<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>wawali surabaya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wawali-surabaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Aug 2021 13:10:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>wawali surabaya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Antisipasi Musim Hujan, Wawali Surabaya Tinjau Normalisasi Sungai Kalimas</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-musim-hujan-wawali-surabaya-tinjau-normalisasi-sungai-kalimas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2021 13:10:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[musim hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Normalisasi Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[wawali surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=150511</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya&#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan normalisasi Sungai Kalimas untuk mengantisipasi musim hujan. Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang langsung meninjau pelaksanaan normalisasi mengatakan, memang hasil kerukan berupa gundukan sediman sengaja ditumpuk di bantaran Kalimas. Baca Juga: Sebab untuk memudahkan petugas melakukan pemindahan atau pengangkutan ke dump truk. &#8220;Sampai saat ini sudah ada sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong>&#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan normalisasi Sungai Kalimas untuk mengantisipasi musim hujan.</p>



<p>Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang langsung meninjau pelaksanaan normalisasi mengatakan, memang hasil kerukan berupa gundukan sediman sengaja ditumpuk di bantaran Kalimas.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/serapan-perum-bulog-jatim-tembus-di-angka-200-ribu-ton-beras-per-februari">Serapan Perum Bulog Jatim Tembus di Angka 200 Ribu Ton Beras Per Februari</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/lindungi-anak-di-ruang-digital-dp3ak-jatim-bersama-plato-foundation-gelar-safer-internet-day">Lindungi Anak di Ruang Digital, DP3AK Jatim bersama Plato Foundation Gelar Safer Internet Day</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengelolaan-pemerintahan-dan-penguatan-ekonomi-pemprov-jatim-terima-kunjungan-gubernur-sherly">Pengelolaan Pemerintahan dan Penguatan Ekonomi, Pemprov Jatim Terima Kunjungan Gubernur Sherly</a></li>
</ul>


<p>Sebab untuk memudahkan petugas melakukan pemindahan atau pengangkutan ke dump truk.</p>



<p>&#8220;Sampai saat ini sudah ada sekitar 10 ribu meter kubik yang sudah diambil, dan ini terus dilakukan,&#8221; kata Armuji, Kamis (12/08) tadi.</p>



<p>Normalisasi ini, kata dia, adalah langkah yang harus dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas air, termasuk mencegah potensi munculnya genangan saat musim hujan tiba.</p>



<p>&#8220;Apalagi ini sungai satu-satunya yang ada di tengah kota, jadi harus dinormalisasi,&#8221; terangnya.</p>



<p>Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta masyarakat bisa lebih menyadari soal kebersihan lingkungan, dengan tak membuang sampah sembarangan.</p>



