<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>UU darurat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/uu-darurat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 May 2020 07:28:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>UU darurat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bahan Peledak Beredar di Bondowoso, Bukan Untuk Meledakkan Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/bahan-peledak-beredar-di-bondowoso-bukan-untuk-meledakkan-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2020 07:28:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[petasan]]></category>
		<category><![CDATA[polres bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[UU darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/114924-bahan-peledak-beredar-di-bondowoso-bukan-untuk-meledakkan-covid-19</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Hanya hitungan jam dari pengungkapan kasus mercon sebelumnya, satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Bondowoso, kembali menangkap seorang perantara penjual bahan peledak. Kali ini, jenis sumbu mercon dan seorang lagi pembuat petasan yang masuk dalam satu jaringan dengan penjual bubuk mercon antar kabupaten. Itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Agung Aribowo, Rabu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Hanya hitungan jam dari pengungkapan kasus mercon sebelumnya, satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Bondowoso, kembali menangkap seorang perantara penjual bahan peledak. Kali ini, jenis sumbu mercon dan seorang lagi pembuat petasan yang masuk dalam satu jaringan dengan penjual bubuk mercon antar kabupaten. Itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Agung Aribowo, Rabu (20/5/2020).</p>
<p>Dua pelaku adalah Samsul Arifin (44) perantara penjual, warga desa Karang Melok, Kecamatan Tamanan dan Surahmat (50) pembuat petasan, warga desa Kemirian, Kecamatan Tamanan Bondowoso.</p>
<div id="attachment_114925" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-114925" decoding="async" class="size-full wp-image-114925" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200520-WA0115-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Barang bukti mercon yang diamankan Polres Bondowoso" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200520-WA0115-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200520-WA0115-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200520-WA0115-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200520-WA0115-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-114925" class="wp-caption-text">Barang bukti mercon yang diamankan Polres Bondowoso</p></div>
<p>Menurut Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz melalui Kasat Reskrim AKP Agung Aribowo, penangkapan dua orang yang melakukan penjualan bubuk mercon secara berantai itu, merupakan pengembangan kasus dari penangkapan penjual bubuk mercon sebelumnya Muhamad Andika yang telah lebih dulu ditangkap.</p>
<p>Dari kedua pelaku, pihaknya mengamankan 774 petasan, dan 420 selongsong petasan. Kini kedua pelaku berada di ruang tahanan Mapolres Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>&#8220;Kedua tersangka ini dijerat dengan Pasal 1 ayat (1), (3) Undang-Undang darurat nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,&#8221; katanya.</p>
<p>Kedua pelaku secara berantai, menjual bubuk mercon dengan harga awal Rp 150 ribu per kilogram, hingga dijual dari tangan ke tangan menjadi Rp 230ribu per kilogram.</p>
<p>&#8220;Jadi Muhamad Andika ini membeli bubuk mercon di Situbondo. Kemudian, dia meracik bubuk tersebut hingga tinggal pakai untuk buat petasan. Tangan pertama Muhamad Andika, kemudian dibeli oleh Samsul Arifin, dan dibeli lagi oleh Surahmat sebagai pembuat petasan,&#8221; urainya. Dari Samsul Arifin sebenarnya membeli 4 kilogram. Dua kilogram digunakan untuk membuat 200 petasan.</p>
<p>&#8220;Kalau Surahmat ini pembuat petasan, jadi hanya membeli serbuk merconnya. Dan sudah membuat 574 petasan,&#8221; jelasnya. Sebelumnya, Polres Bondowoso menangkap Muhamad Andika (40) warga desa Sukosari, Kecamatan Sukosari penjual bahan peledak jenis serbuk mercon ditangkap oleh Polres Bondowoso.</p>
<p>Laki-laki itu diamankan oleh polisi di pinggir jalan desa Gunung Anyar, Kecamatan Tapen, saat hendak menjual bubuk mercon. Dari Muhamad Andika didapat bubuk mercon sebanyak 14,1 kilogram. Bahan itu akan dijual ke pemesannya dan dipakai membuat petasan untuk perayaan Idul Fitri 1441 H dan pasti bukan untuk meledakkan covid-19. <strong>(dul/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">114924</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Relawan Covid-19 Diancam Clurit saat Bertugas</title>
