<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>warganet &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/warganet/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Sep 2024 08:18:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>warganet &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Webinar di Jombang, Kemenkominfo Ajak Pelajar Jadi Warganet yang Cakap, Beretika dan Berdaya</title>
		<link>https://memontum.com/webinar-di-jombang-kemenkominfo-ajak-pelajar-jadi-warganet-yang-cakap-beretika-dan-berdaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berdaya]]></category>
		<category><![CDATA[beretika]]></category>
		<category><![CDATA[cakap,]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[warganet]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213903</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Menjadi warganet yang cakap berdigital adalah idaman setiap orang. Apalagi, jika kecakapan itu disertai dengan upaya penerapan untuk menjaga etika digital, tanpa mengurangi kemampuan melakukan sesuatu di ruang digital (berdaya secara digital). Agar warga digital mampu menjaga kecakapan, etika dan berdaya secara digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Menjadi warganet yang cakap berdigital adalah idaman setiap orang. Apalagi, jika kecakapan itu disertai dengan upaya penerapan untuk menjaga etika digital, tanpa mengurangi kemampuan melakukan sesuatu di ruang digital (berdaya secara digital).</p>



<p>Agar warga digital mampu menjaga kecakapan, etika dan berdaya secara digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (09/09/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Menjaga Warga Digital yang Cakap, Beretika, dan Berdaya&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Wakil Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, Eko Prasetya, dosen Universitas Dr Soetomo Surabaya, Meithiana Indrasari, dosen Universitas Negeri Surabaya, Eko Pamuji dan Anissa Rilia selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranjombang0909. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Minggu (08/09/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, indeks literasi digital Indonesia kini berada di angka 3.64 dari skala 5 atau tingkat &#8216;sedang&#8217;. Kondisi ini mendorong Kemenkominfo membuka kesadaran masyarakat akan peran penting literasi digital dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>”Pemanfaatan internet optimal butuh kecakapan digital. Meski begitu, kecakapan itu harus disertai dengan menjaga tata krama (etika) dalam menggunakan internet. Tujuannya, agar internet mampu memberikan manfaat lebih penggunanya,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemenkominfo menambahkan, generasi muda (pelajar) merupakan digital native atau warga asli digital yang sudah terbiasa dengan dunia digital sejak lahir. Dengan begitu, mereka tidak perlu beradaptasi dengan dunia digital dibandingkan dengan generasi sebelumnya.</p>



<p>”Sayangnya, kecakapan digital yang dimiliki para digital native kurang diimbangi dengan pemahaman etika digital. Layaknya di dunia nyata, interaksi di dunia maya pun tetap harus menggunakan etika,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Jombang, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213903</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terima Laporan Warganet Soal Warga Hidup Sendiri di Rumah Tak Layak, Mas Dhito-sapaan Gercep Beri Solusi</title>
		<link>https://memontum.com/terima-laporan-warganet-soal-warga-hidup-sendiri-di-rumah-tak-layak-mas-dhito-sapaan-gercep-beri-solusi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dhito-sapaan]]></category>
		<category><![CDATA[gercep,]]></category>
		<category><![CDATA[laporan]]></category>
		<category><![CDATA[layak]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri,]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<category><![CDATA[warganet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210617</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, membangunkan rumah salah satu warganya yang hidup sendirian di Desa Sendang Kecamatan Banyakan, Senin (03/06/2024) tadi. Hal tersebut diungkapkan bupati muda yang akrab disapa Mas Dhito, saat mengunjungi janda bernama Nurul Istonik. Disampaikan, jika pihaknya membangun rumah warga tersebut, karena berdasarkan laporan dari warganet. “Saya mendapat laporan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, membangunkan rumah salah satu warganya yang hidup sendirian di Desa Sendang Kecamatan Banyakan, Senin (03/06/2024) tadi. Hal tersebut diungkapkan bupati muda yang akrab disapa Mas Dhito, saat mengunjungi janda bernama Nurul Istonik.</p>



<p>Disampaikan, jika pihaknya membangun rumah warga tersebut, karena berdasarkan laporan dari warganet. “Saya mendapat laporan dari Medsos, makanya segera kita tindaklanjuti dan ternyata memang awalnya terkendala dari tanah warisnya. Tapi perhari ini tanah warisnya dan pembagian hak-haknya sudah selesai dan sudah disepakati bersama,” kata Mas Dhito.</p>



<p>Diketahui, Nurul sebelumnya tinggal bersama sang adik yang mengalami keterbelakangan mental. Setelah adiknya meninggal, dirinya hidup sendirian dalam ruangan yang dahulunya difungsikan sebagai dapur.</p>



<p>Kondisi tempat tinggal Nurul sendiri, terbilang kurang representatif. Dimana dibeberapa titik mengalami kerusakan. Termasuk atap yang bocor saat terjadi hujan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Melihat kondisi rumah dan kesehatan Nurul yang diketahui juga tengah sakit itu, bupati berusia 31 tahun ini berencana membangun rumah Nurul dalam waktu dekat. Dikatakan Mas Dhito, bahwa rumah Nurul akan diperbaiki secara menyeluruh. Pihaknya berharap setelah perbaikan rumah tersebut, pemilik rumah lebih merasa nyaman.</p>



