<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>wanita &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wanita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2026 03:27:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>wanita &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dikemas Nasi Bungkus, Seorang Wanita Coba Selundupkan Ponsel ke Dalam Lapas Kelas 1 Malang</title>
		<link>https://memontum.com/dikemas-nasi-bungkus-seorang-wanita-coba-selundupkan-ponsel-ke-dalam-lapas-kelas-1-malang</link>
					<comments>https://memontum.com/dikemas-nasi-bungkus-seorang-wanita-coba-selundupkan-ponsel-ke-dalam-lapas-kelas-1-malang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bungkus]]></category>
		<category><![CDATA[dikemas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[selundupkan]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231386</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang wanita pengunjung di Lapas Kelas 1 Malang coba selundupkan Handphone yang dikemas di dalam nasi bungkus, Selasa (31/03/2026) sekitar pukul 09.15. Namun, usaha wanita yang diketahui berinisial ND, ini gagal setelah petugas keamanan Lapas melakukan pemeriksaan. Informasinya, peristiwa ini bermula saat seorang pengunjung wanita berinisial ND melakukan kunjungan kepada warga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang wanita pengunjung di Lapas Kelas 1 Malang coba selundupkan Handphone yang dikemas di dalam nasi bungkus, Selasa (31/03/2026) sekitar pukul 09.15. Namun, usaha wanita yang diketahui berinisial ND, ini gagal setelah petugas keamanan Lapas melakukan pemeriksaan.</p>



<p>Informasinya, peristiwa ini bermula saat seorang pengunjung wanita berinisial ND melakukan kunjungan kepada warga binaan berinisial AS melalui pendaftaran layanan tatap muka secara online pada pukul 09.00. Pada pukul 09.15, petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan menggunakan mesin X-Ray.</p>



<p>Seorang petugas bernama Muheri, pun menemukan kejanggalan pada hasil pemindaian yang menunjukkan adanya benda mencurigakan di dalam nasi. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, ditemukan sebuah handphone yang sengaja disembunyikan dalam balutan makanan tersebut. Temuan ini, kemudian langsung diamankan sebagai barang bukti oleh petugas.</p>



<p>Atas temuan ini, petugas segera melaporkan kepada jajaran keamanan dan tata tertib (Kamtib) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pengunjung ND kemudian dimintai keterangan dan mengakui perbuatannya mencoba menyelundupkan handphone ke dalam Lapas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa permintaan handphone tersebut memang berasal dari warga binaan AS yang merupakan suami ND yang disampaikan melalui layanan wartel. Atas perbuatannya, ND telah membuat surat pernyataan bersalah serta siap menerima sanksi berupa larangan berkunjung selama 3 bulan. Sedangkan AS, dikenakan sanksi register F serta penempatan di sel isolasi sesuai ketentuan yang berlaku.</p>



<p>Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, menegaskan langkah tegas ini diambil sebagai bentuk penegakan disiplin serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Menurutnya kejadian ini menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan sistem pengawasan yang telah berjalan.</p>



<p>Dirinya menyampaikan, bahwa keberhasilan ini tidak hanya karena ketelitian petugas, tetapi juga hasil dari penerapan prosedur pemeriksaan berlapis untuk setiap pengunjung, mulai dari pendaftaran kunjungan, pemeriksaan barang menggunakan X-Ray, hingga pemeriksaan badan. “Setiap temuan seperti ini langsung kami tindaklanjuti secara berjenjang, baik terhadap pengunjung maupun warga binaan, agar memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bahwa sistem pengamanan kami bekerja secara nyata,” tegasnya.</p>



