<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>usai &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/usai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Jul 2023 13:15:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>usai &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kejujuran Driver Ojol Kediri Tuai Apresiasi Mas Dhito, Usai Kembalikan Dompet Berisi Uang Jutaan</title>
		<link>https://memontum.com/kejujuran-driver-ojol-kediri-tuai-apresiasi-mas-dhito-usai-kembalikan-dompet-berisi-uang-jutaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jul 2023 13:14:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[berisi]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[dompet]]></category>
		<category><![CDATA[driver]]></category>
		<category><![CDATA[jutaan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[Kembalikan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[Ojol]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tuai]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[usai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193500</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pengemudi ojek online (Ojol) bernama Anggit Setiawan (35), yang menemukan dompet berisi uang dengan nilai lebih dari Rp 5 juta di jalan dan dikembalikan kepada pemiliknya, melalui stasiun radio di Kediri, menuai perhatian. Sikap jujur pengemudi Ojol asal Desa Wonojoyo, Gurah, itu berbuah manis dengan diundang oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pengemudi ojek online (Ojol) bernama Anggit Setiawan (35), yang menemukan dompet berisi uang dengan nilai lebih dari Rp 5 juta di jalan dan dikembalikan kepada pemiliknya, melalui stasiun radio di Kediri, menuai perhatian. Sikap jujur pengemudi Ojol asal Desa Wonojoyo, Gurah, itu berbuah manis dengan diundang oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana di Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Senin (17/07/2023) tadi.</p>



<p>Atas kejujurannya, Anggit menerima ganti apresiasi dari Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri. Tidak hanya ucapan terima kasih, bapak dua anak itu pun mendapatkan bantuan yang menjadi kebutuhannya.</p>



<p>Cerita inspirasi pengemudi ojek online ini, bermula pada Jumat (14/07/2023) sekira pukul 15.00 WIB, Anggit seperti biasa mencari orderan berkeliling melewati Kota Kediri. &#8220;Waktu melintas Jalan Kilisuci di dekat pot depan warung makan, saya lihat dompet. Kebetulan, saat itu tidak ada orang dan tidak ada juga kendaraan parkir,&#8221; cerita Anggit kepada Mas Dhito.</p>



<p>Dompet itu, pun kemudian diambilnya. Untuk memastikan pemiliknya, Anggit membuka dompet tersebut. Diketahui, pemilik dompet merupakan warga Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Saat itu, dirinya terpikir untuk mengembalikan dompet yang ditemukan.</p>



<p>&#8220;Saya mau kembalikan saat itu. Tetapi saya berfikir, iya kalau yang bersangkutan ada di rumah, tapi kalau tidak bagaimana,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Diakui Anggit, mengetahui nominal uang yang besar itu, tidak dipungkiri ada bisikan untuk tidak mengembalikan. Apalagi, pendapatan yang didapat dari pekerjaannya ojek online tidak menentu. Sedangkan, tiap bulan harus membayar angsuran pinjaman ke bank.</p>



<p>&#8220;Saat itu pula, saya berfikir kasihan kalau seandainya uang ini mau dibuat biaya ke rumah sakit atau menyekolahkan anak. Kalau saya ambil, jahat banget aku,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Dirinya lantas melanjutkan perjalanan untuk menemui istrinya yang bekerja di warung makan sekitar Simpang Lima Gumul. Kepada istrinya, Anggit menceritakan penemuan dompet berisi uang jutaan rupiah itu.</p>



<p>Fitriya Rahayu, istri Anggit, saat itu menyarankan kepada suaminya untuk mengembalikan uang itu. Masukan dari sang istri, pun semakin memantapkan niat Anggit.</p>



<p>Di rumah atau sekitar pukul 20.00 WIB, ketika tengah mengisi baterai ponsel, Anggit mendengarkan berita radio. Secara kebetulan, tersiar berita kehilangan dompet sebagaimana ciri-ciri yang ditemukan.</p>



<p>Mendengar berita itu, Anggit lantas menghubungi pihak radio. Setelah dikonfirmasi, malam itu pula pengemudi ojek online itu menyerahkan dompet berisi uang itu kepada pemiliknya di tempat radio yang menyiarkan.</p>



<p>Mendengar cerita Anggit, Mas Dhito seketika langsung memuji sikap kejujuran yang ada pada diri warganya tersebut. Dirinya merasa bangga, dengan sikap Anggit yang tidak mau mengambil sesuatu yang bukan miliknya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kalau sampeyan punya uang segitu, untuk apa mas?,&#8221; tanya Mas Dhito.</p>



