<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Unusa &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/unusa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Sep 2019 14:58:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Unusa &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Unusa Kukuhkan 1700 Mahasiswa Baru, Wagub Jatim: Harus Jadi Mahasiswa yang Kritis</title>
		<link>https://memontum.com/unusa-kukuhkan-1700-mahasiswa-baru-wagub-jatim-harus-jadi-mahasiswa-yang-kritis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Sep 2019 11:20:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Unusa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/92917-unusa-kukuhkan-1700-mahasiswa-baru-wagub-jatim-harus-jadi-mahasiswa-yang-kritis</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Universitas Nadhatul Ulama Surabaya (Unusa) Kukuhkan 1700 mahasiswa baru di Dyandra Convention Center, Senin (16/9/2019).Pengukuhan tersebut mendatangkan Mohammad Nuh mantan menteri pendidikan serta wakil gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Dalam sambutannya Mohammad Nuh berpesan kepada dosen Unusa agar dalam menyampaikan pembelajaran perlu adanya sistem yag berbeda. Karena Mahasiswa yang dikukuhkan adalah mahaiswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Universitas Nadhatul Ulama Surabaya (Unusa) Kukuhkan 1700 mahasiswa baru di Dyandra Convention Center, Senin (16/9/2019).Pengukuhan tersebut mendatangkan Mohammad Nuh mantan menteri pendidikan serta wakil gubernur Jawa Timur Emil Dardak.</p>
<p>Dalam sambutannya Mohammad Nuh berpesan kepada dosen Unusa agar dalam menyampaikan pembelajaran perlu adanya sistem yag berbeda. Karena Mahasiswa yang dikukuhkan adalah mahaiswa generasi milenial yang memiliki karakter tersendiri.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-92918" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190916-WA0025-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190916-WA0025-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190916-WA0025-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190916-WA0025-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190916-WA0025-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190916-WA0025-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Mereka ini kelompok generasi digital punya karakteristik sendiri. Tantangan berbeda. Para dosen pembelanjaran yang ada di unusa juga di sesuaikan. Denga kebutuhan dan karakteristik anak-anak generasi digital,” ujar Mohammad Nuh yang sekarang menjabat Ketua Dewan Pers.</p>
<p>Tak hanya itu, Nuh juga memberikan point-point kepada mahasiswa agar jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Dengan cara menciptakan inovasi. Tercapainya inovasi tentu didukung berbagai aspek. Yang pertama mahasiswa harus punya pemikiran yang kritis. Diharapkan bahwasanya anak muda mampu melihat celah, peluang yang ada disekitar kita.</p>
<p>“Paling mendasar adalah dengan mengajarkan anak-anak berfikir kritis .karena dengan berfikir kristis itulah bisa melihat celah mana yang bisa diperbaiki,” jelasnya.</p>
<p>Hal senada juga dituturkan oleh Emil Dardak. Jadi mahasiswa harus punya pikiran yang kritis. Melihat sesuatu dengan 2 sudut pandang. “ Mahasiswa ini sebagai insan yang kritis segala sesuatu melihat dari 2 sisi. Menggunakan pemikiran sendiri. Dan kemudian menyimpulakn segala sesuatu,” Jelasnya.</p>
<p>Contoh paling sederhana ketiak mahasiswa melihat Link berita kemudian hanya melihat foto beserta caption dan judul.Lalu bisa menyimpulkan itu bukan mahasiswa. Karena seyogyanya segala sesuatu harus bisa mentesis suatu pemikiran.</p>
<p>Tak hanya itu emil juga berpesan bahwa mahasiswa harus punya kreatifitas sehingga bisa membuat inovasi yang nantinya berdampak besar bagi lingkungan. Selain itu ia juga menyampaikan dalam mengambil langakh perubahan tidak harus menduduki jabatan yang tinggi.</p>
<p>“Perubahan tidak linier dengan jabatan Jabatan bukan penentu perubahan. Selain itu harus punya kreatifitas yang nantinya dapat mengambil inisiatif hingga sesuatu dampak besar bisa terjadi,” pungkasnya.<strong> ( Ace/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92917</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembekalan Peserta KKN Unusa dan Unusida, Bupati Terima Buku Potensi Jabon</title>