<p>Teguh juga menambahkan, bahwa pihaknya akan terus meningkatkan intensitas pemeriksaan, termasuk memperketat screening barang bawaan dan optimalisasi fungsi petugas di area layanan kunjungan. “Kami secara konsisten meminimalisir masuknya barang terlarang ke dalam Lapas sebagai langkah konkret untuk memutus potensi peredaran Narkoba, di dalam Lapas. Ini bukan sekadar komitmen, tetapi kami wujudkan melalui pengawasan berlapis dan tindakan tegas di lapangan,” tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dikemas-nasi-bungkus-seorang-wanita-coba-selundupkan-ponsel-ke-dalam-lapas-kelas-1-malang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231386</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sharing Program, Yayasan Dharma Wanita Lumajang Jelaskan Pentingnya Manfaat Turba</title>
		<link>https://memontum.com/sharing-program-yayasan-dharma-wanita-lumajang-jelaskan-pentingnya-manfaat-turba</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[jelaskan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229501</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Lumajang menerima kunjungan Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Bojonegoro di Panti PKK Kabupaten Lumajang, Kamis (15/01/2026) tadi. Forum strategis ini, berbagi program hingga penguatan kerja nyata organisasi dari mulai tingkat akar rumput, khususnya satuan pendidikan TK Dharma Wanita. Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono, menegaskan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Lumajang menerima kunjungan Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Bojonegoro di Panti PKK Kabupaten Lumajang, Kamis (15/01/2026) tadi. Forum strategis ini, berbagi program hingga penguatan kerja nyata organisasi dari mulai tingkat akar rumput, khususnya satuan pendidikan TK Dharma Wanita.</p>



<p>Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono, menegaskan bahwa kunjungan tersebut dimaknai sebagai ruang pembelajaran bersama yang berorientasi pada peningkatan kualitas program dan kebermanfaatan langsung bagi lembaga pendidikan yang dikelola yayasan. “Sharing program ini bukan sekadar bertukar cerita, tetapi menjadi sarana memperkuat kebijakan dan praktik di lapangan. Kami ingin apa yang dibahas di forum, benar-benar berdampak hingga ke sekolah-sekolah,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, bahwa Yayasan Dharma Wanita Lumajang secara aktif turun ke bawah (Turba) ke TK Dharma Wanita yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk daerah dataran tinggi dan pegunungan. Turba dilakukan, untuk memperoleh gambaran riil kondisi sekolah, mulai dari sarana prasarana, kualitas layanan pendidikan, hingga tantangan yang dihadapi guru dan peserta didik.</p>



<p>Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar perumusan program yayasan tidak bersifat top-down semata, melainkan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. “Dengan turun langsung ke sekolah, kami bisa melihat secara objektif apa yang benar-benar dibutuhkan. Dari situlah program disusun agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” jelasnya.</p>



<p>Dalam forum kunjungan tersebut, Yayasan Dharma Wanita Lumajang juga memaparkan proses penguatan organisasi yang meliputi perencanaan program, konsolidasi pengurus, serta peningkatan koordinasi dengan pembina dan pemerintah daerah. Paparan ini, diharapkan menjadi bahan diskusi dan referensi bagi Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Bojonegoro dalam mengembangkan program serupa sesuai karakter wilayah masing-masing.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sekretaris Daerah Lumajang yang juga sebagai Pembina Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menegaskan bahwa forum sharing antar yayasan harus menghasilkan peningkatan kualitas kerja organisasi secara nyata. Menurutnya, sinergi antar daerah penting untuk memperkaya perspektif sekaligus mempercepat perbaikan tata kelola yayasan, terutama dalam pengelolaan lembaga pendidikan usia dini.</p>



<p>“Turba menjadi instrumen penting agar kebijakan yayasan tidak berhenti di atas kertas. Dengan mengetahui kondisi riil sekolah TK Dharma Wanita, program yang dirumuskan akan lebih akurat dan berdampak langsung,” tegas Sekda Agus Triyono.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa Yayasan Dharma Wanita harus terus menguatkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini, melalui tata kelola yang profesional, kolaboratif dan berorientasi hasil. Dirinya berharap, hasil dari kunjungan dan sharing program ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama berkelanjutan, termasuk pertukaran pengalaman dalam pengelolaan sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta pemenuhan standar layanan pendidikan anak usia dini.</p>



