<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>vulkanik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/vulkanik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Dec 2025 12:50:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>vulkanik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Original Qohwah, Kopi Liberika Lumajang dari Tanah Vulkanik Semeru dan Lemongan</title>
		<link>https://memontum.com/original-qohwah-kopi-liberika-lumajang-dari-tanah-vulkanik-semeru-dan-lemongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 08:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized @id]]></category>
		<category><![CDATA[lemongan]]></category>
		<category><![CDATA[liberika]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[original]]></category>
		<category><![CDATA[qohwah,]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[vulkanik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229102</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Udara dingin pegunungan Lumajang kerap membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang jatuh perlahan. Diantara lanskap hijau yang membentang dari kaki Gunung Semeru hingga lereng Gunung Lemongan, tumbuh tanaman kopi yang tidak banyak dikenal, namun menyimpan karakter kuat. Dari tanah vulkanik inilah, lahir Original Qohwah, yang membawa kopi liberika Lumajang dengan jati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Udara dingin pegunungan Lumajang kerap membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang jatuh perlahan. Diantara lanskap hijau yang membentang dari kaki Gunung Semeru hingga lereng Gunung Lemongan, tumbuh tanaman kopi yang tidak banyak dikenal, namun menyimpan karakter kuat. Dari tanah vulkanik inilah, lahir Original Qohwah, yang membawa kopi liberika Lumajang dengan jati diri yang jujur dan apa adanya.</p>



<p>Di tengah dominasi Kopi Arabika dan Robusta yang telah lama menguasai pasar, kopi liberika hadir sebagai anomali. Kopi ini, tidak hanya menawarkan rasa yang mudah diterima semua orang. Justru dari sanalah, daya tariknya.</p>



<p>Original Qohwah datang sebagai kopi hitam murni, tanpa kompromi, tanpa campuran dan tanpa keinginan untuk menyesuaikan diri dengan selera pasar massal. Saat diseduh, aroma nangka matang langsung menyeruak. Wangi yang tidak lazim bagi sebagian penikmat kopi itu segera diikuti nuansa earthy, woody dan sentuhan herbal yang tegas.</p>



<p>Rasanya tidak lembut, tidak pula manis. Kopi ini hadir dengan karakter liar yang seolah mengajak penikmatnya berdialog lebih dalam.</p>



<p>Kopi liberika memang dikenal memiliki kepribadian kuat. Keasamannya rendah, body-nya tebal dan aftertaste-nya panjang dengan kesan kayu terbakar.</p>



<p>Karakter inilah yang membuatnya kerap dianggap &#8216;keras&#8217; dan sulit diterima. Namun, bagi mereka yang menyukai kopi hitam tanpa kompromi, liberika justru menghadirkan kejujuran rasa yang jarang ditemui.</p>



<p>Di balik Original Qohwah, ada sosok peracik handal yaitu Abdul Rohman, warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian. Di usia 45 tahun, dirinya memilih jalur sunyi yang tidak banyak dipilih pelaku usaha kopi. Saat banyak orang mengejar varietas populer demi pasar yang lebih luas, dirinya justru memusatkan perhatiannya pada kopi liberika yang selama ini terpinggirkan.</p>



<p>Baginya, liberika bukan kopi kelas dua. Namun, kopi ini adalah kelas kopi yang belum banyak dipahami. “Liberika punya karakter yang tidak dimiliki kopi lain. Rasanya tegas, aromanya kuat, dan jujur apa adanya,” kata Abdul Rohman, Senin (29/12/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya secara khusus memilih biji kopi dari lereng Gunung Semeru dan Gunung Lemongan. Dua gunung berapi aktif dan purba itu, menurutnya, menjadi fondasi penting rasa Original Qohwah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tanah vulkanik yang kaya mineral, sisa-sisa abu letusan dan iklim sejuk pegunungan menciptakan kondisi ideal bagi tumbuhnya kopi dengan karakter kuat. Setiap panen adalah hasil kesabaran panjang. Abdul bekerja sama dengan petani lokal yang masih setia merawat tanaman kopi liberika. Tidak ada proses instan. Dari pemetikan buah merah, penjemuran, hingga sangrai, semua dilakukan dengan penuh kehati-hatian.</p>



