<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>variasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/variasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Dec 2025 11:24:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>variasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Fish Cooking Festival 2025, Ketua Forikan Lumajang Ingatkan Konsumsi Ikan Sejak Dini dan Variasi Olahan</title>
		<link>https://memontum.com/fish-cooking-festival-2025-ketua-forikan-lumajang-ingatkan-konsumsi-ikan-sejak-dini-dan-variasi-olahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[cooking]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Forikan]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[variasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228452</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan pentingnya edukasi gizi dan konsumsi ikan sejak usia dini. Hal ini disampaikannya, saat pelaksanaan Fish Cooking Festival atau Pesta Makan Ikan 2025, di Halaman Dinas Perikanan Lumajang, Kamis (04/12/2025) tadi. Acara ini, menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan manfaat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan pentingnya edukasi gizi dan konsumsi ikan sejak usia dini. Hal ini disampaikannya, saat pelaksanaan Fish Cooking Festival atau Pesta Makan Ikan 2025, di Halaman Dinas Perikanan Lumajang, Kamis (04/12/2025) tadi. Acara ini, menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan manfaat ikan sebagai sumber protein berkualitas tinggi, sekaligus membangun kesadaran pola makan sehat bagi anak-anak dan keluarga.</p>



<p>Dewi Natalia menjelaskan, bahwa festival ini merupakan bagian dari Program Makan Bergizi untuk anak dan keluarga yang bertujuan menurunkan risiko stunting, anemia dan masalah gizi lain yang kerap terjadi pada anak-anak. Dirinya menekankan, bahwa edukasi gizi harus dilakukan sejak dini agar kebiasaan makan sehat tertanam secara berkelanjutan.</p>



<p>“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus kita bekali dengan pemahaman tentang pentingnya konsumsi gizi seimbang. Melalui festival ini, mereka belajar mengenal berbagai jenis ikan, kandungan gizinya dan cara mengolahnya menjadi menu yang sehat, variatif, dan menarik,” kata Ketua Forikan Lumajang.</p>



<p>Serangkaian festival ini, menghadirkan lomba mewarnai dan demo masak ikan sebagai metode pembelajaran interaktif. Anak-anak tidak hanya menonton, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam praktik memasak. Melalui pendekatan ini, diharapkan mampu membuat edukasi gizi lebih menyenangkan, membangun rasa percaya diri, sekaligus menanamkan keterampilan hidup yang bermanfaat sejak usia dini.</p>



<p>Dewi Natalia menekankan, pentingnya variasi olahan ikan agar konsumsi gizi menjadi menarik dan tidak monoton. Menu yang kreatif dan bergizi tinggi diyakini dapat diterapkan di rumah, mendorong keluarga untuk mengadopsi pola makan sehat secara rutin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Festival ini bukan sekadar kegiatan hiburan. Ini adalah upaya strategis untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan. Anak-anak yang belajar sejak dini akan tumbuh dengan tubuh sehat, energi cukup dan kemampuan belajar yang optimal,” jelasnya.</p>



<p>Selain fokus pada edukasi anak, Dewi Natalia juga menyoroti potensi pemberdayaan ekonomi lokal melalui kreativitas kuliner. Dirinya berharap, kegiatan ini dapat membuka peluang bagi keluarga, terutama ibu rumah tangga dan pelaku UMKM untuk mengembangkan olahan ikan sebagai sumber pendapatan baru sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.</p>



<p>“Dengan memahami cara mengolah ikan yang sehat, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat gizi, tetapi juga bisa berinovasi menciptakan produk kuliner yang diminati pasar. Ini bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” imbuhnya.</p>



<p>Melalui perannya sebagai Ketua Forikan, Dewi Natalia menegaskan bahwa strategi edukasi gizi berbasis kegiatan nyata seperti festival ini memiliki efek jangka panjang. Anak-anak dan keluarga yang memahami pentingnya protein hewani berkualitas tinggi akan menjadi masyarakat yang lebih sadar gizi, produktif dan tangguh secara kesehatan.</p>



