<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>warning &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/warning/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Apr 2026 12:35:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>warning &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Warning Program RT Berkelas, DPRD Kota Malang Minta Pengadaan Tak Gunakan Harga Maksimum</title>
		<link>https://memontum.com/warning-program-rt-berkelas-dprd-kota-malang-minta-pengadaan-tak-gunakan-harga-maksimum</link>
					<comments>https://memontum.com/warning-program-rt-berkelas-dprd-kota-malang-minta-pengadaan-tak-gunakan-harga-maksimum#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[berkelas]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[maksimum]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadaan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[warning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231522</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; DPRD Kota Malang memastikan akan melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program RT Berkelas, khususnya pada aspek penganggaran dan pengadaan barang. Hal itu dilakukan, agar tetap efisien serta tepat sasaran. Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengatakan bahwa pihak legislatif sejak awal telah memberikan sejumlah masukan kepada Pemerintah Kota Malang melalui [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; DPRD Kota Malang memastikan akan melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program RT Berkelas, khususnya pada aspek penganggaran dan pengadaan barang. Hal itu dilakukan, agar tetap efisien serta tepat sasaran.</p>



<p>Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengatakan bahwa pihak legislatif sejak awal telah memberikan sejumlah masukan kepada Pemerintah Kota Malang melalui rapat kerja hingga pembahasan kamus standar harga. Menurutnya, penyusunan satuan harga harus tetap realistis dengan mempertimbangkan inflasi, namun tidak boleh serta-merta menggunakan batas harga tertinggi dalam proses pengadaan.</p>



<p>“Kami sudah sampaikan ke eksekutif, kalau menyusun kamus harga itu harus reasonable. Ada range minimum sampai maksimum, tapi jangan kemudian selalu mengambil harga maksimum,” tegas Mia-sapaannya, Selasa (07/04/2026) tadi.</p>



<p>Mia menilai, pengadaan barang pemerintah seharusnya mengutamakan efisiensi dengan memilih harga terbaik untuk spesifikasi barang yang sama. “Kalau ada pilihan harga yang lebih bagus dan lebih terjangkau, kenapa harus ambil yang paling mahal? Itu yang selalu kami tekankan supaya ada efisiensi belanja pemerintah,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, efisiensi anggaran justru menjadi langkah penting di tengah ketidakpastian kondisi fiskal nasional maupun potensi guncangan ekonomi ke depan. Mia mencontohkan pengelolaan anggaran pemerintah harus layaknya pengelolaan rumah tangga yang tetap menyiapkan cadangan menghadapi kondisi tak terduga.</p>



<p>“Kalau nanti muncul Silpa karena efisiensi itu tidak masalah. Yang penting bukan karena tidak mampu membelanjakan, tapi karena memang ada penghematan,” katanya.</p>



<p>Selain soal harga, DPRD juga memberikan sejumlah catatan terhadap dampak anggaran program RT Berkelas terhadap sektor lain. Mia mengakui terdapat penyesuaian anggaran, meski bukan dalam konteks pergeseran besar.</p>



<p>“Pasti ada penyesuaian. Tapi kami tekankan jangan sampai mengganggu pelayanan publik yang menyangkut standar pelayanan minimum seperti kesehatan dan pendidikan,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan Mia, bahwa program RT Berkelas harus benar-benar menjadi solusi nyata bagi masyarakat di tingkat paling bawah, yakni rukun tetangga (RT), bukan sekadar program simbolik. “RT ini unit terkecil masyarakat. Programnya harus rinci, sesuai aturan dan benar-benar menjawab kebutuhan warga. Itu yang menjadi perhatian utama DPRD,” imbuh Mia. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/warning-program-rt-berkelas-dprd-kota-malang-minta-pengadaan-tak-gunakan-harga-maksimum/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231522</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Travel Warning, Wali Kota Wahyu Pastikan Kota Malang Aman, Wisata dan Event Tetap Berjalan</title>
		<link>https://memontum.com/travel-warning-wali-kota-wahyu-pastikan-kota-malang-aman-wisata-dan-event-tetap-berjalan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berjalan,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[warning]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225705</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menyusul adanya travel warning dari sejumlah negara untuk bepergian ke Indonesia, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan kondisi Kota Malang tetap aman bagi wisatawan. Dirinya menegaskan, bahwa status tersebut tidak perlu membuat masyarakat maupun pelaku usaha pariwisata menjadi khawatir. “Kami akan tunjukkan ke mereka, bahwa di Kota Malang ini baik-baik saja. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menyusul adanya travel warning dari sejumlah negara untuk bepergian ke Indonesia, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan kondisi Kota Malang tetap aman bagi wisatawan. Dirinya menegaskan, bahwa status tersebut tidak perlu membuat masyarakat maupun pelaku usaha pariwisata menjadi khawatir.</p>