		<link>https://memontum.com/relawan-covid-19-diancam-clurit-saat-bertugas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2020 14:31:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[polres situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Relawan]]></category>
		<category><![CDATA[UU darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113580-relawan-covid-19-diancam-clurit-saat-bertugas</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sial menimpa Moh Rayan (26) warga Desa/Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo. Pemuda yang bertugas sebagai relawan Covid-19 itu, nyaris menjadi korban pembacokan acungan clurit pengguna jalan yang menolak untuk diperiksa. Meski hanya mengancam, atas kejadian itu Rayan memilih lapor polisi, lantaran pengguna jalan yang berinisil R mengaku tidak bersalah. Informasi yang dihimpun wartawan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Sial menimpa Moh Rayan (26) warga Desa/Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo. Pemuda yang bertugas sebagai relawan Covid-19 itu, nyaris menjadi korban pembacokan acungan clurit pengguna jalan yang menolak untuk diperiksa. Meski hanya mengancam, atas kejadian itu Rayan memilih lapor polisi, lantaran pengguna jalan yang berinisil R mengaku tidak bersalah.</p>
<p>Informasi yang dihimpun wartawan Memontum.com dilapangan, saat itu Rayan dan beberapa relawan lainnya sedang menjaga pos 1 Covid-19, yang berada di Jalan Raya Mangaran batas Desa Mangaran dan Tenggir. Rayan kala itu bertugas memeriksa suhu badan semua pengguna jalan.</p>
<div id="attachment_113581" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-113581" decoding="async" class="size-full wp-image-113581" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Relawan-Covid-19-Diancam-Clurit-saat-Bertugas.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="DILAPORKAN POLISI : Relawan Covid-19 Moh Rayan menunjukkan bukti laporan polisi. (im)" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Relawan-Covid-19-Diancam-Clurit-saat-Bertugas.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Relawan-Covid-19-Diancam-Clurit-saat-Bertugas.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Relawan-Covid-19-Diancam-Clurit-saat-Bertugas.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Relawan-Covid-19-Diancam-Clurit-saat-Bertugas.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/05/Relawan-Covid-19-Diancam-Clurit-saat-Bertugas.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-113581" class="wp-caption-text">DILAPORKAN POLISI : Relawan Covid-19 Moh Rayan menunjukkan bukti laporan polisi. (im)</p></div>
<p>Saat itu R yang belakangan diketahui warga Desa Tanjung Glugur, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, yang berboncengan dengan istrinya sedang melintas. Kemudian Rayan pun menyetop laju motor R, bukannya berhenti. Namun R justru memaki-maki dan menolak diperiksa suhu badannya, dengan dalih sudah setiap hari melintas di pos itu.</p>
<p>Merasa ada pengguna jalan yang tidak tertib ini, Rayan akhirnya terpancing emosinya hingga terjadi debat mulut. Perdebatan mereka akhirnya dilerai oleh relawan lainnya. Selang beberapa menit ternyata R mendatangi Pos tersebut dan menantang Rayan berkelahi.</p>
<p>&#8220;Saya pikir setelah debat sudah selesai, gak tahunya dia kembali lagi dan menantang saya kelahi. Dia bilang kalau saya jagoan ayo kelahi di tempat sepi di utara, ya.. Saya menuruti saja. Ternyata dia bawa clurit tetapi gak sampai membacok hanya ditunjukkan saja, ya.. Saya gak takut wong saya benar,&#8221; beber Rayan, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (2/5/2020).</p>
<p>Masih menurut Rayan, saat cekcok kedua kalinya ini, Bayu relawan lainnya datang menghampiri hingga akhirnya pihak yang cekcok itu berusaha didamaikan di rumah Kepala Desa setempat. Namun mediasi menemui jalan buntu. Lantaran R dan istrinya, justru menuding Rayan tidak sopan ketika memberhentikan mereka.</p>
<p>&#8220;Saya mau laporan ke Polsek awalnya tapi ditolak, ya sudah saya akhirnya laporan ke Polres. Tetapi di surat tanda penerimaan laporan itu ada yang salah, karena pelaku R tidak ditulis dalam laporan saya, tetapi hanya ditulis lidik, &#8221; tutupnya.</p>
<div id="attachment_2886" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-2886" decoding="async" class="size-full wp-image-2886" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/10/Untitled-1-copy-2.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Paur Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priyambodo S Sos. (im)" width="740" height="395" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-2886" class="wp-caption-text">Paur Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priyambodo S Sos. (im)</p></div>