<p>Melalui kunjungan Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Bojonegoro ini, Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus belajar, berbagi dan bergerak bersama, memastikan setiap program tidak hanya dirancang dengan baik, tetapi juga dirasakan manfaatnya hingga ke ruang-ruang kelas TK Dharma Wanita di seluruh pelosok daerah. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229501</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Wanita di Losmen Windu Kentjono Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/polisi-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-wanita-di-losmen-windu-kentjono-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kentjono]]></category>
		<category><![CDATA[losmen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[rekonstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224295</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tersangka dugaan kasus pembunuhan, Achmad Khomarudin (26) asal Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, dibawa petugas Reskrim Polresta Malang Kota ke Losmen Windu Kentjono, yang terletak di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (24/07/2025) tadi. Khomarudin dibawa petugas, untuk menjalani rekonstruksi atau reka ulang aksinya saat membunuh EMS, teman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tersangka dugaan kasus pembunuhan, Achmad Khomarudin (26) asal Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, dibawa petugas Reskrim Polresta Malang Kota ke Losmen Windu Kentjono, yang terletak di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (24/07/2025) tadi. Khomarudin dibawa petugas, untuk menjalani rekonstruksi atau reka ulang aksinya saat membunuh EMS, teman wanitanya.</p>



<p>Khomaridn tampak memakai baju tahanan berwarna oranye, dengan tangan diborgol. Di losmen inilah, Khomarudin satu persatu memperagakan adegan aksi sadisnya. Dari mulai datang ke losmen, kemudian membunuh EMS dan pergi meninggalkan korban yang sudah tidak bernyawa di losmen.</p>



<p>Kapolsek Sukun, Kompol Riyan Wahyuningtiyas, melalui Kanit Reskrim Polsek Sukun, AKP Wardi Waluyo, mengatakan rekonstruksi berjalan dengan lancar dan tidak menemui kendala. Rekonstruksi ini berjalan sekitar 1 jam. Tampak pihak Jaksa Penuntut Imum (JPU) Kejari Kota Malang, juga hadir ke lokasi.</p>



<p>&#8220;Ada sebanyak 35 adegan dalam rekonstruksi tersebut. Dari tiap adegan, diketahui bahwa yang datang pertama kali ke losmen adalah korban lalu tak berselang lama tersangka datang. Setelah itu, keduanya bersama-sama masuk ke losmen dan memesan kamar ke resepsionis,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian adegan di dalam kamar. Di kamar itulah tersangka Khomarudin tega menghabisi EMS. &#8220;Usai membunuh korban, tersangka keluar sendiri meninggalkan losmen secara tergesa-gesa. Rekonstruksi diakhiri dengan adegan tersangka membuang HP korban. Diketahui, HP korban dibuang di dekat tempat kerja tersangka yang berada di wilayah Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Setiap adegan degan telah sesuai dengan kesaksian para saksi serta Berita Acara Pemeriksaan (BAP),&#8221; urainya.</p>



<p>Sementara itu, JPU Kejari Kota Malang, Su&#8217;udi menerangkan, tidak ada fakta baru dalam rekonstruksi dan semuanya sesuai dengan BAP. Untuk unsur tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka ini, memenuhi Pasal 338 atau Pasal 351 ayat (3) KUHP.</p>



<p>&#8220;Kami yakin ini sudah terpenuhi dan ini dikuatkan oleh keterangan saksi, yang melihat tidak ada satupun orang masuk dan keluar selain tersangka sendiri. Selanjutnya korban ditemukan dalam kamar dengan kondisi meninggal,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dalam rekontruksi ini ada penambahan 2 adegan. Kalau yang awalnya 33 adegan menjadi 35 adegan. Yakni adegan saat tersangka didorong oleh korban hingga terjatuh kemudian adegan memakai baju, itu tadi dipisah. &#8220;Jadi, tersangka ini didorong korban hingga terjatuh. Hal ini membuat tersangka kesal lalu mencekik korban sampai tidak bergerak. Kemudian wajah korban ditutup pakai bantal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perempuan ditemukan tewas di salah satu kamar Losmen Windu Kentjono yang terletak di Jalan Kolonel Sugiono Kecamatan Sukun Kota Malang, Senin (16/06/2025) dinihari. Korban berinisial EMF (29) asal Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang ditemukan tewas di atas kasur dalam kondisi tertutup bantal dan bagian mulutnya ditutup kain. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224295</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siapkan Akses Beasiswa, SMA Dharma Wanita Boarding School Gandeng Perguruan Tinggi </title>
		<link>https://memontum.com/siapkan-akses-beasiswa-sma-dharma-wanita-boarding-school-gandeng-perguruan-tinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[boarding]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224209</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terus berkomitmen memperluas jaminan pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga miskin. Komitmen itu telah ditindaklanjuti pihak sekolah, dengan menggandeng perguruan tinggi. Hal ini, sebagaimana yang dilakukan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Menindaklanjuti arahan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, sekolah gratis bagi warga miskin di Kabupaten Kediri, belakangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terus berkomitmen memperluas jaminan pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga miskin. Komitmen itu telah ditindaklanjuti pihak sekolah, dengan menggandeng perguruan tinggi.</p>