<p>&#8220;Tolong jangan membuang sampah ke sungai, supaya tidak kebiasaan dan supaya lalu lintas air bisa lancar, tidak tersendat oleh sampah,&#8221; harap Armuji. Sementara itu, berdasarkan prediksi dari BMKG, musim kemarau akan berakhir di bulan Oktober mendatang. <strong>(ade/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">150511</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wawali Surabaya Whisnu Sakti Ikut Donor Darah</title>
		<link>https://memontum.com/wawali-surabaya-whisnu-sakti-ikut-donor-darah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2020 11:46:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[donor darah]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Kota Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[wawali surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110785</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Bulan lalu, stok darah sempat menurun terdampak wabah virus Covid-19. Oleh Karena itu, Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana turut mendonorkan darahnya di UTD PMI Kota Surabaya. Pihaknya mengajak warga Surabaya mendonorkan darah untuk membantu warga lain yang membutuhkan. &#8220;Kita mengimbau kepada warga Kota Surabaya dalam menghadapi covid-19. Kewaspadaan tetap kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya </strong>&#8211; Bulan lalu, stok darah sempat menurun terdampak wabah virus Covid-19. Oleh Karena itu, Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana turut mendonorkan darahnya di UTD PMI Kota Surabaya. Pihaknya mengajak warga Surabaya mendonorkan darah untuk membantu warga lain yang membutuhkan.</p>
<p>&#8220;Kita mengimbau kepada warga Kota Surabaya dalam menghadapi covid-19. Kewaspadaan tetap kita jaga tapi rasa kemanusiaan jangan hilang. Karena masih banyak saudara kita masih butuh darah,&#8221; kata Wisnu Sakti kepada wartawan di PMI Kota Surabaya, Jalan Embong Ploso, Kamis (2/4).</p>
<p>Wisnu menambahkan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa minggu lalu, PMI Surabaya hanya bisa memenuhi kebutuhan darah hingga 30 persen. Namun hari ini PMI sudah bisa memenuhi 70 persen kebutuhan darah.</p>
<p>&#8220;Atas seruan itu, kami mengajak semuanya tetap jaga kewaspadaan. Standar kesehatan pribadi tetap kita jaga, pakai masker. Hand sanitizer kita bawa. Tapi kita tetap bergerak mendonorkan darah untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan. Alhamdulillah hari ini laporan dari PMI kita bisa memenuhi 70 persen kebutuhan darah. Dan semoga ke depan bisa memenuhi kebutuhan 100 darah khususnya di Kota Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya,&#8221; lanjut Wisnu.</p>
<p>Wisnu juga menyerukan kader PDI Perjuangan Kota Surabaya ikut tergerak mendonorkan darah untuk misi kemanusiaan. &#8220;Alhamdulillah semuanya ikut tergerak dan kami serukan ke kader-kader PDI Perjuangan untuk mendonorkan darah bagi yang sehat,&#8221; lanjut Wisnu.</p>
<p>Sementara Kepala UTD PMI Kota Surabaya dr Budi Arifah mengatakan, stok darah mulai mengalami peningkatan. &#8220;Hari ini ketersediaan darah ada 1.000 kantong lebih. Seperti yang diucapkan Bapak Wakil Wali Kota tadi. Bahwa ketersediaan darah sudah banyak meningkat. Jadi sudah bisa memenuhi permintaan dari seluruh rumah sakit. Sudah 70 persen,&#8221; kata dia.</p>
<p>Ia menambahkan, saat awal-awal mewabahnya covid-19 di Surabaya, pihakya hanya bisa memenuhi 30 persen kebutuhan darah. Menurutnya penurunan stok dipengaruhi banyaknya kegiatan donor darah yang tidak bisa digelar karena terdampak corona. &#8220;Itu awal tanggal 16 Maret. Mulai meningkat sampai hari ini kita bisa memenuhi 70 persen kebutuhan darah,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Peningkatan pendonor, menurut Budi, karena pihaknya gencar melakukan sosialisasi, baik melalui media cetak dan elektronik. Serta membuka layanan 24 jam.&#8221;Kita juga jemput bola dengan buka layanan donor darah 24 jam. Sebelumnya buka sampai sore saja. Kita juga bekerja sama dengan angkatan darat, kepolisian, maupun angkatan laut,&#8221; lanjut Budi.</p>
<p>Sedangkan golongan darah yang paling dibutuhkan ialah golongan darah O. &#8220;Memang yang terbanyak di Indonesia itu O,&#8221; pungkasnya. <strong>(ace/ono)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110785</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tangkal Corona, Wawali Whisnu Sakti Buana Gandeng FKM Unair</title>
		<link>https://memontum.com/tangkal-corona-wawali-whisnu-sakti-buana-gandeng-fkm-unair</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2020 06:38:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[FKM Unair]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[wawali surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109120</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Social Distancing menjadi alternatif tepat sebagai salah satu mitigasi pencegahan virus corona (Covid-19). Masyarakat diminta untuk bisa lebih menjaga jarak agar proses penyebaran bisa ditekan. Akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga Surabaya, Windhu Purnomo menerangkan, kondisi Social Distancing sangat mempengaruhi dalam proses penyebaran virus. &#8220;Sebaiknya Social Distancing atau menjaga jarak yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Social Distancing menjadi alternatif tepat sebagai salah satu mitigasi pencegahan virus corona (Covid-19). Masyarakat diminta untuk bisa lebih menjaga jarak agar proses penyebaran bisa ditekan. Akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga Surabaya, Windhu Purnomo menerangkan, kondisi Social Distancing sangat mempengaruhi dalam proses penyebaran virus.</p>
