<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>wahana &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wahana/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Apr 2025 08:52:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>wahana &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ahmad Dhani bersama Mulan Jajal Wahana Menantang Adrenalin Gunung Bromo yakni Jembatan Kaca</title>
		<link>https://memontum.com/ahmad-dhani-bersama-mulan-jajal-wahana-menantang-adrenalin-gunung-bromo-yakni-jembatan-kaca</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2025 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adrenalin]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[menantang]]></category>
		<category><![CDATA[wahana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220910</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Musisi Indonesia, Ahmad Dhani, bersama istri, Mulan Jameela, mengunjungi Jembatan Kaca di Kawasan Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Senin (07/04/2025) tadi. Lawatan penuh kejutan dan semangat promosi wisata daerah itu, disambut Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata, Heri Mulyadi, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Musisi Indonesia, Ahmad Dhani, bersama istri, Mulan Jameela, mengunjungi Jembatan Kaca di Kawasan Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Senin (07/04/2025) tadi. Lawatan penuh kejutan dan semangat promosi wisata daerah itu, disambut Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata, Heri Mulyadi, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah, Kristiana Ruliani dan Camat Sukapura, Saiful Hidayat.</p>



<p>Di tengah panorama alam yang megah dengan latar belakang pegunungan Bromo yang mempesona, Dhani turut menjajal langsung Jembatan Kaca ekstrem, yang membentang di atas jurang dengan ketinggian memukau. “Ini adalah salah satu wahana paling ekstrem dan menantang adrenalin yang pernah saya coba. Jembatan Kaca Bromo layak menjadi destinasi favorit wisata ekstrem di Indonesia, terutama bagi para pencari tantangan dan keunikan pengalaman,” kata Ahmad Dhani.</p>



<p>Meski memacu jantung, Dhani mengatakan bahwa wisata ini tetap aman bagi semua kalangan. “Saya menyarankan, agar kawasan wisata ini dilengkapi dengan aktivitas lain. Seperti paralayang, untuk menambah daya tarik bagi pengunjung lokal maupun mancanegara,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menanggapi hal itu, Bupati Haris menyambut baik ide Ahmad Dhani. Pihaknya mengaku juga tengah mempersiapkan Grand Opening Jembatan Kaca Bromo, yang akan digelar dalam waktu dekat. Tidak hanya itu, sebuah kolaborasi menarik juga tengah digodok, yakni &#8216;Wisata Bromo x Kopi Dewa 19 &#8211; Coming Soon&#8217;.</p>



<p>“Kolaborasi ini diharapkan bisa menarik para penggemar Dewa 19 atau yang akrab disebut Baladewa dari seluruh penjuru Indonesia,” ungkapnya.</p>



<p>Dengan hadirnya figur nasional seperti Ahmad Dhani, Kabupaten Probolinggo semakin menunjukkan keseriusannya dalam membangun citra sebagai destinasi wisata unggulan, yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan atraksi unik dan relevan dengan budaya populer. <strong>(kom/pro/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220910</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Suguhnya 15 Wahana, Bupati Malang Lihat Progres Wisata Wendit</title>
		<link>https://memontum.com/suguhnya-15-wahana-bupati-malang-lihat-progres-wisata-wendit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[progres]]></category>
		<category><![CDATA[suguhnya]]></category>
		<category><![CDATA[wahana]]></category>
		<category><![CDATA[Wendit]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220520</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, memonitoring trial pembukaan Wisata Wendit, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (23/03/2025) tadi. Kunjungan ini, dimaksudkan untuk mengevaluasi progres pembangunan fisik dan memastikan terwujudnya visi pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat. Termasuk, untuk memastikan kesiapan destinasi Wisata Wendit dalam menghadapi potensi lonjakan kunjungan wisatawan, terutama menjelang musim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, memonitoring trial pembukaan Wisata Wendit, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (23/03/2025) tadi. Kunjungan ini, dimaksudkan untuk mengevaluasi progres pembangunan fisik dan memastikan terwujudnya visi pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat. Termasuk, untuk memastikan kesiapan destinasi Wisata Wendit dalam menghadapi potensi lonjakan kunjungan wisatawan, terutama menjelang musim liburan yang akan datang.</p>



