<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>wirausaha &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/wirausaha/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Nov 2025 07:53:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>wirausaha &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kurangi Kemiskinan Ekstrem, Bupati Jember Minta Kementrian UMKM Perbanyak Pelatihan Wirausaha</title>
		<link>https://memontum.com/kurangi-kemiskinan-ekstrem-bupati-jember-minta-kementrian-umkm-perbanyak-pelatihan-wirausaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[kementrian]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[perbanyak]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227399</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengusulkan agar Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memperbanyak pelatihan kepada para wirausahawan baru atau muda dari kalangan masyarakat miskin. Itu karena, menurut Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, UMKM adalah salah satu jalan keluar untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem yang ada di Jember. Pernyataan Bupati Fawait itu, disampaikan saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengusulkan agar Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memperbanyak pelatihan kepada para wirausahawan baru atau muda dari kalangan masyarakat miskin. Itu karena, menurut Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, UMKM adalah salah satu jalan keluar untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem yang ada di Jember.</p>



<p>Pernyataan Bupati Fawait itu, disampaikan saat memberi sambutan dalam kegiatan Penguatan Kemitraan Usaha Mikro yang digelar di Gedung Balai Serbaguna Kabupaten Jember, Senin (03/11/2025) tadi. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kemitraan Usaha Mikro Terpadu (Kumitra), itu dihadiri langsung Wakil Menteri Koperasi dan UMKM, Helvi Yuni Moraza.</p>



<p>&#8220;Angka kemiskinan ekstrem di Jember, salah satu tertinggi di Jawa Timur. Sepertinya, ini perlu ada pelatihan untuk calon pengusaha baru dari masyarakat miskin ekstrem dari usia produktif. Dan alhamdulillah, beliau langsung menjawab boleh Gus dan ini luar biasa,&#8221; kata Gus Fawait.</p>



<p>Berdasarkan data BPS, jumlah warga miskin di Kota Tembakau per Maret 2025 tercatat sebanyak 216,76 ribu jiwa atau 8,67 persen. Angka ini, menurun dari 224,77 ribu jiwa (9,01 persen) pada Maret 2024. Sementara angka ini, didasarkan pada pengeluaran per kapita di bawah garis kemiskinan Jember, bukan kemiskinan ekstrem secara khusus.</p>



<p>Terkait kegiatan tersebut, Bupati Fawait mengapresiasi pihak kementerian. Dirinya menilai, acara tersebut bentuk dukungan konkret dari kementrian terhadap sektor UMKM di Jember.</p>



<p>&#8220;Kita bisa menyaksikan langsung ada langkah konkret dari pemerintah pusat bagaimana membina UMKM. Dimana UMKM disambungkan dengan usaha-usaha besar sehingga akan menjamin UMKM di Kabupaten Jember,&#8221; katanya.</p>



<p>Pemkab Jember sendiri, saat ini terus berupaya untuk mengurangi angka kemiskinan dengan melakukan berbagai hal. Salah satu yang disebutkan Fawait adalah dengan pelatihan dan pemberian gerobak serta kemudahan mengakses permodalan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Orangnya dilatih, kemudian kita akan berikan gerobak. Selanjutnya, pinjamannya (modal) kita dorong agar kemudian Pemkab memberikan subsidi terhadap bunga (pinjaman) UMKM,&#8221; sebutnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Kabupaten Jember mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,5 triliun untuk 32.949 debitur.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, mengatakan telah menyiapkan Program UMKM khusus pertanian. Alasannya, potensi yang tinggi di Jember adalah sektor pertanian.</p>



<p>Helvi juga mengakui, Bupati Jember dan Gubernur Jatim telah berdiskusi dengan pihaknya untuk mengurangi besarnya angka kemiskinan di Jember dengan memanfaatkan potensi alam Jember yang sangat kaya. &#8220;Pak Bupati meminta kepada kita bahwa pembinaan UMKM yang sudah jalan tetap kita upayakan pendampingan, pelatihan, kemitraan, pembiayaan bahkan legalitas usahanya,&#8221; katanya.</p>



<p>Wamen juga menjelaskan, bahwa Jember sendiri saat ini menjadi pilot project ekosistem pertanian. Bupati Jember disebutnya saat ini sedang melakukan pemetaan. &#8220;Tetapi jangan lupa generasi terus bertumbuh, ada generasi baru yang ingin berwirausaha. Pak Bupati minta pelatihan wirausaha muda, kita lakukan di Kabupaten Jember. Sekarang sudah jalan pembuatan pekerjaan ekosistem pertanian dan Jember salah satu pilot projeknya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Wamen UMKM pada kesempatan tersebut juga memperkenalkan Program Entrepreneur Hub untuk mendorong wirausaha muda di daerah. Program tersebut adalah sebuah program pelatihan dan penghubung antara UMKM dengan pembiayaan serta pasar.</p>