<p>Bagi Abdul, kopi bukan sekadar komoditas ekonomi. Kopi adalah cerita tentang hubungan manusia dengan alam. Karena itu, Original Qohwah dijaga kemurniannya. Tidak ada tambahan perisa, tidak ada pencampuran dengan varietas lain, dan tidak ada jalan pintas untuk mempercepat produksi.</p>



<p>“Kopi ini kami jaga keasliannya. Prosesnya pelan-pelan, supaya karakter rasa alaminya tetap keluar. Kalau salah perlakuan, identitas kopinya bisa hilang,” ujarnya.</p>



<p>Keterbatasan produksi justru menjadi kekuatan tersendiri. Kopi liberika tidak dihasilkan dalam jumlah besar. Banyak petani bahkan memilih menyimpannya untuk konsumsi sendiri. Kelangkaan ini membuat Original Qohwah tidak diproduksi massal, tetapi dirawat sebagai produk bernilai.</p>



<p>Perjalanan Original Qohwah menuju pasar juga tidak instan. Kopi ini tumbuh perlahan, dari mulut ke mulut, dari satu penikmat kopi ke penikmat lainnya. Mereka yang mencari sensasi baru, pengalaman rasa berbeda, mulai melirik kopi liberika Lumajang ini.</p>



<p>Bagi para penikmat kopi kelas menengah ke atas, Original Qohwah bukan sekadar minuman. Kopi ini adalah cerita tentang tanah, tentang lereng gunung, tentang keberanian untuk berbeda, dan tentang kesetiaan pada karakter asli.</p>



<p>Kini, Original Qohwah dipasarkan dalam kemasan 200 gram hingga 500 gram. Harganya mungkin tidak murah, tetapi sepadan dengan proses panjang dan konsistensi yang dijaga sejak awal. Setiap kemasan membawa aroma tanah vulkanik dan kerja keras para petani di baliknya.</p>



<p>Di tengah arus globalisasi rasa dan selera instan, Original Qohwah memilih berdiri tegak dengan identitasnya sendiri. Kopi ini tidak berusaha menjadi kopi yang disukai semua orang. Kopi ini cukup menjadi kopi yang jujur pada asal-usulnya.</p>



<p>Dari lereng Gunung Semeru dan Gunung Lemongan, secangkir Original Qohwah menjadi simbol bahwa kekayaan lokal Lumajang tidak selalu harus berteriak keras untuk dikenal. Ia cukup dirawat dengan keyakinan, konsistensi, dan kesabaran.</p>



<p>Kisah Original Qohwah adalah kisah tentang kopi liberika yang liar, tentang tanah vulkanik yang memberi kehidupan, dan tentang manusia yang memilih setia pada jati dirinya. Di setiap tegukan, tersimpan pesan bahwa karakter kuat tidak selalu lahir untuk menyenangkan semua orang, tetapi untuk diingat oleh mereka yang benar-benar memahami. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229102</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Vulkanik Menurun, Status Gunung Semeru Turun Level III</title>
		<link>https://memontum.com/aktivitas-vulkanik-menurun-status-gunung-semeru-turun-level-iii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Menurun]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<category><![CDATA[vulkanik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228265</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Status Gunung Semeru dari Level IV (Awas) kini turun menjadi Level III (Siaga) mulai Sabtu (29/11/2025) pukul 09.00. Penurunan status ini, setelah Badan Geologi Kementerian ESDM menyimpulkan adanya penurunan signifikan pada aktivitas vulkanik. Penurunan status ini, kontan membawa angin optimisme bagi warga Lumajang, sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Status Gunung Semeru dari Level IV (Awas) kini turun menjadi Level III (Siaga) mulai Sabtu (29/11/2025) pukul 09.00. Penurunan status ini, setelah Badan Geologi Kementerian ESDM menyimpulkan adanya penurunan signifikan pada aktivitas vulkanik.</p>



<p>Penurunan status ini, kontan membawa angin optimisme bagi warga Lumajang, sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika alam. Penurunan status ini, didasarkan pada evaluasi komprehensif terhadap data visual, kegempaan, deformasi dan pemantauan instrumen lainnya. Di mana, kini aktivitas Semeru menunjukkan kecenderungan stabil dan melemah.</p>



