<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Urban Farming &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/urban-farming/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Jul 2022 09:46:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Urban Farming &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ciptakan Lumbung Pangan di Kelurahan Kota Malang, Dispangtan Gelar Lomba Urban Farming</title>
		<link>https://memontum.com/ciptakan-lumbung-pangan-di-kelurahan-kota-malang-dispangtan-gelar-lomba-urban-farming</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2022 09:46:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=172269</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang menggelar lomba urban farming di 57 kelurahan yang ada di Kota Malang. Hal ini dilakukan, sebagai bentuk upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mendorong kesadaran warga dalam memanfaatkan lahan yang ada di sekitarnya untuk dibudidayakan. Plt Kepala Dispangtan Kota Malang, Sri Winarni, menjelaskan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang menggelar lomba urban farming di 57 kelurahan yang ada di Kota Malang. Hal ini dilakukan, sebagai bentuk upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mendorong kesadaran warga dalam memanfaatkan lahan yang ada di sekitarnya untuk dibudidayakan.</p>



<p>Plt Kepala Dispangtan Kota Malang, Sri Winarni, menjelaskan bahwa hal itu dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan lumbung pangan bagi warga di masing-masing kelurahan yang ada di Kota Malang. &#8220;Dengan adanya lomba urban farming ini, maka nanti bisa memberikan gambaran untuk masyarakat agar dapat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai budidaya. Sehingga, bisa memberikan ketahanan pangan bagi warga di kelurahan tersebut,” jelas Sri Winarni, Sabtu (16/07/2022) tadi.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa lomba urban farming kali ini sudah dilakukan penilaian tahap pertama. Yakni, mulai Juni hingga Juli. Kemudian, penilaian tahap kedua dilakukan mulai Senin (19/07/2022) besok hingga Agustus mendatang.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>“Kegiatan lomba urban farming ini sudah ada sejak lima tahun yang lalu tepatnya di tahun 2017. Di tahap kedua penilaian, ini harapannya peserta bisa memanfaatkan waktu untuk memaksimalkan budidaya di masing-masing kelurahan,” lanjutnya.</p>



<p>Untuk di tahap ketiga, menurutnya nanti akan diambil beberapa sebagai nominasi pemenangnya. Selain itu, untuk budidaya yang dimanfaatkan yakni mulai dari tanaman pangan, perikanan, maupun peternakan.</p>



<p>“Pemenangnya nanti menjadi salah satu percontohan untuk kelurahan lainnya, bagaimana agar bisa memanfaatkan pekarangan untuk budidaya,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispangtan Kota Malang, Lilis Pujiharti, menjelaskan saat ini sudah dua wilayah kecamatan yang menjalani penilaian tahap pertama yaitu Kecamatan Sukun dan Kecamatan Lowokwaru. &#8220;Selanjutnya, mulai Senin nanti kami akan melakukan penilaian tahap dua. Untuk tahap dua yang pertama adalah di wilayah Kelurahan Gading Kasri, Klojen,” kata Lilis.</p>



<p>Lilis mengatakan, penilaian dilakukan tim dewan juri lomba urban farming setiap hari mulai hari Senin sampai dengan Kamis. Dalam satu hari biasanya penilaian dilakukan mulai pukul 09.00 hingga 15.00. Adapun tim juri penilaian lomba tersebut terdiri dari unsur pemerintahan, akademisi hingga organisasi pemerhati lingkungan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">172269</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Urban Farming Tim Doktor Mengabdi UB ubah Limbah Tempe menjadi Bahan Penyusun Konsentrat untuk Sapi</title>
		<link>https://memontum.com/program-urban-farming-tim-doktor-mengabdi-ub-ubah-limbah-tempe-menjadi-bahan-penyusun-konsentrat-untuk-sapi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2021 07:39:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Penyusun Konsentrat]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah Tempe]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159118</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Permintaan pasar lokal akan daging sapi terus meningkat. Namun, peternak belum mampu memenuhi kebutuhuan tersebut, dikarenakan kondisi beberapa faktor, yang diantaranya kurang pengetahuan peternak tentang manajemen dan penerapan teknologi peternakan serta berkurangnya lahan untuk beternak. Berangkat dari itu, Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya (UB), memprakarsai program urban farming di Kampung Sanan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Permintaan pasar lokal akan daging sapi terus meningkat. Namun, peternak belum mampu memenuhi kebutuhuan tersebut, dikarenakan kondisi beberapa faktor, yang diantaranya kurang pengetahuan peternak tentang manajemen dan penerapan teknologi peternakan serta berkurangnya lahan untuk beternak.</p>



<p>Berangkat dari itu, Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya (UB), memprakarsai program urban farming di Kampung Sanan, Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing. &#8220;Upaya pengembangan program urban farming ini untuk menyiasati permasalahan lahan. Yakni, beternak secara mandiri di wilayah perkotaan. Sehingga, dapat memperkuat ketahanan pangan dalam kota dan membuka lapangan kerja sektor non formal,&#8221; terang Wakil Rektor Bidang Kerjasama UB, Prof M Sasmito Djati, Sabtu (27/11/2021).</p>