		<link>https://memontum.com/pembekalan-peserta-kkn-unusa-dan-unusida-bupati-terima-buku-potensi-jabon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2019 01:11:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[bupati sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Unusa]]></category>
		<category><![CDATA[Unusida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88741-pembekalan-peserta-kkn-unusa-dan-unusida-bupati-terima-buku-potensi-jabon</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mendapatkan kejutan. Bupati dua periode ini mendapatkan hadiah buku dan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng saat acara Pembukaan KKN Unusa dan Unusida si Pendopo Delta Wibawa. Buku itu berjudul Menguak Potensi Kecamatan Jabon. Dalam buku ini berisi potensi Kabupaten Sidoarjo secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mendapatkan kejutan. Bupati dua periode ini mendapatkan hadiah buku dan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng saat acara Pembukaan KKN Unusa dan Unusida si Pendopo Delta Wibawa.</p>
<p>Buku itu berjudul Menguak Potensi Kecamatan Jabon. Dalam buku ini berisi potensi Kabupaten Sidoarjo secara faktual, khususnya potensi seluruh desa di Kecamatan Jabon.</p>
<p>Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng mengatakan buku itu berisikan segala hal yang berkaitan dengan potensi 15 desa yang ada di Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Yakni mulai potensi investasi, pertanian, perikanan, kelautan, peternakan, budaya, hingga sejumlah penghargaan yang diperoleh desa.</p>
<p>&#8220;Peluncuran buku ini, untuk memberikan bukti sejumlah desa yang ada di Kecamatan Jabon kaya akan segala potensi. Kekayaan itu baik hasil bumi, tradisi dan budaya masyarakat, hingga peluang investasi yang sangat menjanjikan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, kaa Jazidie buku itu merupakan hasil produk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unusa selama 3 kali di Kecamatan Jabon. Selain itu, merupakan representasi secara nyata potensi-potensi yang ada di Kecataman Jabon.</p>
<p>&#8220;Di Jabon, banyak desa yang belum terekspos khalayak luas. Padahal desa-desa yang ada di Jabon memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. Karena itu, Unusa tergerak untuk membuat buku potensi-potensi desa di Kecamatan Jabon,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah menegaskan KKN ini sebagai wahana untuk implementasi ilmu yang sudah diterima mahasiswa di bangku perkuliahan. Pihaknya berharap agar potensi-potensi yang ada di desa-desa di Kecamatan Jabon dikembangkan. Bahkan di dalam buku itu sudah dipetakan per desa sesuai keadaan di lapangan.</p>
<p>&#8220;Kami berharap melalui buku ini, potensi di seluruh desa di Kecamatan Jabon dapat tersebarluaskan ke masyarakat umum. Karena Kecamatan Jabon memiliki berbagai potensi untuk jadi destinasi wisata masyarakat umum mulai wisata perikanan hingga mangrove. Kami berharap banyaknya peserta KKN bisa menggalih potensi desa yang ada di Sidoarjo,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Sementara dalam acara itu, juga dihadiri Unusida, Dr Fatkhul Anam, Ketua PCNU Sidoarjo, KH Maskun, dan para kepala OPD Pemkab Sidoarjo.<strong> (Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88741</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kesengsem Serbuk Unusa, SMAN 5 Surabaya Jajaki Kerja sama</title>
		<link>https://memontum.com/kesengsem-serbuk-unusa-sman-5-surabaya-jajaki-kerja-sama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2019 07:56:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Unusa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/84008-kesengsem-serbuk-unusa-sman-5-surabaya-jajaki-kerja-sama</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Serbuk (sharing e-book), yakni aplikasi perpustakaan digital Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) makin dilirik banyak SMA. Setelah tiga SMA di Gresik yang mengadopsi serbuk, kini giliran SMAN 5 Surabaya yang juga tertarik. Hal ini dinyatakan para guru SMA favorit di Surabaya tersebut saat berkunjung ke Unusa Kampus B, Jemursari, baru-baru inj. Rombongan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Serbuk (sharing e-book), yakni aplikasi perpustakaan digital Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) makin dilirik banyak SMA. Setelah tiga SMA di Gresik yang mengadopsi serbuk, kini giliran SMAN 5 Surabaya yang juga tertarik.</p>
