<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Wayang Ruwatan Murwokolo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wayang-ruwatan-murwokolo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Dec 2021 06:34:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Wayang Ruwatan Murwokolo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tandai Pemindahan Prasasti Kamulan, Pemkab Trenggalek Gelar Wayang Kulit dan Ruwatan Murwakala</title>
		<link>https://memontum.com/tandai-pemindahan-prasasti-kamulan-pemkab-trenggalek-gelar-wayang-kulit-dan-ruwatan-murwakala</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2021 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[prasasti kamulan]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang Kulit]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang Ruwatan Murwokolo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=160826</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Menandai pemindahan Prasasti Kamulan yang menjadi dasar penetapan Hari Jadi Trenggalek yang telah resmi dipindahkan dari Museum Wajakensis Tulungagung ke Kabupaten Trenggalek, Pemkab Trenggalek mengadakan ruwatan murwakala melalui pagelaran wayang kulit secara daring dari Pendopo Manggala Praja Nugraha. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Menandai pemindahan Prasasti Kamulan yang menjadi dasar penetapan Hari Jadi Trenggalek yang telah resmi dipindahkan dari Museum Wajakensis Tulungagung ke Kabupaten Trenggalek, Pemkab Trenggalek mengadakan ruwatan murwakala melalui pagelaran wayang kulit secara daring dari Pendopo Manggala Praja Nugraha.</p>



<p>Dalam sambutannya, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memulangkan Prasasti Kamulan. Termasuk dalam hal ini, Bupati Tulungagung yang telah berbesar hati memberi kesempatan Pemkab Trenggalek untuk merawat Prasasti Kamulan.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, berkat kebesaran hati seluruh pejabat yang ada di Kabupaten Tulungagung, kita yang ada di Kabupaten Trenggalek ini diberi kesempatan untuk merawat dan memelihara (Prasasti Kamulan). Maka dari itu, kita memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk bisa memanfaatkan,&#8221; ungkap Wabup Syah, Senin (27/12/2021) pagi.</p>



<p>Dirinya berharap, ke depan keberadaan Prasasti Kamulan yang saat ini di letakkan di area Pendopo Manggala Praja Nugraha, juga dapat dijadikan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Sehingga, lebih mengenal bahwa Trenggalek memiliki sejarah panjang yang tidak bisa hanya diceritakan dalam satu malam.</p>



<p>&#8220;Kita berharap, ke depan dengan hadirnya prasasti ini sejarah kita menjadi lebih terang, menjadi lebih detail dan juga memantik para sejarahwan, pegiat kebudayaan untuk bisa menulis sejarah kita yang lebih rinci dan lebih baik lagi,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Seperti yang diketahui, pemindahan prasasti sudah menjadi kesepakatan bersama. &#8220;Pemindahan prasasti ini, semata-mata karena kesepakatan antara Bupati Trenggalek dan Bupati Tulungagung. Yang sebenarnya, memang prasasti yang kita sebut Prasasti Kamulan itu berada di Museum Tulungagung,&#8221; kata Wabup Syah.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Suami Fatihatur Rohmah ini menjelaskan, prasasti ini memiliki sejarah panjang di mana kawasan di Daerah Trenggalek, khususnya Kamulan memang dulu wilayah Tulungagung. Pada zaman Kolonial Belanda, benda-benda itu dipindahkan ke Pendopo Kabupaten Tulungagung yang sekarang disimpan di Museum Tulungagung.</p>



<p>&#8220;Ini sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya asli Trenggalek. Agar nantinya, anak cucu kita juga bisa ikut melihat dan menikmati budaya-budaya daerah,&#8221; paparnya.</p>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Prasasti Kamulan ini merupakan peninggalan jaman Kerajaan Kediri. Oleh Raja Kertajaya, diperuntukkan untuk masyarakat disekitar Kamulan yang memiliki jasa membantu raja dalam peperangan ketika Raja Kediri diserang dari kawasan Timur. Atas jasa-jasa penduduk Kamulan dan sekitarnya, maka daerah ini mendapatkan tanah kemerdekaan dan dibebaskan dari pajak.</p>