<p>Seketika itu, Anggit pun menjawab untuk melunasi hutang. &#8220;Saya pingin lunasi hutang,&#8221; jawab Anggit.</p>



<p>Kepada orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu, Anggit menceritakan kondisi rumah yang ditempati bersama istri dan kedua anaknya. Rumahnya sederhana, bahkan tanah yang ditempati merupakan pemberian saudaranya.</p>



<p>Untuk membangun rumah, Anggit meminjam uang dari bank. Setidaknya, sudah setahunan, Anggit setiap bulannya menyisihkan penghasilannya mengojek untuk membayar angsuran.</p>



<p>&#8220;Kalau saya ingin bantu kira-kira apa mas?,&#8221; ujar Mas Dhito bertanya kepada Anggit.</p>



<p>Mendengar pertanyaan itu, Anggit tidak langsung menjawab. Setelah berfikir sesaat, dirinya meminta izin kepada Mas Dhito, untuk diberikan pekerjaan.</p>



<p>&#8220;Kalau bisa, pekerjaan pak,&#8221; jawab Anggit.</p>



<p>Mendengar jawaban Anggit, Mas Dhito merasa senang. Dirinya lantas mengaku akan mencarikan pekerjaan yang diharapkan bisa memberikan penghasilan tetap dan mengangkat kesejahteraan keluarga warganya tersebut.</p>



<p>Menurut Mas Dhito, dalam setiap pekerjaan kejujuran dan loyalitas itu sesuatu yang utama. Selain pekerjaan, bupati muda itu mengaku akan membantu membangunkan rumah Anggit supaya dapat lebih layak.</p>



<p>Tidak hanya itu, dengan uang pribadinya, Mas Dhito juga membayarkan sisa angsuran hutang Anggit ke bank. Bagi Mas Dhito, orang yang berani jujur dan berani mengatakan tidak yang bukan haknya itu harus kita apresiasi.</p>



<p>Dirinya berpesan kepada warganya itu, ketika nantinya telah mendapatkan pekerjaan supaya memberinya kabar. Kepada kedua anak dan istri yang ikut menemui, Mas Dhito pun menyampaikan bahwa mereka harus bangga memiliki sosok suami dan bapak yang jujur.</p>



<p>&#8220;Mas tidak usah terima kasih pada saya. Karena jenengan mengembalikan uang itu, Allah menggunakan tangan saya bantu jenengan. Terimakasihnya kepada Gusti Allah. Saya hanya perantara saja,&#8221; ucap Mas Dhito.</p>



<p>Dari kisah Anggit, Mas Dhito mengajak supaya budaya kejujuran tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Tidak lupa, Mas Dhito menyampaikan terima kasih kepada Radio Andika, sebagai media yang selama ini aktif menjembatani informasi di tengah masyarakat. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193500</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembunuhan di Jembatan Araya Kota Malang Direkontruksi, Usai Tikam Disusul Tendang Kepala</title>
		<link>https://memontum.com/pembunuhan-di-jembatan-araya-kota-malang-direkontruksi-usai-tikam-disusul-tendang-kepala</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[araya]]></category>
		<category><![CDATA[Direkontruksi]]></category>
		<category><![CDATA[disusul]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kepala]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[tendang]]></category>
		<category><![CDATA[tikam]]></category>
		<category><![CDATA[usai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192403</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Peristiwa pembunuhan terhadap Aji Wahyu Nurcahyono (24), warga Jalan LA Sucipto RT03 RW10, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, direka ulang, Selasa (04/07/2023) tadi. Hanya saja, demi keamanan jalannya rekontruksi aksi pembunuhan, reka ulang tidak dilaksanakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni Jembatan Perum Araya, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Melainkan, digelar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Peristiwa pembunuhan terhadap Aji Wahyu Nurcahyono (24), warga Jalan LA Sucipto RT03 RW10, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, direka ulang, Selasa (04/07/2023) tadi. Hanya saja, demi keamanan jalannya rekontruksi aksi pembunuhan, reka ulang tidak dilaksanakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni Jembatan Perum Araya, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Melainkan, digelar di Halaman belakang Mapolresta Malang Kota.</p>



<p>Dalam rekonstruksi itu, tersangka Riki Febrianca (24) warga Mendit Timur, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, memperagakan adegan demi adegan aksi pembunuhan yang diawali dengan penikaman. Dari rangkaian aksi, fakta mengejutkan terungkap bahwa usai menikam korban, Riki juga masih menendang kepala korban yang sudah tersungkur.</p>