<p>&#8220;Sebaiknya Social Distancing atau menjaga jarak yang aman dilakukan satu setengah meter,&#8221; katanya saat ditemui seusai diskusi dengan Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana di Kampus FKM Unair, Kamis (19/3/2020).</p>
<p>Windhu menerangkan, dalam Model Matematic Epidemiologi kurva kubikal, kondisi satu orang terkena virus bisa berdampak kepada penularan sebanyak 400 orang dalam waktu satu setengah bulan.<br />
&#8220;Jika dia berada didalam kerumunan atau interaksi sosial,&#8221; katanya.</p>
<p>Sehingga, menurutnya penjagaan jarak dalam kerumunan orang menjadi faktor utama yang perlu dilakukan.</p>
<p>Masyarakat dikatakan Windhu juga harus mentaati benar untuk tidak berada didalam kerumunan. Perbandingannya 75% berada didalam rumah, sisanya 25% melakukan aktifitas sosial.&#8221;Kalau itu ditaati penularan bisa ditekan,&#8221; ungkap dia.</p>
<p>Masukan akademisi Kesehatan Masyarakat ini menjadi informasi penting dalam penentuan kebijakan. Terutama untuk Pemkot Surabaya.</p>
<p>Hal itu diakui oleh Whisnu Sakti Buana. Ia mengatakan, Social Distancing memang menjadi solusi salah satu upaya yang dilakukan dalam mitigasi pencegahan.</p>
<p>&#8220;Jangan tersinggung dengan menjaga jarak. Karena Social Distance menjadi solusi hari ini,&#8221; kata dia.</p>
<p>Politisi PDI Perjuangan ini menerangkan, kondisi kepanikan lebih banyak dirasakan masyarakat menengah ke atas.</p>
<p>&#8220;Memang warga di bawah di kampung-kampung belum terasa. Tapi ketika ini dibiarkan, sudah tertular terpukulnya lebih berat. Sebelum itu terjadi, sosialisasi ini yang perlu diberikan,&#8221; terang pejabat yang akrab disapa WS ini.</p>
<p>Mitigasi dalam memutus rantai penyebaran dikatakan WS menjadi solusi hari ini. Penanganannya memerlukan gotong-royong semua pihak, termasuk akademisi Unair., masukan dari akademisi untuk turut serta membantu proses sosialisasi kepada masyarakat menjadi masukan kepada Walikota Surabaya.</p>
<p>&#8220;Teman-teman dari Unair juga siap jika dibutuhkan. Kita lawan (penyebaran virus, Red) Ini dengan gotong-royong dalam memutus rantai dan ikut menjaga Social Distance sebagai solusi strategis,&#8221; pungkasnya. <strong>(ace/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109120</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wawali Bagi Seragam Bumantik dan Tips Kendalikan Nyamuk</title>
		<link>https://memontum.com/wawali-bagi-seragam-bumantik-dan-tips-kendalikan-nyamuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2019 12:54:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bumantik]]></category>
		<category><![CDATA[Demam Berdarah]]></category>
		<category><![CDATA[wawali surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/78253-wawali-bagi-seragam-bumantik-dan-tips-kendalikan-nyamuk</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Sebanyak 22.300 orang kader Bumantik se Surabaya pada 2019 ini akan mendapatkan jatah seragam. Ini disampaikan Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Whisnu Sakti Buana, Kamis (14/2/2019). Whisnu yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini berbangga bahwa kondisi Kota Pahlawan tahun 2019 ini mampu menurunkan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Sebanyak 22.300 orang kader Bumantik se Surabaya pada 2019 ini akan mendapatkan jatah seragam. Ini disampaikan Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Whisnu Sakti Buana, Kamis (14/2/2019). Whisnu yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini berbangga bahwa kondisi Kota Pahlawan tahun 2019 ini mampu menurunkan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dibanding tahun sebelumnya, 2018.</p>
<p>&#8220;Laporan Dinas Kesehatan ada penurunan kasus DBD. Alhamdulillah tidak ada yang meninggal. Dan akhir Februari merupakan tinggi-tingginya kasus, jangan sampai muncul korban (meninggal),&#8221; tandasnya.</p>
<p>Whisnu yang disebut-sebut sebagai calon kuat wali kota menyemangati kader Bumantik se Surabaya supaya terus bekerja, menjadi contoh kader Bumantik di daerah lain.</p>
<p>&#8220;Setelah mendapatkan seragam yang awal tahun ini dibagikan melalui Puskesmas, tugas Wawali memberikan tambahan transportnya. Karena selama ini kader Bumantik rata-rata rangkap jabatan sebagai kader lingkungan yang itu sudah mendapat uang transport dari pemerintah kota. Uang transport khusus Bumantik akan diusulkan penambahannya melalui PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) APBD 2019,&#8221; ulas Whisnu.</p>
<p>Selama ini kader Bumantik, kata Whisnu, mendapatkan uang transport Rp 30 ribu per bulan, dan itupun dipotong PPN. Ke depan akan diperjuangkan penambahan uang transportnya.</p>
<p>Wawali yang alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini juga berbagi tips mengurangi jentik nyamuk ke ibu-ibu kader.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78253</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wawali: Madura Jangan Jadi Penyangga Surabaya</title>
		<link>https://memontum.com/wawali-madura-jangan-jadi-penyangga-surabaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2019 12:37:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[suramadu]]></category>
		<category><![CDATA[wawali surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/76719-wawali-madura-jangan-jadi-penyangga-surabaya</guid>