<p>Menurutnya, pemilihan lokasi kampung Sanan dikarenakan hampir 90 persen, masyarakat di sana merupakan pembuat tempe dan menjadi pusat industri tempe di Kota Malang. Untuk mengatasi limbah pembuatan tempe, sebagian penduduknya memelihara sapi pedaging dengan total populasi pada saat ini hampir mencapai 400 ekor.</p>



<p>&#8220;Namun dari data terakhir, akibat pandemi Covid-19, jumlah populasi mengalami penurunan,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Saat ini, tambahnya, telah terbentuk kelompok peternak &#8216;Makmur Sejahtera&#8217; sebagai pioner untuk mengadopsi teknologi tepat guna dalam kegiatan Doktor Mengabdi. &#8220;Urban farming yang terintegrasi dengan penggemukan belum banyak dilakukan, maka dari itu kami berupaya meningkatkan produksi dan kualitas sapi pedaging melalui perbaikan manajemen dan teknologi pakan yang baik dan benar. Agar dapat memenuhi kebutuhan daging di perkotaan dan mensejahterahkan peternaknya,” jelas akademisi yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Doktor Mengabdi UB itu.</p>



<p>Perbaikan formulasi pakan dilakukan dengan memanfaatkan limbah cair dan padat dari produksi tempe yang dihasillkan 20 ton per hari. Awalnya, peternak menggunakan limbah tersebut tanpa pengolahan sebagai pakan utama sapi. Hal tersebut, mengakibatkan sapi kurang sumber serat dan kotoran menjadi cair serta daging sapi mengandung kadar air tinggi, mudah rusak, dan harga jual sapi hasil penggemukan lebih rendah.</p>



<p>&#8220;Maka, saat ini kami mengenalkan langkah pemecahan masalah penggunaan limbah tempe sebagai pakan dengan perbaikan susunan ransum, dalam bentuk formulasi pakan. Sapi pedaging membutuhkan pakan bernutrisi untuk mengahasilkan pertumbuhan yang maksimal. Hasil formulasi pakan ini dapat mendukung kebutuhan nutrisi sapi yang lengkap dan secara teknis akan memperbaiki kualitas sapi,&#8221; terangnya.</p>



<p>Ke depan, dirinya berharap kelompok ternak &#8216;Makmur Sejahtera&#8217; sebagai pioner kawasan urban farming mampu menghasilkan sumber bahan pangan, serta menciptakan eduwisata integrasi industri tempe dan penggemukan sapi pedaging. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159118</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Ketahanan Pangan Kota Malang, Warga Tlogomas Produksi Sayur-mayur Lewat Urban Farming</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-ketahanan-pangan-kota-malang-warga-tlogomas-produksi-sayur-mayur-lewat-urban-farming</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2021 08:01:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Dukung Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi Sayur-mayur]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Tlogomas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=156460</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mengajak warga untuk memanfaatkan lahan sempit di perkotaan. Baik itu seperti pekarangan atau lahan kosong sekitar rumah, untuk urban farming (pertanian perkotaan). Selain sebagai terobosan karena terbatasnya lahan pertanian di Kota Malang, hasil panen dari kegiatan urban farming diharapkan dapat membantu memenuhi ketahanan pangan keluarga. Seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mengajak warga untuk memanfaatkan lahan sempit di perkotaan. Baik itu seperti pekarangan atau lahan kosong sekitar rumah, untuk urban farming (pertanian perkotaan).</p>



<p>Selain sebagai terobosan karena terbatasnya lahan pertanian di Kota Malang, hasil panen dari kegiatan urban farming diharapkan dapat membantu memenuhi ketahanan pangan keluarga.</p>



<p>Seperti yang dilakukan oleh warga RW 09, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kurniatun Hairiah, yang memanfaatkan lahan sempit di wilayah sekitar rumahnya untuk menghasilkan produk sayur-mayur yang sehat.</p>



<p>&#8220;Media tanam yang digunakan untuk urban farming ini adalah campuran tanah, sekam dan kotoran kelelawar dengan perbandingan 2:4:4,&#8221; jelas Kurniatun, Jumat (22/10/2021).</p>



<p>Menurutnya, urban farming mempunyai banyak manfaat salah satunya dari nilai ekologi. Dengan urban farming lingkungan perkotaan menjadi lebih hijau sehingga nyaman dihuni.</p>



<p>“Efisiensi penggunaan lahan sekitar rumah meningkat tanpa merusak lingkungan justru merestorasi lingkungan. Daur ulang sampah organik menjadi kompos meningkat dan produk yang diperoleh juga sehat,” tambahnya.</p>