<p>Dalam monitoring itu, HM Sanusi didampingi Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah Sanusi dan Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang serta Direktur PT Sumber Berkat Wisata Pratama, Anggun Dwi Cahyono, berkeliling meninjau proses rehabilitasi Wisata Wendit, yang sudah mencapai 70 persen.</p>



<p>Bupati Sanusi menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Malang, dalam mengembangkan sektor pariwisata, tepatnya dalam hal ini Wisata Wendit. &#8220;Wisata Wendit memiliki potensi luar biasa untuk menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Malang. Wisata Wendit telah berubah 1000 persen dari Wisata Wendit yang lalu,” kata Bupati Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menjelaskan, bahwa Wisata Wendit sudah menyiapkan fasilitas tempat yang strategis bagi para pelaku UMKM. Karenanya, diharapkan Wisata Wendit ini nantinya dapat menarik wisatawan. Terlebih, Wendit ini merupakan wisata alam yang masih asri dan legendarisnya Kabupaten Malang.</p>



<p>Direktur PT Sumber Berkat Wisata Pratama, Anggun Dwi Cahyono, menyampaikan bahwa progres Wisata Wendit sampai dengan saat ini sudah mencapai 70 persen. Saat ini, Wisata Wendit memiliki sekitar 15 wahana.</p>



<p>“Tentunya, wahana ini yang nantinya akan menjadi penarik minat para wisatawan. Seperti Water Boom, karena wisata ini yang paling diminati anak-anak dan remaja,” kata Direktur PT Sumber Berkat Wisata Pratama. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220520</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha 2024 Kategori Kota Besar</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-raih-penghargaan-wahana-tata-nugraha-2024-kategori-kota-besar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kategori]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nugraha]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[wahana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213963</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2024 kategori Kota Besar dari Kementerian Perhubungan RI. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, di Jakarta, Sabtu (07/09/2024) lalu. Penghargaan WTN [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2024 kategori Kota Besar dari Kementerian Perhubungan RI. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, di Jakarta, Sabtu (07/09/2024) lalu.</p>



<p>Penghargaan WTN itu, merupakan ketiga kalinya yang diterima oleh Kota Malang, setelah sebelumnya diraih pada tahun 2016 dan 2019. WTN diberikan kepada daerah yang berprestasi dalam penyelenggaraan transportasi perkotaan yang tertib, aman, selamat dan berkelanjutan.</p>



<p>Dalam penilaiannya, pun dilakukan berdasarkan lima indikator utama, yakni bidang lalu lintas, angkutan jalan, sarana, prasarana dan inovasi umum. Atas raihan tersebut, Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa penghargaan itu merupakan bukti nyata dari kerja keras bersama dalam memajukan sistem transportasi di Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini adalah simbol bahwa Kota Malang terus berbenah dalam sektor lalu lintas dan angkutan jalan untuk menciptakan transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” ujarnya saat ditemui, Selasa (10/09/2024) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, juga menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi dari berbagai elemen, termasuk Dishub, DPUPRPKP, DLH, dan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ).</p>



<p>“Ini adalah hasil sinergi maksimal yang akan terus kami kembangkan untuk mencapai lebih banyak kemajuan,&#8221; imbuh Erik. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213963</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siklus Mekarnya Bunga Matahari di Ladang Bunga Matahari Pandanrejo Jadi Wahana Wisata Baru Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/siklus-mekarnya-bunga-matahari-di-ladang-bunga-matahari-pandanrejo-jadi-wahana-wisata-baru-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jun 2023 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[ladang]]></category>
		<category><![CDATA[Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[mekarnya]]></category>
		<category><![CDATA[pandanrejo]]></category>
		<category><![CDATA[siklus]]></category>
		<category><![CDATA[wahana]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191747</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Siklus mekarnya Bunga Matahari yang hanya berlangsung dua sampai tiga kali dalam setahun dan hanya bertahan selama tiga minggu di Ladang Bunga Matahari Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menjadi wahana wisata baru. Untuk melihat indahnya siklus itu, pengelola menawarkan harga tiket masuk sebesar Rp 10 ribu perpengunjung Di lokasi ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Siklus mekarnya Bunga Matahari yang hanya berlangsung dua sampai tiga kali dalam setahun dan hanya bertahan selama tiga minggu di Ladang Bunga Matahari Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menjadi wahana wisata baru. Untuk melihat indahnya siklus itu, pengelola menawarkan harga tiket masuk sebesar Rp 10 ribu perpengunjung</p>