<p>Sementara itu, Paur Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priyambodo S Sos tidak menampik adanya insiden itu. Menurutnya pelaku bisa dikenakan sanksi melanggar UU Darurat nomor 12 tahun 1951, dan pasl 335 KUHP.</p>
<p>&#8220;Kalau UU daruratnya ancaman hukumnnya itu diatas 5 tahun. Artinya kalau nantinya ada tersangka maka bisa dilakukan penahanan. Apa lagi ini kasusnya kan menimpa pelapor yang menjadi relawan covid, tidak seharusnya masyarakat arogan seperti itu,&#8221; ujar H Nanang kepada wartawan Memontum.com, ketika dihubungi.</p>
<p>Menurut H Nanang, hingga saat ini penyidik masih mendalami persoalan itu, termasuk sudah mengantongi identitas terlapor yang berinisial R.</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau agar masyarakat bisa menghargai dan mematuhi apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah, terlebih kepada relawan covid-19 yang selama ini mau menjadi relawan tanpa menerima upah apapun, &#8221; pungkasnya.<strong>(im/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113580</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kapolres Situbondo Imbau Masyarakat Tidak Menjual dan Membakar Petasan</title>
		<link>https://memontum.com/kapolres-situbondo-imbau-masyarakat-tidak-menjual-dan-membakar-petasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2020 20:39:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan]]></category>
		<category><![CDATA[petasan]]></category>
		<category><![CDATA[polres situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[UU darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113089-kapolres-situbondo-imbau-masyarakat-tidak-menjual-dan-membakar-petasan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas di tengah-tengah masyarakat yang sedang menjalani ibadah puasa ramadhan, Polres Situbondo akan melakukan penertiban para penjual petasan dan kembang api, Senin (27/4/2020). “ Tim gabungan akan sesegera mungkin untuk melaksanakan sidak terhadap penjual kembang api maupun petasan. Hal ini dilakukan untuk menjaga ganguan kamtibmas ditengah-tengah masyarakat yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas di tengah-tengah masyarakat yang sedang menjalani ibadah puasa ramadhan, Polres Situbondo akan melakukan penertiban para penjual petasan dan kembang api, Senin (27/4/2020).</p>
<p>“ Tim gabungan akan sesegera mungkin untuk melaksanakan sidak terhadap penjual kembang api maupun petasan. Hal ini dilakukan untuk menjaga ganguan kamtibmas ditengah-tengah masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa di bulan suci ramadhan ini, ” jelas Kapolres Situbondo AKBP Sugandi SIK M Hum usai mengikuti rapat Covid-19 di ruang Intellegence Room Lantai II Pemkab Situbondo.</p>
<div id="attachment_113090" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-113090" decoding="async" class="size-full wp-image-113090" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Kapolres-Situbondo-Imbau-Masyarakat-Tidak-Menjual-dan-Membakar-Petasan.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Kapolres Situbondo Imbau Masyarakat Tidak Menjual dan Membakar Petasan" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Kapolres-Situbondo-Imbau-Masyarakat-Tidak-Menjual-dan-Membakar-Petasan.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Kapolres-Situbondo-Imbau-Masyarakat-Tidak-Menjual-dan-Membakar-Petasan.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Kapolres-Situbondo-Imbau-Masyarakat-Tidak-Menjual-dan-Membakar-Petasan.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Kapolres-Situbondo-Imbau-Masyarakat-Tidak-Menjual-dan-Membakar-Petasan.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Kapolres-Situbondo-Imbau-Masyarakat-Tidak-Menjual-dan-Membakar-Petasan.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-113090" class="wp-caption-text">Kapolres Situbondo AKBP Sugandi SIK M Hum. (im)</p></div>
<p>Sambung Kapolres Sugandi bahwa, Polres bukan hanya melakukan penertiban saja. Namun, Polres Situbondo juga akan melakukan sinergitas kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama, agar memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar untuk tidak membakar petasan maupun kembang api di tengah mewabahnya virus Covid-19 yang melanda Kabupaten Situbondo.</p>
<p>“ Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang membakar petasan di tengah-tengah masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa serta melakukan imbauan sekaligus memeriksa para pedagang kembang api dan melakukan penyekatan terhadap masyarakat yang berkumpul, ” tutur AKBP Sugandi.</p>
<p>Ditegaskan Kapolres Situbondo, dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 187 KUHP tentang bahan peledak sudah diatur.</p>
<p>“ Bahan peledak yang dapat menimbulkan ledakan serta dianggap mengganggu lingkungan masyarakat, maka dalam UU tersebut diatas sudah dijelaskan bahwa, pembuat, penjual, penyimpan dan pengangkut petasan bisa dikenakan hukuman minimal 12 tahun penjara hingga maksimal kurungan seumur hidup, ” terang Pria kelahiran Jakarta itu.</p>
