<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>warsubi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/warsubi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jun 2025 09:36:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>warsubi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dorong Jombang Swasembada Air Minum, Bupati Warsubi Buka Evaluasi Kinerja BUMD Tirta Kencana</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-jombang-swasembada-air-minum-bupati-warsubi-buka-evaluasi-kinerja-bumd-tirta-kencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2025 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[kencana]]></category>
		<category><![CDATA[Kinerja]]></category>
		<category><![CDATA[minum,]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[warsubi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223016</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Bupati Jombang, Warsubi, membuka pelaksanaan evaluasi kinerja BUMD (badan usaha milik daerah) Air Minum sebagai komitmen pemerintah terkait tantangan krisis air minum. Kegiatan yang diselenggarakan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Jombang, diikuti Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, yang juga Asisten Administrasi Umum, Syaiful Anwar, Direktur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Bupati Jombang, Warsubi, membuka pelaksanaan evaluasi kinerja BUMD (badan usaha milik daerah) Air Minum sebagai komitmen pemerintah terkait tantangan krisis air minum. Kegiatan yang diselenggarakan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Jombang, diikuti Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, yang juga Asisten Administrasi Umum, Syaiful Anwar, Direktur Perumdam Tirta Kencana Jombang, Khoirul Hasyim, serta pegawai Perumdam Tirta Kencana Jombang.</p>



<p>Bupati Warsubi mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia menjadi swasembada air, dengan target cakupan air minum perpipaan sebesar 40 persen pada 2029. Target ini, mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dari angka yang saat ini masih stagnan di angka 22 persen, untuk skala nasional di 2025.</p>



<p>&#8220;Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen untuk mewujudkan hal tersebut dengan membangun akses air minum berbasis perpipaan dengan menugaskan Perumdam Tirta Kencana Jombang, sebagai salah satu pengelola dan penyedia layanan air aman serta Disperkim melalui Program SPAM Berbasis Masyarakat,&#8221; kata Bupati Jombang.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 54 Pasal 7, mengamanatkan tiga hal peran dan fungsi BUMD. Diantaranya, fungsi perkembangan perekonomian daerah, fungsi penyelenggaraan kemanfaatan umum yang bermutu dan fungsi bisnis untuk memperoleh laba.</p>



<p>Dengan demikian, lanjutnya, Perumdam Tirta Kencana Jombang harus selalu menjaga performa dengan semakin mengedepankan good corporate governance (tata kelola yang baik) guna melayani kebutuhan masyarakat Jombang, akan kebutuhan air aman berbasis perpipaan. &#8220;Perumdam Tirta Kencana harus selalu mengedepankan profesionalisme layanan air aman, dengan prinsip K4 (kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan). Selalu mengedepankan pelayanan prima, yakni respon cepat dan tepat terhadap segala keluhan pelanggan,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Perumdam Tirta Kencana Jombang diharapkan terus bersinergi dengan segala stakeholder guna pengembangan layanan. Termasuk, perbaikan layanan serta peningkatan produk yang dihasilkan.</p>



<p>&#8220;Salah satunya adalah air minum dalam kemasan. Sehingga, ini mampu menjadi produk lokal kebanggan masyarakat Jombang, yang mampu bersaing. Produktifitas kinerja dan performa perusahaan, juga harus ditingkatkan guna meningkatkan laba perusahaan sebagai upaya untuk meningkatkan PAD,&#8221; ujar Bupati Warsubi.</p>



<p>Di tempat sama, Direktur Perumdam Khoirul Hasyim mengatakan bahwa Perumdam Tirta Kencana sebagai BUMD Air Minum telah memiliki 22.864 pelanggan yang tersebar pada wilayah layanan Bareng, Mojoagung, Jombang, Ploso dan Kabuh. &#8220;Kami laporkan bahwa penilaian kinerja Perumdam berdasarkan hasil evaluasi oleh BPKP Jawa Timur 2024, mengalami peningkatan yakni sebesar 3,72 (kategori sehat). Dimana tahun sebelumnya, nilai kinerja Perumdam adalah 3,55. Berdasarkan survei kepuasan pelanggan juga mengalami peningkatan yakni 87,08 persen di 2024, dimana pada tahun sebelumnya sebesar 85,11 persen, atau sangat puas,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain itu, ungkapnya, perluasan cakupan wilayah layanan terus diupayakan. Hingga dengan tribulan kedua, perluasan wilayah cakupan layanan tersebut menambah 490 pelanggan. Sedangkan yang saat ini sedang berjalan, perluasan cakupan wilayah layanan akan menambah 391 pelanggan.</p>



