<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>warung &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/warung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Mar 2026 12:02:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>warung &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Stabilkan Harga Cabai, TPID Kota Malang Siapkan Intervensi Via Warung Tekan Inflasi</title>
		<link>https://memontum.com/stabilkan-harga-cabai-tpid-kota-malang-siapkan-intervensi-via-warung-tekan-inflasi</link>
					<comments>https://memontum.com/stabilkan-harga-cabai-tpid-kota-malang-siapkan-intervensi-via-warung-tekan-inflasi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[intervensi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[stabilkan]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230695</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan peninjauan ke petani cabai di Poktan Sido Makmur RW 05 Kelurahan Lesanpuro dan peternak ayam ras di Poktan Sadar Jaya Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (04/03/2026) tadi. Tinjauan itu dilakukan, untuk menjaga stabilitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan peninjauan ke petani cabai di Poktan Sido Makmur RW 05 Kelurahan Lesanpuro dan peternak ayam ras di Poktan Sadar Jaya Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (04/03/2026) tadi. Tinjauan itu dilakukan, untuk menjaga stabilitas dan keterjangkauan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.</p>



<p>Sebelum melakukan peninjauan, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama jajaran TPID melakukan High Level Meeting (HLM) mengenai perkembangan harga berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) serta kondisi riil di lapangan. “Dari hasil pembahasan dan pemantauan di pasar, harga cabai saat ini ternyata masih di atas Rp 100 ribu perkilogram. Padahal harga jual dari petani sekitar Rp 80 ribu. Di hulu tadi kita sudah sempat berdiskusi banyak hal dan akhirnya kita tangkap. Selain itu, nanti kita juga akan melihat ke hilir,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Ditambahkan wali kota, meskipun pasokan cabai sudah dicukupi oleh beberapa daerah lain, namun menurutnya belum mampu menekan harga secara signifikan. Karena itu, melalui TPID Kota Malang akan menyiapkan skema intervensi melalui Warung Tekan Inflasi (WTI).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Nanti kita membeli cabai dari petani dengan harga Rp 80 ribu perkilogram dan menjualnya kembali ke pasar dengan harga yang sama. Harapannya, harga pasar bisa terdorong turun atau setidaknya mendekati harga tersebut,” ucapnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu memastikan, jika anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) telah disiapkan sebagai instrumen pendukung. Saat ini, TPID tengah memetakan teknis pelaksanaan, termasuk kemungkinan kerja sama antar daerah maupun optimalisasi produksi lokal.</p>



<p>“Kami tidak ingin merugikan petani, tetapi juga harus menjaga daya beli masyarakat. Di situlah peran TPID untuk mencari keseimbangan,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/stabilkan-harga-cabai-tpid-kota-malang-siapkan-intervensi-via-warung-tekan-inflasi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230695</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Cabai Rawit Merangkak Naik, Pemkot Malang Siapkan Intervensi dan Optimalkan Warung Tekan Inflasi</title>
		<link>https://memontum.com/harga-cabai-rawit-merangkak-naik-pemkot-malang-siapkan-intervensi-dan-optimalkan-warung-tekan-inflasi</link>
					<comments>https://memontum.com/harga-cabai-rawit-merangkak-naik-pemkot-malang-siapkan-intervensi-dan-optimalkan-warung-tekan-inflasi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[intervensi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merangkak]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230207</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Harga cabai rawit yang menembus harga Rp 90 ribu perkilogram di sejumlah pasar di Kota Malang, mendorong pemerintah daerah turut menghadirkan cabai di Gerakan Pangan Murah (GPM). Dalam kegiatan tersebut, cabai rawit lokal dijual seharga Rp 75 ribu perkilogram. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa lonjakan harga paling tinggi saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Harga cabai rawit yang menembus harga Rp 90 ribu perkilogram di sejumlah pasar di Kota Malang, mendorong pemerintah daerah turut menghadirkan cabai di Gerakan Pangan Murah (GPM). Dalam kegiatan tersebut, cabai rawit lokal dijual seharga Rp 75 ribu perkilogram.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa lonjakan harga paling tinggi saat ini terjadi pada komoditas cabai rawit, bila dibanding bahan pokok lainnya. “Cabai lokal dari Merjosari Rp 75 ribu. Tapi di Pasar Oro-oro Dowo sudah Rp 90 ribu. Memang lonjakan paling tinggi ada di cabai,” ucap Wali Kota Wahyu, Jumat (13/02/2026) tadi.</p>