<p>Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa tanda-tanda suplai magma baru dari kedalaman tidak terdeteksi. “Aktivitas Semeru saat ini masih berupa letusan kecil hingga menengah, guguran lava, serta pelepasan gas dangkal. Data kegempaan juga menunjukkan tidak ada peningkatan tekanan magmatik,” katanya, Sabtu (29/11/2025) tadi.</p>



<p>Data dari pemantauan seismik, memperlihatkan rendahnya aktivitas vulkanik dalam. Variasi kecepatan seismik (dv/v) yang sebelumnya turun sebelum erupsi kini kembali stabil, sementara data tiltmeter dan GPS tidak menunjukkan pola pergerakan magma baru. Kondisi ini, mengindikasikan fase relaksasi sistem vulkanik, yang menjadi dasar ilmiah penurunan tingkat aktivitas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski begitu, penurunan status bukan berarti Semeru sepenuhnya aman. Potensi awan panas guguran dan lahar masih menjadi perhatian utama, terutama memasuki puncak musim hujan. Material erupsi yang menumpuk di aliran sungai dapat terbawa arus sewaktu-waktu saat terjadi hujan deras.</p>



<p>Badan Geologi dan Pemerintah Kabupaten Lumajang, mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi rekomendasi zona bahaya, antara lain menghindari seluruh area tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.Tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan yang berpotensi terdampak hingga 17 kilometer. Menjauhi radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko karena risiko lontaran batu pijar.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan seluruh elemen kesiapsiagaan tetap aktif. BPBD, TNI, Polri, relawan, serta jejaring komunitas kebencanaan terus memantau situasi, memperkuat jalur evakuasi dan memastikan sistem peringatan dini berfungsi optimal. Pos pengamatan pun tetap siaga memantau perkembangan visual gunung setiap saat.</p>



<p>Penurunan status Semeru ini, diharapkan memberikan ketenangan bagi warga, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa mitigasi dan literasi kebencanaan adalah bagian penting dari kesiapan masyarakat di wilayah rawan bencana. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat dan relawan, upaya menjaga keselamatan warga dapat berjalan lebih cepat, terarah dan mencerahkan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228265</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Turun, Bupati Lumajang Minta Warga Tetap Waspada</title>
		<link>https://memontum.com/aktivitas-vulkanik-gunung-semeru-turun-bupati-lumajang-minta-warga-tetap-waspada</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[turun]]></category>
		<category><![CDATA[vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228005</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memastikan bahwa Gunung Semeru tidak lagi mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) pada Jumat (21/11/2025) tadi. Perkembangan ini, tentunya ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Lumajang, setelah Gunung Semeru menunjukkan penurunan aktivitas vulkanik. Termasuk, perkembangan positif yang menenangkan warga setelah beberapa hari terakhir status gunung meningkat. “Alhamdulillah, perhari ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memastikan bahwa Gunung Semeru tidak lagi mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) pada Jumat (21/11/2025) tadi. Perkembangan ini, tentunya ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Lumajang, setelah Gunung Semeru menunjukkan penurunan aktivitas vulkanik. Termasuk, perkembangan positif yang menenangkan warga setelah beberapa hari terakhir status gunung meningkat.</p>



<p>“Alhamdulillah, perhari ini Semeru sudah lebih tenang. Tidak lagi mengeluarkan APG. Jika ada letupan, sifatnya kecil dan wajar,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p>Meski demikian, tambahnya, pemerintah tetap menekankan kewaspadaan. Status Semeru belum diturunkan secara resmi oleh otoritas vulkanologi, sehingga masyarakat di radius 15-20 kilometer dari puncak Semeru diminta tetap waspada.</p>



<p>“Waspada itu penting, tapi tidak perlu panik. Kami memastikan seluruh langkah pengamanan terus berjalan,” tambah Bunda Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pemkab Lumajang, bersama TNI, Polri dan relawan, terus melakukan pemantauan 24 jam penuh. Sistem peringatan dini diperkuat, jalur evakuasi disiagakan dan posko pantau gunung tetap aktif untuk memastikan respons cepat jika kondisi berubah.</p>