<p>Tanaman yang ditanam pun, terangnya, selain sehat karena organik, juga meningkatkan kualitas lingkungan. Misalnya, pohon turi atau sesbania grandifloria menjadi penambat nitrogen bebas dari udara. Bunganya enak dimakan sebagai sayuran serta mengandung banyak vitamin dan bermanfaat untuk tubuh.</p>



<p>“Ini untuk menghindari over production satu jenis sayur, maka pemilihan jenis dan jadwal penanamannya pun perlu diatur tidak serentak untuk semua warga,” sambungnya.</p>



<p>Keanekaragaman jenis sayur yang ditanam warga perlu banyak variasi agar semangat makan sayur tetap terjaga. Ia menambahkan selain perawatan dalam urban farming salah satu langkah yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran adalah proses pembibitan tanaman.</p>



<p>“Melalui urban farming, lingkungan jadi sehat dan lebih indah. Keluarga pun sehat, dengan kegiatan ini menstimulir warga untuk lebih giat bergerak dengan sinar matahari cukup. Interaksi sosial masyarakat perkotaan juga semakin sehat karena dengan kegiatan ini bersama-sama berkarya dan berbagi dengan tetangga,” ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengapresiasi urban farming yang dengan semangat terus digiatkan oleh masyarakat ini. Terobosan urban farming dapat terus memotivasi warga agar bisa memanfaatkan dan menggunakan lahan yang sempit dengan optimal.</p>



<p>“Melalui urban farming ini, semoga dapat menjadi kekuatan untuk ketahanan pangan keluarga di Kota Malang. Keberadaannya juga terus kami dukung untuk pengembangan di semua wilayah Kota Malang,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Konsep urban farming sendiri sempat membuat Kota Malang mendapatkan penghargaan berupa Indonesia Awards 2019.</p>



<p>Kota Malang dinilai sebagai pemerintah daerah yang mampu mengembangkan inovasi, serta langkah terobosan dalam strategi pengendalian inflasi, ketahanan pangan serta penanganan stunting melalui program urban farming.</p>



<p>Konsep urban farming ini sebenarnya merupakan bagian dari strategi bagaimana agar inflasi Kota Malang bisa terkendali.</p>



<p>&#8220;Sebab berdasarkan kajian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, kenaikan harga komiditi kenutuhan pokok dapat berpengaruh terhadap angka inflasi Kota Malang. Sehingga perlu ada upaya pengendalian inflasi,&#8221; terangnya. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">156460</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispangtan Optimis Urban Farming di Kota Malang Terus Berlanjut</title>
		<link>https://memontum.com/dispangtan-optimis-urban-farming-di-kota-malang-terus-berlanjut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2021 10:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=145347</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Minimnya luas persawahan yang ada di Kota Malang, menjadi tantangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) dalam menjamin ketersediaan pangan yang ada di Kota Malang. Plt Kepala Dispangtan, Sri Winarni, menjelaskan dari luas keseluruhan Kota Malang, hanya 1000 hektar saja yang merupakan persawahan. &#8220;Kita tahu bersama, bahwa Kota Malang miliki luas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Minimnya luas persawahan yang ada di Kota Malang, menjadi tantangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) dalam menjamin ketersediaan pangan yang ada di Kota Malang. Plt Kepala Dispangtan, Sri Winarni, menjelaskan dari luas keseluruhan Kota Malang, hanya 1000 hektar saja yang merupakan persawahan.</p>



<p>&#8220;Kita tahu bersama, bahwa Kota Malang miliki luas 114 kilometer persegi. Tetapi, kondisi sawah yang ada sekarang sudah di bawah 1000 hektar,&#8221; ungkapnya, Rabu (16/06) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Menurutnya, lahan Kota Malang sebagian besar ada di wilayah perkotaan maupun perumahan. Sehingga, pihaknya harus bisa memanfaatkan atau mengoptimalkan seluruh potensi yang ada di Kota Malang, walau pun itu di lingkungan perumahan.</p>



<p>&#8220;Salah satunya dengan aktifitas urban farming. Kita bermitra dengan seluruh aspek dan masyarakat Kota Malang agar pertanian di perkotaan tetap kita harus galakkan,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Wanita yang pernah menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) itu memaparkan, bahwa kegiatan urban farming miliki manfaat yang luar biasa. Di samping aman karena budidaya tanpa pestisida, dengan menerapkan urban farming juga mampu menjamin keamanan pangan keluarga.</p>



