<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>volume &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/volume/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 May 2026 10:55:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>volume &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Program MBG Tambah Volume Sampah, DLH Kota Malang Rencanakan Gandeng Transporter Swasta</title>
		<link>https://memontum.com/program-mbg-tambah-volume-sampah-dlh-kota-malang-rencanakan-gandeng-transporter-swasta</link>
					<comments>https://memontum.com/program-mbg-tambah-volume-sampah-dlh-kota-malang-rencanakan-gandeng-transporter-swasta#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[swasta]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<category><![CDATA[transporter]]></category>
		<category><![CDATA[volume]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232142</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak terhadap peningkatan sampah di Kota Malang. Karenanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, kini menyiapkan langkah antisipasi agar tambahan sampah tersebut tidak membebani sistem pengelolaan yang sudah berjalan. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menyampaikan bahwa selain sampah rumah tangga, saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak terhadap peningkatan sampah di Kota Malang. Karenanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, kini menyiapkan langkah antisipasi agar tambahan sampah tersebut tidak membebani sistem pengelolaan yang sudah berjalan.</p>



<p>Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menyampaikan bahwa selain sampah rumah tangga, saat ini terdapat pula sampah dari dapur MBG yang terus bertambah. Apalagi, jumlah titik pelaksanaan program tersebut saat ini terus bertambah.</p>



<p>“Dengan bertambahnya program MBG tentu menambah volume sampah. Karena itu kami sedang menyiapkan pola penanganannya supaya tidak menambah beban DLH,” ujar Raymond, Sabtu (02/04/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, dalam pengelolaan sampah MBG ini bisa dengan mendorong keterlibatan transporter atau pengelola sampah swasta. Dengan menangani sampah sejak dari sumbernya. “Ke depan kami arahkan kerja sama dengan transporter swasta. Jadi sampah dari MBG bisa langsung diambil pengelola swasta sehingga tidak semuanya masuk ke sistem sampah kota,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk saat ini DLH Kota Malang masih melakukan pendataan terkait volume sampah yang dihasilkan program MBG. Pasalnya, jumlah lokasi MBG di Kota Malang terus bertambah.</p>



<p>“Secara tonase belum bisa kami hitung karena jumlah MBG masih berkembang. Saat ini kurang lebih ada sekitar 50 lokasi MBG,” tuturnya.</p>



<p>Dalam hal ini, menurutnya DLH Kota Malang berencana menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi khusus bagi pengelola MBG guna memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan lebih tertata.</p>



<p>Terlebih, berbagai inovasi pengelolaan sampah terus disiapkan, termasuk rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), fasilitas pengolahan LSDP, serta inovasi pengurangan sampah lainnya. Langkah tersebut sejalan dengan target nasional menuju konsep zero waste sebagaimana arahan pemerintah pusat.</p>



<p>“Dengan berbagai inovasi ini, harapannya pengelolaan sampah Kota Malang bisa menuju zero waste,” imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/program-mbg-tambah-volume-sampah-dlh-kota-malang-rencanakan-gandeng-transporter-swasta/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232142</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Nataru, Volume Kendaraan di Kayutangan Heritage Naik 25 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/libur-nataru-volume-kendaraan-di-kayutangan-heritage-naik-25-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[volume]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229047</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kepadatan volume kendaraan di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, atau kawasan Kayutangan Heritage, mengalami lonjakan selama libur Nataru. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memperkirakan, peningkatan itu terjadi sekitar 25 persen dari hari biasanya. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa kepadatan mulai terlihat sejak Jumat (26/12/2025) kemarin, terutama pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kepadatan volume kendaraan di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, atau kawasan Kayutangan Heritage, mengalami lonjakan selama libur Nataru. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memperkirakan, peningkatan itu terjadi sekitar 25 persen dari hari biasanya.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa kepadatan mulai terlihat sejak Jumat (26/12/2025) kemarin, terutama pada sore hingga malam hari. Berdasarkan hasil pemantauan melalui CCTV dan pengamatan langsung di lapangan, peningkatan volume kendaraan terjadi mulai pukul 16.00 WIB.</p>



<p>“Dari hasil monitoring kami, baik lewat CCTV maupun di lapangan, memang ada peningkatan volume kendaraan mulai jam empat sore. Di kawasan Kayutangan itu kenaikannya sekitar 25 persen dibanding hari biasa,” ujar Jaya-sapaannya, Sabtu (27/12/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa kepadatan tidak terjadi di sepanjang ruas Jalan Basuki Rahmat saja, melainkan di sejumlah titik tertentu. Beberapa titik rawan kepadatan berada di sekitar Kayutangan Siganage hingga area kafe dan pertunjukan musik, termasuk di sekitar Jalan Semeru arah barat hingga kawasan Oleh-oleh Pia Mangkok.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kepadatan itu spot-spot saja, bukan dari ujung Mojopahit sampai Semeru. Biasanya dari sekitar Gereja Kayutangan sampai area yang banyak aktivitas musik dan kafe,” tambahnya.</p>



