<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Webinar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/webinar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Oct 2024 06:51:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Webinar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kemenkominfo Webinar Bersosmed Tanpa Cyberbullying di Banyuwangi bersama Selebgram Dewi Hajar</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-webinar-bersosmed-tanpa-cyberbullying-di-banyuwangi-bersama-selebgram-dewi-hajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2024 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bersosmed]]></category>
		<category><![CDATA[cyberbullying]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[selebgram]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215096</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; YouTuber sekaligus selebgram asal kota santri Jombang, Dewi Hajar, bakal hadir menghibur peserta diskusi literasi digital di MTs Al-Amiriyyah PP Darussalam Blokagung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (07/10/2024) pagi, pukul 07.00 WIB. Pelantun lagu-lagu religi bersuara merdu itu sengaja dihadirkan pada acara &#8216;Festival Makin Cakap Digital 2024&#8217; yang digelar Kementerian Komunikasi dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; YouTuber sekaligus selebgram asal kota santri Jombang, Dewi Hajar, bakal hadir menghibur peserta diskusi literasi digital di MTs Al-Amiriyyah PP Darussalam Blokagung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (07/10/2024) pagi, pukul 07.00 WIB. Pelantun lagu-lagu religi bersuara merdu itu sengaja dihadirkan pada acara &#8216;Festival Makin Cakap Digital 2024&#8217; yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, agar siswa atau santri mampu bersikap bijak di media sosial tanpa penindasan maya.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Bijak Bersosmed Tanpa Cyberbullying&#8217;, diskusi luring (offline) yang akan diikuti siswa dan santri dan pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung itu, rencananya menghadirkan enam nara sumber, yang dibagi dalam dua sesi diskusi.</p>



<p>Mereka yang bicara pada sesi pertama, adalah Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung, Mei Santi, Direktur Utama PT Mahakarya Samudra Agung, Muhjir Sulthonul Aziz, dosen Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Meithiana Indrasari dan Livia Ramdhani Putri selaku moderator. Sesi kedua, akan diisi oleh Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan Uiversitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo (Umaha), M Adhi Prasnowo, dosen Univesitas Negeri Surabaya (Unesa), Eko Pamuji dan Ketua Umum PB PMII, Shofiyulloh Cokro.</p>



<p>”Diskusi ini dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbanyuwangi0710. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 2.000.000.- untuk 20 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Minggu (06/10/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, bijak di media sosial juga menuntut sikap bertanggung jawab dan penerapan etika. Hal ini mencakup berbagai perilaku dan sikap yang berkontribusi terhadap kehadiran online yang positif, penuh hormat dan konstruktif.</p>



<p>Bijak bersosmed, lanjut Kemenkominfo, melibatkan pemikiran kritis, rasa hormat, empati, kesadaran privasi, perilaku etis, disiplin diri, kesadaran jejak digital dan pengaruh positif. &#8220;Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, individu dapat menciptakan lingkungan online yang lebih positif, saling menghormati, dan produktif bagi diri mereka sendiri dan orang lain,&#8221; jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adapun penindasan maya atau cyberbullying, menurut Kemenkominfo, berarti mampu menggunakan teknologi digital seperti internet, media sosial, pesan teks, dan platform online lainnya, tanpa pengancaman atau melecehkan orang lain. Berbeda dengan penindasan pada umumnya, penindasan maya biasanya dilakukan berulang kali, dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga hal ini menyebar luas dan sering kali tidak dapat dihindari oleh korbannya,&#8221; imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, diskusi seperti digelar di Kabupaten Banyuwangi, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215096</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkominfo Webinar di Magetan Angkat Tema Berekpresi di Media Sosial dengan Bebas Namun Terbatas</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-webinar-di-magetan-angkat-tema-berekpresi-di-media-sosial-dengan-bebas-namun-terbatas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2024 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Magetan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[berekpresi]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[magetan,]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[terbatas,]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214466</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Magetan &#8211; Kebebasan berekspresi di media sosial memiliki batasan tidak melanggar hak orang lain. Selain itu, ekspresi di media sosial memiliki norma hukum dan etika sebagai batasannya. Tak ada kebebasan tanpa batas, termasuk berekspresi di media sosial. Agar pengguna digital memahami kebebasan yang terbatas dalam berekspresi di media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Magetan</strong> &#8211; Kebebasan berekspresi di media sosial memiliki batasan tidak melanggar hak orang lain. Selain itu, ekspresi di media sosial memiliki norma hukum dan etika sebagai batasannya. Tak ada kebebasan tanpa batas, termasuk berekspresi di media sosial.</p>



