<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>varian &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/varian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Sep 2024 07:51:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>varian &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Suguhkan Sembilan Varian Rasa, Dua Gerai Wingstop Hadir di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/suguhkan-sembilan-varian-rasa-dua-gerai-wingstop-hadir-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2024 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sembilan]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[varian]]></category>
		<category><![CDATA[wingstop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213996</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wingstop Indonesia kini hadir di Kota Malang, dengan membuka dua gerai sekaligus, yakni di Mal Olympic Garden (MOG) dan Stasiun Kota Baru, Kota Malang, Rabu (11/09/2024) tadi. General Manajer Wingstop Indonesia, Gustain Syakie, menyampaikan bahwa dibukanya dua gerai di Kota Malang, itu karena peminatnya cukup banyak. Sehingga, memperluas di Kota Malang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wingstop Indonesia kini hadir di Kota Malang, dengan membuka dua gerai sekaligus, yakni di Mal Olympic Garden (MOG) dan Stasiun Kota Baru, Kota Malang, Rabu (11/09/2024) tadi.</p>



<p>General Manajer Wingstop Indonesia, Gustain Syakie, menyampaikan bahwa dibukanya dua gerai di Kota Malang, itu karena peminatnya cukup banyak. Sehingga, memperluas di Kota Malang. Termasuk juga, banyaknya Generasi Zoomers (Gen-Z) yang menjadi targetnya.</p>



<p>“Memang planning market kita dari tahun sebelumnya adalah dengan membuka gerai di Kota Malang dan Malang Raya. Ada Batu (Kota, red) dan beberapa Mal, bisa juga nanti kita berpeluang ke sana,” kata Gustain.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa untuk produk yang ditonjolkan dari Wingstop, yakni memiliki sembilan varian rasa yang berbeda. Tentunya, itu juga menjadi perbedaan dengan kompetitor-kompetitor lain.</p>



<p>“Kami di sini memiliki keunikan, yakni ada sembilan rasa. Kalau kompetitor itu berbeda dengan kami. Kalau bicara ayam, semua bisa jualan ayam. Tapi kalau bicara rasa, tidak semuanya punya sembilan rasa seperti kami,” ujarnya.</p>



<p>Untuk varian rasa ayam goreng Wingstop terdiri dari rasa manis, gurih dan pedas. Varian rasa manis terdiri dari Hickory Smoked BBQ dengan aroma smoky khas BBQ, kemudian Teriyaki yang menghadirkan saus oriental gurih dengan dominasi rasa manis, serta Asian Spice perpaduan rasa oriental yang gurih manis dengan sedikit sensasi pedas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada varian gurih, ada Garlic Parmesan yang memadukan keju parmesan dengan bawang putih, kemudian Louisiana Rub yang menggabungkan bumbu cajun dan bawang putih, serta Lemon Pepper yang menawarkan kombinasi rasa segar dari jeruk dan lada hitam. Untuk penggemar rasa pedas, tersedia Red Hot Cajun dengan campuran bumbu cajun, tomat, dan cabai, Mango Habanero yang menyajikan rasa mangga segar berpadu dengan pedas, serta Atomic Blast yang menawarkan sensasi pedas yang luar biasa.</p>



<p>“Untuk yang sangat favorit ini ada di rasa garlic parmesan untuk varian gurih dan juga di atomic blast untuk yang varian pedasnya. Untuk yang tidak terlalu pedas, kami juga punya menu asian spice yang favorit,” jelasnya.</p>



<p>Sampai dengan saat ini menurutnya tanggapan dari para kostumer juga sangat luar biasa. Terlebih, banyak yang menanti dan menanyakan mengenai pembukaan gerai untuk umum.</p>



<p>“Kami baru tanggal 12 September besok untuk opening for public dan kami percaya, kami bisa memberikan warna baru di kuliner ayam untuk masyarakat Kota Malang, bahwa telah hadir ayam goreng yang penuh rasa,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, Wingstop juga menghadirkan sejumlah promo selama masa pembukaan, pelanggan yang mampir langsung ke Wingstop MOG bisa menikmati promo 10 potong ayam (5 Crunchy Wings dan 5 Boneless) gratis lunch box stylish nan unik hanya dengan harga Rp 84.545. Lebih hemat lagi, setiap pembelian paket tersebut pelanggan akan mendapatkan voucher diskon 50 persen untuk WingStop Chicken Flavor Box II di transaksi berikutnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, dalam rangka menyemarakkan pembukaan gerai baru, 5 pengunjung pertama di gerai Wingstop Mall Olympic Garden berhak mendapatkan gratis makan Wingstop selama 1 tahun, cukup dengan melakukan pembelian minimal Rp 75 ribu.</p>