<p>&#8220;Nah agar UMKM kita naik kelas butuh pelatihan yang melibatkan perguruan tinggi dan universitas. Di Jember banyak universitas, kita akan bekerjasama. Kita akan membuat inkubator bisnis untuk melatih masyarakat yang ingin berwira usaha,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227399</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Kompetensi Kewirausahaan, Lamongan Gelar Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-kompetensi-kewirausahaan-lamongan-gelar-program-pendidikan-kecakapan-wirausaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kecakapan]]></category>
		<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetensi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226563</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Lamongan, Anis KartikaYuhronur Efendi hingga Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Metty Herindra, membuka Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), di Pendopo Lokatantra, Selasa (07/10/2025) tadi. Salah satu objek pelatihan, yaitu salah satu wastra khas Kabupaten Lamongan, yakni Tenun Ikat Parengan. Sebagai tuan rumah pelaksanaan Program [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Lamongan, Anis KartikaYuhronur Efendi hingga Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Metty Herindra, membuka Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), di Pendopo Lokatantra, Selasa (07/10/2025) tadi. Salah satu objek pelatihan, yaitu salah satu wastra khas Kabupaten Lamongan, yakni Tenun Ikat Parengan.</p>



<p>Sebagai tuan rumah pelaksanaan Program PKW, Pemerintah Kabupaten Lamongan menyambut baik program ini. Sementara tujuan utama program ini, yakni meningkatkan kompetensi kewirausahaan pada generasi muda. Termasuk, menciptakan nilai ekonomis pada seni kriya dan tentunya melestarikan wastra sebagai warisan budaya.</p>



<p>&#8220;Kabupaten Lamongan adalah daerah yang punya potensi besar di sektor kerajinan dan ekonomi kreatif. Sehingga, kegiatan ini sangat relevan dengan misi pertama pembangunan Lamongan, yakni mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif melalui optimalisasi sektor unggulan,&#8221; kata Bupati Yuhronur.</p>



<p>PKW sendiri, lanjutnya, akan berlangsung selama tiga bulan (belajar menenun dan membatik), adalah motor mempercepat transformasi ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Kota Soto bergerak positif pada angka 4,31 persen.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Bupati Yuhronur, ada beberapa upaya Pemkab Lamongan, dalam mendukung kompetensi kewirausahaan generasi muda. Diantaranya, melalui program prioritas Young Entrepreneur Succes, Megpreneur dan Yakin Semua Sejahtera.</p>



<p>Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Metty Herindra, mengatakan tantangan dari PKW adalah mempertahankan keberlanjutan kompetensi. &#8220;Target kita adalah pengrajin generasi muda yang belum diberi kesempatan melanjutkan pendidikan. Menambah kompetensi melalui PKW pasti disambut baik. Namun yang harus dipertahankan adalah keberlanjutan minatnya,&#8221; katanya.</p>



<p>Program kolaborasi Tahap VII antara Dekranas, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), itu tidak hanya mengajarkan teknik membuat seni kriya, melainkan juga memberikan arahan penjualan dan lainnya. Tenun ikat Parengan sendiri, memiliki daya tarik tersendiri dna tidak hanya sebagai warisan budaya Lamongan yang kaya motif, seperti gunungan dan tumbuhan, memiliki tekstur halus dan tidak tebal.</p>



<p>Wastra asal Lamongan ini, sudah berhasil menembus pasar ekspor ke Timur Tengah dan Asean. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226563</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Limbah MBG Lumajang Diolah Jadi Peluang Inovasi, Wirausaha hingga Kontribusi untuk Lingkungan</title>
		<link>https://memontum.com/limbah-mbg-lumajang-diolah-jadi-peluang-inovasi-wirausaha-hingga-kontribusi-untuk-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diolah]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226450</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Di balik aroma lezat Program Makan Bergizi Graatis (MBG), tersimpan potensi yang jarang diperhatikan, yaitu limbah makanan. Sebagian orang, melihatnya sebagai sampah. Namun bagi generasi muda di Lumajang, limbah itu bisa menjadi peluang untuk berinovasi, berwirausaha, dan berkontribusi bagi lingkungan. Asriafi Ath Thaariq, founder Waroeng Domba 99 dan Rumah Muda Berdaya, sekaligus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Di balik aroma lezat Program Makan Bergizi Graatis (MBG), tersimpan potensi yang jarang diperhatikan, yaitu limbah makanan. Sebagian orang, melihatnya sebagai sampah. Namun bagi generasi muda di Lumajang, limbah itu bisa menjadi peluang untuk berinovasi, berwirausaha, dan berkontribusi bagi lingkungan.</p>



<p>Asriafi Ath Thaariq, founder Waroeng Domba 99 dan Rumah Muda Berdaya, sekaligus penerima kalpataru dan lencana inovasi desa kementerian desa, menekankan bahwa limbah MBG dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk bermanfaat dan bernilai salah satunya eco enzyme produk ramah lingkungan bagi rumah tangga dan pertanian. “Ada beberapa peluang yang bagus saat ini, yaitu mencari limbah makanan dari Program MBG yang bisa dibuat eco enzyme,” ujarnya, Rabu (01/10/2025) tadi.</p>