<p>Hal ini, sebagaimana yang dilakukan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Menindaklanjuti arahan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, sekolah gratis bagi warga miskin di Kabupaten Kediri, belakangan aktif mengajak siswa berkunjung ke perguruan tinggi.</p>



<p>Kepala Sekolah SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding school, Nanang Sukarsono, menyampaikan kunjungan ini selain memberikan wawasan mengenai jenjang pendidikan yang diminati, sekaligus dapat memotivasi semangat belajar siswa. Kunjungan sendiri, sudah dilakukan ke sebanyak tiga perguruan tinggi. Masing-masing, seperti Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Brawijaya Malang.</p>



<p>&#8220;Selain kunjungan ini, saat sekolah menggelar acara inaugurasi pada puncak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Asrama (MPLSA) kemarin, kita juga mengundang dari perguruan tinggi,&#8221; kata Nanang, Senin (21/07/2025) tadi.</p>



<p>Pihak perguruan tinggi yang diundang, semuanya berada di wilayah Provinsi Jawa Timur. Melalui acara itu, pihak perguruan tinggi dapat mengetahui potensi yang dimiliki siswa dan diharapkan membuka peluang kerjasama pemberian beasiswa pendidikan.</p>



<p>Dikatakan Nanang, dari sembilan perwakilan pihak perguruan tinggi yang hadir pada acara itu, sudah ada yang mengarah bakal memberikan beasiswa bagi siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. &#8220;Bagi yang sudah jelas, kita akan menindaklanjuti dengan menyiapkan MoU (nota kesepakatan),&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Upaya yang dilakukan pihak sekolah tersebut sejalan dengan upaya yang selama ini dilakukan Mas Dhito dalam memberikan akses pendidikan gratis hingga perguruan tinggi bagi anak-anak dari keluarga miskin. &#8220;Ke depan kita juga akan mencoba menjalin komunikasi dengan sekolah tinggi kedinasan, tentu saja dengan melihat minat para siswa kami,&#8221; ucap Nanang.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, untuk memperluas akses pendidikan bagi warganya, Bupati Hanindhito Himawan Pramana dari tahun ke tahun terus menggelontorkan beasiswa pendidikan bagi warganya.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, secara terpisah menyebut anggaran untuk beasiswa ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2021, anggaran untuk beasiswa sebesar Rp 20 miliar, naik menjadi Rp 22,5 miliar pada 2022, kemudian Rp 23 miliar pada 2023 dan Rp 26 miliar pada 2024.</p>