<p>Tawaran menarik lain, juga tersedia bagi konsumen yang lebih suka menikmati kelezatan Wingstop di rumah. Selama periode pembukaan hingga 13 Oktober 2024, Wingstop menawarkan paket 10 potong ayam (5 Crunchy Wings dan 5 Boneless) dengan harga Rp 54.545 yang bisa dipesan melalui layanan delivery melalui sejumlah market place. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213996</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Inovasi Varian Menu Ikan, Pemkab Lamongan Gandeng PKK Eksplor Masakan Otak-otak</title>
		<link>https://memontum.com/inovasi-varian-menu-ikan-pemkab-lamongan-gandeng-pkk-eksplor-masakan-otak-otak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2023 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[eksplor]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[ikan,]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[masakan]]></category>
		<category><![CDATA[menu]]></category>
		<category><![CDATA[otak-otak]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[PKK]]></category>
		<category><![CDATA[varian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191462</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Lamongan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan, menggelar Lomba Masak Otak-otak di Halaman Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (21/06/2023) tadi. Lomba ini, digelar dalam rangka Peringatan Hari Jadi Lamongan ke-454 Tahun 2023. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan bahwa Pemkab Lamongan terus mendorong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Lamongan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan, menggelar Lomba Masak Otak-otak di Halaman Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (21/06/2023) tadi. Lomba ini, digelar dalam rangka Peringatan Hari Jadi Lamongan ke-454 Tahun 2023.</p>



<p>Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan bahwa Pemkab Lamongan terus mendorong dalam pembuatan menu masakan baru yang lebih baik untuk dapat diperkenalkan ke luar daerah Lamongan. Karenanya, dalam setiap kunjungannya ke berbagai daerah, kerap mendapat sambutan yang baik dari berbagai pimpinan daerah. Dimana, salah satu yang menjadi bahan cerita adalah terkait kuliner Lamongan, yang luar biasa dapat bertahan di daerah.</p>



<p>Bahkan, tambahnya, branding yang diberikan untuk masakan orang Lamongan, selalu enak dan memiliki daya saing. Karenanya, ini diharapkan dapat terus ditingkatkan dan digelorakan untuk mencapai inovasi varian baru. Terlebih, untuk potensi ikan di Lamongan yang tinggi juga perlu pula dibarengi dengan konsumsi ikan yang tinggi pula dan bisa berdampak pada penurunan angka stunting Lamongan.</p>



<p>“Potensi ikan kita besar. Karenanya, terus kita dorong agar sebanding dengan konsumsinya. Ini salah satu treatment dan cara agar masyarakat mempunyai kesadaran mengkonsumsi ikan bagi penurunan angka stunting,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lomba yang terbuka untuk masyarakat umum dari berbagai daerah di Lamongan, ini diikuti kurang lebih 50 peserta dengan sebagian besar adalah kaum Hawa. Terkecuali, seorang warga yakni Shokib, asal Plumpang Sukodadi dan Budiharto dari Kecamatan Sambeng. Pihaknya mengaku, memperoleh informasi dari media sosial juga dari grup WhatsApp.</p>



<p>“Tahu informasi lomba ini dari media sosial. Otak-otak yang saya buat namanya Otak-otak Jeliteng. Ini tidak menggunakan kelapa tapi menggunakan bumbu rawon atau kluwek. Harapannya, nanti bisa menjadi juara,” ungkap Shokib.</p>



<p>Selain itu, Budiharto yang merupakan pekerja di Kota Malang, ini mengaku bahwa dirinya sampai mengupayakan pulang-pergi dari Malang ke Lamongan, saat pelaksanaan technical meeting dan pelaksanaan lomba. &#8220;Iya ini saya kan dari Malang. Kebetulan, memang kerja di Malang. Kemarin itu technical meeting dan saya bela-belain ke sini. Kemudian tadi malam itu dari Malang langsung ke Sambeng, untuk menyiapkan bahan masakan. Saya tahu ini dari grup UMKM Sambeng. Kalau Otak-otak saya ini diaplikasikan dengan saus asam manis,” terangnya.</p>



