<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>warnai &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/warnai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Dec 2025 03:03:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>warnai &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>BRI Perkuat Digitalisasi Malang Raya, 343 Merchant Qris dan Transaksi Rp 1,8 Miliar Warnai QTF 2025</title>
		<link>https://memontum.com/bri-perkuat-digitalisasi-malang-raya-343-merchant-qris-dan-transaksi-rp-18-miliar-warnai-qtf-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 03:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merchant]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi]]></category>
		<category><![CDATA[warnai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228425</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kawasan Wisata Kayutangan Heritage Kota Malang dan moda transportasi Bis Trans Jatim, jadi konsentrasi penyelenggaraan QRIS Tap Festival (QTF) 2025 pada 28 hingga 30 November 2025, kolaborasi Bank Indonesia bersama perbankan nasional. Pelaksana kegiatan ini digelar, sebagai upaya memperkenalkan fitur terbaru QRIS, yaitu QRIS Tap, sebuah inovasi pembayaran yang memadukan standar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kawasan Wisata Kayutangan Heritage Kota Malang dan moda transportasi Bis Trans Jatim, jadi konsentrasi penyelenggaraan QRIS Tap Festival (QTF) 2025 pada 28 hingga 30 November 2025, kolaborasi</p>



<p>Bank Indonesia bersama perbankan nasional. Pelaksana kegiatan ini digelar, sebagai upaya memperkenalkan fitur terbaru QRIS, yaitu QRIS Tap, sebuah inovasi pembayaran yang memadukan standar QRIS dengan teknologi NFC, sehingga memungkinkan masyarakat melakukan transaksi hanya dengan men-tap ponsel ke perangkat reader merchant.</p>



<p>Dalam festival ini, BRI tampil sebagai salah satu bank dengan peran besar dalam mendukung ekosistem pembayaran digital di Kayutangan Heritage. Partisipasi BRI bukan sekadar dukungan, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen BRI memperkuat integrasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) sesuai arah Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.</p>



<p>BRI Malang mencatat pencapaian yang signifikan, khususnya dari sisi kesiapan merchant dan performa transaksi digital. Bahkan hingga November 2025, BRI telah memberdayakan 36 merchant melalui perangkat EDC BRI dan 343 merchant QRIS BRI di kawasan Kayutangan Heritage, menjadikan BRI sebagai salah satu penyumbang terbesar dalam ekosistem pembayaran non-tunai di pusat wisata unggulan Kota Malang tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya dari sisi jumlah merchant, performa transaksi BRI juga menunjukkan peningkatan yang kuat. Volume transaksi EDC dan QRIS BRI mencapai 27.293 transaksi dengan nilai mencapai Rp 1,8 miliar sepanjang November 2025, dan menegaskan peran BRI dalam mendorong adopsi transaksi digital masyarakat dan UMKM.</p>



<p>Melalui QTF 2025, masyarakat dapat merasakan pengalaman pembayaran masa depan di dua lokasi utama. Di Kayutangan Heritage, pengunjung dapat membeli tiket masuk hanya dengan Tap QRIS senilai Rp 1,- sekaligus menikmati berbagai promo UMKM seperti voucher potongan harga Rp 25 ribu dan kupon undian. Sementara itu, pada layanan Bis Trans Jatim, masyarakat dapat mencoba kenyamanan pembayaran contactless menggunakan QRIS Tap senilai Rp 1,- sebagai bentuk edukasi dan adopsi awal teknologi pembayaran baru ini.</p>



<p>Regional Funding &amp; Retail Transaction Banking Head BRI Region 13 Malang, Wahyuningtyas Kurniawati, menegaskan bahwa kontribusi BRI dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai akselerator utama digitalisasi transaksi di Malang Raya. “BRI hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pengalaman transaksi yang cepat, aman, dan modern. Dengan jumlah merchant terbanyak dan transaksi yang terus bertumbuh, BRI berkomitmen memperkuat ekosistem pembayaran digital, khususnya di pusat wisata dan transportasi publik. QRIS Tap menjadi momentum penting bagi transformasi digital, dan BRI siap berada di garis depan untuk mendukung penuh inovasi ini,” ujar Wahyuningtyas, Jumat (05/12/2025) tadi.</p>