<p>Kata dia, untuk itu kami berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Situbondo agar tidak membuat, menjual, penyimpan dan pengangkut petasan.</p>
<p>&#8221; Sebab, hal tersebut melawan hukum dan melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 187 KUHP tentang bahan peledak, &#8221; pungkasnya. <strong>(im/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113089</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ada Kecelakaan, Malah Acungkan Golok di Suhat</title>
		<link>https://memontum.com/ada-kecelakaan-malah-acungkan-golok-di-suhat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2020 13:07:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta lowokwaru]]></category>
		<category><![CDATA[sajam]]></category>
		<category><![CDATA[UU darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/112897-ada-kecelakaan-malah-acungkan-golok-di-suhat</guid>

					<description><![CDATA[Tanpa Surat Keterangan Gila, 2 X Ditangkap Polisi Lowokwaru Memontum, Kota Malang &#8211; Syamsul Anwar alias Timen (33) warga Jl Kembang Kertas, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (23/4/2020) pukul 19.15, diamankan petugas Polsekta Lowokwaru. Pasalnya dia telah mengacung-acungkan sebilah parang di pinggir Jl Soekarno-Hatta, Kelurahan Jatimulyo, atau tepatnya depan Ruko Dunkin Donut. Informasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Tanpa Surat Keterangan Gila, 2 X Ditangkap Polisi Lowokwaru</h2>
<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Syamsul Anwar alias Timen (33) warga Jl Kembang Kertas, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (23/4/2020) pukul 19.15, diamankan petugas Polsekta Lowokwaru. Pasalnya dia telah mengacung-acungkan sebilah parang di pinggir Jl Soekarno-Hatta, Kelurahan Jatimulyo, atau tepatnya depan Ruko Dunkin Donut.</p>
<p>Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa Erfan (31) warga Jl Raya Simpang Langsep, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mengalami kecelakaan di Jl Soekarno-Hatta, Kecamatan Lowokwaru. Saat Erfan sedang membicarakan permasalahan pertanggungjawaban dengan lawan laka nya, tiba-tiba muncul Timen marah-marah mengaku sebagai preman wilayah.</p>
<div id="attachment_112899" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-112899" decoding="async" class="size-full wp-image-112899" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200424-WA0086-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Timen saat diamankan. (ist)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200424-WA0086-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200424-WA0086-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200424-WA0086-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200424-WA0086-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-112899" class="wp-caption-text">Timen saat diamankan. (ist)</p></div>
<p>Karena tak ada sangkut pautnya dengan Timen, dia pun diminta untuk mundur. Namun Timen semakin marah mengeluarkan pisau dari balik celananya. Beruntung saat itu dapat dilerai warga. Namun Timen menjadi sangat marah, dia masuk ke dalam pos jaga dan mengambil sebilah pedang/ parang sepanjang 40 cm.</p>
<p>Saat itu dia terlihat mengacung-acungkan parangnya hingga membuat warga takut khususnya yang hendak membeli di Dunkin Donut. Beruntung tak lama kemudian datang petugas Sabhara Polresta Malang Kota dan Polsekta Lowokwaru tiba di lokasi kejadian. Timen berhasil diamankan dan segera dibawa ke Mapolsekta Lowokwaru untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-112898" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200424-WA0087-copy.jpg?resize=740%2C351&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="351" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200424-WA0087-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200424-WA0087-copy.jpg?resize=300%2C142&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200424-WA0087-copy.jpg?resize=600%2C285&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200424-WA0087-copy.jpg?resize=200%2C95&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Atas perbuatannya itu, Timen terancam Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No.12/1951 yang berbunyi : barang siapa yg sengaja mengeluarkan suatu senjata pemukul, senjata penikam, senjata penusuk (Sajam) atas dugaam tersebut dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun.</p>
<p>Kapolsek Lowokwaru Kompol Rizky Tri Putra SIK SH mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. &#8220;Dua kali keluarganya datang menyatakan yang bersangkutan gangguan jiwa. Saat diminta menunjukan surat keterangan gangguan jiwa, sampai saat ini tidak keterangan. Dia masih kami tahan. Dia sudah 2 kali diamankan di Polsekta Lowokwaru,&#8221; ujar Kompol Rizky. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112897</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngluyur Bawa Sajam Malam Hari Bisa Masuk Bui</title>