<p>Dalam hal ini, Wali Kota Wahyu meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang untuk segera menggelar rapat guna merumuskan rekomendasi langkah intervensi. Salah satu opsi yang akan dilakukan, adalah kembali membuka Warung Tekan Inflasi (WTI) di pasar-pasar guna menormalkan harga. &#8220;Harapannya, harga cabai ini bisa kembali normal,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, TPID bersama Diskopindag Kota Malang juga akan mengoptimalkan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk mendapatkan pasokan cabai dengan harga lebih terjangkau. Yakni dari daerah mitra, seperti Lumajang, Jember, Probolinggo, serta Kabupaten Malang.</p>



<p>&#8220;Tingginya harga cabai dipengaruhi oleh tingginya permintaan di Kota Malang yang dikenal dengan beragam kuliner pedas. Di sisi lain, ketersediaan lahan tanaman cabai di dalam kota sangat terbatas sehingga pasokan bergantung pada daerah lain,&#8221; katanya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu berharap, melalui intervensi TPID dan optimalisasi KAD, harga cabai dapat segera melandai sebelum Ramadan. Sehingga, daya beli masyarakat tetap terjaga.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan nanti sebelum Ramadan harga cabai sudah agak sedikit landai, supaya daya jangkau masyarakat untuk membeli harga bahan pokok bisa lebih mudah didapatkan,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/harga-cabai-rawit-merangkak-naik-pemkot-malang-siapkan-intervensi-dan-optimalkan-warung-tekan-inflasi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230207</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pemkot Malang Siapkan Warung Tekan Inflasi Mbois, KAD hingga GPM</title>
		<link>https://memontum.com/stabilkan-harga-bahan-pokok-pemkot-malang-siapkan-warung-tekan-inflasi-mbois-kad-hingga-gpm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mbois,]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[pokok]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[stabilkan]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228370</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan sejumlah langkah intervensi guna menekan lonjakan harga komoditas, terutama menjelang perayaan Nataru. Langkah itu meliputi Kerja Sama Antardaerah (KAD), Gerakan Pangan Murah (GPM), serta rencana pembentukan Warung Tekan Inflasi Mbois. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa KAD tersebut terbukti efektif [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan sejumlah langkah intervensi guna menekan lonjakan harga komoditas, terutama menjelang perayaan Nataru. Langkah itu meliputi Kerja Sama Antardaerah (KAD), Gerakan Pangan Murah (GPM), serta rencana pembentukan Warung Tekan Inflasi Mbois.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa KAD tersebut terbukti efektif menekan harga sejumlah komoditas. &#8220;Sangat efektif. Kita bisa membeli bahan pokok dari daerah yang harganya lebih murah, lalu dijual di Kota Malang dengan harga terjangkau karena ada subsidi dari APBD,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Rabu (03/12/2025) tadi.</p>



<p>Kemudian, untuk rencana pembentukan Warung Tekan Inflasi Mbois saat ini, menurutnya masih menunggu pengumpulan data lengkap dari hasi Sidak lapangan. Warung tersebut, nantinya akan menjual komoditas tertentu yang mengalami kenaikan signifikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kita lihat dahulu mana komoditas yang naik. Setelah itu kita tentukan apa saja yang dijual di Warung Tekan Inflasi. Data ini akan dibahas dalam High Level Meeting,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, Pemkot juga akan menyiapkan Gelaran Pangan Murah (GPM) di beberapa titik. Langkah tersebut diharapkan bisa menjadi solusi jangka pendek untuk menekan harga bahan pokok. &#8220;Besok juga akan ada GPM, ya. Nanti ada beberapa tempat untuk bisa menekan harga bahan pokok yang sedang naik,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menegaskan, bahwa pola kenaikan harga masih didominasi oleh pedagang pasar tradisional. Terutama, saat momentum besar seperti menjelang hari raya dan Nataru.</p>



