<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>wawali probolinggo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wawali-probolinggo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Dec 2020 04:50:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>wawali probolinggo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Perjuangan Almarhum Wawali Probolinggo Melawan Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/perjuangan-almarhum-wawali-probolinggo-melawan-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2020 04:00:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[wawali probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=129393</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Wakil Wali Kota Probolinggo, Mochammad Soufis Subri, tutup usia pada Rabu (9/12), sekitar pukul 06.30. Almarhum, sebelumnya dirawat sekitar selama 19 hari di RSUD dr Soetomo Surabaya, karena COVID 19. “Innalillahi wa inna ilaihirojiun, Bapak Wawali (Subri) meninggal dunia. Semoga amal ibadahnya diterima dan diampuni segala kesalahan dan husnul khotimah. Kabar duka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Wakil Wali Kota Probolinggo, Mochammad Soufis Subri, tutup usia pada Rabu (9/12), sekitar pukul 06.30. Almarhum, sebelumnya dirawat sekitar selama 19 hari di RSUD dr Soetomo Surabaya, karena COVID 19.</p>
<p>“Innalillahi wa inna ilaihirojiun, Bapak Wawali (Subri) meninggal dunia. Semoga amal ibadahnya diterima dan diampuni segala kesalahan dan husnul khotimah. Kabar duka ini saya dengar langsung dari Bapak Wali Kota (Probolinggo),” demikian tulis Kepala Dinas Kominfo Kota Probolinggo Aman Suryaman, melalui portal resmi Pemkot Probolinggo.</p>
<p>Dijelaskan, sebelum pagi ini menghadap Sang Kuasa, Wawali Subri kali pertama merasakan keluhan demam dan nafsu makan menurun pada 11 November, sepulang dari perjalanan dinas di Bandung. Kemudian, pada 14 November mulai mengalami batuk. Pada tanggal 15 November, badannya panas (demam).</p>
<p>Atas inisiatifnya sendiri, atau setelah berkonsultasi dengan Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh, Wawali kelahiran 30 April 1973 itu, mendatangi RSUD dan menjalani serangkaian pemeriksaan. Tanggal 18 November hasil thorax clear, normal.</p>
<p>Pada 20 November, Wawali Probolinggo mengeluhkan demam yang tak kunjung turun. Tindakan pemeriksaan pun dilakukan dengan swab antigen yang hasilnya positif Covid-19. Saat foto thorax ulang, hasilnya pneumonia bilateral sehingga harus dirawat di RSUD dr Mohamad Saleh.</p>
<p>Berselang dua hari atau pada 22 November, Wawali Subri mengeluh sesak nafas setelah makan siang. Wawali kemudian dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. Tiba di sana, kondisi tarik nafasnya tinggi dengan saturasi oksigen cukup tinggi.</p>
<p>Aman Suryaman mengatakan, berdasarkan penjelasan tim medis RSUD Dr Soetomo, perjalanan infeksi yang dialami Wawali Subri begitu cepat. “Semua terapi sudah diberikan selama menjalani perawatan di sana. Pemasangan ventilator hingga ECMO (Extracorporeal Membrane Oxygenation) sesuai persetujuan keluarga,” jelasnya.</p>
<p>Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, yang mendengar kabar dari Plt Direktur RSUD, dr Abraar HS Kuddah, lalu disampaikan ke pihak keluarga besar Wawali Subri.</p>
<p>“Jadi, saya dengar tadi pagi (Rabu pagi). Plt Direktur RSUD menginformasikan kalau wawali sudah menghadap Sang Khalik. Rencana pemakaman di Kebonsari Kulon. Kami siapkan lokasi pemakamannya dengan berkoordinasi bersama tiga pilar,” ujar Habib Hadi-sapaan Wali Kota Probolinggo.</p>
<p>Sekarang kami sedang menunggu proses dari Surabaya. Sesampai di Kota Probolinggo, kami akan memberikan penghormatan terakhir di kantor Pemkot untuk dilakukan sholat jenazah dengan menerapkan protokol kesehatan. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">129393</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasca Terbakar 4 Bulan Lalu, Kini Pembangunan Klenteng Sumber Naga Dimulai</title>
		<link>https://memontum.com/pasca-terbakar-4-bulan-lalu-kini-pembangunan-klenteng-sumber-naga-dimulai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2019 12:30:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[pasca kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[wawali probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/93034-pasca-terbakar-4-bulan-lalu-kini-pembangunan-klenteng-sumber-naga-dimulai</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Dimulai, Renovasi Klenteng Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Sumber Naga di Kota Probolinggo akhirnya terlaksana, setelah empat bulan lalu kebakaran yang melalap sejumlah ruangan. Secara resmi renovasi ditandai dengan penghancuran bagian bangunan klenteng oleh Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri bersama beberapa tokoh tempat peribadatan Klenteng. Selasa (17/9/2019) siang. Pelaksanaan pembangunan klenteng [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Dimulai, Renovasi Klenteng Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Sumber Naga di Kota Probolinggo akhirnya terlaksana, setelah empat bulan lalu kebakaran yang melalap sejumlah ruangan. Secara resmi renovasi ditandai dengan penghancuran bagian bangunan klenteng oleh Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri bersama beberapa tokoh tempat peribadatan Klenteng. Selasa (17/9/2019) siang.</p>