		<link>https://memontum.com/ngluyur-bawa-sajam-malam-hari-bisa-masuk-bui</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2020 06:19:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Tajinan]]></category>
		<category><![CDATA[sajam]]></category>
		<category><![CDATA[UU darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/112563-ngluyur-bawa-sajam-malam-hari-bisa-masuk-bui</guid>

					<description><![CDATA[Rawan Kriminal, Polsek Tajinan Fokus Patroli Memontum Malang &#8211; Dua pembawa senjata tajam yang pernah ngluyur malam hari diringkus anggota Polsek Tajinan (Polres Malang) beberapa saat lalu. Dua tersangka tampak masih meringkuk di sel tahanan Polsek Tajinan, Selasa (21/4/2020) siang. Tersangka bernama Moh Efendi (37) warga Desa Gunungsari RT01/RW01, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang dan Subhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Rawan Kriminal, Polsek Tajinan Fokus Patroli</h2>
<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Dua pembawa senjata tajam yang pernah ngluyur malam hari diringkus anggota Polsek Tajinan (Polres Malang) beberapa saat lalu. Dua tersangka tampak masih meringkuk di sel tahanan Polsek Tajinan, Selasa (21/4/2020) siang.</p>
<p>Tersangka bernama Moh Efendi (37) warga Desa Gunungsari RT01/RW01, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang dan Subhan Nuhuda (19) warga Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-112565" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_113144-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_113144-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_113144-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_113144-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_113144-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Keduanya diringkus awal Maret lalu saat melintasi Jalan Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Lokasi tersebut dikenal rawan kejahatan dan sering dipakai melintas pelaku kejahatan.</p>
<p>Jadi alasan jaga diri, kedua tersangka membawa senjata tajam. Subhan membawa pisau, sedangkan Efendi menyengkelit clurit di pinggangnya. Beda titik penangkapan dan waktunya, kedua diringkus petugas.</p>
<p>Meski berdalih jaga diri, membawa senjata tajam tanpa ijin melanggar Undang-undang Darurat No 12 tahun 1951. Ancamannya lebih dari 12 tahun kurungan penjara sehingga pihak kepolisian berwenang melakukan penahanan.</p>
<p>&#8220;Polsek patroli kedua tersangka naik sepeda motor. Lintasan pelaku disitu biasanya. Alasannya untuk berjaga-jaga, namun hal ini tidak dibenarkan UU Darurat,&#8221; ungkap Kapolsek Tajinan, AKP Octa Panjaitan kepada Memontum.com.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-112564" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_113148-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_113148-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_113148-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_113148-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200421_113148-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Di hadapan Octa Panjaitan, tersangka mengaku tujuannya pada malam kejadian.&#8221;Pukul 04.00 mau ke kandang ayam, buat jaga-jaga juga,&#8221; aku tersangka Efendi. &#8220;Kalau saya, pukul 01.00 mau ke rumah teman, sendirian,&#8221; sebut Subhan.</p>
<p>&#8220;Saya mau lihat jaranan, kalau saya dipukul jaranan, jaga jaga saya, tadinya mau saya tinggal di rumah,&#8221; aku tersangka Subhan yang pertama kali ditangkap polisi. Keduanya, dipastikan bukan mantan napi karena baru pertama kali masuk bui. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112563</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kubam Bawa Pisau, ABG Jodipan Nginap &#8220;Hotel Prodeo&#8221;</title>
		<link>https://memontum.com/kubam-bawa-pisau-abg-jodipan-nginap-hotel-prodeo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2020 11:56:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[sajam]]></category>
		<category><![CDATA[UU darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104329-kubam-bawa-pisau-abg-jodipan-nginap-hotel-prodeo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Anak Baru Gede (ABG) berinisial MRA (20) warga Jalan Jodipan Wetan, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (15/1/2020) pukul 01.00, dibekuk petugas Sabhara Polresta Malang Kota. Saat ditangkap, MRA sedang nongkrong usai mabuk-mabukan di utara Stadion Gajayana Jl Semeru, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Dia ditangkap bukan karena mabuk, melainkan membawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Anak Baru Gede (ABG) berinisial MRA (20) warga Jalan Jodipan Wetan, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (15/1/2020) pukul 01.00, dibekuk petugas Sabhara Polresta Malang Kota. Saat ditangkap, MRA sedang nongkrong usai mabuk-mabukan di utara Stadion Gajayana Jl Semeru, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>
