<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>village &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/village/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Apr 2025 22:56:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>village &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Malang dan Ketua TP PKK Luncurkan Program My Village My Home dan Arjosari Woman Festival II</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-dan-ketua-tp-pkk-luncurkan-program-my-village-my-home-dan-arjosari-woman-festival-ii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[village]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221329</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat, meluncurkan program My Village My Home sekaligus membuka Arjosari Woman Festival II di Gedung Graha Jalan Teluk Etna, Senin (21/04/2025) tadi. Kegiatan ini, menjadi momentum luar biasa yang tidak hanya sarat makna, namun juga menjadi bukti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat, meluncurkan program My Village My Home sekaligus membuka Arjosari Woman Festival II di Gedung Graha Jalan Teluk Etna, Senin (21/04/2025) tadi. Kegiatan ini, menjadi momentum luar biasa yang tidak hanya sarat makna, namun juga menjadi bukti nyata semangat kolaborasi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.</p>



<p>&#8220;Atas nama Pemerintah Kota Malang, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kelurahan Arjosari dan juga Dinas Kesehatan atas prakarsa dan inisiatif luar biasa ini. Kegiatan ini, bukan sekadar untuk memeriahkan HUT ke-111 Kota Malang maupun memperingati Hari Kartini. Namun, juga mencerminkan komitmen kuat dari para perempuan hebat di Kelurahan Arjosari, untuk terus berkiprah, menginspirasi dan berkontribusi nyata dalam pembangunan. Perempuan, hari ini tidak hanya menjadi tiang keluarga, tetapi juga tonggak perubahan di tengah masyarakat,&#8221; katanya.</p>



<p>Wali Kota Malang menyebutkan, simbol bahwa Kota Malang benar-benar mendorong prinsip inklusivitas dan kesetaraan gender dalam pembangunan sangat terlihat. Contohnya, adalah wilayah Arjosari yang dipimpin sosok perempuan.</p>



<p>“Saya percaya, di bawah kepemimpinannya ini, langkah-langkah pemberdayaan akan semakin kokoh, program-program sosial akan semakin menyentuh lapisan bawah dan ruang partisipasi perempuan akan semakin terbuka lebar,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Arjosari Woman Festival II, dijelaskan orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang tersebut menyuguhkan banyak edukasi positif. Mengambil tema ‘Cintai Tubuhmu, Cintai Dirimu’, hal ini memberikan semangat kampanye self love, serta sosialisasi pentingnya deteksi dini penyakit wanita. Sedangkan peluncuran program My Village My Home yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kota Malang, ini merupakan program inovatif pelayanan kesehatan berbasis data keluarga terkait dengan imunisasi. “Ini juga adalah bentuk kepedulian dan pendekatan komprehensif terhadap kesehatan ibu dan anak, sekaligus upaya preventif yang sangat strategis untuk membangun generasi yang lebih sehat dan berkualitas sejak dini,” tambah Wali Kota Malang.</p>



<p>Akan tetapi, ditegaskan Wali Kota Malang, bahwa keberhasilan program My Village My Home sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga para kader, baik kader PKK, kader posyandu, maupun tenaga kesehatan. Partisipasi kolektif ini akan membentuk sistem pemantauan imunisasi dan kesehatan ibu dan anak yang kuat, sekaligus mengidentifikasi ketersediaan vaksin secara berkelanjutan.</p>



<p>“Oleh karenanya, mari kita kawal bersama demi masa depan yang lebih baik. Dan mari kita semua menjadikan kegiatan semacam ini sebagai titik tolak pembudayaan hidup sehat di lingkungan keluarga dan komunitas. Ayo terus bangun literasi kesehatan, tingkatkan kesadaran akan pentingnya peran ibu dalam tumbuh kembang anak, serta tanamkan nilai-nilai gotong royong dalam membentuk lingkungan yang ramah, inklusif dan sehat untuk semua kelompok usia,” paparnya.</p>



<p>Kegiatan yang terselenggara ini, pun disebutkannya sangat sejalan dengan semangat program Ngalam Tahes yang menjadi komitmen Pemerintah Kota Malang dalam memberikan pelayanan kesehatan yang adil, inklusif, dan berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat. “Langkah-langkah seperti ini adalah wujud nyata implementasi Dasa Bakti yang kami jalankan untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam proses pembangunan, termasuk dari sisi kesehatan, demi tercapainya visi Kota Malang yakni Menuju Malang Mbois dan Berkelas,” urainya.</p>