<p>Agar pengguna digital memahami kebebasan yang terbatas dalam berekspresi di media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Magetan, Senin (23/09/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber.</p>



<p>Mereka adalah dosen Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Meithiana Indrasari, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magetan, Taufiqurrohman, Mom Influencer Ana Livian sebagai key opinion leader dan Azka Said selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranmagetan2309" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranmagetan2309</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Minggu (22/09/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, kebebasan berpendapat dan berekspresi di media sosial merupakan hak untuk mengekspresikan pendapat dan keyakinan secara bebas. Kebebasan berekspresi ini merupakan bagian dari Hak Azazi Manusia (HAM) dan telah dijamin oleh konvenan-konvenan internasional.</p>



<p>”Kebebasan berekspresi di media sosial dapat memiliki dampak positif, seperti memungkinkan pertukaran ide yang lebih luas dan beragam, memperkuat nilai-niai demokrasi, menjembatani hambatan fisik atau geografis untuk menyuarakan pandangan,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, sambung Kemenkominfo, kebebasan berekspresi di media sosial juga memiliki batasan hukum. Misalnya, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang mengatur larangan penyebaran informasi dan konten yang melanggar kesusilaan, keamanan dan ketertiban umum.</p>



<p>”Ada juga Undang-undang Pornografi, perjudian, maupun Undang-undang tentang Hak Cipta,” tegas Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk berpendapat dan berekspresi dengan baik di media sosial, menurut Kemenkominfo, pengguna perlu mengetahui informasi secara keseluruhan, hindari menyampaikan ujaran kebencian, tidak menggunakan kalimat provokatif, berpikir ulang sebelum berpendapat, dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Magetan, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo. Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214466</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bahas Pemanfaatan Internet untuk Sebar Konten Positif, Kemenkominfo Webinar di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/bahas-pemanfaatan-internet-untuk-sebar-konten-positif-kemenkominfo-webinar-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214381</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Banjir informasi di media digital (internet) membuat orang sulit membedakan antara informasi yang bersifat positif dengan yang negatif. Internet bak sebuah kanal raksasa, tempat berlalu lalang beragam kebaikan dan keburukan. Lalu, bagaimana cara memanfaatkan internet untuk menebar kebaikan hal positif? Untuk mendapatkan jawabannya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Banjir informasi di media digital (internet) membuat orang sulit membedakan antara informasi yang bersifat positif dengan yang negatif. Internet bak sebuah kanal raksasa, tempat berlalu lalang beragam kebaikan dan keburukan.</p>



<p>Lalu, bagaimana cara memanfaatkan internet untuk menebar kebaikan hal positif? Untuk mendapatkan jawabannya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (20/09/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Pemanfaatan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) Sidoarjo, M Adhi Prasnowo, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Trenggalek, Agoes Setiyono, Direktur Utama PT Mahakarya Samudera Agung Muhajir Sulthonul Aziz dan Azka Said selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftarantrenggalek2009. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta, untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Kamis (19/09/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan bahwa internet telah mendorong kemajuan berbagai aktivitas manusia, bahkan menciptakan peluang lapangan pekerjaan baru. Salah satu profesi baru yang kini banyak diminati pengguna digital itu ialah menjadi kreator konten.</p>