<p>Melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan, BRI akan terus memperluas penerapan pembayaran digital dan memastikan UMKM serta masyarakat semakin familiar dengan teknologi transaksi yang lebih efisien dan inklusif. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228425</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi AI, UMKM dan Desainer Warnai Malang Fashion Week 2025</title>
		<link>https://memontum.com/kolaborasi-ai-umkm-dan-desainer-warnai-malang-fashion-week-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[warnai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227478</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gelaran Malang Fashion Week (MFW) ke-8 tahun 2025, resmi dibuka di Kota Malang, Kamis (06/11/2025) tadi. Dengan mengusung tema &#8216;Vectra&#8217; yang menandai era baru fesyen dengan mengekplorasi Artificial Intellengence-Generated Design sebagai evolusi dan manifestasi industri fesyen. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan MFW ke-8 ini. Menurutnya, ajang tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gelaran Malang Fashion Week (MFW) ke-8 tahun 2025, resmi dibuka di Kota Malang, Kamis (06/11/2025) tadi. Dengan mengusung tema &#8216;Vectra&#8217; yang menandai era baru fesyen dengan mengekplorasi Artificial Intellengence-Generated Design sebagai evolusi dan manifestasi industri fesyen.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan MFW ke-8 ini. Menurutnya, ajang tersebut sejalan dengan semangat Kota Malang yang kini telah mendapat pengakuan dunia.</p>



<p>&#8220;MFW ini kelasnya sudah go international. Apalagi, Kota Malang baru saja mendapatkan penghargaan sebagai Kota Kreatif Dunia Unesco di bidang Media Arts. Ini sangat berkaitan dengan ekraf, dan MFW menjadi bagian penting untuk memperkuat UMKM kriya dan fesyen agar terus naik kelas,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa gelaran MFW juga mendukung Pemkot Malang dalam mewujudkan seribu event untuk Kota Malang. Dengan semangat kolaborasi antara pelaku usaha kreatif, desainer muda dan profesional, ajang tersebut menjadi etalase kreativitas sekaligus penggerak ekonomi fesyen di tingkat lokal hingga internasional.</p>



<p>“Di sini tampil desainer dari SMK, pelaku muda, dan profesional yang membawa karya terbaiknya. Semoga event ini bisa membangkitkan semangat ekonomi kreatif, tidak hanya di tingkat lokal, tapi juga internasional,” lanjutnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Febrina, menuturkan bahwa dukungan BI dalam ajang MFW 2025 menjadi bagian dari sinergi memperkuat ekonomi kreatif dan keberlanjutan ekonomi hijau. “Penerapan AI dan teknologi digital dalam fesyen bukan hanya bentuk kreativitas baru, tapi juga strategi penguatan ekonomi daerah. BI mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas melalui kurasi, pendampingan, literasi digital, dan kolaborasi dengan desainer profesional,” jelasnya.</p>



<p>Febrina menambahkan, pihaknya terus memperkuat ekosistem digital dengan mendorong penggunaan QRIS di sektor UMKM fesyen. “MFW ini menjadi ajang strategis bertemunya dunia usaha, perbankan, dan perancang mode nasional maupun internasional. Harapannya, potensi lokal semakin meningkat dan menjadi sumber ekonomi baru dari sektor kriya, kain, dan kuliner,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Baschin, yang juga turut hadir, memuji konsep MFW 2025 yang menggabungkan kreativitas dan teknologi. “Saya senang MFW ke-8 ini mengintegrasikan AI integrated dalam produksinya. Ini langkah maju. Karena kita tidak bisa menghentikan kemajuan teknologi, maka lebih baik kita fasilitasi dan manfaatkan,” ujarnya.</p>



