<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>waspadai &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/waspadai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 May 2026 14:26:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>waspadai &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jelang Idul Adha, Pemkot Malang Waspadai Penyakit Hewan Kurban yang Berpotensi Menular ke Manusia</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-idul-adha-pemkot-malang-waspadai-penyakit-hewan-kurban-yang-berpotensi-menular-ke-manusia</link>
					<comments>https://memontum.com/jelang-idul-adha-pemkot-malang-waspadai-penyakit-hewan-kurban-yang-berpotensi-menular-ke-manusia#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berpotensi]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[menular,]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232381</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit pada hewan kurban. Terutama, hewan yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit pada hewan kurban. Terutama, hewan yang dapat membahayakan kesehatan manusia.</p>



<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Sehingga, pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan atau antemortem.</p>



<p>&#8220;Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, tidak cacat, serta bebas dari indikasi penyakit. Sehingga penting agar hewan yang disembelih benar-benar sehat dan aman dikonsumsi masyarakat,” ujarnya, Rabu (13/05/2026) tadi.</p>



<p>Dalam pemeriksaan antemortem, tambahnya, petugas kesehatan hewan menilai kondisi fisik hewan, perilaku, hingga tanda klinis penyakit. Hewan yang terlihat lemah, pincang, kurus, atau menunjukkan gejala sakit, dapat dinyatakan tidak layak untuk dikurbankan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, pengawasan juga dilanjutkan melalui pemeriksaan postmortem, yakni pemeriksaan setelah proses penyembelihan dilakukan. Petugas akan memeriksa karkas maupun organ dalam seperti hati, paru-paru, jantung, limpa dan ginjal guna memastikan tidak terdapat kelainan, parasit, ataupun perubahan jaringan yang berbahaya bagi kesehatan manusia.</p>



<p>&#8220;Apabila ditemukan kasus seperti cacing hati atau kerusakan organ, maka dilakukan pemisahan bagian yang terkontaminasi bahkan pemusnahan apabila kondisinya dinilai parah,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Langkah tersebut dilakukan, tambahnya, untuk menjamin standar keamanan pangan ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) sekaligus mencegah risiko penularan penyakit melalui konsumsi daging kurban.</p>



<p>Sebagai informasi, pada pelaksanaan Idul Adha tahun 2025 di Kota Malang tercatat ada sebanyak 1.756 ekor sapi, 5.597 ekor kambing dan 627 ekor domba disembelih. Dengan jumlah yang besar tersebut, pengawasan kesehatan hewan menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar pelaksanaan kurban tetap aman bagi masyarakat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/jelang-idul-adha-pemkot-malang-waspadai-penyakit-hewan-kurban-yang-berpotensi-menular-ke-manusia/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232381</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Banyuwangi Imbau Masyarakat Waspadai Penyebaran Hantavirus</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-banyuwangi-imbau-masyarakat-waspadai-penyebaran-hantavirus</link>
					<comments>https://memontum.com/dinkes-banyuwangi-imbau-masyarakat-waspadai-penyebaran-hantavirus#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[hantavirus]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232317</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi memastikan bahwa hingga awal Mei 2026 ini, belum ada laporan atau temuan kasus positif infeksi Hantavirus di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Meski kondisi aman, namun langkah pencegahan tetap diperkuat guna mencegah potensi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tikus. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengingatkan masyarakat agar tetap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi memastikan bahwa hingga awal Mei 2026 ini, belum ada laporan atau temuan kasus positif infeksi Hantavirus di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Meski kondisi aman, namun langkah pencegahan tetap diperkuat guna mencegah potensi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tikus.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap penyebaran Hantavirus, bahwa penyakit yang ditularkan melalui tikus, dapat menimbulkan gangguan serius pada kesehatan manusia. Hantavirus dapat menular melalui kotoran, air kencing, hingga gigitan tikus yang telah terinfeksi virus tersebut.</p>



