<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>wabup pasuruan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wabup-pasuruan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Apr 2020 11:46:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>wabup pasuruan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pandemi Corona, Masjid Dan Musala Tak Boleh Tutup</title>
		<link>https://memontum.com/pandemi-corona-masjid-dan-musala-tak-boleh-tutup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2020 11:46:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[PCNU Kabupaten Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[surat edaran]]></category>
		<category><![CDATA[wabup pasuruan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/112258-pandemi-corona-masjid-dan-musala-tak-boleh-tutup</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan Kota &#8211; Menapaki bulan Suci Ramdhan yang kurang hitungan hari, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron menegaskan tidak ada penutupan Masjid atau Musholla untuk pelaksanaan salat berjamaah. salat Jumat pun boleh dilaksanakan, asalkan menerapkan protokol Kesehatan dengan sebaik-baiknya. Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron mengatakan, penegasan tersebut berdasarkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan Kota </strong>&#8211; Menapaki bulan Suci Ramdhan yang kurang hitungan hari, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron menegaskan tidak ada penutupan Masjid atau Musholla untuk pelaksanaan salat berjamaah. salat Jumat pun boleh dilaksanakan, asalkan menerapkan protokol Kesehatan dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron mengatakan, penegasan tersebut berdasarkan hasil musyawarah para alim ulama yang tercantum dalam Surat Edaran PCNU (Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama) Kabupaten Pasuruan Nomor 1645 tertanggal 26 Maret 2020 tentang pelaksanaan salat Jumat.</p>
<p>Dalam surat tersebut, seluruh umat islam di Kabupaten Pasuruan diharapkan tetap melaksanakan salat Jumat. Akan tetapi dihimbau untuk seluruh jamaah masjid agar membersihkan diri.</p>
<p>“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasuruan, saya tegaskan bahwa tidak ada penutupan masjid atau musholla untuk umat islam yang ingin beribadah. Silahkan tetap Sholat Jumat, tapi kami menghimbau untuk semua jamaah dapat membersihkan diri karena itu merupakan sunnah sebelum berangkat ke masjid,” kata Mujib, saat ditemui di Posko Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/04/2020) siang.</p>
<p>Tak hanya kepada para jamaah, dalam SE tersebut juga tercantum anjuran kepada Takmir maupun Nadzir Masjid maupun Musholla untuk menyediakan alat-alat kebersihan seperti hand shop atau sabun cuci tangan, wastafel, hand sanitizer hingga alat semprot disinfektan. Menurut Mujib, para camat/lurah hingga perangkat di bawahnya sudah mensosialisasikan Surat Edaran ini kepada semua takmir dan nadzir masjid maupun musholla. Termasuk tata cara sholat berjamaah di tengah Pandemik Covid-19.</p>
<p>“Para jamaah sebisa mungkin tetap memakai masker, kemudian menjaga jarak satu meter antara jamaah satu dengan lainnya. Jumatan pun harus dipencar karena Insya Allah jamaah akan tetap mendapatkan keutamaan Sholat Berjamaah nenurut Imam Romli. Jadi para takmir bisa memberi tanda setiap jamaah satu dengan yang lainnya dengan sulasih. Sehingga bisa dihitung,” terangnya.</p>
<p>Lebih lanjut Mujib juga menghimbau agar pelaksanaan Sholat Jumat tidak hanya terkonsentrasi di Masjid saja. Akan tetapi juga bisa dilaksanakan di musala/langgar/musholla, dengan jumlah jamaah mencapai 12-15orang. Para takmir juga diminta menggulung karpet atau sajadah yang disediakan pihak masjid. Dan sebagai gantinya, para takmir diminta untuk menghimbau jamaah agar membawa sajadah sendiri.</p>
<p>”Kalau jamaah ingin membawa sajadah sendiri, ya kami persilahkan. Kalau untuk takmir, saya minta karpetnya digulung dan diharapkan, sebisa mungkin sehari sekali disemprot disinfektan,” ungkap Gus Mujib sapaan akbrab Wabup Pasuruan.</p>
<p>Sementara itu, dalam pelaksanaan Sholat Jumat, para imam juga diminta untuk membaca Surat wajib dan surat Al Qur’an yang pendek. Begitu selesai sholat, langsung berdoa dan meninggalkan masjid/musholla. Khotib pun juga begitu, diminta ringkas.</p>
<p>“Yang paling penting adalah melaksanakan rukun sholat. Sebisa mungkin diringkas, sehingga Ketika selesai sholat, langsung doa dan jamaah bisa meninggalkan masjid atau musholla,” ucapnya.</p>
<p>Terakhir, Wabup juga meminta agar warga yang sakit, tidak sholat jumat demi keamanan bersama.</p>
<p>“Kalau ada warga yang sakit, tidak perlu ke masjid untuk Sholat Jumat. Begitu juga kalau merasa takut tertular, boleh tidak jumatan,”pungkas Pengasuh Ponpes Al Yasini.<strong> (arf/hen/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112258</post-id>	</item>
		<item>
		<title>24 Tahun Tak Pernah Direhab, Atap MI Ambruk</title>
		<link>https://memontum.com/24-tahun-tak-pernah-direhab-atap-mi-ambruk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2020 13:13:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[wabup pasuruan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103788-24-tahun-tak-pernah-direhab-atap-mi-ambruk</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Tiga atap ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah ambruk, di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Kamis (9/1/2020) siang. Ambruknya atap untuk sementara disebabkan karena gedung tersebut sudah cukup tua sejak dibangun tahun 1996 silam dan tidak pernah dilakukan rehabilitasi. Untung saja, tak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. “Kami sudah memperkirakan atap ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Tiga atap ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah ambruk, di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Kamis (9/1/2020) siang.</p>
<p>Ambruknya atap untuk sementara disebabkan karena gedung tersebut sudah cukup tua sejak dibangun tahun 1996 silam dan tidak pernah dilakukan rehabilitasi. Untung saja, tak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.</p>
<p>“Kami sudah memperkirakan atap ini dan rencana akan segera direhab, ” kata Kepala sekolah Abdul Muid.</p>
<p>Saat gedung ambruk, lanjutnya, kondisi sedang tidak hujan atau angin. Ruang kelas tersebut memang sudah tidak dipakai selama setahun karena sudah rapuh. Kondisinya mengkhawatirkan bila dipakai, bisa roboh saat kegiatan belajar mengajar.</p>
<p>“Itu bekas kelas II D, II E, III D ada gejala gedung sudah rapuh, sehingga tidak digunakan lagi sejak satu bulan yang lalu,” paparnya.</p>
<p>Alternatifnya, kata dia, para pelajar di sana bergantian. Kelas satu masuk pagi, sedangkan kelas III masuk siang menggunakan ruang kelas</p>
<p>Menurut Abdul, sekolah sudah mengajukan renovasi pada kementrian agama. Namun, sampai sekarang, usulan tersebut masih belum ada tindak lanjut.</p>
<p>Ambruknya atap ruang kelas MI tersebut setidaknya mendapat perhatian dari Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron yang langsung meninjau lokasi.</p>
<p>&#8220;Kami berharap pihak Kemenag segera turun dan memberikan bantuan sehingga tidak mengganggu proses belajar, &#8221; tutur Wabub Mujib Imron.</p>
<p>Tidak hanya itu wabup juga menitip kepada kepala sekolah untuk berkordinasi dengan komite dan walimurid sehingga kelas yang ambruk ini agar segera dilakukan pembangunan,sehingga tidak mengganggu proses belajar-mengajar. <strong>(arf/hen/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103788</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