<p>Hal ini dinyatakan para guru SMA favorit di Surabaya tersebut saat berkunjung ke Unusa Kampus B, Jemursari, baru-baru inj. Rombongan yang dipimpin langsung Kepala Sekolah SMAN 5 Surabaya Sri Widiati S.Pd MM diterima Ketua bidang 5 LPPM Unusa Dr. Rer Nat Nasori M.Si, didampingi Direktur Perencanaan Pengembangan dan Kerjasama Unusa Wiwik Afridah, S.KM M.Kes.</p>
<p>“SMAN 5 memiliki banyak karya tulis para siswa. Sayangnya karya tulis tersebut belum bisa dipublikasikan, minimal publikasi intern mereka. Karena, mereka belum memiliki software yang memadai. Makanya setelah mengetahui informasi adanya sharing e- book yang dikembangkan Unusa, mereka sangat tertarik,” kata Nasori.</p>
<p>Nasori mengatakan keinginan SMAN 5 Surabaya untuk mengadopsi serbuk akan ditindaklanjuti dalam sebuah kerjasama bulan ini.</p>
<p>“Saat ini sedang kami persiapkan untuk sebuah workshop serbuk bagi guru dan murid sebanyak 40 orang. Rencananya kerjasama dilakukan sebelum Hari Raya. Karena selain serbuk, mereka juga berminat mengadopsi sistem informasi dan digitalisasi perpustakaan,” kata Nasori.</p>
<p>Wiwik Afridah menambahkan SMAN 5 Surabaya mengembangkan program literasi, termasuk di dalamnya publikasi karya tulis para siswa. Sehingga sangat memerlukan update sistem perpustakaan dan sistem informasi yang didukung keberadaan teknologi yang memadai.</p>
<p>“Mereka ingin agar data tidak hilang. Keberadaan perpustakaan di SMA tersebut sangat strategis karena minat baca siswa sangat tinggi. Sehingga sekolah perlu meningkatkan mutu perpustakaan termasuk pustakawan (pengelola perpustakaan) yang terakreditasi,” kata Wiwik.</p>
<p>Untuk mewujudkan hal itu, lanjut Wiwik, Unusa siap membantu dalam pengembangan perpustakaan di SMAN 5 Surabaya “Mereka ingin memiliki sistem software digilib.unusa.ac.id, detail seperti yang ada di perpustakaan Unusa,” katanya.</p>
<p>Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 5 Surabaya, melalui Humasnya, Drs. Bambang Eko Purnomo mengatakan SMAN 5 Surabaya memiliki program pengembangan literasi yang menjadi model literasi nasional. Karenanya mereka mengembangkan melalui pendataan buku yang selalu update. Tujuannya agar siswa mudah mengakses dan selalu mendapat informasi terbaru.</p>
<p>“Kami pernah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi ternama. Sayangnya mandeg, bahkan banyak data kami yang hilang. Kami berharap keberadaan serbuk milik Unusa ini bisa menjadi solusi bagi kami,” katanya.</p>
<p>Setelah meninjau dan melihat langsung sarana prasana serta proses belajar di Kampus Unusa, Bambang mengatakan pihaknya tertarik untuk menjajaki kerja sama dengan Unusa lebih luas.<strong> (sur/ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84008</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unusa Jalin Kerja Sama dengan Universiti Malaysia Kelantan</title>
		<link>https://memontum.com/unusa-jalin-kerja-sama-dengan-universiti-malaysia-kelantan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2019 20:35:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Unusa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/81904-unusa-jalin-kerja-sama-dengan-universiti-malaysia-kelantan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus memperluas kerja sama dengan mitra-mitra internasional. Kali ini, Unusa merintis kerja sama dengan Universiti Malaysia Kelantan (UMK) yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh pimpinan kedua universitas, Selasa (26/3/2019) petang. “Unusa merupakan salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang ada di Indonesia, dan informasi di negara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya </strong>&#8211; Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus memperluas kerja sama dengan mitra-mitra internasional. Kali ini, Unusa merintis kerja sama dengan Universiti Malaysia Kelantan (UMK) yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh pimpinan kedua universitas, Selasa (26/3/2019) petang.</p>