<p>”Kreator konten merupakan profesi baru yang membuat konten (isi) untuk media digital, seperti media sosial, blog, infografik, maupun e-book,” jelas Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kreator konten, menurut Kemenkominfo, mesti bertanggung jawab atas setiap informasi yang dimuat di media, terutama media digital dan memiliki target audien tertentu.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, tugas kreator konten adalah membuat konten yang orisinal dan menarik, serta memberikan informasi dengan nilai tertentu seperti edukasi dan hiburan. ”Satu lagi, konten hendaknya sesuatu yang positif dan bermanfaat serta inspiratif,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Trenggalek, Jatim, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214381</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkominfo Kenalkan Santri dengan Tren Games dan E-Sports di Era Digital melalui Webinar di Jombang</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-kenalkan-santri-dengan-tren-games-dan-e-sports-di-era-digital-melalui-webinar-di-jombang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 03:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[e-sports]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213987</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Perkembangan industri digital melahirkan cabang olah raga baru yang dikenal luas dengan nama e-Sports. Cabang olah raga ini, langsung diminati oleh jutaan anak di dunia. E-Sports terus merangsang perkembangan industri gaming di dunia maupun di Indonesia. Untuk lebih mengenal jenis permainan (games) yang kini menjadi cabang baru olah raga (e-Sports), Kementerian Komunikasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Perkembangan industri digital melahirkan cabang olah raga baru yang dikenal luas dengan nama e-Sports. Cabang olah raga ini, langsung diminati oleh jutaan anak di dunia. E-Sports terus merangsang perkembangan industri gaming di dunia maupun di Indonesia.</p>



<p>Untuk lebih mengenal jenis permainan (games) yang kini menjadi cabang baru olah raga (e-Sports), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (11/09/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Tren Games &amp; Esports di Era Digital&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar/santri dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari madrasah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Tulungagung, Mei Santi, dosen IAIN Kerinci &#8211; Jambi, Jafar Ahmad dan Chichi Zakaria selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranjombang1109" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranjombang1109</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Selasa (10/09/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, permainan yang melibatkan motorik halus (e-Sports) itu, kini telah diakui sebagai olah raga. Bahkan, e-Sports diyakini memiliki peluang prestasi sekaligus mendorong industri kreatif.</p>



<p>”Saat ini banyak tim e-Sports yang mengukir prestasi bahkan di tingkat dunia. Menjadi atlet e-Sport adalah salah satu cita-cita generasi muda Indonesia yang memang mengenal permainan game digital sejak kecil, seperti Mobile Legend dan lainnya,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Pemerintah Indonesia, lanjut Kemenkominfo, saat ini sangat mendukung pengembangan olah raga tersebut. Hal itu terbukti dengan terbentuknya organisasi PBESI (Pengurus Besar E-Sports Indonesia).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Meskipun menduduki peringkat ke-12 pasar gaming dunia dengan total pemain game aktif mencapai 62,1 juta, namun tim e-Sport Indonesia langganan juara. Industri gaming juga tercatat telah menghasilkan pendapatan sebesar US$ 1,04 miliar sebelum Covid-19,&#8221; imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, pertumbuhan dan peningkatan industri gaming mendorong popularitas e-Sports di Indonesia. ”E-Sport diyakini memiliki potensi dan peluang prestasi sekaligus mendorong industri kreatif,” tegasnya.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Jombang, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213987</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libatkan Santri Kenali Literasi Digital Sejak Dini, Kemenkominfo Gelar Webinar di Jombang</title>
		<link>https://memontum.com/libatkan-santri-kenali-literasi-digital-sejak-dini-kemenkominfo-gelar-webinar-di-jombang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Sep 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kenali]]></category>
		<category><![CDATA[libatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213944</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (10/09/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Mengenal Literasi Digital Sejak Dini&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (10/09/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Mengenal Literasi Digital Sejak Dini&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari madrasah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan Universitas Maarif Hasyim Latief Sidoarjo, M Adhi Prasnowo, Kreator Konten, Vio Zulistia sebagai key opinion leader dan Anissa Rilia selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranjombang1009" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranjombang1009</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Senin (09/09/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, seiring dengan meningkatnya peran teknologi dalam kehidupan anak-anak, dibutuhkan suatu keterampilan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi atau yang dikenal sebagai literasi digital.</p>