<p>Menurut Arumi, keberadaan MFW menjadi ruang penting bagi desainer muda untuk mendapatkan panggung dan kesempatan. “Soal skill mereka hebat, tapi tidak semua punya wadah. MFW menyediakan itu. Saya bangga dan berharap kegiatan seperti ini terus disupport oleh semua pihak, baik Pemkot, BI, maupun komunitas kreatif,” imbuh Arumi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227478</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang HUT RI, Penjual Bendera dan Umbul-Umbul Warnai Jalanan Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-hut-ri-penjual-bendera-dan-umbul-umbul-warnai-jalanan-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2025 05:29:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[jalanan,]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penjual]]></category>
		<category><![CDATA[umbul-umbul]]></category>
		<category><![CDATA[warnai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224387</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80, sejumlah pedagang bendera Merah Putih mulai bermunculan di berbagai ruas jalan Kota Malang. Selain bendera, juga tersedia aneka pernak-pernik khas Agustusan, seperti umbul-umbul hingga tiang bendera dari bambu. Pantauan di lapangan, salah satu titik keramaian pedagang berada di Kawasan Pasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80, sejumlah pedagang bendera Merah Putih mulai bermunculan di berbagai ruas jalan Kota Malang. Selain bendera, juga tersedia aneka pernak-pernik khas Agustusan, seperti umbul-umbul hingga tiang bendera dari bambu.</p>



<p>Pantauan di lapangan, salah satu titik keramaian pedagang berada di Kawasan Pasar Besar, Jalan Sutan Syahrir. Ada beberapa lapak berjejer yang menjajakan bendera merah putih dengan berbagai ukuran dan harga.</p>



<p>Salah satu pedagang, Mulyono (40), menyampaikan jika permintaan bendera dan umbul-umbul biasanya meningkat tajam pada awal hingga pertengahan Agustus. Dirinya memperkirakan, jika puncak ramai diserbu pembeli yakni pada 10 Agustus 2025 mendatang.</p>



<p>&#8220;Kalau baru mulai jualan Agustus, nanti keburu sepi. Biasanya ramai-ramainya sampai tanggal 10 Agustus,&#8221; kata Mulyono, saat ditemui Senin (28/07/2025) tadi.</p>



<p>Beragam jenis bendera, dijual dengan harga variatif. Mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu persatuan “Kalau untuk kampung, biasanya beli yang Rp 25 ribu. Untuk jalan raya sekitar Rp 30 ribu. Sedangkan kalau perkantoran itu Rp 35 ribu,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara untuk umbul-umbul, harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 65 ribu hingga Rp 150 ribu, tergantung ukuran dan motif. Umbul-umbul dengan harga tertinggi biasanya digunakan untuk dekorasi kantor atau instansi pemerintah.</p>



<p>&#8220;Tahun ini ada stok dua karung, estimasinya mencapai Rp 17 juta. Kalau tahun lalu sisa satu karung. Jadi sekarang stoknya kami tambah,” ucapnya.</p>



<p>Menariknya, bendera dan umbul-umbul yang dijual Mulyono merupakan produksi lokal dari saudaranya di Kota Malang. Meski begitu, keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar.</p>



<p>“Soalnya bahan-bahannya naik semua. Jadi, kami hanya ambil untung sedikit,” lanjutnya.</p>



<p>Lebih lanjut, pedagang lainnya, Budi, menyampaikan jika dirinya sengaja memulai berjualan sejak akhir Juli. Itu dilakukan agar tidak ketinggalan momentum puncak penjualan</p>



<p>&#8220;Jualannya mulai Kamis, minggu lalu. Biasanya ramainya nanti di awal bulan, tanggal 1 Agustus,&#8221; imbuh Budi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224387</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Parade Baju Adat Nusantara Warnai Upacara HUT Ke-79 RI di Banyuwangi, Bupati Kenakan Baju Adat Minang</title>
		<link>https://memontum.com/parade-baju-adat-nusantara-warnai-upacara-hut-ke-79-ri-di-banyuwangi-bupati-kenakan-baju-adat-minang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Aug 2024 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[parade]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<category><![CDATA[warnai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213091</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Parade baju adat nusantara mewarnai Upacara Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi, Sabtu (17/08/2024) tadi. Dalam momen itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengenakan baju adat Minang Koto Gadang, Sumatera Barat. Busana yang dikenakan tersebut, lengkap dengan penutup kepalanya, tingkuluak talakuang. Baju tersebut, mencerminkan adat Minangkabau yang berfalsafah &#8216;Adaik basyandi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Parade baju adat nusantara mewarnai Upacara Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi, Sabtu (17/08/2024) tadi.</p>