<p>“Unusa merupakan salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang ada di Indonesia, dan informasi di negara saya, Unusa memiliki perkembangan yang sangat pesat, meskipun usianya masih terbilang sangat muda. Kami sangat senang bisa memiliki kesempatan untuk datang ke sini dan Unusa bersedia untuk menandatangani MoU dengan kami,” ujar Deputy Vice Chancellor Academic &amp; Internasional UMK, Prof. Dr. Mohd Rafi bin Yaacob.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-81906" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190327-WA0017-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190327-WA0017-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190327-WA0017-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190327-WA0017-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190327-WA0017-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190327-WA0017-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Ia menuturkan, UMK terbilang sebagai salah satu perguruan tinggi yang paling muda di Malaysia karena baru didirikan pada tahun 2007 silam. Meski usianya muda, perguruan tinggi ini sejak pendiriannya telah diberikan tugas besar untuk mendorong pembangunan Kelantan yang dulu termasuk salah satu daerah termiskin di Malaysia.</p>
<p>Mengingat kepercayaan yang besar ini, kerja sama dengan perguruan tinggi unggul. Seperti Unusa menjadi salah satu jalan untuk mempercepat perkembangan UMK menjadi perguruan tinggi yang disegani terutama dari segi kualitas akademik.</p>
<p>“Universitas kami memang didirikan untuk membantu Kelantan agar bisa lebih sejahtera. Oleh karena itu, kami sangat senang bisa menjadi bagian dari Unusa dan kami sangat berterima kasih kepada Unusa yang mau membagikan pengalaman yang sudah dimiliki,” imbuhnya.</p>
<p>Rafi menyebutkan tiga area yang menjadi fokus pengembangan UMK, yaitu dalam bidang ilmu kebumian, pertanian, serta bisnis.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">81904</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unusa Peringati Hari Down Syndrome Sedunia</title>
		<link>https://memontum.com/unusa-peringati-hari-down-syndrome-sedunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Mar 2019 19:18:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Down Syndrome]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Down Syndrome]]></category>
		<category><![CDATA[Unusa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/81223-unusa-peringati-hari-down-syndrome-sedunia</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Hari Down Syndrom Sedunia yang jatuh tiap tanggal 21 Maret diperingati oleh Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Keikutsertaan ini bagian dari membangun kepedulian dan rasa empaty bagi civitas akademika Unusa. Kegiatan yang diinisiasi oleh BEM Fakultas Kedokteran dan BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholder), digelar di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Hari Down Syndrom Sedunia yang jatuh tiap tanggal 21 Maret diperingati oleh Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Keikutsertaan ini bagian dari membangun kepedulian dan rasa empaty bagi civitas akademika Unusa. Kegiatan yang diinisiasi oleh BEM Fakultas Kedokteran dan BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholder), digelar di Royal Plasa Surabaya, Sabtu (16/3/2019) siang.</p>
<p>Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng menjelaskan, keikutsertaan Unusa dalam memperingati hari down syndrome sedunia ini, selain bagian dari membangun kepedulian dan kesadaran juga empaty civitas akademika, juga karena karena hingga kini masih banyak terjadi kesalahpahaman terhadap penyandang down syndrome. Masyarakat seringkali memberikan stigma dan penyebutan yang kurang pas.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-81224" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190316-WA0077-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190316-WA0077-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190316-WA0077-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190316-WA0077-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190316-WA0077-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190316-WA0077-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Peringatan Hari Down Syndrome Sedunia ini bertujuan agar masyarakat lebih mengenal dan mengetahui seperti apa anak down syndrome itu, dan mengajak orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus untuk tidak malu dan bisa mengetahui bahwa anak tersebut benar-benar mampu berbuat seperti anak normal lainnya. Mereka bukan penderita, karena mereka tidak menderita,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Mengutif dari Clinic for Children, Rektor mengungkapkan, dalam 17 tahun terakhir jumlah kelahiran down syndrome meningkat cukup pesat dengan perbandingan 1:700 dari kelahiran hidup. Saat ini jumlahnya masih belum diketahui pasti. Diseluruh dunia jumlah mencapai 8 juta kasus. Sedangkan di Indonesia diperkirakan ada lebih dari 3 ribu kasus (3.75%).</p>