<p>Asriafi menambahkan, eco enzyme bukan sekadar pembersih. Dari limbah makanan yang sama, bisa dibuat disinfektan, sabun, pupuk cair, hingga pakan magot untuk pertanian. Dengan demikian, limbah yang semula terbuang justru bisa bernilai ekonomi dan menjadi sumber penghasilan baru bagi pemuda.</p>



<p>Salah satu peserta yang telah mempraktikkan ide ini, adalah Dzaki Fahruddin, seorang petani muda yang juga aktif di komunitas lingkungan. Dari dapur umum MBG di SPPG Yosowilangun, Dzaki mengumpulkan sisa makanan untuk diolah menjadi kompos dan pupuk cair.</p>



<p>“Selain mengurangi sampah, hasilnya juga bermanfaat untuk pertanian. Sekarang, saya sedang mengembangkan limbah ini menjadi inovasi lain yang bisa dijadikan produk bernilai jual,” ujarnya, sambil menunjukkan botol-botol eco enzyme yang telah siap dipasarkan.</p>



<p>Dzaki menuturkan, bahwa prosesnya sederhana namun membutuhkan disiplin. Limbah makanan dicacah kecil, dicampur gula merah dan air, kemudian difermentasi selama tiga bulan sebelum menjadi eco enzyme yang siap digunakan.</p>



<p>Menurut Asriafi, kunci keberhasilan terletak pada kesadaran dan kreativitas pemuda. “Limbah makanan seharusnya dipandang sebagai modal, bukan masalah. Dengan inovasi dan bimbingan, kita bisa menciptakan produk ramah lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi lokal,” jelasnya.</p>



<p>Selain Dzaki, Siti Aisyah, peserta lainnya, juga mencoba mengolah limbah MBG menjadi pupuk cair. “Awalnya saya ragu, tapi setelah melihat hasilnya, pupuk ini lebih subur daripada yang biasa saya pakai. Tanaman saya tumbuh lebih sehat, dan saya bisa menghemat biaya pertanian,” ujarnya.</p>



<p>Praktik ini menunjukkan bahwa limbah MBG tidak hanya bisa diubah menjadi produk jualan, tetapi juga mendukung pertanian berkelanjutan. Bahkan beberapa peserta sudah bereksperimen mencampur eco enzyme dengan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bagi Asriafi, kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif. Para pemuda belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan, mengelola sumber daya, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.</p>



<p>“Eco enzyme bukan hanya soal bisnis. Ini soal kesadaran kolektif, bagaimana kita mengubah sampah menjadi manfaat, lingkungan menjadi bersih, dan ekonomi tetap bergerak,” katanya.</p>



<p>Tidak semua dapur MBG mampu mengolah limbah makanan. Beberapa memberikan sisa makanan secara cuma-cuma ke tetangga untuk pakan ternak. Namun bagi mereka yang mau berinovasi, limbah MBG adalah bahan mentah yang bernilai tinggi.</p>



<p>Peserta lain, Rifqi Hidayat, menambahkan bahwa pengalaman mengolah limbah MBG mengajarkannya disiplin dan kesabaran. “Fermentasi membutuhkan waktu dan perhatian, tapi ketika eco enzyme jadi, rasanya bangga sekali. Ini bukan sekadar pekerjaan, tapi karya nyata,” ungkapnya.</p>



<p>Selain menghasilkan produk, praktik ini juga membangun jejaring komunitas muda peduli lingkungan. Pertemuan rutin antara peserta untuk bertukar pengalaman dan strategi pemasaran membuat ekosistem inovasi semakin hidup.</p>



<p>Asriafi berharap, program seperti ini bisa direplikasi di seluruh Lumajang. Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas muda, dan penggiat inovasi, limbah makanan bisa menjadi sumber daya ekonomi dan edukasi lingkungan.</p>



<p>“Kita ingin generasi muda sadar bahwa setiap bahan memiliki potensi. Limbah makanan bisa jadi eco enzyme, pupuk, atau pakan magot. Ini adalah peluang usaha sekaligus kontribusi bagi bumi,” jelas Asriafi.</p>



<p>Dzaki menambahkan bahwa pengolahan limbah MBG bukan sekadar inovasi individu. “Ini adalah gerakan kolektif. Kita bisa menginspirasi desa lain untuk memanfaatkan limbah, mengurangi sampah, dan menciptakan peluang ekonomi baru,” ujarnya.</p>



<p>Menurut Asriafi, potensi ekonomi dari eco enzyme cukup menjanjikan. Satu liter eco enzyme bisa dijual dengan harga yang kompetitif, sementara pupuk cair atau pakan magot juga memiliki pasar tersendiri, baik untuk petani maupun pengusaha kecil.</p>



<p>Lebih dari itu, program ini menumbuhkan jiwa wirausaha hijau generasi muda belajar mengelola bisnis sambil peduli lingkungan. Eco enzyme menjadi simbol bagaimana kreativitas bisa mengubah masalah menjadi solusi bernilai.</p>