<p>Wali Kota Malang pun berpesan, bahwa sinergisitas yang terjalin antara pemerintah, masyarakat dan mitra pembangunan dapat terus tumbuh dan menguat. Tujuannya, agar dapat menghasilkan perubahan nyata dan memberikan manfaat besar bagi seluruh warga, khususnya perempuan dan anak-anak yang menjadi pilar masa depan bangsa. <strong>(pro/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221329</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Difabel, Pemkab Banyuwangi Tuai Apresiasi dan Dukungan Founder Global Village Foundation</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-difabel-pemkab-banyuwangi-tuai-apresiasi-dan-dukungan-founder-global-village-foundation</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Feb 2025 12:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[difabel]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[foundation]]></category>
		<category><![CDATA[founder]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[village]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219662</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapatkan apresiasi dan dukungan dari lembaga pendidikan internasional. Itu karena, Banyuwangi dinilai memiliki komitmen kuat dalam memberikan pendidikan setara bagi kaum difabel. Apresiasi dan dukungan ini, disampaikan Founder Global Village Foundation, Andy Bracey, dalam acara &#8216;Aktualisasi Sekolah Luar Biasa sebagai Pusat Sumber untuk Mendukung Banyuwangi Lebih Inklusif&#8217; yang berlangsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapatkan apresiasi dan dukungan dari lembaga pendidikan internasional. Itu karena, Banyuwangi dinilai memiliki komitmen kuat dalam memberikan pendidikan setara bagi kaum difabel.</p>



<p>Apresiasi dan dukungan ini, disampaikan Founder Global Village Foundation, Andy Bracey, dalam acara &#8216;Aktualisasi Sekolah Luar Biasa sebagai Pusat Sumber untuk Mendukung Banyuwangi Lebih Inklusif&#8217; yang berlangsung di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Selasa (25/02/2025) tadi.</p>



<p>“Saya mengapresiasi komitmen Banyuwangi yang terus memberikan perhatian besar kepada kaum difabel. Program-program yang digulirkan banyak yang berpihak kepada penyandang disabilitas,” kata Andy.</p>



<p>Turut hadir dalam acara tersebut, Perwakilan Perkins International, Chenmin Parera, Menteri PAN RB 2022-2024, Abdullah Azwar Anas, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung serta jajaran OPD Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>Perlu diketahui, sejak 2021, Global Village Foundation konsisten memberikan dukungan untuk penguatan program inklusif di Banyuwangi. Antara lain, pemberian ratusan kursi roda bagi penyandang disabilitas di Banyuwangi. “Kami sudah berkeliling ke berbagai wilayah. Sejauh ini, saya tempatkan Banyuwangi di posisi teratas sebagai daerah yang banyak menggulirkan program pro difabel,” tambahnya.</p>



<p>Apresiasi juga datang dari Perkins International, sebuah lembaga yang konsisten menyokong program-program inklusivitas di Banyuwangi. Diantaranya, melalui berbagai pelatihan bagi para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan orang tua penyandang disabilitas. Misalnya, pelatihan komunikasi hingga cara penanganan disabilitas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami sangat melihat keseriusan Banyuwangi memberikan dukungan luar biasa kepada anak-anak, khususnya penyandang disabilitas, guna mengakses pendidikan yang berkualitas. Maka, kami selama ini mendukung diwujudkannya lingkungan yang inklusif agar anak-anak berkebutuhan khusus bisa berpartisipasi mengembangkan nilai-nilainya dalam masyarakat,” kata Perwakilan Perkins International, Chenmin Parera.</p>



<p>Secara terpisah, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku bahwa pendidikan inklusif telah menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan di Banyuwangi. Banyuwangi telah menggulirkan program sekolah inklusi sejak tahun 2014 dan terus diperbanyak hingga saat ini total ada 162 lembaga sekolah, mulai jenjang SD &#8211; SMP.</p>



<p>&#8220;Kami menyiapkan sekolah inklusi yang ramah difabel, mulai dari infrastrukturnya hingga sumber daya manusianya,&#8221; ungkap Bupati Ipuk.</p>



<p>Sampai saat ini, lanjut Bupati Ipuk, Banyuwangi telah menyiapkan 250 guru pendamping yang disebar di berbagai sekolah inklusi se-Banyuwangi untuk mendampingi 1.147 peserta didik berkebutuhan khusus. “Pada prinsipnya, tidak boleh ada yang tertinggal dalam pendidikan. Tak terkecuali para penyandang disabilitas. Karenanya, setiap Job Fair kami meminta dibuka lowongan untuk difabel. Bahkan, kami juga memberi kesempatan CPNS bagi difabel,” imbuh Bupati Ipuk.</p>



