<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Varietas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/varietas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Mar 2024 16:10:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Varietas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Panen Padi BK 01 dan 02 di Desa Talkandang, Bupati Situbondo Bangga Keunggulan Varietas Padi</title>
		<link>https://memontum.com/panen-padi-bk-01-dan-02-di-desa-talkandang-bupati-situbondo-bangga-keunggulan-varietas-padi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Feb 2024 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bangga]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[keunggulan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[talkandang,]]></category>
		<category><![CDATA[Varietas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206626</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi, melakukan panen padi BK 01 dan 02 agritan yang merupakan bibit varietas unggul baru dan mampu memproduksi padi 9 ton perhektare di lokasi kedua percontohan di Desa Talkandang, Kecamatan Kota, Kabupaten Situbondo, Jumat (23/02/2024) tadi. Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Bung Karna, menjelaskan bahwa padi BK [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi, melakukan panen padi BK 01 dan 02 agritan yang merupakan bibit varietas unggul baru dan mampu memproduksi padi 9 ton perhektare di lokasi kedua percontohan di Desa Talkandang, Kecamatan Kota, Kabupaten Situbondo, Jumat (23/02/2024) tadi. Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Bung Karna, menjelaskan bahwa padi BK di Desa Talkandang ini dipanen di usia 76 hari.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, sekarang kami panen padi BK 01 agritan di lokasi kedua percontohan varietas unggul baru ini. Panen ini di umur 76 hari setelah masa tanam sudah bisa panen,&#8221; kata Bung Karna.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, bahwa padi BK 01 dan 02 agritan itu mampu memproduksi padi dalam jumlah lebih besar dengan masa panen setelah tanam sangat genjah atau lebih singkat dibanding bibit padi pada umumnya. Di lokasi kedua yang menjadi pilot project padi BK 01 agritan, bupati juga membandingkan dengan padi IR 64 yang bersamaan saat menanam di areal persawahan tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Seperti padi IR 64, di sini saat tanamnya bersamaan, tapi padi BK 01 agritan lebih singkat masa panennya setelah masa tanam. Artinya, masa panen terpaut 23 hari,&#8221; terang Bupati Karna.</p>



<p>Bupati juga menyebutkan, dari hasil ubinan panen padi BK 01 agritan di Desa Talkandang sebanyak 6,9 kilogram, dengan demikian padi BK 01 Situbondo, itu produktivitasnya rata-rata 9 ton atau lebih bagus dibanding bibit padi pada umumnya, yang hanya mampu memproduksi 4 hingga 5 ton per hektare. &#8220;Di lokasi ini, saya lihat petani terlalu banyak menggunakan pupuk urea (pupuk kimia, red). Sehingga, saat padi berbuah dan terkena angin dan hujan, menjadi mudah roboh. Karena padi BK 01 maupun 02 agritan, ini bulirnya panjang dan besar,&#8221; terang Bupati Karna.</p>



<p>Padi BK 01 dan 02 agritan yang merupakan bibit varietas unggul baru di Kabupaten Situbondo, lanjut Bung Karna, ini juga mampu bertahan tumbuh bagus di areal persawahan yang terkontaminasi air asam (belerang, red) Kawah Ijen, apabila dibandingkan dengan bibit padi pada umumnya. Apalagi, di Situbondo lahan seperti itu atau lahan pertanian yang terkontaminasi air belerang Kawah Ijen, juga ada yakni di Kecamatan Asembagus dan Banyuputih.</p>