<p>Sementara itu, reka ulang sendiri terbagi dalam 9 adegan. Yakni, dimulai sejak kedatangan tersangka bersama teman-temannya. Lalu, terlibat cekcok sampai penusukan.</p>



<p>Rekonstruksi sendiri, menghadirkan dihadirkan sekitar delapan orang saksi. Diantaranya, lima orang dari saksi tersangka dan tiga orang dari saksi korban.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kuasa hukum Riki, Guntur Adi Wijaya, mengatakan bahwa dalam rekontruksi tersebut kliennya sangat kooperatif. &#8220;Klien saya kooperatif dan sudah mengakui pembuatannya. Tersangka juga ingin minta maaf. Namun, pihak pengacara keluarga korban menyampaikan bahwa keluarga korban masih trauma. Sehingga, masih belum ada titik temu,&#8221; ujar Guntur.</p>



<p>Sementara itu, kuasa hukum korban, Ronaldo Lega Laot, menjelaskan bahwa ibu korban masih trauma dan bersedih atas peristiwa ini. Sehingga, belum bisa menerima permintaan maaf. Apalagi, korban anak satu-satunya yang dibesarkan tanpa figur seorang ayah.</p>



<p>&#8220;Ia menyampaikan ke kami, agar bisa mengawal kasus ini. Sehingga, pelaku ini bisa dihukum seberat-beratnya dan seadil-adilnya. Selain itu, belum bisa menerima permintaan maaf,&#8221; jelas kuasa hukum keluarga korban yang hadir dalam rekontruksi.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, Riki Febrianca (24) warga Mendit Timur, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, ditangkap karena diduga telah menikam Aji Wahyu Nurcahyono (24), warga Jalan LA Sucipto RT03 RW10, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kejadian sendiri, berlangsung di Jembatan Perum Araya, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (01/06/2023) sekitar pukul 23.00. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192403</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pria Paruh Baya di Probolinggo Tewas Usai Ditabrak KA</title>
		<link>https://memontum.com/pria-paruh-baya-di-probolinggo-tewas-usai-ditabrak-ka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jun 2023 04:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[baya,]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[ditabrak]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[ka]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[paruh]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tewas]]></category>
		<category><![CDATA[usai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190874</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Seorang pria yang diketahui bernama M Sidik (38), warga Dusun Talang, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, meninggal setelah tertabrak Kereta Api (KA) Logawa, di perlintasan rel sebelah utara perlintasan KA Bayeman, Rabu (14/06/2023) pagi. Informasi Memontum.com, bahwa pagi itu sebelum kejadian, korban sempat mencari rumput untuk pakan ternaknya di sebelah utara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Probolinggo</strong> &#8211; Seorang pria yang diketahui bernama M Sidik (38), warga Dusun Talang, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten <a href="https://probolinggo.memontum.com">Probolinggo</a>, meninggal setelah tertabrak Kereta Api (KA) Logawa, di perlintasan rel sebelah utara perlintasan KA Bayeman, Rabu (14/06/2023) pagi.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa pagi itu sebelum kejadian, korban sempat mencari rumput untuk pakan ternaknya di sebelah utara perlintasan KA Bayeman. Saat menyebrang rel KA, diduga korban tidak menyadari adanya Kereta Logawa (Jember-Purwokerto) yang hendak melintas. Alhasil, korban ditabrak KA hingga terserempet dari lokasi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sementara itu, rumput hasil korban mencari pakan untuk ternak, pun berserakan di TKP. Korban meninggal di lokasi kejadian, dengan luka patah kaki sebelah kanan dan luka parah pada bagian kepala. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Tongas hingga petugas segera tiba di lokasi.</p>



<p>Petugas kepolisian, pun kemudian mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas. &#8220;Korban diduga saat melintas kurang hati-hati hingga menyebabkan kecelakaan ini. Kita juga mengamankan motor bebek milik korban dan sejumlah barang bukti lainnya untuk bahan proses kelanjutan,&#8221; ujar Kapolsek Tongas, AKP Mugi.</p>



<p>Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian serta pihak PT KAI Daop 9 Jember menghimbau agar masyarakat hendak berhati-hati saat melintas di rel KA yang tanpa palang pintu. Hendaknya menoleh kanan kiri terlebih dahulu untuk memperhatikan keadaan sekitar.&nbsp;<strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190874</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