<p>&#8220;Distributor tidak terpengaruh. Stok lengkap dan harga stabil. Tapi di pasar, menjelang hari raya, pedagang cenderung menaikkan harga,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228370</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pura-Pura Beli Kopi, Pelaku Curanmor Gondol Motor Pemilik Warung</title>
		<link>https://memontum.com/pura-pura-beli-kopi-pelaku-curanmor-gondol-motor-pemilik-warung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[gondol]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[pemilik]]></category>
		<category><![CDATA[pura-pura]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224771</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mencoba menjadi pelaku Curanmor, MA alias Adhika (24), warga Desa Wadanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, berakhir di balik jeruji besi. Tersangka ditangkap petugas Polresta Malang Kota, saat mendorong motor Zupiter Z hasil curiannya di kawasan depan Gor Ken Arok, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Wakapolresta Malang Kota, AKBP Oscar Syamsudin, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Mencoba menjadi pelaku Curanmor, MA alias Adhika (24), warga Desa Wadanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, berakhir di balik jeruji besi. Tersangka ditangkap petugas Polresta Malang Kota, saat mendorong motor Zupiter Z hasil curiannya di kawasan depan Gor Ken Arok, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.</p>



<p>Wakapolresta Malang Kota, AKBP Oscar Syamsudin, mengatakan bahwa kejadian ini bermula saat MA dan R datang ke warung milik AG (44), yang berada di depan Gor Ken Arok, Jumat (01/08/2025) pukul 20.00. Pelaku kemudian berpura-pura memesan kopi kepada H (43), istri korban.</p>



<p>Namun, saat H sedang membuatkan kopi, MA kemudian melakukan aksinya mencuri motor Zupiter Z milik korban yang di parkir di depan warung. Pelaku dengan mudah melakukan aksinya, karena kondisi motor tidak dikunci stang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pelaku dengan cepat mendorong motor tersebut dan menuju Jalan Manisa. &#8220;Saat korban selesai membuat kopi, korban mendapati pelaku tidak ada di warungnya. Saat dicek, ternyata motornya juga telah hilang,&#8221; ujar AKBP Oscar, Jumat (08/08/2025) tadi.</p>



<p>Korban sendiri sempat mencari di sekitar warungnya, namun tidak membuahkan hasil. Namun saat di Jalan Manisa, kedua pelaku tampak terlihat mendorong motor korban. Saat itulah keduanya diteriaki oleh warga hingga mencoba untuk kabur.</p>



<p>Petugas Polresta Malang Kota dan warga sekitar, akhirnya berhasil menangkap MA. Sedangkan R, berhasil kabur dengan cara berlari di kegelapan malam.</p>



<p>&#8220;Tersangka mengaku baru sekali ini melakukan pencurian karena sedang butuh uang. Atas perbuatannya, tersangka kami kenakan Pasal 363 KUHP,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224771</post-id>	</item>
		<item>
		<title>100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Jombang, Pemkab Gelar Dialog Interaktif Warung Pojok Kebon Rojo</title>
		<link>https://memontum.com/100-hari-kerja-bupati-dan-wakil-bupati-jombang-pemkab-gelar-dialog-interaktif-warung-pojok-kebon-rojo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[interaktif]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222826</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar Dialog Interaktif bertema &#8216;Warung Pojok Kebon Rojo&#8217; di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (10/06/2025) tadi. Gelaran yang dihadiri Bupati Jombang, Warsubi dan Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) Jombang, Agus Purnomo, Forkopimda Jombang, Kepala OPD, anggota DPRD Jombang, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi hingga pimpinan perusahaan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar Dialog Interaktif bertema &#8216;Warung Pojok Kebon Rojo&#8217; di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (10/06/2025) tadi. Gelaran yang dihadiri Bupati Jombang, Warsubi dan Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) Jombang, Agus Purnomo, Forkopimda Jombang, Kepala OPD, anggota DPRD Jombang, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi hingga pimpinan perusahaan, itu dalam rangka 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jombang.</p>



<p>Bupati Warsubi dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa program 100 hari kerja merupakan langkah awal yang dirancang untuk memastikan bahwa visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jombang, tidak hanya menjadi dokumen perencanaan semata. Namun, benar-benar mulai dijalankan secara nyata.</p>