<p>Padi BK 01 dan 02 agritan, tegas Bung Karna, menjadi terobosan baru pemerintah daerah setempat, karena benih padi varietas unggul baru tersebut mampu bertahan dan tumbuh bagus meskipun PH tanah sawah mencapai 2 persen akibat kontaminasi air asam Kawah Ijen. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206626</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Promosikan Produk Sumenep, Olahan Bawang Merah Varietas Kecamatan Rubaru Tembus Belanda</title>
		<link>https://memontum.com/promosikan-produk-sumenep-olahan-bawang-merah-varietas-kecamatan-rubaru-tembus-belanda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2023 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[promosikan]]></category>
		<category><![CDATA[rubaru]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<category><![CDATA[Varietas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200952</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Langkah Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam mempromosikan bawang merah varietas Kecamatan Rubaru di Belanda, membuahkan hasil. Sebagai bukti, saat ini produk olahan bawang merah itu pemasarannya mulai menembus ke Belanda. Ekspor perdana bawang merah itu, melalui Korporasi Petani PT Permata Indah Rubaru (PT PIR) bekerja sama dengan Ben Helen Trading Belanda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Langkah Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam mempromosikan bawang merah varietas Kecamatan Rubaru di Belanda, membuahkan hasil. Sebagai bukti, saat ini produk olahan bawang merah itu pemasarannya mulai menembus ke Belanda.</p>



<p>Ekspor perdana bawang merah itu, melalui Korporasi Petani PT Permata Indah Rubaru (PT PIR) bekerja sama dengan Ben Helen Trading Belanda yang ditandatangani untuk jangka waktu lima tahun atau 2023 hingga 2028.</p>



<p>“Kontrak lima tahun itu mencapai 400 ribu dolar. Ini sebagai langkah awal untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pemasaran di Belanda serta kemampuan produksi produk olahan bawang merahnya,” kata Bupati Fauzi di sela pelepasan ekspor perdana di Kantor Bupati Sumenep, Rabu (01/11/2023) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu dirinya juga berharap, agar produk olahan bawang merah yang diekspor ke Belanda, menjadi awal pemasaran ke negara-negara lainnya seperti Uni Eropa. Karena secara aturan di negara-negara itu untuk standar produksi dan kontrol kualitasnya sama.</p>



<p>“Semoga, pemasaran produk olahan bawang merah varietas Rubaru juga menembus negara-negara lainnya, sehingga bisa meningkatkan pendapatan petani bawang merah di Kabupaten Sumenep,” terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga </strong>:</p>





<p>Perlu diketahui bahwa Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Arif Firmanto, telah mempromosikan bawang merah varietas Kecamatan Rubaru kepada pengusaha di Belanda saat kunjungan kerja, beberapa waktu lalu.</p>



<p>PT PIR untuk ekspor perdana ini, tidak hanya memasarkan produk olahan bawang merah saja, namun juga beberapa komoditas lainnya, seperti beras putih, merah dan hitam serta rengginang untuk dilakukan test market dan menguji pemasarannya.</p>



<p>“Para petani yang bergabung pada Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dan para pelaku usaha supaya menggali potensi-potensi eksport atas produk dan komoditas di Kabupaten Sumenep,” papar Bupati Fauzi.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan bahwa produk olahan yang diekspor BUMP PT PIR, terdiri dari bawang goreng kemasan 100 gram sebanyak 2.220 pcs, bawang goreng kemasan 500 gram sebanyak 1.100 pcs.</p>



<p>&#8220;Kami berkomitmen untuk mendukung dan terus mensupport memasarkan produk yang terbaik bagi dunia serta menjaga kualitas sesuai permintaan para pengusaha,&#8221; urainya.  <strong>(kom/edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200952</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meriahkan Krida Fest 2023, Bupati Jember Petik Kopi Merah Varietas Milo Robusta</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-krida-fest-2023-bupati-jember-petik-kopi-merah-varietas-milo-robusta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[fest]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[krida]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[milo]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[petik]]></category>
		<category><![CDATA[robusta]]></category>
		<category><![CDATA[Varietas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192717</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, menggelar Krida Fest 2023 dalam rangka merayakan Hari Krida Pertanian Ke 51 tahun 2023. Salah satu rangkaian acara Krida Fest kali ini, yaitu Petik Kopi Merah di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Bupati Jember, H Hendy Siswanto, dalam acara itu terjun langsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, menggelar Krida Fest 2023 dalam rangka merayakan Hari Krida Pertanian Ke 51 tahun 2023. Salah satu rangkaian acara Krida Fest kali ini, yaitu Petik Kopi Merah di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.</p>



<p>Bupati Jember, H Hendy Siswanto, dalam acara itu terjun langsung ke kebun warga di Desa Pace. Dirinya bahkan memetik langsung Kopi Varietas Milo Robusta di kebun kopi milik H Hasan.</p>



