<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>wadahi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wadahi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Jul 2024 07:17:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>wadahi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wadahi Komunitas Gamer, Pemkab Banyuwangi Gelar E-Sports Competition di Sun East Mall</title>
		<link>https://memontum.com/wadahi-komunitas-gamer-pemkab-banyuwangi-gelar-e-sports-competition-di-sun-east-mall</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[competition]]></category>
		<category><![CDATA[e-sports]]></category>
		<category><![CDATA[gamer,]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[wadahi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211525</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi menggelar Banyuwangi E-Sports Competition di Sun East Mall, Genteng, 3 hingga 6 Juli 2024. Kompetisi dalam rangka mewadahi komunitas gamer itu, diikuti 41 tim dari kategori umum dan 17 tim pelajar. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa e-sports merupakan industri yang berkembang pesat dan telah memikat jutaan orang di seluruh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi menggelar Banyuwangi E-Sports Competition di Sun East Mall, Genteng, 3 hingga 6 Juli 2024. Kompetisi dalam rangka mewadahi komunitas gamer itu, diikuti 41 tim dari kategori umum dan 17 tim pelajar.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa e-sports merupakan industri yang berkembang pesat dan telah memikat jutaan orang di seluruh dunia. Ekosistem gaming sendiri menawarkan berbagai potensi yang menjanjikan. Selain gamer professional, juga ada streamer, caster, brand ambassador, game developer dan berbagai peran lain.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Buat yang biasa di skena Mobile Legend, pasti kenal dengan Eca Japasal, brand ambassador salah satu tim Mobile Legend. Atau steamer, Winda Basudara. Mereka dikenal banyak masyarakat, bahkan tampil di berbagai platform. Ini menunjukkan profesi dalam e-sports sudah bermacam-macam. Ini bsa jadi peluang untuk anak-anak muda penggemar gaming&#8221; kata Bupati Ipuk, saat melihat gelaran partai 8 besar, Banyuwangi E-Sports Competition, Sabtu (06/07/2024) tadi.</p>



<p>Bupati Ipuk berharap, dengan kompetisi seperti ini, maka ada anak Banyuwangi yang menggeluti e-sports dan bisa ikut kejuaraan internasional. Selain itu, e-sports tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga mempromosikan persatuan dan inklusivitas.</p>



<p>&#8220;Esports tidak memandang suku, bahasa atau latar belakang. Tetapi menyatukan anak-anak muda melalui hobi yang sama untuk bermain game,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wadahi Kreativitas dan Karya, Balai Kota Performance Art Kembali Hibur Masyarakat Kota Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/wadahi-kreativitas-dan-karya-balai-kota-performance-art-kembali-hibur-masyarakat-kota-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Dec 2023 14:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas,]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[performance]]></category>
		<category><![CDATA[wadahi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203961</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Balai Kota Performance Art kembali digelar untuk menghibur masyarakat Kota Kediri, Sabtu (30/12/2023) malam. Memanfaatkan halaman Balai Kota Kediri, ajang rutinan tri wulan ini menjadi wadah bagi para seniman untuk menuangkan kreativitas dan karyanya. Dalam gelaran Balai Kota Performance Art ke 4 di tahun 2023 ini, menampilkan sekitar 23 tarian. Mereka yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Balai Kota Performance Art kembali digelar untuk menghibur masyarakat Kota Kediri, Sabtu (30/12/2023) malam. Memanfaatkan halaman Balai Kota Kediri, ajang rutinan tri wulan ini menjadi wadah bagi para seniman untuk menuangkan kreativitas dan karyanya.</p>



<p>Dalam gelaran Balai Kota Performance Art ke 4 di tahun 2023 ini, menampilkan sekitar 23 tarian. Mereka yang tampil, baik secara perorangan maupun kelompok dari sanggar tari di Kota Kediri.</p>



<p>Kepala Dinas Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Kediri, Zachrie Ahmad, saat membuka pelaksanaan kegiatan mengatakan bahwa adanya kegiatan ini selain untuk menyalurkan kreativitas dan karya para seniman muda di Kota Kediri, juga untuk membuat database seniman bagi Disbudparpora. Tujuannya, tentu untuk mengambil kebijakan kedepannya.</p>