<p>&#8220;Kebaikan dari urban farming bahwa kita budidaya secara organik sehingga ini akan menjamin keamanan pangan bagi keluarga. Kita bisa mendapat asupan pangan segar yang dihasilkan sendiri. Dan kedepannya juga akan memberikan manfaat bernilai ekonomi juga,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sri merasa, karena miliki potensi nilai ekonomi yang bagus, keberlanjutan urban farming tidak akan berhenti. &#8220;Jadi, kita juga membina, bagaimana hasil urban farming bisa diolah menghasilkan sesuatu untuk dijual. Saya optimis,.urban farming di Kota Malang, akan terus berkembang,&#8221; terangnya.<strong> (mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145347</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Sutiaji Pesan Pemanfaatan Lahan dan Pengembangan Alternatif dalam Gelaran Lomba Urban Farming Kategori Dasawisma</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-sutiaji-pesan-pemanfaatan-lahan-dan-pengembangan-alternatif-dalam-gelaran-lomba-urban-farming-kategori-dasawisma</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2021 05:02:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=139737</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang segera gelar Lomba Urban Farming untuk kategori Dasawisma Kelurahan Tingkat Kota Malang. Agar para peserta memahami konsep dan aturan lomba yang berada pada sub kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal tersebut, Dispangtan lakukan sosialisasi, Senin (12/4) tadi. Wali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang segera gelar Lomba Urban Farming untuk kategori Dasawisma Kelurahan Tingkat Kota Malang. Agar para peserta memahami konsep dan aturan lomba yang berada pada sub kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal tersebut, Dispangtan lakukan sosialisasi, Senin (12/4) tadi.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, yang didapuk sebagai keynote speaker mengatakan bahwa peran dasawisma pada lingkungan sangat penting.</p>



<p><strong><em><span style="color:#000fa3" class="has-inline-color">Baca juga:</span></em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Kinerja dasawisma luar biasa. Mereka rutin kegiatannya dan bisa mengembangkan apa yang sudah ada,&#8221; ungkap Wali Kota Malang.</p>



<p>Sehingga, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dispangtan dalam lomba ini, pun meminta keikutsertaan dari para ibu-ibu.</p>



<p>&#8220;Selain itu, di Malang juga sudah banyak lahan yang bergeser. Kalau dulu sawah masih ada, tapi sekarang sudah jarang. Ini menjadi problematika kita sekarang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dalam lomba ini, Pemkot Malang mengajak masyarakat untuk cerdas memanfaatkan lahan dan mengembangkan alternatif. Oleh karena itu urban farming dirasa merupakan jalan keluar memperkuat ketahanan pangan di perkotaan.</p>



<p>&#8220;Urban farming bukan hanya menanam, tapi harus ada nilai jualnya. Dengan memanfaatkan lahan, selain ketahanan pangan, bisa sebagai penghijauan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sekretaris Dispangtan, Eny Handayani, mengatakan bahwa dalam mengampu tugas ketahanan pangan pihaknya menggelar lomba dengan menyasar Dasawisma dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>



<p>&#8220;Tapi ini diawali dengan sosialisasi untuk Dasawisma terlebih dahulu. Kemudian nanti penilaian dimulai 24 Mei sampai 21 Juni. Dalam sosialisasi ini tadi juga diserahkan stimulan, bentuk perhatian dari Pemkot Malang,&#8221; katanya.</p>



<p>Perlombaan yang nantinya akan diikuti 57 Dasawisma ini, disampaikan Eny, bertujuan untuk menyikapi berkurangnya lahan pertanian di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Yang kedua adalah untuk menjamin ketahanan keluarga, terutama pada gizi. Ketika urban sudah menjadi kebiasaan masyarakat, diharapkan bisa menjadi nilai tambah,&#8221; paparnya. <strong>(hms/mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">139737</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Melalui Dispangtan Siapkan Pekan Ketahanan Pangan, Digelar Empat Hari dan Diisi Narasumber Wali Kota</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-melalui-dispangtan-siapkan-pekan-ketahanan-pangan-digelar-empat-hari-dan-diisi-narasumber-wali-kota</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2021 05:40:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137215</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Berbagai program bakal digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang (Dispangtan) Kota Malang, dalam mendukung langkah pemerintah daerah, selama di masa pandemi. Selain kampung tangguh dari Polresta Malang, Dispangtan juga berinisiatif menggelar Pekan Ketahanan Pangan. Beragam acara, akan digelontorkan dalam pelaksanaan itu. Terutama, rangkaian kegiatan yg bersifat memotivasi masyarakat bhumi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Berbagai program bakal digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang (<a href="https://memontum.com/tag/dispangtan-kota-malang">Dispangtan</a>) Kota Malang, dalam mendukung langkah pemerintah daerah, selama di masa pandemi. Selain kampung tangguh dari Polresta Malang, Dispangtan juga berinisiatif menggelar Pekan Ketahanan Pangan.</p>



<p>Beragam acara, akan digelontorkan dalam pelaksanaan itu. Terutama, rangkaian kegiatan yg bersifat memotivasi masyarakat bhumi Arema, untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui urban farming.</p>



<p>Rangkaian kegiatan ini, rencananya akan diadakan mulai 22 Maret sampai 25 Maret, di salah satu hotel di Kota Malang hingga Kantor Dispangtan Kota Malang serta di beberapa tempat.</p>



