<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Wendit &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wendit/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jun 2025 08:30:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Wendit &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dampingi Wamen Parekraf Kunjungi Taman New Wisata Wendit, Bupati Malang Terangkan Potensi Kabupaten</title>
		<link>https://memontum.com/dampingi-wamen-parekraf-kunjungi-taman-new-wisata-wendit-bupati-malang-terangkan-potensi-kabupaten</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dampingi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[parekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[terangkan]]></category>
		<category><![CDATA[Wendit]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223474</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, mendampingi Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Wamen Parekraf RI), Ni Luh Enik Ernawati, mengunjungi Taman New Wisata Wendit, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (28/06/2025) tadi. Kunjungan ini, menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun sektor pariwisata berdaya saing, inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Malang. Hadir mendampingi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, mendampingi Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Wamen Parekraf RI), Ni Luh Enik Ernawati, mengunjungi Taman New Wisata Wendit, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (28/06/2025) tadi. Kunjungan ini, menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun sektor pariwisata berdaya saing, inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Malang.</p>



<p>Hadir mendampingi Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Purwoto serta Camat dan Forkopimcam Pakis.</p>



<p>Dalam kunjungan tersebut, Wamen Parekraf menekankan pentingnya standar keselamatan dalam pengelolaan destinasi wisata, terlebih pada musim liburan sekolah. Pihaknya juga menyoroti, pentingnya pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.</p>



<p>Menurutnya, manfaat dari sektor pariwisata tidak boleh hanya dirasakan pelaku usaha. Namun, juga harus membawa dampak positif bagi masyarakat lokal.</p>



<p>“Pariwisata yang baik adalah yang ramah lingkungan, berkelanjutan secara sosial dan melindungi masyarakat sekitar,” kata Wamen Parekraf.</p>



<p>Melalui kunjungan ini, juga diharapkan bisa memberi dorongan moral dan dukungan kebijakan bagi pengelola dan masyarakat sekitar. “Kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah, menjadi kunci untuk memajukan sektor pariwisata Kabupaten Malang secara berkelanjutan dan kompetitif,” tambah Wamen Parekraf.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menyampaikan, bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dari sisi keamanan dan kenyamanan pengunjung selama musim libur sekolah. Termasuk, keselamatan, keamanan dan kenyamanan wisatawan, itu adalah prioritas dan menjadi komitmen bersama.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Sanusi mengatakan bahwa sebagai bentuk nyata langkah percepatan pembangunan dan pengembangan pariwisata, Pemerintah Kabupaten Malang telah melakukan terobosan penting melalui kerja sama pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), yaitu Taman Wisata Air Wendit, dengan menggandeng pihak ketiga, yakni PT Sumber Berkat Wisata Pratama. Kerja sama ini, dilakukan dalam bentuk pemanfaatan BMD dengan jangka waktu 30 tahun, yang tentunya tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas, efisiensi, serta kemanfaatan ekonomi jangka panjang.</p>



<p>Adapun nilai pengalihan aset tetap ke kemitraan tersebut, mencapai lebih dari Rp 128 miliar. &#8220;Ke depan, kami berharap agar langkah strategis ini dapat memberikan feed back signifikan dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang, khususnya dari sektor pariwisata,&#8221; kata Bupati Malang.</p>



<p>Dalam kesempatan ini, Bupati Malang juga memaparkan bahwa Kabupaten Malang memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Dimulai dari garis pantai yang begitu eksotis di wilayah selatan, kawasan pegunungan yang menawan seperti Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), gugusan pegunungan Arjuno atau Welirang di wilayah utara, Gunung Kawi dan Gunung Buthak wilayah barat, hingga berbagai destinasi maupun atraksi wisata buatan dan budaya yang terus tumbuh di berbagai titik.</p>