<p>Kepala Dinas PMD, Zamroni, mengatakan bahwa dalam lomba ini diharapkan mampu menambah khazanah dan kekayaan cita rasa otak-otak sebagai oleh-oleh khas Lamongan. &#8220;Untuk penilaian lomba, telah didatangkan tiga juri dari Indonesian Chef Association Chef Ari Wahyu, Chef Chidir Hariadi dan Chef Farikh Makhfudh,&#8221; ujarnya. <strong>(zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191462</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Varian Omicron Terdeteksi di Jawa Timur, Teridentifikasi Warga Surabaya dan Baru Liburan</title>
		<link>https://memontum.com/varian-omicron-terdeteksi-di-jawa-timur-teridentifikasi-warga-surabaya-dan-baru-liburan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2022 14:37:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[varian]]></category>
		<category><![CDATA[Varian baru covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Varian Omicron]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=161162</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jawa Timur, Dr. Erwin Astha Triyonno, dr., Sp.PD., KPTI. mengumumkan temuan kasus pertama Covid-19 varian B.1.1.529 (Omicron) di Jawa Timur pada Minggu (02/01/2021). Kasus pertama Omicron ini, terdeteksi pada seorang warga Surabaya berinisial TYC yang baru saja berlibur ke salah satu tempat wisata di Indonesia selama 5 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jawa Timur, Dr. Erwin Astha Triyonno, dr., Sp.PD., KPTI. mengumumkan temuan kasus pertama Covid-19 varian B.1.1.529 (Omicron) di Jawa Timur pada Minggu (02/01/2021). Kasus pertama Omicron ini, terdeteksi pada seorang warga Surabaya berinisial TYC yang baru saja berlibur ke salah satu tempat wisata di Indonesia selama 5 hari bersama suaminya yang berinisial SJJ menggunakan kendaraan pribadi.</p>



<p>“Dinkes Jatim telah mendeteksi seorang pasien terkonfirmasi Omicron berdasarkan hasil pemeriksaan whole-genome sequencing (WGS) yang keluar pada tanggal 2 Januari 2022,” kata Kadinkes Provinsi Jatim.</p>



<p>Dr. Erwin menjelaskan, bahwa TYC liburan mulai 20 Desember ke tempat wisata. Selama itu juga, TYC selalu patuh dalam menggunakan Aplikasi&nbsp; PeduliLindungi. Namun, sepulang dari perjalanan wisatanya atau 25 Desember, TYC mengalami keluhan pada tenggorokan yaitu merasakan seperti ada lendir.</p>



<p>Setelah itu pada 28 Desember, tambahnya, TYC memeriksakan diri ke sebuah rumah sakit dan disarankan swab RT-PCR. Pada hari itu juga, TYC melakukan swab RT-PCR dan hasilnya positif dengan CT Value 26. Setelah mengetahui hasil swab TYC keluar, suaminya yang berinisial SJJ langsung melakukan swab RT-PCR dan hasilnya negatif.</p>



<p>Kemudian pada 30 Desember, hasil S-gene Target Failure (SGTF) TYC positif varian K417N (Delta Plus) dan Probable Varian Omicron. Sehingga, TCY diarahkan untuk melakukan isolasi di sebuah rumah sakit di Surabaya, sembari menunggu hasil WGS-nya keluar.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Mengetahui temuan itu, Dinkes Jatim berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya (Dinkes Surabaya) terkait kasus probable Omicron dan selanjutnya Dinkes Surabaya berkoordinasi dengan puskesmas setempat. Selanjutnya, puskesmas setempat melakukan tracing dengan melakukan swab RT-PCR pada Kontak Erat (KE) pasien TYC yaitu pada 1 KE serumah hasil negatif, 4 KE keluarga dengan hasil 1 positif (TGO) dan 3 lainnya negatif, serta 10 KE tetangga dengan hasil negatif.</p>



<p>Kontak erat dari pasien TYC, telah melakukan karantina di rumah selama 14 hari sejak 28 Desember di bawah pengawasan puskesmas dan Satgas Covid-19 wilayah setempat. Sehingga, dipastikan penerapan protokol kesehatan (Prokes) dan karantina secara disiplin. Pasien TGO melakukan isolasi mandiri di rumah yang berbeda (beda blok) dengan keluarga lainnya. Namun, masih dalam pengawasan yang ketat oleh puskesmas dan Satgas Covid-19 wilayah setempat. Hingga saat ini, kondisi TGO baik dan tidak ada keluhan.</p>