<p>&#8220;Dengan semangat MAJU (martabat, antusias, jujur dan unggul) sebagai corporate value, Perumdam Tirta Kencana terus berkomitmen untuk semakin profesional dalam melayani kebutuhan masyarakat Kabupaten Jombang di bidang penyediaan air aman. Mendukung terwujudnya Jombang yang maju dan sejahtera,&#8221; imbuhnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223016</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Warsubi Beri Beasiswa Milenial Sarjana untuk 30 Pelajar Kuliah di Universitas PGRI Jombang</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-warsubi-beri-beasiswa-milenial-sarjana-untuk-30-pelajar-kuliah-di-universitas-pgri-jombang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[milenial]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[sarjana,]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<category><![CDATA[warsubi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222480</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Bupati Jombang, Warsubi, memberikan Program Beasiswa Milenial Sarjana Strata Satu (S-1) Universitas PGRI Jombang, di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang, Senin (26/05/2025) tadi. Pelaksanaan yang diikuti Wakil Bupati Jombang, Salmanuddin Yazid, Kepala OPD, Ketua PPLP PT PGRI Jombang, Siyono, Kepala Sekolah se-Kabupaten Jombang, Kepala Desa se-Kabupaten Jombang hingga peserta didik penerima beasiswa dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Bupati Jombang, Warsubi, memberikan Program Beasiswa Milenial Sarjana Strata Satu (S-1) Universitas PGRI Jombang, di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang, Senin (26/05/2025) tadi. Pelaksanaan yang diikuti Wakil Bupati Jombang, Salmanuddin Yazid, Kepala OPD, Ketua PPLP PT PGRI Jombang, Siyono, Kepala Sekolah se-Kabupaten Jombang, Kepala Desa se-Kabupaten Jombang hingga peserta didik penerima beasiswa dan wali murid itu, memberikan beasiswa kepada 30 peserta didik di Kabupaten Jombang.</p>



<p>Bupati Warsubi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemkab Jombang sangat mengapresasi kepada para siswa-siswi penerima Beasiswa S-1 Milenial Jombang 2025. “Para penerima beasiswa merupakan siswa-siswi yang berprestasi. Mereka telah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat. Ini membuktikan bahwa siswa-siswi terbaik dengan talenta dan prestasi luar biasa serta layak mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah untuk dipersiapkan menjadi sumber daya manusia Jombang yang unggul, berdaya saing dan berkualitas,” kata Bupati Jombang.</p>



<p>Bupati Warsubi juga menjelaskan, bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih potensial dan kompeten. Sebab, pembangunan sumber daya manusia sebagai subjek yang sangat penting, di samping pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan.</p>



<p>“Beasiswa ini merupakan bentuk fasilitasi Pemda bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang mampu, namun memiliki berprestasi. Tujuannya, agar bisa mengenyam pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.</p>



<p>Kepada para kepala desa, Bupati Warsubi berpesan agar memberikan ruang pengabdian yang lebih luas kepada mereka di desa. Sehingga, bisa menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan dan mengeksplorasi potensi desa agar berkembang lebih baik lagi ke depannya.</p>



<p>Bupati Warsubi juga mengungkapkan, bahwa upaya yang dilakukan ini adalah bagian dari program bersama untuk mewujudkan Jombang maju dan sejahtera untuk semua. “Berikan wadah bagi mereka untuk belajar dan membangun dirinya agar bertanggung jawab dalam membangun desanya. Kita cegah mereka dari kegiatan negatif di masa mudanya. Ajak mereka membangun desa menjadi desa yang rukun, sentosa, damai dan sejahtera bagi seluruh warganya,” ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua PPLP PT PGRI Jombang, Siyono, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang kepada Universitas PGRI Jombang (UPJB). Tentunya, atas pelaksanaan Program Beasiswa S1 Milenial Kabupaten Jombang dari APBD 2025.</p>



<p>&#8220;Program ini dilaksanakan untuk pertama kalinya dan terdapat sebanyak 30 orang siswa siswa penerima beasiswa,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa ini merupakan salah satu program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jombang, dalam mewujudkan asta cita yaitu peningkatan sumber daya manusia (SDM). Peningkatan itu, dapat terwujud melalui sektor pendidikan. Sebab, pendidikan dapat merubah apapun yang ada, termasuk agent of change.</p>