<p>&#8220;Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta dan masyarakat, kami yakin pariwisata Kabupaten Malang dapat menjadi lokomotif pembangunan daerah, sekaligus kontributor penting dalam pencapaian target kunjungan wisatawan secara nasional,&#8221; jelas Bupati Malang. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223474</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Suguhnya 15 Wahana, Bupati Malang Lihat Progres Wisata Wendit</title>
		<link>https://memontum.com/suguhnya-15-wahana-bupati-malang-lihat-progres-wisata-wendit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[progres]]></category>
		<category><![CDATA[suguhnya]]></category>
		<category><![CDATA[wahana]]></category>
		<category><![CDATA[Wendit]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220520</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, memonitoring trial pembukaan Wisata Wendit, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (23/03/2025) tadi. Kunjungan ini, dimaksudkan untuk mengevaluasi progres pembangunan fisik dan memastikan terwujudnya visi pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat. Termasuk, untuk memastikan kesiapan destinasi Wisata Wendit dalam menghadapi potensi lonjakan kunjungan wisatawan, terutama menjelang musim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, memonitoring trial pembukaan Wisata Wendit, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (23/03/2025) tadi. Kunjungan ini, dimaksudkan untuk mengevaluasi progres pembangunan fisik dan memastikan terwujudnya visi pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat. Termasuk, untuk memastikan kesiapan destinasi Wisata Wendit dalam menghadapi potensi lonjakan kunjungan wisatawan, terutama menjelang musim liburan yang akan datang.</p>



<p>Dalam monitoring itu, HM Sanusi didampingi Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah Sanusi dan Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang serta Direktur PT Sumber Berkat Wisata Pratama, Anggun Dwi Cahyono, berkeliling meninjau proses rehabilitasi Wisata Wendit, yang sudah mencapai 70 persen.</p>



<p>Bupati Sanusi menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Malang, dalam mengembangkan sektor pariwisata, tepatnya dalam hal ini Wisata Wendit. &#8220;Wisata Wendit memiliki potensi luar biasa untuk menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Malang. Wisata Wendit telah berubah 1000 persen dari Wisata Wendit yang lalu,” kata Bupati Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menjelaskan, bahwa Wisata Wendit sudah menyiapkan fasilitas tempat yang strategis bagi para pelaku UMKM. Karenanya, diharapkan Wisata Wendit ini nantinya dapat menarik wisatawan. Terlebih, Wendit ini merupakan wisata alam yang masih asri dan legendarisnya Kabupaten Malang.</p>



<p>Direktur PT Sumber Berkat Wisata Pratama, Anggun Dwi Cahyono, menyampaikan bahwa progres Wisata Wendit sampai dengan saat ini sudah mencapai 70 persen. Saat ini, Wisata Wendit memiliki sekitar 15 wahana.</p>