<p>&#8220;Kopi Milo Robusta Desa Pace ini luar biasa. Kali ini, kita bersama-sama panen kopi yang selanjutnya akan digiling di Pabrik Pengggilingan Sumberwadung PDP Kahyangan Jember,” kata Bupati Hendy dalam sambutan pelaksanaan panen kopi, Jumat (07/07/2023) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Hendy juga menggelar sarasehan bersama para petani kopi anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukamaju Desa Pace. Dirinya juga langsung menyerap aspirasi para petani lokal.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam pertemuan itu, ujarnya, ada dua poin penting yang dikeluhkan para petani kopi. Pertama, soal stabilitas harga jual kopi. Kedua, yaitu mengenai alat-alat pengolahan terbaru untuk perkebunan kopi.</p>



<p>Bupati Hendy di kesempatan itu juga langsung memerintahkan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember, Imam Sudarmaji dan Direktur PDP Kahyangan, Sofyan Tsauri, untuk menjalin sinergi aktif dan menyediakan dukungan yang dibutuhkan oleh petani kopi di Pace tahun ini. “Jika anggaran mencukupi, saya meminta Kepala Dinas untuk membeli peralatan yang diperlukan oleh petani kopi di Pace,” tambah Bupati Hendy.</p>



<p>Sementara itu, Kadis TPHP, Imam Sudarmaji, mengatakan bahwa peringatan Hari Krida Pertanian Ke 51 di Jember, dikemas dalam beberapa acara. Mulai dari Parade Barista dan pameran produk pertanian yang berlokasi di Alun-Alun Jember.</p>



<p>&#8220;Khusus untuk di Pace, Bupati Hendy kami undang untuk petik Kopi Merah sekaligus memberikan secara simbolis bantuan bibit kopi sebanyak 200 ribu bibit,&#8221; katanya.</p>



<p>Bersama jajaran Forkopimda, diantaranya Dandim 0824, Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso, pimpinan PDP Kahyangan dan sejumlah OPD serta anggota DPRD Jember, Bupati juga menyempatkan diri mencicipi kopi lanang yang disediakan oleh panitia. &#8220;Kopi Jember rasanya tidak kalah sama kopi-kopi internasional,” jelasnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192717</post-id>	</item>
		<item>
		<title>34 Durian Varietas Asli Unggulan Trenggalek Meriahkan Kontes Durian Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/34-durian-varietas-asli-unggulan-trenggalek-meriahkan-kontes-durian-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 03:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[asli]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<category><![CDATA[Varietas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191849</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Sebanyak 34 peserta mengikuti kontes durian yang terpusat di Kampung MTS Agrowisata Desa Karanganom, Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Seperti diketahui, bulan-bulan ini di Kota Keripik Tempe, tengah memasuki musim durian. Seluruh buah yang diikutkan kontes, itu merupakan durian dengan varietas unggul yang ada di wilayah tersebut. Harapannya, melalui kontes ini akan muncul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Sebanyak 34 peserta mengikuti kontes durian yang terpusat di Kampung MTS Agrowisata Desa Karanganom, Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Seperti diketahui, bulan-bulan ini di Kota Keripik Tempe, tengah memasuki musim durian.</p>



<p>Seluruh buah yang diikutkan kontes, itu merupakan durian dengan varietas unggul yang ada di wilayah tersebut. Harapannya, melalui kontes ini akan muncul varietas baru yang lebih unggul.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Didik Susanto, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai ajang menggali potensi durian lokal berkualitas unggul. &#8220;Kontes durian ini dilaksanakan guna menjaring potensi durian asli Trenggalek, dengan kualitas unggul. Kalau untuk totalnya pesertanya, ada 34 dan semuanya nanti akan masuk penjurian dari tim,&#8221; katanya saat dikonfirmasi, Senin (26/06/2023) siang.</p>



<p>Dari total peserta, tambahnya, masing-masing pemilik durian memberi nama tersendiri varietas yang diikutsertakan dalam kontes. Hanya saja, kesamaannya semua merupakan varietas lokal asli Trenggalek.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Biasanya yang ikut kontes ini, mereka yang berasal dari daerah penghasil buah durian. Seperti Kecamatan Watulimo, Kampak, Dongko, Pule dan kecamatan lain,&#8221; kata Didik.</p>