<p>&#8220;Pada 2025 ini anggaran untuk beasiswa pendidikan mencapai Rp 30 miliar. Beasiswa ini diberikan mulai untuk jenjang SD hingga perguruan tinggi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Meningkatnya alokasi anggaran untuk beasiswa pendidikan, ini menjadi bukti komitmen Mas Dhito, dalam memperluas akses pendidikan bagi warganya. Melalui pendidikan, anak-anak yang berasal dari keluarga miskin diharapkan kedepan memiliki kesempatan pekerjaan yang luas dan dapat mengangkat derajat keluarga. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224209</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Buka Capacity Building Dharma Wanita Persatuan dan Beri Pesan Kuat untuk Perempuan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-buka-capacity-building-dharma-wanita-persatuan-dan-beri-pesan-kuat-untuk-perempuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[building]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[capacity]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224167</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, tegaskan bahwa perempuan bukan pelengkap, tetapi pilar yang turut menegakkan bangsa ini. Pesan kuat ini disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat membuka kegiatan Capacity Building Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Kabupaten Lumajang di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Jumat (18/07/2025) tadi. Acara ini, diikuti para Ketua DWP dari seluruh perangkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, tegaskan bahwa perempuan bukan pelengkap, tetapi pilar yang turut menegakkan bangsa ini. Pesan kuat ini disampaikan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat membuka kegiatan Capacity Building Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Kabupaten Lumajang di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Jumat (18/07/2025) tadi.</p>



<p>Acara ini, diikuti para Ketua DWP dari seluruh perangkat daerah dan kecamatan, sebagai bagian dari komitmen kolektif memperkuat kapasitas perempuan dalam pembangunan. Kegiatan yang digelar dalam suasana alami Bumi Perkemahan Glagah Arum, ini menjadi simbol penyegaran organisasi sekaligus momen refleksi kolektif.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bunda Indah menekankan bahwa DWP bukan sekadar organisasi pendamping ASN, melainkan mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan. “DWP adalah ruang penting untuk membangun kepemimpinan, profesionalisme, dan etika kerja. Kapasitas itu tidak hanya soal keterampilan, tapi juga soal tanggung jawab dan pengaruh sosial,” tegas Bunda Indah.</p>



<p>Bunda Indah menyoroti peran vital perempuan dalam membentuk karakter bangsa, dimulai dari peran sebagai ibu di rumah, hingga menjadi penggerak sosial di masyarakat. Dalam konteks ini, peningkatan kapasitas perempuan bukan hanya kebutuhan internal organisasi, tapi juga investasi masa depan bangsa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Lumajang juga mengajak seluruh anggota DWP, untuk terus berkembang dan relevan di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. “Perempuan harus adaptif, kreatif dan siap mengambil peran di setiap lini kehidupan sosial. DWP harus menjadi lokomotif gerakan sosial yang berdampak nyata,” imbuhnya.</p>



<p>Dengan pendekatan pelatihan partisipatif, forum ini menjadi ruang belajar dan kolaborasi antar anggota DWP, untuk saling menguatkan dan menyusun strategi peran ke depan. Capacity Building ini, merupakan bagian dari rangkaian penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah yang selama ini konsisten digaungkan Pemerintah Kabupaten Lumajang.</p>



<p>DWP Lumajang sendiri, dinilai berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, mulai dari bidang pendidikan anak, ketahanan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan. Di tengah perubahan sosial yang cepat dan tantangan keluarga modern, DWP Lumajang dituntut untuk tidak hanya responsif, tetapi juga proaktif. Kegiatan ini, menjadi bukti bahwa penguatan perempuan bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang terus dijalankan.</p>



<p>Dengan semangat kolektif dan komitmen terhadap perubahan, DWP Lumajang menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang strategis dalam setiap babak pembangunan. Dan dari Glagah Arum yang sejuk, semangat itu dikukuhkan bahwa perempuan Indonesia siap menjadi bagian penting dari solusi bangsa. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224167</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mas Dhito bersama Anies Baswedan Sapa Siswa SMA Dharma Wanita Boarding School</title>
		<link>https://memontum.com/mas-dhito-bersama-anies-baswedan-sapa-siswa-sma-dharma-wanita-boarding-school</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2025 13:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[boarding]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222217</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kesempatan kadang bisa datang kepada setiap orang secara kebetulan. Bagi mereka yang mendapatkan, bisa saja menjadi pengalaman berharga bahkan suatu keberuntungan. Begitulah yang dialami siswa-siswi SMA Dharma Wanita Boarding School 1 Pare. Selain mendapatkan kesempatan dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, untuk menginap di Pendopo Panjalu Jayati, secara kebetulan sejumlah siswa juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Kesempatan kadang bisa datang kepada setiap orang secara kebetulan. Bagi mereka yang mendapatkan, bisa saja menjadi pengalaman berharga bahkan suatu keberuntungan. Begitulah yang dialami siswa-siswi SMA Dharma Wanita Boarding School 1 Pare.</p>