<p>“Tentunya, wahana ini yang nantinya akan menjadi penarik minat para wisatawan. Seperti Water Boom, karena wisata ini yang paling diminati anak-anak dan remaja,” kata Direktur PT Sumber Berkat Wisata Pratama. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220520</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Malang dan Direktur Perumda Tugu Tirta Malang Hadiri Resik-Resik Kali dan Cek Bantaran Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-malang-dan-direktur-perumda-tugu-tirta-malang-hadiri-resik-resik-kali-dan-cek-bantaran-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2021 04:57:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Didik Gatot Subroto]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Perumda Tugu Tirta]]></category>
		<category><![CDATA[Wendit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137356</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati Malang, H Didik Gatot Subroto, menghadiri dan membuka pelaksanaan kegiatan Resik-Resik Kali Wendit, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Minggu (21/03) pagi. Kegiatan kerja bakti ini digagas dan diikuti oleh sejumlah komunitas pecinta alam di Malang Raya. Baik dari sejumlah perguruan tinggi dan LSM, serta didukung Pemerintah Kabupaten Malang dan masyarakat sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati Malang, H Didik Gatot Subroto, menghadiri dan membuka pelaksanaan kegiatan Resik-Resik Kali Wendit, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Minggu (21/03) pagi.</p>
<p>Kegiatan kerja bakti ini digagas dan diikuti oleh sejumlah komunitas pecinta alam di Malang Raya. Baik dari sejumlah perguruan tinggi dan LSM, serta didukung Pemerintah Kabupaten Malang dan masyarakat sekitar Kali Wendit.</p>
<p>Turut hadir dalam pelaksanaan itu, karyawan dan Direktur Utama Perumda Air Minum <a href="https://memontum.com/tag/perumda-tugu-tirta">Tugu Tirta</a> Kota Malang, M Nor Mukhlas.</p>
<p>Dalam aksi bersama itu, peserta melakukan kegiatan mulai dari bersih-bersih sampah, pengerukan sedimentasi sungai hingga penataan lokasi sekitar sungai untuk dijadikan venue tempat wisata desa.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/80471-menyoal-pemanfaatan-sumber-air-wendit-pemkot-malang-harus-beri-kontribusi">Menyoal Pemanfaatan Sumber Air Wendit, Pemkot Malang Harus Beri Kontribusi</a></strong></p>
<p>Pada apel pra kegiatan, Didik merespon hangat kegiatan yang juga mengusung tajuk &#8216;Selamatkan Mata Air Tanpa Air Mata, Setetes Air Bernilai Lebih Dari Sekarung Emas Bagi Orang Yang Halus&#8217;.</p>
<p>Atas nama Pemkab Malang, Wabup menyampaikan terima kasih atas inisiatif jajaran Rektorat perguruan tinggi dan para mahasiswa yang ikut turut dalam kegiatan ini, termasuk para pecinta alam.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Wabup juga cek lokasi dengan menyusuri bantaran sungai didampingi panitia kegiatan, sejumlah perwakilan OPD di lingkungan Pemkab Malang, jajaran muspika Pakis, Pemdes Mangliawang dan perwakilan para pecinta alam.</p>
<p>&#8220;Harapannya, bagaimana bisa dikembangkan dan ditularkan kepada adik-adik muda mudi sekitar Kabupaten Malang. Terkhusus, yang ada di Desa Mangliawan. Sehingga, masyarakat Mangliawan, termasuk muda-mudinya ikut tergerak bahwa lingkungan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Salam Lestari,&#8221; jelas Wabup Didik.</p>
<p>Saat ditanya terkait pengembalian wisata Pemandian Wendit, yang lokasinya juga di Desa Mangliawan, menjadi salah satu ikon wisata unggulan di Kabupaten Malang, dirinya mengatakan perlu adanya kembali penataan ulang.</p>
<p>Termasuk, yang masuk kawasan Wendit salah satunya perairan yang ada di lokasi Resik-resik Kali Wendit.</p>
<p>Seharusnya, ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Namun, tidak bisa diselesaikan dalam jangka pendek, karena harus melibatkan banyak pihak. Termasuk, OPD terkait dengan harus mencoba membuat sebuah inovasi bersama-sama untuk mengembalikan Wendit seperti aslinya.</p>
<p>&#8220;Ada program yang harus selalu dilakukan ke depan di sekitar sumber mata air. Tidak hanya di lingkungan dalam kawasan saja, melainkan juga di luar. Karena ada mata air besar juga. Maka di sekitar saja seharusnya mulai ditanam pohon-pohon yang mampu menyerap air sehingga kita bisa menjaga untuk 10-25 tahun ke depan. Kewajiban harus disiapkan secara bersama-sama. Pemerintah desa ikut mengedukasi warga masyarakat terkait lingkungannya. Kemudian jangka pendek, melihat historisnya ada sungai yang terpisah dengan penampungan luberan air Wendit,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Harapannya, lanjut Wabup, tahap awal bisa dikembalikan ke aslinya. Sisa air Wendit yang tidak termanfaatkan dan bisa ditampung dan dipergunakan untuk kepentingan lingkungan. Artinya, dimanfaatkan oleh masyarakat, sebagai pariwisata yang dikelola warga masyarakat lewat Bumdesnya, ini akan kelihatan.</p>