<p>Di lokasi ini, selain bisa melihat siklus nan indah, wisatawan juga bisa melakukan foto selfi dengan latar Bunga Matahari. Termasuk, menikmati indahnya alam pegunungan dengan hembusan angin yang sejuk.</p>



<p>Untuk menjangkau lokasi ini, pengunjung juga akan disuguhi indahnya pematang sawah. Tidak kurang, ada sekitar 50 meter dan lebar lebih kurang 40 centimeter, pematang yang bisa dijumpai.</p>



<p>Pemilik usaha Ladang Bunga Matahari, Nur Zelynda Avelina, mengatakan bahwa lahan yang digunakan untuk menanam Bunga Matahari ini seluas sekitar seperempat hektar atau 2.500 meter persegi dengan 3.000 bibit yang ditanam. Dan, ladang Bunga Matahari tersebut dirintis mulai tahun 2019.</p>



<p>&#8220;Jadi, ladang Bunga Matahari ini luas sekali. Ada 2.500 meter persegi yang kami tanami. Sehingga, wisatawan yang berkunjung di sini bisa jalan-jalan sampai puas,&#8221; terangnya di ladang Bunga Matahari di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Sabtu (24/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Konsep ladang dari Bunga Matahari ini, tambahnya, adalah natural alami. Dalam artian, lokasi lahan tidak merubah struktur tanah. &#8220;Jadi, wisatawan yang berkunjung ke sini, itu akan melewati pematang sawah sekitar 50 meter dan lebar 40 centimeter. Ternyata, ini juga banyak yang diminati oleh wisatawan. Apalagi, wisatawan dari luar Kota Batu, seperti Surabaya, Lamongan, Jombang, Blitar atau daerah lain yang jarang ada pemandangan ladang sayuran seperti ini,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Untuk lokasi ladang itu, jelas Nur, tidak jauh dari pusat Kota Batu. Dari pintu tol Karanglo sebelum jembatan Kali Lanang, terus belok kiri mengikuti rambu petunjuk arah. Sebaliknya, setelah Alun-alun Kota Batu menuju Surabaya, lewat jalur Bendo kemudian setelah jembatan Kali Lanang belok kanan.</p>



<p>&#8220;Ini sebenarnya buka sejak tahun 2019. Namun saat itu, ada pandemi Covid-19. Sekarang, dibuka kembali sejak Maret 2022 sampai sekarang yang setiap harinya buka pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Tarif pengunjung Rp 10 ribu perorang,&#8221; urainya.</p>



<p>Di ladang ini, imbuhnya, yang harus diketahui wisatawan bahwa Bunga Matahari tidak bisa mekar setiap saat. Bunga Matahari ini ada siklus mekarnya. Sekali mekar, itu bertahannya hanya tiga sampai empat minggu. Lebih dari itu, kalau musim hujan, kebanyakan gagal mekar.</p>



<p>Di lokasi ini, imbuhnya, terdapat lima spot foto yang bisa dimanfaatkan pengunjung dengan tema suku Indian dan Asthetic. Selain itu, juga berfoto dengan latar belakang pemandangan pegunungan. Dan, bila pengunjung yang berminat foto keluarga di tengah ladang Bunga Matahari, maka kami juga sediakan fotografer dengan tarif Rp 15 ribu yang durasinya 15 menit dengan enam foto.</p>



<p>Untuk pengembangan, tegasnya, ke depan akan ditambah spot foto lagi supaya wisatawan tidak bosan. &#8220;Saya berharap, kondisi ini akan terus normal. Sehingga, bila ada rejeki bisa menambah semacam kafe juga spot foto supaya pengunjung lebih nyaman di sini,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191747</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