<p>“Sejak dilantik pada 20 Februari 2025 lalu, kami langsung bergerak cepat melaksanakan percepatan pembangunan melalui berbagai program strategis dalam 100 hari pertama masa kerja kami,” katanya.</p>



<p>Dirinya juga mengungkapkan, bahwa seluruh program yang disusun telah diselaraskan dengan visi dan misi, serta delapan program prioritas pembangunan Kabupaten Jombang 2025 hingga 2029, yang akan menjadi fondasi utama pembangunan lima tahun ke depan. “Kami ingin memastikan bahwa sejak awal pemerintahan kami, masyarakat dapat merasakan dampak nyata dari program-program yang dijalankan pemerintah daerah. Kami berkomitmen melayani seluruh masyarakat tanpa pandang bulu. Kami sangat mendorong pembangunan yang partisipatif dan transparan,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adapun program unggulan yang berhasil dijalankan Bupati dan Wakil Bupati Jombang selama 100 hari kerja, terangnya, diantaranya seperti penyediaan layanan internet gratis (free wifi) di 306 titik desa atau kelurahan dan di beberapa area publik. Lalu, penanganan banjir melalui normalisasi sungai dan saluran sepanjang 26 km. Kemudian, penanganan longsor dan jebolan tanggul sungai hingga perbaikan empat ruas jalan kabupaten (Blimbing-Gudo, Mojoagung-Mojoduwur, Bareng-Wonosalam Pasar dan Kauman-Gedongombo).</p>



<p>Selain itu, paparnya, juga ada pemeliharaan rutin jalan melalui program &#8216;Mandor Jalan&#8217;. Kemudian, pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan di 27 lembaga pendidikan. Pemberian beasiswa Milenial Jombang. Rembug budayawan, pelaksanaan berbagai pelatihan gratis berbasis kompetensi, kewirausahaan dan berorientasi kerja. Di samping itu, juga ada pembinaan sentra industri kecil dan menengah. Termasuk, rembug bareng PKL, distribusi bahan pangan bergizi dan susu gratis sebanyak 14.760 dus untuk ibu hamil dan Balita hingga hal lain yang sudah berjalan.</p>



<p>&#8220;Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, akademisi dan seluruh warga Jombang yang telah berkontribusi dan bersinergi dalam membangun Kabupaten Jombang,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Dirinya juga berpesan, untuk selalu memberikan dukungan, doa serta kerja sama, agar bisa terus bersinergi dan berkolaborasi selama lima tahun ke depan, dalam mewujudkan Jombang maju dan sejahtera untuk semua. “Kami berharap, Warung Pojok ini tidak hanya dilaksanakan di pendopo, tetapi juga dijadwalkan secara periodik dan dilaksanakan langsung dari kecamatan-kecamatan. Tujuannya, agar komunikasi pembangunan bisa lebih dekat, menyentuh langsung kebutuhan warga serta menjadi sarana dialog dua arah yang terbuka dan membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” tambahnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222826</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kuliner Khas Banyuwangi dari Warung Rakyat Lengkapi Festival Diaspora di Pendopo Shaba Swagata Blambangan</title>
		<link>https://memontum.com/kuliner-khas-banyuwangi-dari-warung-rakyat-lengkapi-festival-diaspora-di-pendopo-shaba-swagata-blambangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[blambangan]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[swagata]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi memiliki agenda rutin dengan mengundang Diaspora Banyuwangi, di setiap awal Syawal. Untuk tahun ini, pelaksanaan Festival Diaspora itu terasa istimewa, sebab Pemkab Banyuwangi melibatkan warung-warung rakyat sebagai suguhan bagi ratusan perantau asal Bumi Blambangan. Berbagai masakan atau kuliner khas Banyuwangi, dihadirkan di sela agenda itu. Diantaranya, seperti Ayam Pedas Sambirejo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi memiliki agenda rutin dengan mengundang Diaspora Banyuwangi, di setiap awal Syawal. Untuk tahun ini, pelaksanaan Festival Diaspora itu terasa istimewa, sebab Pemkab Banyuwangi melibatkan warung-warung rakyat sebagai suguhan bagi ratusan perantau asal Bumi Blambangan.</p>