<p>“Kami akan tunjukkan ke mereka, bahwa di Kota Malang ini baik-baik saja. Makanya kemarin sudah ada deklarasi damai, untuk memberikan kepastian kepada masyarakat, khususnya wisatawan dan pengusaha travel, bahwa Kota Malang ini gak ada masalah,” kata Wali Kota Wahyu, Rabu (03/09/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengimbau, agar pelaku usaha pariwisata tetap optimis dan tidak was-was dalam menyambut wisatawan. Menurutnya, Kota Malang tetap terbuka dan nyaman untuk dikunjungi.</p>



<p>“Wisatawan silakan datang. Kami sampaikan bahwa Malang aman-aman saja,” tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu menuturkan, bahwa agenda-agenda pariwisata maupun kegiatan masyarakat akan tetap berlangsung seperti biasa. “Event-event tetap berjalan. Sekolah juga sudah masuk, tidak libur. ASN juga sudah mengenakan pakaian dinas. Karena kesannya kita ini seperti ada kejadian luar biasa, padahal ini sudah normal lagi,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225705</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rektor Unira Warning Mahasiswi untuk Tidak Boleh Bimbingan ke Rumah Dosen Pria</title>
		<link>https://memontum.com/rektor-unira-warning-mahasiswi-untuk-tidak-boleh-bimbingan-ke-rumah-dosen-pria</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bimbingan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor]]></category>
		<category><![CDATA[warning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221760</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Rektor Universitas Madura (Unira), H Gazali, membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Anti Kekerasan Seksual. Satgas yang dibentuk ini, terdiri dari gabungan dosen dan mahasiswa yang dibentuk guna merespons banyaknya kasus kekerasan seksual yang akhir-akhir ini marak terjadi di sejumlah kampus. &#8220;Jumlah mahasiswa kami banyak, tentu banyak risiko kemungkinan terjadinya pelecehan seksual,&#8221; kata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Rektor Universitas Madura (Unira), H Gazali, membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Anti Kekerasan Seksual. Satgas yang dibentuk ini, terdiri dari gabungan dosen dan mahasiswa yang dibentuk guna merespons banyaknya kasus kekerasan seksual yang akhir-akhir ini marak terjadi di sejumlah kampus.</p>



<p>&#8220;Jumlah mahasiswa kami banyak, tentu banyak risiko kemungkinan terjadinya pelecehan seksual,&#8221; kata Rektor Unira, Senin (05/05/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Cak Go-sapaan akrab H Gazali, Satgas anti kekerasan seksual ini merupakan sistem yang memberikan edukasi dan pengarahan terhadap mahasiswa dan dosen di lingkungan Unira perihal tidak boleh melakukan kekerasan dan pelecehan seksual di dalam kampus. &#8220;Poster itu kami tempel mulai pintu masuk Gerbang Unira sampai di sejumlah semua area di dalam kampus,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mantan aktivis HMI itu menegaskan, pemerintah telah mewajibkan setiap universitas untuk membentuk Satgas anti kekerasan seksual. Aturan tersebut, dikeluarkan pemerintah seiring maraknya kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh dosen atau mahasiswa di dalam kampus.</p>



<p>&#8220;Untuk mematuhi aturan dari pemerintah tersebut, Unira mengeluarkan larangan terhadap dosen untuk tidak melakukan kuliah malam. Selain itu, setiap mahasiswa dan dosen dilarang melakukan bimbingan ke rumah dosen,&#8221; tambahnya.</p>



<p>H Gazali menyarankan, agar mahasiswa Unira yang ingin bimbingan skripsi agar dilakukan di kampus. Kendatipun demikian, belum ada pelaporan mahasiswa Unira yang mengalami pelecehan dan kekerasan seksual.</p>