<p>&#8220;Setelah melihat tampilan-tampilan ini, kami bisa melihat potensi yang ada. Sehingga kedepannya, jika ada ajang penampilan seni di luar daerah, kita bisa menghubungi sanggar-sanggar ini untuk menjadi duta seni Kota Kediri,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dengan adanya Balai Kota Performance Art, Zachrie berharap sanggar-sanggar tari dan seniman junior di Kota Kediri, dapat lebih bersemangat untuk meningkatkan potensi-potensi seni yang dimiliki. &#8220;Lambat laun secara tidak langsung, Balai Kota akan menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk bersantai dan menikmati tampilan-tampilan dari para seniman Kota Kediri,&#8221; paparnya.</p>



<p>Rencananya, menurut Zachrie, program ini akan diadakan kembali di tahun depan dengan lebih banyak lagi komponen kesenian. Tidak hanya tari, tetapi juga penampilan musik, puisi dan kesenian lainnya.</p>



<p>&#8220;Silahkan tampilkan lebih banyak lagi seniman junior dan jangan lelah menggali potensi. Dengan begitu, seni budaya dapat dilestarikan dan diteruskan oleh generasi kita,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu pelatih Sanggar Kediri Jayati, Dinda, yang turut ikut berpartisipasi dalam acara ini menyampaikan apresiasinya terhadap Pemerintah Kota Kediri, karena telah menggelar Balai Kota Performance Art. Melalui acara ini, dirinua yakin akan banyak seniman yang bisa menampilkan karya seninya.</p>



<p>&#8220;Acara ini sebenarnya sudah sangat bagus. Tetapi, kami berharap di tahun depan Balai Kota Performance Art bisa digelar lebih besar lagi. Misalnya, dibuatkan panggung dan atribut pertunjukan lainnya agar tampilan kami bisa lebih maksimal lagi,&#8221; ungkapnya. <strong>(pan/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203961</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wadahi Pengembangkan Produk Pertanian Kota Batu, DPKP Bentuk Badan Usaha Milik Petani</title>
		<link>https://memontum.com/wadahi-pengembangkan-produk-pertanian-kota-batu-dpkp-bentuk-badan-usaha-milik-petani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2023 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[wadahi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200832</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu, membentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP). Ini dilakukan, sebagai upaya untuk mengembangkan produk pertanian lokal Kota Batu. Kepala DPKP Kota Batu, Heru Yulianto, mengatakan BUMP memiliki fungsi sebagai wadah pengembangan ekonomi petani. Dengan wadah tersebut, diharapkan dapat meningkatkan nilai tawar terhadap hasil pertanian. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu, membentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP). Ini dilakukan, sebagai upaya untuk mengembangkan produk pertanian lokal Kota Batu.</p>



<p>Kepala DPKP Kota Batu, Heru Yulianto, mengatakan BUMP memiliki fungsi sebagai wadah pengembangan ekonomi petani. Dengan wadah tersebut, diharapkan dapat meningkatkan nilai tawar terhadap hasil pertanian.</p>



<p>&#8220;Salah satu upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan produk pertanian, yaitu membentuk BUMP tahun 2023 ini,&#8221; terangnya di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (02/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, BUMP nantinya menyuguhkan pemasaran produk pertanian lokal Kota Batu, secara digital. Hal ini, dinilainya sebagai salah satu terobosan dan inovasi dengan tag line &#8216;Sartani Gaya&#8217;.</p>



<p>Pihaknya juga mengupayakan, aspek pendampingan dalam pembuatan kemasan produk, tampilan maupun fitur yang menarik. Bahkan, pihaknya juga akan memberikan sarana produksi alat pertanian bagi kelompok tani.</p>



<p>“Kami juga berupaya agar petani di Kota Batu, itu mendapatkan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. Khususnya, bagi buruh tani di Kota Batu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, pada tahun 2022 sektor pertanian dan kehutanan telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian daerah hampir 15,18 persen. Di Kota Batu tercatat 34.000 petani atau 15 persen dari jumlah penduduk. Dengan mengelola lahan lebih kurang 11.748 hektar.</p>