<p>Menurutnya, kepadatan dipicu oleh meningkatnya aktivitas wisatawan serta kendaraan yang keluar-masuk area parkir. Proses mencari parkir dan kendaraan yang keluar dari kantong parkir turut menyebabkan perlambatan arus lalu lintas.</p>



<p>“Ketika ada kendaraan roda empat keluar parkir, itu terjadi penundaan arus. Ditambah lagi penyeberang jalan yang cukup padat,” ungkapnya.</p>



<p>Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub Kota Malang telah menempatkan personel di sejumlah titik rawan. Hingga saat ini, menurutnya juga belum diterapkan rekayasa lalu lintas khusus di kawasan tersebut.</p>



<p>“Belum ada rekayasa lalu lintas. Tapi kami perkirakan kepadatan masih akan terjadi, terutama di jam yang sama pada hari-hari libur berikutnya,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229047</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Volume Sampah Kota Malang Alami Kenaikkan 5 hingga 10 Ton Perhari selama Gelaran Porprov</title>
		<link>https://memontum.com/volume-sampah-kota-malang-alami-kenaikkan-5-hingga-10-ton-perhari-selama-gelaran-porprov</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2025 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perhari]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<category><![CDATA[volume]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223637</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat adanya peningkatan volume sampah selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Meski tidak signifikan, namun kenaikan sampah perhari mencapai 5 hingga 10 ton. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Malang, Roni Kuncoro, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut terjadi secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat adanya peningkatan volume sampah selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Meski tidak signifikan, namun kenaikan sampah perhari mencapai 5 hingga 10 ton.</p>



<p>Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Malang, Roni Kuncoro, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut terjadi secara harian. Terutama di titik-titik penyelenggaraan pertandingan.</p>



<p>&#8220;Laporan sementara memang tidak ada lonjakan yang signifikan, tapi tetap ada kenaikan antara 5 sampai 10 ton per hari,” jelas Roni, Jumat (04/07/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, sebagian besar peningkatan sampah terjadi di area venue utama pelaksanaan Porprov. Beberapa titik dengan volume sampah terbanyak, sepert di Stadion Gajayana, GOR Ken Arok dan Islamic Center.</p>



<p>“Dominasi sampahnya adalah anorganik dan sisa makanan. Memang paling banyak ditemukan di venue pertandingan,” tambahnya.</p>



<p>Untuk menjaga kebersihan selama pelaksanaan Porprov, DLH Kota Malang juga telah mengerahkan personel kebersihan di berbagai titik. Sebanyak 15 petugas ditugaskan di Stadion Gajayana, 10 petugas di GOR Ken Arok, 7 di Islamic Center, 6 di Lapangan Amprong dan 5 petugas di GOR Bimasakti.</p>



<p>&#8220;Penambahan personel ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan sampah tetap optimal dan tidak mengganggu kenyamanan peserta maupun pengunjung selama ajang olahraga tersebut berlangsung,&#8221; tuturnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223637</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DLH Kota Malang Catat Volume Sampah Malam Tahun Baru Capai Ratusan Ribu Ton</title>
		<link>https://memontum.com/dlh-kota-malang-catat-volume-sampah-malam-tahun-baru-capai-ratusan-ribu-ton</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jan 2025 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[volume]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218067</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Volume sampah yang dihasilkan selama malam perayaan malam tahun baru hingga awal tahun 2025 di Kota Malang, tercatat mencapai 904.420 ton. Angka tersebut, menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan volume sampah yang lebih kecil. Kepala Bidang (Kabid) Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Roni Kuncoro, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Volume sampah yang dihasilkan selama malam perayaan malam tahun baru hingga awal tahun 2025 di Kota Malang, tercatat mencapai 904.420 ton. Angka tersebut, menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan volume sampah yang lebih kecil.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Roni Kuncoro, menyampaikan bahwa sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada 31 Desember 2024 mencapai 606.700 ton. Sedangkan, pada 1 Januari 2025, jumlahnya turun menjadi 297.720 ton.</p>



<p>&#8220;Penambahan volume sampah tahun ini hanya sekitar 60 ton, lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 80 ton,&#8221; ujar Roni, Kamis (02/01/2025) tadi.</p>



