<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>vietnam, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/vietnam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Sep 2024 10:51:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>vietnam, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tim Balad Grup Kirimkan Empat Pemuda Situbondo untuk Pelatihan Budidaya Lobster di Vietnam</title>
		<link>https://memontum.com/tim-balad-grup-kirimkan-empat-pemuda-situbondo-untuk-pelatihan-budidaya-lobster-di-vietnam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2024 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[kirimkan]]></category>
		<category><![CDATA[lobster]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214817</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pengembangan budidaya lobster terus dilakukan Tim Balad Group. Hal ini, dibuktikan dengan pengiriman empat pemuda asal Kabupaten Situbondo, untuk belajar budidaya lobster di Republik Sosialis Vietnam. Owner Tim Balad Group, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, mengatakan bahwa empat pemuda itu nantinya akan diberangkatkan ke empat kabupaten di dua provinsi di Republik Vietnam. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pengembangan budidaya lobster terus dilakukan Tim Balad Group. Hal ini, dibuktikan dengan pengiriman empat pemuda asal Kabupaten Situbondo, untuk belajar budidaya lobster di Republik Sosialis Vietnam.</p>



<p>Owner Tim Balad Group, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, mengatakan bahwa empat pemuda itu nantinya akan diberangkatkan ke empat kabupaten di dua provinsi di Republik Vietnam. Yakni, Provinsi Khan Hoa yaitu di Kabupaten Nha Trang dan Kabupaten Cam Ranh. Sedangkan di Provinsi Phu Yen, juga ada dua kabupaten, yakni Song Cau dan Kabupaten Tay Hoa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menegaskan, selama empat hari ke depan, pemuda asal Kabupaten Situbondo, akan fokus belajar untuk memperdalam tata cara budidaya lobster di Vietnam. “Dengan target utama, yaitu belajar membuat keramba lobster ala Vietnam. Kemudian, belajar meracik pakan lobster dan belajar budidaya lobster ala Vietnam,” kata pria yang akrab dipanggil Jih Lilur, Sabtu (28/09/2024) tadi.</p>



<p>Jih Lilur menegaskan, setelah empat pemuda asal Kabupaten Situbondo selesai belajar budidaya lobster di Vietnam, pada awal Oktober 2024 mendatang, Tim Balad Group akan mulai melakukan budidaya lobster di sejumlah teluk di Indonesia. “Semoga perencana dan target yang dilakukan, nantinya bisa berjalan dengan yang direncanakan,&#8221; tambahnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214817</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengusaha Situbondo Joint Venture Budidaya Lobster dengan Vietnam</title>
		<link>https://memontum.com/pengusaha-situbondo-joint-venture-budidaya-lobster-dengan-vietnam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 13:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[lobster]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[venture]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213705</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pengusaha muda asal Dusun Sokaan, Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, merintis usaha Lobster di Vietnam. Usaha yang terbilang tidak mudah itu, dilakukan menyusul Permen KKPKKP No.7 tahun 2024, tentang ada dua jenis budi daya Lobster, yakni Budi Daya Lobster di Dalam Negeri dan Budi Daya Lobster [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pengusaha muda asal Dusun Sokaan, Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, merintis usaha Lobster di Vietnam. Usaha yang terbilang tidak mudah itu, dilakukan menyusul Permen KKPKKP No.7 tahun 2024, tentang ada dua jenis budi daya Lobster, yakni Budi Daya Lobster di Dalam Negeri dan Budi Daya Lobster di Luar Negeri alias Ekspor Benih Bening Lobster.</p>



<p>Disampaikan Haji Lilur-sapaan akrabnya, bahwa biaya budi daya Lobster di dalam negeri dan luar negeri, sangat mahal. “Berbudi daya lobster dengan volume budi daya ratusan ribu ekor benih bening lobster (BBL), apalagi jutaan ekor BBL, perlu biaya ratusan miliar sampai triliunan. Dan, biaya akan sedikit murah kalau hanya memelihara di bawah 50 ribu ekor BBL,” katanya, Sabtu (31/08/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, dalam budi daya lobster, itu harus ada tempat khusus. Seperti, harus di teluk, tidak berombak, tidak berarus, tidak surut parah, terjaga di kedalaman minimal 8 meter saat surut hingga tidak bergelombang. Termasuk, memiliki kedalaman di atas 10 meter dan memiliki tingkat air keasinan tinggi.</p>