<p>Dengan kolaborasi yang terus berkembang, limbah MBG kini memiliki wajah baru, yaitu dari sisa makanan menjadi eco enzyme, pupuk, dan pakan, sekaligus media edukasi, peluang usaha, dan pemberdayaan generasi muda.</p>



<p>Dzaki menutup perbincangan dengan keyakinan: “Kita membuktikan bahwa inovasi sederhana bisa berdampak besar. Limbah MBG bukan lagi sampah, tapi modal untuk masa depan yang lebih hijau, kreatif, dan mandiri. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226450</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terakreditasi Internasional AACSB, Fakultas Bisnis Binus Malang Perkuat Komitmen Cetak Wirausaha</title>
		<link>https://memontum.com/terakreditasi-internasional-aacsb-fakultas-bisnis-binus-malang-perkuat-komitmen-cetak-wirausaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[aacsb,]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[fakultas]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[terakreditasi]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224324</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Fakultas Bisnis Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Jawa Timur, yang telah meraih akreditasi internasional dari Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB). Hal itu, disampaikan dalam rangkaian kegiatan Entrepreneurial Odyssey, yang digelar oleh Program Studi Entrepreneurship Business Creation Binus Malang, Jumat (25/07/2025) tadi. Kepala Program [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Fakultas Bisnis Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Jawa Timur, yang telah meraih akreditasi internasional dari Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB). Hal itu, disampaikan dalam rangkaian kegiatan Entrepreneurial Odyssey, yang digelar oleh Program Studi Entrepreneurship Business Creation Binus Malang, Jumat (25/07/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Program Studi Entrepreneurship Business Creation, Etsa Astridya Setiyati, menyampaikan bahwa akreditasi internasional AACSB hanya dimiliki oleh empat perguruan tinggi di Indonesia. &#8220;Baru ada empat kampus di Indonesia, diantaranya UGM, ITB, UI dan satu lagi adalah Binus. Di Jawa Timur hanya Binus Malang yang terakreditas internasional itu,&#8221; kata Etsa.</p>



<p>Dengan mengusung standar internasional tersebut, Binus Malang berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan kewirausahaan yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga aplikatif dan berbasis industri. Salah satu upaya nyata itu diwujudkan melalui gelaran Entrepreneurial Odyssey.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini ditujukan untuk mengenalkan ekosistem kewirausahaan Binus kepada pelajar SMA dan masyarakat umum, terutama para orang tua dan kami jalankan selama dua minggu penuh. Ada trial class bagi siswa SMA, pameran produk hasil mahasiswa dari jalur enrichment track entrepreneurship, hingga berbagai workshop bisnis,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut Etsa, program tersebut dirancang untuk memberi gambaran utuh mengenai proses pembelajaran, pengembangan produk, dan ekosistem bisnis di lingkungan Prodi Entrepreneurship Business Creation Binus Malang. &#8220;Supaya mereka lebih mengenal seperti apa sih entrepreneurship business creation itu. Belajarnya seperti apa, nanti produknya bagaimana, dan proses yang dijalani oleh mahasiswa seperti apa. Itu yang ingin kami kenalkan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Tidak hanya mengedepankan pengenalan, Binus Malang juga menonjolkan pendampingan intensif bagi mahasiswanya. Hal itu disampaikan oleh Business Advisor Prodi, Audio Valentino Himawan. Menurutnya, mahasiswa mendapatkan bimbingan sejak awal kuliah, didukung oleh para dosen yang tersertifikasi sebagai coach dan mentor di bidang bisnis.</p>



<p>“Pendampingan kami sangat terstruktur. Untuk setiap elemen bisnis seperti marketing, keuangan, hingga SDM, kami punya mentor dan coach yang ahli di bidangnya. Itu bentuk keseriusan kami dalam mencetak entrepreneur muda yang siap bersaing secara profesional,” ucap Dio, sapaanya.</p>



<p>Dengan sistem pembelajaran yang menyeluruh, kurikulum aplikatif, serta pengakuan internasional dari AACSB, Binus Malang semakin mantap menjadi pusat unggulan pengembangan kewirausahaan di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Mungkin itu yang tidak dimiliki oleh beberapa kampus lain. Itu bentuk keseriusan kami dalam mencetak entrepreneur muda yang mana nanti bisa bersaing dengan dunia profesional,&#8221; imbuh Dio. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224324</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sapa Warga Gayam, Paslon Fren Kenalkan Program 1 RT 1 Wirausaha Baru dan Peningkatan Kesejahteraan</title>
		<link>https://memontum.com/sapa-warga-gayam-paslon-fren-kenalkan-program-1-rt-1-wirausaha-baru-dan-peningkatan-kesejahteraan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[gayam,]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[paslon]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216395</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri, Ferry Silviana Feronica (Bunda Fey) dan Regina Nadya Suwono, terus merajut kedekatan dengan masyarakat melalui kampanye langsung bertatap muka dengan warga. Kali ini, Paslon Fren (Ferry Silviana &#8211; Regina) mendatangi warga di Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, untuk mensosialisasikan program-program unggulan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri, Ferry Silviana Feronica (Bunda Fey) dan Regina Nadya Suwono, terus merajut kedekatan dengan masyarakat melalui kampanye langsung bertatap muka dengan warga. Kali ini, Paslon Fren (Ferry Silviana &#8211; Regina) mendatangi warga di Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, untuk mensosialisasikan program-program unggulan dan mendengarkan aspirasi masyarakat, Senin (11/11/2024) tadi.</p>