<p>Penularan paling sering terjadi, lanjutnya, ketika kotoran dan air kencing tikus yang sudah mengering bercampur dengan debu lalu terhirup manusia. “Hantavirus ini bisa menimbulkan gejala, seperti demam tinggi, ruam pada tubuh, bahkan gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak. Penularannya bisa dari debu yang terkontaminasi kencing tikus, gigitan tikus, hingga makanan yang sudah terkena virus dari tikus,” ujar Amir, Senin (11/05/2026) tadi.</p>



<p>Amir menjelaskan, penyakit akibat Hantavirus dapat berkembang secara bertahap. Pada fase awal, penderita biasanya mengalami demam, nyeri tubuh dan gejala umum layaknya infeksi virus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau sudah muncul demam tinggi dan gejala mengarah ke infeksi Hantavirus, sebaiknya segera dirawat supaya penanganannya lebih cepat dan tidak berkembang menjadi lebih berat,” katanya.</p>



<p>Sebagai langkah pencegahan, Amir mendorong masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan karena mengurangi risiko tikus berkembang biak di sekitar permukiman warga. Warga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, menutup tempat penyimpanan makanan agar tidak terkontaminasi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mencurigakan setelah beraktivitas di lingkungan yang berpotensi menjadi habitat tikus.</p>



<p>“Yang paling penting jangan sampai tikus masuk ke rumah. Lingkungan harus dijaga tetap bersih, terutama daerah yang dekat kebun atau sarang tikus. Kalau mau membersihkan kotoran tikus, pakai masker dan siram dengan desinfektan lalu bersihkan,” ucapnya.</p>



<p>Amir juga menekankan, akan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat. Seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga dan istirahat cukup. Menurutnya, sistem imun yang baik dapat membantu tubuh melawan infeksi virus. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dinkes-banyuwangi-imbau-masyarakat-waspadai-penyebaran-hantavirus/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232317</post-id>	</item>
		<item>
		<title>El Nino Godzilla Ancam Kesehatan, Dinkes Kota Malang Waspadai Risiko Heatstroke</title>
		<link>https://memontum.com/el-nino-godzilla-ancam-kesehatan-dinkes-kota-malang-waspadai-risiko-heatstroke</link>
					<comments>https://memontum.com/el-nino-godzilla-ancam-kesehatan-dinkes-kota-malang-waspadai-risiko-heatstroke#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[godzilla]]></category>
		<category><![CDATA[heatstroke]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[risiko]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232161</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Fenomena El Nino ekstrem atau Godzilla El Nino pada musim kemarau 2026, perlu diwaspadai masyarakat. Terutama, terkait dampak kesehatan akibat peningkatan suhu udara. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa potensi kenaikan suhu udara dapat meningkatkan risiko sengatan panas atau heatstroke. Kondisi tersebut, biasanya banyak terjadi di Arab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Fenomena El Nino ekstrem atau Godzilla El Nino pada musim kemarau 2026, perlu diwaspadai masyarakat. Terutama, terkait dampak kesehatan akibat peningkatan suhu udara.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa potensi kenaikan suhu udara dapat meningkatkan risiko sengatan panas atau heatstroke. Kondisi tersebut, biasanya banyak terjadi di Arab Saudi saat musim haji, namun kini potensinya sudah mulai muncul di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Untuk mencegah heatstroke, masyarakat bisa membatasi aktivitas di luar ruangan agar tidak terlalu lama terpapar sinar matahari langsung. Untuk waktu yang aman, sebaiknya sebelum pukul 10.00 WIB atau pada sore hari karena setelah waktu tersebut suhu udara biasanya meningkat tajam,&#8221; jelas Husnul, Senin (04/05/2026) tadi.</p>



<p>Dirinya juga mengimbau masyarakat, untuk memilah aktivitas yang benar-benar prioritas, serta menggunakan pelindung tubuh seperti payung, topi, atau pakaian yang mampu mengurangi paparan panas. Selain itu, juga diminta tetap mencukupi kebutuhan cairan tubuh meskipun tidak merasa haus.</p>