<p>Selain mendapatkan kesempatan dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, untuk menginap di Pendopo Panjalu Jayati, secara kebetulan sejumlah siswa juga mendapatkan kesempatan bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.</p>



<p>Pertemuan itu, terjadi tepat pada hari kedua kegiatan menginap di Pendopo Panjalu Jayati, Sabtu (03/05/2025) malam. Kunjungan Anies ini, pun disambut langsung oleh Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri.</p>



<p>Kepada mantan Gubernur DKI Jakarta, Mas Dhito mengenalkan latar belakang siswa-siswi dari sekolah berasrama yang didirikannya. Termasuk, harapannya terhadap mereka supaya bisa melanjutkan jenjang pendidikan hingga perguruan tinggi.</p>



<p>&#8220;Semoga (siswa-siswi, red) lulusan dari SMA ini nantinya bisa masuk ke perguruan tinggi negeri dan dapat mengangkat derajat keluarga mereka,&#8221; kata Mas Dhito.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Harapan Mas Dhito terhadap siswa-siswi SMA Dharma Wanita Boarding School, itu mendapatkan dukungan Anies. Dirinya juga menaruh harapan pada periode kedua ini, Mas Dhito bisa membawa Kabupaten Kediri lebih maju, khususnya pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).</p>



<p>Dalam pertemuan tersebut, Anies pun tidak melewatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para siswa. Dirinya melihat keberanian pada diri siswa yang ditunjukkan dengan antusias mereka dalam menjawab pertanyaan.</p>



<p>&#8220;Jadi apa yang saya senang tadi, ketika ada pertanyaan, anak-anak berbondong-bondong mengacungkan tangan (untuk menjawab, red). Ini tanda anak-anak penuh inisiatif, tanda anak-anak berani,&#8221; puji Anies.</p>



<p>Dirinya menerangkan, era saat ini dibutuhkan sosok anak-anak yang berani, penuh inisiatif dan mau mengungkapkan apa yang menjadi pemikirannya. Dan semua itu, diyakini telah dimiliki oleh tiap siswa yang ditemui.</p>



<p>Lewat pengalaman hidup yang dibagikan dan jawaban pertanyaan siswa kepada dirinya, Anies memotivasi kepada para siswa untuk tidak takut bermimpi. Baginya, kesuksesan bisa didapat oleh siapa saja, tanpa melihat latar belakang keluarga.</p>



<p>&#8220;Kita (akan) dilahirkan di keluarga siapa kita tidak tahu, dilahirkan di desa mana kita tidak tahu, lokasi lahir boleh dimana saja, tapi lokasi mimpi harus ditempat yang amat tinggi,&#8221; tambah Anies. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222217</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mbak Cicha Siap Perjuangkan Kesejahteraan Guru SMA Dharma Wanita di Rencana Integrasi Sekolah Rakyat</title>
		<link>https://memontum.com/mbak-cicha-siap-perjuangkan-kesejahteraan-guru-sma-dharma-wanita-di-rencana-integrasi-sekolah-rakyat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2025 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[integrasi]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangkan]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221320</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Menyikapi rencana bergabungnya SMA Dharma Wanita Boarding School Kabupaten Kediri dalam Program Sekolah Rakyat, Ketua Yayasan Dharma Wanita, Eriani Annisa Hanindhito, tengah menyusun langkah strategis. Salah satu fokus utamanya, adalah memastikan masa depan tenaga pendidik di sekolah tersebut tetap terjamin. Hal itu, disampaikan Mbak Cicha-sapaan Ketua Yayasan Dharma Wanita, dalam diskusi internal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Menyikapi rencana bergabungnya SMA Dharma Wanita Boarding School Kabupaten Kediri dalam Program Sekolah Rakyat, Ketua Yayasan Dharma Wanita, Eriani Annisa Hanindhito, tengah menyusun langkah strategis. Salah satu fokus utamanya, adalah memastikan masa depan tenaga pendidik di sekolah tersebut tetap terjamin.</p>