<p>Dia ditangkap bukan karena mabuk, melainkan membawa pisau dalam jok motor. Karena membawa Sajam di tempat umum, MRA pun ditangkap dan dikenakan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951.</p>
<div id="attachment_104330" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-104330" decoding="async" class="size-full wp-image-104330" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200117-WA0094-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="PISAU : Tersangka MRA. (gie)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200117-WA0094-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200117-WA0094-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200117-WA0094-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200117-WA0094-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-104330" class="wp-caption-text">PISAU : Tersangka MRA. (gie)</p></div>
<p>Informasi Memontum, bahwa kejadian ini berawal saat MRA usai menenggak Miras. Dia kemudian nongkrong di utara Stadion Gajayana bersama 2 perempuan. Karena terlihat mabuk-mabukan, petugas Patroli Sabhara mendatangi tempat MRA nongkrong.</p>
<p>Saat tahu ada polisi, 1 anak perempuan berhasil lari. Sedangkan MRA dan 1 anak perempuan lainnya berhasil diamankan. Karena curiga dengan gelagat MRA Cs, petugas melakukan penggeledahan hingga mendapati pisau panjang di jok motor milik MRA. Atas barang bukti pisau itu, MRA segera saja dibekuk petugas.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, mengatakan bahwa tersangka MRA ditangkap karena kasus Sajam.</p>
<p>&#8220;Tersangka mengaku membawa pisau untuk berjaga-jaga. Karena dalam kondisi mabuk sambil membawa sajam, tersangka MRA kami kenakan UU Darurat No 12 Tahun 1951,&#8221; ujar Kombes Pol Dr Leonardus. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104329</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penjual Bom Perusak Terumbu Karang Terancam Hukuman Mati</title>
		<link>https://memontum.com/penjual-bom-perusak-terumbu-karang-terancam-hukuman-mati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2019 08:10:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[Hukuman Mati]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Terumbu Karang]]></category>
		<category><![CDATA[UU darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/101592-penjual-bom-perusak-terumbu-karang-terancam-hukuman-mati</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Satreskrim Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap peredaran dan perakitan bom molotov. Dari pengungkapan ini, aparat berhasil mengaman bahan peledak yang siap jual dan menyeret tersangka perakit bom tersebut. AB (33) warga Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi menjalani bisnis penjualan bom molotov sudah dilakoni sejak 6 bulan lalu. Perbomnya AB menjual seharga Rp 300 ribu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Satreskrim Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap peredaran dan perakitan bom molotov. Dari pengungkapan ini, aparat berhasil mengaman bahan peledak yang siap jual dan menyeret tersangka perakit bom tersebut.</p>
<p>AB (33) warga Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi menjalani bisnis penjualan bom molotov sudah dilakoni sejak 6 bulan lalu. Perbomnya AB menjual seharga Rp 300 ribu.</p>
<div id="attachment_101594" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-101594" decoding="async" class="size-full wp-image-101594" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0059-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin saat menggelar jumpa pers penjual bom molotov, bertempat di Mapolresta Banyuwangi, Senin (9/12/2019) siang. (ras)" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0059-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0059-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0059-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0059-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0059-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0059-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-101594" class="wp-caption-text">Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin saat menggelar jumpa pers<br />penjual bom molotov, bertempat di Mapolresta Banyuwangi, Senin (9/12/2019) siang. (ras)</p></div>