<p>“Insyaallah paling lama satu minggu ke depan, sudah mulai perbaikan secara menyeluruh. Jadi artinya, Bu Nurul tidak perlu kebanjiran di saat hujan dan tidak perlu kepanasan di musim panas seperti ini,” jelas Mas Dhito.</p>



<p>Mas Dhito mengungkapkan, saat proses perbaikan rumah, Nurul akan tinggal sementara di rumah keponakannya yang diperkirakan proses perbaikan rumah tersebut dilakukan dalam kurun waktu satu bulan.</p>



<p>Ditanya terkait kebutuhan sehari-hari wanita yang tinggal di Dusun Sendang itu, Mas Dhito juga berencana akan mendorong keluarga Nurul agar bisa membantu dengan membuat usaha. &#8220;Tidak menutup kemungkinan kita akan dorong keluarganya supaya berusaha,” paparnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210617</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi dengan Pangkalan TNI AL Malang, Kemenkominfo Gelar Diskusi Literasi Ajak Warganet Kritis</title>
		<link>https://memontum.com/kolaborasi-dengan-pangkalan-tni-al-malang-kemenkominfo-gelar-diskusi-literasi-ajak-warganet-kritis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Aug 2023 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[warganet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195043</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dunia digital yang tidak berbatas saluran komunikasi, memiliki banyak konten dan informasi. Dari informasi yang bersifat positif hingga konten-konten negatif seperti hoaks. Semuanya bercampur. Kenyataan tersebut, menuntut pengguna media digital untuk cerdas memilah dan memilih informasi yang positif dan bermanfaat. ”Hal itu perlu dilakukan, agar ekosistem digital Indonesia semakin minim dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Dunia digital yang tidak berbatas saluran komunikasi, memiliki banyak konten dan informasi. Dari informasi yang bersifat positif hingga konten-konten negatif seperti hoaks. Semuanya bercampur. Kenyataan tersebut, menuntut pengguna media digital untuk cerdas memilah dan memilih informasi yang positif dan bermanfaat.</p>



<p>”Hal itu perlu dilakukan, agar ekosistem digital Indonesia semakin minim dengan hoaks. Karena netizen atau warganet Indonesia lebih kritis dan semakin paham akan arus informasi,” tulis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam rilis yang diterima awak media, terkait rencana menggelar diskusi literasi digital di Jalan Yos Sudarso 14, Pangkalan TNI Angkatan Laut (AL) Malang, Jawa Timur, Minggu (06/08/2023) besok pagi.</p>



<p>Diskusi luring (offline) kolaborasi Kemenkominfo dengan Pangkalan TNI AL Malang itu akan menghadirkan tiga nara sumber yang mengupas tema &#8216;Kebal Hoaks: Ayo Jadi Netizen Kritis!&#8217;. Mereka adalah mom influencer, Novindah Sochmariyanti, presenter TV, Babytha Fara, penyiar radio, Danin Sibilo, dan Riska Regita selaku moderator.</p>



<p>”Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarMalang0608. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Sabtu (05/08/2023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, Agustus 2018 hingga awal 2022 pihaknya telah menemukan 9.456 hoaks yang tersebar di berbagai platform media sosial di internet. Media penyebaran hoaks saat itu juga beragam, seperti aplikasi perpesanan WhatsApp sebanyak 62,8 persen, situs web sebanyak 34,9 persen, dan media sosial 92,4 persen.</p>



<p>Pengguna internet, lanjut Kemenkominfo, harus bisa mengenali hoaks. Antara lain, jenis informasi yang menciptakan kecemasan, kebencian dan permusuhan. ”Lalu, sumber biasanya tidak jelas dan tidak ada klarifikasi, isi pesan memihak, biasanya mencatut tokoh berpengaruh, dan bahayanya memanfaatkan fanatisme seseorang atas nama ideologi, agama, dan suara rakyat,” rinci Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, lanjut Kemenkominfo, hoaks bisa dilihat juga dari judul yang terkesan provokatif dan biasanya tidak sesuai antara judul dengan isinya. Artikel yang ditulis biasanya menyembunyikan fakta dan serta merta memelintir pernyataan narasumbernya.</p>



<p>”Namun hal yang paling penting, berita seperti ini biasanya dimuat di media abal-abal, di mana alamat media dan penanggung jawab tidak jelas. Kemudian, pemberi pesan biasanya juga minta dibagikan ulang atau diviralkan,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Diskusi yang digelar &#8216;chip in&#8217; di acara gowes dan jalan santai menyongsong HUT ke-78 TNI Angkatan Laut tahun 2023 itu akan mengambil start dan finish di Mako Lanal Malang. Acara fun bike dan jalan santai dimulai pukul 06.00 WIB, dilanjutkan dengan diskusi literasi digital, dan ditutup dengan hiburan musik. Peserta akan mendapatkan undian door prize.</p>



<p>Sekadar catatan, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, khususnya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program nasional yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195043</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