<p>”Literasi digital pada anak usia dini dipandang sebagai suatu sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam menggunakan media digital di sekitarnya,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Literasi digital, menurut Kemenkominfo, memungkinkan anak-anak dapat memanfaatkan informasi, belajar, bermain, atau mendapatkan hiburan secara sehat. ”Tentunya dengan pendampingan dan pengawasan dari orang dewasa yang berada di sekitarnya,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, sikap, pengetahuan dan keterampilan ini juga merupakan cikal bakal dan bekal pengetahuan penting yang sangat bermanfaat bagi perkembangan digital ke depannya. ”Masa depan dan ekosistem digital Indonesia sangat bergantung pada sikap, pengetahuan, dan keterampilan digital yang ditanamkan sejak dini,” tegas Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tugas orang tua, masih menurut Kemenkominfo, lebih pada membangun kemampuan anak terkait dengan literasi digital. Diantaranya, mampu menggunakan perangkat elektronik untuk mendapatkan informasi. Lalu, memahami informasi bahwa gambar, teks, cerita dan film di perangkat elektronik memiliki makna.</p>



<p>”Juga, mampu menggunakan perangkat elektronik untuk merekam ide, perasaan, kegiatan, atau lingkungan di sekitar mereka,” papar Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Jombang, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213944</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Webinar di Jombang, Kemenkominfo Ajak Pelajar Jadi Warganet yang Cakap, Beretika dan Berdaya</title>
		<link>https://memontum.com/webinar-di-jombang-kemenkominfo-ajak-pelajar-jadi-warganet-yang-cakap-beretika-dan-berdaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berdaya]]></category>
		<category><![CDATA[beretika]]></category>
		<category><![CDATA[cakap,]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[warganet]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213903</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Menjadi warganet yang cakap berdigital adalah idaman setiap orang. Apalagi, jika kecakapan itu disertai dengan upaya penerapan untuk menjaga etika digital, tanpa mengurangi kemampuan melakukan sesuatu di ruang digital (berdaya secara digital). Agar warga digital mampu menjaga kecakapan, etika dan berdaya secara digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Menjadi warganet yang cakap berdigital adalah idaman setiap orang. Apalagi, jika kecakapan itu disertai dengan upaya penerapan untuk menjaga etika digital, tanpa mengurangi kemampuan melakukan sesuatu di ruang digital (berdaya secara digital).</p>



<p>Agar warga digital mampu menjaga kecakapan, etika dan berdaya secara digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (09/09/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Menjaga Warga Digital yang Cakap, Beretika, dan Berdaya&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Wakil Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, Eko Prasetya, dosen Universitas Dr Soetomo Surabaya, Meithiana Indrasari, dosen Universitas Negeri Surabaya, Eko Pamuji dan Anissa Rilia selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranjombang0909. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Minggu (08/09/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, indeks literasi digital Indonesia kini berada di angka 3.64 dari skala 5 atau tingkat &#8216;sedang&#8217;. Kondisi ini mendorong Kemenkominfo membuka kesadaran masyarakat akan peran penting literasi digital dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>”Pemanfaatan internet optimal butuh kecakapan digital. Meski begitu, kecakapan itu harus disertai dengan menjaga tata krama (etika) dalam menggunakan internet. Tujuannya, agar internet mampu memberikan manfaat lebih penggunanya,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemenkominfo menambahkan, generasi muda (pelajar) merupakan digital native atau warga asli digital yang sudah terbiasa dengan dunia digital sejak lahir. Dengan begitu, mereka tidak perlu beradaptasi dengan dunia digital dibandingkan dengan generasi sebelumnya.</p>



<p>”Sayangnya, kecakapan digital yang dimiliki para digital native kurang diimbangi dengan pemahaman etika digital. Layaknya di dunia nyata, interaksi di dunia maya pun tetap harus menggunakan etika,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Jombang, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213903</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkominfo Webinar di Lamongan dengan Tema Pemanfaatan Internet untuk Penyebaran Konten Positif</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-webinar-di-lamongan-dengan-tema-pemanfaatan-internet-untuk-penyebaran-konten-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Aug 2024 03:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213557</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Informasi positif maupun negatif bertebaran campur aduk di dunia maya. Pengguna digital terkadang bingung memilah antara informasi atau konten positif dengan negatif. Manfaatkan internet hanya untuk menyebarkan konten positif dan bermanfaat buat sesama. Untuk memastikan pemanfaatan internet sebagai sarana penyebaran konten positif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Informasi positif maupun negatif bertebaran campur aduk di dunia maya. Pengguna digital terkadang bingung memilah antara informasi atau konten positif dengan negatif. Manfaatkan internet hanya untuk menyebarkan konten positif dan bermanfaat buat sesama.</p>



