<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Upacara Adat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/upacara-adat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Jun 2023 13:33:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Upacara Adat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lestarikan Budaya dan Sumber Mata Air, Warga Sawo Tulungagung Gelar Upacara Adat Ulur-ulur Telaga Buret</title>
		<link>https://memontum.com/lestarikan-budaya-dan-sumber-mata-air-warga-sawo-tulungagung-gelar-upacara-adat-ulur-ulur-telaga-buret</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jun 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Mata Air]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara Adat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190602</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Masyarakat adat Kasepuhan Sendang Tirto Mulyo, kembali menggelar upacara adat ulur-ulur di Telaga Buret Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Jumat (09/06/2022) tadi. Upacara adat ulur-ulur yang dihadiri langsung Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, merupakan upacara syukur atas anugerah kepada Yang Maha Kuasa karena telah memberikan Telaga Buret. Walaupun keberadaan telaga ini tidak luas, namun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Tulungagung</strong> &#8211; Masyarakat adat Kasepuhan Sendang Tirto Mulyo, kembali menggelar upacara adat ulur-ulur di Telaga Buret Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Jumat (09/06/2022) tadi. Upacara adat ulur-ulur yang dihadiri langsung Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, merupakan upacara syukur atas anugerah kepada Yang Maha Kuasa karena telah memberikan Telaga Buret.</p>



<p>Walaupun keberadaan telaga ini tidak luas, namun airnya dari telaga bisa mengairi persawahan di empat desa. Masing-masing, yaitu Desa Ngentrong, Sawo, Gedangan dan Desa Gamping.</p>



<p>“Air dari telaga ini sangat besar manfaatnya. Bukan hanya untuk pertanian. Namun, air dari Telaga Buret juga dipakai untuk industri,” kata Bupati Maryoto.</p>



<p>Ditambahkannya, upacara adat ulur-ulur adalah bagian dari upaya untuk melestarikan alam Telaga Buret. Melalui upacara adat tersebut, diharapkan generasi selanjutnya tahu dan mengenal sejarah Telaga Buret, hingga manfaatnya untuk kehidupan masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ulur-ulur akan selalu mengingatkan kita semua, bahwa alam Telaga Buret harus terus kita lestarikan. Sehingga, sumber air akan terus lestari,&#8221; imbuh bupati.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, bupati juga berjanji akan mendukung sarana yang dibutuhkan kawasan ini, seperti salah satunya jalan penunjang. Apalagi, giat ini juga menjadi agenda tahunan.</p>



<p>Ketua Pokdarwis Telaga Buret, Karsi Nero Sutamrin, menambahkan bahwa meskipun diameter Telaga Buret hanya sekitar 36 meter, namun air dari Telaga Buret mampu mencukupi area persawahan hingga 700 hektar. Karenanya, keberadaan telaga sangat memiliki peran di tengah-tengah masyarakat desa.</p>



<p>“Jadi ini bukan sekedar ritual tradisi atau tidak hanya berdoa. Tetapi juga merupakan aksi nyata, yaitu dengan menanam dan merawat hutan. Tradisi ini bertujuan untuk selalu menjaga kelestarian air,” kata Karsi. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190602</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Lodho Sego Gurih di Upacara Adat Larung Sembonyo Trenggalek Catatkan Rekor MURI</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-lodho-sego-gurih-di-upacara-adat-larung-sembonyo-trenggalek-catatkan-rekor-muri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2022 16:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor MURI]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara Adat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=170956</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Sajian Lodho Sego Gurih dalam rangkaian upacara adat Labuh Laut Larung Sembonyo di Teluk Prigi Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, catatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Tidak hanya rekor Indonesia, penyajian Lodho Sego Gurih dalam upacara adat ini juga dicatatkan sebagai rekor terbanyak se-dunia oleh Ketua MURI, Prof Jaya Suprana. Perwakilan MURI, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Sajian Lodho Sego Gurih dalam rangkaian upacara adat Labuh Laut Larung Sembonyo di Teluk Prigi Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, catatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Tidak hanya rekor Indonesia, penyajian Lodho Sego Gurih dalam upacara adat ini juga dicatatkan sebagai rekor terbanyak se-dunia oleh Ketua MURI, Prof Jaya Suprana.</p>



<p>Perwakilan MURI, Sri Widayati, selaku Representatif MURI yang hadir dalam acara tersebut menyatakan jika ini merupakan penyajian terbanyak yang diajukan ke MURI. &#8220;1.000 sajian Ayam Lodho Sego Gurih yang diajukan dalam acara adat selamatan Sembonyo Teluk Prigi, ini tercatat sebanyak 1.029. Dan ini merupakan sajian terbanyak yang ada,&#8221; ucapnya sebelum menyerahkan piagam rekor MURI kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini, Jumat (17/06/2022) malam.</p>