<p>&#8220;Saya berharap anak-anak penerima beasiswa di didik dengan sebaik-baiknya, agar nantinya mampu memberikan perubahan di kalangan masyarakat,&#8221; paparnya.</p>



<p>Selain itu, penerima beasiswa ini merupakan anak-anak pilihan yang mempunyai kemampuan, tetapi terkendala dari sisi ekonomi. &#8220;Melalui program ini, kita membantu untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka. Mimpi tanpa adanya eksekusi merupakan hal yang sangat mustahil. Anak-anak penerima beasiswa akan dibagi ke beberapa prodi berdasarkan prestasi masing-masing, sebab di UPJB memiliki banyak prodi,&#8221; urainya.</p>



<p>Sebagai lembaga, pihaknya berharap tidak hanya UPJB yang mendapatkan kesempatan. &#8220;Mudah-mudahan keinginan dari tim percepatan pengembangan dari Pemerintah Kabupaten Jombang dapat memberikan kuota lebih banyak lagi di tahun-tahun berikutnya,&#8221; harapnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222480</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Warsubi Pimpin Gelaran Forum Rembuk Bupati Jombang bersama Pedagang Kaki Lima</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-warsubi-pimpin-gelaran-forum-rembuk-bupati-jombang-bersama-pedagang-kaki-lima</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2025 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[rembuk]]></category>
		<category><![CDATA[warsubi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222467</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian, menggelar Forum Rembuk Bupati Jombang bersama Pedagang Kaki Lima (PKL), di Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (26/05/2025) tadi. Hadir langsung dalam pelaksanaan itu, Bupati Jombang, Warsubi, Wakil Bupati Jombang Salmanuddin Yazid, Forkopimda, anggota DPRD Fraksi PKB serta Kepala OPD Jombang. Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian, menggelar Forum Rembuk Bupati Jombang bersama Pedagang Kaki Lima (PKL), di Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (26/05/2025) tadi. Hadir langsung dalam pelaksanaan itu, Bupati Jombang, Warsubi, Wakil Bupati Jombang Salmanuddin Yazid, Forkopimda, anggota DPRD Fraksi PKB serta Kepala OPD Jombang.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menyampaikan bahwa Forum rembuk bersama PKL digelar untuk meningkatkan komunikasi antara Pemda dengan para PKL serta untuk meningkatkan kesejahteraan PKL yang ada di sentra PKL Ahmad Dahlan. &#8220;Saat ini kami melihat, masih banyak pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Ahmad Dahlan dan di Alun-alun. Karenanya, kami meminta agar seluruh OPD bisa berkolaborasi dalam penertiban serta mengajak pedagang untuk masuk ke dalam sentra PKL Ahmad Dahlan,&#8221; kata Bupati Jombang.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa PKL harus masuk semua ke dalam sentra PKL. Termasuk parkir, harus di dalam sentra PKL, agar tidak mengganggu para pengguna jalan yang ingin masuk ke dalam sentra PKL.</p>



<p>“Kami berharap, jika semua bisa mentaati peraturan dengan tertib, maka pedagang bisa berjualan dengan aman, nyaman dan tertib. Sehingga, pembeli juga merasa senang,” tambahnya.</p>



<p>Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang, Suwigyo, menambahkan bahwa melalui forum rembuk bersama PKL, maka akan lebih membuat PKL merasa terlindungi dengan adanya peraturan Bupati Jombang. &#8220;Adanya peraturan bupati terkait zona merah dan zona kuning, adalah bertujuan untuk penertiban para pedagang. Termasuk, di area Jalan Ahmad Dahlan menjadi bersih dari pedagan. Sehingga, pedagang yang ada berada di Sentral PKL,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua Serikat PKL Kabupaten Jombang, Joko Fattah Rochim, mengapresiasi pelaksanaan itu. Disampaikan, gelaran yang dilakukan merupakan langkah yang strategis guna memajukan UMKM di Kabupaten Jombang.</p>



<p>“Dalam forum ini kita merasa terbantu, karena semua keluhan dan masukan dari PKL dapat didengar serta segera ditindaklanjuti oleh Abah Warsubi (bupati, red) beserta jajaran,” ungkapnya.</p>