<p>“Peningkatan konsumsi ikan sejak dini adalah investasi kesehatan jangka panjang. Anak-anak yang sehat, cerdas dan kreatif akan tumbuh menjadi generasi yang mampu mendukung pembangunan daerah, sekaligus menjadi contoh keluarga yang mengutamakan pola makan bergizi,” imbuhnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228452</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sempat Viral di Medsos, Pemilik Mobil dengan Lampu Variasi LED Ditilang Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/sempat-viral-di-medsos-pemilik-mobil-dengan-lampu-variasi-led-ditilang-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[ditilang]]></category>
		<category><![CDATA[medsos]]></category>
		<category><![CDATA[pemilik]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[sempat]]></category>
		<category><![CDATA[variasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224618</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Unit mobil Daihatsu warna hitam dengan Nopol N 1334 AF, sempat viral di media sosial (Medsos) Instagram, Senin (04/08/2025) sekitar pukul 08.00. Mobil tersebut, dikeluhkan oleh masyarakat karena menambah variasi lampu LED warna putih pada bagian belakang, hingga membuat silau pengendara yang ada di belakangnya saat malam hari. Mengetahui peristiwa ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Unit mobil Daihatsu warna hitam dengan Nopol N 1334 AF, sempat viral di media sosial (Medsos) Instagram, Senin (04/08/2025) sekitar pukul 08.00. Mobil tersebut, dikeluhkan oleh masyarakat karena menambah variasi lampu LED warna putih pada bagian belakang, hingga membuat silau pengendara yang ada di belakangnya saat malam hari.</p>



<p>Mengetahui peristiwa ini, Satlantas Polresta Malang Kota bergerak cepat mencari si pemilik mobil. Tidak berselang lama, sekitar pukul 11.00, akhirnya diketahui identitas si pemilik mobil. Ternyata, mobil tersebut milik Bustanul Arifin (40), warga Jalan Kolonel Sugiono, Kota Malang.</p>



<p>Petugas Satlantas Polresta Malang Kota kemudian melakukan penilangan dan memanggil Bustanul ke Mapolresta Malang Kota. Bustanul ditilang, karena terbukti melanggar aturan spesifikasi teknis kendaraan. Bustanul juga diminta untuk meminta maaf ke masyarakat, karena akibat lampu variasi yang di pasang di belakang mobilnya, telah membuat silau pengendara yang melaju di belakangnya.</p>



<p>Diketahui, bahwa keluhan masyarakat sebelumnya ramai diunggah di media sosial Instagram melalui akun @malangraya_info, disertai narasi bahwa lampu belakang mobil tersebut sangat menyilaukan. Bahkan, pengunggah menyebut dirinya pusing dan terganggu karena memiliki riwayat epilepsi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Agung Fitransyah, mengatakan bahwa pengendara sekaligus pemilik mobil sudah berhasil ditemukan dan dihadirkan di Mapolresta Malang Kota. &#8220;Sudah kita amankan terkait kendaraan yang lampu pencahayaan kendaraan tidak sesuai ketentuan. Kita tindak tegas dengan penilangan karena melanggar Pasal 285 Ayat 2 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain pelanggaran teknis pada lampu, Kompol Agung menyebut kendaraan itu juga diketahui memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang sudah mati dan belum diperpanjang. “Jadi selain pelanggaran lampu, kendaraan ini juga kami tindak karena STNK-nya mati. Pemilik diminta segera melakukan perpanjangan,” jelasnya.</p>



<p>Tidak hanya tindakan hukum, pihak Satlantas juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan memodifikasi kendaraan, khususnya pada bagian pencahayaan yang bisa membahayakan pengendara lain. “Keselamatan di jalan raya menjadi prioritas. Kami terus melakukan edukasi agar masyarakat tidak sembarangan memasang aksesori yang mengganggu pandangan pengendara lain,” tegas Agung.</p>