<p>Sementara itu, Kadispendik Provinsi Jatim, Aries Agung, mengaku mengapresiasi Banyuwangi yang telah memberikan porsi tinggi untuk kegiatan inklusi di daerah. “Banyuwangi mencurahkan perhatian serius untuk pendidikan inklusi. Kami berharap perkembangan yang dilakukan Banyuwangi bisa dicontoh oleh kabupaten lain di Jatim bahkan di seluruh Indonesia,” ujarnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219662</post-id>	</item>
		<item>
		<title>17 Delegasi dari 12 Negara Ikuti Ambassador Goes to Quality Family Village di Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/17-delegasi-dari-12-negara-ikuti-ambassador-goes-to-quality-family-village-di-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 15:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ambassador]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[delegasi]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[quality]]></category>
		<category><![CDATA[village]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209370</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah Ambassador Goes to Quality Family Village (Kampung KB). Dalam pelaksanaan itu, sebanyak 17 delegasi dari 12 negara dan organisasi internasional, melakukan kunjungan kerja dalam rangkaian acara Ambassador Goes To Kampung KB. Sejumlah utusan dari negara dan organisasi internasional tersebut, akan meninjau program-program kependudukan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah Ambassador Goes to Quality Family Village (Kampung KB). Dalam pelaksanaan itu, sebanyak 17 delegasi dari 12 negara dan organisasi internasional, melakukan kunjungan kerja dalam rangkaian acara Ambassador Goes To Kampung KB.</p>



<p>Sejumlah utusan dari negara dan organisasi internasional tersebut, akan meninjau program-program kependudukan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan Banyuwangi pada 13 sampai 15 Mei 2024. Sementara pelaksanaan acara tersebut, difasilitasi oleh Badan Koordinasi keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI.</p>



<p>Nampak hadir dalam pelaksanaan itu, antara lain Dubes Romania, Dan Adrian Balanescu, Dubes Thailand, Prapan Disyatat, Utusan Khusus Seychelles to ASEAN, Nico Barito, Charge D&#8217;affairs of the Embassy of Zimbabwe, Viola Matongorere. Serta, perwakilan delegasi dari Kenya, Finland, United Arab Emirates, Kanada, Australia, Singapura dan Malaysia. Termasuk, dari organisasi internasional hadir Kepala Deputi WHO Indonesia, Momoe Takeuchi, Director Program Office US Agency for International Development, Monica Pons dan Representative UNFPA, Verania Andria.</p>



<p>Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN, Irma Ardina, mengungkapkan dipilihnya Banyuwangi sebagai tuan rumah karena sejumlah praktek baik program penguatan keluarga berkualitas yang ada di sana. Bahkan, di Banyuwangi juga telah berdiri ratusan Kampung KB.</p>



<p>&#8220;Kami berharap good practice di Banyuwangi ini akan menjadi contoh pengelolaan program kampung KB lainnya. Dan para delegasi negara ini bisa berbagi success story apa yang dilakukan negara mereka dengan praktek di Banyuwangi,&#8221; kata Irma, dalam sambutan acara pembukaan Ambassador Goes to Quality Family Village (Kampung KB) di Banyuwangi, Senin (13/05/2024) malam.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut dengan ramah kehadiran sejumlah delegasi tersebut. Sebab, hal ini akan membawa manfaat yang besar bagi Banyuwangi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Selamat datang di Banyuwangi. Kami sangat antusias ketika kami dipilih BKKBN menjadi tuan rumah kegiatan Ambassador Goes To Kampung KB pada tahun ini. Ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk sharing dan memperkaya program-progam kependudukan,&#8221; kata Bupati Banyuwangi.</p>



<p>Bupati Ipuk juga mengatakan, dunia saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan terkait demografi dan kependudukan di tengah kemajuan teknologi. Tidak terkecuali Banyuwangi.</p>



<p>Untuk itu, lanjut Bupati Ipuk, Banyuwangi melakukan sejumlah langkah menghadapi tantangan tersebut. Seperti di bidang kesehatan fokus pada kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan penyakit degeneratif yang kini jumlahnya semakin bertambah.</p>



<p>Pada pembangunan ekonomi, ujarnya, Pemkab Banyuwangi fokus pada ekonomi arus bawah dan membuka peluang seluas luasnya bagi generasi muda untuk mengembangkan potensinya. Juga dengan memfasilitasi UMKM naik kelas dan berbagai program inkubasi bagi anak muda lewat Jagoan Banyuwangi, yang berisi peningkatan skill bidang pertanian hingga digital.</p>