<p>&#8220;Butuh waktu dan tidak boleh sepotong-potong dalam rangka membuat keputusan. Perlu ada analisa terlebih dahulu, kita berikan ruang kepada OPD untuk memulai membuat rencana yang bagus. Tidak boleh berdiri sendiri. Pemkot Malang, UPT, masyarakat, LSM pecinta lingkungan, mahasiswa pecinta lingkungan hidup, semua bisa terlibat. UPT yang mengelola Wendit atau yang besinggungan dengan pengelola ini, bisa meningkatkan wujud kerjasama dengan PDAM Kota Malang atau dengan Dinas Pariwisata,&#8221; terangnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137356</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selamatkan Sumber Mata Air Wendit dari Eksploitasi, Warga Mengadu ke LBH Prodeo Ismaya Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/selamatkan-sumber-mata-air-wendit-dari-eksploitasi-warga-mengadu-ke-lbh-prodeo-ismaya-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2020 04:52:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[eksploitasi]]></category>
		<category><![CDATA[LBH Prodeo]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Air]]></category>
		<category><![CDATA[Wendit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=116630</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Eksploitasi sumber mata air wendit membuat resah sebagaian warga terdampak. Diantaranya warga yang tinggal Dusun Wendit Timur, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, khususnya warga RW 05 dan RW 06. Pasalnya saat ini telah terjadi pemasangan Brom Captering milik Perumda Tirta Kanjuruhan (PDAM) Kabupaten Malang di sumber mata air wendit, area [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Eksploitasi sumber mata air wendit membuat resah sebagaian warga terdampak. Diantaranya warga yang tinggal Dusun Wendit Timur, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, khususnya warga RW 05 dan RW 06. Pasalnya saat ini telah terjadi pemasangan Brom Captering milik Perumda Tirta Kanjuruhan (PDAM) Kabupaten Malang di sumber mata air wendit, area pemandian wendit.</p>
<p>Salah satu perwakilan warga Teguh P (50) warga RW 06, Senin (15/6/2020) siang, meminta bantuan hukum ke kantor LBH Prodeo Ismaya Indonesia di Jalan Kawi, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Saat bertemu wartawan, bahwa selama ini debit air yang keluar dari Wendit sebesar 3.000 liter per detik.</p>
<p><div id="attachment_116632" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-116632" decoding="async" class="size-full wp-image-116632" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200615-WA0255-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Teguh saat mengadu ke LBH Prodeo Ismaya Indonesia. (gie)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200615-WA0255-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200615-WA0255-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200615-WA0255-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200615-WA0255-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-116632" class="wp-caption-text">Teguh saat mengadu ke LBH Prodeo Ismaya Indonesia. (gie)</p></div></p>
<p>&#8220;Saya sebagai warga terdampak eksploitasi oleh PDAM Kabupaten Malang. Kondisi air di Wendit selama ini sudah diamnil PDAM Kota Malang 1.520 liter perdetik. Saat ini PDAM berencana mengeksploitasi 210 liter per detik. Saat ini proyek dari PDAM Kabupaten Malang sudah berjalan. Sudah ada pemasangan Brom Captering di sumber mata air. Kami butuh keadilan. Karena ini akan sangat berdampak kepada warga sekitar,&#8221; ujar Teguh.</p>
<p>Mata pencaharian warga akan terancam apalagi yang setiap harinya mencari nafkah di Wendit.</p>
<p>&#8220;Wilayah mata air Wendit masuk sebagai tanah adat dan memiliki hak tradisional. Ada 5 komponen, mata air, kayu jati yang berusia lebih dari 100 tahun, satwa kera, punden dan sumber nafkah turun temurun. Masyarakat bukannya gak boleh. Tapi caranya. Ngambinya jangan seperti itu. Misalnya ngambil dari bawah jarak 200 mater kan bisa. Gak ngecop dari mata airnya langsung yang ad di kolam besar,&#8221; ujar Teguh.</p>
<p>Pihaknya juga mengatakan adanya kejanggalan dari ijin Kemantrian PUPR.</p>
<p>&#8220;Pertimbangan teknis semestinya yang boleh diambil dari 3000 liter air itu sepertiganya. Selama ini pengambilan air sudah lebih dari sepertiganya. Kok malah mau diambil PDAM Kabupaten Malang 210 liter per detik. Juga disitu yang dibuat pertimbangan administrasinya berdasarkan Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis. Ini kan aneh,&#8221; ujar Teguh.</p>
<p>Ketua Dewan Pembina LBH Prodeo Ismaya Indonesia, Yayan Riyanto, SH, MH mengatakan bahwa warga mengadu karena sumber air Wendit semakin berkurang.</p>