<p>&#8220;Minimal konsumsi air 2,5 sampai 3 liter per hari untuk mencegah dehidrasi. Cairan tubuh bisa hilang melalui keringat, pernapasan, maupun saat buang air kecil,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan cuaca panas yang disertai hujan tidak serta-merta menghilangkan risiko dehidrasi. Tingginya kelembapan udara justru tetap dapat memicu kehilangan cairan tubuh.</p>



<p>“Sekalipun ada hujan, dehidrasi tetap bisa menyerang. Cara paling mudah adalah menghindari paparan sinar matahari terlalu lama,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya heatstroke dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan serius. Kondisi panas ekstrem dapat membuat kerja jantung meningkat sehingga berisiko menyebabkan pecahnya pembuluh darah, terutama di otak.</p>



<p>“Banyak kasus heatstroke menjadi awal terjadinya stroke akibat paparan panas. Masyarakat dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, maupun riwayat stroke diminta lebih berhati-hati karena memiliki risiko lebih tinggi,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan melakukan self assessment atau menilai kondisi kesehatan masing-masing sebelum beraktivitas di luar ruangan. “Perhatikan kondisi tubuh terlebih dahulu. Kalau tidak mendesak, sebaiknya hindari aktivitas di bawah terik matahari,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/el-nino-godzilla-ancam-kesehatan-dinkes-kota-malang-waspadai-risiko-heatstroke/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232161</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mutasi Jabatan Berproses, Wali Kota Malang Ingatkan ASN untuk Waspadai Oknum</title>
		<link>https://memontum.com/mutasi-jabatan-berproses-wali-kota-malang-ingatkan-asn-untuk-waspadai-oknum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berproses]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mutasi]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229716</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, akan dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini, rencana itu masih berproses dan tengah dilakukan penilaian. Hal ini, sebagaimana disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Perlu diketahui, saat ini terdapat enam jabatan Eselon II yang masih kosong. Diantaranya, Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, akan dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini, rencana itu masih berproses dan tengah dilakukan penilaian. Hal ini, sebagaimana disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p>Perlu diketahui, saat ini terdapat enam jabatan Eselon II yang masih kosong. Diantaranya, Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten 2 Administrasi Umum, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Inspektur Inspektorat Kota Malang, Kepala BKPSDM dan Kepala Bakesbangpol.</p>



<p>&#8220;Insyaallah dalam waktu dekat ini. Kita sedang proses dan kami sudah ada beberapa penilaian. Tentu saya juga berdiskusi dengan Wakil Wali Kota, tetapi keputusannya tetap ada di saya,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Senin (26/01/2026) tadi.</p>



<p>Dalam pelaksanaan ini, Wali Kota Wahyu menjelaskan bila dirinya tidak ingin gegabah. Seperti dicontohkan, bila mutasi akan didasarkan pada hasil evaluasi kinerja selama tahun 2025. Selama hampir setahun menjabat, dirinya juga memantau langsung kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tidak hanya melalui laporan formal, tetapi juga dengan turun ke lapangan.</p>



<p>“Saya tidak hanya menerima laporan. Kalau ada informasi atau laporan tertentu, saya bisa langsung cross check. Kota Malang wilayahnya tidak luas, jadi relatif mudah untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya, mutasi akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, mulai dari tingkat OPD hingga ke bawah. Namun, dalam proses penempatan jabatan, dirinya menegaskan akan tetap berkonsultasi dengan pimpinan OPD terkait agar penempatan benar-benar sesuai kebutuhan organisasi.</p>



<p>“Saya ingin penempatan ini tepat. Bukan sekadar karena dari atas, tapi juga mempertimbangkan masukan dan kebutuhan dari kepala OPD,” ungkapnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga memberikan peringatan keras kepada ASN, agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan dirinya maupun Wakil Wali Kota, dengan iming-iming jabatan tertentu disertai permintaan imbalan. “Saya tegaskan, jangan percaya oknum yang mengatasnamakan saya atau Wakil Wali Kota. Kalau ada, laporkan. Kalau terbukti, akan kami proses semuanya, baik yang memberi maupun yang menerima,” tegasnya.</p>