<p>Rekor MURI yang dicatat dalam acara ini, ujarnya, adalah kategori Upacara Adat dengan Penyajian Lodho Sego Gurih Terbanyak. Penghargaan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek serta panitia penggagas kegiatan ini. Rekor ini tercatatkan sebagai rekor ke 10.371.</p>



<p>&#8220;Ada beberapa rekor MURI yang sudah dicatatkan oleh Trenggalek. Seperti halnya rekor wakil bupati termuda, oleh Mochamad Nur Arifin kala itu. Juga pencabutan gigi susu terbanyak, pemakaian Batik Shibori terbanyak dan masih banyak rekor yang tercatat lainnya,&#8221; jelas Sri.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK, Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, dalam pencapaian Rekor MURI itu mengapresiasi upaya pencapaian rekor oleh pemerintah, nelayan Teluk Prigi dan seluruh masyarakat yang ikut menyukseskan acara ini.</p>



<p>Menurutnya, upacara adat dan makanam khas seperti Sembonyo dan Ayam Lodho ini perlu terus dilestarikan agar tidak dicaplok dan diakui oleh daerah maupaun negara lain. &#8220;Ini warisan leluhur yang tetap harus kita jaga dam lestarikan,&#8221; kata istri Bupati Trenggalek ini.</p>



<p>Selain itu, momentum yang terus membaik ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk pemulihan ekonomi paska pandemi. &#8220;Ini momentum yang bagus, karena Teluk Prigi memberikan kehidupan bagi nelayan. Tidak hanya nelayan lokal Watulimo saja, melainkan banyak nelayan baik lokal maupun nelayan dari luar,&#8221; paparnya.</p>