<p>Fattah juga menambahkan, bahwa instansi terkait kurang tegas dalam mensterilkan zona-zona yang sudah ditetapkan. &#8220;Pada zona Alun-alun, Satpol-PP tidak bertindak tegas bila ada PKL yang berjualan di pinggir jalan. Sehingga, pedagang yang di dalam sentra PKL Ahmad Dahlan merasa gelisah karena pembeli lebih memilih di luar daripada di dalam sentra PKL,” tambahnya.</p>



<p>Dirinya juga meminta ketegasan instansi terkait, untuk segera menindak bilamana ada PKL yang berdagang di zona merah. Terlebih, pedagang sudah diberikan tempat berdagang di dalam sentra PKL Ahmad Dahlan.</p>



<p>“Kami berharap dengan ketegasan tersebut. Sehingga, para pedagang di dalam area yang sudah ditentukan bisa berjualan dengan aman, nyaman, tertib dan lebih lancar lagi,” paparnya. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222467</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Warsubi Lepas Keberangkatan Perdana Produk Refuse Derived Fuel DLH Jombang ke PT Semen Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-warsubi-lepas-keberangkatan-perdana-produk-refuse-derived-fuel-dlh-jombang-ke-pt-semen-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[derived]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[keberangkatan]]></category>
		<category><![CDATA[perdana]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[refuse]]></category>
		<category><![CDATA[warsubi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222190</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Bupati dan Wakil Bupati Jombang, Warsubi dan Salmanudin Yazid, meninjau langsung pemberangkatan perdana Produk Refuse Derived Fuel (RDF) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten Jombang ke PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Senin (19/05/2025) tadi. Turut hadir dalam pemberangkatan Produk RDF yang berlangsung di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Sampah Banjardowo, diantaranya Sekda Jombang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Bupati dan Wakil Bupati Jombang, Warsubi dan Salmanudin Yazid, meninjau langsung pemberangkatan perdana Produk Refuse Derived Fuel (RDF) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten Jombang ke PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Senin (19/05/2025) tadi. Turut hadir dalam pemberangkatan Produk RDF yang berlangsung di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Sampah Banjardowo, diantaranya Sekda Jombang, Agus Purnomo, Asisten l, Purwanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Miftahul Ulum, Kepala Dinas Kesehatan Jombang, Hexawan Tjahja, Kepala DPUPR Jombang, Bayu Pancoroadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Ishawan Nanang, serta perwakilan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.</p>



<p>Bupati Warsubi dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengelolaan sampah di Kabupaten Jombang, kini menggunakan Sistem Refuse Derived Fuel (RDF). Yakni, menggunakan mesin yang didatangkan langsung dari Jerman. Mesin tersebut, untuk memilah sampah yang mempunyai nilai ekonomis.</p>



<p>&#8220;Pemilahan sampah dengan sistem RDF ini, dilihat dari nilai ekonomisnya seperti, sampah kertas, plastik langsung turun ke bawah. Sedangkan untuk sampah organik, langsung jalan dan sampah yang tidak laku dijual, bisa masuk ke mesin RDF. Selanjutnya, hasil pemilahan itu dijual di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, untuk dibuat bahan bakar semen. Sementara untuk sampah organik, dibuat untuk maggot,” kata Bupati Jombang.</p>



<p>Bupati Warsubi juga mengungkapkan, bahwa PT Semen Indonesia merupakan perusahaan pertama yang bekerjasama dengan Pemkab Jombang melalui PT Seger. “Kita masih bekerjasama dengan PT Semen Indonesia saja, karena hasil olahannya masih terbilang kurang. Sehari kita hanya mendapatkan sebanyak 6 hingga 7 ton. Sedangkan permintaan dari PT Semen Indonesia mencapai puluhan ton,” ujar bupati.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut Bupati Warsubi menegaskan bahwa Pemkab Jombang akan terus berupaya untuk menghasilkan olahan yang terbaik dengan kapasitas yang lebih banyak lagi. “Target kami untuk tahun ke depan, yakni sebanyak 150 ton perhari guna memenuhi kebutuhan dari perusahaan yang bekerjasama dengan Pemkab Jombang,” ungkapnya.</p>