<p>Walaupun sejauh ini belum ada laporan resmi, namun dirinya sudah menerima sejumlah informasi dan isu yang berkembang di lapangan terkait dugaan praktik tersebut. Menurutnya, isu itu muncul karena adanya oknum yang mencoba memanfaatkan situasi.</p>



<p>“Memang ada tengara-tengara oknum yang menyalahgunakan nama kami. Karena kami orang baru, kami ingin benar-benar mengenal kondisi secara langsung, bukan hanya dari laporan formal,” katanya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga menambahkan, berbagai masukan, termasuk dari wartawan dan masyarakat yang disampaikan secara informal, turut menjadi bahan evaluasi. Semua informasi tersebut, akan dikroscek sebelum dijadikan dasar pengambilan keputusan.</p>



<p>“Mutasi nanti punya alasan yang kuat. Data yang kami pakai bukan hanya administratif, tapi juga hasil pengamatan langsung dan masukan dari berbagai pihak,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229716</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Pasuruan Minta Delapan Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Waspadai Intensitas Hujan</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-pasuruan-minta-delapan-kecamatan-di-kabupaten-pasuruan-waspadai-intensitas-hujan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[delapan]]></category>
		<category><![CDATA[intensitas]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218781</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Ancaman bencana hidrometrologi seperti banjir, angin puting beliung dan tanah longsor sepertinya masih harus terus diwaspadai masyarakat. Di Kabupaten Pasuruan, sebanyak delapan wilayah kecamatan terendam banjir. Diantaranya, seperti di Kecamatan Pohjentrek, Kraton, Grati, Pasrepan, Gondangwetan, Winongan, Rejoso dan Beji. Dari beberapa kecamatan tersebut, Kecamatan Pasrepan untuk pertama kalinya menjadi daerah terdampak banjir, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Ancaman bencana hidrometrologi seperti banjir, angin puting beliung dan tanah longsor sepertinya masih harus terus diwaspadai masyarakat. Di Kabupaten Pasuruan, sebanyak delapan wilayah kecamatan terendam banjir. Diantaranya, seperti di Kecamatan Pohjentrek, Kraton, Grati, Pasrepan, Gondangwetan, Winongan, Rejoso dan Beji.</p>



<p>Dari beberapa kecamatan tersebut, Kecamatan Pasrepan untuk pertama kalinya menjadi daerah terdampak banjir, yakni Desa Jogoripuh dan Pohgading.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa banjir yang menerjang dua desa di wilayah Pasrepan tersebut murni disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi. Bahwa, hujan berlangsung cukup lama hingga menyebabkan sungai-sungai kecil tak mampu menampung debit air dengan jumlah besar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Bertahun-tahun Pasrepan ini gak pernah kebanjiran dan sekarang tiba-tiba ada laporan banjir, ya kaget. Tapi harus kita hadapi bersama,&#8221; kata Sugeng, di sela-sela mempersiapkan bantuan kedaruratan bagi warga terdampak di Posko BPBD Kabupaten Pasuruan, Rabu (29/01/2025) tadi.</p>



<p>Dari delapan wilayah terdampak, Sugeng menegaskan bahwa banjir terparah terjadi di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati. Ketinggian air banjir sejak kemarin sempat mencapai hampir dua meter, namun saat ini sudah menurun meski masih menggenangi permukiman warga.</p>



<p>&#8220;Paling parah di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon. Hari pertama banjir kemarin sudah mencapai 2 meter.Tapi di hari ini sudah mulai surut meski masih menggenangi rumah warga,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Dijelaskan Sugeng, banjir kali ini cukup besar dengan volume ketinggian yang lumayan. Saking besarnya, sebanyak 75 warga Dusun Tokwiro, Desa Winongan Lor sampai dievakuasi ke tempat yang lebih aman. &#8220;Kita evakuasi karena kondisi air banjir yang cukup tinggi sehingga berbahaya kalau masih memilih bertahan di rumahnya,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218781</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musim Pancaroba, Dinkes Kabupaten Malang Himbau Masyarakat Waspadai Ispa hingga Diare</title>
		<link>https://memontum.com/musim-pancaroba-dinkes-kabupaten-malang-himbau-masyarakat-waspadai-ispa-hingga-diare</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2024 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[himbau]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pancaroba]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215839</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penyakit infeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Himbauan itu disampaikan, karena kondisi saat ini sudah memasuki musim pancaroba, yakni peralihan musim kemarau ke musim hujan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Tri Awignami, mengatakan ada beberapa penyakit yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penyakit infeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Himbauan itu disampaikan, karena kondisi saat ini sudah memasuki musim pancaroba, yakni peralihan musim kemarau ke musim hujan.</p>