<p>&#8220;Beragam kegiatan yang sudah terdata untuk digelar, meliputi seperti diskusi, motivasi dan pembentukan serta penguatan kelambagaan pangan dan kemitraan bidang ketahanan pangan dengan pola pentahelix yang melibatkan puluhan peserta dari berbagai elemen masyarakat, Poktan, pondok pesantren (Ponpes), unsur TNI, kepemudaan dan PKK serta valon mitra binaan lain. Kegiatan ini, dijadwalkan akan digelar di hari pertama dan menghadirkan nara sumber akademisi, pejabat terkait dan praktisi,&#8221; Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Ir Ade Herawanto MT, Jumat (19/03) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/136494-dispangtan-malang-rakor-penyaluran-pupuk-bersubsidi-bersama-mitra-kerja-distributor-kios-pengecer-hingga-legislatif">Dispangtan Malang Rakor Penyaluran Pupuk Bersubsidi Bersama Mitra Kerja, Distributor, Kios Pengecer hingga Legislatif</a></strong></p>



<p>Hari berikutnya, tambah Sam Ade-sapaan akrabnya, akan diisi dengan acara cooking class gemar makan ikan. Untuk pesertanya, dari berbagai UKM pengolah dan pemasar hasil perikanan. Acara ini, akan menghadirkan nara sumber akademisi (ahli gizi) dan chef bersertifikat.</p>



<p>&#8220;Hari berikutnya, berupa FGD pengembangan peternakan era milenial. Peserta puluhan orang perwakilan dari berbagai kelompok peternak, pengolah dan akademisi serta OPD terkait. Kegiatan akan digelar ditempat sama dengan nara sumber Wali Kota Malang, Sekda dan akademisi,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Masih menurut Sam Ade, pada Kamis 25 Maret 2021, akan diisi kegiatan Bimtek peningkatan produktivitas tanaman padi di Kota Malang. Beberapa pesertanya, yakni 25 orang dari kelompok tani penerima bantuan benih padi di Kantor Dinas BPTP Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Semoga adanya kegiatan ini bisa meningkatkan minat masyarakat Bhumi Arema untuk menguatkan program ketahanan pangan dan kebutuhan pangan warga Kota Malang melalui program Urban Farming Arema dan pada giliranya diharapkan bisa mencukupi kebutuhan pangan di tengah pandemi ini,&#8221; papar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Ir Ade Herawanto MT.</p>



<p>Guna memeriahkan pelaksanaan, dalam acara tersebut juga akan ditampilkan display beberapa produk Urban Farming dari kelompok masyarakat binaan Dispangtan. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137215</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Urban Farming Malang Tuai Banyak Harapan</title>
		<link>https://memontum.com/program-urban-farming-malang-tuai-banyak-harapan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2021 13:15:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135380</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Isu tentang bisa bertahan hidup dalam situasi pandemi, menjadi topik menarik yang diangkat dalam Forum Perangkat Daerah gelaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, di Ballroom salah satu hotel di Kota Malang, Rabu (24/02) tadi. Melemahnya akses pangan masyarakat Kota Malang, atas bahan pangan selama pandemi Covid-19, diperlukan strategi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Isu tentang bisa bertahan hidup dalam situasi pandemi, menjadi topik menarik yang diangkat dalam Forum Perangkat Daerah gelaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, di Ballroom salah satu hotel di Kota Malang, Rabu (24/02) tadi.</p>



<p>Melemahnya akses pangan masyarakat Kota Malang, atas bahan pangan selama pandemi Covid-19, diperlukan strategi penanganan dengan cara peningkatan ketahanan pangan melalui upaya pengembangan Urban Farming.</p>



<p>Menurut Wali Kota Malang, Sutiaji, masalah ketahanan pangan ini menjadi perhatian serius pihaknya sejak lama. Sejumlah konsep Urban Farming, pun telah digagasnya bersama Dispangtan dan stakeholder ketahanan pangan.</p>



<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/134992-dispangtan-malang-kenalkan-program-organic-urban-farming-arema-saat-terima-kunjungan-komisi-b-dprd">Dispangtan Malang Kenalkan Program Organic Urban Farming Arema, Saat Terima Kunjungan Komisi B DPRD</a></strong></p>



<p>“Karena sesungguhnya, ketika berbicara lahan untuk bercocok tanam, itu sudah tersedia di lingkungan kita sendiri. Dengan begitu, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sendiri,” ujar pemilik kursi N1 itu, mencontohkan konsep Urban Farming sederhana yang bisa dilakukan.</p>



<p>Dirinya berharap, Dispangtan akan menggarap potensi tersebut bersama Tim Penggerak PKK Kota Malang. </p>



<p>&#8220;Sebagai contoh, dikelompok masing-masing PKK dengan lahan terbatas, misalnya di dalam rumah, sudah bisa Urban Farming. Seperti tanaman pangan dalam pot, itu sudah kategori bercocok tanam. Jadi, tidak melulu untuk dikonsumsi saja, namun bisa dijual. Ini menjadi salah satu variabel atau instrumen untuk meningkatkan income perkapita dan punya nilai tersendiri,” beber sang Wali Kota.</p>