<p>Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, dalam keterangannya, tersangka AB mengakui penjualan bom molotov ini. Dia nekat merakit dan menjual bom ini karena desakan ekonomi dan untuk membayar hutang.</p>
<p>&#8220;Dari penangkapan tersang AB ini, kami berhasil mengamankan 4 bom,&#8221; ujar AKBP Arman Asmara, Senin (9/12/2019) siang.</p>
<p>&#8220;Saat ditangkap, tersangka AB ini sedang menunggu pembeli bom asal Kecamatan Muncar,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Bom molotov hasil rakitan ini, dijual ke seseorang untuk mengebom ikan. Padahal, sesuai dengan aturan, menangkap ikan dengan cara mengebom tersebut dilarang. Disamping bisa merusak terumbu karang dan bisa mematikan bibit ikan.</p>
<p>&#8220;Menangkap ikan dengan cara mengebom itu dilarang, bukan hanya ikan yang besar yang mati, bibit ikan bisa mati juga. Dan merusak terumbu karang,&#8221; tegasnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1015939393939393939393" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0061-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Akibat perbuatannya, tersangka AB dikenakan UU Darurat Republik Indonesia, No 12 tahun 1951 ancamannya hukuman mati, atau 20 tahun penjara.</p>
<p>&#8220;Ancaman undang undang darurat sudah jelas, bisa hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara,&#8221; paparnya.</p>
<p>Dalam menjalankan bisnis ini, tersangka AB tidak hanya menjual di Kabupaten Banyuwangi saja. Namun sudah merambah di wilayah tapal kuda.</p>
<p>&#8220;Bom molotov ini tidak hanya di jual di Banyuwangi. Tersangka sudah menjual di wilayah tapal kuda,&#8221; paparnya.</p>
<p>Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin menghimbau kepada seluruh masyarakat Banyuwangi terutama kepada nelayan untuk menjaga perairan di wilayah Banyuwangi. Jika menangkap ikan, hendaknya memakai alat tangkap ikan yang sesuai dengan aturanya. Jika menangkap ikan dengan cara tidak benar, akan merusak ekosistem, dan biota laut.</p>
<p>&#8220;Kalau nangkap ikan dengan cara mengebom siapa yang dirugikan, ya nelayan sendiri, sudah bibit ikannya mati, terumbu karang juga ikut rusak,&#8221; himbau Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin. <strong>(ras/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101592</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polres Trenggalek Lacak Jejak Pistol Rampok Dump Truck di Durenan</title>
		<link>https://memontum.com/polres-trenggalek-lacak-jejak-pistol-rampok-dump-truck-di-durenan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Aug 2019 13:01:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Curas]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[UU darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91249-polres-trenggalek-lacak-jejak-pistol-rampok-dump-truck-di-durenan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Setelah berhasil menangkap 3 pelaku pencurian dengan kekerasan dengan modus mengancam korban menggunakan airsoft gun di Kecamatan Durenan, jajaran Kepolisian Resort Trenggalek kembali menangkap 1 DPO yang berhasil kabur. Diketahui, ketiga pelaku sebelumnya ditangkap di pada Jumat (9/8/2019) sekira pukul 03.00 pagi di Perbukitan Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Berdasarkan hasil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Setelah berhasil menangkap 3 pelaku pencurian dengan kekerasan dengan modus mengancam korban menggunakan airsoft gun di Kecamatan Durenan, jajaran Kepolisian Resort Trenggalek kembali menangkap 1 DPO yang berhasil kabur. Diketahui, ketiga pelaku sebelumnya ditangkap di pada Jumat (9/8/2019) sekira pukul 03.00 pagi di Perbukitan Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah.</p>
<p>Berdasarkan hasil pengembangan penyidikan dan keterangan saksi, korban dan olah TKP saat kejadian, pihak kepolisian terus mendalami kasus tersebut untuk mencari tahu asal usul senjata tersebut. Hasilnya, senpi yang dipakai mengancam korban adalah senjata api jenis revolver 38 sedangkan barang bukti senjata jenis airsoft gun tidak digunakan.</p>
<p>Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S dihadapan awak media membenarkan penangkapan 1 orang penadah dalam kasus pencurian yang terjadi di Terminal Durenan beberapa waktu lalu.</p>
<p>“Senjata api jenis Revolver Caliber 38 beserta 14 amunisi adalah milik salah satu pelaku yakni Adit Lutfi (31) warga Desa Melatijaya Sumedawe Kabupaten Okutimur Palembang Sumatra selatan. Senpi disita dari pelaku karena saat penangkapan senpi disembunyikan dalam busa jok belakang mobil rental yang digunakan oleh para pelaku sebagai alat transportasi, &#8221; ucap Kapolres Trenggalek, Selasa (27/8/2019) siang.</p>
<p>Kapolres mengatakan pelaku adalah residivis tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagai eksekutor toko emas TKP Gunung Halu berupa 2 kg emas dengan TKP Ciputat Kabupaten Tangerang Banten berupa 6 kg emas.</p>