<p>Bupati Warsubi berharap, kerja sama dengan perusahaan terkait dapat terus berjalan. Sehingga, Pemkab Jombang bisa menambah mesin RDF dan penangan sampah di Jombang bisa teratasi.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, menambahkan bahwa sampah yang masuk di TPA merupakan sampah yang telah disortir di bank sampah. “Tiap harinya, TPA menerima sampah sekitar 150 ton. Sementara untuk sampah yang lainnya, sudah tereduksi di TPS 3R bank sampah yang ada di beberapa desa,” ujarnya.</p>



<p>Ulum menjelaskan, bahwa sebelum adanya RDF, tempat pembuangan sampah hanya ada dua. Yakni di Landfill sebanyak 115 ton perhari dan di Komposting sebanyak 2 ton perhari. Setelah adanya RDF ini, sampah yang masuk bertambah sebanyak 157 ton perhari ke TPA Banjardowo.</p>



<p>“Kedepannya kami akan terus melakukan peningkatkan agar pengelolaan RDF berkapasitas 30 hingga 40 ton perhari bisa menghasilkan olahan yang di luar target. Sehingga, total semua sampah bisa diolah menggunakan sistem RDF ini,” tambahnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222190</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lestarikan Budaya, Pemkab Jombang Gelar Program Belajar Wayang Kulit bersama Bupati Warsubi</title>
		<link>https://memontum.com/lestarikan-budaya-pemkab-jombang-gelar-program-belajar-wayang-kulit-bersama-bupati-warsubi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[warsubi]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222027</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Program Belajar Wayang Kulit bersama Bupati Jombang, Warsubi. Pelaksanaan kegiatan ini, dibuka secara langsung Bupati Warsubi, di SDN Jombatan lll Jombang, Rabu (14/05/2025) tadi. Turut hadir digelar itu, Sekda Jombang, Agus Purnomo, Ketua TP PKK Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, Plh Kepala Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Program Belajar Wayang Kulit bersama Bupati Jombang, Warsubi. Pelaksanaan kegiatan ini, dibuka secara langsung Bupati Warsubi, di SDN Jombatan lll Jombang, Rabu (14/05/2025) tadi. Turut hadir digelar itu, Sekda Jombang, Agus Purnomo, Ketua TP PKK Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Wor Windari, pengawas SD Kecamatan Jombang, guru pendamping beserta perwakilan siswa-siswi SD se-Kecamatan Jombang.</p>



<p>Bupati Warsubi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kesenian memiliki tempat yang sangat penting dalam pembangunan karakter bangsa. Itu karena, seni mengajarkan tentang keindahan, kebijaksanaan, nilai-nilai luhur serta rasa cinta terhadap budaya dan tanah air.</p>



<p>“Saat ini tantangan dunia pendidikan tidak hanya sebatas pada capaian akademik. Namun, juga bagaimana kita mampu memberikan ruang dan waktu bagi siswa-siswi untuk mengekspresikan kreativitasnya,” katanya.</p>



<p>Bupati Warsubi juga mengungkapkan, bahwa pendidikan di Kabupaten Jombang, seringkali masih belum mendapatkan porsi yang profesional dalam proses pembelajaran. Maka dari itu, Program Belajar Wayang menjadi langkah strategis untuk membuka ruang mengasah kreativitas siswa.</p>



<p>“Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan pelestarian budaya bangsa yang selaras dengan visi besar kita menuju Generasi Emas 2045. Kita semua ingin, siswa-siswi Jombang tumbuh sebagai generasi emas yang cerdas, berkarakter, identitas kebangsaan yang kuat dan memiliki salah satu cerminan untuk menggerakkan potensi yang ada,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut Bupati Warsubi menjelaskan, salah satu cara untuk melestarikan budaya adalah dengan mengenalkan siswa-siswi pada warisan budaya bangsa dalam hal ini adalah Wayang Kulit. “Wayang Kulit bukan sekedar pertunjukan, tetapi dapat menjadi media pendidikan moral, pengenalan tokoh-tokoh bijak, simbol perjuangan dan ajaran mengenai kehidupan,&#8221; urai bupati.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa Program Belajar Wayang Kulit masuk sekolah bertujuan bukan hanya untuk mengenalkan kesenian tradisional, melainkan untuk membangun benteng kebudayaan di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi. &#8220;Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Namun, agar mendorong sekolah-sekolah lainnya untuk turut serta mengadopsi program serupa. Sehingga, pelestarian budaya dan pembentukan karakter generasi muda dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Plh Kadisdikbud Kabupaten Jombang, Wor Windari, menyampaikan bahwa kegiatan Belajar Wayang Julit bersama Bupati Warsubi merupakan program pengembangan kebudayaan berupa seniman masuk sekolah. &#8220;Kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa dan 15 pendamping serta pengisi acara yang semuanya dilakukan oleh peserta didik berprestasi Kabupaten Jombang,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Adapun tujuan kegiatan ini, tambahnya, adalah untuk menyampaikan nilai-nilai positif. Karena, cerita Wayang Kulit penuh dengan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, keberanian, kerja sama, toleransi dan tanggung jawab.</p>