<p>Pada 01 Januari, Dinkes Surabaya dan puskesmas setempat melakukan pemantauan kondisi kesehatan TYC yang masih diisolasi di sebuah rumah sakit dengan hasil tidak ada keluhan dan dalam kondisi baik. Dan hari ini atau Minggu (02/01/2022) hasil pemeriksaan WGS TYC dipastikan positif varian Omicron.</p>



<p>“Dengan ditemukannya kasus Omicron tersebut, Dinkes Jatim melakukan koordinasi dengan Dinkes Surabaya untuk pelaksanaan surveilans ketat pada kasus sesuai protokol penanganan varian Omicron. Lalu, memastikan pelaksanaan pemantauan karantina pada kontak erat dilakukan sampai tuntas serta memastikan pelaksanaan swab ulang kepada seluruh KE yang teridentifikasi dengan metode RT-PCR.” terang Dr. Erwin.</p>



<p>Terkait dengan temuan ini, Dr. Erwin menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang. Yang terpenting segera melakukan vaksinasi Covid-19, terutama untuk kelompok rentan dan lansia serta tidak perlu bepergian ke luar daerah jika tidak mendesak, serta terus tegakkan protokol kesehatan 5M, dan memperkuat 3T. <strong>(hms/cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">161162</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengintip Varian Durian Unggulan ATP UB BonTang</title>
		<link>https://memontum.com/mengintip-varian-durian-unggulan-atp-ub-bontang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2018 16:29:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Agro Techno Park]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<category><![CDATA[varian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/32662-mengintip-varian-durian-unggulan-atp-ub-bontang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Tak hanya Agro Techno Park (ATP) UB, UB juga memiliki ATP dataran rendah di Jatikerto, Ngantang seluas 18 hektare. Dimana lahan tersebut merupakan hibah lahan untuk penelitian dari Departemen Pertanahan sejak tahun 1980. Melalui Agro Techno Park (ATP) UB Jatikerto, dikenal dengan produksi pertanian dan buah-buahan, seperti pepaya, jeruk, durian, rambutan, kacang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Tak hanya Agro Techno Park (ATP) UB, UB juga memiliki ATP dataran rendah di Jatikerto, Ngantang seluas 18 hektare. Dimana lahan tersebut merupakan hibah lahan untuk penelitian dari Departemen Pertanahan sejak tahun 1980. Melalui Agro Techno Park (ATP) UB Jatikerto, dikenal dengan produksi pertanian dan buah-buahan, seperti pepaya, jeruk, durian, rambutan, kacang panjang, terong, cabe, tomat, sawo, cincau, blimbing, kelengkeng, dan lainnya dengan sistem pertanian organik yang sehat bebas pestisida.</p>
<p>Sekitar 10 tahun Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FPUB) telah mengadakan pengabdian masyarakat di 2 kecamatan, yaitu Kasembon dan Ngantang (BonTang). Kegiatan tersebut diawali dengan survey untuk menemukan jenis durian unggul lokal dan pelatihan pembibitan durian.</p>
<p><div id="attachment_1741" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-1741" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_6342-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Menunjukkan jenis durian lokal stek yang mampu menembus nasional. (rhd)" width="650" height="366" class="size-full wp-image-32663" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_6342-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_6342-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_6342-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_6342-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-1741" class="wp-caption-text"><em>Menunjukkan jenis durian lokal stek yang mampu menembus nasional. <strong>(rhd)</strong></em></p></div></p>
<p>&#8220;Jumlah jenis unggul lokal cukup banyak. Bahkan setiap tahun atau musim jumlahnya terus bertambah. Sekalipun beberapa jenis unggul lokal telah ditemukan, namun jumlah pohon durian yang asal biji masih mendominasi pohon yang ada. Pohon asal biji menghasilkan mutu buah beragam dan produksi yang belum mantap/labil. Melalui penelitian FTUB, akhirnya kami coba kolaborasi dengan petani setempat. Dan akhirnya mulai menunjukkan perubahan dan hasil unggulan, baik nasional atau internasional. Hanya masih belum kami rilis ke Kementan, karena harus melibatkan pemerintah setempat,&#8221; jelas Direktur Agro Techno Park (ATP) Prof Sumeru Ashari, kepada awak media.</p>