<p>“Kami hadir di garda depan untuk memastikan masyarakat aman. Keamanan warga adalah prioritas utama kami,” tegas Bunda Indah.</p>



<p>Berita menenangkan ini, diperkuat oleh ketenangan masyarakat dan kedisiplinan mereka dalam mengikuti arahan petugas. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama menjaga keselamatan dan ketertiban di wilayah terdampak.</p>



<p>Dengan Semeru yang mulai mereda, pengawasan yang diperketat dan masyarakat yang patuh, Pemkab Lumajang optimistis bahwa situasi akan kembali normal secara bertahap. “Kami akan terus berada di samping masyarakat, memastikan keselamatan dan ketenangan, sambil tetap memantau kondisi Semeru dengan cermat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Semeru yang mulai tenang bukan hanya membawa ketenangan fisik, tetapi juga semangat baru bagi warga Lumajang. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan, disiplin dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci dalam menghadapi tantangan alam. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228005</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Vulkanik Gunung Semeru Masih Aktif, Terjadi 25 Gempa Letusan dan 32 Gempa Guguran</title>
		<link>https://memontum.com/vulkanik-gunung-semeru-masih-aktif-terjadi-25-gempa-letusan-dan-32-gempa-guguran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktif]]></category>
		<category><![CDATA[guguran]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[letusan]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[terjadi]]></category>
		<category><![CDATA[vulkanik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227904</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas aktif yang intens dalam pengamatan Kamis (20/11/2025) pukul 00.00–06.00 WIB. Meski puncak gunung tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati, pusat pemantauan melaporkan aktivitas seismik yang signifikan berupa 25 gempa letusan dan 32 gempa guguran. Kondisi tersebut membuat status Semeru tetap berada pada Level IV [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas aktif yang intens dalam pengamatan Kamis (20/11/2025) pukul 00.00–06.00 WIB. Meski puncak gunung tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati, pusat pemantauan melaporkan aktivitas seismik yang signifikan berupa 25 gempa letusan dan 32 gempa guguran. Kondisi tersebut membuat status Semeru tetap berada pada Level IV (Awas).</p>



<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Tim Penanggulangan Bencana kini berada dalam posisi siaga maksimal untuk memastikan keselamatan masyarakat. “Kami sudah mengaktifkan seluruh unit Tim Penanggulangan Bencana, mulai dari TRC, tim evakuasi, logistik, hingga dukungan kesehatan. Semua bergerak terkoordinasi mengikuti rekomendasi PVMBG,” ujarnya, Kamis (20/11/2025) tadi.</p>



<p>Tim Penanggulangan Bencana tersebar di beberapa titik rawan, terutama di wilayah yang berhadapan langsung dengan potensi awan panas, lahar dan guguran material di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Tim bertugas untuk memastikan jalur evakuasi tetap aman, pos pengungsian siap digunakan, serta alat komunikasi darurat dalam kondisi aktif.</p>



<p>Yudhi juga menekankan, bahwa kepatuhan warga terhadap rekomendasi PVMBG merupakan langkah paling menentukan dalam mitigasi keselamatan. Rekomendasi tersebut, antara lain larangan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak, serta larangan berada dalam radius 8 km dari kawah.</p>



<p>“Tim di lapangan terus mengingatkan warga. Kami mohon semua pihak menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter karena potensi lahar bisa muncul tiba-tiba, terutama saat hujan di hulu,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tim Penanggulangan Bencana juga memperkuat edukasi publik melalui berbagai kanal resmi. Upaya ini dilakukan untuk menekan penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.</p>



<p>“Dalam situasi seperti ini, informasi resmi adalah benteng pertama keselamatan. Kami mengimbau warga tidak menyebarkan kabar tanpa sumber jelas,” tambah Yudhi.</p>



<p>Di sisi lain, pemerintah memastikan dukungan logistik, mobilitas relawan, hingga suplai kebutuhan dasar tetap tersedia di seluruh titik yang berpotensi menerima pengungsian. Kesiapsiagaan ini bertujuan memberi rasa aman, sekaligus menunjukkan bahwa mitigasi Semeru dilakukan secara terukur dan terencana.</p>