<p>“Yang dimaksud dengan biaya mahal atau konsesi mahal, harus perusahaan khusus, harus membeli Blok Area alias bayar PKKPRL (Perizinan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut, red) perhektare sebesar Rp 18,860 juta. Proses perizinannya sendiri cukup panjang dan rumit di dua Dirjend di KKP yakni A Ditjend PRL dan B Ditjend Perikanan Budi Daya,” terang Haji Lilur.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, untuk pengadaan pakan juga terbilang sulit. Karena pakan utama Lobster adalah Kerang, Kepiting dicampur potongan Ikan. Jika berbudi daya skala besar, maka harus mendatangkan pakan ini dari tempat yang jauh.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk bisa berbudi daya Lobster di luar negeri, kata Haji Lilur, pun sangatlah tidak mudah. “Walaupun sudah menjalin kerja sama dengan pembudi daya Lobster luar negeri yang negaranya sudah bekerjasama dengan Indonesia, hanya negara Vietnam yang melakukan kerja sama dengan Negara Indonesia. Pembudi daya Vietnam sebelum menandatangani Joint venture dengan pembudi daya Lobster Indonesia harus mendapatkan tiga Surat Keterangan dari MARD (Ministry Agriculture and Rural Development/KKP Vietnam,” ujar Haji Lilur.</p>



<p>Tidak hanya itu yang disampaikan Haji Lilur, dirinya menerangkan bahwa dirinya betul-betul ingin bermitra dengan Nelayan Pembudi Daya Lobster. Hingga akhirnya, dirinya harus membuat perusahaan di Vietnam dan membentuk Tim Pemburu Pembudi Daya Lobster Vietnam.</p>



<p>“Saya bentuk Tim Kecil di Vietnam untuk memetakan Pembudi Daya Besar Lobster, yang bisa saya ajak bekerjasama melakukan Joint Venture sesuai Aturan Permen KKP No.7 Tahun 2024. Tim Kecil bentukan saya di Vietnam, sudah memperoleh Kesanggupan Bermitra dengan Pola Joint Venture sesuai Permen KKP No.7 Tahun 2024. Pada Trip kali ini, saya berhasil membuat MOU menuju JV bersama 11 Perusahaan Pembudi Daya Lobster yang betul-betul punya teluk berbudi daya Lobster di Vietnam,” kata putra daerah Kabupaten Situbondo itu.</p>



<p>Haji Lilur menambahkan, selama lima bulan dirinya merintis, tentunya butuh kerja keras, kerja cerdas, semangat pantang menyerah, kepemimpinan dan bahkan keberanian. “Akhirnya, jadwal ternyata harus berubah. Dari rencana penandatanganan JV di Indonesia pada Agustus, mundur menjadi September dan budi daya di dalam negeri serta luar negeri baru akan dilakukan awal Oktober dan akhir Oktober,” terang Haji Lilur.</p>



<p>Ekspedisi Barong Nusantara Nama (E-Bara) yang dibuat oleh Haji Lilur untuk mengembangkan keberadaan budi daya lobster di dalam dan di luar negeri, akhirnya mewujud nyata. Bahkan, tidak lama lagi, E-Bara membumi.</p>