<p>&#8221; Harapannya warga bahwa sumber mata air Wendit harus selalu ada. Janganlah diambil dari mata airnya langsung. Saat ini mereka mendatangi kami karena perjuangan dan keluhan masyarakat sekitar wisata Wendit tidak pernah ditanggapi. Harapannya kami dari LBH Prodeo Ismaya Indonesia bisa membantu mereka menfasilitasi mediasi bersama Perumda Tirta Kanjuruhan, Bupati dan juga DPR,&#8221; ujar Yayan.</p>
<p>Ketua LBH Prodeo Ismaya Indonesia, Bales P Suharsono SH menambahkan bahwa pengambilan sumber air sangat membebani air asli wisata Wendit.</p>
<p>&#8220;Ini bisa berpotensi mematikan lahan ekonomi warga sekitar. Misalkan duku ada wisata prau, kini airnya sudah tidak bisa dilalui perahu lagi. Budidaya keramba ikan juga sudah mati, pedagang terkesan sepi namun keluhan warga ini sepertinya tisak sampai ke pemerintah Kabupaten Malang. Harapannya warga Brom Captering yang menutup sumber mata air supaya digeser. Jangan di sumber maya airnya langsung. Supaya fungsi Wendit bisa kembali seperti semula,&#8221; ujar Bales.</p>
<p>Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi saat dikonfirmasi salah satu wartawan mengatakan bahwa pihaknya sudah sesaui prosedur dan ijin.</p>
<p>&#8220;Aspirasi masyarakat sudah ditampung kepala desa. Sudah ada komunikasi dengan kita melalui surat tertulis kepada Bupati dan sudah dijawab. Sumber Wendit kapasitasnya 3000 liter perdetik. Sudah diambil kota Malang 3 titik sebesar 1500 liter perdetik. Sisanya masih 1500 liter. Kita sudah punya ijin Kementrian PUPR. Mendapat ijin untuk mengambil 210 liter per detik. Sekarang yang sudah dikerjakan 50 liter perdetik. Terdampaknya dimana. Kami sudah sesuai prosedur dan ijin. Perlu diketahui bahwa Lahan Wendit adalah milik Pemda Kabupaten Malang,&#8221; ujar Syamsul. <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">116630</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perumda Tirta Kanjuruhan Tanggapi Tuntutan Warga Mangliawan</title>
		<link>https://memontum.com/perumda-tirta-kanjuruhan-tanggapi-tuntutan-warga-mangliawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Feb 2020 12:23:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Perumda Tirta Kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[Wendit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106563-perumda-tirta-kanjuruhan-tanggapi-tuntutan-warga-mangliawan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan, Kabupaten Malang, menanggapi tuntutan warga Desa Mangliawan, Pakis, atas pemanfaatan sumber mata air Wendit. &#8220;Kalau menuntut ke kota kan kota itu memang sudah memanfaatkan. Kalau Kabupaten kan baru akan. Itupun kalau dilihat dari kapasitas, tidak ada 5% dari yang diambil dari kota,&#8221; ungkap Direktur Utama Perumda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan, Kabupaten Malang, menanggapi tuntutan warga Desa Mangliawan, Pakis, atas pemanfaatan sumber mata air Wendit.</p>
<p>&#8220;Kalau menuntut ke kota kan kota itu memang sudah memanfaatkan. Kalau Kabupaten kan baru akan. Itupun kalau dilihat dari kapasitas, tidak ada 5% dari yang diambil dari kota,&#8221; ungkap Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi, saat dihubungi Memontum.com, Selasa (18/2/2020) siang.</p>
<p>Menurutnya, sebenarnya, rencana pemanfaatan sumber air Wendit tersebut, nantinya akan diperuntukkan bagi masyarakat Desa Mangliawan sendiri, bukan pada masyarakat lain, bahkan Perumda Tirta Kanjuruhan telah mendapatkan izin dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR.</p>
<p>&#8220;Kami akan memanfaatkan sumber mata air Wendit untuk warga Desa Mangliawan sendiri. Suplai air itu kan untuk masyarakat Pakis sendiri. Saya kan sudah punya izin 210 liter per detik, untuk tahap pertama ini yang mau saya manfaatkan sebanyak 50 liter. Tidak ada 5% dari yang diambil kota. Izin sudah saya lengkapi, untuk pengambilan air itukan yang memberikan izin pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR,&#8221; ulasannya.</p>
<p>Juga dijelaskan, untuk izin pemanfaatan air oleh pihak Perumda Tugu Tirta bertolak belakang dengan Perumda Tirta Kanjuruhan.</p>
<p>&#8220;Kalau kota kan dibatalkan itu. Tidak memenuhi prosedur. Masyarakat kan harus diberikan informasi yang sebenarnya. Kalau punya kabupaten ini diuji di pengadilan sudah gak ada masalah,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dengan begitu, lanjutnya kembali, wajar bila warga Mangliawan meminta kompensasi lantaran Perumda Tugu Tirta sudah memanfaatkan sumber mata air Wendit tersebut.</p>