<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Tri Awignami, mengatakan ada beberapa penyakit yang mengancam di musim pancaroba. &#8220;Saat pancaroba, sering kali bermunculan penyakit seperti flu, demam berdarah, diare dan Ispa,” kata Tri Awignami, Kamis (24/10/2024) tadi.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa dari Januari hingga September 2024, Dinkes Kabupaten Malang mencatat ada sebanyak 603 kasus Ispa di Kabupaten Malang. Di mana Juni dan Juli, terjadi angka peningkatan. Sementara di Mei 2024, tercatat sebanyak 59 kasus. Peningkatan Ispa cukup drastis, itu terjadi pada Juni, yakni sebanyak 116 kasus. Puncaknya pada Juli, sebanyak 197 kasus.</p>



<p>&#8220;Suhu dan cuaca panas ekstrem berpotensi mengganggu daya tahan tubuh dan memicu timbulnya penyakit yang disebabkan oleh debu. Infeksi ini, biasanya disebabkan oleh virus tetapi dapat juga disebabkan oleh bakteri. Biasanya, menyerang hidung dan tenggorokan,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jika dibandingkan 2023 pada periode yang sama yakni Januari hingga September, jumlah kasus Ispa di Kabupaten Malang saat ini justru menurun. Dinkes Kabupaten Malang mencatat, sejak awal tahun hingga September 2023, kasus Ispa mencapai 840 kasus.</p>



<p>“Kasus tertinggi pada September yakni 122 kasus. Berbeda dengan 2024, di bulan Juni 2023 justru menurun. Dari 90 kasus di bulan Mei, menjadi 68 kasus di bulan Juni,” ungkapnya.</p>



<p>Tri Awignami menghimbau, agar masyarakat dapat lebih peduli dengan kondisi tubuh. Diantaranya, mengkonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari virus dan penyakit.</p>



<p>“Masyarakat bisa mengkonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, menjaga pola hidup, rajin mencuci tangan dan menggunakan masker bila ada paparan debu atau dekat dengan orang bergejala Ispa. Pastikan untuk menggunakan masker dengan baik dan benar serta mengganti masker secara rutin bila sudah lembab atau basah,” imbaunya. <strong>(blo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215839</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Alami Deflasi -0,01 Persen, Pj Wali Kota Wahyu Minta Tetap Waspadai Gejolak Komoditas</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-alami-deflasi-001-persen-pj-wali-kota-wahyu-minta-tetap-waspadai-gejolak-komoditas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Aug 2024 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[gejolak]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212534</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Inflasi Kota Malang pada Juli 2024, secara month to month (m-to-m) tercatat mengalami deflasi -0,01 persen atau secara year on year (y-on-y) 1,83 persen. Angka itu, lebih rendah dibandingkan Jawa Timur yang tercatat mengalami inflasi 0,04 persen, sementara secara nasional tercatat mengalami deflasi -0,18 persen. Atas capaian itu, Pj Wali Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Inflasi Kota Malang pada Juli 2024, secara month to month (m-to-m) tercatat mengalami deflasi -0,01 persen atau secara year on year (y-on-y) 1,83 persen. Angka itu, lebih rendah dibandingkan Jawa Timur yang tercatat mengalami inflasi 0,04 persen, sementara secara nasional tercatat mengalami deflasi -0,18 persen.</p>