<p>Berbagai masakan atau kuliner khas Banyuwangi, dihadirkan di sela agenda itu. Diantaranya, seperti Ayam Pedas Sambirejo, Pecel Pitik, Rujak Soto, Nasi Tempong hingga Es Krai (semacam buah blewah). Tak ayal, suguhan itupun menjadi pelepas kangen Diaspora di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Kamis (03/04/2025) tadi.</p>



<p>&#8220;Ada Sate Perliman, kangen juga rasanya. Tadi sempat menikmati Lontong Jangan, yang sudah lama tidak kita makan,&#8221; ujar Diaspora yang tinggal di Palembang, Suroso.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan peran serta para Diaspora amat penting bagi perkembangan Banyuwangi. Dirinya berharap, dengan pertemuan para Diaspora ini turut memperkuat pembangunan daerah.</p>



<p>&#8220;Tidak hanya ajang saling tepuk tangan, namun juga memperkokoh ikatan kekeluargaan dan sinergi bagi Banyuwangi ke depan,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa sejumlah hidangan yang disuguhkan kepada perantau ini melibatkan warung rakyat yang cukup dikenal di masyarakat. Harapannya, selain untuk mengobati rindu para perantau akan kuliner khas Banyuwangi, juga untuk memberikan dampak ekonomi kepada pelaku usaha mikro.</p>



<p>&#8220;Selain tombo kangen, semoga dengan kami libatkan di acara Diaspora juga berdampak ekonomi pada UMKM kuliner. Sekaligus mempromosikan usaha mereka ke para pemudik,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Tidak hanya yang berasal dari sejumlah kota di Indonesia, turut hadir para Diaspora yang berkiprah di berbagai belahan dunia. Baik hadir secara langsung, maupun mengikuti secara virtual. Mayoritas mereka tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi). Diaspora Banyuwangi itu tidak sedikit yang berkiprah di berbagai bidang profesional maupun pengusaha di berbagai negara. Bahkan, banyak pula yang kemudian menjadi pejabat publik.</p>



<p>Sementara itu, sejumlah pemilik warung mengaku senang dengan dilibatkan dalam acara ini. Bagi mereka, ini merupakan kesempatan untuk mempromosikan usahanya lebih luas.</p>



<p>&#8220;Harapannya, tentu usaha kami bisa dipromosikan para Diaspora yang hadir ke teman-teman atau kerabatnya kalau pas ke Banyuwangi,&#8221; kata pemilik warung Lontong Jangan, Nanik. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Akibat LPG Bocor, Dua Warung Makan di Kota Malang Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-akibat-lpg-bocor-dua-warung-makan-di-kota-malang-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[bocor]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216111</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bangunan yang terdiri dua warung makan dan satu tempat kos di Jalan Cengger Ayam, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, terbakar, Minggu (03/11/2024) sekitar pukul 16.00. Meskipun bagian dalam bangunan hangus terbakar, namun tidak sampai ada korban jiwa. Informasi Memontum.com, bahwa bangunan tersebut seluas 500 meter persegi yang terbagi menjadi tiga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Bangunan yang terdiri dua warung makan dan satu tempat kos di Jalan Cengger Ayam, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, terbakar, Minggu (03/11/2024) sekitar pukul 16.00. Meskipun bagian dalam bangunan hangus terbakar, namun tidak sampai ada korban jiwa.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa bangunan tersebut seluas 500 meter persegi yang terbagi menjadi tiga tempat usaha. Yakni Warung Gudang Lauk, Warung Sekar Sari dan kos-kosan putra. Sementara kebakaran sendiri, diketahui saat api sudah membesar hingga mengundang perhatian warga setempat. Apalagi, lokasinya yang tepat di pinggir jalan.</p>