<p>Kehadiran Paslon nomor urut 2, yakni Bunda Fey dan Regina bersama tim itu, disambut antusias oleh warga Gayam. Bahkan, warga berbondong-bondong datang untuk bertatap muka langsung dengan Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri itu.</p>



<p>Dalam momen itu, warga selain memberikan sambutan hangat, juga menunjukkan minat yang besar pada visi progresif yang diusung Paslon Fren. Terutama, terkait transformasi berkelanjutan untuk kemajuan daerah.</p>



<p>Bunda Fey-yang dikenal ramah itupun memperkenalkan berbagai program prioritasnya kepada warga. Salah satu yang menjadi sorotan utama, adalah Program 1 RT 1 Wirausaha Baru.</p>



<p>Program ini, disampaikan guna bertujuan menciptakan minimal satu wirausaha baru di setiap Rukun Tetangga (RT), dengan dukungan berupa pelatihan, pendampingan dan akses permodalan. Melalui program ini, Paslon Fren berharap dapat meningkatkan jumlah pengusaha kecil yang mampu memenuhi kebutuhan pribadi dan menyediakan lapangan kerja di lingkungannya.</p>



<p>Seorang warga Gayam, Nanik Sudarwati, mengungkapkan ketertarikannya pada program tersebut. Menurutnya, gagasan mendorong setiap RT memiliki wirausaha baru merupakan langkah nyata yang jarang ditawarkan calon pemimpin lain.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Nanik berharap, program ini akan membuka lebih banyak peluang kerja dan membantu mengembangkan ekonomi masyarakat Gayam.</p>



<p>Selain program 1 RT 1 Wirausaha Baru, Paslon Fren juga memperkenalkan Program Transformasi Sosial Berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fokusnya, meliputi peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan serta pemberdayaan pemuda dan perempuan dalam bidang sosial dan ekonomi. Melalui program-program ini, Paslon Fren ingin membangun lingkungan yang inklusif dan memberdayakan semua lapisan masyarakat.</p>



<p>Dalam sesi tatap muka itu, warga juga memberikan berbagai masukan. Mulai dari kebutuhan fasilitas umum, pendidikan terjangkau hingga isu lingkungan.</p>



<p>Paslon Fren sendiri mendengarkan dengan terbuka serta mengapresiasi setiap masukan dari warga sebagai elemen penting dalam penyusunan kebijakan. Kunjungan Paslon Fren ke Kelurahan Gayam sendiri, menjadi bukti komitmen mereka untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan mendengarkan langsung kebutuhan warga. Melalui interaksi yang erat ini, Paslon Fren berharap dapat memperkuat dukungan serta kepercayaan masyarakat terhadap visi dan misi mereka.</p>



<p>Kampanye Paslon Fren yang mengedepankan transformasi ekonomi dan sosial berkelanjutan, tentunya menunjukkan keseriusan mereka dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216395</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Serap Aspirasi dengan Ngopi Bareng, Pj Bupati Lumajang Apresiasi Jiwa Wirausaha Katar Gesang</title>
		<link>https://memontum.com/serap-aspirasi-dengan-ngopi-bareng-pj-bupati-lumajang-apresiasi-jiwa-wirausaha-katar-gesang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Aspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[bareng,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[gesang]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216374</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, melaksanakan kegiatan serap aspirasi yang dikemas dalam ngopi bareng dengan Karang Taruna (Katar) Desa Gesang di Lapangan Desa Gesang, Minggu (10/11/2024) malam. Dalam kesempatan itu, Bunda Yuyun-sapaan Pj Bupati Lumajang, menekankan agar Katar mempunyai jiwa wirausaha, agar nantinya dapat menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, melaksanakan kegiatan serap aspirasi yang dikemas dalam ngopi bareng dengan Karang Taruna (Katar) Desa Gesang di Lapangan Desa Gesang, Minggu (10/11/2024) malam.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bunda Yuyun-sapaan Pj Bupati Lumajang, menekankan agar Katar mempunyai jiwa wirausaha, agar nantinya dapat menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi dan membawa perubahan positif bagi masyarakat. Karenanya, Pj Bupati Yuyun mengapresiasi usaha Uwandalan Coffe, yang dikelola oleh anggota Karang Taruna Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.</p>



<p>&#8220;Pembinaan seperti yang dilakukan Bu Inggi (Kepala Desa, red) Gesang ini perlu kita kuatkan, agar pemuda atau karang taruna di desa mendapatkan penghargaan,&#8221; kata Pj Bupati Yuyun.</p>