<p>Atas capaian itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi karena inflasi Kota Malang terus mengalami penurunan. Walaupun terhitung aman, namun dirinya tetap mengimbau pada semua pihak agar tetap mewaspadai gejolak harga beberapa komoditas yang bisa mempengaruhi laju inflasi di Kota Malang.</p>



<p>“Tentu kita harus tetap waspada, sebab dalam Rakornas TPID hari Senin lalu disebutkan beberapa komoditas seperti minyak goreng, beras dan cabai rawit mengalami kenaikan harga,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Sabtu (03/08/2024) tadi.</p>



<p>Untuk mengantisipasi gejolak kenaikan harga pada komoditas tersebut, ujarnya, Pemkot Malang akan melakukan beberapa upaya. Seperti, dengan melakukan penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD).</p>



<p>“Dalam waktu dekat, kita akan KAD bersama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang dan itu terkait dengan komoditi cabai rawit. Jadi, kita tetap melakukan pemantauan harga komoditas di pasar-pasar oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan bahwa pada kelompok makanan, minuman dan tembakau memiliki andil pada deflasi Juli (m to m) 2024, -0,13 persen. Untuk komoditas yang memberikan andil dalam deflasi, terbesar yakni bawang merah dan cabai merah.</p>



<p>“Kemudian juga ada tomat, pepaya, telur ayam ras, labu siam, sawi pitih, jeruk, kol putih, daging ayam ras, terong, brokoli, ikan mujair, bawang bombay, bayam,” ucap Umar.</p>



<p>Meski begitu, ada juga beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan berpengaruh pada inflasi. Seperti, beras, cabai rawit, jagung manis, gula pasir, tempe dan kentang.</p>



<p>&#8220;Pada Juli ini harga rata-rata beras naik 1,56 persen dibandingkan harga di bulan Juni. Sehingga beras ini memberikan andil terhadap inflasi 0,49 persen. Itu paling tinggi, kemudian cabai rawit memiliki andil inflasi 0,12 persen,” tambahnya.</p>



<p>Penyebab meningkatnya harga beras itu menurutnya karena berkurangnya panen dan saat ini mulai masuk musim tanam. Meski begitu, Umar menyebut bahwa angka inflasi Kota Malang hingga Juli 2024 masih dalam kondisi aman. Sebab, jika dilihat dari angka inflasi tahunan atau (y on y) tercatat sebesar 1,83 persen. Angka itu masih berada di bawah target pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212534</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Waspadai Heat Stroke, Dinkes Kota Malang Imbau CJH Konsumsi Air hingga 3 Liter</title>
		<link>https://memontum.com/waspadai-heat-stroke-dinkes-kota-malang-imbau-cjh-konsumsi-air-hingga-3-liter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 May 2024 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[stroke,]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209272</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Waspada heatstoke (serangan panas dengan suhu diatas 40 celcius,red) saat pelaksanaan ibadah haji, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang beri imbauan. Yakni, agar para Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Malang dapat mengonsumsi air sekitar 2,5 liter hingga 3 liter. “Karena suhu di sana sangat panas 50 hingga 52 derajat celcius, maka usahakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Waspada heatstoke (serangan panas dengan suhu diatas 40 celcius,red) saat pelaksanaan ibadah haji, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang beri imbauan. Yakni, agar para Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Malang dapat mengonsumsi air sekitar 2,5 liter hingga 3 liter.</p>



<p>“Karena suhu di sana sangat panas 50 hingga 52 derajat celcius, maka usahakan para CJH mengkonsumsi air sekitar 2,5 liter sampai 3 liter. Meskipun saat itu dalam kondisi tidak haus. Sehingga jangan sampai, baru merasa haus kemudian baru minum,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, Kamis (09/05/2024) tadi.</p>



<p>Apabila suhu sangat panas, ujarnya, maka cairan yang ada di dalam tubuh akan menguap keluar dan mengakibatkan tidak fokus. Selain itu, juga dapat mengakibatkan pingsan atau tidak sadarkan diri.</p>