<p>Forum Perangkat Daerah ini, sekaligus menjadi sarana menjaring partisipasi masyarakat dalam upaya mewujudkan visi Pemerintah Kota Malang Tahun 2018-2023/ RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) yang dijabarkan dalam ‘The Future of Malang’ dan ditarik pada Dispangtan melalui empat program teknis, yakni Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan.</p>



<p>Motivator, entepreneur dan juga pengurus Kadin Jatim, Prof Juniardi yang hadir dalam forum, menyebut bahwa ketahanan pangan adalah kekuatan dasar dari sebuah wilayah.</p>



<p>Dia memaparkan konsep bagaimana memperkuat ketahanan pangan ini, yakni production distribution logistics integration (PDLI).</p>



<p>“Sebaik, apa pun suatu lembaga atau apapun bentuknya, entah kecil atau paling besar sekalipun, jika dalam kualitas produksi, kualitas distribusi dan logistiknya lemah, maka keberlangsungan atau sustainable nya itu akan menjadi suatu kendala untuk menuju tujuan akhirnya,” terangnya.</p>



<p>Padahal, tambahnya, tujuan akhir ini akan meningkatkan dampak yang sudah dibuat. Mulai dari pertaniannya, perikanan maupun peternakannya.</p>



<p>“Oleh karenanya, produksi harus diperkuat oleh masyarakat yang kompeten. Apa yang bisa dilibatkan secara optimal akan membuat produk-produk yang dihasilkan berkualitas,” lanjut Juniardi.</p>



<p>Aspek distribusi dan logistik juga tak kalah penting. Sinergitas dengan pelaku usaha di Kota Malang yang memang bergerak dibidang terkait tak boleh dilupakan. Selain itu, aspek marketing menjadi jantung dari usaha yang dijalankan.</p>



<p>“Inti dari keberlangsungan proses ini adalah SDM, teknologi dan sistem distribusi yang bisa kita bantu dengan sistem teknologi digital marketing. Salah satunya dengan mempersiapkan Mlijo Marketplace.<br>Marketplace ini akan mengcover setiap wilayah masing-masing. Dengan adanya urban farming ini bisa membantu perekonomian masyarakat,” paparnya.</p>



<p>Pegiat sosial budaya Malang Raya, Cokro Wibowo, pun urun memberikan masukan. Dirinya menekankan, perlu adanya pemanfaatan maksimal atas keberadaan aset-aset tanah Pemerintah Kota Malang yang terbengkalai. Aset tersebut bisa dimanfaatkan sebagai lahan-lahan percontohan Urban Farming dari hulu ke hilir. </p>



<p>Pria yang juga dikenal sebagai aktivis pergerakan nasional itu juga menyarankan perlunya dibentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Pangan Perkotaan.</p>



<p>“Mengingat semakin lemahnya ketercukupan pangan kita pasca pandemi Covid-19. Kota Malang memiliki lahan pertanian yang sangat minim. Perda Ketahanan Pangan Perkotaan mendesak untuk segera dirumuskan bersama dengan stakeholder terkait,” tuturnya.</p>



<p>Cokro juga berharap, agar sepanjang tepian Sungai Brantas dan sungai-sungai lain di Kota Malang, seperti Kali Metro, Kali Bango dan Kali Amprong agar bisa ditanami dengan tanaman pangan alternatif. </p>



<p>“Misalnya Pohon Sukun, guna menjamin ketersediaan bahan pangan murah yang cukup melimpah,” terangnya.</p>



<p>Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, optimis bahwa Dispangtan di bawah komando Ir Ade Herawanto MT akan menjadi OPD yang ‘seksi’.</p>



<p>“Produk pertanian juga harus mengikuti perkembangan zaman dan Sam Ade paling siap untuk mengikuti ide-ide dari Walikota Malang. Kami dari DPRD siap menangkap ide-ide Sam Ade untuk ketahanan pangan,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kota Malang tersebut.</p>



<p>Karenanya, Made berharap Dispangtan dapat mengajukan anggaran sebesar-besarnya dengan catatan benar-benar dibutuhkan masyarakat.</p>



<p>“Selama ini yang paling besar adalah Dinas PUPR, Dinas Kesehatan terus kenapa Dispangtan tidak naik? Yakinlah di bawah Sam Ade, maka Dispangtan Kota Malang di akhir 2021 akan menjadi dinas terseksi di Kota Malang,” seru Made.</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/127144-ciptakan-kampung-berdaya-melalui-festival-urban-farming-purwantoro">Ciptakan Kampung Berdaya Melalui Festival Urban Farming Purwantoro</a></strong></p>