<p>Ditambahkannya, sinergi yang bisa dilakukan dengan Karang Taruna sangat banyak, agar pemuda desa bisa lebih mandiri. Itu, seperti halnya pembinaan dalam bidang olah raga maupun bidang yang lain.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Karena itu, dirinya berharap inovasi yang sudah dilakukan oleh Karang Taruna Desa Gesang tersebut bisa diikuti oleh desa-desa yang lain, dalam hal pembinaan dan pengembangan generasi muda yang terhimpun dalam Karang Taruna. &#8220;Saya ke sini untuk menyapa Karang Taruna yang ada di desa Gesang. Mudah-mudahan kegiatan yang ada di desa Gesang ini bisa menular bagi desa yang lain, paling tidak bisa menular bagi desa lain yang ada di Kecamatan Tempeh,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain itu, dirinya juga berpesan agar Karang Taruna untuk terus berperan aktif dalam pemberdayaan pemuda dan turut berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Lumajang, khususnya di desa masing-masing. &#8220;Saya ingin pemuda Karang Taruna yang ada di Desa Gesang bisa banyak membantu Pemerintah Desa Gesang, salah satunya memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mencegah terjadinya stunting,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Desa Gesang, Khusnul Rozikah, mengucapkan terima kasih kepada Pj Bupati Lumajang yang sudah berkenan datang mengunjungi Uwandalan Coffe di Desa Gesang. Dirinya juga menjelaskan, bahwa adanya kegiatan kewirausahaan tersebut selain bisa meningkatkan pemahaman bagi pemuda dalam dunia usaha, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan peran pemuda dalam membangun desa.</p>



<p>&#8220;Saya berharap pengembangan kewirausahaan pemuda melalui usaha ini yang dikelola oleh Karang Taruna memberikan banyak manfaat baik bagi pemuda itu sendiri maupun bagi masyarakat sekitar,&#8221; paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216374</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Generasi Emas 2045, Pj Wali Kota Wahyu Jadi Keynote Speaker Pembinaan Keterampilan Wirausaha</title>
		<link>https://memontum.com/wujudkan-generasi-emas-2045-pj-wali-kota-wahyu-jadi-keynote-speaker-pembinaan-keterampilan-wirausaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2024 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan]]></category>
		<category><![CDATA[keynote]]></category>
		<category><![CDATA[pembinaan]]></category>
		<category><![CDATA[speaker]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206857</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 375 pemuda di Kota Malang, mengikuti gelaran sosialisasi pembinaan keterampilan wirausaha yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar), Senin (26/02/2024) tadi. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang didapuk menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan sosialisasi itu, menyampaikan bahwa keterampilan wirausaha bagi generasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 375 pemuda di Kota Malang, mengikuti gelaran sosialisasi pembinaan keterampilan wirausaha yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar), Senin (26/02/2024) tadi.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang didapuk menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan sosialisasi itu, menyampaikan bahwa keterampilan wirausaha bagi generasi muda tersebut sangat dibutuhkan. Apalagi, hal itu juga untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.</p>



<p>“Jadi ini sebagai bentuk usulan dari Musrenbang Tematik dan dari Pokir. Yang kemudian difasilitasi oleh Disporapar untuk bisa melaksanakan terkait dengan kewirausahaan. Untuk wirausaha ini ada dua, terkait enterpreneur dan konten kreator. Dua ini memang yang saat ini sedang digemari oleh pemuda saat ini,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, Pj Wali Kota Wahyu juga menyampaikan bahwa ada empat peran penting bagi kewirausahaan. Diantaranya, menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan produktivitas. &#8220;Tentunya kami Pemkot Malang akan terus berkomitmen untuk menguatkan ekosistem tumbuh kembang wirausaha tersebut. Kemudian dukungan infrastruktur juga kami berikan dan dukungan pemasaran. Terutama di Kota Malang saat ini juga sudah ada Gedung Malang Creative Center (MCC) sebagai wadah para pemuda,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang diberikan tersebut, Pj Wali Kota Wahyu berharap agar para pemuda di Kota Malang, nantinya dapat meningkatkan kualitasnya. Baik sebagai enterpreneur, maupun sebagai konten kreator. Termasuk juga bagi para penyandang disabilitas.</p>



<p>“Tentu kita tidak akan membeda-bedakan, semua punya kesempatan yang sama. Melalui sosialisasi dan pelatihan ini kita akan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada mereka semua,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa usai dilakukan sosialisasi dan pelatihan tersebut, nanti juga akan diberikan pendampingan ke depannya. Sehingga, akan terus dilakukan pemantauan dan evaluasi.</p>



<p>“Dari yang sudah terdaftar ini masuk ke bank data kami dan nanti akan kami lakukan pemantauan, evaluasi, monitoring dan terus kita pantau mereka. Termasuk juga yang sudah terjun ke masyarakat. Sehingga tidak hanya terputus di sini saja dan nanti ada lanjutan program untuk meningkatkan terus ke depannya,” jelas Baihaqi.</p>