<p>Diharapkan Bunda PAUD Trenggalek ini, perwujudan rasa syukur yang dilakukan ini bisa membawa kebaikan bagi seluruh para nelayan dan masyarakat di Kecamatan Watulimo. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">170956</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Wacanakan Upacara Adat Karo dan Unan-unan, Jadi Upacara Resmi  Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-wacanakan-upacara-adat-karo-dan-unan-unan-jadi-upacara-resmi-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2018 13:26:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara Adat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/65550-bupati-wacanakan-upacara-adat-karo-dan-unan-unan-jadi-upacara-resmi-lumajang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML. (Cak Thoriq), mengikuti upacara Adat Unan-Unan Tengger di Lumajang, di Desa Ranupani Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, Jum&#8217;at (23/11/2018) pagi.Pada kesempatan tersebut, Bupati Lumajang, Cak Thoriq mengatakan, &#8220;Saya merasa bangga dan senang bisa hadir di sini dalam rangka upacara Unan-unan Ranupani. Unan-unan ini, menjadi upacara dan inspirasi bagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML. (Cak Thoriq), mengikuti upacara Adat Unan-Unan Tengger di Lumajang, di Desa Ranupani Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, Jum&#8217;at (23/11/2018) pagi.Pada kesempatan tersebut, Bupati Lumajang, Cak Thoriq mengatakan, &#8220;Saya merasa bangga dan senang bisa hadir di sini dalam rangka upacara Unan-unan Ranupani.   Unan-unan ini, menjadi upacara dan inspirasi bagi saya sendiri,&#8221; ujarnya yang di Informasikan Humas Pemkab, Minggu (25/11/2018).</p>
<p>Bupati, mengungkapkan keinginannya, agar Desa Ranupani menjadi destinasi wisata kebudayaan unggulan Kabupaten Lumajang. Tahun depan, bupati ingin upacara adat Karo dan Unan-unan akan menjadi upacara resmi Kabupaten Lumajang, sehingga nanti kegiatan tersebut dianggarkan melalui ABPD Kab. Lumajang.</p>
<p>&#8220;Di Desa Ranupani dapat dilaksanakan secara bersamaan antara pertanian, pariwisata dan event yang dimunculkan oleh masyarakat Desa Ranupani. Hal ini, dengan harapan Desa Ranupani betul-betul nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Lumajang. Sedangkan pengelolaan Pariwisata agar dapat dilaksanakan secara terkonsep yang terintegrasi dan menyeluruh antara Pemerintah Kabupaten dan Desa Ranupani, karena ini apabila dikelola dengan baik maka akan memberikan kemakmuran bagi rakyatnya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Fasilitator Destinasi Kementrian Pariwisata RI, Trisno Sudigdo, SE. MM., menyampaikan, bahwa Unan-unan adalah upacara yang besar serta indentik dengan memayu desa/menanam kepala kerbau dan sangat penting bagi masyarakat Tengger, yang mana Unan-unan merupakan titik awal masyarakat dalam menentukan upacaranya. Unan-unan merupakan salah satu ritual adat suku tengger yang digelar 5 tahun sekali.                         </p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan tahun depan di dalam memperingati upacara adat, pemerintah dapat memfasilitasinya, sehingga Ranupani dapat dijadikan halaman terdepan, serta dapat dijadikan salah satu destinasi wisata kebudayaan di Kabupaten Lumajang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Ranupani, Satumat, menjelaskan bahwa Unan-unan merupakan kegiatan adat istiadat yang harus dilestarikan dan dirangkul dengan bagus, mengingat Unan-unan merupakan titik temu masyarakat Desa Ranupani.  Dikatakan, bahwa generasi muda harus ikut menjaga kelestarian budaya yang ada di Desa Ranupani. &#8220;Unan-unan ini bukan agama, namun adat-istiadat yang harus dilestarikan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Di akhir upacara Adat Unan-Unan, Bupati bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat beserta masyarakat Desa Ranupani, mengikuti arak-arakan Jodang (tempat makanan sesaji) menuju Punden Sanggar Agung, untuk melaksanakan ritual penanaman kepala kerbau dan do&#8217;a bersama <strong>(adi/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">65550</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Arifin Hadiri Upacara Adat Selo Bale</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-arifin-hadiri-upacara-adat-selo-bale</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2018 15:02:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Selo Bale]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara Adat]]></category>
		<category><![CDATA[wabup trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/22653-wabup-arifin-hadiri-upacara-adat-selo-bale</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8212; Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin Hadiri Upacara Adat Grebeg Selo Bale uang digelar oleh masyarakat Dusun Winong Desa Sumurup Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Kegiatan tersebut digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas berkah yang didapat selama musim panen padi tiba.  Uniknya, upacara adat tersebut digelar pada hari Jumat legi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8212; Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin Hadiri Upacara Adat Grebeg Selo Bale uang digelar oleh masyarakat Dusun Winong Desa Sumurup Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Kegiatan tersebut digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas berkah yang didapat selama musim panen padi tiba. </p>
<p>Uniknya, upacara adat tersebut digelar pada hari Jumat legi Tracapan yang ada dalam setiap setahun sekali. </p>
<p>Seperti yang terlihat diplomasi, masyarakat Dusun Winong Desa Sumurup menggelar upacara adat ini di kawasan Taman Batu Selo Bale, oleh karena itu upacara ini disebut dengan Grebeg Selo Bale. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-6.15a.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-22654" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-6.15a.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-6.15a.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-6.15a.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-6.15a.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Tradisi tersebut diketahui, sudah dilakukan turun temurun sejak kurang lebih 60 tahun yang lalu.</p>
<p> </p>
<p>Taman Batu Selo Bale digunakan untuk menggelar tradisi tersebut, dikarenakan Selo Bale memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tempat wisata. Grebeg Selo Bale merupakan tradisi masyarakat petani mengungkapkan syukur atas hasil pertanian dan dijauhkan dari hama yang mengganggu tanaman. Hal tersebut diwujudkan dengan membakar ogoh-ogoh (replika raksasa) yang terbuat dari jerami.</p>
<p> </p>
<p>Wakil Bupati Trenggalek, H Mochamad Nur Arifin yang hadir dalam upacara adat tersebut melihat bahwa masyarakat memiliki rasa syukur yang besar. Hal tersebut, menurut wabup, dapat dilihat dari keikhlasan setiap warga untuk menyajikan ayam lodho (makanan khas Trenggalek) dalam upacara adat Grebeg Selo Bale.</p>
<p> </p>
<p>&#8220;Poin pentingnya adalah masyarakat mempunyai inisiasi untuk bagaimana membuat event di tingkat Desa-nya masing-masing dan ini sebenarnya upacara adat ucap syukur di lokasi yang namanya Selo Bale, dan saya rasa ini menjadi tempat wisata yang menarik,&#8221; ucap Arifin, Jum&#8217;at (26/1/2018).</p>
<p> </p>
<p>Diakui Arifin, dirinya menantikan adanya simbolisasi pembakaran ogoh-ogoh. Hal ini dilakukan sebagai bentuk bahwa biar sawah-sawah disini tidak ada hama, biar dijauhkan dari musibah. </p>
<p>&#8220;Salah satu kegiatan ini sangat menarik sekali sebenarnya kalau wisatawan disuguhi adat budaya yang seperti ini dan ini harus kita lestarikannya,&#8221; imbuhnya. <strong>(mil/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22653</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