<p>Di Surabaya sendiri diperkirakan mencapai 924 anak. Angka ini diperoleh dari perhitungan perbandingan kelahiran anak down syndrome dengan jumlah anak usia 0-18 tahun di Surabaya yang mencapai 659.328 anak.</p>
<p>“Pendidikan formal tidaklah cukup. Dengan intelegensi yang rendah anak down syndrome perlu dilatih terus menerus untuk bisa mandiri. Keikutsertaan komunitas dan civitas Unusa untuk mendampingi adalah salah satu langkah dalam membangun kepercayaan diri dan kemandirian. Saya kira masih sedikit perguruan tinggi yang peduli dan bahkan menerima anak down syndrome. Unusa adalah yang sedikit itu,” katanya.</p>
<p>Acara yang dikemas dalam bentuk talkshow ini menghadirkan para pakar dan praktisi antara lain dari Direktorat PKLK Kemendikbud, Praktisi, dan Akademisi. Mereka membahas masalah down syndrome dari berbagai sisi, pendidikan dan medis mulai dari kebijakan dan cara menanganinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">81223</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unusa Tarik Minat Mahasiswa Tekuni Kewirausahaan</title>
		<link>https://memontum.com/unusa-tarik-minat-mahasiswa-tekuni-kewirausahaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2019 13:38:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dies Natalis]]></category>
		<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kopma]]></category>
		<category><![CDATA[Unusa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/79591-unusa-tarik-minat-mahasiswa-tekuni-kewirausahaan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) merayakan Dies Natalis yang ke-3. Dengan mengajak anggota tujuh tim Kopma, dua tim mahasiswa Unusa, dan 13 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) luar, Unusa menyediakan 22 stand untuk tempat berdagang. Kegiatan yang bertajuk Solidaritas Antar Anggota ini juga untuk menarik peminatan mahasiswa Unusa agar tergerak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) merayakan Dies Natalis yang ke-3. Dengan mengajak anggota tujuh tim Kopma, dua tim mahasiswa Unusa, dan 13 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) luar, Unusa menyediakan 22 stand untuk tempat berdagang.</p>
<p>Kegiatan yang bertajuk Solidaritas Antar Anggota ini juga untuk menarik peminatan mahasiswa Unusa agar tergerak berwirausaha. Seperti tujuh produk unggulan yang di produksi oleh anggota Kopma sendiri.</p>
<p>“Ada jajan makroni yang dimasak dan dibumbui sendiri, risoles yang dibuat dari tangan sendiri, fusili, tempe coklat, jus kekinian yang menekankan kualitas dan rasa. Dan juga tas rajut yang dirajut sendiri dan mengajak pengunjung untuk merajut,” kata Moh. Riswanto Ketua Kopma, Selasa (26/2/2019).</p>
<p>Dalam perayaan Dies Natalis juga dihibur dengan sentuhan musik dari mahasiswa Unusa. “Karena acara kami juga sesuai dengan visi kampus, yaitu membangun jiwa wirausaha mahasiswa serta membangun motivasinya,” ujarnya.</p>
<p>Dari kegiatan yang telah disiapkan sejak akhir November 2018 lalu, Riswanto berharap agar setiap tahunnya dapat memeriahkan Dies Natalis Kopma. Selain semakin meriah, juga menginginkan tahun selanjutnya anggota Kopma sendiri dapat mendirikan tenant sebanyak 20.</p>
<p>“Semoga mahasiswa di Unusa semakin tertarik untuk berwirausaha,” harapnya.</p>
<p>Sementara itu, M. Ghofirin selaku pembina Kopma mengatakan jika pameran atau expo yang diselenggarakan oleh Kopma ini bertujuan mempertemukan antara mahasiswa yang memiliki usaha dengan mahasiswa yang membutuhkan produk. Dan pihak kampus juga memfasilitasi dari karya-karya mahasiswa yang memiliki kegiatan positif.</p>
<p>“Kita fasilitasi mereka (Kopma) agar karya-karyanya diminati oleh konsumen dan cara untuk mengenalkan dan memasarkan dengan gelar produk semacam itu,” ujar Ghofirin.</p>
<p>Ghofirin juga menjelaskan, jika organisasi Kopma ini sudah dibina. Mulai dari mengubah asumsi mahasiswa yang tidak mau bersusah payah menciptakan sebuah usaha, menggagas ide bisnis, lalu mengubah menjadi sebuah perencanaan bisnis yang mapan.</p>
<p>Selain itu, melakukan pendampingan seperti mendesain pengemasan, yang memiliki kriteria dan keunikan tertentu. Mulai dari makanan, minuman, hingga fashion yang berbentuk unik dan dibutuhkan oleh masyarakat.</p>