<p>Pelaksanaan pembangunan klenteng dilaksanakan oleh PT Karya Nusajaya Abadi yang dipimpin Matius Kosasih, yang ikut hadir dalam acara seremonial tersebut. Selain itu nampak Nur Fadilatus Safiyah, Kasub Unit Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan.</p>
<div id="attachment_93035" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-93035" decoding="async" class="size-full wp-image-93035" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190917-WA0604-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Wawali memotong tumpeng saat Renovasi Klenteng Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Sumber Naga sebelum dimulai. (Istmw)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190917-WA0604-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190917-WA0604-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190917-WA0604-copy.jpg?resize=217%2C122&amp;ssl=1 217w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190917-WA0604-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-93035" class="wp-caption-text"><strong>Wawali memotong tumpeng saat Renovasi Klenteng Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Sumber Naga sebelum dimulai. (Istmw)</strong></p></div>
<p>Sesuai rencana pembangunan klenteng akan memakan waktu sekitar satu tahun. Bahkan untuk memaksimalkan pengerjaan renovasi, sudah dibentuk panitia yang mengawal pembangunan diketuai Budi Harsono.</p>
<p>“Kami memastikan tidak merubah bentuk bangunan, sesuai dengan yang lama. Untuk bahan disesuaikan dengan saat iniKami memohon doa restu agar pembangunan sesuai rencana dan dijauhkan dari halangan,” kata Ketua TITD Sumber Naga, Adi Sutanto Saputra.</p>
<p>Sementara itu, Wawali Subri menyampaikan ucapan terima kasih kepada etnis Tionghoa yang masih berkenan menyempatkan diri membantu kemeriahan Semipro 2019 lalu. Ia pun mengucapkan duka mendalam atas terbakarnya musibah di klenteng.</p>
<p>“Dan, alhamdulillah sudah empat bulan dan tidak berlarut-larut, klenteng yang berdiri sejak tahun 1865 ini dengan bahu membahu akhirnya dibangun kembali. Usahakan (bangunan) bisa kembali seperti semula karena setiap sudut klenteng ini ada ukuran dan nilai historisnya,” kata Subri.</p>
<p>Wawali meminta ada maket desain renovasi klenteng yang dikirimkan ke pemkot untuk dibantu mengurus IMB (Izin Mendirikan Bangunan).</p>
<p>“Agar punya legalitas sempurna, selain sertifikat juga IMB yang menjadi dokumen sah agar klenteng diakui secara historis dan secara legal juga,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Kasub Unit Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Nur Fadilatus Safiyah, pihaknya sudah duduk bersama dengan Disbudpar Kota Probolinggo dan panitia pembangunan klenteng untuk melakukan penyusunan pada bangunan cagar budaya.</p>
<p>“Intinya tidak merubah bentuk bangunan dan beliau sepakat tidak akan merubah apapun termasuk ornamen. Karena lingkungan lebih rendah dari jalan akan ada peninggian sekitar satu meter namun ornamen dan bangunan seperti awal,” ucap Nur.</p>
<p>“Peninggian diperbolehkan karena kondisi saat ini jalan lebih tinggi, selama tidak merubah dari bentuk fasad (bentuk bangunan) tidak masalah,” sambungnya.</p>
<p>BPBC Trowulan ternyata menyimpan dokumentasi beberapa bentuk ornamen di klenteng Probolinggo ini. Dokumentasi itu diperlukan untuk dikonsultasikan dengan ahlinya. Sebab dinding klenteng yang sebelumnya dipenuhi lukisan harus dikembalikan seperti semula.</p>
<p>“Kami sudah memberikan data yang kami miliki dan beliau semua concern. Segala bentuk perkembangannya pun kami selalu dilibatkan. Untuk pembangunannya, proses ke depan mungkin akan melakukan peninjauan,” ucap Nur Fadilatus lagi.</p>
<p>Dari yang menggarap bangunan klenteng sendiri, Matius Kosasih, PT Karya Nusajaya Abadi mengatakan, pengerjaan awal yang akan dilakukan adalah pengukuran eksisting. Setiap dimensi diukur dahulu karena prinsip restorasi yaitu mengembalikan bentuk sesuai asal mulai dari bawah sampai ke atas.</p>
<p>“Barang yang putus mempunyai tingkat resiko berbahaya akan diturunkan bertahap. Yang bahaya kita turunkan. Lalu membuat kuda-kuda dan lengkungnya disesuaikan seperti awal. Setiap dimensi yang sudah siap, kami cek bersama-sama baru dibongkar. Prinsipnya ada kenaikan satu meter,” jelasnya.</p>
<p>Matius memperkirakan, secara main structure harus selesai dalam waktu satu tahun. Untuk final touch ia tidak menjamin akan selesai di tahun yang sama.</p>
<p>“Kami harus mendapat referensi dari banyak sumber. Tulisan, lukisan yang rusak harus cari sumber yang cocok dan ini upredictable. Kalo struktur sangat cepat, tetapi ornamen lainnya harus terukur dan ada filosofinya,” terang pria berkacamata ini.</p>
<p>Tenaga kerja yang dilibatkan dalam renovasi klenteng ini tidak bisa secara frontal karena ada detail yang harus diperhatikan. Saat ditanya soal anggaran yang dibutuhkan, Matius mengaku masih menghitung antara material yang dibutuhkan dan budget. Ia juga akan melibatkan ahli feng shui dalam proses renovasi klenteng di Jalan WR Supratman Kota Probolinggo ini. <strong>(pix/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93034</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