<p>“Tugas E-Bara, pertama adalah membuat perusahaan budi daya Lobster. Kedua, memilih teluk lokasi budi daya Lobster. Tiga, memilih mitra pembudi daya dari Vietnam. Empat, menandatangani MOU menuju JV. Lima, memastikan menguasai pembeli terbesar pembudi daya Lobster Vietnam dan Pasar BBL Vietnam. Enam, menunggu mitra pembudi daya Vietnam mendapatkan Surat Keterangan dari MARD Vietnam. Tujuh, menandatangani Joint Venture di Indonesia. Delapan, berbudi daya BBL di Indonesia bersama mitra pembudi daya dari Vietnam. Terakhir atau sembilan, budidaya di Vietnam bersama Mitra JV Vietnam. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213705</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Laga SEA FT di Vietnam, Mas Dhito Beri Motivasi dan Dukungan Sepatu Bola untuk SSB Pesantren Baru</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-laga-sea-ft-di-vietnam-mas-dhito-beri-motivasi-dan-dukungan-sepatu-bola-untuk-ssb-pesantren-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Sep 2023 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Sepatu]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198230</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memberikan hadiah sepatu bola kepada 12 siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Pesantren Baru yang akan bertanding dalam ajang South East Asian Football Talent (SEA FT) di Vietnam. Dalam kesempatan itu, Mas Dhito-sapaan akrab orang nomor satu di Kabupaten Kediri, itu mengaku bangga dan mengatakan dukungannya kepada tim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memberikan hadiah sepatu bola kepada 12 siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Pesantren Baru yang akan bertanding dalam ajang South East Asian Football Talent (SEA FT) di Vietnam. Dalam kesempatan itu, Mas Dhito-sapaan akrab orang nomor satu di Kabupaten Kediri, itu mengaku bangga dan mengatakan dukungannya kepada tim sepakbola SSB Pesantren Baru yang akan maju bertanding di Vietnam.</p>



<p>&#8220;Kepada adik-adik semua ini, harapan saya nanti menjadi bagian dari tumbuhnya sepak bola di Kabupaten Kediri dan Kediri Raya. Saya doakan dalam lawatan ke Vietnam, itu bisa membuahkan hasil,&#8221; kata Mas Dhito, Kamis (14/09/2023) tadi.</p>



<p>Dalam pertemuan yang diadakan di Ruang Pamenang Pemkab Kediri itu, selain memberikan sepatu bola dan sarung tangan bagi penjaga gawang, sebagai bentuk dukungan Mas Dhito, juga mengatakan akan memberikan mereka uang saku. Melalui apresiasi itu, diharapkan bisa menjadi motivasi.</p>



<p>Sementara itu, dari 12 siswa yang akan maju untuk mengikuti turnamen di Vietnam, sebanyak sembilan pemain diantaranya merupakan warga dari Kabupaten Kediri. Kepada mereka, Mas Dhito juga bakal memberikan bantuan beasiswa pendidikan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Diungkapkan Mas Dhito, para pemain legenda yang ada di Kediri maupun Indonesia, banyak yang berangkat dari SSB. Untuk itu, pihaknya berpesan kepada mereka untuk tidak terlalu dini merasa puas.</p>



<p>Untuk menjadi pemain hebat, 12 siswa yang akan bertanding ke Vietnam itu, diharapkan sudah mulai mengetahui tujuan mereka berlatih sepak bola. Karenanya, setelah berlaga di Vietnam, sejumlah pemain diharapkan sudah bisa dan memikirkan rencana ke depan. Tidak hanya pemain, SSB Pesantren Baru juga harus dapat membidik turnamen-turnamen yang akan diikuti berikutnya.</p>



<p>Kapten Tim, Muhammad Wisnu Rizki Saputra, mengaku bangga sebelum berangkat ke Vietnam, dapat bertemu dan mendapat dukungan dari Bupati Kediri. Bahkan dalam pertemuan itu, dirinya sempat diajak berkomunikasi dengan Mas Dhito.</p>



<p>&#8220;Sangat senang,&#8221; ucap Kapten Tim yang berasal dari Pandehan, Joho.</p>



<p>Pelatih SSB Pesantren Baru, Joko Suhartono, dalam pertemuan itu membeberkan bahwa sebelumnya anak didiknya mengikuti turnamen yang digelar di Jombang. Di turnamen itu, berhasil meraih Juara I dan tim melaju ke tingkat nasional yang berlokasi di Magelang.</p>



<p>&#8220;Kita bisa Juara I di situ dan akhirnya kita bisa mewakili Indonesia main di Vietnam pada 21 hingga 22 Oktober,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk usia anak didiknya, Joko menjelaskan, bahwa semuanya masih berusia 12 tahun. Sejak usia 9 tahun, mereka sudah sering menjuarai turnamen sepak bola antar SSB. Setidaknya, dalam hitungan Joko sudah tiga kali menjadi juara pertama turnamen tingkat provinsi Jawa Timur. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198230</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