<p>&#8220;Pastinya, untuk menggerakkan perekonomian di sektor pertanian. Kami terus berupaya meningkatkan pemasaran produk komoditas hasil pertanian,&#8221; tambahnya.<strong> (put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200832</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Satu Tahun Tragedi Kanjuruhan, Bakesbangpol Wadahi Aremania Gelar Doa Bersama dan Bakti Sosial</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-satu-tahun-tragedi-kanjuruhan-bakesbangpol-wadahi-aremania-gelar-doa-bersama-dan-bakti-sosial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2023 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Aremania]]></category>
		<category><![CDATA[Bakesbangpol]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[Kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[wadahi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang peringatan satu tahun Tragedi Kanjuruhan yang telah mengakibatkan korban nyawa 135 jiwa, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, mewadahi para komunitas Arema untuk menggelar doa bersama dan berbagai kegiatan bakti sosial, pada Minggu (01/10/2023) mendatang. Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang peringatan satu tahun Tragedi Kanjuruhan yang telah mengakibatkan korban nyawa 135 jiwa, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, mewadahi para komunitas Arema untuk menggelar doa bersama dan berbagai kegiatan bakti sosial, pada Minggu (01/10/2023) mendatang.</p>



<p>Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, Ade Herawanto, menyampaikan jika rencana kegiatan tersebut tentunya sudah dikaji dan dianalisa. Sehingga, diharapkan memberikan manfaat bagi siapa saja yang turut berpartisipasi.</p>



<p>“Kami Bakesbangpol sebagai fasilitator teman-teman komunitas. Harapan dari kegiatan yang akan kita lakukan, itu nanti bisa bermanfaat bagi Bumi Arema maupun NKRI, minimal bagi keluarga korban,” ucap Ade, seusai melakukan Rapat Koordinasi di Kantor Bakesbangpol Kota Malang, Selasa (26/09/2023) tadi.</p>



<p>Dalam kegiatan tersebut, nantinya akan melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), komunitas Arema Curva Sud dan d’Kross, Polresta Malang Kota, Rumah Sakit Wajak Husada serta instansi lain.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Jadi, nanti kami akan menggelar doa bersama pada (30/09/2023) malam. Kemudian di tanggal (01/10/2023), kita akan menggelar bakti sosial, khitan massal, donor darah, pengobatan gratis dan santunan,” ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, jika dalam kegiatan tersebut nantinya diperuntukkan bagi masyarakat umum. Namun, untuk kegiatan khitan masal lebih diprioritaskan bagi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.</p>



<p>“Tentu boleh bagi keluarga lain, yang mau bergabung untuk khitan massal. Asalkan, nanti masih ada kuota. Nanti bisa disampaikan di media, kalau mau mendaftar kami terima sampai hari Jumat malam,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Panitia, Ari Susanto, menyampaikan jika kegiatan tersebut nantinya akan diselenggarakan di Jalan Pattimura depan Store Agregate 87, Kota Malang. “Jadi nanti di hari Sabtu (30/10/2023) kita mulai dari pukul 18.30 WIB untuk doa bersama. Kemudian di hari Minggu (01/10/2023), kita mulai kegiatan dari pukul 09.00 WIB,” ujarnya.</p>



<p>Pihaknya berharap, melalui kegiatan tersebut bisa terwujud sebuah sinergitas hubungan sosial harmonis sesama komunitas dan masyarakat Malang Raya. “Arek Malang bukan hanya tentang bola tapi bersilaturahmi dengan sosial,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wadahi Pelaku Ekonomi Kreatif, Gedung Malang Creative Center Kota Malang Diresmikan Gubernur Jatim</title>
		<link>https://memontum.com/wadahi-pelaku-ekonomi-kreatif-gedung-malang-creative-center-kota-malang-diresmikan-gubernur-jatim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Sep 2023 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Center]]></category>
		<category><![CDATA[creative]]></category>
		<category><![CDATA[Diresmikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[wadahi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198595</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gedung Malang Creative Center (MCC) yang mewadahi 17 subsektor ekonomi kreatif, resmi di launching oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Malang, Sutiaji di Gedung MCC yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Blimbing, Jumat (22/09/2023) tadi. Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gedung Malang Creative Center (MCC) yang mewadahi 17 subsektor ekonomi kreatif, resmi di launching oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Malang, Sutiaji di Gedung MCC yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Blimbing, Jumat (22/09/2023) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasinya dengan adanya Gedung MCC yang mewadahi para pelaku kreatif. Sebab, diyakini jika ekonomi makin tumbuh, maka Tingkat Pengangguran Terbukanya (TPT) akan berkurang.</p>