<p>Lurah Tulusrejo, Syarif Hidayat, saat berada di lokasi kejadian mengatakan bahwa titik api kebakaran berasal dari Warung Gudang Lauk yang berada di bagian timur bangunan. &#8220;Api dengan cepat membesar merambat ke Kemudian ke warung makan Sekar Sari yang berada di sebelahnya. Warung Mekar Sari kondisinya tutup, karena baru akan dilaunching pada Senin (04/11/2024) besok,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diceritakan, bahwa saat peristiwa kebakaran terjadi, Warung Gudang Laut sedang buka dan ada tiga konsumen yang sedang makan. Saat mengetahui bagian dapur terbakar, para karyawan warung mencoba memadamkan api dengan air seadanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saat kebakaran itu terjadi dan api cepat membesar, para penghuni kos dan konsumen yang sedang makan langsung menyelamatkan diri,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Pemilik bangunan, Prapto (70), mengatakan bahwa dirinya mengetahui ada kebakaran setelah mendapat kabar dari penghuni kos. &#8220;Tadi dapat kabar dari penghuni kos hingga saya langsung ke sini. Tempat kosnya itu ada di lantai dua dan jumlah anak kosnya ada 14 orang. Alhamdulillah, saat peristiwa kebakaran semua anak kos berhasil keluar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kepala UPT Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang, Agoes Soebekti, mengatakan setah adanya laporan, pihaknya menerjunkan 7 unit mobil pemadam berikut 30 personel. Petugas kemudian tiba di lokasi melakukan pemadaman. Untuk memadamkan kebakaran ini, petugas menghabiskan 31000 liter air.</p>



<p>&#8220;Untuk pemadaman sekitar 12 menit. Sesangkan untuk pendinginan selesai pukul 17.15 karena luasnya bangunan. Titik api kebakaran berasal dari dapur Warung Gudang Lauk. Informasi yang kami peroleh, saat peristiwa itu terjadi&nbsp; kompor dalam kondisi menyala dipakai memasak dan diduga ada kebocoran gas elpiji,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dalam peristiwa ini, dua karyawan Warung Gudang Lauk, yakni David dan Roby mengalami luka bakar ringan di bagian tangan dan kaki hingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Untuk kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216111</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pohon Trembesi di Jalan Trunojoyo Tumbang dan Timpa Warung</title>
		<link>https://memontum.com/pohon-trembesi-di-jalan-trunojoyo-tumbang-dan-timpa-warung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[trembesi]]></category>
		<category><![CDATA[trunojoyo]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbang]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215845</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pohon Trembesi setinggi 10 meter dengan diameter 60 cm, tumbang menimpa sebuah warung di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (25/10/2024) tadi. Saat kejadian, kondisi cuaca saat itu tidak ada angin dan tidak ada hujan. Salah satu saksi mata, Ahmad Al Hisyam, mengatakan jika sebelumnya, Pohon Trembesi itu sempat dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pohon Trembesi setinggi 10 meter dengan diameter 60 cm, tumbang menimpa sebuah warung di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (25/10/2024) tadi. Saat kejadian, kondisi cuaca saat itu tidak ada angin dan tidak ada hujan.</p>



<p>Salah satu saksi mata, Ahmad Al Hisyam, mengatakan jika sebelumnya, Pohon Trembesi itu sempat dilakukan perempesan atau dipangkas di salah satu sisinya. &#8220;Mungkin karena yang dipangkas hanya satu sisi saja untuk keperluan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan satu sisinya tidak. Jadi, mungkin pohonnya menjadi tidak seimbang. Termasuk, ditambah akarnya kemungkinan sudah tidak kuat,” ujar Hisyam.</p>



<p>Saat kejadian tumbangnya pohon tersebut, menurutnya juga ada beberapa pengunjung warung yang sempat panik. Namun, atap warung tidak sampai ambruk meskipun kondisinya sangat rusak berat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Cuacanya kan cerah dari tadi, angin juga tidak terlalu kencang. Jadi orang orang sini tadi sempat panik. Termasuk yang habis naik kereta,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Peristiwa tersebut, juga tidak hanya merusak atap warung saja. Namun, juga sebuah mobil dan satu unit motor yang terparkir di depan warung, meski hanya kerusakan kecil.</p>



<p>Pemilik warung yang terkena peristiwa tersebut, Supriyadi, mengaku sangat terkejut. Sebab, saat kejadian dirinya tengah beribadah salat Jumat.</p>