<p>Untuk memastikan pemanfaatan internet sebagai sarana penyebaran konten positif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (29/08/2024) besok pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Pemanfaatan Internet untuk Penyebaran Konten Positif&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung, Mei Santi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Chusnu Yuli Setyo, dosen Universitas Paramadina Jakarta, Septa Dinata dan Fernand Tampubolon selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranlamongan2908" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranlamongan2908</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Rabu (28/08/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, transformasi digital terus berjalan tanpa bisa berbalik arah ke masa silam. Teknologi informasi dan aplikasi terus maju berkembang. Pengguna digital harus mampu mengikuti perkembangan dalam pemanfaatan internet untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama.</p>



<p>”Pengguna media digital harus bisa memutar otak agar mendapatkan ide-ide kreatif membuat konten positif. Kreator konten perlu melakukan identifikasi potensi diri untuk dapat mengetahui konten seperti apa yang bermanfaat,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Pemanfaatan internet untuk penyebaran konten positif, menurut Kemenkominfo, harus didasari oleh kemampuan menggunakan media digital secara kritis, yakni harus selalu melakukan analisis, verifikasi dan evaluasi, saat mengolah informasi yang diterima.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Buatlah konten yang kreatif, original, dan mempunyai nilai guna; menjunjung nilai dan moral kebaikan serta kebajikan. Selain itu, pastikan konten memiliki kepekaan pada isu lingkungan sekitar,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, untuk membuat konten positif, interaksi, partisipasi dan kolaborasi di dunia digital perlu terus dilakukan agar konten positif yang dihasilkan dapat memiliki dampak yang lebih besar lagi.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Lamongan, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213557</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libatkan Segmen Pendidikan Jombang, Kemenkominfo Webinar Tema Waspada Rekam Jejak Digital di Internet</title>
		<link>https://memontum.com/libatkan-segmen-pendidikan-jombang-kemenkominfo-webinar-tema-waspada-rekam-jejak-digital-di-internet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[libatkan]]></category>
		<category><![CDATA[segmen]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213418</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Jombang, Selasa (27/08/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Waspada Rekam Jejak Digital di Internet&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Jombang, Selasa (27/08/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Waspada Rekam Jejak Digital di Internet&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) dari sekolah masing-masing itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo, M Adhi Prasnowo, dosen Universitas Dr Soetomo Surabaya, Meithiana Indrasari, Mom Influencer, Dyah Hakim sebagai key opinion leader dan Anissa Rilia selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranjombang2708" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranjombang2708</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Senin (26/08/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, segala aktivitas di ruang digital akan meninggalkan rekam jejak digital. Jejak digital (digital foot print) akan tertinggal secara abadi di dalam server internet dan sulit untuk dihilangkan. Siapa pun dapat mencari, mencuri, dan memanfaatkan untuk berbagai alasan kepentingan.</p>