<p>Selain itu, Senpi yang digunakan oleh pelaku adalah milik teman pelaku asal Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten Okutimur yang mau dijual kepada pelaku Adit seharga Rp 7 Juta rupiah, namun belum sempat laku, digunakan melakukan tindak pidana Curas tersebut.</p>
<p>“Motifnya menggunakan senpi tersebut untuk mengancam dan menakut-nakuti korbannya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sebelumnya, kejadian Curas bermula saat korban memposting jasa penyewaan dump truck melalui akun FB miliknya dan dari postingan tersebut tersangka mengetahui nomor HP korban.</p>
<p>&#8220;Selanjutnya pelaku menelpon korban dan memesan pasir kepada korban. Setelah terjadi kesepakatan jual beli. Sesampainya korban di lokasi pemesanan pasir yaitu di wilayah Kecamatan Durenan tepatnya di sebelah selatan terminal Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, korban diminta menurunkan muatan pasir tersebut dan tiba tiba para tersangka langsung menyekap korban dengan melakban kedua tangan, kaki, mulut, dan mata dibawah todongan senjata jenis airsoft gun, &#8221; jelas Kapolres.</p>
<p>Setelah korban dapat dilumpuhkan, para pelaku merampas paksa dan selanjutnya membawa lari dump Truck Mitsubishi Canter yang dibawa oleh korban.</p>
<p>Korban kemudian dimasukkan secara paksa ke dalam mobil pelaku. Sempat mendengar rencana pelaku akan membunuh korban, selanjutnya korban memberanikan diri melompat dari dalam mobil di Jalan raya Desa Bogo, Kabupaten Sragen, Jawa tengah.</p>
<p>Masih terang Didit, setelah berhasil melompat, korban ditemukan warga yang kebetulan melintas di Jalan raya Desa Bogo, Kabupaten Sragen, arah Solo Jawa Tengah kemudian menginformasikan kejadian tersebut ke Polres Sragen Polda Jawa Tengah.</p>
<p>&#8220;Atas perbutannya tanpa hak membawa, menguasai, mempunyai persediaan padaanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, menyembunyikan dan mempergunakan senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, petugas menjerat pelaku dengan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia tahun 1951 dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun, &#8221; pungkasnya.<strong> (mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91249</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ancam Warga Sambil Bawa Kapak</title>
		<link>https://memontum.com/ancam-warga-sambil-bawa-kapak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2019 08:58:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta sukun]]></category>
		<category><![CDATA[sajam]]></category>
		<category><![CDATA[UU darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87174-ancam-warga-sambil-bawa-kapak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gara-gara ngamuk bawa kapak di tempat umum, M Yaji (44) warga Jl Bido, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, hingga Rabu (3/7/2019) siang, masih mendekam di jeruji besi Polsekta Sukun. Yaji ditangkap petugas Polsekta Sukun pada 28 Juni 2019 malam, depan Pos Sekuriti Perum Sukun Permai Jl Cucak Rowo, Kecamatan Sukun. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gara-gara ngamuk bawa kapak di tempat umum, M Yaji (44) warga Jl Bido, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, hingga Rabu (3/7/2019) siang, masih mendekam di jeruji besi Polsekta Sukun. Yaji ditangkap petugas Polsekta Sukun pada 28 Juni 2019 malam, depan Pos Sekuriti Perum Sukun Permai Jl Cucak Rowo, Kecamatan Sukun.</p>
<p>Saat itu, Yaji marah sambil bawa kapak hendak membacok Handiyanto (61) warga Jl.Mergan Lori II A, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Karena saat ditangkap kedapatan membawa kapak, Yaji hanya bisa pasrah saat digelendeng ke Polsekta Sukun.</p>
<p>Informasi Memontum, bahwa sebelum kejadian, Handiyanto kehilangan tabung LPG. Dia kemudian menceritakan peristiwa itu kepada Yaji yang saat itu sedang berada di Pos Sekuriti Perum Sukun Permai.<br />
Nampaknya dalam obrolan itu, Yaji tersinggung dan membuatnya marah.</p>
<p>Yaji kemudian mengambil kapak dan mengancam Handiyanto. Karena merasa nyawanya terancam, dia segera melapor ke Polsekta Sukun.<br />
Petugas, segera tiba di lokasi menyelamatkan Handiyanto dan mengamankan Yaji beserta barang bukti sebilah kapak. Atas perbuatannya itu, Yaji kini harus mendekam di balik jeruji besi Polsekta Sukun.</p>
<p>Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH melalui Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta SH, mengatakan bahwa tersangka MY diamankan karena kasus Sajam. &#8220;Tersangka kami amankan karena membawa Sajam jenis kapak. Dia kami.kenakan Undang-undang Darurat Pasal 2 ayat 1 Tahun 1951,&#8221; ujar Kompol Anang Tri Hananta. <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87174</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