<p>Dirinya menambahkan, hasil dari penilaian tim juri, nantinya akan diberikan kepada panitia untuk diumumkan. Dalam kontes durian ini, terdapat 12 kriteria penilaian, mulai dari rasa, aroma hingga ketebalan daging.</p>



<p>&#8220;Penilaiannya nanti akan menghasilkan tiga terbaik. Kalau untuk varietasnya, tergantung dari pesertanya menamai masing-masing durian itu. Ada yang dinamai orang yang menanam, bentuk durian, nama daerah, dan juga ciri khas durian tersebut. Tidak lupa, tim akan menilai rasa dari buah durian itu sendiri,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Didik menyampaikan, kontes durian ini merupakan salah satu agenda tahunan yang digelar oleh Pemkab Trenggalek. Meski sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, namun pada 2023 kontes durian dapat digelar kembali.</p>



<p>&#8220;Karena pandemi Covid-19 semakin melandai, kegiatan kontes durian ini bisa gelar kembali. Tahun-tahun sebelumnya, kontes ini digelar di Kecamatan Watulimo dan Kampak,&#8221; terang Didik.</p>



<p>Tidak hanya menggelar kontes, dalam acara ini juga diadakan bursa durian murah. Pengunjung bisa memilih buah durian dengan harga yang terjangkau. Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu daerah penghasilan durian terbesar di Indonesia, karena memiliki 650 hektare hutan durian.</p>



<p>&#8220;Di sini juga ada Bazar UMKM, Bazar bibit durian dan tanaman lainnya. Jadi masyarakat masyarakat yang datang bisa ikut melihat durian-durian yang ikut kontes sekaligus belajar,&#8221; paparnya.</p>