<p>Dalam hal ini menurut Baihaqi, antusiasme para pemuda yang mengikuti kegiatan tersebut sangat luar biasa, kreatif dan penuh semangat. Sehingga peserta hanya tinggal diarahkan untuk lebih meningkatkan kompetensi di bidang kreatifitasnya.</p>



<p>“Semangatnya luar biasa, bukti dari kehadiran saja hampir 100 persen. Itu sebagai indikator mereka punya semangat luar biasa terjun di dunia usaha. Ini adalah peluang luar biasa yang kita manfaatkan karena di era digital kan kreativitas, inovasi ditantang untuk berkiprah lebih baik lagi,” imbuh Baihaqi.<strong> (pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206857</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Probolinggo Gelar Sekolah Lapang Budidaya Ikan Lele untuk Bekal Wirausaha Santri Ponpes</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-probolinggo-gelar-sekolah-lapang-budidaya-ikan-lele-untuk-bekal-wirausaha-santri-ponpes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2023 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[lapang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196634</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang (SL) Budidaya Ikan Lele di kawasan Pondok Raudlatul Malikiyah, Ponpes Riyadlus Sholihin, Kelurahan Ketapang, Rabu (23/08/2023) pagi. Pelaksanaan yang diadakan di musala putri itu, dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala DKPPP, Trillya Yuliana, yang didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang (SL) Budidaya Ikan Lele di kawasan Pondok Raudlatul Malikiyah, Ponpes Riyadlus Sholihin, Kelurahan Ketapang, Rabu (23/08/2023) pagi. Pelaksanaan yang diadakan di musala putri itu, dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala DKPPP, Trillya Yuliana, yang didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Hariesza Arnas Pirzada.</p>



<p>Pada kesempatan tersebut, perempuan yang akrab disapa Lia, juga menyerahkan bahan praktik yang dibantukan. Seperti beberapa unit kolam terpal, 2 ribu ekor bibit ikan lele, 6 sak pakan ikan, 36 probiotik ikan dan bak gradding serta serok.</p>



<p>“Biasanya dari tiga ribu bibit yang kita sebar dengan ukuran segini, potensi yang jadi sekitar 80 sampai 90 persennya,” ujarnya.</p>



<p>Berdasarkan SK Wali Kota Probolinggo Nomor 100.3.3.3/74/KEP/425.012/2023 tentang Penetapan Pondok Pesantren (Ponpes) Penerima SL Budidaya Ikan Lele, bahwa pelaksanaan ini diperuntukkan bagi 20 Ponpes yang terbagi dalam empat gelombang. Dimana saat ini, telah memasuki gelombang ke tiga.</p>



<p>“Dukungan Pemkot Probolinggo pada pesantren itu sendiri diimplementasikan dengan dikeluarkannya Perwali Nomor 75 tahun 2022 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren,” terangnya.</p>



<p>Sekolah Lapang Budidaya Ikan Lele merupakan salah satu program yang dapat diimplementasikan untuk memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan tentang budidaya ikan lele. Tujuannya, agar dapat mengembangkan semangat kewirausahaan para santri, sekaligus meningkatkan perekonomian di pondok pesantren.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita tahu, Ponpes itu punya peran yang besar dalam mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan agamanya. Sebuah lembaga pendidikan yang juga berfungsi sebagai pusat penyiaran Agama Islam,” katanya.</p>



<p>Fungsi ini, lanjutnya, bergerak saling menunjang. Dimana pendidikan dapat dijadikan bekal dalam mengumandangkan dakwah. Sedangkan dakwah sendiri bisa dimanfaatkan sebagai sarana dalam membangun sistem informasi. “Oleh sebab itu, pesantren diakui sebagai lembaga pendidikan yang mempunyai kesetaraan dalam hak dan kewajibannya dengan lembaga pendidikan formal lainnya,” ucapnya.</p>



<p>Ibu dari dua orang putra itu menambahkan, SL Budidaya Ikan Lele bagi Ponpes adalah salah satu program prioritas Wali Kota, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM pesantren. Juga untuk pengembangan jiwa kewirausahaannya, jika santri nantinya kembali ke masyarakat. Karena, sebutnya, Ponpes memiliki peran yang sentral dalam membentuk karakter dan moral para santri.</p>



<p>Melalui pelaksanaan itu pula, Lia berharap, santri dapat mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kegiatan yang mendukung kehidupan sehari-hari. “Sekaligus ini juga jadi kesempatannya para santri untuk memahami bagaimana pentingnya berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Jadi (pelaksanaan giatnya) harus diikuti dengan baik, dengan mengaplikasikan dan mengembangkan budidaya ini menjadi usaha yang bisa membantu dan mencapai tujuan yang diharapkan bersama,” harapnya.</p>



<p>Lia dan undangan yang terdiri dari para camat, juga berkesempatan meninjau lokasi budidaya ikan lele di sebelah selatan kawasan pondok. Di sana, rombongan melihat proses pembudidayaan yang dilakukan dengan cara mengolah limbah hasil budidaya menjadi gumpalan yang kecil sebagai makanan ikan secara alami.</p>