<p>Meru, sapaan akrabnya, mengatakan beberapa jenis durian unggul telah ditemukan dan ditanam di Kebun bengkok Desa Waturejo seluas 2 ha. Beberapa pohon bahkan sudah mulai berbuah. Jenis yang ditanam adalah Arab, Jingga, Sepanjang Musim (SPM), Kunir, Musang King (Malaysia), dan ratusan jenis durian lokal.</p>
<p>&#8220;Sementara dinamai sesuai warna dan deskripsi. Durian lokal yang ga enak distek dengan tanaman jenis baru hasil penelitian FT UB. Hasilnya tunggu 3 tahun berbuah. Bahkan 1 pohon polinasi bisa 3 jenis durian dengan stek 3 tunas. Jumlah saat penanaman sebanyak 303 bibit, sementara yang hidup sebanyak 127 pohon. Tujuan koleksi jenis unggul adalah untuk menyelamatkan plasma nutfah jenis unggul lokal dan menyediakan jenis unggul untuk digunakan petani durian dalam memperbaiki mutu genetis pohon duriannya. Survey untuk menemukan jenis jenis unggul akan terus dilakukan,&#8221; papar Meru.</p>
<p>Jenis-jenis durian unggul tersebut digunakan untuk perbaikan mutu durian yang non unggul. &#8220;Kalau program ini mendapatkan sambutan dari pemerintah setempat 10 tahun lagi, kawasan durian Ngantang dan Kasembon akan menjadi pusat unggulan durian lokal Nusantara. Dan menjadi kawasan segitiga durian dengan Wonosalam, Jombang,&#8221; tambah Meru.</p>
<p>Sementara, salah satu petani durian setempat, Amad, warga desa Waturejo, Ngantang, mengatakan banyak varian yang dimilikinya, hasil stek dengan bibit dari UB. &#8220;Durian Kunir rasanya beda. Warnanya lebih kuning, rasanya bervariasi campur dalam 1 buah. Hampir seukuran dan mirip rasanya dari Montong. Selain itu, saya juga punya banyak jenis, seperti Musang King dari Malaysia, vodka yang bisa bikin orang mabuk dan langsung tidur, pelangi dari Papua, Arab, dan lainnya. Untuk harga paling mahal Rp 100-500 ribu. Rata-rata Rp 50.000 ke bawah,&#8221; jelas pria kelahiran 1954, yang menjadi petani sejak 1970.</p>
<p>Selain perbaikan mutu genetis durian BonTang, ATP UB Jatikerto juga memberikan pelatihan penggemuan hewan ternak seperti sapi, kambing, love bird, ayam potong, dan lainnya. Sementara pelatihan pembibitan lainnya, yaitu jambu air, belimbing, pisang, dan lainnya. <strong>(rhd/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">32662</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengintip Varian Durian Unggulan ATP UB BonTang</title>
		<link>https://memontum.com/mengintip-varian-durian-unggulan-atp-ub-bontang-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2018 16:29:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Agro Techno Park]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<category><![CDATA[varian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/97070-mengintip-varian-durian-unggulan-atp-ub-bontang-2</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Tak hanya Agro Techno Park (ATP) UB, UB juga memiliki ATP dataran rendah di Jatikerto, Ngantang seluas 18 hektare. Dimana lahan tersebut merupakan hibah lahan untuk penelitian dari Departemen Pertanahan sejak tahun 1980. Melalui Agro Techno Park (ATP) UB Jatikerto, dikenal dengan produksi pertanian dan buah-buahan, seperti pepaya, jeruk, durian, rambutan, kacang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Tak hanya Agro Techno Park (ATP) UB, UB juga memiliki ATP dataran rendah di Jatikerto, Ngantang seluas 18 hektare. Dimana lahan tersebut merupakan hibah lahan untuk penelitian dari Departemen Pertanahan sejak tahun 1980. Melalui Agro Techno Park (ATP) UB Jatikerto, dikenal dengan produksi pertanian dan buah-buahan, seperti pepaya, jeruk, durian, rambutan, kacang panjang, terong, cabe, tomat, sawo, cincau, blimbing, kelengkeng, dan lainnya dengan sistem pertanian organik yang sehat bebas pestisida.</p>