<p>“Kami ada di lapangan, kami bekerja untuk masyarakat. Selama warga mematuhi rekomendasi dan mengikuti arahan Tim Penanggulangan Bencana, keselamatan bisa kita jaga bersama,” tegasnya.</p>



<p>Melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah, PVMBG, relawan dan masyarakat, upaya perlindungan warga di lereng Semeru diharapkan berjalan optimal. Semeru memang aktif, namun dengan kedisiplinan dan kebersamaan, risiko dapat ditekan dan keamanan tetap terjaga. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227904</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Semburan Abu Vulkanik Gunung Semeru Capai 2 Ribu Meter</title>
		<link>https://memontum.com/semburan-abu-vulkanik-gunung-semeru-capai-2-ribu-meter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[semburan]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[vulkanik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227876</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Gunung Semeru Lumajang kembali keluarkan awan panas guguran (APG), Rabu (19/11/2025) tadi. Selain statusnya kini sudah berada di Level IV (Awas), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), menyebut bahwa tinggi kolom letusan Gunung Semeru kali ini teramati mencapai 2 ribu meter di atas puncak, atau sekitar 5.676 meter di atas permukaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Gunung Semeru Lumajang kembali keluarkan awan panas guguran (APG), Rabu (19/11/2025) tadi. Selain statusnya kini sudah berada di Level IV (Awas), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), menyebut bahwa tinggi kolom letusan Gunung Semeru kali ini teramati mencapai 2 ribu meter di atas puncak, atau sekitar 5.676 meter di atas permukaan laut.</p>



<p>Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menghimbau warga dan wisatawan yang berada di sekitar Gunung Semeru, untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 kilometer dari pusat erupsi. &#8220;Di luar jarak tersebut, masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya mengimbau warga, agar tidak beraktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). &#8220;Waspada potensi awan panas, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar,dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&#8221; imbaunya.</p>



<p>Sebelumnya, saat berada di Level III (Siaga) pukul 16.00, awan panas guguran Gunung Semeru terpantau sejauh 17 kilometer hingga area Gladak Perak. Masyarakat diminta tetap tenang, tidak mendekati kawasan rawan, dan memahami informasi resmi yang disampaikan oleh BPBD. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227876</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Vulkanik Menurun, Wisata Alam Kawah Ijen Kembali Dibuka</title>
		<link>https://memontum.com/aktivitas-vulkanik-menurun-wisata-alam-kawah-ijen-kembali-dibuka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Menurun]]></category>
		<category><![CDATA[vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213924</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen Banyuwangi, mulai dibuka kembali, Minggu (08/09/2024) tadi. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur membuka kunjungan taman wisata tersebut, setelah aktivitas vulkanik menurun dan status Gunung Ijen turun dari Level II ke Level I. Sebelumnya, objek wisata alam Kawah Ijen yang terletak diantara Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen Banyuwangi, mulai dibuka kembali, Minggu (08/09/2024) tadi. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur membuka kunjungan taman wisata tersebut, setelah aktivitas vulkanik menurun dan status Gunung Ijen turun dari Level II ke Level I.</p>



<p>Sebelumnya, objek wisata alam Kawah Ijen yang terletak diantara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, itu ditutup bagi pengunjung pada pertengahan Juli 2024. Itu dikarenakan, terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.</p>



<p>Kepala Resort Taman Wisata Alam Kawah Ijen (KSDA), Sigit Hari Wibowo, mengatakan bahwa Kunjungan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, dibuka kembali. &#8220;Sesuai surat edaran BBKSDA Jawa Timur, kunjungan wisata di TWA Kawah Ijen dibuka kembali mulai Minggu besok,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2.386 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu dibuka kembali dalam rangka meningkatkan edukasi dan multiplayer efek bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan TWA Kawah Ijen. &#8220;Terhitung 8 September 2024 dibuka untuk kegiatan wisata alam, pendakian dan penelitian untuk umum,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dengan dibukanya kembali wisata alam Kawah Ijen tetap mengikuti ketentuan standar operasional atau SOP bagi pengunjung dengan mempersiapkan peralatan keamanan pendakian dasar. &#8220;Seperti senter dan khususnya masker harus disiapkan bagi pengunjung serta peralatan pendakian lainnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ditambahkan, bahwa hasil asesmen dari Polresta Banyuwangi sepanjang jalur pendakian dari Paltuding hingga puncak Kawah Ijen diberi tanda bendera berwarna merah, kuning dan hijau. Hal ini dilakukan untuk keselamatan dan keamanan pengunjung.</p>