<p>“Bisa juga sampai heat stroke. Maka konsumi air untuk cairan tubuh itu sangat penting di sana, karena cuaca di sana dan di Indonesia tentu jauh berbeda,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, dikatakannya bahwa untuk vaksin para CJH 2024 sudah dilakukan 100 persen. Baik itu vaksin Covid-19, vaksin influenza musiman, maupun vaksin meningitis.</p>



<p>“Karena ini kan keberangkatannya pekan depan di tanggal 16 Mei, sekarang ini mereka sudah mendapatkan. Jadi dua minggu sebelum keberangkatan itu ada vaksin terakhir, yaitu meningitis,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, dari ribuan CJH haji 2024 di Kota Malang 30 persen lainnya berusia lanjut usia (Lansia). Beberapa juga memiliki riwayat komorbid, seperti hipertensi dan gula darah.</p>



<p>“Yang memiliki komorbid itu masuk kategori tinggi, tetapi karena usia. Tapi kan semuanya tetap terkontrol. Imbauannya ke faskes untuk minta rekomendasi kemudian obat yang sudah disiapkan dibawa kesana. Selain itu di embarkasih juga diberikan satu paket obat-obatan,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209272</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Waspadai Tindak Kriminal di Toko Emas, Kapolres Probolinggo Kota Lakukan Peninjauan dan Himbauan</title>
		<link>https://memontum.com/waspadai-tindak-kriminal-di-toko-emas-kapolres-probolinggo-kota-lakukan-peninjauan-dan-himbauan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2024 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[peninjauan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tindak]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208125</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Mobilisasi masyarakat untuk berbelanja perhiasan terus meningkat saat jelang Lebaran. Melihat fenomena ini, Polres Probolinggo Kota semakin meningkatkan patroli di sejumlah toko emas. Hal ini dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya aksi kriminalitas di pusat-pusat keramaian. Bahkan, Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Wadi Sa&#8217;bani beserta Dandim 0820, Letkol Arm Budi Budiasto beserta petugas dari Sat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Mobilisasi masyarakat untuk berbelanja perhiasan terus meningkat saat jelang Lebaran. Melihat fenomena ini, Polres Probolinggo Kota semakin meningkatkan patroli di sejumlah toko emas. Hal ini dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya aksi kriminalitas di pusat-pusat keramaian.</p>



<p>Bahkan, Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Wadi Sa&#8217;bani beserta Dandim 0820, Letkol Arm Budi Budiasto beserta petugas dari Sat Samapta, turun langsung ke sedikitnya lima toko emas. Tidak hanya berinteraksi dengan pembeli dan pemilik toko emas, petugas juga mengecek dan memastikan keamanan toko emas tersebut. Mulai dari mengecek kesiapan security hingga memastikan keberadaan CCTV, apakah sudah terpasang atau tidak.</p>



<p>&#8220;Jadi patroli atau cek and ricek ini untuk memastikan sistem security yang ada di toko emas salah satunya CCTV. Dari pengecekan ini belum semua toko emas terpasang CCTV,&#8221; ujar Kapolres Probolinggo Kota, Rabu (03/04/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>AKBP Wadi Sa&#8217;bani mengungkapkan, CCTV ini cukup penting sebagai alat bukti untuk mengungkap dalam rangka penyelidikan atas kasus yang terjadi. Dengan momen ini, pihaknya berharap agar toko emas yang belum terpasang CCTV untuk segera dipasang demi keamanan. Dan nantinya, petugas akan kembali mengecek toko tersebut apakah sudah terpasang atau tidak.</p>



<p>&#8220;Jika tetap tidak dipasang, maka akan kami undang. Kami ajak untuk bersama-sama dan bekerja sama kaitannya keamanan toko,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Dandim 0820, Letkol Arm Heri Budiasto, mengungkapkan bahwa dari pengecekan yang dilakukan bersama ada beberapa toko emas yang tidak memasang CCTV. &#8220;Jadi, tadi toko emas yang tidak memasang CCTV telah kita imbau, karena jika terjadi kejahatan, efeknya akan langsung dirasakan oleh pemilik toko,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208125</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