<p>Dalam momen itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengenakan baju adat Minang Koto Gadang, Sumatera Barat. Busana yang dikenakan tersebut, lengkap dengan penutup kepalanya, tingkuluak talakuang.</p>



<p>Baju tersebut, mencerminkan adat Minangkabau yang berfalsafah &#8216;Adaik basyandi syarak, syarak basandi kitabullah&#8217;. Adat di Minangkabau mencerminkan spirit keagamaan.</p>



<p>&#8220;Ini saya kira tepat dengan kultur masyarakat Banyuwangi. Dimana agama menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat. Sebagai pemimpin daerah, saya berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan harmonisasi diantara adat dan agama dalam kehidupan masyarakat Banyuwangi,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kesempatan itu, para undangan yang hadir juga tampak mengenakan baju adat dari berbagai wilayah di Indonesia. Seperti Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah, mengenakan baju adat Jawa. Sekda Mujiono mengenakan baju adat Bugis. Juga tampak undangan yang lain mengenakan baju adat Papua, Bengkulu, hingga Dayak.</p>



<p>&#8220;Ini mengingatkan kita kembali bahwa Bangsa Indonesia dibangun dari kebhinekaan, keberagaman yang kemudian kita bersatu, menyatukan tekad sebagai bangsa Indonesia,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, HUT Kemerdekaan RI merupakan momen bagi seluruh warga untuk kembali meneguhkan semua daya dan pikir, membawa bangsa ini maju dan berkarakter kuat. Maka, semangat gotong royong, menjadi landasan bagi semua pihak untuk membangun bangsa ini.</p>



<p>Berbagai program penanganan kemiskinan telah diluncurkan oleh Bupati Ipuk. Mulai ASN Peduli, dimana ribuan ASN Banyuwangi bergotong royong membantu warga kurang mampu. Juga Program Banyuwangi Berbagi, yang mengajak banyak elemen masyarakat untuk berkolaborasi menuntaskan masalah kemiskinan di Banyuwangi.</p>



<p>“Saat awal kami menjabat pada 2021, angka kemiskinan di 8,07 persen. Alhamdulillah dengan gotong royong semua pihak, saat ini selama tiga tahun turun ke 6,54 persen. Mari bersama kita terus kuatkan ikatan ini. Bersama kita kuat,” tambah Ipuk. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213091</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Prosesi Pedang Pora Warnai Serah Terima Jabatan Kapolres Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/prosesi-pedang-pora-warnai-serah-terima-jabatan-kapolres-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jul 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pedang]]></category>
		<category><![CDATA[pora]]></category>
		<category><![CDATA[prosesi]]></category>
		<category><![CDATA[serah]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<category><![CDATA[warnai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194496</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Kepolisian Resor Trenggalek menggelar apel farewell and welcome parade dengan tradisi pedang pora. Apel farewell and welcome, ini digelar sebagai tanda pisah sambut Kapolres Trenggalek dari pejabat lama ke pejabat baru. Sebelumnya, Kapolres Trenggalek dipimpin oleh AKBP Alith Alarino, yang kini digantikan oleh pejabat baru AKBP Gatut Bowo Supriyono. Apel farawell and [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Kepolisian Resor Trenggalek menggelar apel farewell and welcome parade dengan tradisi pedang pora. Apel farewell and welcome, ini digelar sebagai tanda pisah sambut Kapolres Trenggalek dari pejabat lama ke pejabat baru.</p>