<p>Petugas kemudian meminta Bustanul untuk melepas lampu variasi mobilnya di halaman depan Mapolresta Malang Kota. Bustanul juga diminta untuk berjanji tidak mengulangi lagi memasang lampu variasi yang dapat mengganggu keselamatan pengendara lainnya.</p>



<p>Sementara itu, pemilik mobil, Bustanul Arifin, menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat Kota Malang yang telah tergganggu dengan kondisi lampu belakang mobilnya. &#8220;Lampu sebenarnya kan merah, namun setelah kecelakaan tutup merahnya lepas hingga dipasang lampu ini di toko asesorisnya. Saat ini sudah saya lepas dan tidak akan saya ulangi,&#8221; ujarnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224618</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kebutuhan Gizi dan Variasi Menu Program Makan Bergizi Gratis terus Dievaluasi</title>
		<link>https://memontum.com/kebutuhan-gizi-dan-variasi-menu-program-makan-bergizi-gratis-terus-dievaluasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2025 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bergizi,]]></category>
		<category><![CDATA[dievaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[variasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218458</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kabupaten Malang &#8211; Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Noudhy Valdryno, menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, akan terus dievaluasi dan diperbaiki. Terlebih, program tersebut juga telah berjalan di berbagai kota dan kabupaten. Dengan dilakukan evaluasi tersebut, maka nantinya dapat memastikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kabupaten Malang</strong> &#8211; Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Noudhy Valdryno, menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, akan terus dievaluasi dan diperbaiki. Terlebih, program tersebut juga telah berjalan di berbagai kota dan kabupaten.</p>



<p>Dengan dilakukan evaluasi tersebut, maka nantinya dapat memastikan kebutuhan gizi dan variasi menu yang terpenuhi bagi anak-anak. Terlebih, program ini menyasar siswa siswi dari tingkat TK hingga SMA dan SMK.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Dari dua minggu pelaksanaan, evaluasi terus dilakukan. Menu disesuaikan dengan angka kecukupan gizi dan di setiap titik Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) sudah ada satu ahli gizi untuk memastikan variasi menu tetap ada dan anak-anak tetap antusias menerima makanan,” kata Noudhy, saat melakukan kunjungan kerja di Lanud Abd Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa titik SPPG terus diperluas ke daerah-daerah yang membutuhkan. Setiap kepala, SPPG bertugas memprioritaskan sekolah-sekolah di sekitar titik tersebut, dengan jarak maksimal 30 menit untuk menjaga kesegaran makanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sekolah yang membutuhkan akan didahulukan berdasarkan analisis SPPG,” tambahnya.</p>



<p>Terkait petunjuk teknis (Juknis) bagi pemerintah daerah, Noudhy menyebut bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) masih dalam tahap finalisasi juknis tersebut. “Juknis ini disesuaikan dengan keadaan di lapangan selama dua minggu pelaksanaan awal. Kami berharap juknis ini dapat segera diterbitkan dan berlaku di semua daerah,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Veronica Tan, juga turun meninjau di Lanud Abd Saleh, memberikan apresiasi atas peran aktif masyarakat dalam mendukung program MBG. Apalagi, salah satu titik SPPG di Malang melibatkan ibu-ibu setempat dalam pengelolaan dapur sehat untuk mendistribusikan makanan ke 27 titik sekolah.&nbsp;</p>



<p>“Dapur di sini rapi sekali, dengan sistem yang disiplin. Kemudian potensi sayur segar dan kearifan lokal di Malang menjadi nilai tambah. Gotong royong yang terlihat sangat luar biasa,” ungkap Vero.&nbsp;</p>



<p>Selain distribusi makanan, Veronica juga menekankan pentingnya pendekatan edukasi kepada anak-anak penerima manfaat. &#8220;Anak-anak harus didampingi, diajak bermain, dan dididik melalui kegiatan menyenangkan. Ini menjadi bagian dari pembelajaran bersama,&#8221; imbuh Vero. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218458</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