<p>&#8220;Dan atas bimbingan BKKBN, kami juga terus menguatkan program kebijakan Keluarga Berencana untuk menciptakan keluarga berkualitas. Yang tampak pada Program Kampung KB,&#8221; lanjut Bupati Ipuk.</p>



<p>Banyuwangi telah membentuk Kampung KB mulai tahun 2016 dan sekarang sudah memiliki 188 Kampung KB. &#8220;Bahkan salah satu desa, yaitu Desa Jambesari sudah terpilih sebagai Kampung KB percontohan kedua tingkat nasional di tahun 2019,&#8221; jelas Bupati Ipuk. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209370</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pilihan Berinvestasi di Kota Malang, The Sanata Village Suguhkan Hunian Bernuansa Bali</title>
		<link>https://memontum.com/pilihan-berinvestasi-di-kota-malang-the-sanata-village-suguhkan-hunian-bernuansa-bali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Nov 2023 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[berinvestasi]]></category>
		<category><![CDATA[bernuansa]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[sanata]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[village]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201340</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wilayah Kota Malang masih menjanjikan untuk berinvestasi di bidang properti. Banyak berdiri perumahan dengan menawarkan konsep beragam. Seperti halnya, Perumahan The Sanata Village, PT Yudhistira Alfian Sanjaya, yang berada di Kelurahan Cemoro Kandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Perumahan ini, mengambil konsep yang berbeda dari perumahanain, yaitu mengusung konsep komplek hunian bernuansa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Wilayah Kota Malang masih menjanjikan untuk berinvestasi di bidang properti. Banyak berdiri perumahan dengan menawarkan konsep beragam. Seperti halnya, Perumahan The Sanata Village, PT Yudhistira Alfian Sanjaya, yang berada di Kelurahan Cemoro Kandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.</p>



<p>Perumahan ini, mengambil konsep yang berbeda dari perumahanain, yaitu mengusung konsep komplek hunian bernuansa Pulau Bali. Pengembang menonjolkan ornamen-ornamen khas Bali, yang berkesan elegan dan artistik. &#8220;Awalnya kami konsep villa khas Bali. Ternyata, banyak direspon positif dan banyak user yang memang mencari hunian untuk tempat singgah,&#8221; kata Direktur Utama (Dirut) PT Yudhistira Alfian Sanjaya, Yudistira Ardi Irawan, Jumat (10/11/2023) tadi.</p>



<p>The Sanata Village sendiri, ujarnya, tengah dalam proses pengembangan di atas lahan seluas 3,5 hektare dengan memproyeksikan sebanyak 250 unit rumah. Semuanya bertipe dua lantai, baik yang ukuran paling kecil hingga ukuran yang paling besar.</p>



<p>Diuraikannya, ada empat tipe rumah yang ditawarkan di The Sanata Village. Yakni tipe Villa Shaka, dengan ukuran luas tanah 60 meter persegi dan luas bangunan 45 meter persegi. Kemudian ada tipe Villa Canggu, dengan luas tanah 72 meter persegi dan luas bangunan 60 meter persegi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selanjutnya, ada Villa Seminyak yang berukuran luas tanah 91 meter persegi dan luas bangunan 102 meter persegi. Serta tipe Villa Ubud, yang memiliki luas tanah 96 meter persegi dan luas bangunan 122 meter persegi. &#8220;Untuk unit yang paling rendah, kami mulai dengan harga Rp 400 juta. Dan yang premium kami ada unit yang harganya hingga Rp 2,5 miliar,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Yudhistira menambahkan, bahwa The Sanata Village menyasar semua kalangan. Baik kalangan pasangan muda yang membutuhkan hunian ataupun user-user yang berniat mencari huniam untuk berinvestasi.</p>