<p>Sekitar 10 tahun Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FPUB) telah mengadakan pengabdian masyarakat di 2 kecamatan, yaitu Kasembon dan Ngantang (BonTang). Kegiatan tersebut diawali dengan survey untuk menemukan jenis durian unggul lokal dan pelatihan pembibitan durian.</p>
<p><div id="attachment_32663" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-32663" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_6342-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Menunjukkan jenis durian lokal stek yang mampu menembus nasional. (rhd)" width="650" height="366" class="size-full wp-image-32663" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_6342-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_6342-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_6342-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG_6342-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-32663" class="wp-caption-text"><em>Menunjukkan jenis durian lokal stek yang mampu menembus nasional. <strong>(rhd)</strong></em></p></div></p>
<p>&#8220;Jumlah jenis unggul lokal cukup banyak. Bahkan setiap tahun atau musim jumlahnya terus bertambah. Sekalipun beberapa jenis unggul lokal telah ditemukan, namun jumlah pohon durian yang asal biji masih mendominasi pohon yang ada. Pohon asal biji menghasilkan mutu buah beragam dan produksi yang belum mantap/labil. Melalui penelitian FTUB, akhirnya kami coba kolaborasi dengan petani setempat. Dan akhirnya mulai menunjukkan perubahan dan hasil unggulan, baik nasional atau internasional. Hanya masih belum kami rilis ke Kementan, karena harus melibatkan pemerintah setempat,&#8221; jelas Direktur Agro Techno Park (ATP) Prof Sumeru Ashari, kepada awak media.</p>
<p>Meru, sapaan akrabnya, mengatakan beberapa jenis durian unggul telah ditemukan dan ditanam di Kebun bengkok Desa Waturejo seluas 2 ha. Beberapa pohon bahkan sudah mulai berbuah. Jenis yang ditanam adalah Arab, Jingga, Sepanjang Musim (SPM), Kunir, Musang King (Malaysia), dan ratusan jenis durian lokal.</p>
<p>&#8220;Sementara dinamai sesuai warna dan deskripsi. Durian lokal yang ga enak distek dengan tanaman jenis baru hasil penelitian FT UB. Hasilnya tunggu 3 tahun berbuah. Bahkan 1 pohon polinasi bisa 3 jenis durian dengan stek 3 tunas. Jumlah saat penanaman sebanyak 303 bibit, sementara yang hidup sebanyak 127 pohon. Tujuan koleksi jenis unggul adalah untuk menyelamatkan plasma nutfah jenis unggul lokal dan menyediakan jenis unggul untuk digunakan petani durian dalam memperbaiki mutu genetis pohon duriannya. Survey untuk menemukan jenis jenis unggul akan terus dilakukan,&#8221; papar Meru.</p>
<p>Jenis-jenis durian unggul tersebut digunakan untuk perbaikan mutu durian yang non unggul. &#8220;Kalau program ini mendapatkan sambutan dari pemerintah setempat 10 tahun lagi, kawasan durian Ngantang dan Kasembon akan menjadi pusat unggulan durian lokal Nusantara. Dan menjadi kawasan segitiga durian dengan Wonosalam, Jombang,&#8221; tambah Meru.</p>
<p>Sementara, salah satu petani durian setempat, Amad, warga desa Waturejo, Ngantang, mengatakan banyak varian yang dimilikinya, hasil stek dengan bibit dari UB. &#8220;Durian Kunir rasanya beda. Warnanya lebih kuning, rasanya bervariasi campur dalam 1 buah. Hampir seukuran dan mirip rasanya dari Montong. Selain itu, saya juga punya banyak jenis, seperti Musang King dari Malaysia, vodka yang bisa bikin orang mabuk dan langsung tidur, pelangi dari Papua, Arab, dan lainnya. Untuk harga paling mahal Rp 100-500 ribu. Rata-rata Rp 50.000 ke bawah,&#8221; jelas pria kelahiran 1954, yang menjadi petani sejak 1970.</p>
<p>Selain perbaikan mutu genetis durian BonTang, ATP UB Jatikerto juga memberikan pelatihan penggemuan hewan ternak seperti sapi, kambing, love bird, ayam potong, dan lainnya. Sementara pelatihan pembibitan lainnya, yaitu jambu air, belimbing, pisang, dan lainnya. <strong>(rhd/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97070</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