<p>Sebelumnya, Pemkab Trenggalek telah melakukan berbagai upaya dan komunikasi baik dengan Pemkab Tulungagung maupun pihak BPCB Jawa Timur, terkait maksud pemindahan prasasti tersebut ke Kabupaten Trenggalek. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">160826</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puncak Peringatan Hari Jadi Ke-827 Trenggalek Ditutup dengan Lakon Wayang Ruwatan Murwokolo</title>
		<link>https://memontum.com/puncak-peringatan-hari-jadi-ke-827-trenggalek-ditutup-dengan-lakon-wayang-ruwatan-murwokolo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2021 16:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Ke-827 Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang Ruwatan Murwokolo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=152377</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Puncak peringatan Hari Jadi ke 827 Kabupaten Trenggalek ditutup dengan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk disertai dengan pesta kembang api. Meski digelar ditengah pandemi Covid 19, kemeriahan malam puncak peringatan Hari Jadi tentu tidak mungkin digelar semeriah mungkin seperti tahun sebelumnya. Baca Juga: &#8220;Ini dilakukan guna menghindari kerumunan agar penyebaran Covid-19 bisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Puncak peringatan Hari Jadi ke 827 Kabupaten Trenggalek ditutup dengan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk disertai dengan pesta kembang api.</p>



<p>Meski digelar ditengah pandemi Covid 19, kemeriahan malam puncak peringatan Hari Jadi tentu tidak mungkin digelar semeriah mungkin seperti tahun sebelumnya.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/komisi-iv-dprd-trenggalek-minta-dinas-pendidikan-tindak-lanjuti-nasib-guru-ppg">Komisi IV DPRD Trenggalek Minta Dinas Pendidikan Tindak Lanjuti Nasib Guru PPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-jabatan-plt-di-kepala-dinas-komisi-i-dprd-trenggalek-tekankan-bkpsdm-segera-ajukan-definitif">Soroti Jabatan Plt di Kepala Dinas, Komisi I DPRD Trenggalek Tekankan BKPSDM segera Ajukan Definitif</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Ini dilakukan guna menghindari kerumunan agar penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir. Dan ini menjadi alasan kenapa rangkaian peringatan Hari Jadi 827 Trenggalek tidak bisa digelar meriah. Yang paling penting syarat spiritualnya tercukupi,&#8221; ungkap Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Selasa (31/08).</p>



<p>Dijelaskan Bupati muda ini, Kirab Pusaka tetap ada, namun dikemas dengan cukup sederhana. Begitu juga dengan pagelaran wayang kulit, tetap digelar namun hanya sebatas wayang ruwatan.</p>



<p>&#8220;Mengambil lakon Murwokolo, dengan Dalang Ki Marjan (Gareng) asal Sugihan, Kecamatan Kampak,&nbsp; lakon ini di ikhtiarkan agar wabah Pandemi Covid-19 bisa segera berakhir,&#8221; harapnya.</p>



<p>Suami Novita Hardiny ini menyebut, dulu pagelaran wayang ini berjalan sangat meriah. Banyak warga dari berbagai kecamatan datang menyaksikan pagelaran ringgit ini. Namun, karena kondisi yang terjadi saat ini. Pagelaran wayang kulit tidak bisa dilaksanakan.</p>



<p>&#8220;Sedih tentunya, dan ingin melihat kemeriahan itu kembali. Namun karena pandemi kita harus bisa menahan diri. Yang penting niat dan ikhtiarnya semoga dikabulkan,&#8221; terang Bupati Arifin</p>



<p>Sementara itu, dalang yang lekat dipanggil dengan nama panggung Gareng (salah satu Punakawan) tersebut menuturkan, Murwokolo itu bila orang punya anak satu yang disebut ontang anting. Anak laki laki 2 istilah jawanya disebut ugel-ugel lawang. Sedangkan 2 perempuan disebut kembang setaman.</p>



<p>&#8220;Lancuran kapit sendang adalah anak laki-laki satu&nbsp; diapid 2 anak perempuan. Sedangkan sendang kapit lancuran, anak peeempuan satu diapid 2 anak laki-laki. Pendowo limo, 5 anak laki-laki semua. Sedangkan Pendawi limo anak 5 perempuan semua,&#8221; ucap Ki Marjan.</p>



<p>Pendowo uncal-uncal anak perempuan 4 laki-lakinya satu. Pendowo nglumbungi, anak laki-lakinya empat, anak perempuannya 1. Menurut sejarahnya bila ini tidak diruat menjadi makanan Batara Kala (akan terus mendapatkan musibah).</p>



<p>Sedangkan lakon Murwokolo malam ini, lanjut Ki Marjan, menceritakan lingkup Pendopo Agung Trenggalek. &#8220;Ceritanya nanti, air sembilan dikepung Batara Kala yang mengejar orang yang menggoda,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Diharapkan oleh salah satu dalang senior lokal Trenggalek tersebut musibah yang menimpa Trenggalek dan tanah air bisa lekas segera sirna. Sehingga masyarakat dapat hidup sejahtera. Wayang ruwatan ini digelar cukup sederhana dengan tamu undangan yang juga sangat terbatas. <strong>(mil/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">152377</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