<p>Hal itu, disampaikan Mbak Cicha-sapaan Ketua Yayasan Dharma Wanita, dalam diskusi internal yang digelar bersama jajaran pengurus yayasan dan seluruh tenaga pendidik SMA Dharma Wanita di Kecamatan Pare, Selasa (15/04/2025) tadi. Mbak Cicha menyampaikan, bahwa pihaknya saat ini terus melakukan kajian terkait peluang SMA Dharma Wanita dapat bergabung ke dalam Sekolah Rakyat. Meski keputusan final dari pemerintah pusat belum diterima, proses penjajakan dan komunikasi intensif terus dilakukan.</p>



<p>“Terkait Sekolah Rakyat, ini kami masih menunggu kepastian dari pusat,” katanya.</p>



<p>Sebelumnya, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan bahwa konsep dasar SMA Dharma Wanita sejalan dengan visi Program Sekolah Rakyat. Yakni, memberikan pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga kurang mampu sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari seragam hingga kebutuhan di asrama ditanggung secara gratis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagaimana konsep pendidikan ini, ujarnya, dirancang sebagai solusi mengentaskan kemiskinan dan memperluas akses pendidikan yang inklusif. Seleksi siswa dilakukan pendekatan personal dengan kunjungan langsung ke rumah calon siswa sebagai bentuk validasi data.</p>



<p>Lebih lanjut, Mbak Cicha juga tengah menelaah berbagai aspek teknis dan administratif, termasuk kesinambungan peran para tenaga pendidik yang telah mengabdi sejak SMA Dharma Wanita didirikan pada 2023. Kajian ini, akan terus dilakukan seiring menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat.</p>



<p>Mbak Cicha pun berkomitmen, untuk memperjuangkan kesejahteraan guru jika SMA Dharma Wanita resmi masuk dalam Sekolah Rakyat. “Yang jelas kami akan perjuangkan untuk hasil terbaik,” tegas istri Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito.</p>



<p>Sementara itu, Pengurus Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari, menambahkan bahwa pihaknya bersama instansi terkait akan terus mengawal kebijakan pusat sesuai usulan Pemerintah Kabupaten Kediri. “Semoga usulan ini dapat menjadi pertimbangan di Kemensos. Apapun hasilnya nanti, kami berharap yang terbaik untuk semua pihak,” ujarnya.</p>



<p>Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Kediri telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan seluas belasan hektare tersebut bahkan telah ditinjau langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221320</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Halal Bihalal bersama Bupati Kediri, Siswa SMA Dharma Wanita Dapat Pengalaman Tak Terduga</title>
		<link>https://memontum.com/halal-bihalal-bersama-bupati-kediri-siswa-sma-dharma-wanita-dapat-pengalaman-tak-terduga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bihalal]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[terduga]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221317</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kesempatan bisa datang kepada siapa saja dan bahkan dalam waktu yang tidak kita duga. Begitulah pengalaman delapan siswa-siswi dari SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, saat diajak masuk ke ruang kerja Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Hanindhito, memang memberikan perhatian besar bagi siswa-siswi SMA Dharma Wanita 1 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Kesempatan bisa datang kepada siapa saja dan bahkan dalam waktu yang tidak kita duga. Begitulah pengalaman delapan siswa-siswi dari SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, saat diajak masuk ke ruang kerja Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana.</p>



<p>Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Hanindhito, memang memberikan perhatian besar bagi siswa-siswi SMA Dharma Wanita 1 Pare. Tidak sekedar memberikan pendidikan gratis, mereka juga diberi pengalaman yang diharapkan dapat memacu semangat bahwa kesempatan menjadi bupati sekalipun bisa dimiliki siapa saja.</p>



<p>Mohammad Kelvin Andrian Maulana, satu diantara delapan siswa, membagikan pengalaman tidak terduganya saat mendapatkan kesempatan itu. Seperti warga lainnya, saat itu dirinya datang ke Pendopo Panjalu Jayati, hanya untuk menghadiri halal bihalal, pada Selasa (15/04/2025) tadi.</p>