<p>Perlu diketahui, kontes durian ini dilaksanakan 2 hari sejak Minggu (25/06/2023) hingga Senin (26/06/2023) dimulai pukul 08.00 hingga selesai. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191849</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Bondowoso bersama LPMM Kembangkan Varietas Padi Unggul</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-bondowoso-bersama-lpmm-kembangkan-varietas-padi-unggul</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2020 03:45:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[LPMM]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Varietas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119296-pemkab-bondowoso-bersama-lpmm-kembangkan-varietas-padi-unggul</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Mandiri ( LPMM) mengembangkan varietas Padi unggul lokal.hal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para petani dan upaya upaya mendukung ketahanan pangan petani wilayah setempat. Demikian diterangkan Plt. Kepala Dinas Pertanian, Mohammad Halil, usai acara seminar pengembangan padi varietas unggul lokal dalam menghadapi tantangan perubahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Mandiri ( LPMM) mengembangkan varietas Padi unggul lokal.hal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para petani dan upaya upaya mendukung ketahanan pangan petani wilayah setempat.</p>
<p>Demikian diterangkan Plt. Kepala Dinas Pertanian, Mohammad Halil, usai acara seminar pengembangan padi varietas unggul lokal dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, Selasa (14/7/2020), di Pendopo Bupati Bondowoso</p>
<p>Ia menjelaskan sebagai pilot project pengembangan varietas tersebut saat ini dilakukan di Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan.</p>
<p>“Luas lahan percobaannya sekitar 1 hektar disana,”jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, padi yang diberi nama HMS 400 itu memiliki keunggulan dibanding dari varietas yang selama ini digunakan petani Bondowoso. Mulai dari usia tanam lebih muda yakni sekitar 70-75 hari. Kemudian dari segi produksi bisa mencapai 10-11 ton per hektar.</p>
<p>“Ini tentu harus menggunakan pupuk berimbang,”ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan pengembangan uji coba varietas unggul ini merupakan inisiasi dari LPMM Jakarta dan Bondowoso, yang kemudian didukung oleh Pemerintah Daerah.</p>
<p>Bupati Salwa sangat mengapresiasi atas upaya pengembangan padi varietas unggul. Karena, dinilainya hal ini turut mendukung kemajuan ekonomi utamanya disektor pertanian.</p>
<p>” Ini kan hanya di Desa Suger Lor masih, nanti kita lihat perkembangannya, kalau sukses kita kembangkan,”tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua LPMM Kabupaten Bondowoso, Didik Hermanto dikonfirmasi menjelaskan, bahwa pihaknya sengaja memilih Bondowoso untuk uji coba, diharapkan nantinya akan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain.</p>
<p>“Di Suger Lor itu nantinya dibuat tiga uji coba. Yang menggunakan pupuk organik, anorganik.dan hasilnya yang paling bagus dari Organik,”pungkasnya.<strong> (dul/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119296</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unej Resmi Luncurkan 2 Varietas Padi Baru, Menyehatkan dan Kaya Vitamin</title>
		<link>https://memontum.com/unej-resmi-luncurkan-2-varietas-padi-baru-menyehatkan-dan-kaya-vitamin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Nov 2019 14:02:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[golden rice]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Varietas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100234-unej-resmi-luncurkan-2-varietas-padi-baru-menyehatkan-dan-kaya-vitamin</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Universitas Jember (Unej) mengenalkan 2 varietas padi baru yang cocok dan baik untuk kesehatan. Varietas-varietas padi baru itu diantaranya padi varietas golden rice dan varietas padi punel, Golden rice merupakan padi yang memiliki kandungan vitamin A. Sedangkan padi punel bisa ditanam di Indonesia. Kedua varietas padi baru itu hasil penelitian dari para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Universitas Jember (Unej) mengenalkan 2 varietas padi baru yang cocok dan baik untuk kesehatan. Varietas-varietas padi baru itu diantaranya padi varietas golden rice dan varietas padi punel, Golden rice merupakan padi yang memiliki kandungan vitamin A. Sedangkan padi punel bisa ditanam di Indonesia.</p>
<p>Kedua varietas padi baru itu hasil penelitian dari para peneliti Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi Bioteknologi Tanaman Industri (PUI Bio Tin) Unej yang diperkenalkan kepada umum saat upacara Dies Reader dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-55 Unej di Gedung Soetardjo, Kamis (21/112019) siang.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100235" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191121-WA0121-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191121-WA0121-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191121-WA0121-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191121-WA0121-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191121-WA0121-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Menurut Peneliti PUI Bio Tin Unej M. Ubaidillah, kedua varietas padi tersebut, varietas golden rice adalah padi yang diproyeksikan untuk kesehatan.</p>