<p>Kolam yang dibutuhkan ternyata tidak terlalu besar, cukup menggunakan kolam yang terbuat dari terpal berbentuk bulat. Kolam tersebut berdiameter tiga meter, dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196634</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seminar Inspirasi Wirausaha Muda bersama 200 Usaha Mikro, Mas Dhito Ingatkan Produk Kediri Skala Nasional</title>
		<link>https://memontum.com/seminar-inspirasi-wirausaha-muda-bersama-200-usaha-mikro-mas-dhito-ingatkan-produk-kediri-skala-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Aug 2023 02:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[mikro,]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195526</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memberikan motivasi bagi wirausaha muda dan pelaku UMKM Kabupaten Kediri, yang masih berjuang untuk dapat eksis dan lebih memiliki daya saing. Disampaikan, bahwa pelaku UMKM sangat penting untuk melakukan inovasi. Dirinya pun mencontohkan pada produk kuliner, perlu adanya inovasi pada kemasan atau packaging supaya produk yang dijual [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memberikan motivasi bagi wirausaha muda dan pelaku UMKM Kabupaten Kediri, yang masih berjuang untuk dapat eksis dan lebih memiliki daya saing. Disampaikan, bahwa pelaku UMKM sangat penting untuk melakukan inovasi.</p>



<p>Dirinya pun mencontohkan pada produk kuliner, perlu adanya inovasi pada kemasan atau packaging supaya produk yang dijual lebih menarik konsumen. Itu karena, masih ditemukan produk makanan di pasaran yang dijual kurang memperhatikan packaging namun dari kualitas rasa sudah enak.</p>



<p>Kemudian, tambah Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, pentingnya juga dalam merubah mindset pelaku UMKM. Sebab, sejauh ini masih banyak yang hanya sebatas berjualan untuk menyambung hidup tanpa mempedulikan penghitungan biaya operasional dengan omset penjualan.</p>



<p>&#8220;Perlu dijaga eksistensinya. Kredibilitas dan jangan pernah merasa sudah berada di zona nyaman,&#8221; pesan Mas Dhito dalam acara seminar inspirasi wirausaha muda From Zero to Hero di Convention Hall, Jumat (11/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Untuk menguatkan UMKM di Kabupaten Kediri, sedikitnya sebanyak 200 pelaku usaha mikro dari beberapa sektor, baik kuliner, jasa, kerajinan maupun fashion dikumpulkan di Convention Hall. Mereka diberikan pendampingan termasuk difasilitasi dalam pengurusan perijinan.</p>



<p>Di Kabupaten Kediri, lanjut Mas Dhito, dari data yang tercatat di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik), sekitar 9.475 pelaku usaha mikro dimana mayoritas sebanyak 6.195 usaha mikro bergerak di bidang kuliner. Melalui kegiatan seminar tersebut, pihaknya berharap pelaku UMKM di Kabupaten Kediri dapat terus tumbuh dan lebih berdaya saing. Terlebih, potensi pasar saat ini dinilai sangat besar bagi pelaku UMKM, terutama adanya bandara yang sudah akan beroperasi dalam hitungan bulan.</p>



<p>&#8220;Saya berharap banyak bahwa UMKM itu sudah ada yang moncer dan siap dijual di skala nasional,&#8221; ungkap Mas Dhito.</p>



<p>Selain bandara, dengan dibangunnya stadion dengan konsep sport, bussines and entertainment di dekat bandara juga menjadi potensi pasar bagi pelaku UMKM. Kemudian, adanya pembangunan jalan tol yang nantinya akan dibuat rest area.</p>



<p>Mas Dhito mengaku, pemerintah masih perlu kerja keras lagi untuk menguatkan pelaku UMKM di Kabupaten Kediri, supaya naik kelas dan berdaya saing. Sebab, dari keseluruhan UMKM yang terdaftar, mereka yang dilihat sudah siap tidak lebih dari 10 persen.</p>



<p>&#8220;Kita masih perlu kerja keras,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Berbagai kebijakan telah dilakukan pemerintah daerah, untuk menguatkan pelaku UMKM. Mulai dari pembangunan Gerai Rumah Inkubasi (Garasi), Klinik UMKM hingga menyediakan pinjaman dengan bunga ringan bagi pelaku UMKM melalui bank daerah.</p>



<p>Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri, Mamiek Amiyati, menambahkan bahwa dalam kegiatan seminar tersebut pihaknya memfasilitasi pelayanan perijinan merk, NIB, halal serta PIRT gratis bagi pelaku UMKM. &#8220;Terkait pembinaan ataupun pemberdayaan, Mas Bup telah membentuk Garasi dan ini memudahkan teman-teman UMKM untuk mengakses kegiatan di Garasi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Saat ini, ujarnya, di Kabupaten Kediri sudah ada tiga lokasi Garasi UMKM yang tersebar di Kecamatan Pare, Grogol dan Papar. Untuk memperluas jangkauan pelayanan itu, sudah ada rencana penambahan Garasi untuk di wilayah Kecamatan Ngadiluwih.<strong> (kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195526</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