<p>&#8220;Dahulu memang pernah ada kuliah malam terakhir 2021 dan bimbingan malam di Unira. Tapi sekarang sudah tidak ada, hanya sampai sore hari. Yang rawan itu mahasiswi bimbingan ke rumah dosen pria. Sudah kami sarankan bahwa bimbingan skripsi itu harus di kampus,&#8221; tegasnya. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221760</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Musim Penghujan, DBD Jadi Warning Dinkes untuk Warga Malang Selatan</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-musim-penghujan-dbd-jadi-warning-dinkes-untuk-warga-malang-selatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Sep 2023 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghujan,]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[warning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198956</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Menjelang datangnya musim penghujan, wanti-wanti dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Itu karena, musim penghujan tidak hanya rentan pada bencana, namun juga pada genangan air yang juga bisa memunculkan jentik nyamuk. &#8220;Memasuki musim penghujan, tentunya untuk Kabupaten Malang, tidak hanya antisipasi pada bencana. Namun, juga terhadap genangan air yang bisa memunculkan jentik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Menjelang datangnya musim penghujan, wanti-wanti dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Itu karena, musim penghujan tidak hanya rentan pada bencana, namun juga pada genangan air yang juga bisa memunculkan jentik nyamuk.</p>



<p>&#8220;Memasuki musim penghujan, tentunya untuk Kabupaten Malang, tidak hanya antisipasi pada bencana. Namun, juga terhadap genangan air yang bisa memunculkan jentik nyamuk. Hal inilah, yang juga perlu diantisipasi,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, Kamis (21/09/2023) tadi.</p>



<p>Untuk wilayah kabupaten (Malang, red), paparnya, beberapa titik yang perlu diantisipasi dalam penyakit demam berdarah (DBD) adalah wilayah Malang Selatan. Adapun lokasi penyebarannya, itu di beberapa kecamatan di sana.</p>



<p>&#8220;Untuk wilayah penyebarannya, itu merata. Karenanya, wilayah Malang Selatan, agar senantiasa waspada,&#8221; imbuhnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hal-hal yang perlu diantisipasi, imbuhnya, tentu tetap sama. Yaitu, menguras, membersihkan dan mengubur, terhadap segala sesuatu yang kemungkinan bisa mengakibatkan jentik nyamuk. Sehingga, kemungkinan nyamuk bisa berkembang, bisa diantisipasi sejak awal.</p>



<p>&#8220;Antisipasi tetap sama, namun warga sekali lagi harus mengantisipasi adanya genangan air. Karena dengan adanya musim penghujan, maka secara otomatis akan mengakibatkan genangan air,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Begitu teridentifikasi adanya jentik nyamuk, lanjut Wiyanto, warga pun diharapkan bisa responsif. Artinya, segera melaporkan dan jika diperlukan bisa melakukan pengajuan fogging.</p>



<p>&#8220;Untuk warga yang terkena DBD, hal yang perlu menjadi perhatian, yaitu tatkala sakit demam selama empat hari terurutan. Sebisa mungkin, jika kondisi dialami, maka harus segera berobat,&#8221; lanjutnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198956</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembinaan hingga Evaluasi Kinerja di Pemkot Batu, Dirjen Otoda Kemendagri Warning Markup Data</title>
		<link>https://memontum.com/pembinaan-hingga-evaluasi-kinerja-di-pemkot-batu-dirjen-otoda-kemendagri-warning-markup-data</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jul 2023 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[Dirjen]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendagri]]></category>
		<category><![CDATA[Kinerja]]></category>
		<category><![CDATA[markup]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Otoda]]></category>
		<category><![CDATA[pembinaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[warning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193252</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otoda Kemendagri) Republik Indonesia, Akmal Malik, melakukan &#8216;Pembinaan dan penguatan evaluasi kinerja pemerintah daerah dan netralitas ASN di lingkungan Pemkot Batu&#8217; di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (14/07/2023) tadi. Dalam pelaksanaan yang diikuti Pj Wali Kota Batu bersama sejumlah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otoda Kemendagri) Republik Indonesia, Akmal Malik, melakukan &#8216;Pembinaan dan penguatan evaluasi kinerja pemerintah daerah dan netralitas ASN di lingkungan Pemkot Batu&#8217; di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (14/07/2023) tadi. Dalam pelaksanaan yang diikuti Pj Wali Kota Batu bersama sejumlah OPD itu, dirinya memberikan beberapa catatan penting.</p>