<p>“Makin tumbuh ekonominya, tentu diharapkan makin sejahtera masyarakatnya. Kontribusi ekotif (ekonomi kreatif) secara nasional itu Rp 1.280 triliun, tinggi sekali. Dari total tersebut, kalau nasional kontribusi terhadap PDB itu 7 persen, Malang sudah 10 persen. Saya ingin menyampaikan bahwa kreatifitas, inovasi, produktivitas, itu adalah kunci bagaimana kita bisa membangun pertumbuhan ekonomi secara inklusif. Sehingga 17 sub sektor ekonomi kreatif, sudah disiapkan semua di MCC ini. Tentu luar biasa,” kata Gubernur Khofifah.</p>



<p>Menurutnya, Gedung MCC tersebut juga memiliki peluang yang luar biasa bagi masyarakat. Terlebih, pihaknya juga telah melakukan penjajakan dengan Kings College University London untuk membuka Magister Creative Industry Digital Media dan Digital Marketing, KEK Singhasari, maupun schollarship di Mohamed bin Zayed University of Artificial Intelligence (MBZUAI) Uni Emirat Arab.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>“Ini menyambung dengan MCC dan peluang yang luar biasa. Kami juga mengkomunikasikan kepada Kementerian Keuangan, supaya mereka yang diterima di magister degree Kings College University ini bisa mendapatkan beasiswa LPDP. Kemudian, kami juga menyampaikan presentasi di forum temu bisnis investor dari Uni Emirate di Jakarta, agar Jawa Timur diberikan kesempatan scholarship di MBZ University khususnya untuk Artificial Intelligent (AI). Ini kalau presentasi itu bisa diterima, insyaallah nanti November sudah bisa MoU. Artinya, MCC yang punya target 2025 sudah masuk Unesco dan ekosistemnya insyaallah akan ketemu,” tambah Khofifah.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan jika Gedung MCC tersebut bukan hanya milik Kota Malang saja. Namun, penggunanya adalah milik semua anak bangsa yang ingin mengoptimalkan potensi yang dimiliki.</p>



<p>“Saya ucapkan terima kasih, karena Bu Gubernur yang menandai dilaunchingnya MCC. Ya walaupun aktivasinya inikan sudah mulai kita lakukan sejak ada soft launching dahulu. Gedung ini bukan hanya milik Kota Malang saja, tetapi semua anak bangsa yang ingin mengoptimalkan potensi dirinya,” ucap Sutiaji.</p>



<p>Ditambahkannya, jika dengan adanya Gedung MCC tersebut juga berimbas pada perputaran ekonomi dan ekosistem akan terbangun dengan baik. Apalagi, dalam launching tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Pemkot Malang dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.</p>



<p>“Karena kami harapkan ini menjadi inkubasi dan penguatan dari teman-teman di SMA/SMK. Supaya nanti pertama, tingkat literasinya semakin kuat, kemudian adalah transfer skill yang diperoleh secara tidak langsung karena banyaknya interaksi SMA/SMK lainnya di sini,” imbuh Sutiaji. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198595</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komisi IV DPRD Sumenep Wacanakan Pembangunan Gerai UMKM untuk Wadahi Hasil Pelatihan</title>
		<link>https://memontum.com/komisi-iv-dprd-sumenep-wacanakan-pembangunan-gerai-umkm-untuk-wadahi-hasil-pelatihan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Sep 2023 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[wacanakan]]></category>
		<category><![CDATA[wadahi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197888</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep mendorong agar anggaran di Dinas Kebudayaan Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disbudporapar) 2024, untuk dimaksimalkan dalam pembuatan gerai produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sejumlah tempat wisata. Wacana itu, disampaikan oleh anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Masdawi. Menurutnya, dengan melakukan pembangunan gerai UMKM di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep mendorong agar anggaran di Dinas Kebudayaan Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disbudporapar) 2024, untuk dimaksimalkan dalam pembuatan gerai produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sejumlah tempat wisata. Wacana itu, disampaikan oleh anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Masdawi.</p>



<p>Menurutnya, dengan melakukan pembangunan gerai UMKM di sejumlah tempat wisata, maka akan lebih memiliki output atau hasil yang jelas. Kondisi itu, berbanding terbalik jika hanya menggagas kegiatan pelatihan, seperti program Santri Enterpreneur.</p>