<p>&#8220;Sekian tahun minta Rp 23 miliar ya wajar, yang diambil saja 1.500 liter per detik. Kewajiban memberikan kompensasi itu bagi yang sudah memanfaatkan. Kan kita belum manfaatkan,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Seperti diketahui, dalam pemberitaan sebelumnya, sejumlah perwakilan warga mendatangi kantor DPRD Kota Malang untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka ingin Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang selama ini sudah memanfaatkan sumber air tersebut agar memberi kompensasi.</p>
<p>Selain itu juga meminta Perumda Tugu Tirta Kota Malang dan Perumda Tirta Kanjuruhan untuk segera membongkar pipa yang selama ini mereka gunakan untuk mengambil air di Wendit. <strong>(Sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106563</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengalihan Pengelolaan Wendit Dalam Proses Pengkajian</title>
		<link>https://memontum.com/pengalihan-pengelolaan-wendit-dalam-proses-pengkajian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2018 19:03:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wendit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/59225-pengalihan-pengelolaan-wendit-dalam-proses-pengkajian</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Rencana pengambilan alih Taman Wisata Air Wendit (TWAW) pada pihak ke 3,saat ini masuki tahap pengkajian. Manajer Taman Wisata Air Wendit, Gunawan Purwadi. Gunawan mengatakan, proses pengalihan pengelolaan taman wisata di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang itu saat ini masih dalam proses pengkajian. &#8220;Saat ini masih dalam kajian oleh tim yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Rencana pengambilan alih Taman Wisata Air Wendit (TWAW) pada pihak ke 3,saat ini masuki tahap pengkajian. Manajer Taman Wisata Air Wendit, Gunawan Purwadi. Gunawan mengatakan, proses pengalihan pengelolaan taman wisata di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang itu saat ini masih dalam proses pengkajian. </p>
<p>&#8220;Saat ini masih dalam kajian oleh tim yang terdiri dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD).Juga sudah diteruskan ke pimpinan untuk selanjutnya akan pembahasan bersama pihak ke tiga,&#8221; ujar Gunawan. </p>
<p>Dijelaskan,rencana pengalihan pengelolaan Wendit ke pihak ke 3 bertujuan untuk meningkatkan PAD. Dimana hingga target PAD untuk TWAW 3,15 M, dan hingga bulan September 2018 capaian yang didapat masih sebesar 60,8 % dari target capaian pada Bulan Sepetember sebesar 75%. Salah satu hal yang turut diajukan dalam proposal yaitu penambahan wahana. Dimana menurut Gunawan ada sekitar 19 jenis wahana yang akan diadakan, seperti wahana permainan air dan monorail.</p>
<p> &#8220;Jika proposal tersebut telah disetujui dan dilakukan, saya berharap ada perwakilan dari pihak Pemkab Malang yang bertugas sebagai pengawas internal. Khususnya untuk mengawasi keuangan yang masuk. Tentunya seperti yang kita harapkan bersama agar bisa meminimalisir terjadinya kesalahan data yang masuk,&#8221; tambahnya. </p>
<p>Sementara, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto saat dikonfirmasi via telepon menyambut positif adanya wacana tersebut. Ia menjelaskan bahwa DPRD Kabupaten Malang siap mendukung langkah tersebut tapi dengan catatan, semua perjanjian yang melibatkan semua pihak harus jelas. Dalam artian dapat menguntungkan kedua belah pihak antara Pemkab Malang dengan pihak pengelola. </p>
<p>&#8220;Kami sangat menyambut baik wacana tersebut, tetapi harus ada konsekuensinya. Dalam artian program, wacana dan setplannya harus jelas. Bagaimana akan dikembangkan, apa saja yang akan ditambahkan, perjanjiannya seperti apa harus jelas,&#8221; ujarnya. Menurutnya, TWAW memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, terutama kondisi alam yang ada di Taman Wisata Air Wendit. </p>
<p>&#8220;Wendit itu potensinya banyak, terutama alamnya. Salah satu yang sudah banyak dikenal yaitu kera yamg menjadi salah satu penduduk asli TWAW. Selain itu sumber air yang ada di Wendit itu kan melimpahnya luar biasa. Bahkan bisa mengaliri Kota Malang. Itu kan potensi yang luar biasa. Tinggal pengelolanya saja yang memang harus berkompeten dalam bidang pariwisata,&#8221; ujarnya. </p>
<p>Ditambahkan,wacana pengalihan pengelolaan TWAW memang sudah ada dari beberapa tahun yang lalu. Namun, hingga saat ini masih belum bisa terealisasi. Menurut Didik hal itu disebabkan karena memang belum ada yang bisa memberikan perjanjian dan regulasi yang jelas. </p>
<p>&#8220;Salah satu kendalanya yaitu penganggaran yang bisa dibilang masih kecil, yang memang disebabkan karena belum ada setplan yang jelas. Kalau memang sudah ada setplan yang jelas terkait rencana pengembangannya dan ada jaminannnya. Kami dari DPRD berani dan siap untuk menganggarkan lebih besar. Toh itu juga akan menambah PAD Kabupaten Malang,&#8221; pungkasnya  <strong>(sur/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">59225</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