					<description><![CDATA[Diskusi Suramadu dan Masa Depan Madura Memontum Surabaya – Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Whisnu Sakti Buana menegaskan agar Madura tidak menjadi penyangga Surabaya. Sebaliknya, bagaimana Madura bisa memanfaatkan Surabaya terkait adanya jembatan Suramadu. Ini disampaikan Whisnu Sakti saat diskusi bertema Suramadu dan Masa Depan Madura, di ruang redaksi Jawa Pos, di lantai 4 Graha [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Diskusi Suramadu dan Masa Depan Madura</strong></h2>
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> – Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Whisnu Sakti Buana menegaskan agar Madura tidak menjadi penyangga Surabaya. Sebaliknya, bagaimana Madura bisa memanfaatkan Surabaya terkait adanya jembatan Suramadu.</p>
<p>Ini disampaikan Whisnu Sakti saat diskusi bertema Suramadu dan Masa Depan Madura, di ruang redaksi Jawa Pos, di lantai 4 Graha Pena, Senin (4/2/2019). Selain Wawali Surabaya, turut hadir Bupati Pamekasan Badrut Tamam, Bupati Sampang Slamet Junaidi, Ketua DPRD Bangkalan Imron Rosyadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep Yahya Kristianto, Dekan Fakultas Informasi dan Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokhim Abdussalam, serta pihak Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Diskusi dipandu Suko Widodo, pakar komunikasi sekaligus Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga (UNAIR).</p>
<p>“Kalau bicara konsep pembangunan, Madura jangan jadi penyangga Surabaya. Surabaya sudah terlalu berat. Bagaimana Surabaya bisa dimanfaatkan Madura terkait adanya jembatan Suramadu,” Whisnu mengawali paparan.</p>
<p>Whisnu yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya blak-blakan soal keluhan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) yang sering dialamatkan kepadanya. Dimana BPWS mengeluh soal tidak terserapnya anggaran untuk pembangunan kaki Suramadu sisi Surabaya. Dana itu selalu kembali ke pemerintah pusat karena tak direspon oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.</p>
<p>“Sering disambati BPWS karena anggaran selalu balik ke pusat karena Surabaya tidak mau terima. Itu kebijakan kepala daerah (Wali Kota Surabaya, red). Cita-cita Surabaya ingin ada percepatan pembangunan di Madura. Faktanya urban dari Madura ke Surabaya lebih besar. Di Surabaya utara banyak penduduknya dari Madura. Seharusnya Surabaya adalah pasar atas pembangunan di Madura,” papar Whisnu yang diangkat sebagai sesepuh Bonek Mania.</p>
<p>Madura, kata Whisnu, bisa menjadi jalur perdagangan seiring adanya jembatan Suramadu. Namun kini warga Madura yang ingin maju secara ekonomi selalu ‘hijrah’ ke Surabaya dan kota besar lain di Indonesia. Ini disesalkan lantaran keberadaan jembatan bisa menjadi koneksifitas untuk pengembangan Madura.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76719</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