<p>Diantaranya, untuk tidak markup soal data yang mengakibatkan terjeratnya dengan persoalan hukum. Markup atau merubah data dari tidak adanya kepastian data, akan berimbas pada tata kelola keuangan. Sehingga, OPD akan terlibat dengan persoalan hukum.</p>



<p>&#8220;Hasil evaluasi 2021, Pemerintah Kota Batu kinerjanya bagus. Dan, saat ini sedang proses evaluasi 2022 dan 2023. Meski sudah bagus, memang ada catatan penting yaitu jangan ada markup data. Misalnya, kalau memang yang miskin itu 200, ya buatlah perencanaan 200. Kalau anggaran tidak cukup, kita mulai tahun ini berapa,&#8221; terang Akmal Malik.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Mengapa hal itu penting ditekankan, ujarnya, karena soal data harus terbuka di hadapan publik. Sehingga, publik juga mengetahui sumber daya pemerintahan bisa bekerja dengan baik. Karena, langkah tersebut merupakan bagian reformasi birokrasi yang dilakukan kepada birokrat.</p>



<p>&#8220;Persoalan data ini tidak bisa dianggap remeh. Ketika terjadi mark up, dipastikan berpengaruh pada penggunaan anggaran. Jadi, saya ingatkan kepada OPD agar terhindar dari persoalan hukum. Kita harapkan penggunaan fasilitas negara dan penggunaan kewenangan, sesuai dengan protap yang jelas,&#8221; urainya.</p>



<p>Untuk itu, tegas Akmal, disini Pj Wali Kota Batu bersama OPD diminta membuat data yang akurat dan presisi agar publik dan aparat penegak hukum sebagai pengawas mengetahui sudah berjalan dengan baik. &#8220;Jadi, pastikan data akurat dan presisi yang menjadi bagian dari perencanaan-perencanaan itu. Jangan markup,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengatakan dengan adanya evaluasi dari Kemendagri tersebut sangat berarti menjadi motivasi agar yang kurang baik dari kinerja pemerintahan untuk dibenahi dan diperbaiki. &#8220;Tentunya, di sini seluruh OPD segera evaluasi bersama-sama,&#8221; terangnya.</p>



<p>Diakui Aries, bahwa tugas kepala daerah yang menjabat sebagai Penjabat (Pj), itu tidaklah gampang. Ini dikarenakan, Pj selama menjalankan roda pemerintahan melanjutkan anggaran yang sudah tersusun sebelumnya.</p>



<p>&#8220;Yang perlu diketahui, Pj itu menjalankan roda pemerintahan dari anggaran yang sudah tersusun sebelumnya. Artinya, bukan anggaran yang disusun oleh Pj. Disinilah, perlu perjuangan tersendiri agar menjalankan APBD dengan baik,&#8221; terangnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193252</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sering Makan Korban, Tanjakan Jurang Susuh Kota Batu Akan Dipasang Guard Rail dan Warning LED</title>
		<link>https://memontum.com/sering-makan-korban-tanjakan-jurang-susuh-kota-batu-akan-dipasang-guard-rail-dan-warning-led</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[akan]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[dipasang]]></category>
		<category><![CDATA[guard]]></category>
		<category><![CDATA[jurang]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[rail]]></category>
		<category><![CDATA[sering]]></category>
		<category><![CDATA[susuh]]></category>
		<category><![CDATA[tanjakan]]></category>
		<category><![CDATA[warning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192742</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Tanjakan Jurang Susuh di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, akan dipasang guard rail atau pagar pengaman jalan. Ini dikarenakan, jalur penghubung antara Kota Batu dan Kabupaten Malang, itu sering menyebabkan terjadinya kecelakaan dan yang terakhir adalah seperti truk yang terperosok ke jurang. Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Chilman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Tanjakan Jurang Susuh di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, akan dipasang guard rail atau pagar pengaman jalan. Ini dikarenakan, jalur penghubung antara Kota Batu dan Kabupaten Malang, itu sering menyebabkan terjadinya kecelakaan dan yang terakhir adalah seperti truk yang terperosok ke jurang.</p>



