#8221; ucap Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron. <strong>(Isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99216</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan IPM Jatim, 11 PTN Gelar Raker di UTM</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-ipm-jatim-11-ptn-gelar-raker-di-utm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Aug 2019 00:38:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[IPM]]></category>
		<category><![CDATA[raker]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Trunojoyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/89771-tingkatkan-ipm-jatim-11-ptn-gelar-raker-di-utm</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Jawa Timur khususnya Bangkalan tergolong masih rendah. Untuk meningkatkan hal itu, 11 PTN se Jatim menggelar raker untuk membahas peningkatan IPM di Universitas Trunojoyo Madura, Selasa (6/7/2019). Raker ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, peningkatan IPM dapat didukung oleh peningkatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan </strong>&#8211; Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Jawa Timur khususnya Bangkalan tergolong masih rendah. Untuk meningkatkan hal itu, 11 PTN se Jatim menggelar raker untuk membahas peningkatan IPM di Universitas Trunojoyo Madura, Selasa (6/7/2019).</p>
<p>Raker ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, peningkatan IPM dapat didukung oleh peningkatan kualitas pendidikan.</p>
<p>Ia mengatakan, saat ini provinsi telah membuat program pendukung bagi sekolah tingkat SMA/SMK yakni TisTas (Gratis Berkualitas,red). Program ini diharapkan mampu membekali para generasi muda untuk memiliki skill agar mampu bersaing di pasar kerja.</p>
<p>&#8220;Dengan program TisTas itu diharapkan anak-anak kita mampu memiliki Skill agar mampu bersaing. dengan begitu, pengangguran dapat berkurang,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dikatakan, saat ini di wilayah Jawa Timur terdapat 15 kabupaten/kota yang tingkat IPMnya masih berada dibawah rata-rata. Salah satunya kabupaten Bangkalan, yang memiliki tingkat IPM terendah nomer dua setelah Kabupaten Sampang.</p>
<p>&#8220;Penghambat peningkatan IPM itu faktornya bisa dari Kesehatan, Pendidikan, Daya Beli Masyarakat dan lainnya. Nah, PTN sebagai akademisi diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar generasi muda kita,&#8221; terangnya.</p>
<p>Tak hanya itu, ia berharap para mahasiswa yang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN,red) mampu mengajak masyarajat khususnya generasi sebayanya untuk termotivasi melanjutkan pendidikan ditingkat perguruan tinggi.</p>
<p>&#8220;Para mahasiswa bisa masuk ke kecamatan dan desa untuk memotivasi langsung masyarakat kita. Supaya kultur sekolah hanya tingkat SMA itu dapat dihapuskan dan naik ke perguruan tinggi,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementata itu, Rektor UTM Muh Syarif mengatakan saat ini UTM dan 10 PTN lainnya sedang merencanankan KKN bersama. Tak hanya itu, pemetaan potensi lokal juga perlu dilakukan.</p>
<p>&#8220;Kita ada rencana untuk KKN bersama. Selain itu, pemetaan potensi lokal juga dapat mendongkrak percepatan pengembangan potensi daerah,&#8221; ucapnya. <strong>(isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">89771</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Emil Dardak: Universitas Trunojoyo Pilar Pengembangan Pulau Madura</title>
		<link>https://memontum.com/emil-dardak-universitas-trunojoyo-pilar-pengembangan-pulau-madura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2019 00:57:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Emil Dardak]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Trunojoyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/82652-emil-dardak-universitas-trunojoyo-pilar-pengembangan-pulau-madura</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dituntut mampu menjadi pilar pengembangan Pulau Madura. Sebab, pulau yang terkenal dengan produksi garamnya itu memiliki potensi yang cukup besar. Apalagi, UTM yang tengah menggagas pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Garam di Madura itu berharap bisa dikembangkan di masa mendatang. “Ini khususnya UTM jadi motor penggerak Madura bisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dituntut mampu menjadi pilar pengembangan Pulau Madura. Sebab, pulau yang terkenal dengan produksi garamnya itu memiliki potensi yang cukup besar. Apalagi, UTM yang tengah menggagas pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Garam di Madura itu berharap bisa dikembangkan di masa mendatang.</p>
<p>“Ini khususnya UTM jadi motor penggerak Madura bisa menghasilkan garam lebih banyak lagi dan kualitasnya baik. Disertai dengan adanya teknologi, produksi garam bisa kontinyu,” ujar Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat membuka Penandatanganan Kerjasama dan Forum Group Discussion (FGD) KEK Garam di Aula Gedung Rektorat Universitas Trunojoyo Madura, di Kabupaten Bangkalan, Senin (8/4).</p>
<p>Menurutnya, peningkatan produksi dan kualitas garam yang ada di Madura bisa terus dilakukan. Salah satu upayanya yakni mengatasi kerentanan terhadap kondisi cuaca agar bisa dilakukan dengan teknologi yang sedang diujicoba yakni flow down technology.</p>
<p>Selain itu, lanjutnya, ada empat hektar lahan di Kabupaten Pamekasan yang sudah diakuisisi UTM untuk difungsikan sebagai tempat fasilitas laboratorium terpadu. Termasuk satu hektar miliki Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan disinergikan.</p>
<p>“Ini sudah disetujui oleh Kepala BRSDM dari KKP yang hadir Prof. Syarif. UTM silahkan pakai fasilitas KKP untuk mengembangkan produksi garam,” kata Emil Dardak panggilan akrabnya.</p>
<p>Emil Dardak juga berharap agar Madura menjadi Pusat Unggulan Inovasi (PUI) Garam di tanah air. Agar keinginan tersebut bisa tercapai, dirinya akan terus mengawal proses tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">82652</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