<p>Kepala Dispangtan Kota Malang, Ir Ade Herawanto MT, menyambut baik semua gagasan, ide dan masukan, yang sudah diberikan. Harapannya, ada sokongan support dan anggaran yang nantinya untuk memaksimalkan kinerja Dispangtan ke depan.</p>



<p>“Dari berbagai evaluasi dan riset yang kami lakukan, maka kami temukan isu strategis bahwa terjadi melemahnya akses pangan masyarakat Kota Malang, atas bahan pangan di era pandemi Covid-19. Sehingga dalam forum ini, juga kami paparkan tentang berbagai strategi penanganan yaitu peningkatan ketahanan pangan melalui Urban Farming Arema,” urai Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya.</p>



<p>Kami berharap, program Dispangtan dalam mewujudkan Ketahanan Pangan di Kota Malang, dapat sustainable mulai dari hulu pra panen hingga hilir pasca panen dengan pembinaan dan fasilitasi berkesinambungan.<strong> (ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135380</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komisi B DPRD Malang Apresiasi Terobosan Organic Urban Farming Arema</title>
		<link>https://memontum.com/komisi-b-dprd-malang-apresiasi-terobosan-organic-urban-farming-arema</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2021 08:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134999</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang,.mendapat apresiasi dari Komisi B DPRD Kota Malang. Apresiasi tersebut didapat dalam rapat dan kunjungan kerja yang berlangsung di Kantor Bidang Perikanan Dispangtan Kota Malang, Jumat (19/02) tadi. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Rahman Nurmala, mengatakan bahwa pujian patut dilayangkan pada OPD [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum</a> Kota Malang </strong>&#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang,.mendapat apresiasi dari Komisi B DPRD Kota Malang.</p>



<p>Apresiasi tersebut didapat dalam rapat dan kunjungan kerja yang berlangsung di Kantor Bidang Perikanan Dispangtan Kota Malang, Jumat (19/02) tadi.</p>



<p>Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Rahman Nurmala, mengatakan bahwa pujian patut dilayangkan pada OPD (Organisasi Perangkat Derah) ini.</p>



<p>Pasalnya, dengan kepala dinas yang baru, langsung tancap gas mengenalkan Organic Urban Farming Arema untuk mendorong ketahanan pangan di era pandemi.</p>



<p>&#8220;Tentunya kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan kepala dinas yang baru. Jadi, kita mereview program kegiatan 2021, sudah konkret dengan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2021,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Menurut hematnya, terobosan program akselesari percepatan ini mampu mendorong ide dan gagasan dengan memadukan sinergi pentahelix.</p>



<p>&#8220;Dan ini menggaet juga beberapa pihak. Seperti komunitas, pebisnis, akademisi, bahkan media,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sehingga dengan sinergitas ini, ke depan berbagai pihak tersebut mampu bahu membahu untuk bisa memberikan masukan kepada Dispangtan.</p>



<p>Dan pada akhirnya mampu memastikan keterjangkauan ketersediaan pangan dalam kategori aman di masa pandemi ini.</p>



<p>&#8220;Oleh karena itu, begitu strategisnya posisi Dispangtan, mudah-mudahan hari ini menjadi awal yang bagus. Kami dari Komisi B menjadi mitra tentunya sangat support dan mendorong untuk lebih bisa mengakomodasi seluruh kepentingan masyarakat,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/134874-solidaritas-bethek-melawan-datangi-dprd-kota-malang-berharap-keberatan-pembangun-rsu-bri-medika-direspon">Solidaritas Bethek Melawan Datangi DPRD Kota Malang, Berharap Keberatan Pembangun RSU BRI Medika Direspon</a></strong></p>



<p>Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Malang, Ade Herawanto, mengatakan bahwa semua instrumen pentahelix mendukung program Organic Urban Farming Arema.</p>



<p>&#8220;Instrumen pentahelix semua mendukung untuk program Organic Urban Farming Arema. Sehingga kami selanjutnya akan lakukan beberapa langkah-langkah sesuai timeline dan action plannya,&#8221; terang Ade.</p>



<p>Hal pertama disampaikan pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Malang itu, adalah terkait regulasi.</p>



<p>&#8220;Pertama, kemarin sudah disampaikan oleh bu Wali, akan ada lomba untuk meningkatkan dan menyemangati para instrumen pentahelix, seperti OPD, dan komunitas.</p>



<p>Untuk komunitas contohnya para Aremania ya, sambil nunggu kompetisi bergulir daripada nganggur bisa ikut kegiatan ini, hitung-hitung bisa digunakan untuk bekal berbisnis,&#8221; papar Ade.</p>



<p>Lanjutnya, setelah para instrumen pentahelix tersebut sudah memiliki satu visi yang sama, Dispangtan tinggal mengarahkan sesuai peraturann yang berlaku.</p>



