<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Waduk Prijetan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/waduk-prijetan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jul 2018 02:56:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Waduk Prijetan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Menlu Belanda Tabur Bunga di Makam Leluhurnya di Area Waduk Prijetan</title>
		<link>https://memontum.com/menlu-belanda-tabur-bunga-di-makam-leluhurnya-di-area-waduk-prijetan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2018 02:56:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Tabur Bunga]]></category>
		<category><![CDATA[Waduk Prijetan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/46153-menlu-belanda-tabur-bunga-di-makam-leluhurnya-di-area-waduk-prijetan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Saat meninjau Waduk Prijetan di Kecamatan Kedungpring, Lamongan, Menlu Belanda Stephanus Abraham Blok juga menyempatkan untuk tabur bunga di makam JF A Dligoor, salah seorang pelaksana proyek pembangunan Waduk pada masa Belanda. Keberadaan makam JF A Dligoor ini, menurut Stephanus, menjadi salah satu tali yang bisa mempererat hubungan Indonesia dengan Belanda di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Saat meninjau Waduk Prijetan  di Kecamatan Kedungpring, Lamongan, Menlu Belanda  Stephanus Abraham Blok juga menyempatkan untuk tabur bunga di makam JF A Dligoor, salah seorang pelaksana proyek pembangunan Waduk pada masa Belanda. </p>
<p>Keberadaan makam JF A Dligoor ini, menurut Stephanus, menjadi salah satu tali yang bisa mempererat hubungan Indonesia dengan Belanda di masa depan. </p>
<p>&#8220;Khususnya untuk kami secara pribadi, karena kakek kami dulu kerja untuk kementerian PU PR jaman dulu. Jadi ini merupakan dimana masa lampau ke masa depan menyatu untuk saya pribadi, karena keluarga kami terlibat disini,&#8221; ucapnya. Rabu, (4/7/2018).</p>
<p>Meski senang dengan kunjungannya ke Waduk Prijetan, Stephanus mengaku tidak mengetahui secara pasti, apakah yang ada di makam tersebut laki-laki atau perempuan. Karena, menurut Stef, dia dari keluarga jauh. </p>
<p>&#8220;Saya tidak tahu pasti, laki-laki atau perempuan, karena saya dari keluarga lain, bukan keluarga yang ada di makam,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46153</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menlu Belanda Kunjungi Waduk Prijetan di Kecamatan Kedungpring</title>
		<link>https://memontum.com/menlu-belanda-kunjungi-waduk-prijetan-di-kecamatan-kedungpring</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2018 02:42:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Waduk Prijetan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/46145-menlu-belanda-kunjungi-waduk-prijetan-di-kecamatan-kedungpring</guid>

					<description><![CDATA[* Jenguk Makam Kakeknya di Area Waduk Memontum Lamongan &#8211; Dalam kunjungan kerja ke Indonesia Menteri Luar Negeri dari Kerajaan Belanda, H.E. Stef Blok menyempatkan mengunjungi Waduk Prijetan di Dusun Janten, Desa Tenggerejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Rabu (3/7/2018). Dalam kesempatan tersebut Stef sapaan akrabnya berharap, kerja sama di bidang sumber daya air antara pemerintah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>* Jenguk Makam Kakeknya di Area Waduk</strong></h2>
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Dalam kunjungan kerja ke Indonesia Menteri Luar Negeri dari Kerajaan Belanda, H.E. Stef Blok menyempatkan mengunjungi Waduk Prijetan di Dusun Janten, Desa Tenggerejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Rabu (3/7/2018).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut Stef sapaan akrabnya berharap, kerja sama di bidang sumber daya air antara pemerintah Belanda dan Indonesia terus ditingkatkan. Kerjasama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani.</p>
<p>“Karena bagi petani adanya irigasi untuk mengairi sawah sangat penting. Selain itu juga untuk penyediaan air bersih,” kata H.E Stef Blok.</p>
<p>Selain bentuk kerjasama yang konkrit di bidang sumberdaya air ini, Stef menegaskan Pemerintah Belanda telah menyediakan beasiswa bagi mahasiswa asal Indonesia yang menempuh pendidikan dibidang sumberdaya air di perguruan tinggi di Belanda.</p>
<p><em><strong>Baca Juga; </strong><a href="https://pemerintahan.memontum.com/9760-waduk-tertua-berumur-lebih-100-tahun-ada-di-kedungpring-lamongan" target="_blank" rel="noopener">Waduk Tertua Berumur LeBih 100 Tahun Ada di Kedungpring Lamongan</a></em></p>
<p>“Pemerintah Belanda menyiapkan program beasiswa bagi mahasiswa asal Indonesia yang berkuliah terkait bidang sumber daya air di Belanda,” ungkapnya di hadapan Bupati Lamongan dan Sekertaris Direktorat Sumber Daya Air Kementrian PUPR, M Arsyadi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46145</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Waduk Tertua Berumur LeBih 100 Tahun Ada di Kedungpring Lamongan</title>
		<link>https://memontum.com/waduk-tertua-berumur-lebih-100-tahun-ada-di-kedungpring-lamongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jul 2018 13:31:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Waduk Prijetan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/46043-waduk-tertua-berumur-lebih-100-tahun-ada-di-kedungpring-lamongan</guid>

					<description><![CDATA[* Menlu Belanda Stephanus Abraham Blok Kunjungi Waduk Prijetan Memontum Lamongan &#8211; Dari sebanyak 224 bendungan yang ada di Indonesia, empat diantaranya sudah berusia di atas 100 tahun. Salah satu yang tertua adalah Waduk Prijetan di Kecamatan Kedungpring, Lamongan. Hal itu disampaikan Sekretaris Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>* Menlu Belanda Stephanus Abraham Blok Kunjungi Waduk Prijetan</strong></h2>
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Dari sebanyak 224 bendungan yang ada di Indonesia, empat diantaranya sudah berusia di atas 100 tahun. Salah satu yang tertua adalah Waduk Prijetan di Kecamatan Kedungpring, Lamongan.</p>
<p>Hal itu disampaikan Sekretaris Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  M Arsadi saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Kerajaan Belanda Stephanus Abraham Blok di Waduk Prijetan, Rabu (4/7/2018).</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/menludiprijetan10-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-46047" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/menludiprijetan10-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/menludiprijetan10-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Waduk Prijetan ini dibangun Belanda kala itu mulai tahun 1910 sampai dengan 1916 dan diresmikan pada tahun 1917. Salah satu insinyur yang turut serta dalam pembangunan waduk ini adalah kakek buyut dari Stephanus Abraham Blok.</p>
<p>Itu adalah salah satu alasan Stephanus Abraham Blok mengunjungi waduk yang memiliki luas 231 hektare tersebut. Selain itu, dia menyampaikan pemerintah Kerajaan Belanda juga  menyediakan beasiswa bagi masyarakat Indonesia untuk belajar di Belanda, khususnya terkait sumber daya air.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/menludiprijetan4-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-46046" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/menludiprijetan4-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/menludiprijetan4-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" />            </p>
<p>“Kakek buyut saya dulu bekerja sebagai insinyur dalam pembangunan waduk ini. Ini adalah salah satu contoh, hubungan erat masyarakat Belanda dan Indonesia, serta antara pemerintah Belanda dan Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46043</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