<p>“Kaget, datang-datang seperti ini. Apalagi warung ini sudah sejak tahun 1971. Ini rusak parah atapnya, mungkin ini kerugiannya sekitar Rp 20 juta ada. Maunya ada ganti rugi, tapi kemana tidak tahu,” imbuh Supriyadi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215845</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Banyuwangi Salurkan Pemberian Bantuan Usaha Program Warung Naik Kelas</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-banyuwangi-salurkan-pemberian-bantuan-usaha-program-warung-naik-kelas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213686</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Sebanyak 1.364 pelaku usaha mikro di Kabupaten Banyuwangi, telah menerima manfaat dari Program Warung Naik Kelas (Wenak) yang digagas Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Program pemberian bantuan usaha tersebut, terus disalurkan sejak Tahun 2021. Program Wenak sendiri, menyasar para pelaku usaha skala mikro yang masuk dalam data keluarga kurang mampu. Penerima program berasal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Sebanyak 1.364 pelaku usaha mikro di Kabupaten Banyuwangi, telah menerima manfaat dari Program Warung Naik Kelas (Wenak) yang digagas Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Program pemberian bantuan usaha tersebut, terus disalurkan sejak Tahun 2021.</p>



<p>Program Wenak sendiri, menyasar para pelaku usaha skala mikro yang masuk dalam data keluarga kurang mampu. Penerima program berasal dari usulan desa atau kelurahan itu, yang kemudian diverifikasi oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan.</p>



<p>Para penerima manfaat Program Wenak sendiri, mendapatkan bantuan modal usaha senilai Rp 1 juta perorang. Bantuan bisa dimanfaatkan untuk mengupgrade peralatan usaha ataupun menambah modal untuk meningkatkan usahanya.</p>



<p>&#8220;Program Wenak ini dikhususkan bagi masyarakat yang punya usaha dan tergolong kurang mampu. Tujuannya, untuk meningkatkan usaha mereka. Kita bantu agar usaha yang menjadi sumber pendapatan mereka meningkat,&#8221; kata Bupati Ipuk Fiestiandani, saat melakukan penyerahan bantuan Program Wenak di Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, Senin (02/09/2024) tadi.</p>



<p>Bupati Ipuk menyebut, bahwa hingga tahun ini Program Wenak telah disalurkan kepada 1.364 penerima. Para penerimanya antara lain pemilik warung kopi, nasi bungkus dan sejenisnya.</p>



<p>Dengan tambahan modal yang diberikan, tambah Bupati Ipuk, dirinya berharap para pelaku usaha mikro bisa menambah jenis usahanya. Misalnya, pedagang nasi bungkus bisa menjual panganan lain seperti gorengan dan minuman dengan tambahan modal itu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pemberian bantuan ini, pun disambut antusias oleh masyarakat. Salah satunya, pemilik usaha warung sate, Mohammad Safi.</p>



<p>Dirinya mengatakan, bakal mempergunakan bantuan ini untuk memperbaiki gerobaknya yang sudah mulai rusak. “Sejak 2005, saya belum pernah ganti gerobak. Alhamdulillah, dapat bantuan ini. Nanti akan saya gunakan untuk memperbaiki gerobak,” ujarnya.</p>



<p>Hal serupa juga diungkapkan pemilik warung rujak dan aneka camilan di Kawasan Pantai Plengsengan, Pipit. Dirinya mengatakan akan memanfaatkan bantuan untuk tambahan modal usaha.</p>



<p>Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, mengatakan bahwa penerima bantuan Program Wenak merupakan orang-orang yang berbeda tiap tahunnya. “Pada 2021 telah disalurkan kepada 379 penerima, tahun 2022 sebanyak 184 penerima, tahun 2023 ada 609 penerima. Pada tahun ini, akan disalurkan kembali untuk 269 penerima,” kata Nanin.</p>



<p>Nanin menambahkan, Program Wenak ini juga mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Namun ada sejumlah pihak yang menyalurkan CSR-nya untuk Program Wenak.&nbsp;</p>



<p>“Kita juga menerima program CSR dari beberapa pihak. Seperti tahun ini, selain 269 yang kita anggarkan dari APBD, ada juga bantuan dari CSR sebanyak 60 penerima,” jelasnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213686</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