<p>&#8220;Polresta Banyuwangi melakukan asesmen dan dilakukan pemasangan bendera merah yang bertanda wisatawan harus menggunakan masker karena khawatir menghirup belerang,&#8221; tambahnya. <strong>(ant/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213924</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Penerbangan di Abdulrachman Saleh Terdampak Abu Vulkanik Gunung Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/dua-penerbangan-di-abdulrachman-saleh-terdampak-abu-vulkanik-gunung-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jan 2024 07:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[abdulrachman]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[vulkanik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204407</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Selama kurang lebih dua jam, penerbangan di Bandar Udara Abdulrachman Saleh Malang, mengalami penutupan. Itu disebabkan, karena adanya abu vulkanik dari Gunung Semeru yang dinilai membahayakan, Jumat (12/01/2024) tadi. Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Dinas Perhubungan Jawa Timur, Purwo Cahyo Widyatmoko, menyampaikan jika penutupan itu berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Selama kurang lebih dua jam, penerbangan di Bandar Udara Abdulrachman Saleh Malang, mengalami penutupan. Itu disebabkan, karena adanya abu vulkanik dari Gunung Semeru yang dinilai membahayakan, Jumat (12/01/2024) tadi.</p>



<p>Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Dinas Perhubungan Jawa Timur, Purwo Cahyo Widyatmoko, menyampaikan jika penutupan itu berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Sehingga, menyebabkan dua penerbangan juga terdampak.</p>



<p>“Jadi, memang ada dua penerbangan yang terdampak. Yaitu Garuda dan Citilink. Maka, tadi dialihkan untuk ke Bandara Juanda Surabaya, dengan mengenakan transportasi jalur darat (Bus),” kata Cahyo-sapaanya.</p>



<p>Menurutnya, abu vulkanik tersebut berbahaya meskipun bentuknya hanya serpihan kecil. Dikhawatirkan, itu nantinya bisa merusak mesin pesawat atau instrumen lain yang ada.</p>



<p>“Memang abu vulkanik ini bentuknya serpihan kecil, tapi ini tajam. Dikhawatirkan nanti bisa merusak mesin dan body pesawat, termasuk kaca yang akhirnya membuat buram sehingga mengganggu pandangan,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkan jika kejadian tersebut di tahun 2024 ini baru pertama kali terjadi. Dari catatan yang ada, di tahun 2023 lalu juga sempat terjadi kejadian serupa, tepatnya di Agustus.</p>



<p>“Terakhir di catatan kami, itu tahun kemarin bulan Agustus dan ada dua penerbangan juga terdampak. Sehingga, dialihkan juga ke Bandara Juanda waktu itu,” katanya.</p>



<p>Saat disinggung mengenai kompensasi bagi para penumpang yang terdampak, Cahyo menyampaikan jika itu kewenangan pihak airlines yang menjawab. Sebab, kejadian itu tidak terduga dan disebabkan karena keadaan alam.&nbsp;</p>



<p>“Itu nanti mungkin ranahnya airlines yang menjawab. Setahu saya nanti teman-teman airlines yang berhak menjawab. Begitu juga dengan berapa penumpang yang terdampak yang tau dari pihak airlines,” tuturnya.</p>



<p>Setelah dilakukan pengecekan, tidak ada abu di area bandara dan aman untuk dilakukan penerbangan, maka Bandar Udara Abdulrachman Saleh Malang langsung dibuka kembali. “Setelah pukul 11.00 WIB tadi penerbangan sudah normal kembali siang ini rencana ada tiga penerbangan lagi yang akan mendarat dan take off dari Bandara Abdulrachman Saleh Malang,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204407</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