<p>“Produk itu kita fasilitasi juga di koperasi mahasiswa, walaupun tidak ada pameran, mereka tetap berjualan dengan fasilitas tempat yang sudah disediakan oleh koperasi mahasiswa,” pungkasnya. <strong>(est/ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">79591</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tempe Berbalut Cokelat Jadi Camilan Kekinian</title>
		<link>https://memontum.com/tempe-berbalut-cokelat-jadi-camilan-kekinian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2019 11:45:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[Unusa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/79577-tempe-berbalut-cokelat-jadi-camilan-kekinian</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Empat mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membuat produk inovasi camilan mengenyangkan, yakni Cokelat Tempe. Ini untuk mengubah mood buruk menjadi baik bagi setiap orang, terutama yang hobi ngemil. Camilan yang satu ini berbahan dasar tempe yang merupakan makanan tradisional, dengan digabungkan dengan balutan cokelat. Ini dibuat karena dua jenis makanan tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Empat mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membuat produk inovasi camilan mengenyangkan, yakni Cokelat Tempe. Ini untuk mengubah mood buruk menjadi baik bagi setiap orang, terutama yang hobi ngemil.</p>
<p>Camilan yang satu ini berbahan dasar tempe yang merupakan makanan tradisional, dengan digabungkan dengan balutan cokelat. Ini dibuat karena dua jenis makanan tersebut banyak disukai oleh semua kalangan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Nah, kami ditantang oleh pembina koperasi mahasiswa Unusa untuk menyatukan kedua bahan tersebut, akhirnya kami membuat beberapa jenis makanan dengan bahan dasar tempe dan cokelat tersebut,&#8221; kata salah satu anggota Kopma Unusa, Ita Safitri saat Gelar Produk di Unusa, Selasa (26/2/2019).</p>
<p>Dari tempe coklat sendiri, terdapat tiga macam yang dibuat. Yakni keripik Cokelat Tempe, Bola Lumpur, dan Nuget Cokelat.</p>
<p>Ita mengatakan, awalnya cukup bingung untuk menyatukan dua jenis makanan yang berbeda tersebut. Karena selama ini cokelat identik dengan makanan yang manis-manis. Sedangkan tempe lebih ke makanan asin.</p>
<p>&#8220;Setelah saya membuat dan diuji cobakan pada teman-teman, banyak respons baik. Ada beberapa masukkan kurang manis dan lain-lain langsung saya perbaiki. Akhirnya jadi seperti ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">79577</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unusa Peringkat Satu PTNU di Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/unusa-peringkat-satu-ptnu-di-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2019 20:40:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[PTNU]]></category>
		<category><![CDATA[Unusa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/78938-unusa-peringkat-satu-ptnu-di-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) merilis peringkat sembilan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) terbaik di Indonesia berdasarkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Dalam Sembilan peringkat tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjadi PTNU terbaik peringkat pertama di Indonesia. Disusul Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Wahid [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) merilis peringkat sembilan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) terbaik di Indonesia berdasarkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).</p>
<p>Dalam Sembilan peringkat tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjadi PTNU terbaik peringkat pertama di Indonesia. Disusul Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Wahid Hasyim Semarang, Universitas Islam NU Jepara, UNU Lampung, Universitas Sains Al Quran Wonosobo, UNU Al Ghazali Cilacap, UNU Sidoarjo dan UNU Surakarta.</p>
<p>Pengumuman peringkat tersebut disampaikan dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakornas) LPTNU yang di gelar di Bandung dan dihadiri Menristekdikti, Prof Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. yang juga sebagai Ketua LPTNU.</p>