<p>Untuk menangani sampah selama momen pergantian tahun, DLH Kota Malang mengerahkan 40 petugas kebersihan. Dimana mereka bekerja di sejumlah titik strategis, seperti Balai Kota Malang, kawasan Kayutangan dan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Penurunan volume sampah ini mungkin dipengaruhi oleh kondisi hujan saat malam tahun baru. Aktivitas warga di luar rumah tidak terlalu banyak, sehingga jumlah sampah yang dihasilkan juga lebih sedikit,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara, untuk per harinya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengangkut sebanyak 514 ton sampah. Sampah tersebut selain dari rumah tangga, juga banyak disumbang dari mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kota Malang.</p>



<p>“Sampah rumah tangga atau organik mendominasi. Prosentase sekitar 68 hingga 70 persen,” imbuhnya.</p>



<p>Di akhir, Roni juga terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama selama momen-momen perayaan besar. Selain itu, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan demi menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218067</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Volume Kendaraan Tinggi, Pemkot Malang Lakukan Evaluasi Kawasan Tertib Lalu Lintas</title>
		<link>https://memontum.com/volume-kendaraan-tinggi-pemkot-malang-lakukan-evaluasi-kawasan-tertib-lalu-lintas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Feb 2024 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Tertib]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[volume]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206622</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, melakukan evaluasi di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), khususnya di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Ini dilakukan, karena seiring sangat banyaknya kendaraan yang masuk ke Kota Malang. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa dalam evaluasi KTL tersebut tentu harus ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, melakukan evaluasi di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), khususnya di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Ini dilakukan, karena seiring sangat banyaknya kendaraan yang masuk ke Kota Malang.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa dalam evaluasi KTL tersebut tentu harus ada kajian yang dilakukan. Termasuk, juga dibutuhkan koordinasi dan sinergi bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.</p>



<p>“Maka saya minta kepada Pak Kadishub dan Pak Kadis PUPRPKP sebagai pengguna lahan, itu perlu ada tata ruang dan tata lahan. Tentunya, itu juga ada kaitannya untuk penyelesaian dalam jangka waktu menengah dan panjang. Apalagi, KTL selama ini juga telah banyak perubahan, sehingga perlu adanya kajian yang dilakukan,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Jumat (23/02/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Beberapa lokasi kawasan yang dinyatakan sebagai KTL, lanjutnya, diantaranya seperti Kawasan Jalan Besar Ijen, Kawasan Jalan Kawi, Kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, Kawasan Jalan Merdeka Timur dan Utara. Kemudian, Kawasan Jalan Basuki Rahmat, Kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kawasan Jalan Letnan Jenderal Sutoyo, Kawasan Kalan Letnan Jenderal S. Parman dan Kawasan Jalan Ahmad Yani (Simpang Borobudur).</p>



<p>“Di Kayutangan Heritage dari arah Surabaya, kalau belok ke Jalan Semeru, kemudian dari Semeru ke Jalan Ijen itu selalu ada kemacetan. Makanya, itu harus ada solusi. Mudah-mudahan nanti segera ada solusi yang sifatnya sementara,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa evaluasi KTL itu dilakukan karena melihat kawasan-kawasan itu sudah tidak sesuai dengan tata ruang. Terlebih, juga tidak mampu menampung kendaraan-kendaraan yang semakin membludak.</p>



<p>“Karena suatu konsekuensi kalau kita sudah menetapkan KTL kita harus memenuhi semua persyaratannya. Marka, rambu itu harus dipenuhi semuanya. Kalau sudah tidak ada ya maka harus kita ubah, terutama untuk kebutuhan. Sehingga, harus kita review,” tutur Jaya-sapaannya.</p>



<p>Berdasarkan data yang ada, menurut Jaya, jumlah kendaraan yang keluar dan masuk Kota Malang di tahun 2022 lalu, untuk roda dua sekitar 460 ribu kendaraan. Sedangkan untuk roda empat, yakni 340 ribu kendaraan. Dengan jumlah tersebut, maka untuk kawasan-kawasan yang ada di Kota Malang sudah tidak mampu lagi menampung.</p>



<p>“Idealnya berapa, tetapi yang jelas sudah tidak mampu lagi. Itu yang tercatat dan belum lagi pengiriman-pengiriman roda dua dari berbagai daerah yang melalui cargo. Sebetulnya, untuk saat ini jumlah kendaraan itu dapat termonitor melalui ETLE yang ada di Kawasan Blimbing, tapi sementara ini kami belum merekap,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206622</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