<p>&#8220;Tujuan lain kegiatan ini adalah untuk melestarikan kebudayaan lokal dengan mengenalkan Wayang Kulit. Siswa juga diajarkan untuk melestarikan kebudayaan lokal dan memiliki rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain itu, pertunjukan Wayang Kulit juga dapat membantu mengembangkan keterampilan sosial siswa. Seperti komunikasi, kerja sama, toleransi, meningkatkan imajinasi dan keterampilan siswa. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222027</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Warsubi bersama Wakil dan Ketua TP PKK Tinjau Gelaran Festival Pecinan Jombang 2025</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-warsubi-bersama-wakil-dan-ketua-tp-pkk-tinjau-gelaran-festival-pecinan-jombang-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[pecinan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[warsubi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220559</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Bupati Jombang, Warsubi, bersama Wakil Bupati, Salmanudin serta Ketua Tim Penggerak PKK, Yuliati Nugrahani Warsubi, meninjau gelaran pelaksanaan Festival Pecinan Jombang 2025 di sepanjang Jalan Buya Hamka. Pelaksanaan yang diinisiasi Pemkab Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar), itu mendapat sambutan antusias warga masyarakat. Disampaikan Bupati Warsubi, bahwa festival ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Bupati Jombang, Warsubi, bersama Wakil Bupati, Salmanudin serta Ketua Tim Penggerak PKK, Yuliati Nugrahani Warsubi, meninjau gelaran pelaksanaan Festival Pecinan Jombang 2025 di sepanjang Jalan Buya Hamka. Pelaksanaan yang diinisiasi Pemkab Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar), itu mendapat sambutan antusias warga masyarakat.</p>



<p>Disampaikan Bupati Warsubi, bahwa festival ini menjadi oase di tengah Bulan Ramadan 1446 Hijriyah. Pelaksanaan Festival Pecinan ini, tentunya membawa warna baru di tengah kota santri. Itu karena, semangat kebersamaan dan toleransi terasa kental dan menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam suka cita. Terlebih, ada ratusan ornamen lampion yang dipadu atraksi barongsai dan deretan bazar.</p>



<p>&#8220;Festival ini luar biasa. Perpaduan Budaya Tionghoa dan kearifan lokal Jombang, menciptakan suasana yang hangat dan meriah di Bulan Ramadan,&#8221; kata Bupati Jombang.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa dalam Festival Pecinan kali ini memang menyuguhkan pengalaman yang tidak terlupakan. Berbagai stan kuliner hingga jajanan khas Jombang, juga turut disuguhkan untuk menggugah selera masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bahkan tidak ketinggalan, deretan Pakaian Adat Tionghoa yang memesona, juga turut dihadirkan. Serta, tampak pula stan dari Bank Jombang, yang turut memeriahkan suasana. Termasuk dari atas panggung, alunan merdu Lagu Mandarin juga memecah keheningan gerimis.</p>



<p>&#8220;Festival Pecinan ini bertujuan agar kita dapat berbaur dengan semuanya. Kita adalah wujud keberagaman, Bhineka Tunggal Ika dari Sabang sampai Merauke. Dan tentunya, ini wajib kita jaga, persaudaraan, ketentraman hingga seluruh masyarakat semua dilindungi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Bupati Warsubi juga berpesan, bahwa festival ini bukan hanya tentang budaya dan kuliner, tapi juga tentang kebersamaan, kerukunan, gotong royong dan toleransi. Terlebih, Jombang merupakan kota yang kaya akan keberagaman dan Festival Pecinan adalah bukti nyata dari hal itu.</p>



<p>&#8220;Saya berharap, festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin meriah dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jombang,&#8221; paparnya. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220559</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