<p>Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Chilman Suaidi, mengatakan bahwa selama ini di lokasi sering terjadi kecelakaan. Sebagai langkah antisipasi musibah nyawa, maka akan diberikan pengaman.</p>



<p>&#8220;Untuk melindungi kendaraan besar supaya tidak terperosok di jurang saat terjadinya kecelakaan di Jurang Susuh, maka akan kami pasang guard rail. Tentunya, bertujuan untuk meminimalisir kecelakaan atau korban nyawa,&#8221; terangnya, Jumat (07/07/2023) sore.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk pemasangan guard rail tersebut, ujarnya, Dishub Kota Batu juga harus bekerjasama dengan Kabupaten Malang. Mengingat, Jurang Susuh adalah wilayah perbatasan antara Kota Batu dan Kabupaten Malang, yang selama ini menjadi jalan alternatif pengendara luar kota bila terjadi kemacetan di Jalur Pendem menuju Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Kalau di lihat, di sisi timur adalah wilayah Kabupaten Malang. Jadi, untuk pemasangan sarana prasarana di Jurang Susuh, harus bekerjasama dengan Kabupaten Malang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain itu, nantinya juga akan dipasang tambahan rambu-rambu yang sifatnya peringatan seperti warning LED dan bila diperlukan juga dipasang dua sampai tiga titik CCTV. &#8220;Memang sampai saat ini, itu masih belum ada komunikasi dengan pihak Kabupaten Malang, secara intens. Tetapi, kami berupaya melengkapi sarana prasarana untuk meminimalisir kecelakaan di jalur tanjakan itu. Untuk anggaran, di sini masih tahap usulan. Tentunya juga belum bisa dipastikan kapan pelaksanaannya. Tapi, yang jelas kami upayakan secepatnya,&#8221; ujarnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192742</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUD Kota Malang Warning, Obesitas Tingkatkan Degeneratif seperti Penyakit Jantung, Diabetes dan Hipertensi</title>
		<link>https://memontum.com/rsud-kota-malang-warning-obesitas-tingkatkan-degeneratif-seperti-penyakit-jantung-diabetes-dan-hipertensi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2019 09:26:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Degeneratif]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[seperti]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[warning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99538-rsud-kota-malang-warning-obesitas-tingkatkan-degeneratif-seperti-penyakit-jantung-diabetes-dan-hipertensi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum.Kota Malang &#8211; Obesitas merupakan sebuah kondisi ketika Indeks Masa Tubuh (IMT) seseorang berada pada angka 25 atau ke atas. Gejala utama adalah lemak tubuh yang berlebihan, yang meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan yang serius. Obesitas sering kali terjadi karena kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar melalui olahraga dan kegiatan normal sehari-hari. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum.Kota Malang</strong> &#8211; Obesitas merupakan sebuah kondisi ketika Indeks Masa Tubuh (IMT) seseorang berada pada angka 25 atau ke atas. Gejala utama adalah lemak tubuh yang berlebihan, yang meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan yang serius. Obesitas sering kali terjadi karena kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar melalui olahraga dan kegiatan normal sehari-hari.</p>
<p>Kepala RSUD Kota Malang, dr Umar Usman melalui ahli gizi RSUD Kota Malang, Eni Fitrianti Wijasari S Gz, saat ini obesitas terjadi di semua kalangan. Menurutnya, hal itu berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, dimana obesitas dialami orang yang berusia di atas 50 tahun.</p>
<p>&#8220;Terutama laki-laki. Kalau jaman dulu, orang yang usianya 50 tahun ke atas kebanyakan obesitas. Tapi kalau sekarang, obesitas terjadi di semua kalangan. Mulai dari bayi, balita pun juga ada, anak-anak, dewasa, remaja hingga lansia.</p>
