<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>WBT &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wbt/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Mar 2021 10:39:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>WBT &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Disporapar Dorong UMKM Pariwisata Rambah E-Commerce dan Terapkan Transaksi Non-Tunai</title>
		<link>https://memontum.com/disporapar-dorong-umkm-pariwisata-rambah-e-commerce-dan-terapkan-transaksi-non-tunai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2021 10:25:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang night market]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[WBT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136898</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, mengadakan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pedagang Wisata Belanja Tugu (WBT) dan Malang Night Market, Senin (15/03) tadi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, Widayati Sutiaji. Dalam kesempatan tersebut, para pedagang WBT maupun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (<a href="https://memontum.com/tag/disporapar-kota-malang">Disporapar)</a> Kota Malang, mengadakan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pedagang Wisata Belanja Tugu (WBT) dan Malang Night Market, Senin (15/03) tadi.</p>



<p>Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, Widayati Sutiaji.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, para pedagang WBT maupun Malang Night Market diharapkan bisa merambah ke e-commerce untuk memperlebar jangkauan dagangannya.</p>



<p>&#8220;Kita dorong para pedagang itu untuk melebarkan sayap ke e-commerce. Sehingga, ranah penjualan bukan di situ saja. Tetapi dia bisa mempublish sampai skala global,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/136675-maksimalkan-co-working-space-disporapar-perkuat-sinergi-dengan-berbagai-opd">Maksimalkan Co-Working Space, Disporapar Perkuat Sinergi dengan Berbagai OPD</a></strong></p>



<p>Selain itu Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga akan memberikan bantuan pelatihan terkait penjualan produk. Seperti cara memotret produk supaya bisa terlihat menarik.</p>



<p>&#8220;Tapi nanti siapa saja yang menerima bantuan itu ada penyaringan. Produk yang dipublish pun juga diakurasi dulu. Ada kuota, artinya apakah produknya sudah layak di pasar global atau tidak,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Disamping itu, Kepala Disporapar, Ida Ayu Made Wahyuni, menjabarkan dalam giat kali ini juga menghadirkan tiga narasumber.</p>



<p>Pertama Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) yang akan memaparkan tentang smart city. Kemudian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) tentang pentingnya higienitas bagi pengusaha kuliner untuk menyiapkan makanan, sehingga membuat nyaman wisatawan atau masyarakat yang berkunjung.</p>



<p>&#8220;Kemudian dari Bank Jatim yang akan menjelaskan tentang aplikasi QRis. Kita berupaya untuk transaksi non tunai. Karena para pedagang utamanya di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pariwisata belum sepenuhnya menerapkan aplikasi berbasis IT untuk transaksinya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Wanita yang akrab disapa Ida itu mengharapkan, ke depan semua pedagang di WBT maupun Malang Night Market bisa menggunakan aplikasi untuk transaksi non tunai.</p>



<p>Meski begitu, pihaknya akan tetap berproses sedikit demi sedikit untuk mewujudkan smart economy tersebut.</p>



<p>&#8220;Kita harapkan semua bisa karena itu kan pakai Android. Kalau saya lihat, di wisata belanja Stadion Gajayana hampir sebagian besar mereka punya Android. Sedangkan yang di Velodrome sebagian besar tidak, jadi belum bisa maksimal semuanya. Tapi kita harus memulai, lama-lama mereka akan bisa dan terbiasa,&#8221; tuturnya. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136898</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wisata Belanja Tugu Kembali Dibuka, Pedagang Sedikit Kecewa</title>
		<link>https://memontum.com/wisata-belanja-tugu-kembali-dibuka-pedagang-sedikit-kecewa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2020 08:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[WBT]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Belanja Tugu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=130355</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Setelah sekitar selama enam Minggu tutup, akhirnya Wisata Belanja Tugu (WBT), pada Minggu (20/12) tadi, kembali dibuka. Sayangnya, pada pembukaan Minggu tadi, sejumlah pedagang harus sedikit kecewa, karena jumlah tenda tidak seluruhnya terpasang. Ketua Ikatan Pedagang WBT, Mecky Abdul Rachman, mengatakan bahwa terdapat miss komunikasi antara para pedagang dengan tim pemasangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> – Setelah sekitar selama enam Minggu tutup, akhirnya Wisata Belanja Tugu (WBT), pada Minggu (20/12) tadi, kembali dibuka.</p>
<p>Sayangnya, pada pembukaan Minggu tadi, sejumlah pedagang harus sedikit kecewa, karena jumlah tenda tidak seluruhnya terpasang.</p>
<p>Ketua Ikatan Pedagang WBT, Mecky Abdul Rachman, mengatakan bahwa terdapat miss komunikasi antara para pedagang dengan tim pemasangan tenda.</p>
<p>“Hari ini hampir 80 persen dari jumlah pedagang yang terdaftar, sudah datang. Tapi ada miss komunikasi yang menyebabkan beberapa pedagang pulang kembali, karena tenda yang terpasang belum memadai,” terangnya.</p>
<p>Ditambahkan, sebenarnya tidak ada perubahan dalam jumlah pedagang. Yakni, tetap sejumlah 292 yang terbagi menjadi 8 kelompok.</p>
<p>“Saat ini kami juga sedang rapat bersama dengan ketua kelompok, pengurus dan tim pemasangan tenda. Tujuannya, supaya kedepannya bisa benar-benar berbenah,” imbuhnya.</p>
<p>Diakuinya, karena ada miss komunikasi, menyebabkan sejumlah pengunjung juga tidak terlalu banyak. Berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan, Mecky menegaskan, bahwa di WBT sudah diterapkan 100 persen.</p>
<p>“Kami ingin wisata ini zero Covid-19. Makanya, kami perketat protokol kesehatan. Kami menerapkan sistem piket, melibatkan seluruh anggota untuk ambil bagian dalam penagakkan protokol kesehatan,” katanya.</p>
<p>Penerapan itu antara lain memberikan kewenangan secara penuh kepada petugas piket untuk memperbolehkan pengunjung masuk atau tidak sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan.</p>
<p>Lalu jarak antar tenda pedagang minimal 1.5 meter. Dalam tempo dekat WBT juga akan bekerjasama dengan beberapa pihak untuk menghindari sistem pungut langsung, seperti pemberian karcis.</p>
<p>Ke depan, dirinya berharap, adanya pembinaan secara masif dari pihak Disporapar untuk pedagang WBT. Menurutnya, karena penerapan protokol kesehatan sudah sangat disiplin, maka WBT layak menjadi destinasi wisata saat hari Minggu. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">130355</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