<p>&#8220;Harus se-visi dulu, baru kita arahkan on the right track. Nah selanjutnya baru pembiayaan, tapi saya rasa ini hampir beres. Sehingga bisalah dimulai minggu depan secara bertahap sesuai timeline,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Berkaitan dengan anggaran, Ade menegaskan, pihaknya tidak ingin terlalu terpaku dengan berapa biaya yang akan dipakai. Baginya dinas bisa bekerjasama dengan para pebisnis</p>



<p>&#8220;Jangan terpaku anggaran saja, karena kita menggaet kerjasama dengan pebisnis. Saat ini saja sudah mulai banyak yang berproses,&#8221; tuturnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134999</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispangtan Malang Kenalkan Program Organic Urban Farming Arema, Saat Terima Kunjungan Komisi B DPRD</title>
		<link>https://memontum.com/dispangtan-malang-kenalkan-program-organic-urban-farming-arema-saat-terima-kunjungan-komisi-b-dprd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2021 07:20:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134992</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komisi B DPRD Kota Malang agendakan kunjungan dan rapat kerja ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Jumat (19/02) tadi. Bertempat di Kantor Bidang Perikanan Dispangtan Kota Malang, kunjungan guna mengetahui program peningkatan ketahanan pangan di era pandemi ini juga dihadiri beberapa stake holder terkait. Dalam pemaparannya, Kepala Dispangtan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Komisi B DPRD Kota Malang agendakan kunjungan dan rapat kerja ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Jumat (19/02) tadi.</p>



<p>Bertempat di Kantor Bidang Perikanan Dispangtan Kota Malang, kunjungan guna mengetahui program peningkatan ketahanan pangan di era pandemi ini juga dihadiri beberapa stake holder terkait.</p>



<p>Dalam pemaparannya, Kepala Dispangtan, Ade Herawanto, menjelaskan bahwa program Organik Urban Farming Arema ditargetkan mampu menjawab isu strategis peningkatan ketahanan pangan di era pandemi.</p>



<p>&#8220;Ini adalah upaya trobosoan Dispangtan, dalam peningkatan ketahanan pangan di era pandemi. Tentunya, dengan adanya kolaborasi secara pentahelix, antara Dispangtan, akademisi, media, komunitas serta para pebisnis,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/134661-selain-dorong-inovasi-internal-kadispangtan-malang-mulai-matangkan-ide-mlijo-online">Selain Dorong Inovasi Internal, Kadispangtan Malang Mulai Matangkan Ide Mlijo Online</a></strong></p>



<p>Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ade itu juga menjabarkan, ada berbagai kegiatan dalam tiap bidang yang menjadi fokus Dispangtan. Dalam bidang pertanian terdapat program Organic Urban Farming Arema secara pentahelix dan kegiatan Mlijo online.</p>



<p>Lalu, di bidang perikanan ada kegiatan pembangunan demplot Aquagriculture skala riset dan teknologi terapan.</p>



<p>Pada bidang peternakan sendiri terdapat program kegiatan Malang Halal Food And Beverage. Selanjutnya, untuk edukasi dan litbang IT membuat program Malang Organic And Fresh Market, Iconic Display Marketing Digital Organik Urban Farming Arema dan pembangunan mini food estate.</p>



<p>Selain itu, juga terdapat pembentukan, pembinaan dan pengembangan jaringan sumber saya hasil produksi bahan pokok yang terintegrasi dengan pihak terkait se-Malang Raya.</p>



<p>&#8220;Sedangkan untuk program Dispangtan sendiri di tahun 2021 ini ada delapan. Antara lain program peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat, program pengawas keamanan pangan, program penyediaan dan pengembangan sarana pertanian. Lalu, program penyuluhan pertanian, program pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, program pengelolaan perikanan budidaya, program pemasaran hasil perikanan, dan program penunjang urusan pemerintah daerah,&#8221; urainya.</p>



<p>Praktis, di tahun 2021 terdapat delapan program, 18 kegiatan dan 34 sub kegiatan yang akan dijalankan oleh Dispangtan Kota Malang.</p>



<p>Merespon hal tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Rahman Nurmala, mengatakan bahwa sebenarnya Renstra (Perencanaan Strategis) tiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tetap mengacu pada visi dan misi Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Visi Malang Bermartabat yang digaungkan oleh pak Wali dibreakdown menjadi 4 misi. Salah satu misi, dibreakdown lagi oleh Dispangtan dan melahirkan beberapa program,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Berkaitan dengan ketahanan pangan, pihaknya sebagai fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran berupaya mendorong kedepannya program yang dicanangkan tetap terkait dan saling bersingersi dengan visi misi Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Oleh karena itu kita dorong ke depan tetap terkait dengan visi misi Kota Malang. Sekaligus review RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 5 tahun, meskipun di pertengahan jalan tidak apa-apa. Karena ketahanan pangan ini merupakan kebutuhan saat ini,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menurut Rahman, di era pandemi saat ini masyarakat tidak boleh hanya mengandalkan bantuan sosial saja. Melainkan perlu adanya kemandirian, salah satunya dengan melakukan urban farming.<strong> (cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134992</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