<p>&#8220;Padi yang dimasak jadi nasi adalah makanan pokok bagi orang Indonesia, sehingga ada istilah belum makan jika belum makan nasi, jadi bisa dipastikan hampir setiap hari masyarakat selalu makan nasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Mengingat pentingnya posisi padi, lantas terpikirkan bagaimana jika padi dijadikan sebagai pembawa unsur penting bagi tubuh sehingga tidak hanya sekedar sumber karbohidrat saja, kemudian vitamin A dipilih mengingat Indonesia masih menghadapi kekurangan vitamin A, terutama pada anak balita.</p>
<p>&#8220;Untuk menciptakan padi Golden Rice, ditempuh metode rekayasa genetika dengan transfusi genetik. Gen vitamin A dari tanaman cabai dimasukkan ke tanaman padi, sehingga dalam setiap 1 gram padi Golden Rice mengandung 1,5 mikrogram vitamin A,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Meski padi golden rice yang dikembangkan Unej sudah mencapai turunan ke delapan (F8), tetapi untuk dilepas dan ditanam secara massal masih perlu melewati saringan tertentu mengingat tergolong Genetically Modified Organism (GMO).</p>
<p>Varietas padi kedua yang diluncurkan adalah padi punel atau rendah kandungan amilosa yang sudah bisa ditanam di Indonesia dan umumnya padi punel seperti yang biasa dikonsumsi masyarakat Jepang dan Korea hanya bisa ditanam di negara dengan iklim sub tropis.</p>
<p>&#8220;Akibatnya kebutuhan padi punel ala Jepang untuk memenuhi restoran khas Jepang atau Korea di Indonesia harus diimpor karena padi punel khas Jepang berbeda dengan padi yang ditanam di Indonesia, sehingga salah satu keunggulan padi Jepang lebih pulen, namun tidak lengket seperti beras,&#8221; terangnya.</p>
<p>Pengembangan padi golden rice dan padi punel di Unej dimulai sejak tahun 2015, pengembangan padi tersebut bekerjasama dengan International Rice Research Institute, Kyungpook National University, Korea Selatan, selain kerja sama penelitian, Unej juga mengirimkan dosen, peneliti dan mahasiswa. <strong>(Kj1/Yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100234</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Malang Kembangkan Padi Varietas Brang Biji, Hasil Panen Tembus 14,4 Ton Per Hektar</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-malang-kembangkan-padi-varietas-brang-biji-hasil-panen-tembus-144-ton-per-hektar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Nov 2019 12:07:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Brang Biji]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab malang]]></category>
		<category><![CDATA[Varietas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100211-pemkab-malang-kembangkan-padi-varietas-brang-biji-hasil-panen-tembus-144-ton-per-hektar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berkomitmen untuk mengembangkan hasil produksi pertanian guna mempertahankan predikat sebagai lumbung Jawa Timur. Hal ini terbukti dengan adanya pengembangan padi varietas Brang Biji yang dilakukan di wilayah Kabupaten Malang. Pengembangan tersebut dinilai memiliki hasil yang sangat memuaskan, dengan hasil panen 14,4 ton per hektar pada panen keempat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berkomitmen untuk mengembangkan hasil produksi pertanian guna mempertahankan predikat sebagai lumbung Jawa Timur.</p>
<p>Hal ini terbukti dengan adanya pengembangan padi varietas Brang Biji yang dilakukan di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>Pengembangan tersebut dinilai memiliki hasil yang sangat memuaskan, dengan hasil panen 14,4 ton per hektar pada panen keempat.</p>
<p>Dalam panen yang keempat padi varietas Brang Biji, secara simbolis dilakukan di Dusun Tanjung, Desa Banjararum, Singosari, Kamis (21/11/2019) siang.</p>
<p>Hadir dalam panen raya tersebut, Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura<br />
Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI, Warjito, Bupati Malang HM Sanusi, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu, Letkol Inf Ferry Muzzawwad dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Pemkab Malang, Budiar.</p>
<p>Bupati Malang Drs HM Sanusi MM dalam sambutannya mengapresiasi panen ke 4 padi varietas Brang Biji ini yang sukses tembus 14,4 ton per hektar pada panen keempat.</p>
<p>&#8220;Hasil panennya hari ini sangat memuaskan. Bibit padi varietas Brang Biji ini merupakan hasil studi banding ke Tiongkok beberapa waktu lalu,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurut Abah Sanusi,padi varietas Brang Biji merupakan jenis hibrida, yang artinya padi ini bebas bahan kimia dan pestisida. Karena seluruhnya menggunakan pupuk organik. Untuk itu, guna mendukung program pemerintah pusat yakni ketahan pangan dan swasembada beras, Pemkab Malang akan terus mengembangkan padi varietas Brang Biji di Kabupaten Malang.</p>
<p>&#8220;Maka, saya menginstruksikan kepada DTPHP supaya semakin gencar dalam mengembangkan varietas padi jenis Brang Biji ini. Targetnya, disemua kecamatan bisa mengembangkan padi dengan varietas ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Dr Ir Budiar Anwar MSi mengatakan, dengan melihat hasil produktivitas padi Brang Biji yang mencapai 14,4 ton per hektar pihaknya akan mengembangkan varietas padi jenis Brang Biji ini sesuai dengan instruksi Bupati Malang.</p>
<p>&#8220;Hasil panen dari varietas padi jenis Brang Biji sangat memuaskan, berbeda dengan padi lokal yang hanya mampu mengkan 8 ton per hektar jikas maksimal. Untuk varietas padi brang biji, panen pertama dapat menghasilkan produktivitas sebesar 10 ton. Kemudian meningkat hingga panen ke 4 ini sebesar 14,4 ton per hektar,&#8221; pungkasnya. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100211</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