<p>Masdawi menjelaskan, dengan hanya mengandalkan kegiatan pelatihan, maka program ke depan tidak akan memberikan hasil yang jelas. Sementara dengan adanya gerai UMKM, para santri yang telah mengkuti Santri Enterpreneur di tahun ini, maka akan lebih semangat untuk mengasah kemampuan yang dimiliki. Sekaligus, memiliki wadah dan bisa memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tahun 2024, saya menginginkan di tempat-tempat wisata, seperti Lombang dan Slopeng, itu dibuat tempat-tempat dimana sovenir bisa dijual di situ. Jadi, tidak hanya memberikan pelatihan. Sehingga, keberadaan gerai UMKM di sejumlah tempat wisata, itu akan diisi oleh produk hasil home industri dan UMKM yang dihasikan oleh para santri,” katanya, Jumat (08/09/2023) tadi.</p>



<p>Selain itu, dirinya memandang bahwa sejauh ini di sejumlah tempat wisata yang menjadi ikon Kabupaten Sumenep, belum menemukan adanya tempat penjualan merchandies khas Kota Keris. Padahal, hal tersebut bisa menjadi peluang besar dalam mendongkrak sektor pariwisata, UMKM dan ekonomi secara bersamaan. Jadi, tetap memberdayakan masyarakat lokal dari berbagai kalangan, khususnya calon pengusaha muda.</p>



<p>“Kita selama ini belum ada etalasenyakan. Karena, selama ini hanya pelatihan-pelatihan saja. Tapi prakteknya tidak diterapkan. Kalau begini, kapan akan berkembang,” ujarnya.</p>



<p>Karenanya, di tahun 2024 nanti, Komisi IV DPRD Sumenep akan memangkas anggaran itu. Termasuk, memberikan usulan pembangunan gerai UMKM. <strong>(dan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197888</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gedung MCC, dari Wadahi Pelaku Ekraf Berkelanjutan hingga Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2023</title>
		<link>https://memontum.com/gedung-mcc-dari-wadahi-pelaku-ekraf-berkelanjutan-hingga-penghargaan-inovasi-membangun-negeri-2023</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Sep 2023 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[membangun]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[wadahi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197504</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Di bawah kepemimpinan Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, perkembangan pesat terjadi di Kota Malang. Tidak sebatas itu, sektor ekonomi kreatif yang menjadi salah satu prioritas dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pun diwadahi secara apik dengan memfasilitasi anak-anak kreatif melalui pendirian Gedung Malang Creative Center (MCC), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Di bawah kepemimpinan Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, perkembangan pesat terjadi di Kota Malang. Tidak sebatas itu, sektor ekonomi kreatif yang menjadi salah satu prioritas dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pun diwadahi secara apik dengan memfasilitasi anak-anak kreatif melalui pendirian Gedung Malang Creative Center (MCC), yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>



<p>Gedung berlantai delapan itu, saat ini telah memfasilitasi 17 sub sektor ekonomi kreatif (Ekraf). Tentunya, keberadaan ini telah dimanfaatkan dan dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Malang. Terlebih, usai dilakukan gelaran soft opening, berbagai macam kegiatan dari beberapa lembaga terus berjalan.</p>



<p>“Dengan adanya 17 subsektor yang berkumpul, maka ekosistem akan terbangun dengan baik. Sehingga, banyak yang memberikan apresiasi bahwa Kota Malang, itu luar biasa. Ini juga bukti nyata, karena hanya ada di Kota Malang dan belum ada di daerah lain,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji, beberapa hari lalu.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="600" height="415" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/09/Gedung-MCC-dari-Wadahi-Pelaku-Ekraf-Berkelanjutan-hingga-Penghargaan-Inovasi-Membangun-Negeri-2023-1-2.jpg?resize=600%2C415&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-197550" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/09/Gedung-MCC-dari-Wadahi-Pelaku-Ekraf-Berkelanjutan-hingga-Penghargaan-Inovasi-Membangun-Negeri-2023-1-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2023/09/Gedung-MCC-dari-Wadahi-Pelaku-Ekraf-Berkelanjutan-hingga-Penghargaan-Inovasi-Membangun-Negeri-2023-1-2.jpg?resize=300%2C208&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p>Bahkan, sebanyak 42 persen dari Gedung MCC, disewakan atau dikomersialkan. Sedangkan lainnya, akan dimanfaatkan masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya apapun. Seperti, di Lantai II dan co working space yang telah disediakan.</p>