<p>”Hati-hati dan lindungi rekam jejak digital. Jangan sampai jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Karena siapa pun dapat memanfaatkan jejak digital kita yang tertinggal di internet untuk menjatuhkan reputasi kita dan kejahatan,” jelas Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, banyak pengguna digital tidak menyadari akan bahaya rekam jejak digital. Mereka tidak memikirkan bahwa unggahan di media sosial, riwayat pencarian, aktivitas transaksi belanja, bahkan bermain game dan mendengarkan hiburan musik dari aplikasi di internet, akan meninggalkan rekam jejak digital.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Ada dua jenis jejak digital, yaitu: jejak digital aktif atau yang sengaja dibagikan oleh pengguna, dan jejak digital pasif yang merupakan jejak digital yang dikumpulkan tanpa sepengetahuan pengguna saat mereka berselancar di internet,” imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Beberapa langkah sederhana untuk menjaga dan melindungi jejak digital: atur privasi di media sosial, buat kata sandi yang kuat, pikir ulang sebelum membagikan, hapus riwayat pencarian dan cache di browser, serta monitor jejak digital. ”Gunakan alat atau layanan untuk memantau jejak digital dan mendeteksi penggunaan data pribadi tanpa izin,” tegasnya.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Jombang, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213418</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkominfo Ajak Pelajar Kenali dan Cara Hentikan Cyberbullying melalui Webinar di Ponorogo</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-ajak-pelajar-kenali-dan-cara-hentikan-cyberbullying-melalui-webinar-di-ponorogo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2024 06:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[cyberbullying]]></category>
		<category><![CDATA[hentikan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kenali]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213266</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Ponorogo &#8211; Bagi dunia pendidikan, pesona dunia digital bak pisau bermata dua. Satu sisi, membuat siswa makin mudah dan menantang dalam belajar dan bergaul. Sisi lain, kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan beragam aplikasi dan platform digital itu mesti disikapi bijak dan hati-hati. Kalau tidak, bisa memunculkan ancaman baru yang berisiko serius. Itulah cyberbullying atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Ponorogo</strong> &#8211; Bagi dunia pendidikan, pesona dunia digital bak pisau bermata dua. Satu sisi, membuat siswa makin mudah dan menantang dalam belajar dan bergaul. Sisi lain, kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan beragam aplikasi dan platform digital itu mesti disikapi bijak dan hati-hati. Kalau tidak, bisa memunculkan ancaman baru yang berisiko serius. Itulah cyberbullying atau perundungan siber.</p>



<p>”Perundungan siber kerap terjadi, karena banyak siswa sekolah masih sembrono dalam mengakses ruang digital. Pelajar mesti makin terampil memahami hak dan tanggungjawabnya di ruang digital. Ada etika dan tata krama yang mesti dipatuhi, karena bisa berisiko merusak jejak digital mereka,” tulis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam rilis, Kamis (22/08/2024) tadi.</p>



<p>Rilis ini disampaikan, sehubungan dengan rencana penyelenggaraan webinar literasi digital untuk segmen pendidikan, yang dihelat Kemenkominfo bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Ponorogo, Jumat (23/08/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.&nbsp;</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Cyberbullying: Apa Itu dan Bagaimana Cara Menghentikannya?&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) di sekolah itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber.&nbsp;</p>



<p>Mereka adalah Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Tulungagung, Mei Shanti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri dan dosen Universitas Dokter Soetomo Surabaya, Meythiana serta dipandu Chichi Zakaria sebagai moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranponorogo2308" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranponorogo2308</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menambahkan, dengan beragam aplikasi belajar terkini, sesama pelajar memang bisa saling mengejek dan meneror, saling mengintai perilaku cyberstalking di mana pun berada. Siswa yang dimata-matai, diejek perilaku dan kondisi fisik sosialnya, bisa tertekan, malu, bahkan takut masuk sekolah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Tak sedikit dilaporkan, ada yang sampai bunuh diri, diejek di medsos karena keadaan orang tua yang miskin atau pekerjaan orang tua yang direndahkan di medsos atau akun resmi sekolah,” tulis Kemenkominfo, seraya menegaskan, ketelanjuran hobi cyberbullying di kalangan siswa terbukti mengancam ketenangan hidup, bahkan nyawa teman.</p>



<p>Lewat webinar ini, Kemenkominfo menerangkan, peserta tidak hanya diajak mengenali dan memahami seriusnya bahaya cyberbullying. Namun juga belajar memahami hak dan tanggung jawab di ruang digital, lantaran hal itu memberikan dampak besar pada berbagai aspek di kalangan pendidikan. Internet telah merevolusi cara belajar moderen menjadi makin menantang dan menarik.&nbsp;</p>



<p>”Kalau cerdas dan bijak memanfaatkan beragam platform media sosial, juga aplikasi belajar moderen, pesan instan dan konferensi video, pelajar akan semakin mudah dan luas berteman, juga mengakses materi belajar. Itu multi manfaat yang mesti dimanfaatkan secara tepat. Bukan untuk tujuan negatif,” jelas Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, diskusi daring seperti digelar di Kabupaten Ponorogo ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213266</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