<p>&#8220;Saya first time dengan teman-teman masuk ruang kerja Bapak Hanindhito. Sangat speechless. Karena, luar biasa sekali kami diberikan kesempatan untuk masuk ruangan utamanya, ruangan orang terpenting di Kabupaten Kediri,&#8221; urainya.</p>



<p>Di dalam ruangan kerja bupati, lanjut Kelvin, mereka satu persatu diberikan kesempatan untuk duduk di kursi yang biasa ditempati orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu. Tentu, itu sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya dan bakal menjadi pengalaman hidup yang mengesankan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya duduk di kursi yang biasa bapak duduki dan Pak Dhito berdiri di samping saya. Ini sangat luar biasa sekali. Saya merasakan seolah-olah saya menjadi bupati juga,&#8221; ucap Kelvin bangga.</p>



<p>Dalam pertemuan dengan orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu, lanjut Kelvin, dirinya bersama teman-temannya juga diajak makan bareng. Mereka juga membicarakan rencana siswa-siswi SMA Dharma Wanita 1 Pare, diajak menginap di Pendopo Panjalu Jayati.</p>



<p>Besar harapan Kelvin bersama teman-temannya, Mas Dhito dapat membawa Kabupaten Kediri menjadi lebih maju dan menjadi kabupaten yang dikenal di Indonesia. Lebih khusus, mereka berharap Mas Dhito bisa meningkatkan pendidikan di Kabupaten Kediri salah satunya SMA Dharma Wanita 1 Pare.</p>



<p>&#8220;Saya mengucapkan terima kasih telah didirikan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, karena sangat membantu masyarakat menengah ke bawah seperti kami,&#8221; katanya.</p>



<p>Sekolah SMA Dharwa Wanita 1 Pare yang didirikan pemerintahan Mas Dhito, ujarnya, ini bukan sekolah pada umumnya. Sekolah ini, pada 2023 lalu mulai dioperasikan sebagai sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terkendala biaya pendidikan. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221317</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Komitmen Dukungan Program Pemkab Lumajang, Dharma Wanita Persatuan Gelar Halal Bihalal</title>
		<link>https://memontum.com/perkuat-komitmen-dukungan-program-pemkab-lumajang-dharma-wanita-persatuan-gelar-halal-bihalal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2025 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bihalal]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221141</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan halal bihalal di Gedung DPRD Kabupaten Lumajang, Selasa (15/04/2025) tadi. Pelaksanaan halal bihalal yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini, diisi dengan tausiyah keagamaan, doa bersama serta ramah tamah antar anggota. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, jajaran pengurus dan anggota DWP dari berbagai perangkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan halal bihalal di Gedung DPRD Kabupaten Lumajang, Selasa (15/04/2025) tadi. Pelaksanaan halal bihalal yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini, diisi dengan tausiyah keagamaan, doa bersama serta ramah tamah antar anggota. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, jajaran pengurus dan anggota DWP dari berbagai perangkat daerah maupun kecamatan di lingkungan Pemkab Lumajang.</p>



<p>Ketua DWP Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono, menyampaikan bahwa momentum halal bihalal ini merupakan kesempatan penting untuk saling memaafkan, merekatkan kebersamaan serta memperkuat komitmen organisasi dalam mendukung program pemerintah daerah. &#8220;Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun semangat kebersamaan dan mempererat persaudaraan antar anggota. Sekaligus, meneguhkan peran DWP sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah,&#8221; kata Rahayu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengajak seluruh anggota DWP untuk terus aktif dan berkontribusi, baik dalam kegiatan sosial kemasyarakatan maupun dalam mendukung peran suami sebagai ASN di lingkungan Pemkab Lumajang. Melalui kegiatan ini, DWP Lumajang tidak hanya mempererat ikatan emosional antar keluarga besar ASN, tetapi juga memperkuat nilai-nilai religius dan sosial yang menjadi fondasi penting dalam membangun Kabupaten Lumajang yang harmonis dan berdaya saing. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221141</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