<p>Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., mengucapkan terima kasih kepada LPTNU dan Kementerian atas pemeringatan dan penghargaan tersebut. “Terima kasih atas semua ini, berkat dukungan dari LPTNU dan Kemenristekdikti selama ini, Unusa terus termotivasi untuk meningkatkan kualitas institusi. Sistem Penjaminan Mutu di perguruan tinggi sangatlah penting, karena mulai dari penjaminan mutu, institusi bisa menjadi lebih baik dan terarah,” katanya, Selasa (19/2).</p>
<p>Diungkapkannya, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah sebagai salah satu solusi untuk menjawab berbagai permasalahan pendidikan tinggi di Indonesia. SPMI dianggap mampu untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi.</p>
<p>“Hal inilah yang diterapkan Unusa, sehingga Unusa bisa memperoleh penghargaan dari Menristekdikti, sebagai Kampus NU terbaik dalam penerapan penjaminan mutu,” ungkapnya di Ruang Rektor Lantai 4 Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya.</p>
<p>Wakil Ketua LPTNU, Muhammad Afifi mengungkapkan kriteria penghargaan bagi Perguruan Tinggi tersebut dinilai baik dalam penjaminan mutu internal maupun eksternal. Kriterianya berdasarkan penilaian standar penjaminan mutu Kemristekdikti yang sudah dirangking secara nasonal.</p>
<p>“LPTNU merangking sembilan PTNU terbaik di Indonesia dan Unusa memperoleh peringkat pertama. Meskipun usianya baru 5 tahun tapi komitmen untuk meningkatkan pelayanan dan penjaminan mutu Unusa yang terbaik,” katanya saat menyampaikan pengumuman dalam Rakornas LPTNU di Bandung.</p>
<p>Afifi menambahkan, LPTNU berkomitmen akan meningkatkan terus mutu pendidikan di lingkungan NU. Hal ini sesuai permintaan Ketua LPTNU yang juga Menristekdikti.</p>
<p>“Upaya-upaya tersebut telah dilakukan sejak 2015 melalui klinik akreditasi. Misalnya bagi perguruan tinggi yang belum terakreditasi, didorong menjadi terakreditasi, yang terakreditasi C didorong menjadi B, dan yang B didorong menjadi A,” tambahnya menjelaskan.<strong> (ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78938</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Metode ’Hybrid Learning’ Unusa, Dipercaya Selenggarakan PPG Dalam Jabatan</title>
		<link>https://memontum.com/metode-hybrid-learning-unusa-dipercaya-selenggarakan-ppg-dalam-jabatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2019 12:19:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[PPG SD]]></category>
		<category><![CDATA[Unusa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/25074-kemudikan-jeep-terbuka-sambari-qosim-antarkan-pejabat-purna-tugas</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Menyusul diterimanya izin pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Guru Dalam Bidang Studi Guru Sekolah Dasar (PPG SD) dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) per 18 September 2018, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kini dipercaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menyelenggarakan PPG dalam Jabatan bagi guru SD di Jawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Menyusul diterimanya izin pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Guru Dalam Bidang Studi Guru Sekolah Dasar (PPG SD) dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) per 18 September 2018, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kini dipercaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menyelenggarakan PPG dalam Jabatan bagi guru SD di Jawa Timur.</p>
<p>Pada tahap awal Kemendikbud mengirim sebanyak 80 mahasiswa yang semuanya sudah berprofesi sebagai guru SD namun belum memiliki sertifikat profesi guru. Mereka berasal dari 16 kabupaten/kota, termasuk satu kabupaten dari Jawa Tengah, yakni Kabupaten Brebes dengan melibatkan 73 sekolah dasar. Demikian diungkapkan oleh Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., Minggu (17/2/2019).</p>
<p>“PPG adalah benteng bagi anak bangsa untuk menyaring dan memperbaiki kualitas mutu guru profesional sekaligus mutu pendidikan. Kita berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan yang di rancang oleh tim dengan baik dan dapat mendorong peserta dalam meningkatkan karakter serta kepribadian sebagai guru profesional yang siap lahir dan batin mengubah masa depan generasi anak bangsa menuju tercapainya tujuan pendidikan secara nasional,” katanya.</p>
<p>Dikatakan Jazidie, Unusa berharap hasil program PPG Dalam Jabatan ini mampu melahirkan dan mencetak guru yang dapat memimpin kelas dengan baik. Sehingga bisa menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25074</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