<p>“Kenapa dikomersialkan? Ya tentunya agar bagaimana nanti kedepannya Gedung MCC itu bisa menarik pengunjung dan tetap bisa dapat bertahan. Bahkan ke depan, brand-brand nasional bahkan internasional dan juga ada cinema, akan dicoba datangkan,” tambahnya.</p>



<p>Sementara untuk 17 sub sektor Ekraf yang sudah terfasilitasi, paparnya, terdiri dari bermacam-macam jenis inovasi. Mulai dari sub sektor aplikasi, kuliner, kriya, fotografi, fashion, arsitektur, dkv, televisi, radio, game, music, film, periklanan dan beberapa macam lainnya.</p>



<p>Selain itu, Gedung MCC juga akan menjadi tempat inkubasi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Malang. &#8220;Sejak soft launching, sudah ada sekitar 500 kegiatan bahkan bisa lebih berlangsung di Gedung MCC. Tentunya, setiap ada event apapun, juga akan selalu melibatkan pelaku UMKM. Sehingga, nantinya akan terus mendorong dan mendukung perekonomian. Terlebih, Kota Malang memiliki potensi yang luar biasa,” paparnya.</p>



<p>Wali Kota Sutiaji juga menyampaikan, bahwa keberadaan Gedung MCC tersebut lahir dari aspirasi bottom up, yang menunjukkan bahwa Kota Malang tidak hanya mengandalkan konsep top down, dalam melaksanakan pembangunan. Karenanya, keberadaan Gedung MCC menjadikan insan kreatif tentunya mempunyai rasa memiliki yang kuat, karena menjadikan Gedung MCC sebagai rumah.</p>



<p>“Kita membangun Gedung MCC ini dari rakyat dan untuk rakyat. Sehingga, ini bukan hanya milik Pemerintah Kota Malang, namun milik masyarakat bersama demi keberlangsungan perekonomian,” ucap Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya jika siapapun yang ingin belajar mengenai ekonomi kreatif, tentunya bisa datang dan berkunjung ke Gedung MCC Kota Malang. Sebab, diyakini jika MCC tersebut didesain untuk mencetak para insan kreatif yang semakin berdaya.</p>



<p>“Kami menyiapkan MCC ini tentu bukan hanya untuk Kota Malang. Tetapi bertujuan untuk membangun system ekonomi kreatif yang baik. Pintu Gedung MCC akan terbuka untuk siapa saja, sebab dari Kota Malang untuk Indonesia dan dunia,” tuturnya.</p>



<p>Adanya Gedung MCC ini, lanjutnya, juga menghantarkan Kota Malang untuk meraih sebuah Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2023 untuk kategori Pusat Edukasi dan Pengembangan Ekonomi Kreatif dari sebuah stasiun TV nasional, pada (25/02/2023) lalu. Tentunya, itu juga karena Kota Malang sebagai pusat edukasi yang dikuatkan oleh eksistensi lebih dari 60 perguruan tinggi dengan beragam disiplin ilmu.</p>



<p>“Tidak heran jika Kota Malang ini menjadi jujugan untuk belajar dan tentunya ini membuat Kota Malang menjadi lumbung Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas. Ini potensi yang luar biasa dan akan menjadi kekuatan, bahkan juga terus dikuatkan untuk mengarah pada sektor ekonomi kreatif agar terus berjalan dan dapat mengurangi angka pengangguran terbuka,” lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu penulis buku Spektrum Kota Malang 2018-2023, Abdul Malik, menyampaikan jika aktivitas ekonomi kreatif di Gedung MCC tersebut wajib dilambari spirit budaya. Mengingat, ide desain dari arsitektur gedung tersebut adalah Candi Badut dan Topeng Malangan.</p>



<p>“Budaya yang menjadi urat nadi harus dieksplorasi oleh 17 sub sektor ekonomi kreatif. Dengan kolaborasi Ekraf dan budaya, tentunya melahirkan budaya kreatif. Bahkan, anak-anak milenial pun memiliki kecakapan yang luar biasa pada 17 sub sektor, sekaligus mengimplementasikan kekayaan budaya Nusantara yang adi luhung. Jika budaya kreatif berdenyut di sekujur Gedung MCC, maka MCC menjadi salah satu tonggak pencapaian Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko periode 2018-2023,” beber Abdul Malik di dalam tulisannya yang berjudul &#8216;Tak Ada Nasi Padang di MCC&#8217;.&nbsp;<strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197504</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