<p>Sebelumnya, Kapolres Trenggalek dipimpin oleh AKBP Alith Alarino, yang kini digantikan oleh pejabat baru AKBP Gatut Bowo Supriyono. Apel farawell and welcome tersebut, digelar di Halaman Mapolres Trenggalek, Sabtu (29/07/2023) pagi.</p>



<p>Tradisi pedang pora dilakukan sebagai ucapan selamat datang ataupun pisah sambut untuk Kapolres Trenggalek yang lama dengan yang baru. Selain dihadiri Kapolres Trenggalek yang lama dan yang baru, kegiatan ini juga dihadiri Waka Polres Trenggalek, seluruh PJU Polres Trenggalek, Kapolsek jajaran, perwira dan segenap personel Polres Trenggalek serta Pengurus Bhayangkari Cabang Trenggalek.</p>



<p>Rangkaian acara diawali dengan penyambutan hadrah dari Polres Trenggalek dilanjutkan pengalungan bunga dan penyerahan buket bunga kepada Kapolres Trenggalek yang baru dan istri. Sesampainya di depan gerbang masuk Polres Trenggalek, Kapolres yang baru beserta istri masuk ke gerbang pora diiringi dengan puisi dan cucuk lampah.</p>



<p>Setelah penyambutan pedang pora, dilanjutkan perkenalan sekilas Kapolres Trenggalek yang baru dengan PJU Polres Trenggalek dan Kapolsek jajaran. Acara, selanjutnya ditutup dengan penyerahan secara simbolis kunci Mako Polres Trenggalek serta Pemotongan Pita oleh Kapolres Trenggalek yang Baru.</p>



<p>Dalam apel kesatuan yang dikuti oleh seluruh anggota di halaman Mapolres, AKBP Alith mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh anggota yang telah mencurahkan segenap waktu, tenaga dan pikiran serta ikhlas memberikan dukungan selama bertugas di Kabupaten Trenggalek. Sehingga, tercipta Kamtibmas yang kondusif, aman dan damai.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Waktu berjalan sangat cepat dan tidak terasa sudah satu tahun kita bekerja bersama dalam suka dan duka. Membawa Polres Trenggalek yang kita cintai ini ke arah yang lebih baik dan berkontribusi dalam menjaga Kamtibmas yang senantiasa kondusif,&#8221; ucap AKBP Alith, Sabtu (29/07/2023) siang.</p>



<p>Dikatakannya, hal itu merupakan hasil kerja keras bersama sebagai tim yang hebat dan solid. Oleh sebab itu, pihaknya berpesan kepada seluruh anggota untuk selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan institusi.</p>



<p>Sementara itu, Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut dalam arahan perdananya menegaskan pihaknya akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh AKBP Alith. Karena, sudah terbukti sukses dalam menciptakan situasi Kabupaten Trenggalek yang aman dan kondusif.</p>



<p>“Karakter masyarakat Kabupaten Trenggalek adalah guyup rukun dan memegang kuat adat dan budaya Mataraman. Kita akan lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Harus selalu hadir dan ada ditengah masyarakat. Menciptakan keakraban dan membangun komunikasi yang harmonis,&#8221; kata Kapolres Trenggalek.</p>



<p>Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada AKBP Alith, yang selama menjabat kurang lebih satu tahun telah banyak membawa perubahan dan prestasi yang membanggakan. Usai apel kesatuan, AKBP Alith dan istri dilepas dengan kereta kencana yang ditarik oleh para pejabat utama dan anggota diiringi tari tradisional Trenggalek Jaranganan Turonggo Yagso, mulai dari gerbang Mapolres hingga simpang tiga Widowati</p>



<p>&#8220;Ada pertemuan dan tentunya juga ada perpisahan. Semoga sosok ramah dan bersahaja (Kapolres Trenggalek lama, red) sukses mengemban amanah baru. Begitu juga mungkin harapan nantinya, saya akan menggantikan jabatan sebagai Kapolres Trenggalek yang baru agar lebih dekat dengan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan nyaman,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194496</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