<p>Lebih lanjut ia menjelaskan, obesitas disebabkan oleh beberapa faktor. Yakni faktor keturunan, pola makan, kurang akitifitas, kondisi kehamilan, bertambahnya usia, dan konsumsi obat.</p>
<p>&#8220;Jika faktor keturunan, misalnya orang tua baik ayahnya dan ibunya obesitas, sang anak bisa saja obesitas. Namun prosentasenya kecil, paling hanya sekitar 20 persen,&#8221; ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.</p>
<p>Sedangkan obesitas yang dikarenakan pola makan, biasanya orang yang obesitas tersebut memiliki waktu pola makan yang tidak teratur.</p>
<p>&#8220;Biasanya orang tersebut, makannya satu kali sehari dengan porsi yang banyak dalam sekali makan. Atau juga sudah makan tiga kali sehari, namun waktu makannya yang kurang pas, itu juga bisa jadi obesitas. Itu pengaruhnya pada organ tubuh yang mulai mencerna makanan pada jam-jam tertentu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Selain itu asupan gizi yang terkandung dalam makanan yang dimakan juga dapat berpengaruh dalam timbulnya obesitas pada seseorang. Artinya, zat gizi pada makanan yang masuk ke dalam tubuh juga harus berimbang antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan sebagainya.</p>
<p>&#8220;Kalau pesan gizi seimbang, memang anjurannya mengkonsumsi beraneka ragam makanan. Tetapi kalau makanan yang kita makan ini tidak sesuai, itu juga bisa jadi penyebab. Misalnya terlalu banyak karbohidrat ataupun beberapa zat gizi lainnya,&#8221; tukas dia.</p>
<p>Hal itu lah yang menurutnya saat ini banyak menyebabkan remaja atau anak-anak banyak mengalami obesitas. Pasalnya, saat ini banyak ditemui remaja maupun anak-anak yang lebih memilih makan makanan junkfood daripada makanan dengan asupan gizi yang berimbang.</p>
<p>&#8220;Contohnya anak-anak kalau ditawari nasi pecel sama junkfood, pasti lebih memilih junkfood. Padahal walaupun nasi pecel, asupan gizinya lebih lengkap. Ada sayur, nasi, dan lauknya. Itu sekarang yang sering dijumpai. Disitulah orang tua juga berperan dalam memberi asupan gizi berimbang pada anak. Contohnya mengenalkan makan sayur,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sedangkan untuk lansia, obesitas terjadi karena memang organ sudah tidak bisa bekerja dengan maksimal. Hal itu menyebabkan zat gizi yang masuk ke dalam tubuh tidak bisa terserap dengan maksimal.</p>
<p>Untuk itu, dalam mencegah terjadinya obesitas dalam tubuh, ia menyebut cara yang paling mudah yaitu menambah aktifitas. Atau menurutnya, bisa disiasati dengan tidak menggunakan fasilitas pendukung dalam melakukan aktifitas.</p>
<p>&#8220;Contohnya saat bepergian dengan jarak yang tidak terlalu jauh, kita bisa berjalan kaki. Atau misalnya saat beraktifitas dalam gedung yang berlantai lebih dari satu, kita bisa menggunakan tangga untuk pindah lantai, daripada menggunakan lift, itu yang paling mudah, yaitu dengan menambah aktifitas yang mengeluarkan energi, yaitu dengan berjalan misalnya,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Menurutnya, dewasa ini obesitas telah menjadi sebuah kasus yang juga harus mendapat perhatian. Pasalnya saat ini obesitas bisa terjadi pada semua kalangan. Hal itu sangat berbahaya jika terjadi pada seorang bayi ataupun anak-anak. Karena menurutnya, jika tidak ditangani, hal tersebut bisa mengganggu kinerja organ dalam tubuh.</p>
<p>&#8220;Obesitas ini akibatnya pada meningkatnya penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes dan hipertensi. Karena obesitas itu kadar gula, kolesterol atau lemak nya pasti tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk itu, ia menyarankan, bagi seseorang yang ingin mengetahui apakah obesitas atau tidak, agar mau mengkonsultasikan hal tersebut pada seorang ahli gizi di sebuah rumah sakit, atau pun klinik.</p>
<p>&#8220;Kalau bisa harus konsultasi, meskipun ada rumusnya, tapi kondisi setiap orang beda-beda. Dan kebutuhan gizinya pun juga berbeda setiap orangnya,&#8221; pungkasnya. <strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99538</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
