<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Untag &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/untag/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Mar 2019 07:46:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Untag &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Meriahkan Eco Fest, Mengingat Bumi dan Mengenal Foto Story</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-eco-fest-mengingat-bumi-dan-mengenal-foto-story</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2019 07:46:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Eco Fest]]></category>
		<category><![CDATA[Untag]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/81536-meriahkan-eco-fest-mengingat-bumi-dan-mengenal-foto-story</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya menggelar workshop dengan tema besar ‘Eco Fest’. Tujuan event ini untuk berbagi dengan masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan plastik agar bisa menjadi sebuah karya yang mempunyai nilai. Selain workshop, Kegiatan kampus ini dimeriahkan oleh ecoustic performances dan featuring. Untuk workshop sendiri terdapat materi foto story yang diisi oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya menggelar workshop dengan tema besar ‘Eco Fest’. Tujuan event ini untuk berbagi dengan masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan plastik agar bisa menjadi sebuah karya yang mempunyai nilai.</p>
<p>Selain workshop, Kegiatan kampus ini dimeriahkan oleh ecoustic performances dan featuring. Untuk workshop sendiri terdapat materi foto story yang diisi oleh Mamuk Ismuntoro, salah satu Fotografer di Surabaya.</p>
<p>Materi yang dibawakan oleh Mamuk ini lebih menuju pada pengenalan foto story yang sebagian besar peserta tidak mengetahuinya. Menurutnya, hal ini bukanlah suatu hal yang baru, dan dengan acara ini peserta akan mengerti.</p>
<p>“Karena foto story ini dikerjakan oleh wartawan, fotografer. Tapi bisa dikerjakan oleh siapa pun, seperti orang-orang baru yang mengikuti acara ini. Karena acara ini memberi ruang baru untuk orang baru tentang apa itu foto story,” kata Mamuk seusai acara di Royal PLaza, Kamis (21/3).</p>
<p>Menurut Mamuk, bentuk foto story juga termasuk foto jurnalistik yang memerlukan dua atau lebih yang terangkum dalam sebuah cerita.</p>
<p>“Saya tadi mengenalkan foto story dan membuatnya, apakah ada perencanaan. Seperti memilih tema yang pas, menentukan kapan waktu pemotretan. Jauh sebelum itu fotografer justru harus melakukan riset,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">81536</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Radikalisme Sasar Sosialita, Ujar Puti Saat Seminar di Untag</title>
		<link>https://memontum.com/radikalisme-sasar-sosialita-ujar-puti-saat-seminar-di-untag</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2018 13:16:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Radikalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialita]]></category>
		<category><![CDATA[Untag]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/20653-pemkab-malang-segera-siapkan-badan-otorita-pariwisata-kawasan-bts</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya – Puti Guntur Soekarno mewacanakan pertemuan akbar antara Bani Soekarno dengan Bani KH Hasyim Asy’ari. Puti ingin dari ajaran Marhaenis yang diwariskan Bung Karno dengan Ahlus-Sunnah wal Jama’ah sebagai warisan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tersebut bisa dipadukan untuk kebaikan lebih dan kejayaan Indonesia. Gagasan ini disampaikan Puti saat menjadi salah satu pembicara pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> – Puti Guntur Soekarno mewacanakan pertemuan akbar antara Bani Soekarno dengan Bani KH Hasyim Asy’ari. Puti ingin dari ajaran Marhaenis yang diwariskan Bung Karno dengan Ahlus-Sunnah wal Jama’ah sebagai warisan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tersebut bisa dipadukan untuk kebaikan lebih dan kejayaan Indonesia.</p>
<p>Gagasan ini disampaikan Puti saat menjadi salah satu pembicara pada seminar nasional bertema Penguatan Nilai dan Karakter Bangsa untuk Menangkal Paham Radikalisme pada Mahasiswa, di lantai 9 Gedung Graha Wiyata, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Rabu (21/11). Kapasitas Puti sebagai budayawan.</p>
<p>Selain Puti, hadir sebagai narasumber, yakni Guru Besar Fakultas Psikologi Untag Dr. Andik Matulessy, Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni Untag Edy Wahyudi, serta Kompol Agus Prasetyo dari Direktorat Intelkam Polda Jatim. Selain mahasiswa Untag yang hadir, jaringan Gusdurian tak ketinggalan.</p>
<p>“Bani Soekarno dan Bani KH Hasyim Asya’ri dari Jawa Timur bisa dipertemukan untuk merawat dan merajut benang kebangsaan,” kata Puti.</p>
<p>Cucu Proklamator Bung Karno ini menyebut sempat beberapa kali bertemu Yenny Wahid dari Wahid Institute. Keduanya membicarakan gerakan intoleransi, radikal dan fundamentalisme yang mulai menyasar ke kalangan ekonomi menengah ke atas. Artinya, radikalisme, fundamentalisme tidak lagi dipicu kemiskinan atau keputusasaan karena kemiskinan.</p>
<p>“Radikalisme, fundamentalisme bergeser ke keluarga mapan. Ideologi radikal dimasukkan ke anak-anak muda yang masih mencari jatidiri sebagai anak Indonesia, supaya dilihat orang sekitar,” terang Puti.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20653</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