<p>&#8220;Jadi seiring berjalannya waktu, ternyata banyak user yang membutuhkan hunian untuk singgah sekalian investasi. Karena lokasi kami berada di dekat dengan exit tol Madyopuro, jadi ada beberapa user yang butuh untuk singgah sekaligus investasi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara untuk keamanan, akses The Sanata Village dikonsep menggunakan one gate system. Dengan ketersediaan petugas kemanan sebanyak 11 personel dan bertugas selama 24 jam non stop. &#8220;Ada Fasum mulai Taman Soka, Jogging Track, Cafe Jimbaran, tempat beribadah juga nantinya ada klinik kesehatan,&#8221; imbuhnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201340</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terima Kunker Pemkot Bengkulu, Bupati Malang Paparkan Program One Village One Product One Destination</title>
		<link>https://memontum.com/terima-kunker-pemkot-bengkulu-bupati-malang-paparkan-program-one-village-one-product-one-destination</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jul 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[destination]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kunker]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[paparkan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[product]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<category><![CDATA[village]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193195</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menerima Kunjungan Kerja Wakil Wali (Wawali) Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, Rabu (12/07/2023) siang. Dalam kunjungannya itu, Wawali Kota Bengkulu didampingi oleh istri, Dian Fitriani Wahyudi dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bengkulu. Acara yang bertempat di Pringgitan Pendopo Kabupaten Malang, turut dihadiri jajaran Pemkab Malang antara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menerima Kunjungan Kerja Wakil Wali (Wawali) Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, Rabu (12/07/2023) siang. Dalam kunjungannya itu, Wawali Kota Bengkulu didampingi oleh istri, Dian Fitriani Wahyudi dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bengkulu.</p>



<p>Acara yang bertempat di Pringgitan Pendopo Kabupaten Malang, turut dihadiri jajaran Pemkab Malang antara lain Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah Sanusi, Ketua 1 TP PKK Kabupaten Malang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malang dan juga beberapa jajaran Kepala OPD Kabupaten Malang. Dalam kesempatan itu, Bupati Malang mengawalinya dengan memaparkan serta memberikan tayangan selayang pandang tentang Kabupaten Malang.</p>



<p>Dijelas Bupati Sanusi, bahwa Kabupaten Malang adalah salah satu kabupaten di Indonesia, yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Merupakan kabupaten kedua terluas wilayahnya setelah Kabupaten Banyuwangi atau dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. Hal ini, didukung dengan luas wilayah mencapai 3.534,86 kilometer persegi.</p>



<p>Bupati Malang menambahkan, hal ini menjadi suatu kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi Pemkab Malang, untuk dapat menerima kunjungan dari Wakil Wali Kota Bengkulu. Selain sebagai wadah untuk saling bertukar ilmu, pengalaman dan wawasan, Bupati Sanusi berharap agar kegiatan ini dapat menjadi jembatan untuk mempererat jalinan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Kota Bengkulu ke depannya.</p>



<p>Pada kesempatan itu, Bupati Malang juga menjelaskan tentang salah satu program Kabupaten Malang yakni One Village One Product One Destination. Diterangkan, bahwa program tersebut bertujuan untuk mengangkat potensi desa di Kabupaten Malang sebagai destinasi wisata.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Yang berkaitan dengan sektor pariwisata, juga tidak lepas dari pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Malang. Pembangunan sarana dan prasarana yang baik akan mendukung peningkatan daya saing daerah, termasuk sektor pariwisata,&#8221; tambah Bupati Malang.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Malang terus mendorong agar keberadaan potensi pariwisata yang telah mendunia tersebut juga memberikan dampak yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malang. Diantaranya, melalui keberadaan desa-desa wisata yang mengangkat potensi daerah dengan menonjolkan kearifan lokal di wilayah masing-masing. Dalam pengelolaannya, keberadaan desa-desa wisata tersebut mayoritas didukung dengan adanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).</p>



<p>Dengan begitu, paparnya, roda perekonomian pastinya turut meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat. Melalui keberadaan desa wisata ini pula, diharapkan juga akan meningkatkan kemandirian dan keswasembadaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan masing-masing.</p>



<p>Oleh karena fokus kunjungan kerja ini lebih banyak mengarah pada implementasi, maka untuk mendapatkan informasi yang lebih mendetail. &#8220;Mari kita lanjutkan dengan sesi searing melalui dialog langsung dengan pejabat yang menangani,&#8221; ujar Bupati Malang.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengatakan bahwa tujuan kedatangannya ingin bersilaturahmi dan mempererat persaudaraan serta menjajaki kemungkinan terjadinya kerja sama kedua pemerintah daerah. &#8220;Kami ingin mengetahui program-program apa saja yang ada di Kabupaten Malang, yang dapat dibawa ke Kota Bengkulu. Dengan harapan, keduanya sama-sama dapat meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Wawali Kota Bengkulu.</p>



<p>Rombongan Wakil Wali Kota Bengkulu kemudian mengunjungi Galery Dekranasda Kabupaten Malang. Saat ini, ada dua Galeri Dekranasda yang beroperasi di kawasan Pendopo Pemkab Malang. Namun, keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Diantaranya galeri yang menyediakan aneka produk makanan dan minuman. Kemudian galeri yang menyediakan aneka kerajinan terutama kerajinan Batik Kabupaten Malang. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193195</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
